Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

ANTARA – Jelang kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman di China akhir Mei mendatang, para pemain Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan mengatur strategi, di antaranya meningkatkan kekompakan serta mengamati permainan lawan lewat video, terutama performa dari Tim Denmark dan Inggris yang kali ini satu grup dengan Indonesia. (Arindra Meodia/Kuntum Khaira Riswan/Saras Krisvianti/Agha Yuninda)

Legenda bulutangkis putri Minarni jadi wajah Google Doodle hari ini

Jakarta (ANTARA) – Google Doodle hari ini, Jumat, dihiasi ilustrasi mendiang pebulut tangkis legendaris Indonesia, Minarni Soedarjanto, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-75.

Jauh sebelum Indonesia mengenal nama Susy Susanti yang kisahnya diangkat ke layar lebar, ada Minarni yang menyeruak menjadi Ratu Bulutangkis Indonesia.

Minarni merupakan pebulu  tangkis Indonesia pertama yang mencapai partai final kejuaraan All-England nomor tunggal putri pada 1968 silam, sayangnya ia dikalahkan wakil Swedia Eva Twedberg kala itu 6-11, 2-11.

Pun demikian, di tahun yang sama, Minarni juga mencapai final di nomor ganda putri berpasangan dengan Retno Koestijah dan meraih satu dari gelar juara bagi Indonesia di All-England tahun itu dengan mengalahkan pasangan Jepang Noriko Takagi/Hiroe Amano 15-5, 15-8. Tahun tersebut Indonesia juga menang di nomor tunggal putra lewat legenda lainnya, Rudy Hartono.

Capaian itu menjadi kelanjutan dari prestasi Minarni yang menyapu bersih tiga medali emas Asian Games 1962 di Jakarta, dalam tiga nomor yang bisa ia ikuti, yakni tunggal putri, ganda putri dan beregu putri.

Kemudian pada Kejuaraan Bulutangkis Asia 1962, yang merupakan edisi perdana, Minarni juga menjadi yang terbaik di nomor tunggal putri.

Pada Asian Games 1966 di Bangkok, Thailand, ia juga kembali meraih emas ganda putri masih berpasangan dengan Retno.

Minarni juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang menjuarai Piala Uber 1975 di Jakarta. Kala itu ia turun di nomor ganda berpasangan dengan Regina Masli dan di partai final Indonesia menjadi juara usai mengalahkan Jepang 5-2.

Gelar juara Uber perdana Indonesia itu berhasil diraih Merah Putih di penampilan terakhir kejuaraan bulutangkis beregu putri paling bergengsi sedunia.

Minarni meninggal dalam usia 59 tahun pada 14 Mei 2003 silam setelah menderita komplikasi radang paru-paru dan liver.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim tunggal putra siap rebut kemenangan di Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Ketua Kontingen Indonesia Achmad Budiharto menyatakan tim tunggal putra sebagai salah satu nomor andalan siap untuk bertanding maksimal dan merebut angka kemenangan di Piala Sudirman yang akan dilangsungkan di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

Tim tunggal putra mengirim tiga wakilnya ke Piala Sudirman 2019, mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito.

“Namanya pertandingan beregu, jadi semuanya punya tanggung jawab di tim. Tapi tiap sektor pasti punya rasa mau melakukan yang terbaik dan kalau bisa ikut menyumbang poin. Begitu juga kami dari tunggal putra,” kata Jonatan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Tunggal putra menjadi nomor andalan bersama nomor ganda putra dan ganda campuran, sementara ganda putri disebut Budiharto bisa dibilang nomor yang dijagokan untuk menyumbang angka. Sedangkan untuk tunggal putri meski tidak diunggulkan, diharapkan bisa membuat kejutan.

Prestasi Anthony, Jonatan, dan Shesar pun belakangan mulai menanjak meski sempat mengalami kendala pada agenda-agenda sebelumnya.

Sempat menurun usai meraih gelar di turnamen China Open 2018 Super 1000, Anthony mencapai laga final di Singapore Open 2019 dan akhirnya dihentikan Kento Momota (Jepang).

Namun, Anthony beberapa kali tercatat mampu menundukkan Momota yang saat ini merupakan pemain tunggal putra terbaik dunia.

Jonatan pun menunjukkan grafik penampilan yang terus meningkat, misalnya dengan keberhasilannya memulangkan dua juara dunia di ajang Malaysia Open 2019 Super 750 lalu.

Di babak kedua, Jonatan mengalahkan Momota dengan dua gim langsung, lalu di perempat final ia menaklukkan Viktor Axelsen (Denmark).

Shesar juga membuat kejutan saat bertanding di babak pertama Badminton Asia Championships 2019 dengan mengalahkan Kidambi Srikanth, pemain tunggal putra terbaik India saat ini.

“Siapa pun yang diturunkan, baik saya, Anthony atau mas Vito (Shesar), kami pasti akan berjuang mati-matian untuk menyumbang poin bagi tim Indonesia,” kata Jonatan menambahkan.

Tim tunggal putra sudah menjalani program persiapan menuju Piala Sudirman mulai hari Rabu (8/5), sepulangnya dari turnamen New Zealand Open 2019.

Tim rencananya akan bertolak ke Nanning, China, pada Rabu (15/5), sedangkan Piala Sudirman baru dimainkan pada 19-26 Mei 2019.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI harapkan gelar juara Piala Sudirman jadi kado HUT terindah

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) berharap tim Indonesia merebut gelar juara Piala Sudirman 2019 dan hasil itu menjadi kado terindah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 tahun induk organisasi bulu tangkis Tanah Air itu yang jatuh pada 5 Mei.

“Semoga Tim Indonesia dapat merebut kembali Piala Sudirman pada tahun ini. Piala Sudirman itu tentunya akan menjadi kado yang terindah,” kata Ketua Umum PP PBSI Wiranto dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepas

Menurut dia, untuk dapat meraih gelar juara sekaligus membawa pulang Piala Sudirman itu tidak mudah. Keahlian atau skill permainan bukan menjadi satu-satunya modal dalam memenangkan kejuaraan bulu tangkis beregu bergengsi tersebut.

“Keahlian atau skill saja tidak cukup. Tapi kita juga harus punya semangat, mental baja dan tekad kuat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi lawan, siapapun itu. Dengan begitu, kemenangan bisa kita raih,” ujar Wiranto.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada pula beberapa faktor non teknis yang harus selalu ditingkatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya, yaitu kekompakan, kebersamaan, komunikasi serta keterbukaan di dalam tim.

“Kepada manajer dan official, saya minta supaya faktor-faktor non teknis itu selalu diperhatikan dan dibangun terus. Semoga, tahun ini Indonesia bisa merebut dan membawa pulang kembali Piala Sudirman ke tanah air. Dirgahayu PBSI,” kata Wiranto menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wiranto juga melantik delapan pengurus provinsi yang telah memilih jajaran kepengurusan baru, diantaranya Maluku Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Papua, Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi.

Selain itu, Wiranto juga melakukan pelepasan Tim Indonesia yang akan bertanding di Piala Sudirman 2019 di Nanning, China, 19-26 Mei. Tahun ini, Indonesia mengerahkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI pun menunjuk Hendra Setiawan sebagai Kapten Tim Garuda.

Sebanyak 12 pemain putra yang akan bertanding, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Sedangkan delapan pemain putri, antara lain Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Baca juga: Ahsan tetap puasa di tengah latihan jelang Piala Sudirman
Baca juga: Ganda putra miliki strategi khusus di ajang Piala Sudirman
Baca juga: Gregoria Mariska fokus pelajari permainan lawan jelang Piala Sudirman
Baca juga: Ketut senang masuk tim inti Piala Sudirman 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelepasan Tim Piala Sudirman 2019

Para pebulutangkis Indonesia yang tergabung dalam Tim Piala Sudirman 2019 melakukan sesi foto di Jakarta, Sabtu (11/5/2019). Sebanyak 20 pemain yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri bakal terjun dalam Piala Sudirman 2019 di Nanning, China pada 19 hingga 26 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

CdM: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman di China

Jakarta (ANTARA) – Chef de Mission (CdM) Tim Piala Sudirman 2019 Achmad Budiharto menyatakan peluang Indonesia untuk menjadi juara cukup terbuka dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19-26 Mei mendatang di Nanning, China.

“Paling tidak, dengan komposisi pemain yang kami punya saat ini, peluang tim Indonesia terbuka untuk merebut kembali Piala Sudirman yang sudah 30 tahun singgah di berbagai negara,” kata Achmad dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: PBSI harapkan gelar juara Piala Sudirman jadi kado HUT terindah

Lebih lanjut, dia berharap dalam kejuaraan tersebut, seluruh pemain dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Di ajang Piala Sudirman 2019, ada tiga nomor yang diandalkan, yakni ganda putra, tunggal putra dan ganda campuran.

“Nomor ganda putri sebetulnya juga bisa dibilang andalan, meskipun kami hanya membawa satu pasangan yang kami anggap penampilannya paling stabil, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Kami juga berharap ada kejutan dari nomor tunggal putri,” ujar Achmad.

Berbeda dengan 2017, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI itu mengungkapkan kali ini tim Merah Putih dipastikan lebih solid dan lebih siap untuk menghadapi siapapun yang akan menjadi lawan dalam Piala Sudirman 2019.

“Yang pasti, kita semua bertekad untuk terus berjuang secara maksimal guna merebut dan membawa pulang kembali Piala Sudirman ke Indonesia. Dengan semangat pantang menyerah, tidak ada yang tidak bisa kita raih,” ungkap Achmad.

Sementara itu, berkaitan dengan perayaan HUT ke-68 tahun PP PBSI, pihaknya berharap tim Garuda tidak hanya dapat meraih gelar juara di Piala Sudirman 2019, tetapi juga di berbagai kejuaraan dunia serta meloloskan sebanyak mungkin pemain ke Olimpiade 2020.

“Semakin bertambah usia, semakin bertambah juga tanggung jawab kami untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia. Mudah-mudahan, di usia 68 tahun ini PBSI bisa menjadi organisasi yang kuat dan solid, baik dalam pembinaan maupun prestasi,” tutur Achmad.

Dalam kejuaraan Piala Sudirman tahun ini, Indonesia mengerahkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI pun menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim.

Baca juga: Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepasBaca juga: Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepas

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Piala Sudirman 2019, seluruh atlet dipastikan siap tanding

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti memastikan saat ini seluruh atlet berada dalam kondisi sehat dan siap bertanding dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China.

“Persiapan tim sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan seluruh atlet berada dalam kondisi siap bertanding, siap memberikan yang terbaik di Piala Sudirman 2019,” kata Susy dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, Susy mengatakan tim Indonesia rencananya bertolak ke Nanning, China pada Rabu (15/5). Tim yang diberangkatkan itu berjumlah 40 orang yang terdiri dari 20 atlet dan sisanya pelatih serta official.

“Sebelum berangkat, masih ada beberapa program latihan yang harus dijalani oleh semua pemain. Kemudian, ada juga sesi pemberian motivasi supaya semua atlet bersemangat dan termotivasi untuk berprestasi di Piala Sudirman 2019,” ujar Susy.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu menuturkan pada babak penyisihan grup, tim Indonesia akan berhadapan dengan tim Inggris dan Denmark.

“Kalau di atas kertas, memang Indonesia lebih unggul. Namun, kita tetap harus waspada dan fokus dari awal sampai akhir. Sebelum bertanding, tentu kami akan memilih pemain yang tepat untuk diturunkan. Kami akan lihat dan bandingkan dengan lawan secara head to head,” tutur Susy.

Belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kali ini pihaknya berupaya untuk lebih meningkatkan kesiapan para pemain, memantapkan strategi serta menanamkan keyakinan dan motivasi yang lebih kuat kepada seluruh atlet.

“Kali ini, kita harus lebih siap, karena kita bertekad untuk merebut kembali Piala Sudirman. Asalkan kita mau terus berjuang dan tidak mudah menyerah di lapangan, peluang sekecil apapun bisa dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan dan menang,” ungkap Susy.

Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim Garuda.

Baca juga: Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mohammad Ahsan tetap berniat puasa selama Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Pemain bulu tangkis putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku berniat untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama menjalani pertandingan kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang berlangsung pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China.

“Yang penting niat puasa saja dulu. Di perjalanan nanti kan kita tidak tahu. Jadi, kiatnya ya itu saja, yang penting niat,” kata Ahsan saat ditemui di acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, pasangan atau tandem dari Hendra Setiawan di nomor ganda putra itu juga mengaku tidak memiliki kiat-kiat tertentu dalam menjalankan ibadah puasa sambil bertanding membela Indonesia di Piala Sudirman 2019.

“Tidak ada kiat-kiat yang lain. Paling hanya makan sahur dan minum vitamin, itu saja, kurang lebihnya sama. Jadi, tidak ada kiat lain-lain lagi. Bagi saya, yang paling penting itu adalah niatnya,” ujar Ahsan.

Sementara itu, berkaitan dengan gelaran Piala Sudriman 2019, pria yang kini berusia 31 tahun itu berharap bisa tampil maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik bersama Hendra di nomor ganda putra.

“Dari tahun ke tahun, Piala Sudirman itu beda-beda, pesertanya juga berbeda-beda. Tapi harapan saya semoga hasil di Piala Sudirman tahun ini bisa jauh lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ahsan.

Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. Dan, PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim Garuda.

Sebanyak 12 pemain putra yang akan bertanding, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Sedangkan delapan pemain putri, antara lain Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mario Teguh dan Wiranto berikan motivasi bagi tim Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Jelang keberangkatan ke Nanning, China, tim Piala Sudirman 2019 mendapat suntikan semangat dari motivator kondang Mario Teguh dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto guna membentuk rasa percaya diri dalam bertanding di lapangan.

Membuka sesi motivasinya, Mario menegaskan bahwa rasa percaya diri dan kekuatan mental di lapangan punya peran yang tak kalah penting dengan keahlian pemain, namun juga harus menghindari keyakinan berlebihan karena bisa berdampak buruk.

