Firman lolos, Ihsan tersingkir pada laga pertama Thailand

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Firman Abdul Kholik lolos pertandingan putaran pertama turnamen Thailand Masters 2019 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Rabu, setelah menang atas pemain Jepang Yu Igarashi.

Firman, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 21-17, 17-21, dan 21-19 selama 73 menit permainan dalam turnamen turnamen tingkat Super 300 itu.

Kemenangan di Thailand itu menjadi revans bagi Firman atas Igarashi setelah pertemuan terakhir mereka dalam turnamen Vietnam Terbuka 2018. Catatan pertemuan keduanya pun menjadi imbang 1-1.

Sementara, Ihsan Maulana Mustofa takluk dari pemain Malaysia Cheam June Wei pada laga pertama turnamen berhadiah total 150 ribu dolar AS itu dalam tiga gim.

Ihsan yang merupakan atlet pelatnas utama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu kalah dalam tiga gim 18-21, 21-11, 15-21 selama 59 menit dari pemain peringkat 85 dunia itu.

Hasil pertandingan dengan Ihsan dalam turnamen Thailand Masters itu justru menjadi revans bagi Cheam setelah pertemuan terakhir kedua pemain pada Vietnam Terbuka 2018. Ihsan menang atas Chem di Vietnam dalam dua gim 21-15, 25-23.

Sebagaimana Ihsan, atlet lain pelatnas PBSI Chico Aura Dwi Wardoyo juga tersingkir pada turnamen Thailand Masters 2019.

Chico kalah dari pemain peringkat 31 dunia asal China Lu Guangzu dalam dua gim 17-21, 8-21 selama 39 menit pertandingan pertama kedua pemain itu.

Selain tiga tunggal putra itu, Indonesia juga menempatkan atlet tunggal putra senior Sony Dwi Kuncoro pada Thailand Masters. Sony akan menghadapi pemain Malaysia Lee Zii Jia yang menempati peringkat 42 dunia itu.

Baca juga: Fitriani tantang Jindapol setelah lolos putaran pertama Thailand

Baca juga: Tiga ganda Indonesia melaju putaran kedua Thailand Masters

Baca juga: Indonesia amankan satu gelar Thailand Masters 2018
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani tantang Jindapol setelah lolos putaran pertama Thailand

Jakarta (ANTARA News) – Tunggal putri Indonesia Fitriani akan menantang atlet andalan tuan rumah Thailand Masters 2019 Nitchaon Jindapol pada putaran kedua setelah menang pada pertandingan pertama yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Rabu.

Fitriani, seperti dipantau Antara di Jakarta, Rabu, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam tiga gim 18-21, 21-9, 23-21 selama 54 menit permainan pertandingan putaran pertama atas pemain putri Malaysia Lee Ying Ying.

Kemenangan dalam turnamen tingkat Super 300 itu menjadi kemenangan ketiga Fitriani atas Lee yang menempati peringkat 39 dunia setelah dua pertemuan pada turnamen USM Li Ning International Series 2015 dan Axiata Malaysia International Challenge 2016.

Pada pertandingan putaran kedua, Fitriani akan melawan Jindapol yang telah menaklukkan atlet Taiwan Lin Ying Chun dalam dua gim langsung 21-12, 21-15.

Pertemuan pada putaran kedua Thailand Masters 2019 yang akan berlangsung pada Kamis (10/1) menjadi pertemuan pertama Fitriani atas atlet peringkat 14 dunia itu.

Selain Fitriani, Indonesia menempatkan tiga wakil pada sektor tunggal putri yaitu Ruselli Hartawan, Lyanny Alessandra Mainaky, dan Yulia Yosephin Susanto.

Ruseli akan menghadapi pemain Taiwan Chiang Ying Li. Kemudian, Lyanny akan melawan atlet Belgia Tan Lianne dan Yulia akan menghadapi wakil Thailand Chananchida Jucharoen.

Baca juga: Tiga ganda Indonesia melaju putaran kedua Thailand Masters

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga ganda Indonesia melaju putaran kedua Thailand Masters

Jakarta (ANTARA News) – Tiga pasang atlet bulu tangkis Indonesia dari nomor ganda campuran melaju ke putaran kedua setelah menang pada laga pertama turnamen Thailand Masters 2019 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Selasa.

