Manajer Carolina Marin sebut masalah lutut atletnya

Jakarta (ANTARA News) – Manajer atlet bulu tangkis tunggal putri Spanyol Carolina Marin, Ignacio Paramio, menyebut atletnya mengalami cedera pada lutut kanan pada pertandingan final Indonesia Masters 2019 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Minggu.

“Setelah pertandingan tadi, Marin akan langsung terbang ke Spanyol dan tiba di sana pada Senin (28/1) pagi. Kami akan langsung membawanya ke rumah sakit setelah dia tiba,” kata Ignacio kepada media di Jakarta.

Carolina Marin terpaksa mundur pada pertandingan final turnamen tingkat Super 500 itu ketika menghadapi pemain India Saina Nehwal dengan kedudukan 10-4 pada gim pertama.

“Kami belum dapat memastikan seberapa parah cederanya. Tapi, fisioterapis kami mengatakan tidak terlalu parah karena Marin sempat melanjutkan pertandingan,” kata Ignacio.

Sang manajer itu juga mengatakan Marin tidak merasakan kondisi cedera ataupun sakit sebelum pertandingan final berhadiah total 350 ribu dolar AS itu.

Sebelumnya, Saina Nehwal mengatakan tidak gembira dengan kemenangannya atas Marin karena lawannya itu harus mengalami cedera pada lutut kanannya.

“Tentu tidak menyenangkan melihat situasi seperti tadi. Itu terasa menyakitkan. Sebagai orang yang pernah mengalami cedera dua hingga tiga tahun, saya melihat kejadian tadi seperti benar-benar menyakitkan bagi saya,” kata Saina.

Pemain India peringkat sembilan dunia itu mengaku pernah merasakan sakit akibat cedera ketika harus menjalani operasi sebelum mengikuti Olimpiade Rio 2016.

“Saya tahu betapa sulitnya ketika seorang pemain yang mengalami cedera seperti itu. Memang, terkadang atlet sulit untuk mengendalikan kondisi fisiknya,” kata Saina.

Baca juga: Marin cedera, gelar juara jatuh ke Saina Nehwal
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Demi Olimpiade, Hendra/Ahsan ditarget minimal 14 turnamen setahun

Jakarta (ANTARA News) – Ganda putra peringkat delapan dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru dikontrak oleh sponsor baru Mizuno, harus bermain dalam minimal 14 turnamen setahun agar bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

“Targetnya lolos ke Tokyo 2020. Targetnya minimal main di 14 turnamen setahun,” ujar Hendra Setiawan seusai bertanding pada final Indonesia Masters di Istora Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu.

Hendra dan Ahsan terikat kontrak dua tahun dengan Mizuno dengan target lolos Olimpiade Tokyo 2020.

Pada final di Istora, Minggu, Hendra/Ahsan harus mengakui keunggulan ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mengalahkan mereka dua gim langsung 21-17, 21-11 hanya dalam waktu 25 menit. Gelar ini menjadi gelar kedua Marcus/Kevin pada 2019 setelah pekan lalu juara di Malaysia Masters.

Hasil tersebut menurut Hendra cukup memuaskan bagi mereka, meskipun masih harus dievaluasi lagi. “Setelah ini kami akan berlatih kembali dan sparring di Pelatnas,” tambahnya.

Ditanya apakah mereka mengalami kesulitan harus beradaptasi dengan peralatan baru, Hendra mengaku sudah mulai terbiasa.

“Sekarang sudah tiga minggu, jadi sudah mulai terbiasa,” kata juara Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido itu.

Sebelum Indonesia Masters, pasangan juara dunia 2013 dan 2015 lebih dulu bermain di liga bulu tangkis di India dan Malaysia Masters.

Dengan sponsor barunya, Hendra memakai sepatu Wave Fang Zero (biru-putih-orange) dan raket Fortius Tour (hitam-kuning), sedang Ahsan memakai sepatu Wave Fang SS2 (orange-biru) dan raket Fortius Four-F (hitam-merah).

Baca juga: Minions pertahankan gelar juara Indonesia Masters

Baca juga: Hendra/Ahsan bikin lawan kebingungan demi tembus final

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi terima Liliyana “Butet” Natsir di Istana Merdeka

Jakarta, 29/1 (Antara) – Presiden Joko Widodo menerima atlet bulutangkis yang baru “gantung raket” Liliyana Natsir di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.

Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyambut kedatangan Liliyana Natsir yang diantar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di ruang depan Istana Merdeka pukul 09.40 WIB.

Selanjutnya Presiden mengajak Liliyana yang akrab dipanggil “Butet” ini ke ruang utama Istana Merdeka bersama Pratikno dan Imam Nahrawi.

Sekitar 30 menit Presiden dan Liliyana berbincang dan selanjutnya memberi keterangan kepada wartawan yang menunggu di ruang depan Istana Merdeka.

“Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa “Butet” telah menorehkan prestasi di berbagai pertandingan besar, diantaranya Olimpiade, Pala Dunia hingga turnamen besar lainnya.

Jokowi berharap prestasi “Butet” ini bisa menular ke pemain-pemain yunior dan bisa berprestasi seperti Liliyana Natsir.

“Tadi saya sampaikan, sebentar lagi (Butet) jadi PNS, jadi ASN, agar bisa memotivasi dan muter ke beberapa daerah. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dilakukan agar bisa berprestasi,” harap Presiden.

Liliyana Natsir yang ada disamping Presiden Jokowi menyatakan terima kasih telah diterima di Istana dan siap memberikan motivasi kepada generasi muda agar bisa berprestasi.

“Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan,” kata Butet. ***3***

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Caroline Marin harus istirahat enam bulan akibat cedera lutut

Jakarta (ANTARA News) – Peraih medali emas bulu tangkis tunggal putri Olimpiade 2016 Carolina Marin harus istirahat selama enam bulan ke depan akibat cedera lutut yang dialami pada final Indonesia Terbuka di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1).

Pebulutangkis asal Spanyol berusia 25 tahun itu dengan berurai air mata terpaksa mengundurkan diri pada awal-awal set pertama saat menghadapi Saina Nehwal dari India.

Pada 2018, Marin menjadi pebulutangkis putri pertama Spanyol yang mampu meraih gelar juara di kejuaraan dunia. Selain itu, ia juga telah merebut empat gelar juara untuk kawasan Eropa.

“Saatnya untuk bersiap menghadapi perjuangan paling berat. Tapi saya sangat yakin kalau saya nanti akan kembali lebih kuat,” kata Marin melalui akun Twitter seperti yang dikutip bbc.com.

Baca juga: Manajer Carolina Marin sebut masalah lutut atletnya
Baca juga: Marin cedera, gelar juara jatuh ke Saina Nehwal

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lilyana pamit kepada presiden

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama atlet bulutangkis Liliyana Natsir (kiri) menyampaikan keterangan pers usai bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019). Liliyana berpamitan kepada Presiden Joko Widodo usai memutuskan gantung raket dan pensiun dari dunia bulutangkis. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/hp.

Menpora: hasil tes PNS Liliyana “Butet” Natsir memuaskan

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengungkapkan hasil uji kompetensi Liliyana “Butet” Natsir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah dilakukan sangat memuaskan dan menjadi nilai tambah mantan atlet bulutangkis yang baru “gantung raket” ini.

“Banyak yang tidak menduga karena dia banyak di lapangan, tapi begitu masuk proses seleksi dan ujian kompetensi, ternyata hasilnya sangat luar biasa,” kata Imam Nahrawi usai mendampingi Butet diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.

Menpora mengungkapkan Presiden meminta penerimaan posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya dilihat dari administrasi, tapi sisi prestasinya juga.

“Nah, ini yang harus dipikirkan bagaimana Butet bisa mendapat posisi yang layak,” katanya.

Menpora mengatakan Liliyana akan diangkat menjadi PNS di bidang tenaga fungsional kepelatihan dan atlet yang berada di bawah kementeriannya.

“Itu yang kami siapkan, yang pasti Butet istimewa lah,” katanya.

Liliyana Natsir mengaku belum mengetahui tugas apa yang akan diemban sebagai PNS.

“Kalau itu nanti dibicarakan langsung dengan Menpora seperti apa kelanjutannya,” kata Liliyana.

Sebagai PNS, Butet juga mengaku siap menjalankan pesan Jokowi agar terus ikut memacu semangat para pebulutangkis muda.

“Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan,” kata Butet.

Ketika ditanya wartawan apakah akan menjadi pelatih, Butet menjawab: “Belum tahu karena belum terpikirkan ke sana, karena pelatih pun butuh komitmen untuk totalitas di bulu tangkis. Saya baru berhenti jadi belum bisa bicara panjang lebar.” 

