Jojo lewati Axelsen menuju semifinal Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Hasil positif kembali didapat oleh pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie yang berhasil melangkah ke semifinal Malaysia Open 2019 setelah mengalahkan Viktor Axelsen di perempat final Malaysia Open dengan skor 21-18 dan 21-19 dalam waktu 41 menit di Kuala Lumpur, Jumat.

“Hari ini bertemu Axelsen lagi. Ini merupakan pertandingan yang saya tunggu juga. Setiap saya bertemu pemain unggulan saya anggap sebagai sparing seperti latihan. Jadi jangan sampai pikiran terbeban. Selain itu tadi lebih ke perang mental. Mungkin permainan Axelsen hari ini sama saja, cuma adu mental di lapangan,” kata Jonatan mengungkapkan.

Kemenangan atas Axelsen ini merupakan yang pertama kali bagi “Jojo”, setelah sebelumnya sempat dikalahkan oleh pebulutangkis peringkat empat dunia itu di Malaysia Masters 2018 dan Blibli Indonesia Open 2018.

Memulai game pertama di Axiata Arena, Kuala Lumpur Sports City, Malaysia, Jonatan berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan baik. Ia terus unggul memimpin perolehan angka meski pada game kedua pertandingan bergeser menjadi lebih ketat. Beruntung akhirnya peraih medali emas Asian Games 2018 ini berhasil mengatasi kendalanya dan merebut kemenangan dua game atas Axelsen.

“Di game kedua saya sempat kebawa permainan lawan. Tapi untungnya saya bisa keluar dari permainannya Axelsen tadi,” ujar Jonatan.

Di babak selanjutnya Jonatan akan bertemu Chen Long (China) dan akan menjadi tantangan bagi dirinya sebab Jonatan belum pernah menang dalam enam kali pertemuan mereka.

“Di atas kertas Chen Long unggul jauh dari saya. Tapi namanya permainan itu berbeda setiap pertandingannya. Pastinya tidak mudah melawan Chen Long, mungkin juga ketat. Karena dia penuh pengalaman dan kesabaran. Intinya saya tidak mau terbeban dan mau ‘all out’, saja,” pungkas Jonatan.

Baca juga: Jojo tumbangkan pemain nomor satu dunia Kento Momota

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan kalah strategi saat hadapi Li-Liu

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan mengaku kalah strategi saat menghadapi unggulan kedua Li Junhui-Liu Yuchen (China) sehingga harus tunduk dengan skor 13-21, 21-16, 17-21.

“The Daddies” tak berhasil mengulang sukses pertemuan terakhir mereka dengan Li-Liu di Daihatsu Indonesia Masters 2019 lalu, di mana mereka menang 21-16 dan 21-12.

“Pertama mereka mainnya bagus. Terus di gim ketiga juga kami kalah start,” ujar Ahsan melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat malam.

Hendra pun menilai gim ketiga yang seharusnya bisa menjadi penentu kemenangan justru dieksekusi dengan kurang baik dan tidak mampu memprediksi strategi lawan.

“Di gim kedua kami coba main di depan supaya dapat bola serang yang enak. Tapi di gim ketiga kami dapat bola bawah terus,” kata Hendra.

Setelah Malaysia Open 2019, Hendra-Ahsan akan meneruskan pertandingannya ke Singapura Open 2019 dengan melakukan evaluasi untuk mempersiapkan laga tersebut.

“Jaga kondisi saja, karena ini sudah pertandingan ke pertandingan. Evaluasi nanti kami akan ngobrol lagi sama pelatih, apa yang kurang dari penampilan kami hari ini,” ujar Ahsan.

Dengan demikian ganda putra hanya menyisakan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto yang melaju ke semifinal dan bertemu dengan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang).

Baca juga: Fajar-Rian siap hadapi Kamura-Sonoda di semifinal Malaysia Open

Baca juga: Singkirkan “Minions”, Fajar-Rian ke semifinal Malaysia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar-Rian siap hadapi Kamura-Sonoda di semifinal Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto mengaku sudah siap untuk menghadapi Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang) di babak semifinal Malaysia Open 2019.

“Pemain Jepang terkenal dengan jiwa bertarungnya, tidak mudah mati dan ulet. Jadi kami coba berusaha lagi. Nanti juga akan diskusi dengan pelatih dan partner mengenai strategi besok. Pokoknya kami siap untuk menampilkan yang terbaik,” tutur Fajar melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Dalam rekam jejak pertemuan mereka, keduanya terpaut ketat 3-4, dengan Fajar-Rian yang tertinggal dari Kamura-Sonoda.

Fajar-Rian berhasil maju ke semifinal setelah mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon di perempat final dengan skor 23-21, 19-21, dan 21-18.

Kemenangan ini juga menjadi rekor pertama bagi Fajar-Rian mengalahkan “Minnions”, dari total empat kali pertemuan dengan ganda putra nomor satu dunia itu.

“Alhamdulillah bersyukur hari ini bisa menang. Pertandingan hari ini ramai. Mereka peringkat satu dunia. Kami tadi fokus di poin-poin kritis, saling komunikasi dan yakin buat masuk dulu,” kata Rian.

Fajar-Rian mengaku banyak mengevaluasi tiga pertemuannya dengan Kevin-Marcus. Kali ini mereka mengatakan bermain dengan lebih sabar dan enjoy di lapangan.

“Di dua pertemuan sebelumnya saya dan Rian terlalu menggebu-gebu dan jadinya buru-buru di lapangan. Kalau tadi kami memang benar-benar ingin menang. Tapi kami coba menahan ego, sabar, bermain santai dan enjoy,” kata Fajar menambahkan.

Baca juga: Singkirkan “Minions”, Fajar-Rian ke semifinal Malaysia

Baca juga: Jojo tumbangkan pemain nomor satu dunia Kento Momota

Baca juga: Ketut/Rizki tingkatkan fokus di perempat final Malaysia Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Singkirkan “Minions”, Fajar-Rian ke semifinal Malaysia

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto berhasil maju ke semifinal Malaysia Open 2019 setelah menang atas “The Minnions” Marcus Renaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam rubber game 23-21, 19-21, dan 21-18.