“Percaya diri itu bukan ‘saya menang, saya menang’. Orang sering gagal karena ini bentuk kesombongan, Tuhan tidak suka orang sombong. Rasa yakin anda diganti dengan doa, bukannya saya harus menang, tetapi ‘Tuhan, jika aku diizinkan menang, aku ingin jadi pribadi yang membanggakan Indonesia. Alangkah bahagianya orangtuaku, alangkah bahagianya rakyat Indonesia’,” kata Mario, melalui keterangan resmi PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Senin malam.

Mario juga melempar pertanyaan kepada para atlet apakah mereka memiliki haters atau pembenci yang kerap menghina mereka di sosial media, dan ia pun punya jawaban jitu untuk menyikapi haters.

“Apakah anda punya haters? Pasti banyak! Orang-orang yang masuk tim Piala Sudirman, anda ini bukan orang biasa, anda terpilih. Jadi pantas jika di luar sana ada orang-orang yang tidak suka sama anda, karena anda orang pilihan,” tutur Mario.

Menurut Mario, ada dua alasan kenapa orang menjadi benci, pertama karena dia tidak bisa melakukan yang bisa dilakukan para atlet, kedua dia tidak punya apa yang dimiliki para atlet.

“Jadi kalau anda punya pembenci, bersyukur! Berarti anda itu lebih dari mereka,” pungkas Mario menambahkan.

Pada kesempatan ini, Wiranto juga mengatakan hal senada dengan Mario, bahwa pemain yang ada di tim inti Piala Sudirman merupakan orang-orang terpilih dan mereka harus memanfaatkan kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan.

“Adik-adik yang berjumlah 20 orang ini adalah orang terpilih dari 260 juta rakyat Indonesia. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tentunya dengan doa dan restu dari masyarakat Indonesia, dengan simbol cium bendera Merah-Putih kemarin, itu merupakan simbol bahwa kami semua, masyarakat Indonesia ada di belakang semua atlet yang akan berjuang. ‘One for all, all for one‘, bertandinglah semaksimal mungkin, tunjukkan prestasi terbaik, semoga kita bisa membawa pulang Piala Sudirman,” tutur Wiranto.

​Selain Wiranto, acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta dan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto.​​​​​​

Tim Piala Sudirman 2019 akan bertolak ke Nanning, China, pada Rabu pukul 08.15 WIB dengan menggunakan maskapai Cathay Pacific.

Baca juga: Jelang Piala Sudirman 2019, seluruh atlet dipastikan siap tanding

Baca juga: CdM: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman di China

Baca juga: PBSI harapkan gelar juara Piala Sudirman jadi kado HUT terindah

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Total dukung penuh Kejuaraan Para-Bulutangkis Dunia 2019

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan energi Total Oil memberikan dukungan penuh terhadap Kejuaraan Para-Bulutangkis Dunia 2019 atau BWF Para-Badminton World Championships 2019 yang akan diselenggarakan pada 21-25 Agustus 2019 di Kota Basel, Swiss.

Dukungan itu diberikan Total dengan menjadi sponsor utama atau title sponsor kejuaraan para-bulutangkis tersebut dalam rangka merayakan tahun kelima kemitraan antara Total dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Asia.

“Kami bangga menjadi sponsor utama kejuaraan tersebut. Kemitraan selama lima tahun dengan BWF telah menciptakan dampak yang sangat positif untuk brand awareness serta hubungan kami dengan para pemangku kepentingan,” kata Presiden dan CEO Total Oil Asia Pasifik Christian Cabrol dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Selama lima tahun kerja sama tersebut, menurut dia, pihaknya telah melewati 38 turnamen yang diselenggarakan di 15 negara utama di Asia dengan lebih dari 600 juta pengunjung setiap tahunnya. Hingga 2021, tercatat masih ada 53 turnamen yang menanti.

“Dengan menjadi sponsor utama Kejuaraan Para-Bulutangkis Dunia 2019, kami ingin terus memperkuat dukungan yang telah diberikan Total terhadap olah raga bulu tangkis sekaligus memperbarui kemitraan jangka panjang dengan BWF selaku badan pengelola internasional olah raga tersebut,” ujar Christian.

Sementara itu, Presiden BWF Poul-Erik Høyer menuturkan para-bulutangkis merupakan olah raga yang paling banyak diminati menjelang kejuaraan multi event Paralympic Games 2020 yang akan dilangsungkan di Tokyo, Jepang.

“Kemitraan yang telah terjalin ini merupakan kunci keberhasilan kerja sama kami dan kami senang telah memperluas lingkup kerja sama kami bersama Total sebagai Mitra Energi Resmi untuk rangkaian turnamen World Tours dan Title Sponsor untuk turnamen utama BWF hingga tahun 2021,” tutur Poul.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan untuk saat ini, pihaknya memiliki harapan khusus, yakni dapat merayakan lima tahun kemitraan antara Total dengan BWF melalui kejuaraan Total BWF Piala Sudirman 2019 yang akan digelar pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, Cina.

“Bersama Total, kami juga berharap dapat bersama-sama merayakan tonggak sejarah sekaligus menciptakan kesadaran serta inisiatif pengembangan cabang olah raga bulu tangkis pada masa mendatang,” ungkap Poul.

Baca juga: Memaksimalkan peluang emas dari cabang favorit

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Total sponsor utama BWF Para-Badminton World Championships

Jakarta (ANTARA) – Total akan ambil bagian dalam BWF Para-Badminton World Championships dengan menjadi sponsor utama pada ajang yang akan berlangsung di kota Basel, Swiss pada tanggal 21-25 Agustus 2019.

Dukungan ini menambah rangkaian komitmen Total sebagai sponsor utama pada turnamen-turnamen yang dilaksanakan oleh Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF), seperti Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, TOTAL BWF World Championships, termasuk di semua rangkaian turnamen HSBC BWF World Tours.

“Para-Badminton adalah olahraga yang paling banyak diminati menjelang penyelenggaraan Paralympic Games Tokyo tahun 2020. Kami berharap dapat merayakan tonggak sejarah dan menciptakan kesadaran serta inisiatif pengembangan cabang olahraga ini pada masa mendatang,” kata Presiden Badminton World Federation Poul-Erik Hoyer melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Sebagai wadah bulu tangkis dunia, BWF juga berharap agenda TOTAL BWF Sudirman Cup 2019 yang akan diselenggarakan pekan depan di Nanning, China, bisa menjadi momentum peringatan lima tahun kerja sama antara Total dan BWF.

Sementara itu, Total juga mengaku senang dan bangga bisa terlibat dalam salah satu cabang olahraga favorit di dunia, terbukti dengan banyaknya dukungan dari masyarakat internasional dalam setiap perhelatan turnamen bulu tangkis berkelas dunia yang diselenggarakan BWF.

“Total sangat bangga bisa bekerja sama melalui olahraga bulu tangkis yang merupakan salah satu olahraga paling populer di Asia. Selama lima tahun bekerja sama dengan BWF, 38 turnamen di 15 negara Asia sudah terlaksana,” tutur Presiden Total Oil Asia Pasific Christian Cabrol.

Dalam 38 turnamen itu, sudah lebih dari 600 juta pengunjung yang datang untuk menonton setiap tahunnya.

“Ke depan masih ada 53 turnamen yang akan diselenggarakan hingga tahun 2021,” katanya.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia segera jajal arena Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan skuad Garuda berencana menjajal arena pertandingan Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina pada Jumat (17/5).

“Rencananya, Tim Indonesia akan menjalani sesi latihan bersama sekaligus menjajal arena pertandingan di Guangxi Sports Center Gymnasium pada Jumat (17/5), mulai pukul 09.40 waktu Nanning,” kata Susy dalam siaran pers PBSI di Jakarta, Rabu.

Tim Piala Sudirman Indonesia sudah tiba di Nanning, Cina pada Rabu malam (15/5) setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta pada pagi hari ini. Para atlet berangkat dari Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pukul 04.30 WIB dan tiba di Nanning sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Setibanya di Nanning, seluruh tim langsung menuju hotel untuk menikmati makan malam dan beristirahat karena telah menempuh perjalanan cukup panjang dari Jakarta.

Susi melanjutkan, Kamis besok (16/5) belum ada rencana menggelar latihan teknik. Seluruh atlet akan memulihkan kondisi badan pascaperjalanan panjang dengan latihan fisik terlebih dahulu.

“Untuk sesi latihan besok yang ringan-ringan saja dulu, tujuannya memulihkan kondisi badan setelah perjalanan yang cukup panjang hari ini, misalnya latihan di gym atau jogging di sekitar hotel,” tutur Susy.

Meskipun demikian, jika tim menemukan lapangan yang kosong atau tidak terpakai, maka tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan sesi latihan teknik pada esok hari.

“Kami masih mencari lapangan latihan yang bisa dipakai pada siang hari besok. Kalau memang ada, maka kami akan menjalani latihan teknik. Tapi kalau tidak ada, maka atlet akan latihan masing-masing di hotel,” ungkap Susy.

Baca juga: Jelang Piala Sudirman 2019, seluruh atlet dipastikan siap tanding
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions gagal juarai Asia Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon gagal merebut gelar juara Badminton Asia Championships 2019 setelah dikalahkan Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe pada final dengan skor 18-21, 3-21.

Pada laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Minggu, Minions sempat menguasai kendali permainan pada gim pertama dan menciptakan selisih skor yang cukup jauh, meski akhirnya harus terkejar dan kalah.

Pada gim kedua, Minions tidak bisa mengimbangi permainan cepat yang diberikan Endo-Watanabe sehingga meninggalkan celah skor yang sangat jauh hingga akhir pertandingan.

Dengan hasil dari pertandingan berdurasi 35 menit ini, maka rekor pertemuan (head to head) kedua pasangan ini menjadi 2-1, dengan keunggulan masih dipegang Minions yang merupakan pasangan peringkat satu dunia.

Baca juga: Minions satu-satunya ganda putra tersisa di Asia Championships

Baca juga: Dua wakil Indonesia siap tempur di semifinal Kejuaraan Badminton Asia

Baca juga: Hafiz/Gloria terhenti di perempat final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marcus/Kevin gagal juarai Badminton Asia Championships 2019

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon berusaha mengembalikan kok ke arah ganda putra Jepang Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe pada final Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sport Center, Cina, Minggu (28/4/2019). Pasangan Kevin/Marcus gagal menjuarai kejuaraan bulutangkis Asia 2019 nomor ganda putra usai dikalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 18-21 dan 3-21. ANTARA FOTO/Widya Amelia – Humas PP PBSI/hma/aww.

Air mata King jadi inspirasi PB Djarum untuk berkembang

Kudus (ANTARA) – Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum Kudus sudah melahirkan pemain kelas dunia bahkan menjadi legenda, sebut saja Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, Alan Budi Kusuma, Liliyana Natsir hingga Tontowi Ahmad.

Namun, pada HUT PB Djarum ke-50 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu semuanya terungkap. Ternyata perjalanannya tidak semulus sekarang. Air mata kesedihan maupun kebahagian mewarnai kiprah perjalanan klub yang bermarkas di Kudus ini.

“PB Djarum didirikan karena ayah saya (Budi Hartono) suka bulu tangkis. Saya juga sama, tapi kurang berbakat. Peran saya lebih ke membina bukan jadi atlet,” kata Presiden Director Djarum Foundation Victor R Hartono.

Dalam “Perjalanan Emas Bulu tangkis” 50 tahun PB Djarum diceritakan sekitar tahun 1970 pada sebuah kejuaraan lokal di Kudus, Budi Hartono melihat seorang anak laki-laki berusia 15 tahun menangis di tangga pojokan gedung karena mengalami kekalahan saat bertanding.

Budi Hartono langsung memberikan nasehat agar tidak putus asa. Bahkan juga menawarkan lelaki muda itu untuk bergabung dengan PB Djarum. Kini, sosok anak muda tersebut dikenal sebagai Liem Swie King.

King sendiri membayar kepercayaan yang diberikan dengan prestasi yang mencengangkan yaitu juara All England 1978, 1979 dan 1981. Berikutnya emas Asian Games 1978, Piala Thomas 1976, 1979 dan 1984. Selain itu juara pada beberapa kejuaraan internasional seperti Indonesia Open.

Budi Hartono berharap kisah air mata King ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para atlet saat ini agar tidak pernah menyerah berjuang dan berlatih keras demi meraih prestasi.

Namun sayang, pada HUT PB Djarum ke-50 tahun ini Liem Swie King tidak bisa hadir. Pemberian penghargaan legenda dari klub tempat ia bernaung akhirnya harus diwakilkan ke legenda yang lain.

Setelah King ada Kartono, Heryanto Saputra Hadiyanto, Hadibowo, Hastomo Arbi, Ivana Lie, Eddy Kurniawan, Aryono Minarat, Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Minarti Timur, Alan Budi Kusuma, Denny Kantono, Ardy B Wiranata, Antonius Budi, Hariyanto Arbi, Sigit Budiarto, Luluk Hadiyanto hingga Liliyana Natsir.

Dengan modal prestasi yang ada, PB Djarum bertekad terus melahirkan atlet-atlet potensial seperti yang disampaikan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurut dia, kapanpun dibutuhkan pihaknya siap.

“Saat ini 50 persen pemain timnas dari PB Djarum. Harapan kami terus ada peningkatan. Bisa saja 60 persen anak kita di sana,” kata Yoppy Rosimin yang langsung disambut dengan meriah oleh atlet dan mantan atlet PB Djarum.

Yoppy menjelaskan program yang saat ini dikerjakan telah melahirkan lebih dari 5.000 atlet dari berbagai tingkatan. Dengan demikian, jika PP PBSI membutuhkan atlet PB Djarum siap memberikan. Bahkan, untuk mengetahui pontesi atlet, PB Djarum mengirim pemain ke kejuaraan internasional.

