China Open 2019, Praveen/Melati: Kami masih meraba kekuatan lawan

Rankireddy punya pukulan yang halus dan tidak terduga. Beberapa kali kami tidak bisa menebak arah pukulannya

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengaku masih mempelajari pola permainan lawan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa yang dihadapinya di babak pertama turnamen Victor China Open 2019.

Bermain di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China pada Selasa (17/9), Praveen/Melati ditundukkan oleh pasangan India tersebut dalam tiga gim berdurasi 50 menit dengan skor 20-22, 21-17, 17-21. Dengan demikian, Praveen/Melati tidak dapat melanjutkan ke babak dua.

“Kami baru pertama kali ketemu mereka (Rankireddy/Ponnappa). Meskipun kami sudah lihat video permainan mereka, kami masih meraba kekuatan serta kekurangan mereka,” kata Melati, melansir laman resmi PBSI, Selasa.

Menurut dia, salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lawan adalah pukulan-pukulan tak terduga dari Rankireddy, sehingga sulit ditebak kemana arah pukulan-pukulan pemain India tersebut.

“Rankireddy punya pukulan yang halus dan tidak terduga. Beberapa kali kami tidak bisa menebak arah pukulannya. Memang tidak kelihatan pukulan-pukulannya. Itu yang menyulitkan kami,” ujar Melati.

Meskipun sempat memberikan perlawanan, terutama pada gim kedua, baik Praveen maupun Melati mengaku akhirnya tidak mampu mengatasi tekanan dari lawan, sehingga berujung pada kekalahan.

“Sebetulnya dari awal kami terus berusaha menekan lawan. Akan tetapi, di akhir-akhir kami tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Ketika unggul, kami buru-buru ingin menyelesaikan permainan, tapi justru malah pola main kami jadi berantakan,” tutur Melati.

Sementara itu, usai pertandingan tersebut, Praveen mengaku akan segera melakukan evaluasi bersama dengan pelatih Richard Mainaky.

“Kami berdua sebenarnya sama-sama sudah tahu kekurangan kami ada di mana, tapi kami akan diskusikan lagi bersama pelatih,” ungkap Praveen.

Sebelumnya, wakil Indonesia lainnya di sektor ganda campuran, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melaju ke babak dua usai mengalahkan pasangan Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dalam tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-12.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati terhenti pada babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terhenti pada babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan Selasa (17/9) itu Praveen/Melati ditundukkan oleh pasangan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dalam waktu 50 menit dengan skor 20-22, 21-17, 17-21.

Pada gim pertama, terutama pada awal-awal permainan, Praveen/Melati memimpin jalannya pertandingan, namun pada poin-poin kritis, Rankireddy/Ponnappa berhasil menyaingi Praveen/Melati hingga unggul 22-20.

Pada gim kedua, Praveen/Melati mulai membalas. Serangan demi serangan dilancarkan kepada pasangan India itu sejak awal hingga akhir gim. Praveen/Melati pun merebut set ini dengan 21-17.

Baca juga: China Open 2019, Rinov/Pitha akui Tan/Lai lawan yang cukup berat

Gim ketiga berlangsung sangat ketat. Kedua pasangan kejar-mengejar poin dalam pertandingan yang berjalan seimbang. Akan tetapi, pada akhir gim Praveen/Melati harus mengakui keunggulan Rankireddy/Ponnappa yang menutup set ini dengan 21-17.

Praveen/Melati pun tidak dapat melanjutkan ke babak dua turnamen bulu tangkis berhadiah total 1 juta dolar AS itu.

Pertemuan antara Praveen/Melati dengan Rankireddy/Ponnappa pada China Open 2019 ini adalah kali pertama terjadi.

Baca juga: Fajar/Rian atasi hambatan teknis di babak pertama China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019, Rinov/Pitha akui Tan/Lai lawan yang cukup berat

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari mengakui Tan Kian Meng/Lai Pei Jing asal Malaysia merupakan lawan yang cukup berat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rinov usai menjalani pertandingan babak pertama turnamen Victor China Open 2019 yang berlangsung pada Selasa (17/9) di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

“Bagi kami, Tan/Lai adalah lawan yang cukup berat dan tidak mudah untuk dikalahkan. Mereka (Tan/Lai) memiliki pola permainan yang bagus,” kata Rinov seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Pada babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu, Rinov/Pitha menaklukkan Tan/Lai dalam tiga gim berdurasi 57 menit dengan skor 21-18, 16-21, 21-12. Atas hasil tersebut, Rinov/Pitha berhak melaju ke babak dua.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Baca juga: Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

Selain lawan yang dinilai cukup berat, Rinov mengatakan kondisi angin di lapangan, terutama pada gim kedua, juga sempat membuat keduanya kewalahan dan tidak dapat mengendalikan laju bola. Sehingga, baik Rinov maupun Pitha menjadi tidak yakin dengan pukulan sendiri.

“Pada gim pertama, kami bisa bermain bagus. Tapi, di gim kedua ada faktor angin, jadi kami kurang lepas mainnya, mau memukul pun ragu-ragu. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh lawan, sehingga mereka bisa menang di gim kedua,” ujar Rinov.

Meskipun demikian, Rinov mengakui mulai dapat membangkitkan fokus dan semangatnya kembali sekaligus memperbaiki pola permainannya bersama Pitha, sehingga dapat merebut kemenangan pada gim ketiga.

“Di gim ketiga, kami bertekad tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Jadi, mumpung kondisi lapangannya enak, kami manfaatkan itu dengan terus mengumpulkan poin sampai unggul jauh dari lawan,” tutur Rinov.

Selanjutnya di babak dua, belum diketahui lawan yang akan dihadapi oleh Rinov/Pitha. Keduanya masih harus menunggu hasil pertandingan antara pasangan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung melawan Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying dari China.

“Di babak dua nanti, yang pasti kami harus bisa lebih tahan lagi, lebih fokus. Apalagi, kami sudah lama berpasangan, jadi sudah sama-sama tahu pola masing-masing. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa memberikan yang terbaik,” ungkap Pitha.

Baca juga: Fajar/Rian atasi hambatan teknis di babak pertama China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang dilaksanakan pada Selasa (17/9), Rinov/Pitha menaklukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dalam tiga gim berdurasi 57 menit dengan skor 21-18, 16-21, 21-12.

Gim pertama antara Rinov/Pitha dan Tan/Lai berlangsung ketat. Keduanya saling susul-menyusul perolehan angka. Namun walaupun Rinov/Pitha sempat tertinggal di awal-awal permainan, keduanya mengakhiri gim pertama dengan skor kemenangan 21-18.

Gim kedua, penampilan Rinov/Pitha tidak jauh berbeda dengan gim pertama. Keduanya tertinggal poin di menit-menit awal. Hanya saja, kali ini Rinov/Pitha tidak berhasil menyamai kedudukan dengan lawan dan gim berakhir dengan kemenangan Tan/Lai dengan skor 21-16.

Pada gim penentu, semangat Rinov/Pitha tampaknya mulai bangkit kembali. Keduanya terus memimpin perolehan angka, mulai dari awal hingga akhir, dan poin lawan tertinggal jauh. Gim terakhir itu pun ditutup dengan hasil unggul Rinov/Pitha atas Tan/Lai dengan skor 21-12.

Sebelumnya Rinov/Pitha dan Tan/Lai sudah bertemu dua kali, yaitu di turnamen German Open 2019 dan New Zealand Open 2019. Dari dua pertemuan tersebut, kedudukan keduanya imbang 1-1, atau sama-sama pernah satu kali memenangkan turnamen.

Rinov/Pitha unggul di German Open 2019 dengan skor 20-22, 21-18, 21-15. Sedangkan Tan /Lai menang di New Zealand Open 2019 dengan perolehan 21-18, 21-14.

Baca juga: Hari pertama China Open 2019, delapan wakil Indonesia siap tanding

Baca juga: Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian atasi hambatan teknis di babak pertama China Open

Jakarta (ANTARA) – Keberhasilan pasangan ganda putra bulutangkis Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melalui babak pertama China Open 2019 tidak lepas dari kemampuan mereka yang bisa cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Hal tersebut disampaikan Fajar/Rian usai memenangi pertandingan melawan Bodin Isara/Maneepong Jongjit 21-14, 21-11 di Changzhou China, Selasa.

Baca juga: Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

“Alhamdulillah kami bisa menang di pertandingan pertama ini. Hari ini kami menyesuaikan diri di lapangan karena ini adalah pertandingan pertama di turnamen ini. Lapangannya cukup berangin, jadi kami sesuaikan pukulan-pukulan kami dengan kondisi lapangan yang begini,” ujar Fajar melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Pasangan unggulan ketujuh ini memulai pertandingan dengan cukup baik melalui permainan kecepatan, Fajar/Rian mampu membuat pasangan Thailand kewalahan dan tidak dapat mengantisipasi pengembalian kok.

“Tadi lebih menajamkan akurasi pukulan dan lebih menikmati saja pukulan-pukulannya. Lawan pun pemain bagus, mereka mainnya ulet dan tidak mudah mati sendiri. Bola-bola dari mereka juga kadang menyulitkan,” kata Rian menanggapi.

Di babak kedua, Fajar/Rian akan bertemu dengan ganda putra asal Taiwan antara Lu Ching Yao/Yang Po Han dan Liao Min Chun/Su Ching Heng.

“Kami masih menunggu lawan di babak kedua, yang dua-duanya dari Taiwan. Kebanyakan pemain Taiwan itu tenaganya kuat, jadi kami harus siap antisipasi di bagian ini,” tutur Fajar menambahkan.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyumbangkan kemenangan perdana bagi kontingen Indonesia di China Open setelah menumbangkan Bodin Isara/Maneepong Jongjit 21-14, 21-11 di babak pertama.

Pada pertandingan yang berlangsung di Changzhou China, Selasa, pasangan unggulan ketujuh ini menyudahi perlawanan Isara/Jongjit hanya dalam waktu 21 menit.

Kemenangan tersebut juga menjadi keunggulan perdana bagi Fajar/Rian dalam catatan pertemuan kedua pasang pemain tersebut.

Pada turnamen yang berlangsung 17-22 September, Indonesia menurunkan empat pasang ganda putra. Selain Fajar/Rian, tiga lainnya ialah peringkat pertama dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, dan unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar satu juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp14 miliar.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari pertama China Open 2019, delapan wakil Indonesia siap tanding

Jakarta (ANTARA) – Delapan wakil Indonesia siap menjalani laga babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China mulai 17 hingga 22 September 2019.

Berdasarkan laman resmi BWF, kedelapan wakil yang akan bertanding di babak penyisihan 32 besar pada Selasa (17/9) itu terdiri dari tiga tunggal putra, satu tunggal putri, dua ganda putra dan dua ganda campuran.

Di sektor tunggal putra, tiga wakil Indonesia, yakni Tommy Sugiarto yang akan berhadapan dengan pemain Hong Kong Wong Wing Ki Vincent, dan unggulan ke-empat Jonatan Christie yang akan melawan rekannya sendiri Shesar Hiren Rhustavito.

Sementara itu, wakil tim Merah Putih di sektor tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung akan bertemu dengan pebulu tangkis asal Amerika Serikat (AS) Beiwen Zhang.

Selanjutnya di sektor ganda putra, Indonesia memiliki dua wakil, yaitu unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dan unggulan ketujuh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Bodin Isara/Maneepong Jongjit dari Thailand.

Di sektor ganda campuran, dua wakil yang akan bertanding, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari melawan pasangan Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, dan unggulan ke-enam Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menghadapi pasangan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa.

Pertandingan babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 dengan hadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat tersebut akan dilaksanakan pada Selasa (17/9) mulai pukul 10.00 waktu Changzhou.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI umumkan tim Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Junior di Rusia

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menentukan pemain-pemain muda terbaik yang akan dikerahkan dalam Kejuaraan Dunia Junior atau World Junior Championships (WJC) 2019 yang akan digelar di Kazan, Rusia, mulai 30 September hingga 13 Oktober 2019.

Secara keseluruhan, menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, terdapat sebanyak 26 atlet muda yang akan diturunkan dalam kejuaraan bulu tangkis kelompok usia U-19 tersebut dengan rincian 12 atlet putra dan 14 atlet putri.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim Indonesia itu pun menargetkan tiga medali emas dalam ajang tersebut. Satu medali dari tim beregu campuran, sedangkan dua medali lainnya dari nomor perorangan.

“Peluang terbuka lebar, materi pemain junior kita juga cukup bagus. Mudah-mudahan semua atlet siap tanding, mau lebih kerja keras lagi dan lebih yakin lagi, terutama di saat-saat kritis. Ini kesempatan untuk tim Indonesia meraih gelar,” kata Susy melalui siaran pers resmi PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Baca juga: Tim Indonesia siap berlaga di China Open 2019

Kejuaraan bulu tangkis dunia junior 2019 akan dimainkan dalam dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Kompetisi beregu akan dilaksanakan terlebih dahulu pada 30 September hingga 5 Oktober 2019, kemudian dilanjutkan dengan nomor perorangan.

Pada nomor beregu, format pertandingan yang digunakan adalah beregu campuran, seperti di Piala Sudirman.

Baca juga: Susy Susanti dorong semua pemain tampil maksimal di China Open 2019

Berikut skuat Indonesia di World Junior Championships 2019.

Tunggal putra

1. Christian Adinata

2. Yonathan Ramlie

3. Syabda Perkasa Belawa

4. Bobby Setiabudi

Tunggal putri

1. Putri Kusuma Wardhani

2. Stephanie Widjaja

3. Yasnita Enggira Setiawan

4. Aisyah Sativa Fatetani

Ganda putra

1. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin

2. Dwiki Rafian Restu/Bernardus Bagas Kusuma Wardana

3. Muhammad Galih Rezka Ramadhan/Gavy Anak Satryadi

Ganda putri

1. Putri Syaikah/Nita Violina Marwah

2. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi

3. Melani Mamahit/Tryola Nadia

Ganda campuran

1. Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil

2. Dwiki Rafian Restu/Metya Inayah Cindiani

3. Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning

4. M Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia raih dua gelar juara Myanmar International Series 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia berhasil meraih dua gelar juara dalam turnamen Myanmar International Series 2019 yang diselenggarakan di National Badminton Stadium, Yangon, Myanmar.

Dalam laga final yang berlangsung pada Minggu (15/9), Indonesia memenangkan dua gelar juara, yakni di kategori ganda putra dan kategori tunggal putri.

Gelar juara ganda putra berhasil direbut oleh pasangan Emanuel Randhy Febryto/Ferdian Mahardika Ranialdy setelah menaklukkan pasangan asal Thailand Ruttanapak Oupthong/Nanthakarn Yordphaisong dalam dua gim berdurasi 35 menit dengan skor 21-16, 21-15.

“Fisik kami rasanya seperti sudah tinggal ampas saja, karena karena kami bertanding hampir non-stop, mulai dari babak penyisihan sampai final,” kata Randhy melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Baca juga: Tim Indonesia siap berlaga di China Open 2019

Menurut dia, pada partai puncak tersebut, lawannya kerap bermain dengan tempo cepat, sehingga pertandingan berlangsung secara menegangkan, terutama bagi pendukung masing-masing regu.

“Meskipun badan seperti tinggal ampas, kami tetap berjuang memberikan performa terbaik saat final. Kami bekerja sama dan saling berbagi tugas untuk terus menghujani tim lawan dengan smash-smash tajam,” ujar Randhy.

Baca juga: Della/Rizki juara ganda putri Vietnam Open 2019

Satu gelar juara lainnya berasal dari sektor tunggal putri yang dipersembahkan oleh Sri Fatmawati melalui laga all Indonesian final. Saat itu, Sri mengalahkan rekannya sendiri, yaitu Maharani Sekar Batari dalam dua gim yang berjalan selama 40 menit dengan perolehan 21-16, 21-13.

Sementara itu, selama berlangsungnya turnamen tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon beserta perwakilan dari masyarakat Indonesia yang ada di Myanmar turut hadir memberikan dukungan.