Baca juga: Jokowi terima Liliyana “Butet” Natsir di Istana Merdeka

Baca juga: Terima kasih Butet!

Baca juga: Pelatih ganda campuran akui potensi pengganti Butet

Baca juga: Menpora sampaikan perpisahan dan terima kasih kepada Butet

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Profile Lilyana Natsir

1.435 Views

(Antara)-wanita kelahiran manado, 9 september 1985, menjuarai all england pada tahun 2012, 2013, 2014, untuk kategori ganda campuran, dan mendapatkan medali untuk juara dunia ganda campuran pada 2005, 2007 dan 2013.

Marcus Fernaldi Gideon jadi ayah

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon resmi menjadi ayah ketika istrinya Agnes Amelinda Mulyadi melahirkan putra putra pertama mereka di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan, Selasa.

“Selamat datang!! MFG jr,” demikian isi unggahan pada akun resmi Instagram atlet yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo itu pada Selasa.

Unggahan itu pun mendapatkan lebih dari 10 ribu komentar dari para warganet, termasuk sejumlah pebulu tangkis dan mantan pebulu tangkis nasional.

“Selamat Nyoo and Agnesss… semoga menjadi berkat buat seluruh dunia dan kebanggaan keluarga. Amin,” demikian komentar asisten pelatih pratama ganda campuran pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Vita Marissa di unggahan Marcus.

Selain Vita, pemain-pemain lain bulu tangkis nasional juga turut berkomentar seperti Hendra Setiawan dan Ricky Karanda Suwardi.

Bahkan unggahan atlet yang baru saja menjuarai turnamen Indonesia Masters 2019 pada Minggu (27/1) itu, disambut oleh lawan-lawannya dari negara lain seperti Han Chengkai dari China, Takeshi Kamura dari Jepang, dan Goh V Shem dari Malaysia.

“Ya Tuhan. Selamat. Sangat lucu,” kata Han yang beberapa kali bertanding melawan ganda Indonesia Kevin/Marcus.

Ganda Kevin/Marcus yang diberi julukan Minions itu sukses mempertahankan gelar turnamen Indonesia Masters di Stadion Istora Senayan setelah mengalahkan ganda senior mereka Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam dua gim 21-17, 21-11.

Baca juga: Minions pertahankan gelar juara Indonesia Masters

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda campuran Indonesia ditarget masuk semifinal All England

Jakarta (ANTARA News) – Sektor ganda campuran pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ditargetkan masuk semifinal pada kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia All England di Birmingham, Inggris, 6-10 Maret.

“Kami tidak bisa mematok target terlalu tinggi karena persiapan kami juga singkat dan tidak sampai sebulan. Kami persiapkan para pemain dengan maksimal karena mereka sudah turun pada Malaysia Masters dan Indonesia Masters. Sebagian juga akan ikut Superliga pada sebelum All England,” kata pelatih sektor ganda campuran Nova Widianto di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Ganda campuran yang akan diturunkan di kejuaraan tingkat Super 1.000 ini adalah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Ronald Alexander/Annisa Saufika, serta Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Sebelum turun di All England, ganda campuran Indonesia ini terlebih dahulu akan turun di Spanyol Masters 2019 di Barcelona, 19-24 Februari. Namun, ada dua pasangan unggulan Indonesia yang bakal absen yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Usai tampil di Spanyol Masters 2019, semua ganda campuran Indonesia termasuk Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja akan turun di Jerman Terbuka 2019 di Muelheim an der Ruhr, Jerman, 26 Febuari hingga 3 Maret.
 
“Kami menargetkan pasangan selain Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria bisa masuk peringkat 20 besar dunia sebelum Kejuaraan Dunia 2019 Agustus nanti. Saat ini rata-rata mereka pada peringkat 30 besar dunia,” kata Nova menambahkan.

Atlet-atlet utama ganda campuran PBSI telah berlatih di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur sejak Senin (28/1) setelah mereka mengikuti turnamen Indonesia Masters 2018 di Stadion Istora Senayan pekan lalu.