Tiga pasangan atlet itu, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Jakarta, Selasa adalah pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Ronald Alexander/Annisa Saufika, dan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow.

Alfian/Marsheilla melangkah ke putaran kedua dengan menaklukkan pasangan campuran Malaysia-Indonesia yaitu Mohammad Arif Abdul Latif Arif/Rusyidina Antardayu Riodingin dalam tiga gim 21-18, 18-21, 21-17 selama 50 menit.

“Pada gim kedua, kami sudah memimpin. Tapi, permainan kami akan menurun sehingga terkejar perolehan poin dari lawan. Pasangan Arif/Usy punya keunggulan pukulan drive kanan dan kiri yang kuat dan mereka hampir tidak pernah melakukan kesalahan,” kata Alfian seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Alfian mengaku permainannya bersama Marsheilla sudah punya ritme secara kompak meskipun belum lama dipasangkan oleh pelatih pelatnas PBSI. “Kami berharap dapat bermain lebih bagus lagi pada pertandingan berikutnya,” ujar Alfian.

Pasangan peringkat 40 dunia itu akan menghadapi ganda campuran Malaysia Chen Tang Jie/Peck Yen Wei pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung pada Kamis (10/1). Kedua pasangan itu punya catatan pertemuan pada turnamen Vietnam Terbuka 2018 dengan hasil kemenangan ganda Indonesia 21-16, 21-16.

“Kami harus mampu menerapkan pola bermain menyerang sejak awal permainan dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Alfian yang tidak memungkiri ingin merebut gelar juara di Thailand sebagai turnamen pembuka 2019.

Sementara, pasangan Ronald/Annisa melaju ke putaran kedua setelah mengalahkan ganda campuran Prancis Ronan Labar/Audrey Mittelheisser 21-12, 21-14 selama 27 menit permainan.

Ronald/Annisa masih menunggu calon lawan pada putaran kedua dari pertandingan antara ganda Hong Kong Hee Chun Mak/Chau Hoi Wah dengan pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek.

Ganda lain Indonesia Akbar/Winny lolos ke putaran kedua dengan menaklukkan sesama pasangan Merah-Putih Agripinna Prima Rahmanto Putra/Tiara Rosalia Nuraidah dalam dua gim langsung 21-18, 21-19 selama 27 menit.

Akbar/Winny akan menantang pasangan atlet Irlandia Sam Magee/Chloe Magee yang mengalahkan ganda India S. Sunjit Junior/Sruthi K.P dalam dua gim 21-15, 21-13 pada laga pertama. ***3***
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih harapkan Minions dikepung pemain sesama Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Pelatih sektor ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi yang akrab disebut Minions dikepung oleh pemain sesama Indonesia pada peringkat 10 besar dunia.

“Harus ada pasangan lain yang mendekat ke Kevin/Marcus dan tidak terlalu jauh peringkatnya. Sampai sekarang, pasangan yang punya peringkat paling dekat adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto,” kata Herry ketika dijumpai dalam pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa.

Herry mengatakan harapan pasangan ganda putra Indonesia lainnya bisa menempel Minions bukan tanpa alasan yaitu agar peluang Indonesia untuk mengirim atlet bulu tangkis ke Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang semakin besar.

“Saya harus menyusun program, mengirim pemain, dan menetapkan strategi permainan dengan tepat karena sektor ganda putra mendapatkan target untuk menempatkan dua wakil dalam Olimpiade Tokyo,” katanya menambahkan.

Pemain ganda putra Indonesia setelah Fajar/Rian saat ini adalah ganda senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada peringkat sembilan dunia, Berry Angriawan/Hardianto peringkat 18 dunia, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang berada peringkat 24 dunia.

Herry mempersilakan pasangan atlet putra Indonesia, baik yang berada di pelatnas ataupun pasangan pemain profesional seperti Hendra/Ahsan untuk saling berlomba lolos kualifikasi Olimpiade 2020.