Kemenangan yang diraih Fajar-Rian dalam pertandingan berdurasi 55 menit di Axiata Arena Kuala Lumpur Sports City, Jumat, ini menjadi yang pertama dalam catatan empat kali pertemua kedua pasangan tersebut.

Sementara ganda putra “The Daddies” yaitu Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan harus mengakui keunggulan lawan dari China, Li Junhu-Liu Yuchen, dengan kekalahan 13-21, 21-16, dan 17-21.

Dalam 11 kali pertemuan kedua pasangan tersebut, The Daddies hanya mampu menang tiga kali melawan Junhui-Yuchen.

Baca juga: Enam perwakilan Indonesia melangkah ke perempat final Malaysia Open

Baca juga: Ketut/Rizki tingkatkan fokus di perempat final Malaysia Open 2019

Baca juga: Hendra-Ahsan masuk delapan besar Malaysia Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam perwakilan Indonesia melangkah ke perempat final Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak enam perwakilan dari Indonesia berhasil melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Celcom Axiata Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Berdasarkan laman resmi BWF yang dipantau dari Jakarta, Jumat, di sektor tunggal putra, hanya ada satu perwakilan yaitu Jonatan Christie yang nantinya akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Denmark Viktor Axelsen.
Baca juga: Jojo tumbangkan pemain nomor satu dunia Kento Momota

Sama seperti tunggal putra, di sektor ganda putri juga hanya terdapat satu perwakilan, yakni Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta yang akan menghadapi pasangan dari China Du Yue/Li Yinhui.
Baca juga: Ketut/Rizki tingkatkan fokus di perempat final Malaysia Open 2019

Tidak berbeda dengan tunggal putra maupun ganda putri, di sektor ganda campuran, Tim Merah Putih juga hanya memiliki satu perwakilan, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang akan melawan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing asal Malaysia.
Baca juga: Tontowi/Winny melaju ke perempat final Malaysia Open 2019

Di sektor ganda putra, Indonesia mempunyai tiga perwakilan, antara lain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melawan pasangan China Li Junhui/Liu Yuchen dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan berhadapan dengan rekan satu timnya, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Baca juga: Hendra-Ahsan masuk delapan besar Malaysia Open

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pertandingan babak perempat final akan dilaksanakan pada Jumat (5/4) dan dimulai pukul 15.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketut/Rizki tingkatkan fokus di perempat final Malaysia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Ni Ketut Mahadewi Istarani/ Rizki Amelia Pradipta mengaku akan lebih meningkatkan fokus saat bertanding di babak perempat final turnamen bulutangkis Malaysia Open 2019.

Di babak perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (5/4), Ketut/Rizki akan berhadapan dengan pasangan asal China Du Yue/Li Yinhui. Keduanya tercatat belum pernah bertemu sebelumnya.

“Untuk pertandingan selanjutnya, fokus harus ditingkatkan lagi. Yang penting pemulihan dulu, istirahat maksimal, supaya bisa bermain dengan lebih baik, lebih konsentrasi dan hasilnya juga jadi lebih baik lagi,” kata Ketut seperti yang dirilis laman resmi PP PBSI, Jumat.

Sementara itu, senada dengan Ketut, Rizki juga mengungkapkan akan bermain dengan fokus penuh, sehingga bisa memperoleh hasil yang lebih baik lagi dari pertandingan kemarin. Terlebih, kedua pasangan itu sama sekali belum pernah bertemu.

“Di babak perempat final, kami harus lebih meningkatkan fokus dan konsentrasi, karena kami juga belum pernah menghadapi mereka (Du Yue/Li Yinhui),” ungkap Rizki.

Sebelum melaju ke perempat final, pasangan Ketut/Rizki mengalahkan rekan satu timnya sendiri, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam tiga gim yang berjalan selama 67 menit dengan skor 21-14, 20-22 dan 21-18 pada Kamis (4/4) kemarin.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama kali bagi Ketut/Rizki. Sebelumnya, Ketut/Rizki pernah dikalahkan oleh Greysia/Apriyani dalam turnamen Denmark Open 2018 lalu dengan skor 21-18, 18-21 dan 19-21.

Atas kemenangan itu, Rizki mengaku sangat bersyukur. Ketenangan menjadi kunci kemenangannya dalam pertandingan semalam. Dia juga mengaku tidak memikirkan menang atau kalah saat menghadapi rekannya itu.

“Alhamdulillah bisa menang. Dari awal, kami hanya memikirkan bagaimana caranya bermain dengan benar. Kami tidak mau memikirkan menang atau kalah. Walaupun sempat ketinggalan jauh poinnya di gim ketiga, pelan-pelan kami kejar ketinggalan itu,” tutur Rizki.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat.Baca juga: Tontowi/Winny melaju ke perempat final Malaysia Open 2019
Baca juga: Hendra-Ahsan masuk delapan besar Malaysia Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tontowi/Winny melaju ke perempat final Malaysia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melaju ke babak perempat final Malaysia Open 2019 setelah mengalahkan rekan satu timnya yaitu pasangan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis dengan skor 19-21, 21-18 dan 21-19.

Bagi Tontowi/Winny, kemenangan atas Hafiz/Gloria itu merupakan yang pertama kali setelah dua kali berhadapan di dua pertandingan sebelumnya. Pertemuan keduanya terakhir kali terjadi saat turnamen India Open 2019.

“Yang pasti, kami sudah mempelajari pola permainan mereka. Di India Open 2019 kemarin, mereka mengalahkan kami. Kami menonton lagi video pertandingan itu untuk mencari kelemahannya,” kata Tontowi dalam keterangan resmi yang dilansir PB PBSI.

Menurut pria yang lebih akrab disapa Owi itu, kunci utama kemenangannya dalam laga level 750 ini adalah ketenangan. Meskipun poinnya sempat tertinggal dari Hafiz/Gloria, dia mengaku tetap tenang menjalani pertandingan itu hingga akhir.

“Kunci kemenangan kami kali adalah ketenangan di lapangan, tidak bermain secara terburu-buru. Walaupun posisi kami ketinggalan, kami tetap tenang. Kami terus mengumpulkan poin satu demi satu,” kata Owi menambahkan.