“Kami tidak punya banyak waktu dan mereka sudah langsung latihan dengan porsi berat sejak Senin (28/1). Untuk Tontowi, dia memang baru berlatih hari ini karena Senin libur dan Selasa ada keperluan mengurus paspor,” kata mantan pemain tim nasional itu.
Baca juga: Indonesia kirim 36 atlet menuju All England 2019

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI perbanyak latihan Owi/Winny guna perkuat pola

Jakarta (ANTARA News) – Pelatih ganda campuran pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan memperbanyak porsi latihan bagi pasangan baru Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow jelang keikutsertaan mereka pada tiga turnamen Eropa yaitu Spanyol Masters, Jerman Terbuka, dan All England medio 19 Februari sampai 10 Maret.

“Harusnya mereka saling menyesuaikan karena saya sudah melatih Winny sejak di pelatnas pratama. Saya latih agar dia siap masuk pelatnas utama dan berpasangan dengan Owi (Tontowi),” kata kata pelatih sektor ganda campuran pelatnas PBSI Nova Widianto di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Peningkatan latihan bagi Owi/Winny, menurut Nova, dibutuhkan menyusul pensiunnya tandem Owi yaitu Liliyana Natsir tepatnya pada turnamen Indonesia Masters 2019 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1).

“Pola permainan Tontowi dengan Liliyana tentu akan berbeda ketika Tontowi dengan Winny. Tontowi harus lebih bekerja keras. Kami akan memperbanyak latihan agar mereka mendapatkan pola komunikasi dan cara bermain yang kompak,” kata mantan pemain yang mendapatkan medali perak Olimpiade Beijing 2008 bersama Liliyana Natsir itu.

Nova mengharapkan pasangan Owi/Winny dapat segera mengumpulkan poin mereka sendiri sebagai pasangan ganda campuran dan bukan poin dari hasil pertandingan sebelumnya ketika Tontowi bersama Liliyana ataupun Winny bersama Akbar Bintang Cahyono.

“Mereka masih bisa ikut tiga turnamen di Eropa serta tiga turnamen di Asia seperti India Terbuka, Malaysia Terbuka, serta Singapura Terbuka 2019,” kata Nova menambah. Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri), Praveen Jordan (kedua kiri). Alfian Eko Prasetya (ketiga kiri), Ronald Alexander (ketiga kanan), Hafiz Faizal (kedua kanan) berlatih di pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1). Sektor ganda campuran PBSI akan menurunkan pasangan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow pada turnamen Spanyol Masters, Jerman Terbuka, dan All England 2019. (Antara/Imam Santoso)
Setelah turnamen Singapura Terbuka 2019, menurut Nova, Owi/Winny akan punya poin dari hasil pertandingan mereka sebagai pasangan ganda campuran. Poin itu akan digunakan untuk mengikuti rangkaian turnamen World Tour Super lainnya.

“Mereka minimal bisa masuk pertandingan sampai putaran perempat final dalam tiga turnamen di Eropa dan tiga turnamen di Asia itu,” katanya.
Baca juga: Ganda campuran Indonesia ditarget masuk semifinal All England

Para pelatih sektor ganda campuran akan memantau perkembangan penampilan pasangan Owii/Winny hingga All England 2019 meskipun ganda itu akan berlanjut hingga Singapura Terbuka 2019.

“Seandainya kalah pada pertandingan putaran awal, kami akan tetap memastikan bagaimana mereka kalah. Jika mereka kalah misalnya dari pasangan Zheng Siwei/Huang Yaqiong, kami masih bisa memastikan potensi mereka dalam turnamen berikutnya,” ujar Nova.

Namun, ganda Owi/Winny, lanjut Nova, tidak perlu mengikuti turnamen Malaysia Terbuka 2019 dan Singapura Terbuka 2019 seandainya mereka dipercaya tampil dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia pada 23-28 April 2019.

Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia akan berlangsung di Wuhan, China setelah penyelenggaraan Singapura Terbuka 2019 pada 9-14 April.
Baca juga: Insting bermain bagus, Winny disebut layak dampingi Owi

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Owi akui butuh adaptasi setelah Butet pensiun

Jakarta, 30/1 (Antara) – Pebulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad mengaku butuh adaptasi kembali pada sesi latihan sektor ganda campuran setelah pasangan terdahulunya Liliyana Natsir atau yang akrab disapa Butet, “gantung raket” pada turnamen Indonesia Masters 2019.