Myanmar International Series 2019 berlangsung sejak 9 hingga 15 September 2019. Beberapa negara yang berpartisipasi dalam turnamen itu, antara lain Indonesia, Myanmar, Malaysia, Thailand, India, Chinese Taipei, Inggris serta Uzbekistan.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Indonesia siap berlaga di China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sederet pemain terbaik bulu tangkis Indonesia siap berjuang maksimal dalam turnamen Victor China Open 2019 yang akan diselenggarakan mulai 17 hingga 22 September 2019 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam turnamen bulu tangkis level Super 1000 tersebut, berdasarkan laman resmi BWF, Indonesia mengirimkan sebanyak 24 pemain dengan rincian empat tunggal putra, dua tunggal putri, satu ganda putri, empat ganda putra, dan empat ganda campuran.

Pada sektor tunggal putra, empat pemain yang akan tampil, yaitu Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, dan Tommy Sugiarto.

Kemudian pada sektor tunggal putri terdapat dua wakil, yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Sementara itu, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan menjadi satu-satunya perwakilan tim Garuda di sektor ganda putri.

Baca juga: PBSI targetkan dua gelar juara di Yuzu Indonesia Masters 2019

Baca juga: Fajar/Rian tak ingin anggap enteng Indonesia Masters 2019

Selanjutnya, Indonesia mengerahkan empat pasangan pada ganda putra, yaitu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.

Terakhir, pada ganda campuran juga terdapat empat perwakilan, pasangan Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Baca juga: Persaingan ketat Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra menuju Olimpiade 2020

Baca juga: PBSI biarkan ganda putra bersaing sebelum putuskan wakil ke Tokyo

Tim Indonesia dijadwalkan akan mulai menjalani sesi latihan sekaligus menjajal arena pertandingan pada Senin (16/9) mulai pukul 18.00 waktu Changzhou.

Victor China Open 2019 bukan hanya menawarkan total hadiah yang besar, yakni mencapai 1 juta dolar AS, tetapi juga poin yang tinggi.

Dengan demikian, seluruh pemain dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk mengumpulkan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 sekaligus meningkatkan peringkatnya masing-masing.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy Susanti dorong semua pemain tampil maksimal di China Open 2019

China Open ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak rangking masing-masing pemain

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti meminta kepada seluruh pemain agar berjuang semaksimal mungkin di turnamen China Open 2019.

“Semua pemain harus tampil maksimal, berjuang penuh. Poin-poin yang diraih dalam turnamen ini sangat penting, supaya nantinya bisa mengikuti Olimpiade Tokyo 2020,” kata Susy Susanti kepada Antara di Jakarta, Senin.

Selain pengumpulan poin untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, menurut dia, turnamen China Open 2019 juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pemain untuk meningkatkan rangking masing-masing.

Baca juga: Wiranto: jangan sepelekan pencarian bibit-bibit muda bulu tangkis
 

“Jadi selain mengumpulkan poin untuk Olimpiade, turnamen China Open ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak rangking masing-masing pemain. Turnamen ini poinnya tinggi,” ujar Susy.

Lebih lanjut, dia menilai sektor ganda putra memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara dalam turnamen tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan jika sektor lain juga dapat memberikan kejutan.

“Yang paling stabil permainannya sampai dengan saat ini memang Saat ini yang paling stabil memang ganda putra. Tapi, sektor-sektor lain juga punya peluang untuk jadi juara, diantaranya tunggal putra dan ganda campuran,” ungkap Susy.

Susy Susanti. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean) (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/) Baca juga: PBSI biarkan ganda putra bersaing sebelum putuskan wakil ke Tokyo

Oleh karena itu, dia mengharapkan agar seluruh pemain dapat mengerahkan kemampuan masing-masing secara maksimal, sehingga Indonesia dapat meraih prestasi terbaik dalam turnamen level Super 1000 tersebut.

Turnamen bulu tangkis China Open 2019 BWF World Tour Super 1000 akan diselenggarakan mulai 17 hingga 22 September 2019 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China.

Tim Indonesia dijadwalkan akan memulai latihan sekaligus menjajal arena pertandingan pada Senin (16/9) mulai pukul 18.00 waktu Changzhou.

Baca juga: Susy: pergantian pelatih perlu pertimbangkan banyak faktor

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sambut Indonesia Masters 2019, GOR Ken Arok Malang dibenahi

Malang (ANTARA) – Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok yang berlokasi di Kedungkandang, Kota Malang, segera dibenahi untuk menyambut gelaran Indonesia Masters 2019 yang bakal berlangsung pada 1-6 Oktober.

Ajang bergengsi olahraga bulu tangkis ini akan digelar di GOR Ken Arok Kota Malang yang diikuti oleh para pebulu tangkis dari 15 negara.

“Kami akan mempersiapkannya dengan maksimal, termasuk membenahi semua fasilitas umum maupun lainnya yang dibutuhkan atlet, ofisial dan lainnya,” kata Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni di Malang, Jawa Timur, Minggu.

Selain membenahi berbagai fasilitas penunjang, kata Ida Ayu, berbagai sisi dari GOR Ken Arok juga akan dipercantik, seperti membenahi bangunan yang mulai rapuh dan membersihkan dinding bangunan serta mengecatnya dengan warna-warna cerah.

“Perbaikan dan pemeliharaan akan kami lakukan karena ini merupakan ajang internasional. Yang akan kami perbaiki dulu ialah toilet. Karena yang datang ini orang dari luar negeri dan mereka tidak mau melihat toiletnya kotor,” ujarnya .

Ida Ayu mengaku, GOR Ken Arok sebelumnya telah di survei terlebih dahulu oleh tim World Badminton Federation (WBF) sebelum dijadikan venue Indonesia Masters 2019.

Rencananya, pada tanggal 16 September 2019, tim WBF akan datang kembali ke GOR Ken Arok untuk melakukan survei. “Besok (16/9) mereka (Tim WBF) akan kembali. Selain ke GOR Ken Arok juga akan ke GOR Jagung,” katanya.

Dalam perhelatan Indonesia Masters 2019, Indonesa akan menurunkan 139 pebulu tangkis muda. Turnamen level super 100 ini akan diikuti 15 negara, termasuk tuan rumah Indonesia.

Indonesia akan mengandalkan sektor ganda putra yang diwakili Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto yang menjadi unggulan pertama di ajang ini.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah 75.000 dolar AS ini sekaligus menjadi ajang pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Della/Rizki juara ganda putri Vietnam Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019 yang diselenggarakan di Nguyen Du Club, Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dalam partai puncak yang berlangsung pada Minggu (15/9), Della/Rizki yang menyandang status sebagai unggulan pertama itu sukses menaklukkan pasangan Huang Jia/Zhang Shu Xian dari China.

Berdasarkan laman resmi BWF, Della/Rizki mengalahkan pasangan tersebut dalam dua gim yang berlangsung selama 35 menit dengan skor 21-18, 21-17.

Selama berlangsungnya pertandingan, Della/Rizki terus memimpin perolehan angka. Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Della/Rizki pun mampu menembus pertahanan lawan mulai dari awal permainan.

Pada gim kedua menit ke-35, Della/Rizki berhasil mengakhiri permainan dengan hasil unggul atas pasangan China tersebut. Dengan demikian, Della/Rizki meraih medali emas.

Sebelum melaju ke babak final, Della/Rizki menyingkirkan pasangan asal Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu dalam dua gim berdurasi 34 menit dengan skor akhir 21-18, 21-12 di babak semifinal, Sabtu (14/9) kemarin.

Selain Della/Rizki, masih ada juara-juara lainnya dalam turnamen berhadiah total 75.000 dolar Amerika Serikat tersebut. Di sektor ganda putra, unggulan ketiga Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae menang atas rekan se-negaranya Na Sung Seung/Wang Chan dengan skor 18-21, 21-16, 21-14.

Kemudian di partai tunggal putri, unggulan kelima China Zhang Yi Man mengalahkan pemain asal Jepang Asuka Takahashi dengan skor 21-18, 21-11. Sedangkan di partai tunggal putra, unggulan kedua India Sourabh Verma keluar sebagai juara usai menaklukkan Sun Fei Xiang dari China dengan skor 21-12, 17-21, 21-14.

Terakhir, sektor ganda campuran dimenangkan oleh pasangan China Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian setelah menumbangkan unggulan ke-enam Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching dalam tiga gim dengan skor 18-21, 22-20, 21-8.

Baca juga: Jadwal final Vietnam Open 2019, Della/Rizki tantang Huang/Zhang

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal final Vietnam Open 2019, Della/Rizki tantang Huang/Zhang

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta siap berlaga di babak final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019 di Nguyen Du Club, Ho Chi Minh City, Vietnam, Minggu.

Dalam partai puncak tersebut, melansir laman resmi BWF, Della/Rizki yang menyandang status sebagai unggulan pertama itu akan berhadapan dengan pasangan Huang Jia/Zhang Shu Xian yang berasal dari China.

Sebelum melaju ke babak final, Della/Rizki sebelumnya telah menyingkirkan pasangan asal Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu dalam dua gim berdurasi 34 menit dengan perolehan 21-18, 21-12 di babak semifinal, Sabtu (14/9) kemarin.

Baca juga: Della/Rizki melaju ke final Vietnam Open 2019

Sementara itu, Huang/Zhang menumbangkan wakil ganda putri Indonesia Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet dalam dua gim yang berjalan selama 37 menit dengan skor 12-21, 21-23.

Pertandingan babak final turnamen bulu tangkis level Super 100 yang berhadiah total 75.000 Dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Minggu mulai pukul 13.00 waktu setempat.

Baca juga: Sektor tunggal putra-putri terhenti di babak kedua Vietnam Open

Berikut jadwal lengkap babak semifinal turnamen Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019.
 

Mulai pukul 13.00 waktu Vietnam – Lapangan 1

XD – Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching (6) (TPE) vs Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian (CHN)

WS – Asuka Takahashi (JPN) vs Zhang Yi Man (5) (CHN)

MS – Sun Fei Xiang (CHN) vs Sourabh Verma (2) (IND)

WD – Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (1) (INA) vs Huang Jia/Zhang Shu Xian (CHN)

MD – Choi Solgyu/Seo Seung Jae (3) (KOR) vs Na Sung Seung/Wang Chan (KOR)
 

Keterangan:

XD: ganda campuran

WS: tunggal putri

MS: tunggal putra

WD: ganda putri

MD: ganda putra

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Della/Rizki melaju ke final Vietnam Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta melaju ke babak final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019 setelah di semifinal mengalahkan pasangan asal Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu.

Pada pertandingan yang berlangsung di Nguyen Du Club, Ho Chi Minh City, Vietnam, Sabtu berdasarkan laman resmi BWF, Della/Rizki menaklukkan pasangan asal Jepang itu dengan dua gim langsung 21-18 21-12 dalam waktu 34 menit.

Baca juga: Jadwal semifinal Vietnam Open 2019, dua ganda putri siap tempur

Sepanjang jalannya permainan, Della/Rizki terus memimpin. Serangan-serangan yang dilancarkan oleh Della/Rizki pun kerap menembus pertahanan lawan hingga akhirnya pertandingan berakhir dengan kemenangan untuk Della/Rizki.

Pada babak semifinal itu, hanya ada dua wakil ganda putri Indonesia yang berlaga. Dari kedua wakil tersebut, hanya ada satu pasangan yang dapat melanjutkan ke babak semifinal, yaitu Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Berbeda dengan nasib Della/Rizki, pasangan ganda putri lainnya yang juga tampil di semifinal, yakni Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet tidak dapat mengikuti langkah rekannya itu hingga ke laga puncak.

Anggia/Pia ditekuk oleh pasangan China Huang Jia/Zhang Shu Xian dalam dua gim yang berjalan selama 37 menit dengan skor 12-21, 21-23. Dengan demikian, Anggia/Pia tidak dapat melanjutkan ke babak final.

Selanjutnya di laga puncak, Della/Rizki akan berhadapan dengan pasangan China Huang/Zhang yang baru saja mengalahkan rekannya Anggia/Pia di semifinal itu.

Pertandingan babak final turnamen bulu tangkis level Super 100 dengan hadiah total mencapai 75.000 Dolar Amerika Serikat tersebut akan dilaksanakan pada Minggu (14/9) mulai pukul 13.00 waktu Vietnam.

Baca juga: Dua ganda putri Indonesia lolos ke semifinal Vietnam Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal semifinal Vietnam Open 2019, dua ganda putri siap tempur

Jakarta (ANTARA) – Dua wakil Indonesia akan meneruskan perjalanan mereka di babak semifinal turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019 yang berlangsung pada Sabtu (14/9) di Nguyen Du Club, Ho Chi Minh City, Vietnam.

Dalam laga tersebut, berdasarkan laman resmi BWF, Sabtu, Indonesia memiliki dua wakil  yang berasal dari sektor ganda putri, yaitu Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet.

Unggulan pertama Della/Rizki akan berhadapan dengan pasangan Erina Honda/Nozomi Shimizu. Sementara itu, Anggia/Pia harus menghadapi pasangan yang berasal dari China Huang Jia/Zhang Shu Xian.

Pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 100 yang berhadiah total 75.000 Dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Sabtu mulai pukul 13.00 waktu setempat.

Berikut jadwal lengkap babak semifinal turnamen Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019.

Mulai pukul 13.00 waktu Vietnam – Lapangan 1

Ganda campuran – Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian (China) vs Tadayuki Urai/Rena Miyaura (Jepang)

Tunggal putri  – Natsuki Oie (Jepang) vs Asuka Takahashi (Jepang)

Tunggal putra – Minoru Koga (Jepang) vs Sourabh Verma (2) (India)

Ganda putri – Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (1) (Indonesia) vs Erina Honda/Nozomi Shimizu (Jepang)

Ganda putra – Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (4) (China Taipei) vs Na Sung Seung/Wang Chan (Korea)

Mulai Pukul 13.05 waktu Vietnam – Lapangan 2

Ganda campuran – Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching (6) (China Taipei) vs Hee Chun Mak/Chau Hoi Wah (5) (Hong Kong)

Tunggal putra – Sun Fei Xiang (China) vs Lin Yu Hsien (China Taipei)

Ganda putra – Tinn Isriyanet/Kittinupong Kedren (Thailand) vs Choi Solgyu/Seo Seung Jae (3) (Korea)

Tunggal putri – Zhang Yi Man (5) (China) vs Wang Zhi Yi (China)

Ganda putri – Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet (ndonesia) vs Huang Jia/Zhang Shu Xian (China)

Baca juga: Dua ganda putri Indonesia lolos ke semifinal Vietnam Open 2019

Baca juga: Lima wakil Indonesia siap tampil di perempat final Vietnam Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda putri Indonesia lolos ke semifinal Vietnam Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Dua perwakilan Indonesia dari sektor ganda putri berhasil melaju ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019 yang diselenggarakan di Nguyen Du Club, Ho Chi Minh City, Vietnam.

Pada babak perempat final yang berlangsung Jumat (13/9), terdapat lima wakil Indonesia yang berlaga. Dari kelima wakil tersebut, hanya ada dua wakil ganda putri yang dapat melanjutkan ke babak semifinal, yaitu Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Baca juga: Lima wakil Indonesia siap tampil di perempat final Vietnam Open 2019

Pasangan Anggia/Pia sukses menaklukkan pasangan asal Thailand Chasinee Korepap/Kwanchanok Sudjaipraparat dalam dua gim dengan skor 21-14, 21-19.

Sedangkan Della/Rizki mengalahkan unggulan ke-enam Thailand Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong dalam tiga gim dengan perolehan 11-21, 21-14, 21-17.

Pada laga semifinal yang akan digelar pada Sabtu (14/9), berdasarkan laman resmi BWF, Anggia/Pia akan menghadapi pasangan China Huang Jia/Zhang Shu Xian, dan Della/Rizki akan bertemu pasangan Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu.

Sementara itu, tiga wakil yang harus terhenti di babak perempat final, yaitu ganda campuran Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet yang ditumbangkan oleh unggulan ke-enam Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching dalam tiga gim dengan skor 21-14, 12-21, 19-21.

Kemudian ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang kalah dari pasangan Korea Selatan Na Sung Seung/Wang Chan dengan perolehan 16-21, 23-21, 12-21.

Lalu, ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah yang ditaklukkan oleh pasangan Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu dalam dua gim dengan skor 17-21, 19-21.

Pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 100 dengan hadiah total mencapai 75.000 Dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Sabtu (14/9) besok mulai pukul 13.00 waktu Vietnam.