“Penghitungan poin Olimpiade itu mulai April 2019 hingga April 2020. Saya berharap setidaknnya ada empat pasangan yang sama-sama berpeluang masuk Olimpiade dan bukan hanya dua pasangan,” katanya.

Terkait posisi Hendra/Ahsan yang memilih jalur karir pemain profesional, Herry mengatakan rencana pasangan Juara Dunia 2013 dan 2015 sudah lama dibahas dan bukan hanya pada 2018.
Baca juga: Hendra/Ahsan targetkan 15 turnamen demi lolos Olimpiade

“Pengurus PBSI memutuskan atlet harus mundur dari pelatnas jika mereka memilih untuk menjadi atlet profesional. Saya menilai Hendra/Ahsan hanya statusnya saja yang profesional. Mereka masih berhak untuk berlatih di pelatnas PBSI dan kami membutuhkan mereka sebagai senior bagi atlet-atlet lain,” kata Herry menerangkan.

Saat ini atlet ganda putra pelatnas PBSI tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen Malaysia Masters 2019 dan Indonesia Masters 2019 sebagai turnamen pembuka pada 2019. ***3***
Baca juga: Pelatih pastikan Marcus siap tampil di Malaysia dan Indonesia

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejurnas PBSI 2018

Sejumlah pebulu tangkis bertanding pada babak penyisihan Kejurnas PBSI 2018 di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (18/12/2018). Kejurnas yang mempertandingkan nomor perorangan dengan pembagian divisi I dan II, serta kelompok usia dewasa dan taruna (U-19) itu diikuti oleh atlet dari berbagai daerah dan berlangsung pada 18-22 Desember 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Eprilia Mega targetkan kembali ke pelatnas

Jakarta  (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putri klub Exist Jakarta Eprilia Mega Ayu Swastika menargetkan kembali masuk pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melalui Kejuaraan Nasional 2018.

“Saya ingin tampil maksimal dan menjadi juara sehingga dapat masuk lagi ke pemusatan latihan nasional. Tapi, saya berusaha tidak menjadikan harapan itu sebagai beban,” kata Eprilia setelah pertandingan laga pertama penyisihan Divisi I Kejurnas 2018 di Britama Arena Jakarta, Selasa.

Pada laga pertama kategori taruna tunggal putri itu, Eprilia menang atas atlet Jawa Barat Kyla Legiana Agatha dalam dua gim 21-17, 21-8.

“Saya masih harus menyesuaikan permainan dengan kondisi angin di lapangan pada gim pertama. Hembusan angin di lapangan cukup kencang. Pada gim kedua, saya sudah mampu menyesuaikan dengan pola permainan lawan,” kata atlet asal DKI Jakarta itu.

Eprilia sempat masuk pelatnas PBSI di Cipayung Jakarta Timur pada 2016. Tapi, dia terdegradasi dari pelatas pada 2017.

Pada pertandingan putaran kedua Divisi I Kejurnas 2018, Eprilia akan menghadapi atlet Jawa Tengah Virginia Sarce Runtukahu yang langsung masuk putaran kedua.

“Kami memang belum pernah berhadapan. Tapi, saya sudah pernah melihat dia bermain dari video pertandingannya,” kata Eprilia.

Panitia pelaksana Kejurnas PBSI 2018 menyiapkan hadiah total Rp43.750.000 pada pertandingan kelas perorangan taruna Divisi I. Juara tunggal putri akan mendapatkan hadiah sebesar Rp5 juta, sedangkan runner-up akan meraih hadiah sebesar Rp2,5 juta dan peserta yang masuk babak semifinal masing-masing meraih hadiah Rp1,25 juta. ***4***

(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Chico ingin susul peringkat Tommy-Ginting-Jojo

Jakarta, (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis tunggal putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Chico Aura Dwi Wardoyo berharap dapat menyusul peringkat dunia tiga atlet lain nasional Tommy Sugiarto, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting pada 2019.

“Saya pribadi ingin mengejar mereka secepatnya,” kata atlet asal klub Exist Jakarta itu setelah pertandingan Kejuaraan Nasional 2018 Beregu Campuran Divisi I di Britama Arena Jakarta, Selasa.

Chico berharap dapat masuk peringkat 30-40 dunia pada 2019 setelah menempati peringkat 69 dunia pada pekan kedua Desember 2018.