“Ini baru latihan pertama tanpa ci Butet. Saya berusaha untuk beradaptasi lagi. Memang, ada hal lain yang kurang karena biasanya ada ci Butet, Debby juga ada. Mereka berdua pensiun, suasanya jadi lain,” kata pemain yang akrab disapa Owi di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Butet dan Debby Susanto menyatakan pensiun sebagai atlet setelah mengikuti turnamen Indonesia Masters 2019 yang berlangsung di Stadion Istora Senayan, Jakarta pada 22-27 Januari.

“Saya selalu serius kalau berlatih. Tadi juga serius, tapi pada sesi akhir latihan saja suasana lebih cair. Dulu ketika latihan, kami ya serius dan ada saat kami saling bercanda,” kata Owi yang beberapa kali sempat melempar canda bersama Praveen Jordan dan Alfian Eko Prasetya.

Pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Butet itu mengaku latihan pertamanya selepas mengikuti Indonesia Masters 2019 salah satu targetnya untuk meningkatkan kelincahan dan keseimbangan tubuh, serta kekuatan fisik.

“Saya sering bercanda bersama Ucok (sapaan Praveen Jordan) dan Eko dari dulu. Malah kalau sama ci Butet dan Debby jarang bisa bercanda,” kata Owi sembari tertawa.

Meskipun menjadi atlet senior pada sektor ganda campuran pelatnas PBSI, Owi mengaku tidak mendapatkan keistimewaan dari para pelatih dan masih harus mengikuti program latihan sebagaimana rekan-rekan pelatnas yang berusia di bawahnya.

“Kak Richard menganggap saya seperti pemain-pemain muda dan latihan kami tetap sama. Dia meminta saya untuk kembali berlatih dari dasar. Dia juga minta saya untuk kembali punya motivasi dan siap dari nol,” kata pemain berusia 31 tahun itu.

Owi mengaku punya persiapan sekitar dua pekan untuk berlatih bersama pasangan barunya Winny Oktavina Kandow sebelum mengikuti tiga turnamen Eropa yaitu Spanyol Masters, Jerman Terbuka, dan All England 2019.
Baca juga: PBSI perbanyak latihan Owi/Winny guna perkuat pola

“Kami akan coba untuk meningkatkan kekompakan dalam latihan. Mudah-mudahan hasil yang kami dapat bisa bagus meskipun tentu akan ada penyesuaian  dari kami. Saya sebagai senior juga ada penyesuaian walau semestinya saya bisa membimbing,” kata Owi.

Pasangan atlet Indonesia, menurut Owi, punya karakter yang berbeda dengan pemain-pemain China dan Korea Selatan yang cenderung punya pola permainan keras.

“Pemain China dan Korea kalau dipasangkan sama siapa saja bisa langsung klop karena gaya main mereka sama. Kalau kami berbeda, kami punya tipe permainan,” kata atlet asal klub Djarum Kudus itu.
Baca juga: Pelatih ganda campuran akui potensi pengganti Butet

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Owi harapkan pelapisnya tidak mudah menyerah

Jakarta (ANTARA News) – Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (Owi) berharap pasangan pelapisnya yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja mampu membuktikan prestasi dan tidak mudah menyerah dalam setiap pertandingan yang mereka ikuti.

“Mereka kan sekarang sudah menjadi pasangan atlet prioritas dan punya tanggung jawab besar. Mereka tidak bisa lagi berlatih dan bermain jelek karena harus mampu membuktikan sebagai pasangan atlet yang mendapatkan prioritas,” kata Owi setelah mengikuti latihan di pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Owi mengungkapkan harapan kepada dua pasangan atlet itu sebagai penerus ganda Tontowi/Liliyana Natsir pada sektor ganda campuran PBSI menyusul keputusan Liliyana yang pensiun sebagai atlet pada turnamen Indonesia Masters 2019.

Pemain yang akrab disapa Owi itu mengatakan penetapan Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria sebagai pasangan prioritas menuju Olimpiade Tokyo 2020 karena kedua pasangan itu punya peringkat yang memadai untuk lolos kualifikasi Olimpiade.

“Mereka prioritas karena tidak ada pemain lain yang lebih tinggi peringkatnya. Saya dulu harus bersaing. Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria perlu terus bersemangat dan tidak berlatih sembarangan. Mereka harusnya bisa membuktikan diri,” kata pemain yang menyabet medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu.

Meskipun tidak lagi menjadi atlet prioritas bagi PBSI setelah Liliyana pensiun, Owi berjanji masih akan menunjukkan prestasinya bersama pasangan baru Winny Oktavina Kandow dalam turnamen internasional.