Selanjutnya, di babak perempat final, Tontowi/Winny akan berhadapan dengan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Kedua pasangan itu tercatat belum pernah saling bertemu di lapangan.

“Untuk perempat final, kami harus jaga kondisi. Istirahat yang cukup dan jaga pola makan. Nanti kami pelajari lagi permainan lawan seperti apa. Yang penting sebenarnya ada di diri kami sendiri. Kami harus bisa main fokus dan tenang. Mudah-mudahan bisa menang,” ungkap Owi.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Jojo tumbangkan pemain nomor satu dunia Kento Momota
Baca juga: Hendra-Ahsan masuk delapan besar Malaysia Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan main santai saat hadapi nomor satu Momota

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku bermain dengan santai saat mengalahkan peringkat nomor satu dunia Kento Momota dari Jepang dengan dua set langsung 22-20, 21-15 di babak kedua Malaysia Open 2019 di Axiata Arena Kuala Lumpur, Kamis.

“Momota pemain terbaik saat ini. Dia juara All England, nomor satu dunia, tidak mudah untuk melewati fase tersebut. Tapi posisi saya lebih diuntungkan karena bermain dengan ‘nothing to lose’,” tutur Jojo, sapaan akrab Jonatan, melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Menurut peraih medali emas Asian Games 2018 ini, hal sebaliknya justru dilakukan oleh Momota yang bermain terlalu agresif sehingga kurang konsentrasi di lapangan.

“Dia bermain sebaliknya. Kesempatan itu yang saya ambil, Puji Tuhan hari ini saya bermain dan menerapkan pola dengan cukup baik,” katanya menambahkan.

Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Jonatan, yang pada dua pertemuan sebelumnya Momota selalu unggul dari Jojo, termasuk di pertemuan terakhir mereka di Hong Kong Open 2018.

Jonatan menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang menjejak ke perempat final dan masih menunggu calon lawannya, antara Viktor Axelsen (Denmark) dan Lu Guangzu (China).

“Hasil ini tidak mau saya pikirkan terlalu lama. Saya sudah bisa melewati babak dua, sekarang saya harus fokus lagi di perempat final. Lawan besok belum tahu. Axelsen pemain bagus, Lu Guangzu juga pemain bagus. Setelah ini saya mau istirahat dan bersiap untuk siapa pun lawannya besok,” tutur Jonatan.

Baca juga: 12 Wakil Indonesia siap berlaga di babak dua Malaysia Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jojo tumbangkan pemain nomor satu dunia Kento Momota

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan “Jojo” Christie  masuk ke babak delapan besar Malaysia Open 2019 setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia Kento Momota dengan dua set langsung 22-20 dan 21-15.

Pada pertandingan yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur Sports City Malaysia, Kamis, Jojo sukses meladeni pemain asal Jepang itu hanya dalam waktu 46 menit.

Dengan hasil ini maka catatan pertemuan keduanya menjadi 1-2, di mana pada dua pertemuan sebelumnya Kento lebih unggul dari Jojo.

Jonatan menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang masih bertahan, setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting harus kalah di babak pertama oleh Kenta Nishimoto dari Jepang.
Baca juga: Hendra-Ahsan masuk delapan besar Malaysia Open
Baca juga: 12 Wakil Indonesia siap berlaga di babak dua Malaysia Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menilai Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi juara dalam kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19 hingga 26 April 2019 di Nanning, China.

“Kalau soal peluang, Indonesia punya peluang untuk menjadi juara. Mudah-mudahan saja bisa menang, karena sudah lama sekali Piala Sudirman itu jatuh di tangan negara-negara lain. Semoga kali ini kita bisa memenangkannya lagi,” kata Susy seperti dikutip badmintonindonesia.org, Kamis.

Lebih lanjut, dia mengatakan susunan pemain tim inti Indonesia di Piala Sudirman 2019 akan diumumkan pada 3 Mei 2019 sesuai dengan batas akhir online entry deadline dari pihak penyelenggara. Masing-masing negara diperbolehkan untuk mengirimkan total 20 pemain.

“Total pemain ada 20 orang, tapi tidak mutlak 10 putra dan 10 putri. Kami pasti akan mengirim pemain-pemain terbaik. Kami akan mengatur strategi dan komposisi pemain, sesuai kebutuhan, terutama yang paling berpeluang menyumbang angka,” ujar Susy.

Saat ini, perempuan yang juga menjabat sebagai Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia itu menuturkan pihaknya tengah mempersiapkan komposisi tim terbaik jelang perebutan supremasi beregu campuran Piala Sudirman 2019.

Dia pun mengaku sudah melakukan pembahasan mengenai nominasi anggota tim inti dengan para pelatih di semua sektor, yakni tim pelatih tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

“Saya sudah bertemu dengan pelatih. Intinya, kami ingin melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya dan tentunya dengan membawa pemain-pemain terbaik. Indonesia berada di urutan, sekitar 3 atau 4 di daftar unggulan,” tutur Susy.

Berkaitan dengan persiapan, dia belum dapat memastikan akan dilaksanakan kegiatan kekompakan tim atau team building atau tidak, mengingat padatnya jadwal turnamen yang sedang berlangsung, yakni Malaysia Open 2019 dan akan disusul dengan Singapore Open 2019.

Baca juga: Indonesia optimistis atasi Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Baca juga: Indonesia satu grup dengan Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

“Kami harus mengatur program latihan dan persiapan jelang Piala Sudirman. Untuk team building, mungkin ada, tapi belum bisa ditentukan waktu dan jenis kegiatannya, karena memang jadwalnya padat sekali dan kami masih fokus pada turnamen,” ungkap Susy.

Dia menambahkan meskipun saat ini kekuatan negara-negara peserta Piala Sudirman 2019 itu sudah merata, pihaknya tetap optimis menghadapi kejuaraan tersebut.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan masuk delapan besar Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan berhasil masuk ke babak delapan besar Malaysia Open 2019 usai menang dari pasangan tuan rumah Chooi Kah Ming-Low Juan Shen dengan skor 21-18 dan 21-12.