Baca juga: Indonesia raih tiga gelar di Vietnam Open
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Foo Kok Keong International Cup 2019

Pasangan mantan pebulu tangkis Malaysia Foo Kok Keong (tengah) dan mantan pebulu tangkis Thailand Boonsak Ponsana mengembalikan kok ke pasangan mantan pebulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir dan Taufik Hidayat pada eksibisi pembukaan 8th Foo Kok Keong International Cup 2019 di Taufik Hidayat Arena, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Kejuaraan bulu tangkis internasional yang diambil dari nama mantan juara Piala Thomas Malaysia tahun 1992 Foo Kok Keong itu diikuti 16 tim dari 10 negara dan berlangsung 13-15 September 2019. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama.

Lima wakil Indonesia siap tampil di perempat final Vietnam Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise Vietnam Open 2019 yang diselenggarakan di Nguyen Du Club, Ho Chi Minh City, Vietnam pada Jumat (13/9).

Di sektor ganda putri, melansir laman resmi BWF, Indonesia memiliki tiga wakil. Pasangan yang diunggulkan, yakni Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta yang akan menghadapi unggulan ke-enam Thailand Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong.

Kemudian, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah yang akan melawan pasangan Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu dan Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet menghadapi pasangan Thailand Chasinee Korepap/Kwanchanok Sudjaipraparat.

Selanjutnya, di sektor ganda putra terdapat satu perwakilan, yaitu Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang akan berhadapan dengan pasangan asal Korea Selatan Na Sung Seung/Wang Chan.

Sementara itu, dari sektor ganda campuran, Indonesia juga hanya memiliki satu wakil, yakni Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet yang akan bertemu dengan unggulan keenam Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 100 dengan hadiah total 75.000 Dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat (13/9) mulai pukul 17.00 waktu Vietnam.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum masih cari format audisi atlet 2020

Jakarta (ANTARA) – Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum mengaku masih mencari format audisi atlet pada 2020 meski sebelumnya dihentikan setelah berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena dinilai mengeksploitasi anak.

“2020 kami tetap akan menjalankan audisi, tapi untuk bentuk dan formatnya belum diputuskan. Yang jelas sistem audisi akan jauh lebih baik” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Risimin saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.

Polemik antara PB Djarum dengan KPAI berakhir setelah ada pertemuan yang melibatkan pihak Kemenpora dan Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Salah satu poin yang didapat adalah audisi tetap berjalan sejak saat ini dan seterusnya.

Baca juga: KPAI: Djarum sepakat tak gunakan logo dalam audisi bulu tangkis

Untuk audisi beasiswa bulu tangkis tahun ini, kata Yoppy pihaknya mengalah dengan tidak menggunakan atribut atau merk Djarum. Hal ini sudah dimulai pada audisi di Purwokerto, Jawa Tengah yang berakhir awal pekan ini.

“Kita mengalah di 2019 untuk menghindari gaduh. Yang jelas audisi yang sudah ada akan terus berjalan untuk mengakomodir calon peserta yang sudah mendaftar. Kami menggunakan nama Audisi Umum Beasiswa Bulu tangkis tanpa menggunakan logo, merk dan brand image Djarum, ” kata Yoppy menambahkan.
  Sejumlah atlet PB Djarum melakukan latihan rutin di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/6). PB Djarum melaksanakan audisi atlet untuk menyeleksi bibit-bibit pebulutangkis berkualitas usia dibawah 15tahun. (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari )

Khusus untuk 2020, Yoppy menjelaskan jika pihaknya akan mengupayakan tetap menggunakan nama PB sesuai yang ada saat ini karena itu merupakan nama klub. Hanya saja, semuanya tergantung dengan situasi yang berkembang.

“Terus terang hingga saat ini masih dalam kajian. Ada yang mendukung dengan menggunakan PB (Djarum) ada juga yang tidak. Makanya hingga saat ini kami terus menggodoknya. Termasuk format dan istilah,” kata Yoppy menjelaskan.

Baca juga: Para pengurus besar olah raga dukung audisi jalan terus

Penggodokan format pencarian atlet potensial dan penggunaan istilah ini dilakukan oleh para legenda bulu tangkis Indonesia yang selama ini menjadi tulang punggung audisi dan pihak Djarum Foundation sebagai penyelenggara audisi.

Sebelumnya polemik PB Djarum dengan KPAI menjadi sorotan masyarakat. Pro dan kontra terjadi terutama di media sosial. Kondisi ini membuat pemerintah turun tangan untuk menyelesaikannya mengingat PB Djarum merupakan salah satu tim yang banyak menyumbangkan atlet ke tim nasional dan prestasinya tidak diragukan lagi.

Baca juga: Moeldoko nilai tak ada eksploitasi anak dalam audisi Djarum

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taufik Hidayat: audisi bulu tangkis bukan jalan satu-satunya

Jakarta (ANTARA) – Mantan pebulu tangkis tunggal putra IndonesiaTaufik Hidayat menilai bahwa audisi bulu tangkis bukanlah satu-satunya jalan yang bisa mengantarkan seseorang menuju puncak bulu tangkis dunia.

“Audisi seolah-olah menjadi satu satunya jalan untuk bisa menjadi pebulu tangkis top. Dulu saya gak ikut audisi bisa aja. Masih banyak. Chandra Wijaya juara Olimpiade enggak. Riky, Rexy enggak juga,” kata Taufik di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Taufik menanggapi kasus PB Djarum yang sempat memutuskan pamit dan menghentikan audisinya pada 2020.

Baca juga: KPAI dan PB Djarum sepakat akhiri polemik audisi bulu tangkis

Pemberitaan itu pun lantas menghasilkan polemik yang tak pernah habis menjadi perdebatan di jagat media sosial. Bahkan tagar-tagar seperti #KamiBersamaKPAI dan #BubarkanKPAI sempat tersemat menjadi trending topic di twitter.

“Sekarang yang memperbesar masalah di media sosial saja. Sebenarnya tinggal duduk bareng kan selesai. Jangan sampai juga saling menyalahkan karena gak akan pernah selesai. Jadi makanan publik aja,” kata Taufik menjelaskan.

Ia lantas tidak mendukung pihak manapun. Namun Taufik tidak menampik bahwa peran PB Djarum sangat besar dalam memajukan bulu tangkis Indonesia, sehingga dengan pemberhentian audisi pada 2020 telah menimbulkan dilema luar biasa.

Di satu sisi, peraih medali emas Olimpiade 2004 itu mengatakan bahwa KPAI pasti mempunyai alasan kuat melarang PB Djarum melakukan audisi. Tetapi di sisi lain, PB Djarum adalah salah satu klub yang mampu dan mau menyokong dana untuk melahirkan regenerasi atlet-atlet anyar di masa depan.

Namun Taufik bersyukur mengetahui kebisingan yang menjalar hingga media sosial itu reda setelah kedua belah pihak akhirnya mau membuka diri dan melakukan mediasi. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora.

Pertemuan yang dihadiri oleh Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh dan Sekjen PP PBSI Achmad Budiarto itu telah menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa audisi bulu tangkis akan tetap berjalan.

Pertemuan tersebut menyepakati bahwa PB Djarum akan mengubah nama Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis, tanpa menggunakan logo, merk, dan brand image Djarum.

“Perjanjiannya mereka (KPAI dan PB Djarum) yang tahu.

Kalau sudah (selesai), ya syukur bisa masih tetap jalan karena (perdebatan) ini gak akan selesai dan hanya akan menjadi makanan publik,” ucap Taufik.

Baca juga: KPAI: Djarum sepakat tak gunakan logo dalam audisi bulu tangkis

Baca juga: Moeldoko nilai tak ada eksploitasi anak dalam audisi Djarum

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ricki/Pia wakili Indonesia di perempat final ganda campuran

Jakarta (ANTARA) – Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet menjadi wakil tunggal ganda campuran Indonesia di babak perempat final Vietnam Open 2019 setelah melalui babak kedua dengan mengalahkan unggulan pertama Mark Lamfuss/Isabel Herttrich.

Ricky/Pia unggul 21-21, 23-21, 21-16 atas Mark/Isabel dalam pertandingan berdurasi 50 menit di Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis petang.

Kemenangan ini sekaligus membuka keunggulan 1-0 atas Mark/Isabel dalam pertemuan perdana mereka tersebut.

Selanjutnya Ricky/Pia akan bertemu pasangan unggulan keenam asal China Taipei Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching di perempat final.

Ricky yang juga berpasangan dengan Angga Pratama (unggulan kelima) di ganda putra harus terhenti di babak kedua setelah dikalahkan lawan asal China Taipei yaitu Lin Chia Yu/Yang Ming-Tse dengan skor 10-21, 20-22.

Sementara Pia pada hari Jumat akan menjalani dua pertandingan, dengan salah satu lainnya pada sektor ganda putri yang berpasangan dengan Anggia Shitta Awanda.

Di babak delapan besar ganda putri, Pia/Anggia akan melawan Chasinee Korepap/Kwanchanok Sudjaipraparat dari Thailand.

Baca juga: Tiga ganda putri sukses ke perempat final Vietnam Open

Baca juga: Ganda putra sisakan Fikri/Bagas ke perempat final Vietnam

Baca juga: Sektor tunggal putra-putri terhenti di babak kedua Vietnam Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet 90-an kenang BJ Habibie

Jakarta (ANTARA) – Para atlet yang berkarir pada tahun 1990-an mengenang Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, yang wafat Rabu (11/9) sebagai sosok yang ramah dan bijaksana.

Mantan pebulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat, yang pernah berpartisipasi pada SEA Games 1999 mengatakan bahwa ia ingat betul kata-kata Habibie yang disampaikan kepada timnas yang baru pulang dari Thomas Cup 1998.

“Meskipun saya bukan dalam tim Thomas Cup, tapi pesan Pak Habibie begini, ‘meskipun negara kita sedang rusuh, tapi hanya bulu tangkis yang menyatukan dan mengharumkan Indonesia melalui Thomas Cup itu’,” kata Taufik Hidayat di Jakarta, Kamis.

Senada dengan Taufik, Hariyanto Arbi yang bermain pada ajang Piala Thomas 1998 itu mengatakan bahwa Habibie adalah sosok yang ramah.

“Pak Habibie yang saya tahu orangnya ramah dan dia selalu mengingatkan bawa meskipun kita berbeda-beda, tapi jika bisa bersatu akan jadi kekuatan yang dasyat,” kata Hariyanto ketika mengenang Habibie.

Kata-kata itu disampaikan Habibie dalam sambutannya saat menyambut tim Indonesia yang menang pada Piala Thomas 1998.

Rekan satu tim Hariyanto, Hendrawan juga turut mengenang bahwa tim Indonesia saat itu dilepas oleh Presiden Soeharto untuk berangkat ke Hong Kong mengikuti Thomas Cup, tetapi pulang disambut oleh Presiden BJ Habibie.

“Pak Habibie cuma bilang kepada Tim Piala Thomas yang juara pada situasi sulit. ‘Sedikitnya bisa mengobati luka bangsa akibat kerusuhan’,” kata Hendrawan.

BJ Habibie wafat di RSPAD setelah menjalani perawatan intensif sejak awal September. Ia dimakamkan di TNMP Kalibata Jakarta, Kamis di sebelah pusara istrinya Ainun Habibie.

Baca juga: Habibie wafat, Hendrawan kenang Piala Thomas 1998

Baca juga: “8th Foo Kok Keong Cup”, ajang reuni legenda bulu tangkis

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga ganda putri sukses ke perempat final Vietnam Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tiga ganda putri bulu tangkis Indonesia berhasil melangkah ke babak perempat final Vietnam Open 2019.

Pasangan yang terdiri atas Della Destiara Haris/Rizki Amelia Praditpa, Ni Ketut Mahadewi Istarani/ Tania Oktaviani Kusumah, dan Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet berhasil melampaui pertandingan babak kedua yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Kamis.

Della/Rizki yang menjadi unggulan pertama sukses mengalahkan Chisato Hoshi/Aoi Matsuda dari Jepang yang baru bertemu untuk pertama kalinya dengan skor 21-19 dan 21-17.

Kemudian Ketut/Tania lolos setelah mengalahkan ganda putri unggulan keempat asal China Li Xuan Xuan/Xia Yu Tinh 21-18, 21-17 hanya dalam 37 menit.

Terakhir ialah Anggia/Pia yang secara cepat menundukkan Alexandra Boje/Mette Poulsen dari Denmark dengan 21-17, 21-14 melalui pertandingan 31 menit.

Hasil tersebut tentu menggembirakan karena sektor ganda putri belum kehilangan salah satu skuatnya pada babak kedua.

Timnas Indonesia sempat kehilangan dua pasangan ganda putri di babak pertama, yaitu Yulfira Barkah/Agatha Imanuela yang terpaksa meladeni “perang saudara” dengan Ketut/Tania.

Namun Ketut/Tania berhasil membalaskan kekalahan rekan senegara mereka yaitu Siti Fadia Silva/Ribka Sugiarto, yang dikalahkan Xuan/Tinh di babak pertama.

Selanjutnya, dua pasangan Indonesia akan menghadapi lawan dari Thailand di babak delapan besar.

Della/Rizki akan bertemu pasangan unggulan keenam Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong, dan Anggia/Pia yang akan menghadapi Chasinee Korepap/Kwanchanok Sudjaipraparat.

Sedangkan Ketut/Tania akan menghadapi Erina Honda/Nozomi Shimizu dari Jepang.

Baca juga: Ganda putra sisakan Fikri/Bagas ke perempat final Vietnam

Baca juga: Sektor tunggal putra-putri terhenti di babak kedua Vietnam Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra sisakan Fikri/Bagas ke perempat final Vietnam

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia dalam turnamen bulutangkis Vietnam Open 2019 hanya menyisakan pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana untuk melaju ke babak perempat final.

Empat pasang lainnya yaitu Akbar Bintang Cahyono/Moh Reza Pahlevi, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche, Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama, Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra terhenti di babak kedua.

Pada laga yang berlangsung di Ho Chi Minh City Vietnam, Kamis, Fikri/Bagas maju ke perempat final usai mengalahkan pasangan unggulan ketujuh asal China Ou Xuan Yi/Zhang Nan dengan skor 14-21, 28-26, 21-14.

Fikri/Bagas pun memimpin skor pertemuan perdana mereka dengan 1-0.

Pada babak delapan besar, mereka akan bertemu dengan Na Sung Seung/Wang Chan dari Korea Selatan.

Pasangan kualifikasi ini lolos ke perempat final setelah mengalahkan unggulan kedua asal Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel 21-19, 19-21, 21-18.

Fikri/Bagas sudah mencatatkan satu kemenangan atas Seung/Chan dalam pertemuan sebelumnya di Hyderabad Open satu bulan sebelumnya.

Sementara itu, Akbar/Reza dikalahkan lawan asal Thailand Tinn Isriyanet/Kittinipung Kedren dengan skor 17-21, 14-21.

Pramudya/Yeremia ditundukkan unggulan ketiga asal Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae 20-22, 21-19, 13-21 dalam waktu 50 menit.

Pasangan ganda putra ketiga yang gagal ialah Sabar/Frengky yang dikalahkan unggulan keempat dari China Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan 17-21, 12-21.

Sedangkan yang terakhir adalah Ricky/Angga (unggulan kelima) yang juga mengalami kekalahan dari lawan asal China Taipei yaitu Lin Chia Yu/Yang Ming-tse dengan skor 10-21, 20-22.

Baca juga: Sektor tunggal putra-putri terhenti di babak kedua Vietnam Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“8th Foo Kok Keong Cup”, ajang reuni legenda bulu tangkis

Jakarta (ANTARA) – Turnamen “8th Foo Kok Keong International Cup 2019” yang diselenggarakan pada 13-15 September akan menjadi ajang reuni legenda atlet bulu tangkis dari berbagai negara.

Indonesia, untuk pertama kalinya akan menjadi tuan rumah turnamen yang sudah digelar sejak 2012 itu. Pertandingan akan dilaksanakan di Taufik Hidayat Arena, Jakarta Timur, dengan mempertemukan para legenda pebulu tangkis yang sudah pensiun, termasuk juara Olimpiade 2004 Taufik Hidayat.