“Turnamen tertinggi yang saya ikuti adalah World Tour Super 300 di India. Saya masuk putaran semifinal,” katanya.

Dalam pertandingan beregu campuran dewasa Kejurnas 2018 Divisi I, klub Exist Jakarta kalah dari klub Djarum Kudus 2-3.

Klub asal Jakarta itu menang pada nomor tunggal putra atas nama Chico dan tunggal putri atas nama Fitriani. Sedangkan pada nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, klub itu kalah dari PB Djarum.

“Saya berpikir main saja karena lawan yang saya hadapi adalah atlet senior pelatnas. Jadi saya main tanpa beban saja,” kata Chico yang mengalahkan wakil PB Djarum Ihsan Maulana Mustofa dengan skor 21-15, 21-19.

Chico mengaku berusaha unggul pada permainan depan net atas Ihsan meskipun belum pernah menghadapinya dalam kejuaraan internasional.

Berikut hasil pertandingan grup B pertandingan beregu campuran dewasa Kejurnas PBSI 2018 antara klub PB Djarum dengan Exist Jakarta:

Ganda campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Renaldi Samosir/Hediana Julimarbela (21-13, 21-16)

Tunggal putra: Ihsan Maulana Mustofa vs Chico Aura Dwi Wardoyo (15-21, 19-21)

Ganda putra: Berry Angriawan/Mohammad Ahsan vs Frengky Wijaya Putra/Sabar Karyaman Gutama (16-21, 21-13, 21-13)

Tunggal putri: Dinar Dyah Ayustine vs Fitriani (16-21, 13-21)

Ganda putri: Debby Susanto/Rosyita Eka Putri Sari vs Angelica Wiratama/Hediana Julimarbela (21-13, 21-18).
(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Hendra Setiawan: “Saya masih ingin bermain..”

Jakarta, (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis senior ganda putra Indonesia Hendra Setiawan mengaku belum memutuskan untuk pensiun sebagai atlet atau menjadi pelatih cabang olahraga yang membesarkan namanya itu meskipun mengaku sempat berencana.

“Pasti kami sebagai pemain ada masanya. Mau tidak mau juga akan kalah dari pemain muda. Rencana tentu ada, tapi saya belum mengambil keputusan,” kata Hendra setelah bermain dalam pertandingan beregu campuran dewasa Kejurnas 2018 di Britama Arena Jakarta, Selasa.

Hendra berpasangan dengan Angga Pratama pada nomor ganda putra mewakili klub Jaya Raya Jakarta menghadapi pasangan putra klub Berkat Abadi Banjar Agrupina Primarahmanto Putera/Rian Agung Saputro. Hendra/Angga menang atas Agripina/Rian dalam dua gim langsung 21-19, 22-20.

“Ini adalah pertandingan dua tahun sekali untuk membela klub. Tentu saya ingin membela klub secara maksimal karena kami tidak selalu bertanding atas nama klub,” kata pemain berusia 34 tahun itu.

Klub Jaya Raya, menurut Hendra, harus meraih gelar juara dalam pertandingan beregu campuran dewasa Divisi I Kejurnas PBSI 2018 setelah gagal meraih gelar itu pada 2016.

“Pada 2016, Djarum meraih gelar juara. Tentu kami juga ingin menjadi juara tahun ini dan merebut gelar dari PB Djarum,” kata Hendra.

Namun, Hendra mengakui peta persaingan pertandingan beregu campuran dewasa Divisi I Kejurnas PBSI 2018 sudah merata dengan penyebaran atlet-atlet pelatnas di berbagai klub seperti SGS PLN Bandung, Exist Jakarta, dan Berkat Abadi Banjar.

