PBSI evaluasi ganda Owi/Winny selepas turnamen Asia

Jakarta, (ANTARA) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan mengevaluasi penampilan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow selepas keikutsertaan pasangan baru itu dalam sejumlah turnamen Asia pada pertengahan April.

“Mereka sudah lumayan karena masih delapan besar pada turnamen Spanyol Masters kemarin. Tapi, penampilan mereka secara umum belum terlalu padu,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti di Jakarta, Selasa, tentang penampilan ganda yang disapa Owi/Winny itu.

Susy mengatakan penampilan Winny sebagai pengganti Liliyana Natsir yang berpasangan dengan Owi belum menunjukkan kepercayaan diri ketika bermain. “Kami mengharapkan permainan mereka lebih padu dan kukuh lagi pada Jerman Terbuka 2019,” kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Ganda Owi/Winny, lanjut Susy, sudah masuk penghitungan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang dimulai pada April. “Mereka sudah terdaftar ikut turnamen di Spanyol, Jerman, All England dan sejumlah turnamen Asia. Kami akan evaluasi setelah turnamen Asia itu,” katanya.

Pelatnas PBSI masih membuka peluang penggantian pasangan Winny dengan Akbar Bintang Cahyono jika tidak cocok dengan Tontowi Ahmad. “Pasangan Winny/Akbar masih menempati peringkat 30 dunia,” ujar Susy.

Sementara, Owi akan berpasangan dengan Della jika tidak memungkinkan berpadu dengan Winny. “Della juga akan masuk dalam turnamen-turnamen Asia. Kami masih punya pilihan ke depannya. Itu juga menjadi alasan kami memasukkan Della dalam SK prioritas,” kata Susy.

Dalam turnamen Spanyol Masters 2019, ganda Owi/Winny kalah dari pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Kim So Yeong dalam dua gim langsung 17-21, 20-22 selama 41 menit permainan.

Ganda Owi/Winny akan kembali mengikuti turnamen tingkat Super 300 yaitu Jerman Terbuka 2019 mulai Selasa waktu setempat menghadapi ganda Malaysia Chen Tang Jie/Peck Yen Wei.

Baca juga: PBSI: Rp14 miliar belum cukup ongkosi kualifikasi Olimpiade
 

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019