“Ini akan menjadi suatu kekangenan saya untuk bisa ikut bertanding dan bermain. Mudah-mudahan bisa memfasilitasi bagi para senior yang sudah selesai bermain buku tangkis,” kata Taufik Hidayat saat jumpa pers di Taufik Hidayat Arena, Jakarta, Kamis.

Taufik mengatakan bahwa kejuaran tersebut adalah kejuaraan master, di mana mantan pemain yang dulu pernah membela timnas negaranya akan bermain pada nomor ganda.

Mantan pemain timnas Malaysia, Foo Kok Keong pun antusias bisa menyelenggarakan kejuaraan tahun ini di Indonesia.

“Turnamen ini sangat bagus bagi semua pemain yang sudah pensiun dari bulu tangkis untuk merasakan kembali bermain bersama dengan para juara Olimpiade,” kata Foo Kok Keong.

Terdapat lima nomor yang akan dipertandingkan berdasarkan kelompok umurnya, yakni U-70, U-80, U-86, U-100, U-110. Nomor-nomor itu merupakan akumulasi dari usia para pemain.

Ada 16 tim berasal dari 10 negara yang akan tampil, antara lain Australia, Bangladesh, Hong Kong, India, Singapura, Thailand, Jepang, Myanmar, Malaysia, dan Indonesia.

Selain Taufik Hidayat, beberapa legenda bulu tangkis lainnya akan turut serta pada turnamen tersebut seperti Liliyana Natsir, Candra Wijaya, Rexy Mainaky, Alvent Yulianto, Markis Kido, Boonsak Ponsana (Thailand), Ong Ewe Hock ( Malaysia) juga akan turut serta.

Foo Kok Keong International Cup merupakan sebuah kejuaraan internasional yang diiniasi oleh mantan pemain timnas Malaysia, Foo Kok Keong sejak 2012. Turnamen ini menjadi sangat berbeda daripada turnamen biasanya karena pesertanya adalah para atlet yang sudah gantung raket.

Baca juga: Sektor tunggal putra-putri terhenti di babak kedua Vietnam Open

Baca juga: Rizki/Della ingin bermain tanpa beban di Vietnam Open

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI gembira audisi bulu tangkis dilanjutkan

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan respon positif terhadap kesepakatan bersama antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum terkait masalah audisi bulu tangkis yang diselenggarakan oleh PB Djarum.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiarto pun mengaku bahagia dengan akhir dari polemik tersebut karena itu berarti proses audisi bulu tangkis yang bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemain muda di Indonesia akan terus berjalan.

“Hari ini, yang paling berbahagia dengan hasil keputusan tersebut adalah PBSI. Karena itu artinya, proses pencarian bibit-bibit pebulutangkis muda di Tanah Air masih terus berlanjut, tidak berhenti,” kata Achmad di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Kamis.

Menurut dia, PBSI tidak dapat berjalan sendirian dalam membina sekaligus mencari bibit-bibit muda pemain bulu tangkis di Tanah Air. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi dari pihak swasta untuk memastikan bahwa proses regenerasi atlet itu dapat terus berlanjut.

“Dalam melakukan pencarian sekaligus pembinaan bibit-bibit muda, PBSI tidak bisa sendiri. Di sini, peran swasta sangat dibutuhkan, mengingat kemampuan pemerintah terbatas. Kolaborasi ini tentu bisa menghasilkan prestasi terbaik bagi bulu tangkis Indonesia di tingkat dunia,” tutur Achmad.

Seperti diketahui pada Kamis (12/9), KPAI dan PB Djarum telah melakukan pertemuan yang dimediasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh dan PP PBSI Achmad Budiharto.

Dari pertemuan tersebut, dihasilkan tiga poin penting. Pertama, PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis, tanpa menggunakan logo, merk dan brand image Djarum.

Poin kedua, yaitu KPAI juga bersepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian Audisi Djarum.

Poin ketiga, Kemenpora, KPAI dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini.

Baca juga: KPAI dan PB Djarum sepakat akhiri polemik audisi bulu tangkis

Baca juga: Para pengurus besar olah raga dukung audisi jalan terus

Baca juga: Moeldoko nilai tak ada eksploitasi anak dalam audisi Djarum

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sektor tunggal putra-putri terhenti di babak kedua Vietnam Open

Jakarta (ANTARA) – Para pemain tunggal putra dan putri Indonesia harus menyudahi perjuangan di turnamen Vietnam Open 2019 setelah terhentinya empat wakil di babak kedua, yaitu Ikhsan Leonardo Imanuel, Bagas Kristianto Nugroho, dan Chico Aura Dwi Wardoyo dari nomor tunggal putra, serta Yulia Yosephin Susanto dari tunggal putri.

Pada pertandingan yang berlangsung di Nguyen Du Cultural Sports Club Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis, Ikhsan dikalahkan pebulu tangkis China Lei Lan Xi dengan skor 21-13, 23-21 dalam waktu 44 menit.

Hasil tersebut membuka keunggulan bagi Xi dalam pertemuan perdana kedua atlet di arena.

Sementara Bagas dikalahkan unggulan ketujuh asal Prancis Lucas Corvee dengan rubber game 15-21, 21-13, 21-14 berdurasi satu jam dua menit.

Corvee juga membuka keunggulan dalam catatan pertemuan perdana dengan Bagas 1-0.

Pebulu tangkis tunggal putra terakhir ialah Chico yang harus dikalahkan oleh atlet tuan rumah.

Atlet unggulan kedelapan ini dikalahkan Nguyen Tien Minh hanya dalam waktu 33 menit, dengan skor 21-15, 21-14 serta membukukkan keunggulan 1-0 dalam catatan pertemuan mereka.

Sedangkan di nomor tunggal putri, satu-satunya wakil Indonesia yaitu Yulia ditundukkan Supanida Katethong dari Thailand.

Yulia harus mengakui keunggulan Katethong 21-15, 21-19 dan mencatatkan angka kemenangan 3-1 dalam catatan pertemuan mereka.

Turnamen bulu tangkis tingkat Super 100 ini berlangsung pada 10-15 September dan memperebutkan hadiah total 75.000 dolar AS atau sekitar Rp1,06 miliar.

Baca juga: Rizki/Della ingin bermain tanpa beban di Vietnam Open

Baca juga: Ganda campuran amankan tiga tiket babak kedua Vietnam Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuni Kartika khawatir regenerasi terhambat

Saya adalah produk audisi, dari kecil saya melihat PB Djarum itu impian saya. Melihat ada Liem Swie King dan ingin seperti dia dan tidak pernah berpikir bahwa PB Djarum itu rokok

Jakarta (ANTARA) – Mantan atlet bulu tangkis Yuni Kartika mengkhawatirkan regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia terhambat seiring dengan keluhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap PB Djarum telah mengeksploitasi anak.

“Ini yang terpenting di sisi mata rantai paling bawah yakni audisi, kalau harus berhenti ini benar-benar bisa mematikan bibit-bibit awal,” kata Yuni di Jakarta, Kamis.

Jebolan PB Djarum ini menganggap organisasi itu bukan hanya membina atlet, namun lebih jauh telah membuat ekosistem bulu tangkis di Indonesia dan berbeda dari PT Djarum sebagai perusahaan rokok.

PB Djarum telah membuat ekosistem bulu tangkis dari hulu ke hilir mulai dari pembinaan, audisi, hingga mengantarkan atlet menuju pintu gerbang pentas dunia, kata Yuni.

Hasilnya adalah para pemain yang telah mengharumkan nama bangsa seperti Alan Budikusuma, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga Praveen Jordan.

Baca juga: Para pengurus besar olah raga dukung audisi jalan terus

“Saya adalah produk audisi, dari kecil saya melihat PB Djarum itu impian saya. Melihat ada Liem Swie King dan ingin seperti dia dan tidak pernah berpikir bahwa PB Djarum itu rokok,” kata dia.

Apabila nama Djarum dihilangkan demi menghapus citra eksploitasi anak, maka juga telah mencabut identitas kebanggaan anak-anak yang bermimpi menjadi bagian PB Djarum.

“Namanya persatuan bulu tangkis itu bukan brand rokok, itu adalah kebanggaan identitas dari sebuah klub. Bagaimana itu bisa diganti itu sangat enggak masuk akal,” kata dia.

Meski begitu, apa pun hasil keputusan antara otoritas menyangkut polemik ini, Yuni mengharapkan bisa segera diselesaikan dan audisi bulu tangkis tetap berlanjut demi regenerasi atlet Indonesia.

“Bagaimanapun kita harus bisa berjalan dengan restu dari semua pihak, dan kita mau audisi berjalan di setiap daerah di setiap provinsi tanpa ada halangan,” kata dia.

Baca juga: KPAI dan PB Djarum sepakat akhiri polemik audisi bulu tangkis

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para pengurus besar olah raga dukung audisi jalan terus

Hampir semua cabor mendukung agar PB Djarum tetap melakukan audisi

Jakarta (ANTARA) – Forum komunikasi pengurus pusat/pengurus besar cabang olahraga menyatakan solidaritas mereka kepada PB Djarum untuk meneruskan audisi umum bulu tangkis yang terbukti menciptakan atlet-atlet terbaik Tanah Air.

“Kami menyatakan sikap, bersolidaritas apa yang dialami PB Djarum dan PBSI. Kami menyatakan sikap semuanya cabang olahraga di Indonesia mendukung usaha dan upaya yang dilakukan PB Djarum dalam rangka merekrut atlet-atlet usia dini khususnya bulu tangkis,” kata Sekjen ISSI, perwakilan anggota forum, Jadi Rajagukguk di Jakarta, Kamis.

Jadi menilai ada kesalahan persepsi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  mengenai maksud eksploitasi anak untuk kebutuhan promosi terselubung.

PB Djarum berada di bawah Djarum Foundantion untuk memajukan bangsa dengan cara meningkatkan sumber daya manusia yang berbeda dari Djarum sebagai perusahaan rokok.

Salah satu program Djarum Foundantion adalah beasiswa audisi bulu tangkis yang sejumlah hasil didikannya telah mengharumkan nama Indonesia, antara lain Alan Budikusuma (peraih emas Olimpiade 1992) dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (peraih emas Olimpiade 2016).

Kemudian, Mohammad Ahsan (tiga medali emas Kejuaraan Dunia), Kevin Sanjaya Sukamuljo (juara All England Open 2017) dan Praveen Jordan (juara All England Open 2014).

“Buat kami hampir sama ini bukan persoalan PB Djarum tapi persoalan atlet prestasi Indonesia,” kata dia.

Baca juga: KPAI dan PB Djarum sepakat akhiri polemik audisi bulu tangkis

Menurut dia, yang paling penting adalah putusnya sponsorship yang menjadi masalah utama cabang-cabang lain di Indonesia yang dihadapkan pada terbatasnya anggaran sehingga sulit terus mengembangkan atlet.

Sementara bulu tangkis yang sejak 1969 mendapat suntikan dana PB Djarum sebagai payung organisasi, berhasil menciptakan atlet-atlet kebanggaan Indonesia.

“Karena memang ini persoalan pendanaan juga, hampir semua cabor. Karena negara tidak cukup juga pendanaan untuk pembinaan atletnya sehingga cabang-cabang olahraga mencari sponsor-sponsor,” kata dia.

Dalam waktu dekat, forum komunikasi cabor itu akan bertemu dengan Kemenpora, Kemenkumham, KOI, KONI, dan KPAI untuk membahas kelanjutan program beasiswa Djarum Foundantion.

“Semuanya cabor mendukung. Mereka menyatakan sikap sama seperti kita. Persoalan sama semuanya. Hampir semua cabor mendukung agar PB Djarum tetap melakukan audisi,” kata dia.

Cabor-cabor yang mendukung PB Djarum tetap menggelar audisi adalah Jetski Indonesia, Ikatan Sport Sepeda Indonesia, PBSI, Taekwondo, PTMSI, dan PB Persambi.

Baca juga: Moeldoko nilai tak ada eksploitasi anak dalam audisi Djarum

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPAI dan PB Djarum sepakat akhiri polemik audisi bulu tangkis

PB Djarum sepakat mengubah nama Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis

Jakarta (ANTARA) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum sepakat mengakhiri polemik audisi bulu tangkis yang diselenggarakan oleh PB Djarum.

Kedua pihak menggelar pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta.

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto.

“Pertemuan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi agar audisi bulu tangkis tetap berjalan secara berkesinambungan dengan sejumlah catatan penting dan harus sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Imam dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ada dua pertimbangan atas kelangsungan audisi bulu tangkis yang diadakan PB Djarum, yakni ketersediaan atlet-atlet bulu tangkis usia muda secara selektif dan berjenjang yang menyumbangkan proses pembibitan atlet bulu tangkis nasional.

“Kedua, karena cabang olah raga bulu tangkis masih menjadi salah satu cabang olah raga penyumbang utama perolehan medali di sejumlah event olah raga internasional. Ini yang menjadi alasan utama adanya audisi bulu tangkis,” kata Imam.

Imam menuturkan, atas dasar kedua pertimbangan itu, maka PB Djarum sepakat mengubah nama Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis, tanpa menggunakan logo, merk dan brand image Djarum.

Di sisi lain, KPAI juga sepakat mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian Audisi Djarum.

“Kemenpora, KPAI dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini,” kata Imam.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet-atlet bulu tangkis di Makassar heningkan cipta untuk BJ Habibie

Makassar (ANTARA) – Atlet-atlet bulu tangkis yang menjadi peserta turnamen Astec Open 2019 di GOR Dafest Makassar, Kamis, melakukan hening cipta sesaat sebelum pertandingan atas wafatnya Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie.

BJ Habibie yang kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 tersebut meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (11/9) pukul 18:05 WIB. Sebelumnya Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut sejak 1 September lalu.

“Sebelum pertandingan dimulai pada hari ketiga ajang ini, seluruh peserta pelatih, ofisial dan penonton bersama-sama mengheningkan cipta dan mendoakan Presiden ketiga  Indonesia BJ Habibie yang meninggal dunia kemarin,” kata Ketua Pengprov PBSI Sulawesi Selatan Devo Khaddafi di Makassar, Kamis.

Baca juga: Habibie wafat, Hendrawan kenang Piala Thomas 1998

Terlihat pula sejumlah orang tua atau ibu atlet yang hadir mendampingi anaknya meneteskan air mata pada saat hening cipta ini dilaksanakan.

Menurut dia, kegiatan hening cipta ini memang sengaja dilakukan sebelum pertandingan agar para bibit-bibit muda bulu tangkis ini dapat mengerti tentang penghormatan bagi mereka yang telah berjuang bagi Indonesia.

“Anak-anak kita harus diajarkan sedari kecil tentang rasa kebangsaan, patriotisme dan semangat ke-Indonesiaan agar mereka tumbuh menjadi Insan-insan pembela bangsa dan negara Indonesia ” ujar Devo.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wiranto: jangan sepelekan pencarian bibit-bibit muda bulu tangkis

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto menyatakan pencarian bibit-bibit atlet muda merupakan proses penting yang akan menentukan kemajuan prestasi bulu tangkis di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Wiranto dalam menanggapi polemik yang tengah terjadi antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum.

“Jangan sepelekan proses pencarian bibit-bibit muda. Justru pencarian bibit itu merupakan langkah awal yang akan menentukan kemajuan bulu tangkis Indonesia. Kalau ada masalah di proses pencarian bibit itu, harus diselesaikan,” kata Wiranto saat menghadiri konferensi pers Yuzu Indonesia Masters 2019 di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut menanggapi polemik tersebut, dia pun berencana untuk melakukan mediasi dengan kedua belah pihak, baik KPAI maupun PB Djarum. Akan tetapi, dia belum dapat menentukan waktu pelaksanaan mediasi tersebut.

Baca juga: Soal polemik audisi bulutangkis, forum lembaga profesi dukung KPAI

“Sekarang ini yang terjadi adalah sudah terjadi salah paham duluan, publik juga masih panas. Makanya nanti semuanya kita akan ajak bicara, kita selesaikan, pasti ada jalan. Yang pasti, proses pencarin bakat tidak akan berhenti,” ujar Wiranto.

Dia pun menuturkan apabila proses pencarian bakat sudah tidak dilanjutkan lagi, maka nasib badminton Indonesia akan terpuruk. Oleh karena itu, dia mengaku optimistis akan ada jalan keluar atau solusi atas permasalahan tersebut.