Berikut hasil pertandingan grup A pertandingan beregu campuran dewasa Kejurnas PBSI 2018 antara klub Jaya Raya Jakarta dengan Berkat Abadi Banjar:

Ganda campuran: Della Destiara Haris/Hafiz Faisal vs Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia (21-17, 18-21, 21-14)

Tunggal putra: Krishna Adi Nugraha vs Muhammad Amin Faisal (21-9, 21-13)

Ganda putra: Angga Pratama/Hendra Setiawan vs Agripina Primarahmanto Putera/Rian Agung Saputro (21-19, 22-20)

Tunggal putri: Ruselli Hartawan vs Gabriela Merlani Moningka (18-21, 21-15, 21-18)

Ganda putri: Apriyani Rahayu/Rizki Amelia Pradipta vs Brigita Marcelia Rumambi/Ririn Amelia (21-15, 21-16).
(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Karono targetkan juara Kejurnas PBSI 2018

Jakarta (ANTARA News) – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Karono menargetkan gelar juara dalam ajang Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2018.

“Target pribadi saya maunya juara, karena kejurnas ini adalah salah satu turnamen paling penting untuk saya,” kata Karono melalui siaran pers resmi PBSI yang diterima Antara, Selasa.

Untuk mencapai target tersebut, atlet perwakilan DKI Jakarta itu pun mengaku akan berusaha sekuat tenaga serta menjaga fokus selama berlangsungnya kejuaraan itu, yakni mulai 18 hingga 22 Desember 2018.

“Saya memang fokus di turnamen ini. Saya berharap bisa menjadi juara karena juara kejurnas dapat kesempatan untuk bisa dipantau di pelatnas, apalagi saya sudah masuk taruna akhir juga,” ujar Karono.

Sementara itu, berkaitan dengan pertandingan babak kedua yang berlangsung pada Rabu (19/12), Karono mengalahkan pebulutangkis asal Jawa Tengah Rezha Akbar Raja Husain YM dengan skor 21-19 dan 21-17.

Laga tersebut merupakan pertandingan pertama yang dijalani oleh Karono. Dia mendapat bye di babak pertama dan langsung berlaga di babak kedua.

“Mengenai pertandingan itu, saya baru pertama main, jadi tadi masih banyak melakukan penyesuaian diri di lapangan. Saya masih sering coba-coba bola dan masih grogi mainnya,” tutur Karono.

Untuk selanjutnya, di babak perempat final, Karono akan berhadapan dengan pemain yang sama-sama berasal dari Provinsi DKI Jakarta, yaitu Jim Jason Kiazen.

Karono merupakan pemain yang paling dijagokan dan menempati urutan pertama dalam daftar unggulan taruna perorangan Tiket.com Kejurnas PBSI 2018. 

Baca juga: Hendra Setiawan: “Saya masih ingin bermain..”

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ginting kalah dari Shesar di penyisihan Kejurnas 2018

Jakarta (ANTARA News) – Pebulutangkis tunggal putra dari klub SGS PLN Bandung Anthony Sinisuka Ginting harus menerima kekalahan dari pebulutangkis PB Djarum Shesar Hiren Rustavito dalam ajang Kejurnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2018. 

Pada laga penyisihan grup B yang berlangsung di Britama Arena, Kelapa Gading pada Kamis (20/12), pria yang lebih akrab disapa Ginting itu kalah dari Shesar dalam tiga gim dengan skor 16-21, 21-19 dan 21-18. 

Berkaitan dengan kekalahan tersebut, Ginting pun mengaku kedepannya harus lebih menjaga fokusnya selama pertandingan berlangsung, sehingga hasil yang akan diperoleh pasti lebih maksimal lagi. 

“Bagi saya, sebagai evaluasi dari pertandingan itu, yakni saya harus lebih mampu menjaga fokus saya, terutama setelah unggul, sehingga hasilnya lebih baik lagi,” kata Ginting usai pertandingan di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis. 

Lebih lanjut, dia juga menuturkan bahwa kekalahan tersebut akan dijadikan sebagai bahan evaluasi, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi keseluruhan tim SGS PLN Bandung, sehingga kedepannya bisa meraih lebih banyak kemenangan. 

“Pemain Djarum memang lebih diunggulkan. Seharusnya waktu lawan tim Exist Jakarta kemarin bisa mencuri poin kemenangan. Tapi mau bagaimana lagi. Kekalahan ini harus jadi evaluasi untuk SGS PLN Bandung,” ujar Ginting. 

Sementara itu, Shesar yang telah mengalahkan Ginting mengaku bersyukur atas hasil tersebut. Kemenangan itu pun diakuinya sangat berpengaruh terhadap kepercayaan dirinya yang semakin meningkat. 