“Dibilang mudah juga tidak, karena tadi di game pertama mereka sempat menyusul kami. Kami harus tetap fokus. Karena kalau mereka berkembang saya rasa juga bahaya buat kami,” kata Ahsan melalui keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Kamis.

The Daddies kini masih menunggu calon lawannya yang belum bertanding, yaitu antara unggulan dua, Li Junhui-Liu Yuchen dari China dan Lu Ching Yao-Yang Po Han dari Taiwan.

“Kami coba terapkan pola kami dulu. Siapa pun lawannya besok, kami mau fokus ke permainan kami dulu,” ujar Hendra mengenai laganya besok.

Baba, panggilan akrab Ahsan, juga mengutarakan hal senada.

“Kami mau fokus ke pertandingan besok dulu, tidak berpikir target apa-apa. Karena lawan besok juga bagus,” pungkas Ahsan.

Sementara itu dari sektor ganda campuran, pasangan Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari harus mengakui keunggulan Wang Yilyu-Huang Dongping (China), yang mampu mengalahkan mereka di dua game langsung dengan skor 12-21 dan 6-21 dalam 26 menit.
Baca juga: 12 Wakil Indonesia siap berlaga di babak dua Malaysia Open 2019
Baca juga: Tunggal putri Indonesia harus bermain lepas

 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

12 Wakil Indonesia siap berlaga di babak dua Malaysia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 12 wakil Indonesia siap berlaga di babak kedua turnamen bulu tangkis Celcom Axiata Malaysia Open 2019 yang akan berlangsung pada Kamis (5/4) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor tunggal putra, hanya ada satu perwakilan Tim Garuda, yaitu Jonatan Christie yang nantinya akan berhadapan dengan pebulu tangkis asal Jepang Kento Momota.

Di sektor ganda putri, ada dua wakil Indonesia yang akan saling memperebutkan satu tiket menuju babak delapan besar, yaitu Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta melawan rekan satu timnya Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Selanjutnya, ada empat perwakilan di sektor ganda putra, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melawan Chooi Kah Ming/Low Juan Shen dari Malaysia dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menghadapi Takuto Inoue/Yuki Kaneko asal Jepang.

Lalu, pasangan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso melawan Liu Cheng/Zhang Nan asal China dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhadapan dengan pasangan Chinese Taipei Liao Min Chun/Su Ching Heng.

Baca juga: Dijegal Jepang, Ginting gagal ke babak dua Malaysia Open 2019

Sementara itu, di sektor ganda campuran ada lima wakil dari tim Merah putih, yakni Ricky Karanda Suwardi/Pia Zebadiah Bernadet melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping dari China.

Kemudian, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow akan berhadapan dengan rekan satu timnya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Ronald Alexander/Annisa Saufika melawan pasangan asal Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai.

Tidak ada perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri yang lolos ke babak kedua. Dua pebulu tangkis tunggal putri, yaitu Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung kalah di tangan lawannya masing-masing.

Fitriani dikalahkan oleh Sung Ji Hyun asal Korea Selatan dengan skor 15-21 dan 15-21. Sedangkan Gregoria ditaklukkan oleh pebulu tangkis asal Thailand Ratchanok Intanon dengan skor 12-21 dan 16-21.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat.

Baca juga: Ganda putra Wahyu/Ade melaju ke babak dua Malaysia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tunggal putri Indonesia harus bermain lepas

Jakarta (ANTARA) – Pelatih utama tunggal putri bulu tangkis Indonesia Rionny Mainaky meminta kepada atlet-atletnya supaya bermain dengan lebih lepas tanpa ada keraguan, sehingga diharapkan hasilnya juga akan lebih baik dan maksimal.

Nasihat tersebut disampaikan oleh Rionny terkait kekalahan yang dialami oleh dua perwakilan tunggal putri Indonesia dalam turnamen Malaysia Open 2019 yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Wakil pertama, yaitu Fitriani dikalahkan oleh Sung Ji Hyun asal Korea Selatan dengan skor 15-21 dan 15-21. Sedangkan wakil kedua, yakni Gregoria Mariska Tunjung ditaklukkan oleh Ratchanok Intanon dari Thailand dengan skor 12-21 dan 16-21.

“Penampilan mereka sudah cukup lepas, tapi masih ada kekurangan. Mereka masih kesulitan untuk menemukan pola permainan dan masih ada rasa ragu-ragu,” kata Rionny melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Sebelum bertolak ke Malaysia, dia mengaku telah bertemu dengan Fitriani serta Gregoria dan sempat latihan singkat. Usai kekalahan tersebut, dia juga langsung melakukan evaluasi terkait permainan keduanya, sehingga bisa tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.

“Mereka sudah tahu kesalahannya apa. Saya juga langsung evaluasi mereka usai pertandingan dan memperbaiki kesalahan itu supaya tidak terulang lagi. Sebelum berangkat ke Malaysia, saya sempat latihan sebentar dengan mereka. Jadi, sedikit banyak sudah tahu bagaimana permainannya,” ujar Rionny.

Setelah Malaysia Open 2019, Gregoria dan Fitriani akan melanjutkan pertandingannya ke Singapore Open 2019 yang akan berlangsung mulai 9 hingga 14 April 2019.

Terkait pertandingan tersebut, dia pun mengaku telah menyiapkan beberapa program latihan singkat untuk memperbaiki penampilan anak-anak didiknya tersebut.

“Yang jelas, sampai menjelang Singapore Open akan ada latihan lagi untuk mempersiapkan diri. Semua kekurangan harus segera diperbaiki. Stamina dan kecepatan harus lebih ditingkatkan. Mereka harus bermain lebih maksimal lagi di lapangan, lebih berjuang, tidak boleh ragu-ragu,” ungkap Rionny.

Baca juga: Rionny Mainaky resmi tangani tunggal putri Pelatnas
Baca juga: Fitriani terhenti di babak pertama Malaysia Open
Baca juga: Kurang olah bola jadi penyebab kekalahan Gregoria

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalan Kevin-Marcus di Malaysia Open masih mulus

Jakarta (ANTARA) – Babak pertama Malaysia Open 2019 berhasil dilalui dengan mudah oleh pasangan ganda putra nomor satu dunia yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, dengan hasil kemenangan dua game langsung 21-13 dan 21-12 dari lawannya duet Taiwan, Lee Yang-Wang Chi Lin.