“Kalau proses pencarian bibit-bibit itu berhenti, badminton Indonesia bisa selesai. Sekarang mungkin tidak terasa efeknya, tapi nanti, mungkin lima tahun lagi baru kelihatan bahwa badminton Indonesia makin terpuruk. Kita tidak ingin itu terjadi,” tutur Wiranto.

Baca juga: KPAI berharap publik lihat masalah audisi bulutangkis secara jernih

Sementara itu, dia mengungkapkan permasalahan tersebut sejatinya dapat diselesaikan asalkan semua pihak mau berpikiran positif, terutama berpikiran mengenai pentingnya pembinaan terhadap atlet-atlet bulu tangkis di tanah air.

“Kalau semua pihak memiliki pengertian dan pemahaman yang baik mengenai arti penting serta tujuan dari pembinaan atlet, pasti semuanya akan berjalan baik-baik saja. Masalah ini bisa selesai dengan diskusi dan musyawarah mufakat, jadi tidak perlu ramai di publik,” ungkap Wiranto.

Baca juga: PB Djarum Kudus berterimakasih atas dukungan Ganjar Pranowo
Baca juga: Pemkab Kudus dukung PB Djarum lanjutkan audisi umum bulu tangkis

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian tak ingin anggap enteng Indonesia Masters 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengaku tidak akan menganggap enteng turnamen Indonesia Masters 2019 yang akan digelar 1-6 Oktober 2019 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur.

“Banyak pemain yang bagus-bagus di Indonesia Masters 2019, terutama dari China. Mereka tidak bisa dianggap enteng,” kata Fajar dalam konferensi pers Indonesia Masters di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, dia mengatakan keikutsertaanya dalam turnamen bulu tangkis level Super 100 tersebut adalah untuk mengejar ketertinggalan poin dari rekan-rekannya, yakni pasangan Marcus Fernal Gideon/Kevin Sajaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

“Kami mengikuti turnamen ini karena ingin mengejar poin. Kami sudah kalah start dari Ahsan/Hendra dan Marcus/Kevin. Oleh karena itu, kami ikut turnamen ini untuk mendekati poin mereka,” ujar Fajar.

Baca juga: PBSI targetkan dua gelar juara di Yuzu Indonesia Masters 2019

Sementara itu, Rian mengungkapkan keduanya pun mengaku bahwa menyandang status sebagai unggulan pertama dalam kejuaraan tersebut tidak akan membuat keduanya merasa tinggi hati. Menurut mereka, status itu juga banyak berpengaruh terhadap penampilannya nanti.

“Punya status unggulan itu rasanya biasanya saja. Status unggulan itu tidak berpengaruh apa-apa, karena yang penting bagi kami adalah bagaimana hasilnya nanti di lapangan,” tutur Rian.

Mengenai turnamen Indonesia Masters 2019, dia pun mengaku tidak memikirkan status unggulan tersebut dan hanya ingin fokus terhadap penampilannya saat pertandingan itu berlangsung.

“Sekarang ini, yang penting bagi kami adalah fokus terhadap diri kami sendiri dan pertandingan itu sendiri,” ungkap Rian.

Baca juga: Konflik KPAI-PB Djarum, Wiranto pastikan keberlanjutan pembinaan atlet
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rizki/Della ingin bermain tanpa beban di Vietnam Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan pebulu tangkis ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris menuturkan ingin bermain tanpa beban dalam menjalani pertandingan pada turnamen Vietnam Open yang berlangsung di Ho Chi Minh City pada 10-15 September.

“Menurut kami yang paling utama itu adalah keyakinan dengan kemampuan diri kami sendiri, itu yang harus ditingkatkan. Kami terus usaha, sudah coba semangat, kami tidak terlalu menjadikan ultimatum itu beban dan akan coba terus sampai titik maksimal,” tutur Della dalam keterangan tertulis PP PBSI yang diterima di Jakarta, Rabu.

Saat ini, pasangan unggulan pertama ganda putri ini dalam usaha memperbaiki permainan mereka agar bisa kembali bersaing di tingkat elit.

Pasangan peringkat 17 dunia ini tengah diuji dengan bertanding di turnamen tingkat Super 100 mengingat capaian mereka di turnamen elit belum terlalu menggembirakan.

Menurut mereka, faktor utama yang harus mereka benahi adalah hal non-teknis yaitu keyakinan bermain di lapangan.

Baca juga: Ganda campuran amankan tiga tiket babak kedua Vietnam Open

Menjadi unggulan pertama tentunya membuat Rizki/Della diharapkan bisa membawa pulang gelar juara, namun mereka ingin fokus untuk menjalani setiap pertandingan satu per satu.

“Kalau juara ya setiap pemain pasti ingin juara, kami juga mau. Tapi kami harus fokus ke satu per satu pertandingan dulu. Beban kami jadikan motivasi saja,” ujar Della.

Dalam laga babak pertama, Rizki/Della belum menemukan hambatan berarti dalam menghadapi wakil India yaitu Aparna Balan/Prajakta Sawant dengan kemenangan 21-14, 21-14.

Selanjutnya pada babak kedua, mereka akan bertemu dengan lawan dari Jepang Chisato Hoshi/Aoi Matsuda yang merupakan pasangan kualifikasi.

“Menurut saya semua pemain di sini hampir merata, tidak terlalu di bawah kami, mereka bagus-bagus juga semuanya. Untuk besok kami melawan pasangan Jepang, harus lebih siap terus,” pungkas Della.

Sementara itu dari nomor ganda putra, pasangan Akbar Bintang Cahyono/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengalahkan unggulan kedelapan asal Korea Selatan Kang Min Hyuk/Kim Jae Hwan dengan dua gim langsung 21-17, 21-18.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Habibie wafat, Hendrawan kenang Piala Thomas 1998

Jakarta (ANTARA) – Wafatanya Presiden RI Ke-3 BJ Habibie membuat mantan pebulu tangkis nasional Hendrawan mengenang kemenangan tim Indonesia pada Piala Thomas 1998 yang ketika pulang ke Tanah Air diterima oleh Presiden Habibie.

Hendrawan yang dihubungi dari Jakarta, Rabu mengatakan bahwa tim Indonesia berangkat ke Hong Kong untuk mengikuti putaran final Piala Thomas dilepas oleh Presiden Soeharto, namun pulang disambut oleh Presiden BJ Habibie.

Saat itu, pada tahun 1998, Tim Piala Thomas Indonesia harus bertanding ketika Tanah Air mengalami kerusuhan massal yang memaksa turunnya Presiden Soeharto.

Meski demikian Hendrawan dan kawan-kawan pulang membawa Piala Thomas setelah mengalahkan Malaysia di final.

Baca juga: Apa kabar Hendrawan?

“Pak Habibie cuma bilang kepada Tim Piala Thomas yang juara pada situasi sulit. ‘Sedikitnya bisa mengobati luka bangsa akibat kerusuhan’,” kata Hendrawan mengenang peristiwa itu.

Sementara itu sejumlah atlet menyatakan rasa dukacita mendalam atas wafatnya Presiden Ketiga RI BJ Habibie yang tutup usia di RSPAD pada pukul 18.05 WIB, Rabu.

“Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un tuurt berduka cita atas wafatnya Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie Presiden ke-3 Republik Indonesia,” tulis juara Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad melalui story di akun Instagramnya.

Hal serupa disampaikan peraih medali perunggu lompat jauh Asian Games 2018 Sapwaturrahman yang menulis dalam Instagram storynya “Selamat jalan Pak BJ Habibie Presiden Republik Indonesia ke-3”.

BJ Habibie wafat di RSPAD setelah menjalani perawatan intensif sejak awal September.

Menurut rencana, jenazah Presiden RI ke-3 itu akan dimakamkan di TNMP Kalibata Jakarta, Kamis (12/9) di sebelah pusara istri tercintanya Ainun Habibie di slot 120-121.

Baca juga: Habibie wafat pukul 18.05 WIB

Baca juga: Habibie wafat, Thareq ungkap karena usia

Baca juga: Habibie wafat – Presiden tiba 5 menit setelah Habibie meninggal

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda campuran amankan tiga tiket babak kedua Vietnam Open

Jakarta (ANTARA) – Pada kejuaraan Vietnam Open 2019, timnas Merah Putih pada lini ganda campuran berhasil mengamankan tiga tiket ke babak kedua
melalui kemenangan babak pertama yang diraih Ricky Kandarasuwadi/Pia Zebadiah Bernadet, Rian Agung Saputro/Brigita Marcella Rumambi, dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso.

Pada laga yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, Rabu, Ricky/Zebadiah unggul 15-21, 21-13, 21-13 atas pasangan dari Thailand Chaloempon Chaorenkitamorn/Chasinee Korepap.

Mereka menuntaskan laga babak pertama di Nguyen Du Cultural Sports Club hanya dengan 42 menit.

Selanjutnya mereka akan menghadapi unggulan pertama yaitu Mark Lamfuss/Isabel Herttrich dari Jerman di babak kedua.

Keunggulan atas Thailand juga dialami Rian/Brigita, yang mengalahkan Parinyawat Thongnuam/Kittipak Dubthuk dengan skor 21-18 dan 22-20 melalui pertandingan berdurasi 34 menit.

Pasangan ganda campuran terakhir yang lolos ke babak kedua ialah pasangan unggulan kedelapan Adnan/Mychelle, yang mengalahkan Chia Weijie/Lim Chiew Sien dengan skor 21-15, 21-14.

Namun, dalam fase ini Indonesia juga harus kehilangan empat pasangan yang kalah di babak pertama, mereka antara lain Zacharia Joshiano/Hediana Julimarbela (dikalahkan Guo Xin Wa/Zhang Shu Xian dari China), Agripinna Prima Putra/Meirisa Cindy Sahputri (dikalahkan Chen Keng/Zhou Shun Qi dari china).

Lalu Angga Pratama/Anggia Shitta Awanda (dikalahkan Marvin Seidel/Linda Efler dari Jerman), dan Rehan Naufal/Lisa Ayu Kusumawati (dikalahkan Dong Wei Jie/Chen Xiao Fei dari China).

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI targetkan dua gelar juara di Yuzu Indonesia Masters 2019

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti menargetkan dua gelar juara dalam turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019 yang akan digelar pada 1 hingga 6 Oktober 2019 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur.

“Target kami dalam turnamen ini yaitu bisa meraih dua gelar juara. Satu dari sektor ganda putra dan satu lagi bisa dari sektor mana saja. Atau bahkan mungkin bisa lebih baik lagi dari dua gelar juara itu,” kata Susy dalam konferensi pers Yuzu Indonesia Masters di Jakarta, Rabu.

Berkaca dari Indonesia Masters 2018 lalu, sambung dia, Indonesia berhasil memenangkan dua gelar juara, yaitu dipersembahkan oleh Ihsan Maulana Mustofa pada nomor tunggal putra dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada nomor ganda campuran.

“Kali ini, peluang terbesar Indonesia untuk meraih gelar juara itu ada di sektor ganda putra, yakni dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi unggulan pertama dan Berry Angriawan/Hardianto yang merupakan unggulan kedua,” ujar Susy.

Menurut dia, dengan posisi Fajar/Rian dan Berry/Hardianto sebagai unggulan pertama dan unggulan kedua, maka kedua pasangan itu berpeluang besar untuk bertemu pada partai final turnamen bulu tangkis level Super 100 tersebut.

Baca juga: Turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019 siap digelar di Malang

“Di sektor ganda campuran, ada pasangan unggulan kelima Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso dan unggulan keenam Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Kami berharap penampilan kedua pasangan muda itu bisa tampil maksimal,” tutur Susy.

Sementara itu, dia mengungkapkan di sektor ganda putri ada pasangan unggulan keempat Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.

Kemudian tunggal putra Firman Abdul Kholik menjadi unggulan ketiga dan tunggal putri Ruselli Hartawan menempati unggulan kedua.

“Dengan adanya beberapa pemain kita yang menempati posisi unggulan, maka bukan tidak mungkin mereka semua bisa melaju sampai ke partai puncak atau bahkan keluar sebagai juara,” ungkap Susy.

Yuzu Indonesia Masters 2019 akan diikuti oleh 302 pebulu tangkis dari 15 negara. Dari jumlah tersebut, Indonesia mengirimkan perwakilan sebanyak 139 atlet. Total hadiah yang akan diperebutkan oleh seluruh pemain dalam turnamen itu mencapai 75.000 dolar AS.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019 siap digelar di Malang

Jakarta (ANTARA) – Turnamen bulu tangkis level Super 100 bertajuk Yuzu Indonesia Masters 2019 siap diselenggarakan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ken Arok, Malang, Jawa Timur pada 1 hingga 6 Oktober 2019.

Yuzu Indonesia Masters 2019 merupakan bagian dari rangkaian turnamen BWF World Tour Super 100. Ajang tersebut juga termasuk tiga besar turnamen elit yang diselenggarakan di Indonesia setelah Daihatsu Indonesia Masters dan Blibli Indonesia Open pada tahun ini.

Ketua Panitia Pelaksana Yuzu Indonesia Masters 2019 Achmad Budiharto di Jakarta, Rabu, mengatakan turnamen itu bertujuan untuk memotivasi para pebulu tangkis Tanah Air dalam meraih gelar juara. Terlebih, turnamen itu juga merupakan ajang untuk mengumpulkan poin jelang Olimpiade Tokyo 2020.

“Selain itu, tentunya turnamen ini juga berguna untuk mengasah dan menambah jam terbang pebulu tangkis muda di kancah internasional. Mereka bisa menimba pengalaman dari turnamen ini,” kata Achmad dalam konferensi pers.

Baca juga: Konflik KPAI-PB Djarum, Wiranto pastikan keberlanjutan pembinaan atlet

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto berharap penyelenggaraan turnamen tersebut dapat berjalan dengan lancar dan nantinya akan lahir juara-juara baru bulu tangkis Indonesia.

“Ini adalah kesempatan terbaik bagi pebulu tangkis Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Saya berharap semua atlet bisa tampil maksimal dan berjuang sekuat tenaga, sehingga bisa meraih prestasi terbaik dalam kejuaraan ini,” tutur Wiranto.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan Kota Malang sudah siap untuk menggelar turnamen Yuzu Indonesia Masters 2019. Segala kebutuhan, baik dari segi transportasi dan keamanan telah dipersiapkan sebaik mungkin.

“Tim dari BWF sudah survei, dan semuanya sudah kami siapkan. Jadi, kami siap menyambut para pebulu tangkis, pelatih serta tim ofisial dari berbagai negara dalam gelaran Yuzu Indonesia Masters 2019. Semoga semua atlet bertanding dengan sportif,” ungkap Sutiaji.

Sebanyak 302 pebulu tangkis yang berasal dari 15 negara akan berpartisipasi dalam Yuzu Indonesia Masters 2019. Dari jumlah tersebut, Indonesia mengirimkan perwakilan sebanyak 139 atlet. Total hadiah yang ditawarkan dalam turnamen itu mencapai 75.000 dolar AS.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Kudus dukung PB Djarum lanjutkan audisi umum bulu tangkis

Kudus (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan dukungannya secara penuh terhadap Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum untuk tetap melanjutkan program audisi umum beasiswa bulu tangkis, kata Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo.

“PB Djarum patut diapresiasi karena berkat upayanya dalam menggali potensi bibit unggul di bidang bulu tangkis agar bisa menjadi atlet terkenal di tingkat dunia sudah bisa dilihat hasilnya,” ujarnya ketika dimintai tanggapannya terkait protes Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap audisi bulu tangkis yang digelar Djarum Foundation dinilai ada eksploitasi anak di Kudus, Rabu.

Apalagi, lanjut dia, pencarian bakat atlet bulu tangkis juga tidak hanya untuk Kabupaten Kudus, melainkan dari berbagai daerah di Tanah Air.

Lain ceritanya, kata dia, ketika atlet yang sudah direkrut ternyata juga merokok, tentunya tidak dibenarkan.

“Kenyataannya, kan tidak demikian. Wajar saja ketika atletnya diminta memakai kaos PB Djarum,” ujarnya.

Menurut dia PB Djarum harus melanjutkan program audisi bulu tangkis.