Khusus untuk level senior, PB Djarum masih banyak menempatkan pemainnya yang di antaranya adalah Tontowi Ahmad, Muhammad Ahsan hingga Kevin Sanjaya. Saat ini prestasinya juga tetap pantas dibanggakan.

“Saya memang sudah tidak lagi berpasangan dengan Cik Butet (Liliyana Natsir), tapi saya akan berusaha untuk kembali menjadi yang terbaik dengan pasangan baru (Winny Oktavina Kandow). Target saya bisa lolos Olimpiade 2020,” kata Tontowi Ahmad.

Sementara itu Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti menyambut baik harapan PB Djarum. Namun yang saat ini menjadi pekerjaan rumah adalah melahirkan juara dari tunggal putri meski sebenarnya banyak potensi yang bisa diasah.

“Makanya kami memanggil Riony Mainaky dari Jepang. Dia akan duet dengan Minarti Timur khusus untuk melahirkan juara tunggal putri. Semoga tahun ini mulai lahir juara dari sektor tunggal putri,” kata Susy Susanti.

PB Djarum hingga saat ini belum melahirkan pemain tunggal putri jika dibandingkan dengan tunggal putra, ganda putra dan putri maupun ganda campuran. Setelah Yuni Kartina, sebenarnya muncul pemain baru seperti Kristin Yunita hingga Maria Kristin. Namun, hingga saat ini belum muncul kembali juara baru.

Baca juga: Susy Susanti jadi “menantu” kesayangan PB Djar

Baca juga: Liliyana Natsir di mata mantan Menteri Hukum dan HAM

Baca juga: 50 tahun PB Djarum ajang temu kangen para legenda

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI segera evaluasi pemain demi lolos Olimpiade 2020

Kudus (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan segera melakukan evaluasi pemain pelatnas demi lolos Olimpiade 2020 mengingat prestasi yang ada saat ini belum sepenuhnya maksimal.

“Evaluasi memang harus kami lakukan. Termasuk hasil di Kejuaraan Asia. Saat ini saya masih menunggu laporan terperincinya,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti di Kudus, Jawa Tengah, Senin.

Pemain pelatnas bulu tangkis Indonesia prestasinya memang belum begitu konsisten seperti tahun lalu. Hal ini juga terjadi pada pasangan terbaik Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang baru saja mengalami kekalahan dengan skor telak.

Pasangan nomor satu dunia itu baru saja menyerah di final kejuaraan Asia di Wuhan Sport Center, Minggu (28/4) dari pasangan asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dua gim langsung dengan skor 18-21, 3-21.

Menurut Susy, apa yang menjadi faktor kekalahan pemain Indonesia harus secepatnya dicari. Apakah kekalahannya dikarenakan faktor daya tahan pemain, apakah karena strategi yang diterapkan oleh pelatih atau juga dengan kesehatan pemain yang menurun.

“Yang pasti semuanya harus segera bangkit dan kembali menemukan kemampuan sesungguhnya. Olimpiade 2020 sudah dekat,” kata wanita yang dibiasa disebut “menantu” kesayangan PB Djarum Kudus itu.

Baca juga: Minions gagal juarai Asia Championships 2019

Baca juga: Della/Rizki gagal ke final Kejuaraan Badminton Asia 2019

Pada kejuaraan Asia di Wuhan, hanya pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang masuk final. Untuk pemain lain masih belum meraih hasil yang maksimal. Pasangan ganda putri Della Destiara/Rizki Amelia juga hanya sampai semifinal.

Untuk tunggal putra yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie bahkan harus kandas di pertandingan pertama. Begitu juga dengan pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga mengalami kondisi yang sama. Pulang lebih awal.

Sementara itu salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata berharap pemain tidak cepat puas dengan apa yang diraih saat ini. Dengan fasilitas yang mendukung diharapkan pemain bisa menjaga konsistensi.

“Dulu dengan sekarang jauh berbeda. Semuanya sudah ada. Jadi tinggal bagaimana pemain itu memaksimalkan apa yang dimiliki. Intinya jangan cepat puas,” katanya di sela HUT PB Djarum ke-50 tahun #persembahanemasbulutangkis.

Baca juga: Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Baca juga: Greysia/Apriyani terhenti di babak pertama Kejuaraan Badminton Asia
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daya juang “Minions” disorot pelatih

Jakarta (ANTARA) – Tim pelatih ganda putra bulu tangkis Indonesia kini tengah menyoroti daya juang Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon yang biasa disebut media dengan Minions yang menurun sehingga gagal merebut gelar dalam empat turnamen berturut-turut.

Mereka gagal pada All England, Malaysia Open, Singapore Open dan Badminton Asia Championships 2019.

“Kelebihan mereka adalah punya fighting spirit yang luar biasa, mentalnya juga, tapi menurut saya sekarang sudah menurun,” kata asisten pelatih ganda putra PBSI Aryono Miranat dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Dalam triwulan pertama 2019, Kevin-Marcus memegang dua gelar juara dari Malaysia Masters dan Daihatsu Indonesia Masters, serta masih bertengger pada peringkat pertama dunia.

Jika dibandingkan dengan dua tahun silam, saat Minions menguasai sebagian besar turnamen-turnamen elite, performa Kevin-Marcus saat ini menurun.

Bahkan saat menghadapi Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe yang merupakan peringkat lima dunia pada final Badminton Asia Championships 2019 di China, Minions takluk 18-21 dan 3-21.

Baca juga: Minions gagal juarai Asia Championships 2019

Kekalahan ini pun dinilai sebagai buntut dari menurunnya semangat juang Minions saat berada di lapangan.

“Lawan memang lebih bagus dari segi strategi permainan dan pertahanan mereka kuat. Sedangkan menurut saya, penampilan Kevin-Marcus memang secara garis besar menurun dari dua-duanya, baik Kevin maupun Marcus,” papar Aryono.

Kesulitan yang dihadapi Minions di lapangan dinilai akibat semakin ketatnya persaingan ganda putra, sebagaimana penjelasan yang mereka sampaikan usai memenangkan perempat final Badminton Asia Championships 2019.

“Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi kan lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban. Walaupun diunggulkan tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja,” ujar Marcus, Kamis (25/4).

Kevin sendiri merasa mereka telah mengeluarkan kemampuan terbaik pada setiap turnamen. Dia tidak ingin melihat ke belakang.

“Kalau tanding kan tidak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan. Fokusnya ke target kami, dan target di tahun depan. Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan olimpiade,” pungkas Kevin.

Baca juga: “Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketatBaca juga: “Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketat
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua pelatih nasional merapat ke PB Djarum

Kudus (ANTARA) – PB Djarum terus ekspansi guna melahirkan atlet potensial yang salah satunya dengan mendatangkan dua pelatih kelas nasional yang selama ini telah melahirkan pemain-pemain kelas dunia.

Dua pelatih yang merapat itu adalah Herry Iman Pierngadi yang merupakan pelatih nasional ganda putra dan Rionny Mainaky yang menjadi pelatih nasional tunggal putri.

“Per 1 Mei mereka akan resmi menjadi karyawan PB Djarum. Kami harapkan dengan bergabungnya mereka pembinaan dan prestasi atlet lebih bagus lagi,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin di Kudus, Minggu malam (28/4).

Selama ini, Herry IP telah dianggap sukses menangani sektor ganda putra Indonesia dan dibuktikan dengan prestasi internasionalnya. Begitu juga Rionny yang dinilai berjasa dalam mengembangkan bulu tangkis di Jepang.

Meski keduanya bakal menjadi karyawan PB Djarum, Herry Iman Pierngadi dan Rionny Mainaky masih tetap akan menjadi pelatih pemusatan latihan nasional PP PBSI. Sebelumnya mereka merupakan pelatih di PB Tangkas.

Baca juga: Air mata King jadi inspirasi PB Djarum untuk berkembang

Tidak hanya itu, klub yang bermarkas di Kudus ini juga mengikat kembali Liliyana Natsir. Bukan sebagai pemain, namun wanita yang akrab dipanggil Butet ini bakal menjalani tugas baru sebagai penasihat teknik.

“Kami rekrut mereka secara free. Mereka sendiri yang minta bergabung dengan kami. Rionny sudah bicara dengan kami sejak Desember 2018, dan Liliyana pada Januari 2019,” kata Yoppy menambahkan.

Pada HUT PB Djarum ke-50 tahun di GOR Jati Kudus, Riony Mainaky juga sudah bergabung dengan para legenda bulu tangkis Indonesia dan alumni lintas angkatan PB Djarum.

Begitu juga dengan Butet. Mantan pasangan Tontowi Ahmad ini juga hadir dalam perayaan tersebut. Bahkan namanya menjadi salah satu yang namanya masuk dalam hall of fame di GOR PB Djarum Kudus.

Baca juga: PBSI segera evaluasi pemain demi lolos Olimpiade 2020

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati ke babak dua New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melangkah ke babak dua turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru.

Pada babak pertama yang berlangsung hari ini (30/4), Praveen/Melati menyudahi perlawanan pasangan Hong Kong Yeung Ming Nok/Yeung Nga Ting dua gim langsung 21-9, 21-12 dalam tempo 21 menit.

Mengomentari pertandingan ini, Melati mengakui belum menemui banyak kesulitan. Dari awal gim pertama, keduanya langsung menyerang dan memegang kendali permainan.

“Kondisi lapangan juga enak, tidak ada angin dan bolanya normal. Kami sama sekali belum sempat mencoba lapangan di sini untuk latihan, karena baru sampai di New Zealand pada Senin malam,” kata Melati dalam laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Pada babak dua, Praveen/Melati akan ditantang pasangan Selandia Baru Dhanny Oud/Jasmin Chung Man Ng. Pasangan tuan rumah itu lolos ke babak dua setelah menaklukkan rekan satu timnya Joshua Feng/Shaunna Li 21-15, 21-10.

Baca juga: Praveen/Melati akan lebih siap pada babak dua

Di atas kertas, pasangan Indonesia unggul dengan titel rangking sembilan dunia, sedangkan lawan menduduki peringkat 257 dunia.

“Untuk target saya pribadi, pasti maunya jadi juara. Tapi kami tetap harus fokus, perlahan-lahan, step by step dulu saja,” ungkap Melati.

Selain Praveen/Melati, pasangan ganda campuran baru Akbar Bintang Cahyono/Annisa Saufika juga  memetik hasil positif dengan mengalahkan pasangan tuan rumah Maika Phillips/Anona Pak 21-15, 21-17.

Sayang, kemenangan itu tidak berhasil diikuti oleh Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari setelah terhenti pada babak pertama karena ditundukkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dari Malaysia dengan skor 18-21, 14-21.

Turnamen bulu tangkis bertajuk Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 berlangsung mulai 30 April hingga 5 Mei 2019 di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru dengan total hadiah 150 ribu dolar AS.

Baca juga: Praveen/Melati kantongi kemenangan perdana Singapore Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting tinggalkan Ihsan ke babak dua New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting melaju ke babak kedua New Zealand Open 2019 setelah mengalahkan Brice Leverdez dengan skor 21-19, 21-17.

Pada pertandingan yang diadakan di Event Finda Stadium Auckland, Rabu, Ginting menundukkan pebulutangkis asal Prancis itu dengan waktu 43 menit.

Pada babak selanjutnya, Ginting akan bertemu dengan Chong Wei Feng asal Malaysia.

Sebelum berhasil ke babak kedua, Feng terlebih dulu mengalahkan Ihsan Maulana Mustofa di babak pertama dengan skor 17-21, 21-13, 21-16.

Tim Indonesia di nomor ini masih menyisakan Tommy Sugiarto yang akan menghadapi Lu Guangzu (China) dan Jonatan Christie yang akan melawan rekan senegara Shesar Hiren Rhustavito.

Baca juga: Praveen/Melati ke babak dua New Zealand Open 2019

Baca juga: Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga tunggal putri melaju ke babak dua New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Tiga wakil Indonesia dari sektor tunggal putri berhasil melangkah ke babak dua turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru pada Rabu (1/5).

Wakil pertama Tim Merah Putih yang lolos ke babak dua, yaitu Gregoria Mariska Tunjung yang sukses menaklukkan lawan asal China Zhang Yiman dalam pertandingan yang berlangsung selama 32 menit dengan skor 21-16, 21-12.

Kemenangan berikutnya, berdasarkan laman resmi BWF, diraih oleh Fitriani usai mengalahkan pebulu tangkis asal Australia Louisa Ma dalam dua gim yang berjalan selama 25 menit dengan skor 21-12, 21-12.

Tak lama kemudian, Ruselli Hartawan juga menyusul kedua rekannya ke babak dua usai menyingkirkan Sally Fu dari New Zealand dalam dua gim selama 24 menit pertandingan dengan skor 21-5, 21-16.

Namun sayangnya, keberhasilan Gregoria, Fitriani dan Ruselli itu tidak diikuti oleh dua perwakilan tunggal putri Indonesia lainnya, yaitu Yulia Yosephine Susanto dan Lyanny Alessandra Mainaky.

Langkah Yulia harus terhenti di babak pertama karena dikalahkan oleh pebulu tangkis asal Jepang Aya Ohori dengan skor 15-21, 16-21. Sama seperti Yulia, Lyanny juga ditundukkan oleh atlet Jepang Saena Kawakami dengan skor 17-21, 11-21.

Turnamen bulu tangkis bertajuk Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 itu berlangsung mulai 30 April hingga 5 Mei 2019 di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung berjanji akan bermain dengan lebih berani pada babak dua turnamen Selandia Baru Terbuka 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland.

Pada babak dua nanti, Gregoria akan berhadapan dengan pebulutangkis Cina Li Yun. Pertandingan itu akan menjadi kali pertama bagi Gregoria melawan atlet asal negeri tirai bambu tersebut.

“Saya belum pernah ketemu sama dia (Li Yun) sebelumnya. Dia mainnya berani dan tahan. Saya harus langsung main total dari awal, tidak boleh kalah start, jadi saya harus lebih berani dari dia,” kata Gregoria seperti dikutip badmintonindonesia.org, Rabu.