“Saya bersyukur sekali. Pada gim kedua, saya sudah mulai mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya, dan saya menang. Dari situ, rasa percaya diri saya meningkat dan jadi lebih fokus sama pertandingan,” ungkap Shesar. 

Baca juga: Hendra Setiawan: “Saya masih ingin bermain..”

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Praveen/Liliyana kalahkan Hadiyat/Desta di Kejurnas PBSI 2018

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan ganda campuran klub bulutangkis PB Djarum Kudus Praveen Jordan/Liliyana Natsir mengalahkan pasangan asal klub SGS PLN Bandung Muhammad Hadiyat M/Desta Akastiningrum dalam Kejurnas PBSI 2018. 

Pada laga penyisihan grup B Divisi 1 yang berlangsung di Britama Arena, Kelapa Gading pada Kamis (20/12) itu, Praveen/Liliyana menumbangkan Hadiyat/Desta dalam dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 23-21. 

Berkaitan dengan kemenangan tersebut, Praveen mengatakan sebetulnya pertandingan tersebut tidak mudah karena angin yang kencang, sehingga arah shuttlecock juga tidak mudah ditebak dan sulit dikejar. 

“Apalagi pada Rabu (19/12) kemarin, anginnya lebih kencang lagi. Hari ini, angin juga masih lumayan kencang. Jadi, kami berjuang saja terus,” kata Praveen usai menjalani laga pertandingan di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis. 

Lebih lanjut, dia menuturkan penyesuaian dengan lapangan juga masih terus dilakukan. Angin yang kencang itu membuatnya terus berusaha untuk mengira-ngira pukulan, arah shuttlecock sambil meraba-raba suasana lapangan. 

“Yang pasti, penyesuaian dengan kondisi lapangan masih terus dilakukan. Saya berharap penampilan saya semakin hari semakin baik, sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal untuk tim saya,” tutur Praveen. 

Sementara itu, senada dengan Praveen, Liliyana juga mengakui bahwa kondisi angin di lapangan cukup kencang, sehingga arah shuttlecock sulit terbaca dan pukulan menjadi tidak terarah. Namun, dia terus mencoba mengatasi hambatan tersebut. 

“Saya juga masih penyesuaian. Yang saya lihat di pertandingan tadi, anginnya itu kencang, jadi ada beberapa pukulan yang tidak mengenai bola. Tapi saya ingin terus mencoba untuk memahami arah bola itu,” ungkap Liliyana. 

Baca juga: Ginting kalah dari Shesar di penyisihan Kejurnas 2018

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Liliyana ingin sekuat tenaga membela klub di Kejurnas 2018

Jakarta (ANTARA News) – Pebulutangkis putri andalan Indonesia Liliyana Natsir mengaku akan berupaya memberikan yang terbaik untuk membela klubnya, yaitu PB Djarum, dalam ajang Kejurnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2018. 

“Kejurnas 2018 ini akan menjadi kesempatan bagi saya untuk membela klub saya sendiri. Saya akan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik,” kata Liliyana di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis. 

Sementara itu, jelang rencananya untuk gantung raket pada 2019 mendatang, dia mengaku memiliki perasaan tegang dan campur aduk. Di satu sisi dia merasa senang, namun di sisi lain juga dia merasakan ada kesedihan. 

“Rasanya lebih tegang dari olimpiade. Campur aduk juga. Saya senang karena kewajiban saya sudah selesai. Tapi saya sedih juga karena harus meninggalkan rutinitas berlatih bulutangkis setiap hari bersama teman-teman,” ujar Liliyana. 

Meskipun demikian, dia mengaku tetap tegar. Dia berharap agar kedepannya, klub yang telah membesarkan namanya itu, yakni PB Djarum Kudus, dapat terus menghasilkan atlet-atlet yang membuat Indonesia bangga di mata dunia. 

“Semoga saya bisa menjadi motivasi, terutama kepada atlet-atlet muda. Sebagai senior, saya akan terus kasih dukungan supaya lebih semangat. Saya berharap semoga di klub PB Djarum banyak yang jadi juara,” ungkap Liliyana. 