“Hari ini kami main cukup baik, dari awal sudah sangat siap dan tidak mau lengah. Lawan juga kan kemarin baru juara di India Open, jadinya tidak boleh kasih kesempatan,” ujar Marcus melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu malam.

Dengan bermain keras, katanya melanjutkan, mereka tidak akan khawatir akan memberi kesempatan bagi lawan untuk memperbaiki pola permainan.

“Game pertama kami menekan dari awal dan mereka tidak bisa keluar dari permainan kami,” kata Marcus menceritakan pertandingannya yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur Sports City, Malaysia.

Usai bermain tanpa hambatan di game pertama, Kevin-Marcus sempat terpaut ketat di poin awal game kedua, namun hal tersebut tak berlangsung lama karena “The Minions” kembali berhasil merebut poin demi poin hingga menang 21-12.

“Game kedua mereka mungkin lebih siap dari game pertama. Mereka coba buat keluar dari tekanan, cuma kami tetap fokus terus,” tutur Kevin menceritakan.

Selanjutnya di babak dua, Kevin-Marcus akan berhadapan dengan Takuto Inoue-Yuki Kaneko dari Jepang.

Melihat catatan pertemuan keduanya, Kevin-Marcus jauh diunggulkan dengan kemenangan 6-0.

Meski begitu, keduanya mengaku tak ingin lengah dalam menghadapi Inoue dan Kaneko.

“Kami sudah sering ketemu sama mereka. Kalau (merasa) di atas angin sih tidak, karena semua punya peluang. Paling kami harus lebih siap saja untuj diri kami sendiri,” kata Kevin.

Dengan kemenangan ini, Indonesia berhasil mengirimkan empat wakil ganda putra ke babak dua.

Selain Kevin-Marcus, ada Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira-Ade Yusuf Santoso dan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan yang sudah menang sebelumnya.

Baca juga: Minions gagal pertahankan gelar juara All England

Baca juga: PBSI fokuskan Minions ke kejuaraan besar

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malaysia Open, ganda putri Indonesia bersaing tiket delapan besar

Jakarta (ANTARA) – Dua wakil ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, akan memperebutkan tiket menuju babak delapan besar turnamen bulu tangkis Malaysia Open 2019.

Di babak penyisihan 32 besar yang berlangsung pada Rabu (3/4), Greysia/Apriyani menundukkan pasangan asal Amerika Serikat (AS) Ariel Lee/Sydney Lee dalam dua gim yang berjalan selama 21 menit dengan skor 21-9 dan 21-10.

Pada babak yang sama, pasangan Ketut/Rizki berhasil mengalahkan rekan satu timnya, yakni Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto dalam dua gim selama 34 menit dan berakhir dengan perolehan 21-15 dan 22-20.

Setelah itu, di babak 16 besar, Greysia/Apriyani dan Ketut/Rizki akan saling berhadapan untuk meraih kemenangan dan melaju ke babak delapan besar turnamen level Super 750 tersebut.

“Kami hanya mempersiapkan diri untuk bermain sebaik mungkin. Setelah hasil India Open kemarin, kami ingin terus memperbaiki performa kami. Kami tidak ingin puas dengan hasil itu,” kata Greysia melansir laman resmi PBSI, Rabu.

Sementara itu, senada dengan Greysia, Apriyani juga bertekad untuk tampil dengan performa terbaiknya, yakni dengan kondisi tubuh yang bugar serta fokus dan konsentrasi yang semakin meningkat.

“Yang pasti, kami harus melakukan pemulihan badan terlebih dahulu supaya bisa kembali bugar. Kami juga harus lebih fokus, lebih konsentrasi terhadap pertandingan, dan pikiran juga harus diperbaiki,” ungkap Apriyani.

Di babak yang sama, wakil ganda putri Pelatnas PBSI lainnya, yaitu Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah harus angkat koper lebih awal karena dikalahkan oleh Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong asal Korea Selatan dengan skor 16-21 dan 16-21.

Sedangkan pasangan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti memutuskan mundur dari pertandingan saat berhadapan dengan Dong Wenjing/Feng Xueying asal China karena cedera yang dialami oleh Agatha. Saat itu, pertandingan baru berjalan dua menit.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar AS.

Baca juga: Tundukkan ganda Hong Kong, Ronald/Annisa ke babak dua Malaysia Open

Baca juga: Fitriani terhenti di babak pertama Malaysia Open

Baca juga: Tontowi/Winny kantongi kemenangan pertama pada turnamen Malaysia Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ihsan danTommy terhenti di babak pertama Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Dua atlet bulutangkis tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa dan Tommy Sugiarto harus mengakui keunggulan lawannya dan terhenti di babak pertama Malaysia Open 2019.

Ihsan kalah dari Kidambi Srikanth (India) dalam dua gim dengan skor 18-21, 16-21, yang sudah pernah saling bertemu di arena pertandingan untuk ketiga kalinya.

“Saya tidak maksimal hari ini, karena lebih banyak mati sendiri mainnya. Jadi kurang ‘enjoy’ di lapangan,” ujar Ihsan melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Ia mengaku tak dapat mengeluarkan permainan terbaiknya meskipun sudah bermain tanpa beban dan mempersiapkan strategi terbaik di laga Axiata Arena, Kuala Lumpur Sports City.

Sebelumnya, Tommy juga mengalami kekalahan yang sama saat bertemu Lu Guangzu dari China, usai berjuang dalam tiga gim dengan skor 18-21, 21-13, dan 16-21.

Dengan demikian, tunggal putra Indonesia menyisakan Jonatan Christie saja di babak dua, sedangkan Anthony Sinisuka Ginting juga sudah kalah di babak pertama saat berhadapan dengan Kenta Nishimoto dari Jepang.

