Bulu Tangkis – Minions rebut gelar pertama 2019 di Malaysia

Jakarta, (ANTARA News) – Pasangan atlet bulu tangkis putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa pasangan Minions, merebut gelar juara pertama mereka pada 2019 dalam turnamen Malaysia Masters setelah menang atas pasangan tuan rumah.

Minions, seperti dipantau Antara di Jakarta, Minggu, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-15, 21-16 selama 36 menit permainan pada pertandingan final turnamen tingkat Super 500 itu.

Kemenangan di Kuala Lumpur itu sekaligus menambah dominasi kedudukan Kevvin/Marcus atas ganda Ong/Teo menjadi 4-0 setelah pertemuan terakhir mereka pada Indonesia Terbuka 2018.

“Lawan kami punya pertahanan yang sangat bagus sehingga kami susah untuk menyerang mereka. Kami harus selalu fokus pada pertandingan tadi terutama ketika poin-poin akhir,” kata Marcus seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Marcus mengakui permainannya pada pertandingan final turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu lebih baik dibanding pertandingan semifinal pada Sabtu (19/1).

Kevin mengatakan lawan punya kepercayaan diri saat menghadapinya bersama Marcus dan tidak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri sehingga sulit dikalahkan.

“Kami bermain lebih cepat dibanding mereka karena mereka tidak mudah ditaklukkan,” ujar Kevin.

Selepas menjuarai Malaysia Masters 2019, Minions akan kembali berlaga pada turnamen Indonesia Masters 2019 yang akan berlangsung di Stadion Istora Senayan, Jakarta pada 22-27 Januari.

Baca juga: Kukuhkan dominasi, Minions melaju ke semifinal Malaysia MastersBaca juga: Kukuhkan dominasi, Minions melaju ke semifinal Malaysia Masters

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani runner-up Malaysia Masters 2019

Jakarta (Antara) – Atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih posisi runner-up turnamen Malaysia Masters 2019 setelah kalah dari pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dalam laga final di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu.

Greysia/Apriyani, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam tiga gim 21-18, 16-21, 16-21 selama 75 menit permainan turnamen tingkat Super 500 itu.

Kekalahan di Malaysia itu menambah catatan kedudukan Yuki/Sayaka menjadi 6-2 atas Greysia/Apriyani setelah pertemuan terakhir mereka pada turnamen Hong Kong Terbuka 2018.

“Kami kalah di sini, tapi kami harus kembali bersiap untuk bertanding kembali pekan depan. Lawan bermain lebih kuat dan bagus dari kami. Mereka bermain konsisten dari mental ataupun fisik,” kata Greysia selepas pertandingan di Axiata Arena seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sementara, Apriyani hanya ingin belajar dari beberapa kali kekalahan dari pasangan peringkat satu dunia itu dalam setiap pertemuan mereka. “Kami benar-benar kelelahan. Kami harus segera memulihkan kondisi agar siap dalam turnamen berikutnya,” kata Apriyani.

Pasangan atlet putri Indonesia peringkat empat dunia itu akan kembali tampil pada turnamen bulu tangkis internasional di Stadion Istora Senayan, Jakarta, pada 22-27 dalam Indonesia Masters 2019.

Greysia/Apriyani akan menghadapi pasangan kembar asal Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoefa pada laga pertama Indonesia Masters 2019 yang akan berlangsung Rabu (23/1).

“Kami bersyukur dengan hasil di Malaysia ini karena kami punya kepercayaan diri untuk bermain lebih bagus lagi. Kami selalu kalah pada laga semifinal dalam turnamen-turnamen sebelumnya. Kami juga akan terus belajar untuk lebih baik kalaupun menjadi juara,” kata Greysia.

Selain ganda Greysia/Apriyani, Indonesia masih punya satu wakil pada laga final Malaysia Masters 2019. Mereka adalah pasangan putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Kevin/Marcus akan menghadapi wakil tuan rumah Ong Yew Sin/Teo Ee Yi untuk memperebutkan gelar juara turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu.