Ia berharap PB Djarum juga optimistis terkait program audisi tersebut nantinya tetap bisa dilanjutkan kembali.

Selain memberikan kesempatan atlet bulu tangkis muda untuk menjadi lebih terkenal di tingkat dunia, program audisi juga memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat Kudus.

Salah satunya, terkait jasa penginapan perhotelan di Kudus. Saat audisi umum digelar hotel semakin laris dibanding sebelumnya jarang ada tamu menginap, maka sejak ada audisi semua hotel di Kudus, termasuk kelas melati pun ikut penuh.

Ketika jasa penginapan penuh, lanjut dia, tentunya juga berdampak pada perolehan pajak daerah. B

Baca juga: KPAI: audisi bulutangkis Djarum dekatkan anak pada rokok

Baca juga: KPAI berharap publik lihat masalah audisi bulutangkis secara jernih

Baca juga: Ganjar pasang badan terkait keberlanjutan audisi PB Djarum

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganjar pasang badan terkait keberlanjutan audisi PB Djarum

Semarang (ANTARA) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pasang badan terkait dengan wacana keberlanjutan audisi umum beasiswa bulu tangkis yang digelar oleh PB Djarum.

“Saya minta PB Djarum silakan lanjutkan audisi. Gubernur Jawa Tengah tanggung jawab penuh jika ada apa-apa,” katanya di Semarang, Rabu.

Ganjar mengaku sudah menghubungi langsung pengurus PB Djarum yang berpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan meminta audisi beasiswa bulu tangkis dilanjutkan.

Berdasarkan informasi yang Ganjar terima, PB Djarum secara manajemen berbeda dengan PT Djarum Kudus yang memproduksi rokok. PB Djarum telah melakukan pembinaan bulutangkis sejak 1969 dan selama ini tidak pernah berbicara tentang rokok.
  Sejumlah pebulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019). PB Djarum resmi mengumumkan pihaknya menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis pada 2020, keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya audisi beasiswa bulu tangkis dari perusahaan rokok itu dianggap sebagai bentuk eksploitasi anak oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Baca juga: Ganjar dorong audisi bulutangkis Djarum tetap berjalan tiap tahun

Baca juga: Konflik KPAI-PB Djarum, Wiranto pastikan keberlanjutan pembinaan atlet

“Kata pengurus PB Djarum, pak saya ini tidak bisnis rokok, saya ini cuma mengelola ini saja, cuma mengelola badminton. Lha kok saya disalahkan, begitu katanya,” ujar Ganjar menirukan percakapannya dengan pengurus PB Djarum.

Menurut Ganjar, menjadi tuduhan yang aneh jika proses pembinaan yang dilakukan selama ini oleh PB Djarum dikatakan sebagai bentuk eksploitasi anak.

“Bayangkan, sejak 1969 lho, usia saya saat itu baru setahun mereka (PB Djarum.red) sudah konsen dalam pembinaan atlet, kok tiba-tiba sekarang disalahkan,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan, keterlibatan swasta dalam program pembinaan atlet sangat penting karena diakui atau tidak, prestasi olahraga di Indonesia saat ini masih jelek.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konflik KPAI-PB Djarum, Wiranto pastikan keberlanjutan pembinaan atlet

Sampai tahun depan pembinaan ini masih jalan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto memastikan pembinaan atlet bulu tangkis akan terus berjalan meski terjadi polemik antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Sampai tahun depan pembinaan ini masih jalan. Tahun depan kita cari pola lain, ya, yang tidak ada tuduhan memanfaatkan, atau apa istilahnya, mengeksploitasi anak-anak,” katanya, di Jakarta, Selasa malam.

Baca juga: PB Djarum pamit, PP PBSI: Sedih, regenerasi atlet bisa terputus

Wiranto yang juga Menko Polhukam itu mengatakan pembinaan atlet olahraga sebenarnya bisa dilakukan siapa pun.

Namun, untuk ke depannya pembinaan atlet bulutangkis akan tetap ditangani oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Swasta nanti partisipasi lewat CSR (corporate social responsibility). Ya, nanti kita aturlah, enggak usah dipermasalahkan,” katanya.

Ditanya soal pola lain yang dimaksudkan terkait pembinaan atlet bulutangkis itu, ia enggan menjelaskan secara rinci, tetapi yang jelas akan diatur secara baik.

“Soal Djarum karena rokok, nanti bisa diatur dan sudah selesai kok itu. Kita sudah ada koordinasi,” kata Wiranto.
  KUDUS – Seorang peserta audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 menunjukkan kemampuan terbaiknya di GOR Djarum Jati, Kudus. (FOTO: Dok. Djarum Foundation) (FOTO: Dok. Djarum Foundation/)

Baca juga: YLKI: KPAI minta penggantian logo bukan pemberhentian audisi PB Djarum

Baca juga: PB Djarum pamit jadi sorotan di Haornas 2019

Seperti diwartakan, PB Djarum mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan audisi umum bulutangkis pada 2020 sehingga penyelenggaraan audisi 2019 akan menjadi tahun terakhir.

Keputusan tersebut diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori KPAI agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis

Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Menurut Pasal 35 Ayat (1) huruf c Peraturan tersebut, pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Sedangkan Pasal 37 menyatakan sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

“Logo dan warna yang digunakan dalam audisi bulutangkis tersebut tidak lepas dari brand image produk rokok,” kata Hikmawatty.

Pasal 47 bahkan secara gamblang menyatakan setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun.

Baca juga: Anggota Ombudsman kasih pendapat soal KPAI-audisi bulutangkis Djarum

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konflik KPAI-PB Jarum, Wiranto pastikan keberlanjutan pembinaan atlet

Sampai tahun depan pembinaan ini masih jalan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto memastikan pembinaan atlet bulu tangkis akan terus berjalan meski terjadi polemik antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Sampai tahun depan pembinaan ini masih jalan. Tahun depan kita cari pola lain, ya, yang tidak ada tuduhan memanfaatkan, atau apa istilahnya, mengeksploitasi anak-anak,” katanya, di Jakarta, Selasa malam.

Baca juga: PB Djarum pamit, PP PBSI: Sedih, regenerasi atlet bisa terputus

Wiranto yang juga Menko Polhukam itu mengatakan pembinaan atlet olahraga sebenarnya bisa dilakukan siapa pun.

Namun, untuk ke depannya pembinaan atlet bulutangkis akan tetap ditangani oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Swasta nanti partisipasi lewat CSR (corporate social responsibility). Ya, nanti kita aturlah, enggak usah dipermasalahkan,” katanya.

Ditanya soal pola lain yang dimaksudkan terkait pembinaan atlet bulutangkis itu, ia enggan menjelaskan secara rinci, tetapi yang jelas akan diatur secara baik.

“Soal Djarum karena rokok, nanti bisa diatur dan sudah selesai kok itu. Kita sudah ada koordinasi,” kata Wiranto.
  KUDUS – Seorang peserta audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 menunjukkan kemampuan terbaiknya di GOR Djarum Jati, Kudus. (FOTO: Dok. Djarum Foundation) (FOTO: Dok. Djarum Foundation/)

Baca juga: YLKI: KPAI minta penggantian logo bukan pemberhentian audisi PB Djarum

Baca juga: PB Djarum pamit jadi sorotan di Haornas 2019

Seperti diwartakan, PB Djarum mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan audisi umum bulutangkis pada 2020 sehingga penyelenggaraan audisi 2019 akan menjadi tahun terakhir.

Keputusan tersebut diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori KPAI agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis

Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Menurut Pasal 35 Ayat (1) huruf c Peraturan tersebut, pengendalian promosi produk tembakau dilakukan dengan tidak menggunakan logo dan/atau merek produk tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Sedangkan Pasal 37 menyatakan sponsor industri rokok hanya dapat dilakukan dengan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

“Logo dan warna yang digunakan dalam audisi bulutangkis tersebut tidak lepas dari brand image produk rokok,” kata Hikmawatty.

Pasal 47 bahkan secara gamblang menyatakan setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 tahun.

Baca juga: Anggota Ombudsman kasih pendapat soal KPAI-audisi bulutangkis Djarum

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganjar dorong audisi bulutangkis Djarum tetap berjalan tiap tahun

Semarang (ANTARA) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong kegiatan audisi umum beasiswa bulutangkis yang digelar oleh PB Djarum bisa tetap berjalan tiap tahun karena merupakan salah satu ajang pencarian bibit-bibit handal di Indonesia.

“Jadi kalau Djarum selama ini sudah membantu pembinaan bulutangkis, saya mendorong agar itu tetap berjalan karena itu dalam rangka mencari talenta anak-anak kita, khususnya di Jawa Tengah agar jadi ‘champions’ di badminton,” kata Ganjar di Semarang, Senin.

Menurut Ganjar, selama ini PB Djarum selaku penyelenggara audisi bulutangkis telah banyak melahirkan atlet-atlet bulutangkis dari Indonesia yang mampu menjadi juara dunia dengan melakukan pencarian bibit-bibit muda tiap tahun di beberapa wilayah.

Orang nomor satu di Jateng itu mengakui jika pembinaan atlet tidak akan cukup jika hanya mengandalkan pemerintah dan membutuhkan dukungan dari pihak swasta.

Ketika hendak meluncurkan program pembinaan atlet Jawa Tengah, maka Ganjar mencanangkan satu perusahaan satu cabang olahraga.

“Olahraga kita itu butuh dukungan swasta, kalau negara saja mengurus olahraga pasti kurang, maka kita mengajak swasta. Sudah ada swasta bagus serta melakukan terus menerus, bahkan menjadi legenda jangan dihentikan. Saya menggandeng swasta itu kesulitan, ini yang sudah ada bagus malah mau dihentikan,” ujarnya.

Terkait polemik antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ganjar menyebut mesti segera diselesaikan dengan dialog karena dikhawatirkan jika berlarut-larut akan berimbas pada munculnya bibit-bibit unggul bulutangkis yang selama ini jadi cabang olahraga andalan Indonesia di ajang internasional.

“Kalau kemarin ada ‘problem’ di KPAI, yang dipersoalkan adalah gambar, mari soal desain dan ‘layoutnya’ kita bicarakan ulang, tapi bukan berarti menghentikan,” katanya.

Mengenai hal tersebut, Pemprov Jateng pun siap memfasilitasi penyelesaian masalah antara PB Djarum dengan KPAI, terlebih selama ini banyak atlet bulutangkis handal asal Jawa Tengah yang ditempa oleh PB Djarum.

Seperti diwartakan, PB Djarum mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan audisi umum bulutangkis pada 2020 sehingga penyelenggaraan audisi 2019 akan menjadi tahun terakhir.

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YLKI: KPAI minta penggantian logo bukan pemberhentian audisi PB Djarum

Jakarta (ANTARA) – Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Yayasan Lentera Anak Indonesia tidak meminta audisi pencarian bakat atlet badminton PB Djarum dihentikan, mereka hanya meminta perusahaan rokok terbesar di Indonesia itu mengganti logo mereka.

“KPAI dan Yayasan Lentera Anak Indonesia bukan meminta menghentikan audisinya. Mereka meminta audisi tersebut tidak melibatkan logo merek rokok,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, penggunaan logo Djarum tersebut melanggar regulasi yang ada yakni PP No. 109/2012.

Baca juga: PB Djarum pamit, Yoppy : ini sudah final

“Apa pun alasannya logo tersebut adalah citra dari produk tersebut adalah rokok, meski berkedok yayasan,” kata Tulus Abadi.

Dia mengatakan dalam praktik olahraga di level internasional sekali pun termasuk di dalam bulu tangkis, memang dilarang untuk melibatkan industri rokok dalam bentuk apa pun.

YLKI juga mengkritik keras sikap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang justru mendukung audisi tersebut dengan sponsor PB Djarum.

Baca juga: KONI nilai sorotan KPAI soal audisi PB Djarum kritik membangun

Dia menegaskan, audisi untuk mencari bibit unggul di bidang bulu tangkis adalah hal yang positif, namun melibatkan industri rokok dan anak sebagai objeknya adalah tindakan yang tidak pantas dan melanggar regulasi.

Berdasarkan laporan Southeast Asia Tobacco Control Atlas, Wilayah Asia Tenggara menunjukkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di ASEAN, yaitu 65,19 juta orang, angka tersebut setara dengan 34 persen dari total penduduk Indonesia pada 2016.

Riset Kesehatan Dasar pada 2013 menyatakan sebanyak 12 juta perokok pasif adalah anak berusia 0-4 tahun.

Baca juga: Yoppi: nama PB Djarum tidak bisa dihilangkan saat audisi bulu tangkis

Selain itu data yang diterbitkan Tobacco Control dan Support Center – IAKMI pada 2014 menunjukkan adanya kenaikan perokok di usia dini. Tren kenaikan signifikan terlihat pada mereka yang memulai merokok pada usia anak dengan rentang usia 5-14 tahun.

Jika pada 1995 ada sebanyak 9,6 persen penduduk Indonesia memulai rokok ada usia 5-14 tahun, pada 2001 jumlah itu naik menjadi 9,9 persen dan terus mengalami pelonjakan hingga 19,2 persen pada 2010.

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Persaingan ketat Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra menuju Olimpiade 2020

Jakarta (ANTARA) – Federasi Bulu Tangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) baru saja menerbitkan daftar peringkat pemain-pemain bulu tangkis terbaru.

Pada pekan ke-36 atau tepatnya 3 September 2019, terjadi persaingan sengit di puncak rangking dunia untuk sektor ganda putra.

Sampai dengan hari ini, Minggu, 8 September 2019, posisi peringkat pertama masih dikuasai oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Pasangan yang lebih dikenal dengan julukan The Minions itu memimpin posisi puncak dengan total poin 101.353.

Sementara itu, menempel ketat di bawah The Minions, yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pasangan yang dijuluki The Daddies itu menduduki rangking kedua dunia dengan total poin 89.937.

Saat ini, poin keduanya hanya terpaut 11.416. Bukan hal mustahil bagi Ahsan/Hendra untuk menggantikan posisi The Minions. Atau bisa saja Marcus/Kevin yang terus bertahan di posisi teratas.

Berdasarkan data BWF, Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra sudah 10 kali bertemu di lapangan. Dari seluruh pertemuan tersebut, Marcus/Kevin tercatat sudah menang delapan kali atas The Daddies.

Delapan turnamen bulu tangkis yang telah dimenangkan oleh The Minions itu, antara lain Chinese Taipei Open 2015, India Open 2018, Indonesia Open 2018, Denmark Open 2018, Hong Kong Open 2018, Indonesia Masters 2019, Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019.

Sedangkan dua catatan kemenangan Ahsan/Hendra atas Marcus/Kevin, yakni pada turnamen Indonesia Open 2015 yang merupakan pertemuan pertama bagi keduanya dan Malaysia Open 2016.

Saat ini, kualifikasi penghitungan poin menuju Olimpiade Tokyo, Jepang 2020 sudah dimulai, yakni sejak 29 April 2019 dan akan berakhir pada 26 April 2020 mendatang.

Pelatih bulu tangkis ganda putra nasional Indonesia Herry Iman Pierngadi pun mengatakan peta persaingan menuju kejuaraan bergengsi itu sudah mulai terbaca.

“Sekarang proses kualifikasi itu sudah setengah jalan dan peta persaingan juga mulai terbaca. Menurut saya, saat ini sudah 50 persen bisa diperkirakan siapa yang bisa lolos ke Olimpiade 2020,” kata Herry.

Performa stabil 

Marcus/Kevin pertama kali menduduki singgasana rangking satu ganda putra dunia pada September 2017, atau lebih tepatnya usai menjuarai turnamen Japan Open 2017.

Posisi rangking satu dunia itu berhasil direbut oleh The Minions dari pasangan ganda putra asal Denmark Mathias Boe/Carsten Morgensen.

Meskipun belum berhasil menjadi juara ganda putra di kejuaraan All England 2019 maupun Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, posisi Marcus/Kevin tidak tergeser dari peringkat satu dunia sampai dengan saat ini.

Menurut pelatih bulu tangkis ganda putra nasional Indonesia Herry Iman Pierngadi, performa The Minions hingga kini masih stabil dan tidak mengalami penurunan.