Sementara itu, pada babak pertama yang berlangsung pada Rabu (1/5), Gregoria berhasil menundukkan pemain asal Cina Zhang Yiman dalam pertandingan yang berlangsung selama 32 menit dengan skor 21-16, 21-12.

Dalam pertandingan tersebut, pemain berusia 19 tahun itu mengaku dapat bermain dengan baik, walaupun pada awal gim pertama masih sering melakukan kesalahan sendiri.

“Mainnya tadi lumayan enak, cuma di awal gim pertama masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Permainan lawan bisa dibilang bagus. Di awal-awal permainan, dia unggul dan poinnya tidak kalah jauh,” ungkap Gregoria.

Selain Gregoria, perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri yang juga lolos ke babak dua, yaitu Fitriani dan Ruselli Hartawan. Fitriani sukses mengalahkan pebulutangkis Australia Louisa Ma dengan skor 21-12, 21-12, sedangkan Ruselli menyingkirkan Sally Fu dari New Zealand dengan skor 21-5, 21-16.

Babak dua turnamen Barfoot & Thompson Selandia Baru Terbuka 2019 yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Kamis (2/5) mulai pukul 14.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Ng/Yeung, Della/Rizki ke babak dua New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu, Della/Rizki berhasil mengalahkan pasangan asal Hong Kong Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting dalam tiga gim yang berjalan selama 59 menit dengan skor 13-21, 21-19, 21-15.

Selanjutnya di babak dua yang akan dilaksanakan pada Kamis, berdasarkan laman resmi BWF, Della/Rizki akan berhadapan dengan pasangan asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Di sektor ganda putri, Indonesia mengirimkan tiga perwakilan, selain Della/Rizki, ada pula Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto serta Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sayangnya, Yulfira/Jauza dan Agatha/Siti tidak berhasil lolos ke babak dua.

Langkah Yulfira/Jauza harus terhenti di babak pertama karena tidak berhasil mengalahkan pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen. Dalam pertandingan tersebut, Yulfira/Jauza ditaklukkan dalam dua gim dengan skor 15-21, 17-21.

Sementara itu, Agatha/Siti dikalahkan oleh pasangan asal Jepang Akane Araki/Riko Imai dalam dua gim yang berjalan selama 32 menit dengan skor 12-21, 13-21.

Babak dua turnamen Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Kamis (2/5) mulai pukul 14.00 waktu setempat.

Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI umumkan skuat Indonesia di Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menentukan sebanyak 20 atlet terbaik yang akan dikerahkan dalam turnamen Piala Sudirman 2019 yang berlangsung di Nanning, China mulai 19 hingga 26 Mei 2019.

Menurut Manajer Tim Indonesia Susy Susanti, 20 atlet itu terdiri dari 12 pemain putra dan 8 pemain putri. Sektor tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran masing-masing membawa tiga wakil. Sedangkan tunggal putri mempersiapkan dua wakil.

Namun, hanya ada satu wakil di sektor ganda putri, yaitu pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sementara itu, Ni Ketut Mahadewi Istarani sudah dipersiapkan dan dapat diturunkan sewaktu-waktu untuk berpasangan dengan Greysia atau Apriyani.

“Pertimbangan susunan tim ini melihat dari kebutuhan tim. Kami memperkuat sektor putra yang memang memiliki peluang untuk mengambil poin lebih besar,” kata Susy melalui siaran pers resmi PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu malam.

Lebih lanjut, dia menuturkan saat ini Tim Merah Putih berada di urutan lima besar dalam daftar unggulan Piala Sudirman 2019. Dia pun mengungkapkan bahwa Indonesia kali ini memiliki peluang untuk keluar menjadi juara.

“Menurut saya, peluang Indonesia untuk menjadi juara tetap ada. Kali ini, kami ingin sekali bisa membawa pulang Piala Sudirman ke tanah air,” ungkap Susy.

Berdasarkan data dari PBSI, 12 atlet putra yang akan tampil di Piala Sudirman 2019, yaitu Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Kemudian, delapan atlet putri yang akan dikerahkan, adalah Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Sementara itu, jajaran pelatih terdiri dari Hendry Saputra Ho (tunggal putra), Rionny Frederik Mainaky (tunggal putri), Minarti Timur (tunggal putri), Herry Iman Pierngadi (ganda putra), Eng Hian (ganda putri), Richard Leonard Mainaky (ganda campuran), Ary Subarkah (pelatih fisik) dan Ricky Susiono (pelatih fisik). Sedangkan, Achmad Budiharto bertindak sebagai Chef de Mission (CdM).

Baca juga: Taklukkan Ng/Yeung, Della/Rizki ke babak dua New Zealand Open 2019
Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inggris umumkan delapan pemain tim Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Inggris telah mengumumkan tim yang akan berlaga pada kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman yang akan berlangsung di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

Di antara delapan nama yang memperkuat tim Inggris, terdapat ganda campuran peringkat 10 dunia Chris dan Gabby Adcock serta peringkat 11 dunia Marcus Ellis dan Lauren Smith.

Dikutip dari laman Badminton England, Kamis, 10 tahun lalu pasangan Adcock melakukan debutnya di Piala Sudirman yang digelar di Guangzhou, China.

Chris menjadi pemain yang paling banyak memperkuat timnas dibanding pemain lainnya, 67 kali, dan sudah tiga kali main di Piala Sudirman.

Peraih medali perunggu ganda putra Olimpiade Brazil, Marcus Ellis dan Chris Langridge juga memperkuat tim semifinalis Piala Sudirman 2007 tersebut.

Pada nomor tunggal, Inggris membawa Toby Penty, dan Chloe Birch yang akan main pada tunggal dan ganda putri.

Pada Piala Sudirman 2019 Inggris tergabung dalam Grup 1B bersama Denmark dan Indonesia pada babak awal.

Grup 1 terdiri atas 12 tim yang terbagi dalam empat subgrup.
Dua tim teratas pada setiap subgrup akan maju ke perempat final dan bertanding untuk memperebutkan gelar.

Berikut nama-nama skuat Inggris:
Chris Adcock
Gabby Adcock
Chloe Birch
Marcus Ellis
Abigail Holden
Chris Langridge
Toby Penty
Lauren Smith

Baca juga: PBSI umumkan skuat Indonesia di Piala Sudirman 2019

Baca juga: Indonesia optimistis atasi Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Baca juga: Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda campuran Indonesia ke perempat final New Zealand

Jakarta (ANTARA) – Dua pasangan Indonesia dari sektor ganda campuran, yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang digelar di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Hafiz/Gloria berhasil menundukkan pasangan Australia Mitchell Wheller/Hsuan-Yu Wendy Chen dalam dua gim selama 25 menit dengan skor 21-12, 21-13.

Setelah itu, kemenangan berikutnya dipetik oleh Praveen/Melati yang sukses menyingkirkan pasangan tuan rumah Dhanny Oud/Jasmin Chung Mann Ng dalam dua gim yang berjalan selama 22 menit dengan skor 21-12, 21-12.

Namun sayang, keberhasilan Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati melangkah ke perempat final itu tidak berhasil diikuti oleh perwakilan ganda campuran Indonesia lainnya, yakni Akbar Bintang Cahyono/Annisa Saufika.

Langkah Akbar/Annisa harus terhenti di babak dua karena keduanya tidak mampu menaklukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan kalah dalam dua gim dengan skor 13-21, 10-21, berdasarkan laman resmi BWF.

Selanjutnya, di babak perempat final, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dari Hong Kong. Sedangkan Praveen/Melati akan menghadapi pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Jumat (3/5) mulai pukul 17.00 waktu setempat.

Baca juga: Praveen/Melati ke babak dua New Zealand Open 2019
Baca juga: Tommy dan Jonatan lewati babak pertama Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tak ada wakil ganda putri di perempat final New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia kehabisan perwakilan dari sektor ganda putri untuk berlaga di babak perempat final turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Wakil ganda putri terakhir Tim Garuda, yakni Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta harus mengakui keunggulan lawannya Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang berasal dari Jepang.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Della/Rizki ditaklukkan oleh pasangan asal negeri sakura tersebut dalam dua gim yang berjalan selama 39 menit dengan skor 13-21, 11-21.

Dengan hasil demikian, maka Della/Rizki tidak dapat melanjutkan langkahnya ke babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu.

Berdasarkan laman resmi BWF, Indonesia mengirimkan tiga perwakilan ganda putri di New Zealand Open 2019. Selain Della/Rizki, ada pula Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto dan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sayangnya, Yulfira/Jauza dan Agatha/Siti sudah kandas lebih dulu di babak pertama.

Pada pertandingan babak pertama yang digelar pada Rabu (1/5) kemarin, Yulfira/Jauza dikalahkan oleh pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dengan skor 15-21, 17-21. Sedangkan, Agatha/Siti ditaklukkan oleh Akane Araki/Riko Imai dari Jepang dengan skor 12-21, 13-21.

Baca juga: Dua ganda campuran Indonesia ke perempat final New Zealand

Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah mantan atlet meriahkan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019

Jakarta (ANTARA) – Beberapa mantan atlet bulu tangkis nasional akan ikut memeriahkan kegiatan lomba lari reli bertajuk Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 yang akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2019 di Kota Kudus, Jawa Tengah.

Mantan-mantan atlet yang dimaksud itu, diantaranya Liliyana Natsir, Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Hastomo Arbi, Eddy Hartono, Christian Hadinata serta Debby Susanto.

“Kehadiran mantan-mantan atlet itu tentunya akan menambah sensasi dan keseruan lomba relay marathon itu. Lagi pula, Kudus juga dikenal sebagai kota bulu tangkis karena keberadaan klub PB Djarum,” kata Co-Founder and Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis.

Dengan adanya beberapa mantan atlet bulu tangkis nasional tersebut, pihaknya pun berharap akan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam lomba lari itu, sekaligus lebih mencintai olah raga lari.

“Kami yakin Tiket.com Kudus Relay Marathon ini akan mendapatkan sambutan hangat dan partisipasi dari masyarakat, baik yang ada di Kudus, maupun di daerah-daerah lain di Indonesia. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan sukses, meriah dan aman,” ujar Gaery.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, atlet yang baru saja pensiun dari dunia bulu tangkis Liliyana Natsir mengaku senang dapat ikut memeriahkan lomba lari relay marathon tersebut, terlebih Kota Kudus dan PB Djarum merupakan tempat dia berlatih dulu.

“Saya antusias sekali untuk memeriahkan Tiket.com Kudus Relay Marathon tahun ini. Saya merasa Kudus juga merupakan bagian dari saya, karena PB Djarum tempat saya berlatih. Saya dididik disana dulu,” ungkap Liliyana.

Kegiatan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 dibagi menjadi lima kategori dengan batasan usia mulai dari 15 tahun ke atas. Kategori pertama, yaitu Relay Marathon (Ekiden) berjarak 42,195 kilometer untuk satu grup yang terdiri dari empat peserta campuran (pria dan wanita).

Kemudian ada pula kategori Half Marathon dengan jarak 21,1 kilometer, kategori 10 kilometer (10K), kategori 5 kilometer (5K) dan Kids Fun Run.

Pihak penyelenggara juga memberikan promo eksklusif Flash Sale atau potongan harga 50 persen dalam waktu 24 jam pertama setelah pembukaan, yaitu mulai Kamis (2/5) pukul 15.00 WIB hingga Jumat (3/5) pukul 23.59 WIB. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui laman tiket.com.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting dan Jonatan lolos ke perempatfinal New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie lolos ke babak perempatfinal New Zealand Open 2019 berlangsung di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Kemenangan pertama dipastikan oleh Jonatan usai mengalahkan Wang Tzu Wei (Taiwan) dengan skor 21-14, 14-21, 21-16.

“Ya pastinya tidak mudah bertemu Wang. Bisa dibilang juga saya tidak cocok dengan tipe lawan. Tapi kuncinya saya lebih tenang, ulet, dan sabar. Gim pertama saya sebenarnya sudah bisa main tenang, tapi di gim kedua dia lebih berani menyerang. Gim ketiga juga sempat ketinggalan, tapi saya mencoba keluar dari tekanan,” kata Jonatan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Hasil ini sekaligus membalas pertemuan terakhir Jonatan dengan Wang di Hong Kong Open 2017 saat menelan kekalahan 17-21, 13-21.

Selanjutnya di perempatfinal, Jonatan akan berhadapan dengan Sun Feixiang dari China.

Keduanya pernah bertemu saat berada di tingkat junior pada BWF World Junior Championships 2013, dengan hasil kemenangan bagi Jonatan.

“Untuk besok yang penting pemulihannya dulu, biar besok bisa fit,” tutur Jonatan menambahkan.

Sementara itu, Anthony lolos ke perempatfinal secara cukup mudah dengan menundukkan Chong Wei Feng (Malaysia) melalui dua gim langsung dengan skor 21-6 dan 21-5.

Babak berikutnya Anthony akan berhadapan dengan Lin Dan dari China.

Anthony memiliki catatan yang cukup bagus dalam menghadapi Lin, dengan dua pertemuan terakhir Anthony selalu berhasil mengalahkan Lin.

Meski begitu, rekor pertemuan keduanya secara keseluruhan tercatat imbang 2-2.

Sementara itu, Tommy Sugiarto tidak mampu melanjutkan ke babak perempatfinal setelah dikalahka di babak dua oleh Pranoy HS (India) dengan skor 14-21 dan 12-21.

Baca juga: Tommy dan Jonatan lewati babak pertama Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria melaju ke perempat final New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pemain bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melaju ke babak perempat final turnamen New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Gregoria berhasil menundukkan lawannya yang berasal dari Cina Li Yun dalam dua gim berdurasi 38 menit dengan skor 21-14, 22-20.

Untuk selanjutnya, di babak perempat final yang akan dilaksanakan pada Jumat (3/5) besok, Gregoria akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Jepang Akane Yamaguchi. Sebelumnya, Akane mengalahkan atlet Cina Wei Yaxin dengan skor 21-11, 21-16.