Baca juga: Dijegal Jepang, Ginting gagal ke babak dua Malaysia Open 2019

Jonatan kemudian akan berhadapan dengan unggulan satu asal Jepang, yaitu Kento Momota yang sudah dua kali mengantongi kemenangan dalam catatan pertemuan mereka.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan ganda Hong Kong, Ronald/Annisa ke babak dua Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Ronald Alexander/Annisa Saufika sukses melangkah ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 750 Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (3/4), Ronald/Annisa berhasil menaklukkan pasangan asal Hong Kong Tang Chun Man/Tse Ying Suet dalam tiga gim yang berjalan selama 46 menit dengan skor 21-14, 19-21 dan 21-14.

Ronald/Annisa memimpin gim pertama dengan skor 21-14. Masuk gim kedua, Ronald/Annisa juga terus mendominasi lawan, namun ketika menyentuh poin 15-15, keduanya mendapat tekanan dari lawan dan kalah. Namun di gim ketiga, Ronald/Annisa kembali bangkit dan berakhir dengan kemenangan 21-14.

“Mereka bermain dengan pola bertahan, jadi kami lebih inisiatif untuk menyerang dari awal. Di gim kedua, kami sempat kecolongan, jadi tidak fokus. Tapi di gim ketiga, kami balik ke pola awal dan tidak mau menyerah,” kata Annisa melansir badmintonindonesia.org, Rabu.

Pada babak kedua nanti, Ronald/Annisa akan berhadapan dengan pasangan asal Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai yang sebelumnya mengalahkan Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo asal Jepang dengan skor 21-19 dan 21-15.

Pertemuan antara Ronald/Annisa dengan Nipitphon/Savitree sudah lebih dulu terjadi saat turnamen Hong Kong Open 2018 lalu. Pada waktu itu, Ronald/Annisa kalah dengan skor 14-21 dan 14-21.

Maka dari itu, Ronald pun bertekad akan bermain dengan lebih maksimal dan lebih baik lagi dari babak pertama. Bersama rekannya, Annisa, dia akan berusaha untuk lebih meningkatkan fokus dan konsentrasi selama pertandingan berlangsung.

“Pastinya, fokus harus ditingkatkan lagi. Kalau hilang fokus sedikit saja, langsung kehilangan banyak poin. Stamina juga harus dikuatkan. Kami sudah pernah bertemu, jadi kami akan mempelajari lagi dari pertemuan sebelumnya,” ungkap Ronald.

Sementara itu, perwakilan Indonesia di sektor ganda campuran lainnya, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga meraih kemenangan usai mengalahkan rekan satu timnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dengan skor 21-16 dan 21-14.

Akan tetapi satu perwakilan lagi, yaitu Alfian Eko Prasetyo/Marsheilla Gischa Islami, terhenti di babak pertama usai ditaklukkan pasangan tuan rumah, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jamie, dengan skor 13-21 dan 15-21.

Baca juga: Fitriani terhenti di babak pertama Malaysia Open

Baca juga: Jojo melangkah ke babak kedua Malaysia Open

Baca juga: Ganda putra Wahyu/Ade melaju ke babak dua Malaysia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani terhenti di babak pertama Malaysia Open

Di awal-awal permainan saya belum terasa enak, belum bisa masuk ke pola permainan

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani gagal melaju ke babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 750 Malaysia Open 2019 yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (3/4), Fitriani tidak berhasil menaklukkan atlet asal Korea Selatan (Korsel) Sung Ji Hyun dan kalah dalam dua gim yang berjalan selama 34 menit dengan skor 15-21 dan 15-21.

Pada gim pertama, Fitriani sama sekali tidak berhasil mencuri poin kemenangan. Bahkan dia terus tertinggal dari awal permainan hingga akhirnya lawan menyentuh poin 21 lebih dulu.

“Di gim pertama saya coba untuk menurunkan bola. Di awal-awal permainan saya belum terasa enak, belum bisa masuk ke pola permainan,” kata Fitriani dalam siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Pada gim kedua, meskipun Fitriani sempat unggul, namun itu tidak berlangsung lama, karena Sung kembali mengambil alih permainan dan mencuri kemenangan.

“Mendekati akhir, permainan saya baru terasa lebih baik. Tapi sayangnya lawan lebih banyak melarikan bola, sedangkan kaki saya kurang siap, jadi banyak ketinggalan langkah,” tutur Fitriani.

Sebelumnya, pertemuan antara Fitriani dengan Sung sudah terjadi sebanyak empat kali. Akan tetapi, tidak ada satu rekor kemenangan pun yang berhasil diraih oleh atlet asal Klub Exist Jakarta itu.

“Pelatih sempat memberikan masukan kepada saya supaya memperhatikan kebiasaan lawan. Tapi mungkin karena masih baru, jadi saya masih penyesuaian juga dengan instruksi pelatih baru itu,” ungkap Fitriani.

Indonesia masih memiliki satu perwakilan di sektor tunggal putri yang belum bertanding, yaitu Gregoria Mariska Tunjung yang nantinya akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Thailand Ratchanok Intanon.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Fitriani andalkan permainan reli untuk petik kemenangan atas pemain Denmark

Baca juga: Ruselli ingin imbangi prestasi Gregoria-Fitriani

Baca juga: Gelar pembuka Fitriani modal juara turnamen lainnya

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dijegal Jepang, Ginting gagal ke babak dua Malaysia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting gagal melangkah ke babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 750 Malaysia Open 2019 yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (2/4), pria yang akrab disapa Ginting itu, tidak berhasil menaklukkan pemain asal Jepang Kenta Nishimoto dan kalah dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 9 menit dengan skor 21-18, 13-21, dan 21-23.

Sebelumnya, Ginting dan Nishimoto sudah pernah bertemu dalam turnamen French Open 2017. Pada waktu itu, Ginting kalah dengan skor 21-14, 10-21, dan 14-21.

“Di awal, saya banyak mengikuti pola permainan dia. Tapi di akhir-akhir, saya coba inisiatif untuk menyerang. Tapi saya mainnya buru-buru, kurang sabar,” kata Ginting melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Pada gim terakhir, dia mengaku terus diungguli oleh lawannya. Meskipun sempat membuka peluang saat menyamakan kedudukan di poin kritis, dari 18-20 menjadi 20-20, kesempatan itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga berujung kekalahan Ginting.