Pada Kamis (20/12), Liliyana Natsir berpasangan dengan Praveen Jordan menjalani laga penyisihan grup B Divisi 1 menghadapi pasangan ganda campuran asal klub SGS PLN Bandung Muhammad Hadiyat M/Desta Akastaningrum. 

Dalam pertandingan tersebut, Liliyana/Praveen mengalahkan Hadiyat/Desta dalam dalam dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 23-21. Liliyana/Praveen juga sekaligus menyumbang angka kemenangan kelima untuk PB Djarum dalam laga penyisihan grup B melawan PB SGS PLN Bandung. 

Di babak semifinal, PB Djarum yang merupakan juara grup B akan berhadapan dengan PB Mutiara Cardinal Bandung. Pertandingan akan berlangsung pada Jumat (21/12) mulai pukul 13.00 WIB. 

Baca juga: Praveen/Liliyana kalahkan Hadiyat/Desta di Kejurnas PBSI 2018

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kevin pertanyakan keputusan hakim servis Kejurnas 2018

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda putra klub Djarum Kudus Kevin Sanjaya Sukamuljo mempertanyakan keputusan hakim servis dalam Kejuaraan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2018 yang menilai servisnya salah pada laga kontra Mutiara Cardinal Bandung.

“Sepertinya saya perlu diajari servis ya biar tidak salah. Coba lihat rekaman ulangnya, servis saya setinggi apa?” kata Kevin selepas bermain bersama Berry Angriawan di Britama Arena Jakarta, Jumat.

Pasangan Kevin/Berry kalah dari ganda putra Mutiara Cardinal Hardianto/Reinard Dhanriano dalam laga semifinal pertandingan beregu campuran dewasan Divisi I Kejurnas PBSI 2018 dengan skor 22-24, 23-25 selama 44 menit.

“Keputusan hakim servis itu sangat mempengaruhi permainan saya. Saya tertinggal satu poin karena dinyatakan bersalah. Ini sebenarnya pertandingan kampung atau apa ya?” kata Kevin.

Namun, atlet yang menempati peringkat pertama dunia bersama Marcus Fernaldi Gideon itu mengakui permainannya bersama Berry tidak terlalu fokus sebagaimana ketika bermain dalam kejuaraan internasional.

Sementara, Berry mengaku pertandingan ganda putra semifinal Kejurnas 2018 semestinya menjadi keunggulan pertama bagi PB Djarum Kudus atas Mutiara Cardinal Bandung.

“Kami harus lihat juga peluang pada pertandingan partai lain karena peluang masih seimbang 50:50,” kata Berry.

PB Djarum meraih poin sementara 1-2 dari Mutiara Cardinal Bandung pada pertandingan tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa menghadapi Panji Ahmad Maulana.

Ihsan menang dua gim langsung 21-17, 21-13 atas Panji dalam pertandingan selama 42 menit.

Mutiara Cardinal meraih kemenangan kedua pada nomor tunggal putri atas nama Gregoria Mariska Tunjung atas pemain PB Djarum Dinar Dyah Ayustine. Gregoria menang 21-16, 20-22, 21-12 selama 44 menit. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pelatih pastikan Marcus siap tampil di Malaysia dan Indonesia

Jakarta, (ANTARA News) – Pelatih kepala sektor ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Herry Iman Pierngadi memastikan Marcus Fernaldi Gideon sudah siap tampil dalam turnamen Malaysia Masters dan Indonesia Masters 2019 setelah mengalami cedera pada Desember 2018.

“Sudah empat kali sesi latihan saya selalu bertanya kepada Marcus bagaimana kondisinya. Dia menjawab sudah siap untuk turun,” kata Herry ketika dijumpai dalam pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa.

Namun, Herry mengatakan anak asuhnya masih harus menjalani terapi dan perawatan setiap kali selesai berlatih.

“Bukan hanya Marcus, Kevin juga harus menjalani terapi dan perawatan setiap kali latihan karena pernah mengalami cedera,” ujarnya.

Herry juga meminta pasangan atlet putra andalan Merah-Putih itu selalu melakukan pemanasan penuh sebelum belatih.