“Penampilan Marcus/Kevin tidak menurun, masih stabil, buktinya masih berada di posisi rangking satu dunia sampai sekarang. Kalau memang belum juara dunia, itu belum rezeki saja,” kata Herry.

Seperti diketahui, Marcus/Kevin dikalahkan oleh pasangan asal Korea Selatan Choi Sol-Gyu/Seo Seung-jae pada babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2019 dalam tiga gim dengan skor 21-16, 14-21, 21-23.

Sebelumnya, The Minions juga tersingkir di babak pertama turnamen All England Open 2019 yang diselenggarakan pada Maret 2019 usai ditaklukkan oleh pasangan China Liu Cheng/Zhang Nan dengan perolehan 19-21, 22-20, 17-21.

Herry mengatakan ekspektasi masyarakat terhadap Marcus/Kevin amat sangat tinggi, sehingga ketika pasangan itu mengalami kekalahan dalam suatu kejuaraan, maka akan langsung dianggap sebagai masalah besar.

“Ekspektasi masyarakat terhadap Marcus/Kevin itu harus diakui luar biasa, sangat tinggi. Jadi, ketika mereka kalah dalam satu pertandingan saja, langsung timbul kesan seolah-olah mereka sudah gagal total. Padahal tidak begitu,” ujar Herry.

Sepanjang 2019, Marcus/Kevin sudah berhasil menjuarai empat turnamen bulu tangkis internasional, antara lain Malaysia Masters 2019, Indonesia Masters 2019, Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019.

Usai Kejuaraan Dunia BWF, The Minions dijadwalkan akan kembali berlaga dalam turnamen bulu tangkis level Super 1.000 China Open 2019 yang diselenggarakan pada 17 hingga 22 September 2019 di Changzhou, China.

Sementara itu, mengenai Olimpiade Tokto 2020, Herry mengaku tidak ingin ikut campur terkait pasangan mana yang akan tampil.

Pelatih berjuluk Naga Api itu berharap hanya pasangan dengan peringkat terbaik yang bertanding di Olimpiade nanti.

“Yang pasti, fighting spirit mereka (Marcus/Kevin) bagus. Buktinya, setelah gagal di All England 2019, mereka langsung bangkit, cepat move on dan bisa menjadi juara di dua turnamen berikutnya, yaitu Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019. Jadi, kita lihat saja nanti,” ungkap Herry.

Obsesi juara

Meskipun saat ini tidak bertengger di posisi rangking satu dunia seperti Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra juga menorehkan sederet prestasi gemilang di kancah bulu tangkis dunia.

Sepanjang 2019, beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh The Daddies, antara lain juara All England 2019, juara New Zealand Open 2019 dan juara BWF World Championships (kejuaraan dunia bulu tangkis) 2019.

Bagi Ahsan/Hendra, gelar juara All England kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya pada 2014, mereka pernah merebut gelar juara pada kejuaraan yang sama.

Selain All England, The Daddies juga menambah catatan prestasi di Kejuaraan Dunia. Setelah dua kali menjuarai BWF World Championships, yaitu pada 2013 dan 2015, tahun ini mereka kembali memenangkan kejuaraan tersebut.

Setelah Kejuaraan Dunia, Ahsan mengaku belum berencana pensiun dari dunia bulu tangkis dan masih ingin terus mencetak prestasi bersama rekannya Hendra Setiawan.

“Rencana setelah Olimpiade Tokyo 2020, masih lanjut main, belum mau berhenti. Koh Hendra (sapaan akrab Hendra Setiawan) juga sepertinya belum mau berhenti, masih mau lanjut terus,” kata Ahsan.

Lebih lanjut, pebulutangkis yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-32 itu mengaku saat ini sudah memasang target untuk memenangkan medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

“Target kami memang ke Olimpiade, tapi jalan masih panjang. Sekarang yang penting bagi kami adalah lolos kualifikasi dulu. Olimpiade memang satu-satunya medali yang belum pernah saya dapatkan, tapi saya tidak mau terlalu ngotot, redam ambisi dulu,” ujar pemain jebolan klub bulu tangkis PB Djarum Kudus itu.

Sementara itu, menurut Herry, walaupun saat ini usia Ahsan/Hendra terbilang sudah tidak muda lagi, keduanya masih memiliki mental yang unggul ketika bertanding di lapangan.

“Kelebihan mereka (Ahsan/Hendra) sebagai pemain senior itu adalah sudah lebih matang, lebih tenang menghadapi lawan. Mental mereka stabil dan mantap. Mereka juga memiliki sikap tidak mau gampang menyerah dalam pertandingan.. Sikap itu yang harus jadi panutan,” tutur Herry.

Oleh karena itu, dia pun mengaku optimistis Ahsan/Hendra masih mampu mencetak sejumlah prestasi, tak terkecuali di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

“Soal Olimpiade, apapun bisa terjadi, karena nanti PBSI masih harus rapat untuk menentukan siapa saja yang berangkat. Yang pasti, saya sudah katakan ke semua pemain agar berusaha semaksimal mungkin dan selalu bersaing secara terbuka dan sportif,” ungkap Herry.

Jalan menuju Olimpiade Tokyo 2020 masih terbuka lebar. Siapa yang mampu bertanding dengan baik, maka dialah yang akan diberangkatkan. Namun siapapun wakilnya nanti, diharapkan bisa membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di negeri sakura tersebut.

Oleh Rr. Cornea Khairany
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum pamit, ini komentar Mohammad Ahsan

Jakarta (ANTARA) – Salah satu pebulutangkis Indonesia Mohammad Ahsan turut bersuara soal pemberhentian audisi bulutangkis oleh PB Djarum pada 2020.

Ahsan yang bergabung bersama klub PB Djarum pada 2007 itu mengatakan bahwa pemberhentian itu sangat disayangkan.

Baca juga: Mohammad Ahsan akui masih ingin terus mencetak prestasi bersama Hendra

“Sangat disayangkan soalnya Djarum satu-satunya klub yang mengadakan audisi di semua daerah, jadi bisa memantau bibit-bibit di daerah. Kalau tidak ada audisi lagi ya siapa yang bisa melihat bibit-bibit di daerah seperti itu,” kata Ahsan saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Menurut Ahsan, audisi yang dilakukan PB Djarum telah membantu orang-orang daerah yang berminat dengan olahraga bulutangkis bisa datang memamerkan kemampuannya. Dengan begitu, bakat-bakat muda pun bisa dengan mudah ditemukan.

Ahsan yang merupakan penerima beasiswa PB Djarum sekaligus juara All England 2019 bersama Hendra Setiawan itu mengakui bahwa klubnya, selain menjaring bakat-bakat muda, juga telah sangat membantu perjalanan karirnya selama ini di bulutangkis. Maka tuduhan KPAI yang menyebutkan PB Djarum telah melakukan eksploitasi anak itu dinilai tidak tepat.

Baca juga: Mohammad Ahsan dapat bonus Rp550 juta dari Djarum Foundation

Dia berharap PB Djarum bisa menemukan solusi atas permasalahan ini dan bisa terus melakukan audisi penjaring pebulutangkis di masa depan.

Sebelumnya, PP PBSI juga menyayangkan pemberhentian itu karena dapat menyebabkan regenerasi atlet bulutangkis terputus. “Sangat disayangkan karena kita tahu bahwa audisi ini adalah salah satu metode rekrutmen dari pemain bulutangkis yang nantinya memang akan menjadi generasi penerus yang ada sekarang ini,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiarto.

Pemberhentian audisi ini muncul setelah KPAI melayangkan protes, menganggap bahwa ada unsur eksploitasi anak dalam audisi yang dilakukan PB Djarum. Menurut KPAI, eksploitasi itu terindikasi dari kaus peserta yang bertuliskan “Djarum Badminton Club”

Sementara PB Djarum telah menegaskan bahwa PB Djarum dan Djarum merupakan dua entitas berbeda.

PB Djarum mengumumkan bahwa 2019 merupakan tahun terakhir mereka mengadakan audisi umum bulutangkis sehingga program itu akan berhenti pada 2020.

Meski begitu, PB Djarum masih belum memberikan kejelasan tentang pemberhentian ini akan berlaku selamanya atau hanya sementara.

Namun PB Djarum melalui Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan bahwa akan ada program lain untuk tahun depan.

Audisi umum telah dilakukan oleh PB Djarum tiap tahun sejak 2006 dan digelar di sejumlah kota di Indonesia dengan tujuan menjaring lebih banyak potensi berbakat. Peserta terpilih dari daerah akan maju ke final audisi di markas PB Djarum di Kudus akhir tahun nanti.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum pamit jadi sorotan di Haornas 2019

Banjarmasin, Kalimantan Selata (ANTARA) – Keputusan PB Djarum menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis pada 2020 atau PB Djarum pamit setelah berpolemik dengan KPAI menjadi sorotan pada peringatan puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 di Banjarmasin, Kalimantan, Selatan, Minggu.

“Hari ini berita yang berkembang audisi PB Djarum akan berhenti. Jangan pernah memimpikan audisi ini berhenti. Lakukan terus. Ini demi anak-anak kita,” kata Menpora Imam Nahrawi di hadapan ribuan masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya.

Menurut dia, apa yang dilakukan oleh PB Djarum merupakan salah satu langkah untuk melahirkan atlet-atlet potensial untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dan hasilnya sudah dibuktikan dalam beberapa kejuaraan internasional.

“Kami melihat tidak niat untuk mengeksploitasi anak. Jadi para calon juara dunia jangan putus asa,” kata menpora menegaskan.

Salah satu contoh hasil audisi PB Djarum yang prestasinya pantas dibanggakan adalah Kevin Sanjaya. Saat ini dia berpasangan dengan Marcus Gideon Fernaldi berada di peringkat satu dunia untuk nomor ganda putra. Kevin sendiri merupakan hasil audisi 2007.

Sebelumnya Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menegaskan bahwa pihaknya menghentikan proses audisi umum beasiswa bulutangkis pada 2020 karena berbagai alasan dan bersifat final.

Baca juga: PB Djarum pamit, Yoppy : ini sudah final

“Kalo sekarang ini saya jawab iya, final, tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir,” katanya di sela audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah.

Menurut dia, keputusan itu diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulu tangkis.

Baca juga: KPAI desak Djarum Foundation hentikan penggunaan anak untuk promosi

“Keputusan untuk menghentikan audisi baru kita putuskan sejak rapat hari Rabu (4/9) lalu, tapi ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional,” katanya menambahkan.

Yoppy menegaskan pihaknya menyayangkan jika program audisi umum dianggap mengeksploitasi anak. Apalagi sudah banyak juara yang lahir dari program tersebut yang salah satunya pemain peringkat satu ganda putra, Kevin Sanjaya.

“Semangat kami adalah semangat untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan, lewat audisi umum beasiswa bulutangkis, semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportifitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportifitas,” katanya.

Meski menghentikan program audisi umum beasiswa bulu tangkis per 2020, pihaknya saat ini sudah menyiapkan program lain yang berkaitan dengan olahraga.

Baca juga: KONI nilai sorotan KPAI soal audisi PB Djarum kritik membangun

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum pamit, PP PBSI: sedih, regenerasi atlet bisa terputus

Besar sekali (dampaknya)… Kalau terputus, kita mau dapat dari mana?

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengatakan sedih dan menyayangkan karena regenerasi atlet bulutangkis bisa terputus dengan penghentian audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum pada 2020.

“Sedih dan sangat disayangkan karena kita tahu bahwa audisi ini adalah salah satu metode rekrutmen dari pemain bulutangkis yang nantinya memang akan menjadi generasi penerus yang ada sekarang ini,” kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiarto saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

“Besar sekali (dampaknya). Itu kan pembinaan bulutangkis berjenjang dan berkelanjutan. Kalau terputus, kita mau dapat dari mana?” katanya menambahkan.

Selain itu, ia menyampaikan apabila PB Djarum pamit untuk selamanya, itu akan berdampak buruk pada komunitas bulutangkis Indonesia.

Padahal, menurut Achmad, peran PB Djarum sangat besar selama 13 tahun ini konsisten melakukan pembinaan bulutangkis yang berjenjang dan berkelanjutan sehingga membuat penyebaran bulutangkis merata di berbagai daerah.

PP PBSI yang selama ini menerima pasokan pemain dari sejumlah klub besar seperti PB Djarum telah memetik hasil yang positif. Bahkan menurutnya, ada sekitar 40 persen atlet Pelatnas didominasi oleh atlet binaan PB Djarum.

Dengan peran PB Djarum yang telah menggaransi pemain-pemain binaannya, Achmad tidak menyangkal bahwa peran swasta itu sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas atlet ketika negara masih belum mampu melakukannya karena keterbatasan dana.

“Peran negara masih sangat kecil. Negara kan hanya menerima hasil akhir, itu pun kalau ada event multicabang seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Tapi bagaimana pembinaan jangka panjang yang telah dilakukan ini jadi kontribusi dan pengorbanan dari klub-klub yang ada di Indonesia,” ucap Achmad.

Dia berharap PB Djarum dengan tekanan dan kesulitan yang dihadapinya bisa tetap konsisten berkontribusi secara pada perkembangan bulutangkis Indonesia. Selain itu, para stakeholder dan orang yang berwenang seperti KPAI bisa melihat segala sesuatu dengan lebih bijak.

PB Djarum mengumumkan bahwa 2019 merupakan tahun terakhir mereka mengadakan audisi umum bulutangkis sehingga program itu akan berhenti pada 2020.

Baca juga: PB Djarum pamit, Yoppy : ini sudah final

Meski begitu, PB Djarum masih belum jelas tentang penghentian ini akan berlaku selamanya atau hanya sementara.

Namun PB Djarum melalui Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakn bahwa akan ada program lain untuk tahun depan.

Audisi umum telah dilakukan oleh PB Djarum tiap tahun sejak 2006 dan digelar di sejumlah kota di Indonesia dengan tujuan menjaring lebih banyak potensi berbakat. Peserta terpilih dari daerah akan maju ke final audisi di markas PB Djarum di Kudus akhir tahun nanti.

Baca juga: PB Djarum pamit, Menpora : ayo lanjutkan

Baca juga: KONI nilai sorotan KPAI soal audisi PB Djarum kritik membangun

Baca juga: PB Djarum mulai tebar tim pencari bakat bulu tangkis di Tanah Air

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum pamit, Menpora : ayo lanjutkan

Mestinya jalan terus karena tidak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menilai audisi umum beasiswa bulu tangkis yang dilakukan oleh Djarum Foundation bukan merupakan eksploitasi anak karena hasilnya dinilai sudah jelas.

“Mestinya jalan terus karena tidak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia. Lagi pula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan,” kata Menpora dalam akun media sosial instagram resminya, Minggu.

Orang nomor satu di Kemenpora itu mengaku akan membuat pernyataan resmi terkait polemik audisi umum beasiswa bulu tangkis tersebut.

“Bagaimana pendapat anda tentang audisi Djarum Foundation?” tanya Iman Nahrawi.

Hingga pukul 17.00 WIB, laman instagram Menpora Imam Nahrawi dikomentari lebih dari 2.200 orang dan yang memberikan like menembus angka lebih dari 19 ribu.

Sebelumnya Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menegaskan bahwa pihaknya menghentikan proses audisi umum beasiswa bulutangkis pada 2020 karena berbagai alasan dan bersifat final.

Baca juga: PB Djarum pamit, Yoppy : ini sudah final

“Kalo sekarang ini saya jawab iya, final, tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir,” katanya di sela audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah.

Menurut dia, keputusan itu diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulu tangkis.

“Keputusan untuk menghentikan audisi baru kita putuskan sejak rapat hari Rabu (4/9) lalu, tapi ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional,” katanya menambahkan.

Yoppy menyayangkan jika program audisi umum dianggap mengeksploitasi anak. Apalagi sudah banyak juara yang lahir dari program tersebut yang salah satunya pemain peringkat satu ganda putra, Kevin Sanjaya.

“Semangat kami adalah semangat untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan, lewat audisi umum beasiswa bulutangkis, semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportifitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportifitas,” katanya.

Meski menghentikan program audisi umum beasiswa bulu tangkis per 2020, pihaknya saat ini sudah menyiapkan program lain yang berkaitan dengan olahraga. Hanya saja Yoppy belum memberikan penjelasan secara detail.