“Saya akan menunjukkan meskipun saya bukan atlet prioritas. Apalagi mereka yang sudah dipilih PBSI, mereka harusnya bisa buktikan,” katanya.

Namun, Owi mengaku masih berupaya untuk menemukan pola permainan bersama Winny dalam sesi latihan di pelatnas PBSI sebelum mengikuti turnamen Spanyol Masters, Jerman Terbuka, dan All England 2019.

“Saya baru bisa berprestasi bersama ci Butet pada 2012. Saya sudah berpasangan dua tahun sebelumnya. Itupun tidak stabil karena kami masih kalah-menang. Meskipun kami juara, tapi kami belum benar-benar kompak. Kami sudah benar-benar menemukan pola permainan pada 2013,” kata Owi.

Meskipun menjadi atlet senior pada sektor ganda campuran pelatnas PBSI, Owi mengaku tidak mendapatkan keistimewaan dari para pelatih dan masih harus mengikuti program latihan sebagaimana rekan-rekan pelatnas yang berusia di bawahnya.

“Kak Richard menganggap saya seperti pemain-pemain muda dan latihan kami tetap sama. Dia meminta saya untuk kembali berlatih dari dasar. Dia juga minta saya untuk kembali punya motivasi dan siap dari nol,” kata pemain berusia 31 tahun itu.
Baca juga: Owi akui butuh adaptasi setelah Butet pensiun
Baca juga: PBSI perbanyak latihan Owi/Winny guna perkuat pola

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih siap berbagi pengalaman asuh anak ke Marcus

Jakarta (ANTARA News) – Pelatih-pelatih sektor ganda putra pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) siap berbagi pengalaman dalam mengasuh anak kepada Marcus Fernaldi Gideon menyusul kelahiran putra pertamanya pada Selasa (29/1).

“Kami pasti akan memberi tahu dia bagaimana mengatur jam istirahat dan makan setelah punya anak. Kami sudah berkeluarga sehingga bisa berbagi pengalaman,” kata pelatih ganda putra PBSI Aryono Miranat di sela-sela latihan di pelantas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Aryono memastikan kelahiran putra pertama tidak akan mempengaruhi Marcus dalam latihan karena atlet ganda putra yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo itu sudah mengerti tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, serta kepada PBSI.

Baca juga: Marcus Fernaldi Gideon jadi ayah

“Dia pulang setiap hari setelah berlatih. Tapi, kalau istirahat siang, dia ada di pelatnas. Komunikasi dengan Kevin juga tidak akan terpengaruh. Kami akan membimbingnya,” kata Aryono,

Aryono mengatakan istri Marcus, Agnes Amelinda Mulyadi, dan keluarganya sudah mengerti kondisi pemain ganda putra peringkat satu dunia itu yang harus tetap berlatih demi menjaga kondisi jelang All England 2019.

Aryono mengakui Marcus belum berlatih pada Rabu karena masih libur setelah kelahiran putra pertamanya. Sedangkan Kevin meminta izin berlatih karena sakit tenggorokan.

“Mungkin Marcus akan berlatih lagi pada besok Kamis. Kevin tadi datang, tapi sakit tenggorokan. Saya minta dia istirahat agar tidak tambah parah,” katanya.

Pelatih dan atlet-atlet ganda putra PBSI, lanjut Aryono, belum berencana menjenguk putra Marcus yang lahir di di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan. “Mungkin nanti kami atur waktu karena kami baru berkumpul juga hari ini,” kata Aryono.

– Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan istrinya Agnes Amelinda Mulyadi mendapatkan karunia menyusul kelahiran putra pertama mereka di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan, Selasa.

“Selamat datang!! MFG jr,” demikian isi unggahan akun resmi Instagram atlet yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo itu pada Selasa.

Unggahan itu pun mendapatkan lebih dari 10 ribu komentar dari para warganet, termasuk sejumlah pebulu tangkis dan mantan pebulu tangkis nasional.

Ganda Kevin/Marcus sukses mempertahankan gelar turnamen Indonesia Masters di Stadion Istora Senayan setelah mengalahkan ganda senior mereka Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam dua gim 21-17, 21-11.

Baca juga: Minions pertahankan gelar juara Indonesia Masters

Baca juga: Kalahkan Denmark, Minions pastikan gelar untuk Indonesia

Baca juga: Bulu Tangkis – Minions rebut gelar pertama 2019 di Malaysia
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019