Berdasarkan laman resmi BWF, terdapat tiga perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri yang berlaga di babak dua New Zealand Open 2019. Selain Gregoria, ada pula Fitriani dan Ruselli Hartawan. Sayangnya, Fitriani dan Ruselli takluk di tangan lawannya masing-masing.

Fitriani dikalahkan oleh Aya Ohori yang berasal dari Jepang dengan skor 11-21, 6-21. Sedangkan Ruselli harus mengakui kehebatan pebulutangkis Cina Li Xuerui dan kalah dengan perolehan skor 16-21, 13-21.

Dengan hasil demikian, maka Fitriani dan Ruselli tidak dapat melanjutkan langkahnya ke babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu.

Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Baca juga: Tiga tunggal putri melaju ke babak dua New Zealand Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Liliyana Natsir lakukan persiapan jelang lomba relay marathon di Kudus

Jakarta (ANTARA) – Atlet nasional yang baru saja pensiun dari dunia bulu tangkis Liliyana Natsir mengaku akan melakukan sejumlah persiapan menjelang lomba lari bertajuk Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 yang akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2019 di Kudus, Jawa Tengah.

“Saya antusias sekali dengan lomba lari itu. Apalagi Kudus dan PB Djarum merupakan bagian dari saya, tempat saya berlatih. Untuk kegiatan lomba lari itu, saya akan melakukan sejumlah persiapan,” kata Liliyana dalam konferensi pers Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis.

Meskipun tidak terlalu menyukai olah raga lari, perempuan yang lebih akrab disapa Butet sehari-hari itu mengaku akan tetap mempersiapkan diri jelang pelaksanaan lomba lari tersebut, terutama lebih memperkuat niat dari dalam hati.

“Dari dulu memang saya tidak terlalu suka lari. Olah raga saya hanya bulu tangkis dan sepeda statis. Tapi biar bagaimanapun, lari merupakan bagian dari latihan fisik atlet. Jadi, saya tetap harus bisa lari, yang penting niatnya,” ujar Butet.

Dalam lomba lari tersebut, rencananya, perempuan kelahiran Manado itu akan ikut memeriahkan di kategori 10 kilometer (10K). Maka dari itu, dia pun mengaku akan memperbanyak latihan yang fokus terhadap kekuatan kaki.

“Untuk persiapan, saya akan lebih banyak melakukan pemanasan. Kemudian, melakukan latihan-latihan yang fokus ke kaki dan juga nafas. Bagi saya, yang juga tidak kalah penting, yaitu memperkuat niat dan motivasi. Semoga lomba lari ini bisa berjalan seru, aman dan menyenangkan,” ungkap Butet.

Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 dibagi menjadi lima kategori dengan batasan usia mulai dari 15 tahun ke atas. Kategori pertama, yakni Relay Marathon (Ekiden) berjarak 42,195 kilometer untuk satu grup yang terdiri dari empat peserta campuran (pria dan wanita).

Kemudian ada pula kategori Half Marathon dengan jarak 21,1 kilometer, kategori 10 kilometer (10K), kategori 5 kilometer (5K) dan Kids Fun Run.

Pihak penyelenggara juga memberikan promo eksklusif Flash Sale atau potongan harga 50 persen dalam waktu 24 jam pertama setelah pembukaan, yaitu mulai Kamis (2/5) pukul 15.00 WIB hingga Jumat (3/5) pukul 23.59 WIB. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui laman tiket.com.

Baca juga: Sejumlah mantan atlet meriahkan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam wakil Indonesia siap bertarung di perempat final New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak enam perwakilan Indonesia siap bertarung pada babak perempat final turnamen bulu tangkis Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan pada Jumat (3/5) di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Pada sektor tunggal putra, berdasarkan laman resmi BWF, terdapat dua perwakilan Indonesia, yaitu Jonatan Christie yang akan berhadapan dengan pemain asal China Sun Feixiang dan Anthony Sinisuka Ginting yang akan melawan pemain China lainnya Lin Dan.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Jonatan sukses melumpuhkan lawan dari Chinese Taipei Wang Tzu Wei dengan skor 21-14, 14-21, 21-16, sementara Anthony menang mudah atas pebulu tangkis Malaysia Chong Wei Feng dengan skor 21-6, 21-5.

Baca juga: Ginting dan Jonatan lolos ke perempatfinal New Zealand Open

Baca juga: Gregoria melaju ke perempat final New Zealand Open 2019

Selanjutnya, di sektor tunggal putri, Indonesia hanya memiliki satu perwakilan, yakni Gregoria Mariska Tunjung yang akan bertemu dengan Akane Yamaguchi dari Jepang. Sebelumnya, Gregoria berhasil mengalahkan pemain asal China Li Yun dengan skor 21-14, 22-20.

Sama seperti tunggal putri, tim Garuda juga hanya memiliki satu satu wakil di sektor ganda putra, yaitu peraih gelar juara All England 2019 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan menghadapi pasangan Chinese Taipei Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Sebelum melangkah ke perempat final, Ahsan/Hendra telah lebih dulu menaklukkan Hiroki Okamura/Masayuki Onodera dari Jepang dalam dua gim berdurasi 29 menit dengan perolehan skor 21-17, 21-14.

Baca juga: Dua ganda campuran Indonesia ke perempat final New Zealand

Terakhir, di sektor ganda campuran, tim Merah Putih diwakili oleh dua pasangan yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan melawan Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dari Hong Kong dan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang akan berhadapan dengan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dari Malaysia.

Sebelumnya, Hafiz/Gloria mengalahkan pasangan Australia Mitchell Wheller/Hsuan-Yu Wendy Chen dengan skor 21-12, 21-13. Sedangkan Praveen/Melati menundukkan pasangan tuan rumah Dhanny Oud/Jasmin Chung Mann Ng dengan skor 21-12, 21-12.

Baca juga: Indonesia tak ada wakil ganda putri di perempat final New Zealand Open

Tidak ada perwakilan Indonesia dari sektor ganda putri di perempat final. Langkah Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta harus terhenti di babak dua karena keduanya tidak mampu menyingkirkan pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Della/Rizki kalah dengan skor 13-21, 11-21.

Babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Jumat (3/5) mulai pukul 17.00 waktu setempat.
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tommy dihentikan Lu di perempat final Asia Championships

Jakarta (ANTARA) – Langkah pebulu tangkis tunggal putra Tommy Sugiarto terpaksa harus berhenti setelah dikalahkan Lu Guangzu (China) di babak perempat final Badminton Asia Championships 2019 dengan skor 18-21 dan 19-21.

“Lawan lebih siap, waktu poin-poin kritis saya tidak bisa menyelesaikan gim. Kalau dari segi permainan semua hampir sama. Cuma di ‘finishing’ saja harus cari strategi untuk dapat poin di saat-saat akhir,” tutur Tommy melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Hasil ini menjadi kekalahan ketiga Tommy atas Lu, di mana pertemuan kedua pemain ini memang selalu berlangsung ketat.

Pada ajang Singapore Open 2019, Tommy dihentikan Lu dengan skor 17-21 dan 18-21 dan satu pekan sebelumnya di Malaysia Open 2019, pebulu tangkis kelahiran Jakarta ini juga dikalahkan Lu dengan skor 18-21, 21-13 dan 16-21.

“Pasti ingin menang kalau ketemu lagi, kalah-menang itu biasa. Mau rekor pertemuannya berapa kosong pun semua pemain pernah mengalami, tapi masa seperti itu menyerah? Kami kan tiap minggu tanding, tidak ada masalah. Penasaran pasti, harapan selalu ada, jangan patah semangat,” katanya menambahkan.

Dengan hasil ini, maka di nomor tunggal putra tinggal menyisakan Shesar Hiren Rhustavito yang siang ini akan berhadapan dengan Nguyen Tien Minh dari Vietnam.

Baca juga: Tommy menang mudah atas Yun di babak pertama

Baca juga: Tommy: Saya tidak boleh kalah oleh keadaan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketat

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon (Minions) menilai persaingan di nomor ganda putra dunia semakin ramai dan ketat, mengingat mereka belum berhasil merebut gelar juara dalam tiga turnamen terakhir yaitu di All England, Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

“Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi kan lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban. Walaupun diunggulkan tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja,” ujar Marcus dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Kamis.

Minions yang merajai podium di turnamen elit sepanjang dua tahun belakangan, belum berhasil mencetak gelar hingga sekarang sehingga pada kejuaraan Badminton Asia Championships 2019, keduanya kembali menjadi andalan Indonesia untuk mendulang gelar.

Meskipun ditaklukkan lawan-lawan di tiga turnamen terakhir, namun Kevin/Marcus masih menjadi pasangan ganda putra terbaik dunia saat ini.

Senada dengan Marcus, Kevin pun mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan kemampuan terbaik di tiap turnamen yang mereka ikuti serta tidak ingin melihat ke belakang dan hanya ingin fokus ke depan.

“Kalau tanding kan tidak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan. Fokusnya ke target kami, dan target di tahun depan. Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan olimpiade,” pungkas Kevin.

Kevin-Marcus melangkah ke babak perempat final usai mengalahkan Chang Tak Ching-Yeung Ming Nok (Hong Kong) dengan skor 21-18, 21-18 di babak pertama.

Di babak perempat final Kevin-Marcus akan berjumpa dengan Han Chengkai-Zhou Haodong (China) atau Lu Ching Yao-Yang Po Han (Taiwan).
Baca juga: Minions menangi babak pertama kurang dari 30 menit
Baca juga: Herry IP berharap Kevin-Marcus tampil optimal di Olimpiade 2020
Baca juga: “Minnions” ingin tampil lebih jelang Olimpiade 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Della/Rizki lolos ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berhasil melangkah ke babak perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (25/4), Della/Rizki mengalahkan pasangan asal China Dong Wenjing/Feng Xueying dalam dua gim yang berjalan selama kurang lebih 36 menit dengan skor 21-18, 21-16.

Dengan hasil pertandingan tersebut, maka Della/Rizki menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dari sektor ganda putri yang lolos ke babak perempat final kejuaraan bulu tangkis dengan total hadiah mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat itu.

Indonesia mengirimkan sebanyak empat ganda putri ke kejuaraan yang berlangsung mulai 24 hingga 28 April 2019 tersebut. Tetapi, tiga dari empat perwakilan itu harus angkat koper lebih dulu karena tidak berhasil mengalahkan lawannya masing-masing di babak pertama.

Tiga perwakilan yang harus pulang lebih dulu, yakni Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto yang ditaklukkan oleh pasangan Malaysia Anna Ching Yik Cheong/Lim Chiew Sien dalam dua gim dengan skor 10-21, 17-21.

Kemudian, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang ditundukkan oleh Li Wenmei/Zheng Yu asal China dalam dua gim dengan skor 12-21, 17-21. Terakhir, Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus menyerah di tangan pasangan Thailand Puttita Supajrakul/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 11-21, 12-21.

Baca juga: “Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketat

Baca juga: Kejutan, Shesar tumbangkan Kidambi

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga wakil Indonesia lolos perempat final Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tiga perwakilan Indonesia akan tampil di babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Ketiga perwakilan tersebut, yaitu ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan berhadapan dengan pasangan asal China Han Chengkai/Zhou Haodong.

Pada babak dua yang berlangsung pada Kamis (25/4), Marcus/Kevin mengalahkan pasangan Hong Kong Chang Tak Ching/Yeung Ming Nok dengan skor 21-18, 21-18.

Wakil kedua adalah pasangan ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta yang akan bertemu dengan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dari Chinese Taipei.

Sebelumnya, Della/Haris berhasil menumbangkan pasangan asal China Dong Wenjing/Feng Xueying dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-16, seperti dilansir laman resmi BWF.

Terakhir, di sektor ganda campuran, tim Merah Putih diwakili oleh Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang nantinya akan melawan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

Sebelum melaju ke perempat final, Hafiz/Gloria lebih dulu menyingkirkan pasangan India Utkarsh Arora/Karishma Wadkar di babak dua dengan skor 21-10, 21-15.

Babak perempat final kejuaraan yang berhadiah total 400.000 dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat (26/4) mulai pukul 17.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI Sulsel gelar kejuaraan junior antisipasi krisis atlet tunggal

Makassar (ANTARA) – Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan menggelar “Kejuaraan Bulutangkis Sulsel Junior Challenge” di Makassar, 26-28 April 2019 yang diikuti 130 atlet sebagai upaya mengantisipasi krisis atlet di nomor tunggal.

Ketua PBSI Sulsel Devo Khaddafi di Makassar, Jumat, mengatakan kejuaraan ini hanya fokus mempertandingkan kategori tunggal baik putra ataupun putra.

“Jadi yang perlu dipersiapkan ke depan adalah tunggal putra dan putri. Untuk nomor ganda campuran atau ganda putra dan putri sudah banyak yang unggul. Jadi kita siapkan memang dari sekarang untuk berlaga di nomor tunggal,” katanya.

Pihaknya berharap dari kejuaraan tersebut muncul banyak atlet tunggal potensial yang nantinya bisa menjadi andalan Sulsel baik di ajang nasional hingga internasional.

Para atlet di kejuaraan tersebut berasal dari sejumlah daerah di tiga provinsi yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan tentunya wakil dari Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti kejuaraan ini merupakan dari siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Devo, pelaksanaan ini sengaja digelar akhir April ini mengingat masa libur bagi siswa/siswi SD dan SMP.

“Biar banyak peserta yang bisa berpartisipasi. Peserta usia dini, anak-anak dan pemula. Kita berharap dari kejuaraan ini banyak bibit-bibit baru yang terjaring,” katanya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet 13 negara berebut juara di turnamen Pembangunan Jaya Raya 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 776 pemain dari 13 negara bakal berebut menjadi yang terbaik pada turnamen bulu tangkis Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 di GOR PB Jaya Raya Bintaro Tangerang, Banten, 30 April hingga 5 Mei.