Baca juga: Greysia/Apriyani tundukkan musuh bebuyutan di Malaysia

Baca juga: Greysia/Apriyani tanpa target hadapi rangkaian turnamen 2019

Baca juga: Greysia/Apriyani gagal pertahankan gelar Prancis Terbuka

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Madiun tuan rumah Sirnas Premier 2019

Madiun (ANTARA News) – Kota Madiun, Jawa Timur, dipercaya menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis Sirkuit Nasional Premier tahun 2019 yang rencananya digelar pada November mendatang.

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Madiun mendapat mandat sebagai penyelenggara agenda nasional tersebut dan penunjukan langsung diberikan PBSI Provinsi Jawa Timur.

“Ini masih koordinasi awal sekaligus minta izin Wali Kota untuk menyelenggarakan Sirnas Premier di Kota Madiun. Turnamen itu rencananya digelar pada November mendatang,” ujar Ketua Umum PBSI Kota Madiun Edwin Susanto di Madiun, Sabtu.

Menurut dia, penunjukan Kota Madiun sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sirnas Premier, karena dinilai layak setelah capaian prestasi di bidang bulu tangkis.

Selain itu, infrastruktur pendukung untuk pelaksanaan turnamen kalender PP PBSI di Kota Madiun juga cukup lengkap.

“Dari penilaian itu, PBSI Provinsi Jawa Timur memberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan turnamen besar nasional itu di Kota Madiun,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyambut baik agenda berskala nasional tersebut, apalagi dipastikan akan memberikan efek besar untuk Kota Madiun.

Kegiatan dipastikan mendatangkan banyak keuntungan bagi masyarakat Madiun maupun luar Kota Madiun. Baik, usaha kuliner hingga penginapan akan mendapat imbasnya.

“Nantinya, pasti banyak penginapan dan hotel yang digunakan untuk tamu dari luar Kota Madiun, mulai pemain, ofisial, dan penonton. Masyarakat harus segera bersiap menangkap peluang ini,” kata Sugeng.

Ia segera menginstruksikan dinas terkait untuk berkolaborasi dengan Komite Olah Raga Indonesia (KONI) Kota Madiun demi kelancaran agenda nasional tersebut.

“Saya minta KONI serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Madiun mendampingi agar kegiatan sirnas terlaksana dengan sukses,” katanya seraya menambahkan diperlukan persiapan matang, seperti infrastruktur, administrasi, dan anggaran untuk suksesnya turnamen itu.

Baca juga: Sri Fatmawati hentikan dominasi “ratu sirnas”

Baca juga: India dan Malaysia ramaikan Sirnas Premier Surabaya

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani tundukkan musuh bebuyutan di Malaysia

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet putri bulu tangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses menundukkan musuh bebuyutan mereka ganda putri Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo pada pertandingan semifinal Malaysia Masters 2019 di Kuala Lumpur, Sabtu.

Greysia/Apriyani, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 20-22, 21-13, 21-19 selama 79 menit atas pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu.

Hasil pertandingan turnamen tingkat Super 500 itu menambah catatan kemenangan Greysia/Apriyani menjadi 2-8 dengan Ayaka/Misaki dalam pertemuan ke-10 kedua pasangan itu.

“Kami ingin menang, sangat ingin menang dari mereka setelah sekian kali kalah dalam beberapa turnamen terutama pada semifinal di Jepang,” kata Greysia selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Greysia/Apriyani unggul 15-10 atas pasangan peringkat dua dunia itu pada gim pertama. Perolehan poin itu berlanjut hingga 18-15. Tapi, pasangan Indonesia itu kehilangan lima poin berurutan menjadi 18-20.

Ganda Indonesia peringkat empat dunia itu sempat meraih gim setting 20-20 pada gim pertama. Hanya saja, Ayaka/Misaki masih mengejar dan merebut gim pertama 22-20 dari Greysia/Apriyani.

Pada gim kedua, Greysia/Apriyani tampil lebih baik dan unggul dalam perolehan poin. Kemenangan pada gim kedua mampu memperpanjang nafas Greysia/Apriyani menuju gim penentuan.