“Pada saat interval pertama di gim ketiga, seharusnya saya bisa mengambil banyak poin. Namun sayang sekali, di akhir-akhir saya kurang tenang lagi mainnya,” ungkap dia.

Dengan hasil tersebut, Ginting tidak dapat menyusul Jonatan Christie yang sudah lebih dahulu melaju ke babak dua usai mengalahkan pebulutangkis asal Perancis Brice Leverdez dengan skor 21-12 dan 21-12.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tontowi/Winny kantongi kemenangan pertama pada turnamen Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow sukses mengantongi kemenangan pertama pada turnamen bulu tangkis level Super 750 Malaysia Open 2019 yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada laga perdana yang berlangsung elasa (2/4), Tontowi/Winny berhasil menaklukkan pasangan asal Vietnam Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao dalam dua gim yang berjalan selama 29 menit dengan skor 21-15, 21-18.

Bagi Tontowi, terkait pertandingan tersebut, lawan yang dihadapinya tidak terlalu berbahaya. Dia juga mengaku masih melakukan penyesuaian dengan kondisi lapangan bersama Winny.

“Babak pertama ini kami masih coba-coba lapangan dan adaptasi bola. Belum maksimal. Lawan kami juga biasa saja permainannya,” kata Tontowi seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Meskipun demikian, dia mengaku tetap harus memperbaiki sekaligus meningkatkan penampilannya saat bertanding pada babak kedua, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.

“Meskipun permainan lawan kami tadi biasa saja, kami masih suka membuat kesalahan sendiri. Itu yang tidak boleh terjadi. Makanya, untuk babak kedua, kami harus perbaiki lagi permainan kami,” ujar Tontowi.

Pada babak kedua nanti, Tontowi/Winny akan berhadapan dengan rekan satu timnya, yaitu Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja yang sebelumnya sudah mengalahkan Lee Yang/Yang Ching Tun asal Chinese Taipei dengan skor 21-16 dan 21-10.

Sampai saat ini, Tontowi/Winny tercatat sudah dua kali dikalahkan oleh Hafiz/Gloria, yakni pada saat turnamen German Open 2019 dan India Open 2019.

“Untuk babak kedua, kami tidak mau memikirkan soal rekor menang atau kalah. Memang kami pernah kalah sebelumnya, tapi kami hanya berharap semoga kami bisa bermain dengan maksimal,” ungkap Tontowi.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Ganda putra Wahyu/Ade melaju ke babak dua Malaysia Open 2019
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jojo melangkah ke babak kedua Malaysia Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melangkah ke babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 750 Malaysia Open 2019 yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (2/4), Jonatan berhasil mengalahkan pemain sal Prancis Brice Leverdez dalam dua gim yang berjalan selama 34 menit dengan skor 21-12, 21-12.

Bagi pemain yang akrab disapa Jojo itu, kemenangan tersebut sekaligus membalas kekalahannya atas Brice saat bertanding di turnamen Malaysia Open tahun lalu. Pada waktu itu, Jojo ditaklukkan oleh Brice di babak kedua dengan skor 10-21, 21-17, 25-23.

“Tahun lalu saya kalah di sini juga sama Brice. Kondisi anginnya juga sama persis. Waktu itu, saya tidak bisa mengantisipasi bola dari lawan. Saya banyak belajar dari pertemuan tahun lalu,” kata Jonatan seperti dilansir laman badmintonindonesia.org yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, dia mengaku sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Brice kali ini. Dia pun mengaku ingin mengambil poin sebanyak-banyaknya agar tidak mudah dikejar oleh lawan.

“Saya sudah mempersiapkan strategi untuk mengatasi pertandingan hari ini. Saya harus bisa ambil poin sebanyak-banyaknya sebelum interval, supaya tidak mudah terkejar dan saya bisa lebih percaya diri,” tutur Jojo.

Pada babak kedua, Jojo akan berhadapan dengan unggulan pertama asal Jepang Kento Momota, yang mengalahkan pebulu tangkis asal Denmark Jan O Jorgensen dengan skor 20-22, 21-13, 21-11 di babak pertama.

“Saya hanya berpikir kapan lagi saya bisa sparring lawan pemain kelas dunia. Anggap saja lagi latihan. Saya tidak mau dibawa beban, karena bisa membuat permainan saya jadi tidak maksimal. Sebisa mungkin saya mengendalikan pikiran saya dulu,” ungkap Jojo.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Tontowi/Winny kantongi kemenangan pertama pada turnamen Malaysia Open
Baca juga: Ganda putra Wahyu/Ade melaju ke babak dua Malaysia Open 2019

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra Wahyu/Ade melaju ke babak dua Malaysia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso melangkah ke babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 750 Malaysia Open 2019 yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (2/4), Wahyu/Ade berhasil mengalahkan pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup dalam tiga gim yang berjalan selama 59 menit dengan skor 21-19, 24-26 dan 21-8.

Setelah sukses memenangkan gim pertama, Ade mengaku sempat kehilangan fokus dan konsentrasi pada gim kedua serta banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga berakibat pada kekalahan.

“Di gim kedua, kami banyak membuat kesalahan sendiri. Walaupun skornya sempat kami susul di akhir-akhir, fokus kami hilang lagi dan tidak berhasil unggul,” kata Ade dalam siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Akan tetapi, kondisi berbalik pada gim ketiga. Wahyu/Ade kembali merebut kendali permainan dari pasangan Denmark tersebut. Gim ketiga dibuka dengan skor 5-0 dan terus melesat hingga akhir permainan.

Sementara itu, bagi Wahyu, kemenangan tersebut sekaligus membalas hasil pertemuan keduanya saat turnamen All England 2019. Pada waktu itu, Wahyu/Ade dikalahkan oleh Kim/Anders dengan skor 18-21, 21-15 dan 20-22.

Untuk pertandingan babak kedua yang akan berlangsung pada Rabu (3/4), Wahyu/Ade masih menunggu hasil pertandingan antara Liu Cheng/Zhang Nan dari China dengan Mohamad Arif Abdul Latif/Nur Mohamad Azryn Ayub dari Malaysia.