Baca juga: KONI nilai sorotan KPAI soal audisi PB Djarum kritik membangun

Baca juga: PB Djarum mulai tebar tim pencari bakat bulu tangkis di Tanah Air

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum hentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis

Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). Tahun 2019 menjadi tahun terakhir berlangsungnya Audisi Umum Bulu Tangkis, setelah PB Djarum memutuskan menghentikan event tersebut mulai tahun depan, terkait polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap bahwa ajang tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/wsj.

PB Djarum pamit, Yoppy : ini sudah final

Purwokerto (ANTARA) – Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menegaskan bahwa penghentian audisi umum beasiswa bulu tangkis pada 2020 bersifat final.

“Kalo sekarang ini, hari ini, saya jawab iya, final, tahun 2019 ini akan menjadi audisi terakhir. Namun jika cuacanya berubah, bisa juga berubah tergantung situasinya ada ruang atau tidak,” katanya di Purwokerto, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan usai meninjau rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang diselenggarakan di GOR Satria, Purwokerto.

Baca juga: PB Djarum: Kami wadah pembibitan atlet, bukan pemasaran rokok

Dia juga mengakui bahwa keputusan tersebut diambil menyusul adanya permintaan dari kementerian/lembaga yang dimotori Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai media promosi citra merek dagang rokok Djarum melalui audisi beasiswa bulutangkis.

“Keputusan untuk menghentikan audisi baru kita putuskan sejak rapat hari Rabu (4/9) lalu, tapi ini bukan keputusan emosional, ini sangat rasional,” katanya menambahkan.

Dia mengatakan, pihaknya menyayangkan jika program audisi umum dianggap mengeksploitasi anak.

“Semangat kami adalah semangat untuk menjaring calon bintang bulu tangkis masa depan, lewat audisi umum beasiswa bulutangkis, semangat yang ada dalam setiap audisi adalah sportifitas, jangan dibawa-bawa ke ranah yang tidak ada kaitannya dengan sportifitas,” katanya.

Baca juga: Yoppi: nama PB Djarum tidak bisa dihilangkan saat audisi bulu tangkis

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan program lain untuk tahun depan.

“Ada program lain tapi masih kami rahasiakan,” katanya.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa program tersebut masih memiliki keterkaitan dengan program olahraga.

Sebelumnya, PB Djarum mengumumkan akan menghentikan audisi umum bulutangkis pada 2020 sehingga 2019 akan menjadi tahun terakhir.

Audisi Umum adalah audisi yang digelar PB Djarum tiap tahun sejak 2006 dan digelar di sejumlah kota di Indonesia. Peserta terpilih dari daerah termasuk Purwokerto akan maju ke final audisi yang digelar di markas PB Djarum di Kudus akhir tahun nanti.

Baca juga: KONI nilai sorotan KPAI soal audisi PB Djarum kritik membangun

Baca juga: Audisi beasiswa PB Djarum fokus U-11 dan U-13

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wakil Indonesia berguguran di semifinal Chinese Taipei Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Empat perwakilan Indonesia berguguran di babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 300 Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan di Taipei Arena, Chinese Taipei pada Sabtu (7/9).

Ke-empat wakil yang gugur tersebut, antara lain tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito, ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, serta dua ganda putri, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Pasangan Greysia/Apriyani menjadi wakil Indonesia pertama yang gugur dalam laga semifinal itu usai ditaklukkan oleh unggulan ke-empat Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 18-21, 21-12, 17-21.

Selanjutnya, kekalahan dialami pasangan ganda campuran Hafiz/Gloria yang tidak mampu mengatasi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh unggulan kedua Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung. Hafiz/Gloria pun kalah dengan skor 17-21, 18-21.

Nasib serupa juga dialami oleh ganda putri Siti/Ribka. Dalam laga Sabtu itu, Siti/Ribka ditundukkan pasangan unggulan ketiga Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong dalam dua gim dengan perolehan 20-22, 14-21.

Terakhir, di sektor tunggal putra, Shesar pun harus mengakui kehebatan lawannya. Tak kuasa menghadapi unggulan pertama Chinese Taipei Chou Tien Chen, Shesar kalah dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 9 menit dengan skor 25-23, 10-21, 13-21.

Dengan hasil demikian, maka tidak ada satu pun wakil Merah Putih yang dapat meneruskan perjalanan ke babak final Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang akan dilangsungkan pada Minggu (8/9).

Baca juga: Semifinal Chinese Taipei Open, Shesar tantang jagoan tuan rumah

Baca juga: Empat wakil Indonesia melaju ke semifinal Chinese Taipei Open 2019

Baca juga: Greysia/Apriyani akan lebih konsentrasi di semifinal

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Semifinal Chinese Taipei Open, Shesar tantang jagoan tuan rumah

Jakarta (ANTARA) – Empat wakil Indonesia akan meneruskan perjalanan mereka di babak semifinal turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang berlangsung pada Sabtu (7/9) di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Dalam laga tersebut, wakil Tim Merah Putih dari sektor tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito akan berhadapan dengan unggulan pertama Chinese Taipei Chou Tien Chen.

Baca juga: Empat wakil Indonesia melaju ke semifinal Chinese Taipei Open 2019

Pertemuan antara Shesar dengan Chou di turnamen Yonex Chinese Taipei Open 2019 itu akan menjadi kali pertama. Sebelumnya, keduanya tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan.

Selain Shesar, tiga wakil Indonesia lainnya yang juga akan berlaga di babak semifinal, antara lain dua ganda putri, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, serta ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Baca juga: Greysia/Apriyani akan lebih konsentrasi di semifinal

Pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 300 yang berhadiah total 500.000 Dollar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Sabtu (7/9) mulai pukul 12.00 waktu setempat.

Berikut jadwal lengkap babak semifinal turnamen Yonex Chinese Taipei Open 2019.

Mulai pukul 12.00 waktu Chinese Taipei – Lapangan 1

WD – Greysia Polii/Apriyani Rahayu (1) (INA) vs Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (4) (THA)

XD – Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (1) (MAS) vs Tang Chun Man/Tse Ying Suet (4) (HKG)

WS – Supanida Katethong (THA) vs Michelle Li (2) (CAN)

MD – Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen (DEN) vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong (4) (MAS)

MS – Chou Tien Chen (1) (TPE) vs Shesar Hiren Rhustavito (INA)

MD – Choi Solgyu/Seo Seung Jae (KOR) vs Lee Yang/Wang Chi-Lin (2) (TPE)

Mulai Pukul 12.00 waktu Chinese Taipei – Lapangan 2

WS – An Se Young (KOR) vs Sung Ji Hyun (4) (KOR)

XD – Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (3) (INA) vs Seo Seung Jae/Chae Yujung (2) (KOR)

WD – Kim So Yeong/Kong Hee Yong (3) (KOR) vs Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto (INA)

MS – Heo Kwang Hee (KOR) vs Koki Watanabe (JPN)

Keterangan:

WD: ganda putri

XD: ganda campuran

WS: tunggal putri

MD: ganda putra

MS: tunggal putra

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat wakil Indonesia melaju ke semifinal Chinese Taipei Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Empat perwakilan Indonesia berhasil melaju ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Dalam laga perempat final yang berlangsung pada Jumat (6/9), tercatat ada sembilan wakil Indonesia yang bertanding. Dari jumlah tersebut, empat wakil diantaranya sukses melangkah ke semifinal, sedangkan lima wakil lainnya harus terhenti.

Empat wakil yang lolos itu, di antaranya dua ganda putri, yakni Greysia Polli/Apriyani Rahayu yang mengalahkan unggulan kedelapan Jepang Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dengan skor 21-14, 21-16.

Kemudian, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto berhasil menyingkirkan pasangan unggulan kedua asal Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan dalam tiga gim dengan skor 21-19, 13-21, 21-17.

Di sektor tunggal putra, Indonesia memiliki satu perwakilan, yaitu Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menumbangkan pebulu tangkis Thailand Tanongsak Saensomboonsuk dalam tiga gim dengan skor 26-24, 18-21, 21-11.

Terakhir, ada pula satu wakil Tim Merah Putih di sektor ganda campuran, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menundukkan unggulan kelima Thailand Nipitphon Phuangphupet/Savitree Amitrapai dengan skor 21-14, 21-14.

Sementara itu, lima wakil Indonesia yang tidak lolos ke semifinal, diantaranya ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang ditekuk pasangan Denmark Mathias Boe/Mads Conrad Petersen dengan skor 16-21, 21-19, 17-21.

Kemudian dua tunggal putri,  Gregoria Mariska Tunjung yang dikalahkan unggulan ke-empat Korea Selatan Sung Ji Hyun dengan skor 21-7, 13-21, 19-21, dan Fitriani yang takluk di tangan pemain Thailand Supanida Katethong dengan skor 13-21, 19-21.

Lalu, dua wakil dari sektor ganda campuran, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang ditundukkan unggulan ke-empat Hong Kong Tang Chun Man/Tse Ying Suet dengan skor 13-21, 21-17, 10-21, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang ditumbangkan oleh unggulan pertama Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan perolehan 21-18, 14-21, 14-21.

Pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 300 berhadiah total 500.000 dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Sabtu (7/9)  mulai pukul 12.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani akan lebih konsentrasi di semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan lebih konsentrasi saat menjalani laga semifinal turnamen Chinese Taipei Open 2019 yang akan akan diselenggarakan pada Sabtu (7/9) besok.

Pada babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 300 tersebut, Greysia/Apriyani akan berhadapan dengan pasangan unggulan ke-empat asal Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

“Untuk pertandingan semifinal besok, pokoknya kami harus siap capek dan konsentrasi penuh, siapapun lawannya,” kata Apriyani seperti dikutip Antara melalui laman resmi badmintonindonesia.org, Jumat.

Lebih lanjut, dia pun mengaku tidak ingin terlalu memikirkan soal pertandingan esok hari. Menurut dia, persiapan diri sendiri jauh lebih penting daripada memikirkan permainan lawan. Dengan begitu, keduanya bisa tampil maksimal di lapangan.

“Persiapan kami lebih ke diri masing-masing dulu. Kami tidak mau terlalu banyak memikirkan soal permainan besok, karena nanti pola permainan itu akan keluar dengan sendirinya saat bertanding di lapangan,” ujar Apriyani.

Greysia/Apriyani dan Jongkolphan/Rawinda tercatat sudah pernah bertemu sebanyak empat kali, yakni sejak Victor Korea Open 2017. Dalam empat pertemuan itu, Greysia/Apriyani belum pernah dikalahkan oleh pasangan Thailand tersebut.

Terakhir kali, keduanya bertemu dalam turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2019. Saat itu, Greysia/Apriyani menang atas Jongkolphan/Rawinda dalam tiga gim dengan perolehan 21-16, 17-21, 21-13.

Sebelum melangkah ke babak semifinal Chinese Taipei Open 2019, Greysia/Apriyani berhasil menyingkirkan unggulan kedelapan Jepang Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dalam dua gim yang berlangsung selama 43 menit dengan skor 21-14, 21-16.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tunggal putri Indonesia terhenti di perempat final Chinese Taipei Open

Jakarta (ANTARA) – Dua wakil Indonesia dari sektor tunggal putri terhenti di babak perempat final turnamen Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan pada Jumat (6/9) di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Kedua perwakilan tersebut, yaitu unggulan kelima Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani.

Di babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 300 itu, Gregoria harus berhadapan dengan unggulan keempat Korea Selatan. Meskipun sempat unggul pada gim pertama, di gim kedua dan ketiga Gregoria harus mengakui keunggulan lawannya.

Dalam waktu 55 menit, pertandingan berakhir dan Gregoria takluk dalam tiga gim dengan skor 21-7, 13-21, 19-21.

Pada babak yang sama, Fitriani bertemu dengan pebulu tangkis asal Thailand Supanida Katethong. Akan tetapi, senasib dengan Gregoria, Fitriani juga ditundukkan dalam dua gim yang berjalan selama 38 menit dengan skor 13-21, 19-21.

Dengan hasil itu, tidak ada perwakilan tunggal putri Indonesia yang dapat meneruskan perjalanan ke babak semifinal yang akan dilangsungkan pada Sabtu (7/9) besok.

Sebelum melaju ke perempat final, Gregoria telah lebih dulu menyingkirkan pebulu tangkis asal Swiss Sabrina Jaquet dalam dua gim dengan skor 21-10, 21-15.

Sedangkan Fitriani mengalahkan rekannya Ruselli Hartawan dalam dua gim dengan skor 24-22, 21-18.

Baca juga: Dua tunggal putri Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sembilan wakil Indonesia berlaga di perempat final Chinese Taipei Open

Jakarta (ANTARA) – Sembilan wakil Indonesia siap berjuang keras di babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 di Taipei Arena, Chinese Taipei,  Jumat.

Di sektor tunggal putri, Indonesia memiliki dua wakil, yaitu Gregoria Mariska Tunjung yang akan menghadapi unggulan ke-empat Korea Selatan Sung Ji Hyun dan Fitriani yang akan melawan pemain Thailand Supanida Katethong.

Baca juga: Dua tunggal putri Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open

Selanjutnya, di sektor ganda putri juga ada dua perwakilan, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang akan bertarung dengan pasangan Jepang Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto menghadapi unggulan kedua Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan.

Dari sektor tunggal putra, Indonesia hanya memiliki satu wakil, yaitu Shesar Hiren Rhustavito yang akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Thailand Tanongsak Saensomboonsuk.

Begitu juga di sektor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi satu-satunya wakil tim Merah Putih. Fajar/Rian akan bertemu pasangan Denmark Mathias Boe/Mads Conrad Petersen.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, ada tiga wakil yang akan tampil, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan unggulan ke-empat Hong Kong Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Kemudian, Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi unggulan kelima Thailand Nipitphon Phuangphupet/Savitree Amitrapai. Lalu, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari bertemu unggulan pertama Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 300 berhadiah total 500.000 Dollar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat mulai pukul 16.00 waktu Chinese Taipei.

Baca juga: Sembilan wakil Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sembilan wakil Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sembilan wakil Indonesia berhasil melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (5/9), tercatat ada sebanyak 15 wakil Indonesia yang berlaga, dan sembilan diantaranya sukses melangkah ke babak perempat final, sedangkan enam wakil lainnya harus terhenti.

Sembilan wakil yang lolos itu, diantaranya dua tunggal putri, yakni Fitriani yang mengalahkan rekannya sendiri Ruselli Hartawan dengan skor 24-22, 21-18, dan Gregoria Mariska Tunjung yang menaklukkan Sabrina Jaquet dari Swiss dengan skor 21-10, 21-15.

Kemudian, dua pasangan ganda putri, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menundukkan rekannya sendiri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dengan skor 21-14, 21-16, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto yang unggul atas pasangan Chinese Taipei Chang Ching Hui/Yang Ching Tun.

Di sektor ganda campuran, ada tiga wakil yang lolos, antara lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menyingkirkan pasangan Malaysia Hoo Pang Ron/Cheah Yee See dengan skor 21-18, 21-13.

Lalu, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari menang atas rekannya sendiri Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet dengan skor 21-10, 21-15, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang mengalahkan pasangan Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dengan perolehan 13-21, 21-13, 21-9.

Selanjutnya di sektor tunggal putra, hanya ada satu wakil yang lolos, yakni Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menaklukkan unggulan ke-empat Malaysia Lee Zi Jia dengan skor 21-16, 22-20.

Sama seperti tunggal putra, Indonesia juga hanya memiliki satu wakil di sektor ganda putra, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menundukkan pasangan Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dengan skor 21-19, 21-18.

Sementara itu, perwakilan Indonesia yang tidak lolos ke perempat final selain Ruselli, Della/Rizki dan Ricky/Pia, diantaranya ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso yang ditekuk unggulan kedua Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung dengan skor 18-21, 21-18, 11-21.

Kemudian dua wakil dari sektor ganda putra, yaitu Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang takluk di tangan unggulan ketiga Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 17-21, 15-21, dan Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra yang dikalahkan oleh pasangan Korea Selatan Kim Gi Jung/Lee Yong Dae dengan skor 16-21, 15-21.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 300 yang berhadiah total 500.000 Dollar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat (6/9) besok mulai pukul 16.00 waktu setempat.

Baca juga: Dua tunggal putri Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019