“Kami terus belajar dari kekalahan sebelumnya dan kemenangan pertandingan kemarin. Kami hanya ingin tembus pertandingan final saja walaupun lawannya memang berat,” kata Greysia.

Ayaka/Misaki terus memimpin perolehan poin pada gim ketiga hingga pertengahan pertandingan. Greysia/Apriyani lantas bangkit secara perlahan dan menciptakan kemenangannya setelah mencetak poin 13-13. Mereka pun lolos ke putaran final.

“Kami masih harus menghadapi pasangan lain Jepang pada pertandingan final, besok. Perjuangan kami belum berakhir,” kata Greysia tentang laga kontra ganda Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Baca juga: Kevin/Marcus melaju ke final Malaysia Masters 2019

Baca juga: Ginting tersingkir pada perempat final Malaysia Masters

Baca juga: Greysia/Apriyani taklukkan sesama Indonesia di Malaysia
 

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kevin/Marcus melaju ke final Malaysia Masters 2019

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju ke putaran final turnamen Malaysia Masters 2019 setelah menang atas wakil tuan rumah Goh V Shem/Tan Wee Kiong pada pertandingan semifinal di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu.

Kevin/Marcus, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-18, 24-22 selama 37 menit atas ganda peringkat 13 dunia itu di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Pasangan atlet Indonesia yang akrab disapa sebagai Minions itu mencatatkan kedudukan 4-1 atas ganda Goh/Tan setelah pertemuan terakhir mereka pada pertandingan perorangan Asian Games 2018.

Pada gim pertama, Kevin/Marcus tertinggal poin dari lawan 0-3, 5-7, 10-13, dan 12-15. Tapi, mereka berhasil merebut kemenangan setelah kedudukan imbang 16-16, 17-17, dan 18-18.

Kevin/Marcus kembali tertinggal poin 1-4, 5-10, 6-11, 12-16, dan 14-17 dari lawan pada gim kedua. Tapi, Minions mampu menyamakan kedudukan pada 17-17 bahkan terus melaju hingga 20-17.

Goh/Tan seakan tidak rela kembali tersusul dari Kevin/Marcus dan berusaha menyamakan poin 20-20. Upaya ganda Negeri Jiran itu tidak membuahkan hasil dan kemenangan berada pada kubu Merah-Putih 24-22.

“Saya banyak melakukan kesalahan pada pertandingan tadi. Lawan justru bermain dengan bagus. Kami bersyukur dapat mengatasi permainan lawan pada gim kedua dan menang,” kata Marcus seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sementara, Kevin mengaku puas dapat lolos ke putaran final turnamen tingkat Super 500 meskipun harus kembali menghadapi pasangan lain Malaysia. “Kami berharap dapat menjadi juara di sini,” ujar Kevin tentang proyeksi pertandingan pada laga final, Minggu (20/1).

Pada laga final, Minions akan menghadapi ganda lain Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Ong/Teo melaju ke final dengan menyingkirkan sesama wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada semifinal 21-6, 18-21, 21-19.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani hadapi sesama ganda Indonesia dalam Malaysia Masters

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet putri bulu tangkis Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan melawan sesama ganda putri Indonesia Yufira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto pada laga semifinal turnamen Malaysia Masters 2019 yang akan berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (18/1).

Pasangan Greysia/Apriyani, seperti dipantau Antara di Jakarta, Kamis, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-14, 21-15 selama 36 menit atas pasangan Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai pada laga perempat final.

Pertandingan dalam turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu menjadi laga pertama pasangan Indonesia peringkat empat dunia itu dengan Puttita/Sapsiree.

Sementara, pasangan Yulfira/Jauza melaju ke semifinal setelah menang atas ganda tuan rumah Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dalam dua gim 21-9, 21-18 selama 36 menit.

Kemenangan di Axiata Arena menambah kedudukan Yulfira/Jauza menjadi 2-1 atas pasangan Negeri Jiran peringkat 33 dunia itu.