“Kami memanfaatkan fasilitas terapi yang ada di pelatnas. Untuk tim pendukung fisik secara khusus belum ada karena belum memasuki fase jelang Olimpiade. Mungkin nanti,” katanya.

Marcus mengalami cedera otot leher ketika mengikuti turnamen penutup 2018 yaitu World Tour Finals di Guangzhou, China pada 11-15 Desember.

Pasangan yang akrab disapa Minions itu mundur dari World Tour Finals jelang pertandingan menghadapi pasangan China Han Chengkai/Zhou Haodong pada laga ketiga grup A.

Pelatih ganda putra Aryono Miranat yang menemani pasangan itu dalam pertandingan di China mengatakan Minions masih berharap main dan melawan Han/Zhou.

“Tapi, mereka sepakat untuk mundur agar dapat bertanding lagi pada awal 2019,” kata Aryono. ***3***

(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mutiara Cardinal singkirkan PB Djarum pada semifinal Kejurnas

Jakarta (ANTARA News) – Tim Bulu Tangkis Mutiara Cardinal Bandung berhasil menyingkirkan Tim PB Djarum pada laga semifinal pertandingan beregu campuran dewasan Divisi I Kejuaraan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang berlangsung di Britama Arena, Jakarta, Jumat.

Tim Mutiara Cardinal menang 3-1 atas klub bulu tangkis asal Kudus itu dan meraih poin pada pertandingan ganda putra, tunggal putri, dan ganda putri guna mengamankan tiket putaran final.

Pada pertandingan partai pertama, ganda putra Mutiara Cardinal Hardianto/Reinard Dhanriano menang atas pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Berry Angriawan dalam dua gim 24-22, 25-23.

Mutiara menambah keunggulan dengan kemenangan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung atas Dinar Dyah Ayustine dalam tiga gim 21-16, 20-22, dan 21-12.

PB Djarum meraih poin pertama mereka pada pertandingan tunggal putra setelah Ihsan Maulana Mustofa menaklukkan laannya Panji Ahmad Maulana 21-17, 21-13.

Ganda putri PB Djarum Debby Susanto/Rosyita Eka Putri Sari yang sedianya memperpanjang nafas timnya hingga laga ganda campuran turun harus takluk dari pasangan putri Mutiara Cardinal Yulfira Barkah/Maretha Dea Giovani 21-15, 21-16.

Partai campuran yang akan mempertemukan pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad menghadapi ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/Bunga Fitriani Romadhini.

Manajer tim PB Djarum Kudus Fung Permadi mengatakan sudah menempatkan komposisi pemain terbaiknya dalam pertandingan semifinal Kejurnas 2018 itu dengan menurunkan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada pertandingan pertama ganda putra.

“Hasil yang tidak diharapkan sudah tampak pada partai pertama ganda putra. Kami mengharapkan dapat merebut poin pada ganda putra karena hasil itu akan pengaruhi pertandingan partai lain,” kata Fung selepas pertandingan laga ganda putri.

Fung mengaku telah memperhitungkan pertandingan kontra tim Mutiara Cardinal yang unggul pada nomor-nomor ganda. “Kami sudah optimistis karena menempatkan Kevin pada partai pertama dan menaruh harapan besar pada pertandingan itu. Tapi, kami kecolongan,” katanya.

Kevin, menurut Fung, tampil kelelahan pada pertandingan beregu campuran dewasa Kejuaraan Nasional 2018 itu setelah mengikuti rangkaian turnamen internasional mewakili Indonesia. “Fokus dan konsentrasi kevin sudah lelah,” katanya.

PB Djarum akan melakukan evaluasi terkait mental juang atlet dan motivasi bermain serta ketangguhan untuk menghadapi hal yang tidak sesuai perkiraan.

Fung mengatakan Debby Susanto yang turun bersama Rosyita Eka pada ganda putri merupakan strategi yang memaksakan diri bagi Debby.

“Jika kami menurunkan atlet-atlet junior, itu terlalu berisiko bagi tim kami. Kami memaksakan Debby turun pada ganda putri meskipun dia adalah pemain ganda campuran,” katanya. ***4***

(T.I026/

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2018