Ketua panitia penyelenggara turnamen Tony Soehartono di Jakarta, Jumat mengatakan jumlah pemain tersebut merupakan hasil saringan dari pendaftar yang menembus angka 1.238 pemain dari 14 negara.

“Jumlah pemain memang dibatasi berdasarkan peringkat. Untuk menentukan jumlah bukan kewenangan kami. Itu ada di federasi (PBSI) dan BWF,” katanya.

Dari jumlah tersebut, kata dia, 60 persen diantaranya berasal dari Indonesia. Tidak hanya pemain dari klub, pemain usia muda yang saat ini menghuni pelatnas juga dipastikan turun pada kejuaraan satu level di bawah kejuaraan dunia junior itu.

Melihat pemain yang ada, Tony memprediksi pertandingan bakal berlangsung dengan ketat. Untuk itu sebagai penyelenggara pihaknya harus menyiapkan sarana prasarana yang memadai.

“Penjadwalan pertandingan harus jelas. Kami tidak ingin melebihi batas waktu yang ditetapkan. Pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Jangan seperti tahun lalu yang tuntas pukul 02.00 WIB. Pemain butuh recovery. Makanya kami melakukan batasan,” katanya menambahkan.

Sementara itu Kepala Bidang Peningkatan Prestasi PP PBSI Susi Susanti mengaku sangat senang dengan turnamen usia muda mengingat di seluruh dunia jarang digelar jika dibandingkan dengan senior.

“Kami sangat terbantu dengan turnamen ini karena bisa kami gunakan untuk memantau perkembangan pemain muda. Apalagi kejuaraan ini levelnya internasional,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pada turnamen ini pemain Indonesia diharapkan mampu meraih hasil terbaik mengingat banyak pemain junior Indonesia yang memiliki peringkat dunia yang cukup tinggi baik dari ganda putra maupun ganda campuran.

Pada turnamen yang sama pada 2018, pemain Indonesia mampu menjadi yang terbaik pada kategori U-17 dari nomor ganda campuran, ganda putra dan tunggal putri. Untuk U-15 sukses menjadi yang terbaik pada tunggal putri dan ganda putri.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rudi Hartono harapkan pemain tunggal juara di Jaya Raya Junior GP

Jakarta (ANTARA) – Legenda bulu tangkis Indonesia Rudy Hartono berharap pemain muda Indonesia terutama nomor tunggal putra dan putri sukses menjadi juara pada Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 di GOR PB Jaya Raya Bintaro Tangerang, Banten, 30 April hingga 5 Mei.

“Itu mau saya. Pemain kita memang harus bisa memanfaatkan kesempatan ini. Dan memang ada peluang,” kata pria yang juga Ketua Umum PB Jaya Raya itu di Jakarta, Jumat.

Sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya, harapan Rudy Hartono memang bukan tanpa alasan karena sebagai tuan rumah pemain tunggal putra dan putri belum bisa bicara banyak pada kejuaraan satu level di bawah kejuaraan dunia junior itu.

Pada kejuaraan sebelumnya, PB Jaya Raya hanya mampu menempatkan ganda campuran Muhammad Nendi Novatino/Tryola Nadia dan ganda putri pasangan Tryola Nadia/Lany Tria Mayasari sebagai yang terbaik. Untuk ganda putra M Haikal/M Satria hanya puas sebagai runner up.

“Kejuaraan ini memang harus dimaksimalkan karena untuk modal kejuaraan yang lebih bergengsi. Jarang kejuaraan seperti ini,” kata pria yang menjadi juara pada All England sebanyak delapan kali itu.

Harapan Rudy Hartono itu ternyata diamini oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. Menurut dia, pemain junior saat ini memang cukup menjanjikan. Apalagi pada peringkat dunia juga berada di papan atas termasuk untuk nomor tunggal. Begitu juga dengan ganda dan ganda campuran.

“Salah satu harapan kami di tunggal putri adalah Stephani Widjaja,” kata peraih emas tunggal putri Olimpiade Barcelona itu.

Menurut dia, semua pemain muda pelatnas diturunkan pada kejuaraan ini. Ia ingin Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 dijadikan ajang uji coba sebelum turun pada kejuaraan dunia junior.

Baca juga: Rudy Hartono bangga dengan keberhasilan Jonatan

Baca juga: Rudy Hartono kolaborasi dengan Yonex ciptakan raket murah

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rizki/Della lolos ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris melaju ke semifinal Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan perempat final Jumat 26 April ini, Rizki/Della mengalahkan pasangan China Taipei Chang Ching Hui/Yang Ching Tun 21-12, 21-18 dalam tempo 38 menit, tulis BWF dalam laman resminya.

Pada semifinal, Rizki/Della akan mengadapi pemenang pertandingan antara pasangan Cina Chen Qingchen/Jia Yifan dan pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan.

Rizki/Della belum pernah kalah dari Chen/Jia dalam tiga pertemuan mereka, sebaliknya dari satu pertemuan dengan Lee/Shin, mereka menelan kekalahan.

Selain Rizki/Della, masih ada dua perwakilan Indonesia yang masih bertanding, yaitu ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan Han Chengkai/Zhou Haodong dari China dan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung dari 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400 ribu dolar AS.

Baca juga: Tiga wakil Indonesia lolos perempat final Kejuaraan Badminton Asia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rizki/Della siap arungi semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris mengaku akan lebih siap saat menjalani laga semifinal Badminton Asia Championships 2019 pada Sabtu esok (27/4).

Pada semifinal nanti, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan pasangan Cina Chen Qingchen/Jia Yifan melawan pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan.

Rizki/Della tercatat belum pernah kalah dari Chen/Jia dalam tiga pertemuan mereka. Sedangkan Lee/Shin sudah pernah unggul 1-0 atas Rizki/Della.

“Mau ketemu siapa saja pun sama, yang penting dari kami harus lebih siap. Kami sudah setahun tidak pernah ketemu Chen/Jia. Sekarang Chen/Jia sedang naik performanya,” kata Rizki dalam laman badmintonindonesia.org, Jumat.

Senada dengan Rizki, Della juga mengaku akan tampil lebih siap dan berusaha lebih maksimal lagi pada babak semifinal sehingga memperoleh hasil memuaskan.

Baca juga: Rizki/Della lolos ke semifinal

“Bagi saya, mau ketemu sama siapa saja, sama, kami harus lebih siap lagi. Memang kami sudah lama tidak bertemu dengan Chen/Jia, jadi kami belum tahu permainan mereka yang sekarang. Tapi, intinya sama, kami harus siap,” ungkap Della.

Pada perempatfinal hari ini Rizki/Della mengalahkan pasangan Cina Taipei Chang Ching Hui/Yang Ching Tun 21-12, 21-18.

Sejak awal gim pertama, Rizki/Della mengendalikan permainan. Chang/Yang tidak dapat mengatasi serangan bertubi-tubi Rizki/Della ke pertahanan mereka.

“Sebetulnya, mereka tidak mudah dimatikan dan pertahanannya juga cukup rapat. Kalau diserang, bisa langsung tembus, seperti di gim pertama. Tapi di gim kedua, mereka lebih siap lagi. Jadi, kami juga harus siap,” tutup Della.

Babak semifinal kejuaraan berhadiah total 400 ribu dolar AS ini digelar esok Sabtu di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Baca juga: Kejutan, Shesar tumbangkan Kidambi

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minions” ke semifinal setelah taklukan Han-Zhou

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon sukses melaju ke semifinal Badminton Asia Championships 2019 setelah menaklukan Han Chengkai-Zhou Haodong dengan skor 21-13, 19-21,  21-16.

“Kemenangan ini memang membuat rekor pertemuannya jadi bagus buat kami. Tapi menurut kami, persaingan di Top 10 sangat ketat. Pemainnya susah-susah untuk dikalahkan. Walaupun kami unggul di ‘head to head’ tapi mainnya selalu ramai dan menangnya tidak gampang,” kata Marcus dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, Kevin-Marcus pun memperbaiki rekor pertemuan mereka lawan Han-Zhou menjadi 2-2 setelah kalah dalam dua pertemuan terakhir di Prancis  Open 2018 dan China Open 2018.

“Walaupun sempat ketinggalan, tapi kami tetap coba fokus bagaimana cari poin. Pada saat itu kami masih yakin kalau kali ini kami bisa menang,” tutur Kevin.

Di babak semifinal, Kevin-Marcus akan bertemu dengan pasangan asal Jepang Takeshi Kamura-Keigo Sonoda.

Sementara ini sudah dua wakil Indonesia yang lolos ke babak semifinal, dengan salah satu di antaranya dari tim ganda putri Rizki Amelia Pradipta-Della Destiara Haris.

Baca juga: Minions satu-satunya ganda putra tersisa di Asia Championships

Baca juga: Rizki/Della siap arungi semifinal

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria terhenti di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melangkah ke babak semifinal kejuaraan Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan perempat final yang berlangsung pada Jumat, Hafiz/Gloria ditaklukkan oleh pasangan asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam tiga gim dengan skor 21-15, 7-21, 12-21.

Pada gim pertama, Hafiz/Gloria mampu mengendalikan permainan, namun pada gim kedua dan ketiga, mereka tidak mampu keluar dari tekanan lawan.

Selama pertandingan berlangsung, Hafiz/Gloria kerap tertinggal jauh dalam perolehan angka dan akhirnya harus menyerah untuk ketiga kalinya dari pasangan Thailand tersebut.

“Di gim pertama, kami masih menerapkan pola yang benar. Tetapi di gim kedua, lawan mengubah permainan dan kami tidak siap diajak bermain dengan tempo cepat. Ketika kami mau mengejar, ternyata sudah ketinggalan jauh,” kata Gloria seperti dilansir laman resmi PBSI, Jumat.

Sementara itu, senada dengan Gloria, Hafiz juga mengakui di gim kedua dan ketiga tidak mampu mengubah pola permainan dari pelan menjadi cepat karena tekanan dari lawan yang tidak mampu diantisipasi.

“Di gim kedua dan ketiga, kami masih belum bisa keluar dari pola main di gim pertama. Kami bermain pelan terus, padahal lawan sudah ubah pola jadi lebih cepat. Servis mereka juga beda dengan gim pertama, yakni lebih banyak servis tinggi. Ini yang kami tidak antisipasi,” ujar Hafiz.

Selain itu, dia menambahkan pasangan Thailand tersebut juga saat itu bermain jauh lebih tenang dibandingkan beberapa pertandingan sebelumnya.

Dengan hasil tersebut, maka Hafiz/Gloria tidak dapat menyusul dua wakil Indonesia lainnya yang berhasil lolos ke babak semifinal, yaitu ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Baca juga: Rizki/Della siap arungi semifinal

Baca juga: “Minions” ke semifinal setelah taklukan Han-Zhou

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan melangkah mulus ke babak dua

Walaupun menang dua game langsung tapi tadi tidak mudah juga

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melewati babak pertama turnamen Badminton Asia Championships 2019 dengan mudah setelah menundukkan duet Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng.

Pasangan peringkat empat dunia ini maju ke babak dua setelah menang dengan dua game langsung, 21-15, 21-16.

“Walaupun menang dua game langsung tapi tadi tidak mudah juga. Kami tidak tahu, mungkin mereka tidak bisa mengeluarkan permainan mereka. Biasanya mereka sulit untuk dimatikan. Di pertandingan tadi mereka banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Hendra dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Ini merupakan kemenangan kedua “The Daddies” atas Liao-Su, sehingga catatan pertemuan kini diungguli Hendra-Ahsan menjadi 2-1.

“Di pertandingan pertama tadi kami lebih banyak ke penyesuaian kondisi lapangan. Semuanya normal, anginnya tidak terlalu berasa, tapi shuttlecock jadi agak pelan,” kata Ahsan menceritakan.

Di babak kedua, Hendra-Ahsan akan berhadapan dengan Aaron Chia-Soh Wooi Yik dari Malaysia.

Partai tersebut merupakan ulangan final All England 2019, di mana kala itu Hendra-Ahsan mengalahkan Chia-Soh dan keluar sebagai juara.

“Untuk besok kami coba main yang terbaik dulu. Kami sudah pernah bertemu mereka dan sudah tahu permainannya seperti apa,” kata Ahsan saat ditanya soal laga esok.

Sebelumnya, pasangan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf juga sudah lolos ke babak kedua dengan mengalahkan wakil Sri Lanka yaitu Dinuka Karunaratna-Niluka Karunaratne dengan skor 21-19, 21-12.

Baca juga: “The Daddies” puas dengan capaian di Singapore Open

Baca juga: Hendra-Ahsan terima bonus Rp450 juta

Baca juga: Pelatih: Hendra/Ahsan belum habis karena tidak pernah menyerah

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Jakarta (ANTARA) – Dua wakil tunggal putra Indonesia yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti di babak pertama Badminton Asia Championships 2019.

Ginting dikalahkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong) lewat pertarungan sengit rubber game selama 74 menit dengan skor akhir 18-21, 21-18, 23-25, sedangkan Jonatan Christie dihentikan Kenta Nishimoto (Jepang) dengan skor 21-18, 19-21, 21-10.

“Sebenarnya bukan tidak cocok dengan permainan lawan, tapi saya yang banyak mati sendiri. waktu mau reli, mesti jaganya bagaimana, inisiatif menyerang di poin kritis bagaimana, ada yang kurang tepat,” kata Anthony melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Dengan hasil ini maka menjadi kekalahan beruntun kedua bagi Anthony dari Angus, yang sebelumnya terjadi pada kejuaraan All England 2019 pada babak pertama.

“Memang dia pemain yang tidak mudah dimatikan, tipe mainnya reli bertahan putar serang, jadi harus ikuti dulu. Kalau langsung serang bisa jadi bumerang karena dia sudah siap. Sebetulnya serangannya tidak terlalu kencang tapi penempatannya tepat, di sudut-sudut lapangan,” tambah Anthony.

Atlet kelahiran 1996 ini pun mengaku kecewa dengan hasil pertandingan di babak pertama ini karena sudah dua kali dikalahkan oleh Angus secara beruntun.