“Kami akan bermain lebih fokus dan melakukan terbaik karena ini menjadi penampilan pertama kami pada 2019,” kata Greysia, seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), tentang pertandingan menghadapi pasangan Thailand Puttita/Sapsiree.

Greysia menyatakan kegembiraannya karena akan menghadapi Yulfira/Jauza pada laga semifinal. “Kami juga senang mereka menang melawan Malaysia sehingga kami dapat bertemu besok,” kata atlet asal klub Jaya Raya Jakarta itu.

Jauza mengaku akan bermain tanpa beban pada laga semifinal menghadapi ganda Greysia/Apriyani. “Kami bisa bermain bagus dan lepas tanpa tekanan. Kami ingin mengimbangi senior, termasuk permainan Greysia,” kata Jauza.

Baca juga: Ganda putri Virni/Della melangkah mulus di Malaysia Masters
Baca juga: Laga perdana di Malaysia Masters, Ginting taklukkan atlet Thailand

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan kembali takluk dari Chen Long

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie kembali takluk dari Chen Long dalam pertandingan internasional, termasuk dalam pertandingan putaran kedua turnamen Malaysia Masters 2019 yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis.

Jonatan, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), kalah dalam dua gim langsung 15-21, 18-21 selama 45 menit permainan atas pemain peringkat empat dunia itu.

Kekalahan peraih medali emas Asian Games 2018 dari Chen Long dalam turnamen tingkat Super 500 itu menjadi kekalahan keenam dalam catatan pertemuan kedua pemain.

Jonatan terakhir kali berhadapan dengan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu pada turnamen Prancis Terbuka 2018. Atlet yang akrab disapa Jojo itu kalah dalam tiga gim 18-21, 21-12, 16-21 pada laga perempat final.

Atlet asal klub Tangkas Jakarta itu melaju ke putaran kedua Malaysia Masters 2019 setelah menang atas pemain Denmark Jan O Jorgensen pada laga pertama. Jonatan menang 21-16, 21-15 selama 34 menit permainan.

Selain Jonatan, Indonesia juga menempatkan dua pemain tunggal putra pada turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu. Mereka adalah Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting.

Tommy telah tersingkir pada laga pertama dari pemain tuan rumah Liew Daren 21-23, 13-21 selama 44 menit permainan. Sedangkan Ginting masih menghadapi pemain India Parupalli Kashyap pada laga putaran kedua.

Baca juga: Greysia/Apriyani hadapi sesama ganda Indonesia dalam Malaysia Masters

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malaysia Masters 2019, Gregoria ditekuk Ratchanok

Jakarta (ANTARA News) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan Ratchanok Intanon asal Thailand di Malaysia Masters 2019. 

Dalam babak pertama kejuaraan tersebut, Gregoria kalah dalam dua gim yang berlangsung selama 39 menit dengan skor 15-21 dan 16-21. 

“Sebelum main, saya sudah mengantisipasi kelebihan dia (Ratchanok). Saya juga nonton pertandingan terakhir dia untuk mempelajari permainannya,” kata Gregoria dalam siaran pers resmi PBSI, Rabu. 

Lebih lanjut, di juga mengaku telah seringkali diingatkan oleh pelatih untuk siap kelelahan selama berhadapan dengan pebulutangkis asal Thailand tersebut. 

“Sayangnya, permainan dia lebih konsisten, sedangkan saya masih suka lepas-lepas. Ketika lawan mengubah pola permainan, saya kurang bisa cepat mengantisipasinya,” ujar Gregoria. 

Atlet besutan klub bulutangkis Mutiara Bandung itu menilai kelebihan lawannya, yakni terletak pada kemampuannya dalam mengatur dan menempatkan bola selama pertandingan. 

“Akurasi dan cara dia mengatur bola memang bagus. Dengan begitu, dia mampu mengontrol jalannya pertandingan. Saya masih kewalahan mengikuti pola permainan dia,” tutur Gregoria. 

Kedepannya, sebagai bahan evaluasi, dia pun mengaku akan berupaya untuk memperbaiki servis bola yang diberikan kepada lawan. Dengan begitu, diharapkan lawan tidak akan menerima bola dengan mudah. 

Pertemuan antara Gregoria dengan Ratchanok di Malaysia Masters 2019 merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, keduanya sudah pernah bertemu di Blibli Indonesia Open 2018 dan Japan Open 2018. 

Dari total tiga kali pertemuan tersebut, Gregoria belum pernah sekalipun mencatat kemenangan atas Ratchanok. 

Baca juga: Ganda campuran Indonesia pastikan ke perempat final Malaysia Masters

Baca juga: Fajar/Rian target pertahankan gelar di Malaysia

Baca juga: Anthony Ginting bidik semifinal Malaysia Masters 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda campuran Indonesia pastikan ke perempat final Malaysia Masters

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia memastikan lolos ke babak perempat final kejuaraan Malaysia Masters 2019 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Pasangan ganda tersebut, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti atau Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja. Keduanya akan akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tiket di perempat final. 

“Kami akan berusaha tampil sebaik mungkin. Pastinya, kami ingin menang. Maka dari itu, persiapan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya,” kata Praveen seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu. 

Senada dengan Praveen, Melati juga mengaku akan bermain secara maksimal, sehingga bisa lanjut ke babak perempat final kejuaraan tersebut dengan hasil yang memuaskan. 

“Pokoknya, kami akan fight saja terus di lapangan. Kami akan berusaha untuk menang. Ada kemungkinan mereka (Hafiz/Gloria) belum tahu seperti apa bola-bola kami nanti,” ujar Melati. 

Di babak pertama, Praveen/Melati telah berhasil mengalahkan pasangan asal China Xiangyu Ren/Chaomin Zhou dalam dua gim langsung dengan perolehan skor 21-13 dan 21-19. 

Di sisi lain, ganda campuran tanah air Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja sukses menumbangkan pasangan asal Taiwan Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin dalam dua gim dengan skor 21-10 dan 21-18. 

Sementara itu, laga antara Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria tersebut akan menjadi pertemuan kedua bagi mereka. Sebelumnya, mereka sudah pernah bertemu di kejuaraan Korea Open 2018. 

Dalam kejuaraan tersebut, pasangan Praveen/Melati kalah dari Hafiz/Gloria dalam tiga gim dengan skor 16-21, 22-20 dan 13-21. 

Baca juga: Greysia/Apriyani tanpa target hadapi rangkaian turnamen 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian target pertahankan gelar di Malaysia

Jakarta (ANTARA News) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menargetkan mempertahankan gelar juara dalam turnamen Malaysia Masters yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15-20 Januari.

“Kami harus selalu fokus dalam permainan sejak pertandingan putaran pertama. Target kami tentu ingin mempertahankan gelar juara. Tapi, kami tidak ingin target itu menjadi beban,” kata Fajar seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Pada pertandingan putaran pertama yang akan berlangsung pada Rabu (16/1), Fajar/Rian akan menghadapi pasangan China Huang Kaixiang/Wang Zekang sebagai pertemuan kedua mereka setelah pertandingan dalam Kejuaraan Syed Modi 2018 di India.

Pasangan Merah-Putih peringkat tujuh dunia itu tercatat menang atas Huang/Wang 21-14, 21-12.

“Semua pemain adalah lawan berat dan kami harus selalu siap. Hal terpenting dalam pertandingan adalah menjaga fokus dan semangat,” kata Rian tentang pertandingan dalam turnamen tingkat Super 500 itu.

Selain Fajar/Rian, Indonesia menempatkan empat pasangan lain putra dalam babak utama turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu. Mereka adalah pasangan unggulan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Ade Yusuf Santoso/Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira, dan Berry Angriawan/Hardianto.

Sementara, pasangan atlet putra pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI yang Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra harus melalui babak kualifikasi. Sabar/Frengky akan menghadapi pasangan Thailand Tinn Isriyanet/Nipitphon Phuangphuapet. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019