“Tentunya kecewa dengan hasil ini karena masih belum bisa melewati dia di dua pertemuan terakhir. Tadi waktu poin kritis, kelihatan sama-sama tegang, karena satu poin itu menentukan, saya sempat leading dan match point tapi saya belum bisa kontrol,” ujarnya.

Masih ada dua wakil tunggal putra yang belum bertanding, yaitu Tommy Sugiarto yang akan berhadapan dengan Hu Yun (Hong Kong) dan Shesar Hiren Rhustavito akan bertanding melawan Kidambi Srikanth, unggulan kelima asal India.

Baca juga: Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Baca juga: Sama dengan “The Daddies”, Anthony “runner-up” Singapore Open

Baca juga: Praveen/Melati akan lebih siap pada babak dua

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tommy menang mudah atas Yun di babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Tommy Sugiarto menikmati kemenangan mudah di babak pertama Badminton Asia Championship 2019 atas lawan dari kelas kualifikasi Hu Yun dengan skor 21-12, 21-6.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Rabu, atlet peringkat ke-7 dunia ini berhasil menundukkan Yun hanya dalam waktu 19 menit.

Dengan hasil ini, maka Tommy masih memegang kendali keunggulan dari pertemuannya dengan atlet dari Hong Kong tersebut dengan skor 5-1.

Untuk sementara, Tommy menjadi atlet tunggal putra pertama Indonesia yang lolos ke babak kedua Asia Championship 2019, mengingat Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti dalam pertandingan di babak pertama.

Sedangkan Shesar Hiren Rhustavito akan menghadapi lawan dari India yaitu Kidambi Srikanth yang merupakan atlet peringkat ke-5 dunia.

Baca juga: Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Baca juga: Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua tunggal putri Indonesia ke babak dua Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Dua pemain bulu tangkis tunggal putri, yaitu Choirunnisa dan Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (24/4), Choirunnisa mengalahkan pemain asal Malaysia Lee Ying Ying dalam dua gim yang berjalan selama 35 menit dengan skor 21-17 dan 21-15.

Sedangkan Gregoria berhasil menumbangkan pebulu tangkis dari Hong Kong Cheung Ying Mei dalam dua gim yang berjalan selama 33 menit dan berakhir dengan skor 21-18 dan 21-16.

Meskipun memenangkan dua gim langsung pada hari ini, Gregoria mengaku belum cukup puas dengan penampilannya karena masih belum stabil. Dia mengaku masih kerap tersusul oleh lawan saat sudah memimpin perolehan angka.

“Saya masih kurang puas sama permainan saya sendiri. Di gim pertama, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian permainan saya naik-turun, tidak stabil,” kata Gregoria melansir laman resmi PBSI, Rabu.

Sementara itu, berbeda dengan Choirunnisa dan Gregoria, dua perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri harus angkat koper lebih dulu karena tidak berhasil mengatasi lawannya masing-masing di babak pertama.

Pertama, yakni Ruselli Hartawan yang ditaklukkan oleh pemain asal Korea Selatan Kim Ga Eun dalam dua gim dengan skor 12-21 dan 19-21. Kedua, yaitu Fitriani yang harus menyerah di tangan pemain Malaysia Soniia Cheah dalam dua gim dengan skor 12-21 dan 10-21.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions menangi babak pertama kurang dari 30 menit

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon dengan mudah memenangi babak pertama Badminton Asia Championships 2019 atas Danny Bawa Chrisnanta-Hee Yong Kai Terry (Singapura) hanya dengan 22 menit.

Pada laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Rabu, “Minions” menang dengan skor 21-12 dan 21-17.

Pasangan ganda putra nomor satu dunia ini begitu mendominasi permainan, dengan selisih skor yang terpaut jauh di gim pertama, sementara pada gim kedua meskipun Danny-Hee bisa mengejar namun “Minions” membalas dengan memberikan ritme permainan cepat.

Kevin-Marcus pun mencatatkan kemenangan pertama atas pasangan Danny-Hee dalam duel perdana mereka.

Dengan hasil ini, Kevin-Marcus menjadi pasangan ganda putra keempat yang berhasil maju ke babak kedua setelah sebelumnya ada Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira-Ade Yusuf Santoso, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan, serta Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani terhenti di babak pertama Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu terhenti di babak pertama kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (24/4), Greysia/Apriyani ditaklukkan oleh pasangan asal Cina Li Wenmei/Zheng Yu dalam dua gim yang berjalan selama 41 menit dengan skor 12-21 dan 17-21.

Berkaitan dengan hasil pertandingan tersebut, Greysia mengakui pola permainan lawan yang lebih siap, sehingga serangan-serangannya sulit untuk diantisipasi. Bahkan, dia mengaku beberapa kali dimatikan oleh pasangan tuan rumah itu.

“Secara keseluruhan, memang lawan lebih siap mainnya. Kalau dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, mereka kini jauh lebih siap,” kata Greysia seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Saat memasuki gim kedua, dia mengaku berkeinginan untuk bermain dengan lebih cekatan supaya bisa mengantisipasi serangan lawan, akan tetapi lawannya malah justru lebih mempercepat pola permainannya dan mencuri banyak poin.

“Di gim kedua, kami mau lebih cekatan, untuk antisipasi. Tapi mereka mempercepat permainan dan mengambil kesempatan. Mereka lebih percaya diri dari kami. Sebetulnya kami tidak ada beban karena lebih diunggulkan, tapi kami tetap merasa punya tanggung jawab,” Greysia.

Senada dengan Greysia, Apriyani juga menilai penampilan lawannya kali ini jauh lebih baik. Pada pertemuan sebelumnya di German Open 2019, Greysia/Apriyani menang straight game atas Li/Zheng dengan skor 21-16 dan 21-19.

“Kali ini, permainan mereka lebih siap, lebih inisiatif untuk tidak menaikkan bola dan tempo permainannya dipercepat. Itu lah yang tidak kami antisipasi,” ungkap Apriyani.

Baca juga: Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Selain Greysia/Apriyani, perwakilan ganda putri Indonesia lainnya, yakni Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto juga tidak berhasil melanjutkan ke babak dua karena ditaklukkan oleh pasangan Malaysia Anna Ching Yik Cheong/Lim Chiew Sien dengan skor 10-21 dan 17-21.

Sementara itu, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris otomatis melaju ke babak dua setelah lawan mereka, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong asal Thailand memutuskan untuk mengundurkan diri.

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria ingin kalahkan Yufei di babak dua Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku ingin mengalahkan pemain asal China Chen Yufei di babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Pebulu tangkis yang kini berusia 19 tahun itu mengaku ingin membalas kekalahannya atas Yufei dalam turnamen World Championships 2018. Pada waktu itu, Gregoria dikalahkan oleh Yufei dengan skor 17-21 dan 20-22.

“Saya ingin menang, karena di pertemuan terakhir saya kalah. Tapi saya mau memikirkan cara mainnya dulu. Saya ingin bermain maksimal. Target diri saya sendiri, yaitu mau menang dulu lawan Yufei,” kata Gregoria melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, pemain besutan klub bulu tangkis PB Mutiara Cardinal Bandung itu menilai Yufei kerap bermain dengan tenang, sabar dan selalu mampu mencari celah. Oleh karena itu, dia mengaku harus dapat mengimbangi permainan lawannya tersebut.

“Sebetulnya senjatanya (lawan) tidak terlalu mematikan, tapi dia pemain yang tenang, sabar dan punya timing yang pas untuk mencari celah pada lawan. Saya harus lebih sabar dan bisa mengimbangi dari awal, jangan sampai kecolongan start,” ujar Gregoria.

Sebelumnya, dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (24/4), Gregoria menaklukkan pemain asal Hong Kong Cheung Ying Mei dalam dua gim yang berjalan selama 33 menit dengan skor 21-18 dan 21-16.

Walaupun berhasil memenangkan pertandingan babak pertama, dia mengaku belum cukup puas dengan penampilannya karena masih belum stabil. Dia pun mengaku masih kerap tersusul oleh lawan saat sudah memimpin perolehan angka.

“Saya masih kurang puas sama permainan saya. Di gim pertama, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian permainan saya naik-turun, tidak stabil,” ungkap Gregoria.

Untuk selanjutnya, di babak dua, dia bertekad untuk memperbaiki penampilannya dan berusaha untuk bermain dengan lebih stabil. Dia juga berkeinginan untuk tampil maksimal, sehingga bisa memperoleh hasil terbaik.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejutan, Shesar tumbangkan Kidambi

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito secara mengejutkan berhasil mengalahkan unggulan ke-5  asal India Kidambi Srikanth di babak pertama Badminton Asia Championships 2019 dengan skor 21-16 dan 22-20.

Dalam laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Rabu, Shesar berhasil unggul setelah bertarung selama 44 menit.

Hasil tersebut juga melampaui harapan tim pelatih tunggal putra yang sebelumnya menginginkan Shesar bermain sebaik mungkin mengingat lawan di babak pertama tergolong berat.

Selain itu, Shesar juga mencetak rekor kemenangan pertama dalam duel perdana dengan Kidambi.

Dengan hasil ini, Shesar menjadi atlet tunggal putra kedua yang berhasil maju ke babak kedua setelah Tommy Sugiarto yang mengalahkan Hu Yun (Hongkong) dengan skor 21-12 dan 21-6.

Sedangkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti di babak pertama.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Daddies mundur dari Asia Championship 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawa-Mohammad Ahsan mundur dari kejuaraan Badminton Asia Championship 2019 dengan alasan masalah kesehatan pada salah satu pemain.

“Saya tidak enak badan dan butuh istirahat sedikit. Daripada dipaksakan main, nanti tambah parah. Jadi saya dan Ahsan memutuskan untuk mundur saja,” ujar Hendra melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Pada babak pertama hari ini, “The Daddies” berhasil memetik kemenangan atas Liao Min Chun-Su Ching Heng (Taiwan) dengan skor 21-15 dan 21-16.

Baca juga: Hendra-Ahsan melangkah mulus ke babak dua

“Rencananya kalau bisa kami akan kembali ke Jakarta besok dan istirahat dulu sebelum ikut turnamen New Zealand Open 2019 pada minggu depan, mudah-mudahan cepat pulih,” kata Hendra menambahkan.

Sementara itu, pasangan unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon melaju ke babak kedua setelah menang dua game langsung atas Danny Bawa Chrisnanta-Hee Yong Kai Terry (Singapura) dengan skor 21-12 dan 21-17.

Baca juga: Hendra-Ahsan terima bonus Rp450 juta
Baca juga: Meski terganggu cedera, Hendra/Ahsan raih gelar kedua All England

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Permainan netting Shesar kunci kemenangan atas Kidambi

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito mengaku strategi permainan netting yang ia gunakan berhasil dengan sangat baik saat berhasil mengalahkan pemain unggulan kelima asal India Kidambi Srikanth di babak pertama Badminton Asia Championships 2019.

“Saya bersyukur bisa menang, alhamdulillah bisa mengeluarkan permainan saya dan menjalankan strategi yang sudah direncanakan. Saya sengaja tidak memberi kesempatan dia untuk menyerang karena serangannya bagus, jadi saya berusaha unggul di permainan netting,” kata Shesar dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu petang.

Shesar pun menyusul langkah Tommy Sugiarto yang lebih dulu lolos ke babak kedua usai menghentikan perlawanan Hu Yun (Hong Kong), dengan skor 21-12 dan 21-6.

“Tidak ada beban menghadapi unggulan, yang penting main maksimal, tidak memikirkan menang atau kalah dulu. Saya tidak menyangka menangnya dengan gim langsung,” tambahnya.

Di babak kedua hari Kamis, (25/4), Shesar akan bertemu dengan pemain senior asal Vietnam Nguyen Tien Minh.

“Saya pernah kalah dan pernah menang lawan dia. Yang penting saya bisa antisipasi kecepatannya, dia mainnya cepat terus, saya lebih mempersiapkan diri ke situ,” ujar pemain asal PB Djarum ini.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim tunggal putra bulu tangkis Indonesia melakukan persiapan fisik jelang kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan, China, pada 23-38 April.

“Sebelum ke Wuhan mereka lebih banyak pemulihan, terutama fisik. Tingkatkan kondisi fisiknya lagi. Selain itu, saat ini yang paling penting fokusnya dulu,” ujar Asisten pelatih tunggal putra PBSI Irwansyah melalui keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Selasa.

Padatnya jadwal antar turnamen membuat tim tunggal putra Indonesia menyiasati persiapan jelang pertandingan, terutama seperti yang dialami Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang baru saja mengikuti Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open
Baca juga: Eng Hian evaluasi tiga ganda putri jelang Olimpiade Tokyo 2020

Kejuaraan individu se-Asia ini wajib diikuti permain yang ada di peringkat sepuluh besar dunia, sehingga Anthony (peringkat 6) dan Jonatan (peringkat 8) dipersiapkan untuk mengembalikan ketahanan fisik mereka yang cukup terkuras di dua turnamen sebelumnya.

Selain Anthony dan Jonatan, Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto juga ikut ambil bagian dalam turnamen berhadiah total sekitar Rp5,6 miliar ini.

Di babak pertama Shesar akan berhadapan dengan Kidambi Srikanth, unggulan kelima dari India, sedangkan Anthony akan bertemu dengan Ng Ka Long Angus (Hong Kong), Jonatan melawan Kenta Nishimoto dari Jepang.

Tommy yang diunggulkan di posisi ketujuh, akan bertemu dengan pemain dari tingkat kualifikasi yang baru akan ditentukan besok.

“Anthony dan Jonatan fokus masuk semifinal dulu, kami rasa mereka bisa. Untuk Shesar, targetnya main sebaik mungkin, dia sudah ketemu unggulan di babak pertama. Semoga Shesar bisa mengeluarkan pola permainan dan strategi yang sudah direncanakan,” ujar Irwansyah.

Sedangkan untuk Anthony, katanya melanjutkan, diharapkan permaianannya tidak terbawa ritme lawan yang diperkirakan akan banyak melakukan reli.

“Anthony harus lebih berani menerapkan strategi permainannya yang menyerang. Kalau Jonatan, dia harus waspada dengan Kenta yang merupakan pemain bagus juga, Jonatan harus lebih siap,” kata Irwansyah menambahkan.

Lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi tim tunggal putra Indonesia di babak pertama tidak boleh dianggap enteng.

“Lawan-lawan yang akan dihadapi pemain Indonesia di babak pertama ini bagus-bagus semua, peluangnya 50-50. Siapa yang lebih siap, yang lebih berani, dia yang akan menang. Harus lebih tahan, karena pemain tunggal ini fisiknya harus benar-benar prima, saya rasa kalau semuanya terpenuhi pasti ada peluang,” katanya.
Baca juga: Eng Hian evaluasi tiga ganda putri jelang Olimpiade Tokyo 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari sukses melangkah ke babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (23/4), Rinov/Pitha berhasil menaklukkan pasangan asal Vietnam Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao dalam dua gim yang berjalan selama 24 menit dengan skor 21-11 dan 21-14.

Pertandingan tersebut merupakan pertemuan kedua bagi Rinov/Pitha dan Do/Pham. Sebelumnya, Rinov/Pitha dikalahkan oleh Do/Pham dengan skor 20-22, 21-11 dan 16-21 di ajang Vietnam International Challenge 2018.

“Kami sudah pernah ketemu di Vietnam pada tahun lalu dan kami kalah. Sekarang kami tidak mau kalah lagi. Dari awal, kami sudah berusaha untuk main menyerang lebih dulu,” kata Pitha melansir laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Sementara itu, bagi Rinov, pertandingan babak pertama itu sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mengenali kondisi lapangan, termasuk membaca arah angin, menyesuaikan diri dengan cahaya lampu dan lain-lain.

“Untuk pertandingan di babak pertama hari ini, kami masih meraba-raba situasi di lapangan. Kami mambaca arah angin, lampu, dan masih banyak lagi. Sejauh ini, semuanya masih normal,” ungkap Rinov.

Untuk selanjutnya, di babak dua, Rinov/Pitha akan berhadapan dengan pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Pasangan asal Negeri Sakura itu lolos ke babak dua usai mengalahkan Nipithon Puangpuapech/Savitree Amitrapai dari Thailand dengan skor 21-19 dan 22-20.

Berkaitan dengan laga di babak dua itu, Rinov mengaku sama sekali belum pernah menghadapi pasangan Jepang tersebut. Meskipun demikian, dia bertekad untuk tampil dengan maksimal dan memberikan hasil yang terbaik.

“Kami belum pernah bertemu mereka, tapi peluang untuk menang tetap ada. Kami sudah cukup terbiasa bertanding di turnamen top level, sudah banyak diberi kesempatan, jadi kami sudah mengerti bagaimana permainan di top level,” tutur Rinov.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, China. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hentikan Zhang/Li, Hafiz/Gloria ke babak dua Kejuaraan Asia

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melangkah ke babak kedua kejuaraan Badminton Asia Championships (Kejuaraan Asia) 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa, Hafiz/Gloria berhasil mengalahkan pasangan asal Cina Zhang Nan/Li Yinhui dalam tiga gim yang berjalan selama 52 menit dengan skor 21-11, 19-21, 25-23.

Menurut Hafiz, pola permainan pasangan asal Negeri Tirai Bambu tersebut kali ini lebih banyak bertahan, berbeda dengan biasanya yang kerap tampil dengan pola permainan cepat dan terus menyerang dari awal.

“Permainan Zhang/Li beda dengan biasanya yang dari awal langsung mempercepat tempo permainan. Sekarang mereka banyak main bertahan. Kami kaget dengan perubahan permainan mereka,” kata Hafiz dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa.

Meskipun demikian, dia menuturkan perubahan pola permainan lawan yang kali ini banyak bertahan justru lebih menguntungkan. Dengan begitu, sambung dia, lawan akan semakin mudah untuk diserang secara terus-menerus.

“Sebetulnya, kondisi lawan yang banyak bertahan itu lebih menguntungkan buat kami. Karena memang lawan sengaja main bertahan dengan mengangkat bola terus-terusan, kami jadi lebih enak untuk menyerang,” tutur Hafiz.

Sementara itu, bagi Gloria, meskipun sempat unggul pada gim pertama, justru upaya maksimal itu harus terus ditunjukkan hingga gim terakhir. Pada gim penentu itu, dia pun mengaku tampil dengan lebih siap dan lebih berani.

“Sebetulnya di gim kedua kami sudah unggul, tapi keadaannya malah berbalik. Lawan bermain pelan dan kami terbiasa main cepat, jadi kami tidak siap. Di gim ketiga, kami mencoba untuk lebih bisa melawan diri sendiri, harus siap maju dan jangan tegang, lebih berani lagi,” ungkap Gloria.

Untuk selanjutnya, di babak dua, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan pasangan asal India Utkarsh Arora/Karishma Wadkar.

Selain Hafiz/Gloria, ganda campuran Indonesia yang juga lolos ke babak dua adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang sebelumnya mengalahkan pasangan Vietnam Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao dengan skor 21-11, 21-14, serta pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menyisihkan ganda India Rohan Kapoor/Kuhoo Garg 21-5, 21-15.

Sementara pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami menyerah kepada unggulan kedua Wang Yilyu/Huang Dongping 22-20, 18-21, 17-21. 

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Baca juga: Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Wahyu-Ade ingin susul senior dengan tingkatkan peringkat

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf Santoso berharap dapat meningkatkan peringkat dunia mereka dan bisa menyusul senior yang telah bertengger di peringkat 10 besar seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.

Pekan ini Wahyu-Ade mengikuti turnamen Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 yang berlangsung di Wuhan, China, pada 23-28 April 2019 dan akan berhadapan dengan pasangan dari Sri Lanka Dinuka Karunaratna-Niluka Karunaratne pada babak pertama.

“Harusnya masuk semifinal, maunya bisa ke semifinal atau bahkan lebih supaya cepat naik peringkatnya dan mengejar teman-teman yang lain. Saya dan Ade harus banyak perbaikan terutama di saat-saat kritis,” ujar Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Saat ini Wahyu-Ade berada di peringkat 25 dunia, dan ada pula pasangan Berry Angriawan-Hardianto yang kini ada di peringkat 17 dunia, di mana kelima ganda putra Indonesia ini sering berlaga di turnamen papan atas.

Menurut mereka, fokus di poin kritis menjadi salah satu hal yang mesti mereka perbaiki, yang diakui masih sering terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan dan akhirnya menjadi bumerang bagi mereka.

“Jangan buru-buru mau gim karena bisa dapat poin satu sampai 19, tapi mencari poin dari 20 ke 21 susah sekali. Kami harus lebih fokus di poin akhir, kami masih kurang tenang. Saat kedudukan imbang mainnya tidak buru-buru tetapi waktu terkejar malah panik, kami sering seperti itu,” ujar Wahyu.

Baca juga: Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Pasangan Wahyu-Ade akan menjalani pertandingan pertama di kejuaraan Asia itu pada Rabu (24/4).

Pasangan Kevin-Marcus akan berhadapan dengan pasangan kelas kualifikasi Danny Bawa Chrisnanta-Hee Yong Kai Terry dari Singapura.

Sedangkan Hendra-Ahsan akan berjumpa wakil Taiwan Liao Min Chun-Su Ching Heng, dan pasangan Fajar-Rian akan bertemu jebolan kualifikasi Lam Wai Lok-Li Kuen Hon dari Hong Kong.

Baca juga: Hentikan Zhang/Li, Hafiz/Gloria ke babak dua Kejuaraan Asia

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami gagal melangkah ke babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang dilangsungkan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (23/4), Alfian/Marsheilla ditaklukkan oleh pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam tiga gim yang berjalan selama satu jam dengan skor 22-20, 18-21 dan 17-21.

Bagi Marsheilla, penampilannya dalam pertandingan tersebut masih kurang memuaskan. Dia juga menyayangkan keputusan hakim servis yang menyatakan tiga servis sebagai fault atau tidak sah.

“Di gim kedua, seharusnya kami bisa menang. Beberapa kali servis panjang kami dinyatakan fault, padahal sedang saat-saat kritis. Sebetulnya dari servis panjang itu lah kami banyak dapat poin,” kata Marsheilla seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Meskipun berakhir dengan kekalahan, dia mengaku tetap akan memperbaiki penampilannya di pertandingan-pertandingan selanjutnya, sehingga lebih baik, lebih stabil, lebih siap, dan hasilnya lebih baik lagi.

“Kalau melihat pertandingan tadi, dari segi pola permainan, kami bisa mengimbangi lawan. Hanya saja, permainan kami memang masih naik turun, tidak stabil. Ke depan, kami harus bermain lebih baik lagi, lebih stabil lagi,” ujar Marsheilla.

Sementara itu, Alfian menambahkan dari segi permainan, dia mengakui pola permainannya masih terburu-buru. Senada dengan Marsheilla, dia pun bertekad ke depan untuk bermain dengan lebih tenang lagi.

“Kami masih sering bermain terburu-buru. Padahal, kalau dari segi permainan, kami sudah lumayan, sudah bisa mengimbangi lawan. Mudah-mudahan ke depan kami bisa bermain dengan lebih baik lagi,” ungkap Alfian.

Dengan hasil tersebut, Alfian/Marsheilla tidak dapat mengikuti langkah rekan-rekannya, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Hafiz Faizal/Gloria Emauelle Widjaja yang berhasil melangkah ke babak kedua.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati akan lebih siap pada babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengaku akan lebih siap menjalani babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Pada babak pertama Selasa 23 April ini, Praveen/Melati menaklukkan pasangan asal India Rohan Kapoor/Kuhoo Garg 21-5 dan 21-15 dalam tempo 22 menit.

Selanjutnya, pada abak dua, Praveen/Melati harus mempersiapkan diri untuk menghadapi pasangan Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo.

Pasangan asal negeri sakura itu adalah spesialis ganda putra dan ganda putri yang juga bermain rangkap dalam ganda campuran. Oleh karena itu, Praveen/Melati mengaku akan tetap waspada dan tidak lengah.

“Kami belum pernah bertemu mereka, jadi belum tahu permainan mereka seperti apa. Kami akan pelajari permainan mereka lewat video pertandingan dan diskusi dengan pelatih supaya lebih siap,” kata Melati dalam laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Berkaitan dengan pertandingan babak pertama, Melati mengaku masih melakukan penyesuaian dengan kondisi di lapangan dan menyesuaikan diri dengan pola permainan dan servis. Penyesuaian itu memang dilakukannya supaya lebih siap pada pertandingan selanjutnya.

Baca juga: Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

“Bagi saya, pertandingan hari ini lebih dimanfaatkan untuk penyesuaian dengan pola permainan, servis dan adaptasi lapangan. Kalau tidak ada angin, shuttlecock-nya cukup berat. Dengan melakukan penyesuaian, saya berharap bisa lebih siap lagi di lapangan,” tutur Melati.

Praveen sendiri merasa sudah lebih mengerti kondisi di lapangan, termasuk kondisi angin dan shuttlecock sehingga lebih siap berlaga pada babak dua.

“Di pertandingan hari ini, kami sudah mengerti seperti apa kondisi di lapangan dan shuttlecock-nya juga seperti apa. Jadi, kami bisa lebih siap di pertandingan selanjutnya saat menghadapi Jepang nanti,” ungkap Praveen.

Indonesia mengirimkan empat pasangan ganda campuran dan hanya satu pasangan yang tidak lolos ke babak dua, yaitu Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Dua pasangan lain yang lolos ke babak dua adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Hafiz Faizal/Gloria Emauelle Widjaja.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 April sampai 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina, dengan total hadiah diperebutkan 400 ribu dolar AS.

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah atlet pelatnas bulu tangkis diliburkan untuk mencoblos

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah atlet bulu tangkis pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) diliburkan guna memberikan kesempatan pada mereka untuk menggunakan hak pilihnya alias mencoblos dalam gelaran Pemilu 2019 di daerah masing-masing.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, Selasa, mengatakan tim tunggal putra dan ganda putra telah diliburkan oleh kepala pelatih masing-masing. Sedangkan tim tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran tetap ada latihan, namun dilakukan penyesuaian jadwal.

“Semua atlet mencoblos di lokasi masing-masing sesuai dengan domisilinya. Untuk jadwal latihan, disesuaikan dengan program dari pelatih di tiap-tiap sektor,” kata Susy seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim bulu tangkis Indonesia itu, sebagai Warga Negara Indonesia, atlet juga harus menggunakan hak pilihnya, terlebih momentum Pemilu hanya lima tahun sekali.

“Sebagai warga negara, kita harus menggunakan hak pilih kita. Lagi pula, Pemilu hanya lima tahun sekali. Yang penting jangan sampai golput,” ujar Susy.

Beberapa atlet, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung akan mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan domisili masing-masing.

“Saya ada rencana pulang ke Bandung, untuk mencoblos. Namun, hari Kamis (18/4), saya sudah harus kembali lagi ke Cipayung untuk latihan,” tutur pria yang lebih akrab disapa Ginting itu.

Berbeda dengan Ginting maupun Gregoria, pebulu tangkis putri Gloria Emanuelle Widjaja mengaku akan menggunakan hak pilihnya di TPS yang berlokasi di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

“Pastinya saya akan ikut mencoblos besok di TPS dekat rumah saya di Bekasi. Untuk Pemilu kali ini, saya memang sudah bertekad untuk memberikan suara. Kata pelatih, kalau sore ini latihan mainnya bagus, saya boleh libur besok,” ungkap Gloria.

Para pemain utama saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen Badminton Asia Championships 2019 yang berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan, China. Rencananya, tim Indonesia akan bertolak ke Wuhan pada Minggu (20/4) dini hari.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019