“Bagi kami, siapapun lawannya, kami harus siap menghadapinya. Sebagai persiapan, kami akan menonton video-video pertandingan lawan dan membicarakan strateginya dengan pelatih,” ungkap Wahyu.

Turnamen Malaysia Open 2019 berlangsung mulai 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 750 itu mencapai 700.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butet doakan Owi/Winny cepat raih juara

Jakarta (ANTARA) –
Mantan pebulu tangkis nasional Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil Butet mendoakan pasangan Tontowi Ahmad (Owi)/Winny Oktavina Kandow bisa secepatnya meraih juara di salah satu kejuaraan karena dinilai bisa lebih membangkitkan motivasi.

“Bisa level 100,300 atau bahkan diatasnya,” kata Butet di sela penerimaan SK CPNS Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kejurnas 2018 momentum terakhir Butet wakili Djarum

Sebagai mantan pasangan Owi, Butet hingga saat ini terus memantau perkembangan salah satu pasangan ganda campuran yang diharapkan bisa lolos ke olimpiade itu. Pihaknya ingin pasangan Owi/Winny secepatnya meraih hasil yang terbaik.

“Memang semuanya butuh adaptasi. Adaptasi antara pemain yang satu dengan pemain lain itu beda. Sama saja saat awal berpasangan dengan saya, tidak langsung juarakan?,” kata Butet menegaskan.

Sebagai juara dunia, kata Butet, mantan partnernya itu diharapkan terus membimbing pasangan barunya. Begitu juga dengan Winny. Butet berharap cepat menyesuaikan diri karena dia langsung berpasangan dengan pemain yang berpengalaman.

Baca juga: Owi/Butet taklukkan ganda Jepang pada China Terbuka

“Winny harus cuek meski berpasangan dengan pemain yang sudah meraih juara dunia. Winny juga harus lebih siap karena level dia juga terangkat,” kata mantan atlet yang saat ini resmi menjadi CPNS itu.

Butet mengakui jika pasangan Owi/Winny memang belum maksimal. Namun, semuanya akan berakhir dengan berjalannya waktu. Dari lima kejuaran yang diikuti, prestasinya baru sampai ke babak perempat final.

Meski demikian, Butet optimistis Owi/Winny segera bangkit dan ikut bersaing dalam mengejar tiket olimpiade. Tidak hanya pasangan asing, Owi/Winny juga harus bersaing dengan rekan satu negara yang diantaranya pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Liga Inggris: Liverpool kalahkan Tottenham 2- 1

Pesepak bola Liverpool Mohamed Salah melakukan selebrasi setelah pesepak bola Tottenham Toby Alderweireld membuat gol bunuh diri dalam laga minggu ke-32 Liga Inggris, di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (31/3/2019). Liverpool berhasil mengalahkan Tottenham 2-1 dan kembali merebut puncak klasmen sementara. ANTARA FOTO/Reuters-/Paul Childs/hp.

Juarai India Open 2019, Greysia/Apriyani panjatkan rasa syukur

Kami mulai bisa mencari cara mengembalikan rasa percaya diri dan percaya satu sama lain

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengaku sangat bersyukur karena telah berhasil menjadi juara turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open yang diselenggarakan di India.

Bagi Greysia, kemenangan tersebut memiliki arti yang sangat penting, karena akan berdampak terhadap kepercayaan dirinya yang semakin meningkat.

“Puji Tuhan akhirnya kami bisa menjadi juara. Ini untuk menambah kepercayaan diri kami. Rasa percaya diri kami memang sempat menurun, makanya kami berusaha menang supaya rasa percaya diri itu naik,” kata Greysia melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Dia mengakui dalam beberapa turnamen belakangan belum dapat mencapai hasil maksimal. Dalam turnamen German Open 2019, keduanya terhenti di babak perempat final, begitu juga saat kejuaraan All England 2019.

“Sesudah tanding di Eropa, kami banyak berkomunikasi internal berdua dan juga bersama pelatih (Eng Hian). Setelah itu, kami mulai bisa mencari cara mengembalikan rasa percaya diri dan percaya satu sama lain. Kami juga tidak mau ambil pusing dengan hal-hal eksternal,” ujar Greysia.

Sementara itu, bagi Apriyani, gelar juara tersebut memberikan dampak yang sangat positif bagi semangat dan juga kepercayaan dirinya untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Saya merasa terpacu untuk kedepannya. Semoga penampilan kami terus membaik, terutama kepercayaan diri dan performa. Masih banyak yang harus kami perbaiki. Kami bersyukur atas gelar ini, tapi kami juga tidak mau puas dengan hasil ini,” ungkap Apriyani.

Greysia/Apriyani berhasil menjadi juara India Open 2019 usai mengalahkan pasangan asal Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean dalam dua gim yang berjalan selama 51 menit dengan skor 21-11 dan 25-23.

Atas kemenangan tersebut, Greysia/Apriyani sekaligus mempertahankan gelar juara yang sebelumnya pernah diraih pada India Open 2018.

Sementara itu, dua wakil Indonesia harus puas dengan hasil sebagai juara kedua. Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dikalahkan unggulan pertama dari China Wang Yilyu/Huang Dongping dengan skor 13-21 dan 11-21.

Di nomor ganda putra, pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi belum berhasil menaklukkan Lee Yang/Wang Chi-Lin asal Chinese Taipei. Pada laga final yang berlangsung pada Minggu (31/3), Angga/Ricky dikalahkan oleh Lee/Wang dalam dua gim dengan skor 14-21 dan 14-21.

Baca juga: Kalahkan Malaysia, Greysia/Apriyani juara India Open 2019

Baca juga: Greysia/Apriyani lewati Della/Tania ke final India Open 2019

Baca juga: Greysia/Apriani terhenti pada semifinal kejuaraan dunia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Malaysia, Greysia/Apriyani juara India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri  Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 usai mengalahkan pasangan asal Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Dalam pertandingan final yang berlangsung pada Minggu (31/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India itu, Greysia/Apriyani menaklukkan Chow/Lee dalam dua gim yang berjalan selama 51 menit dengan skor 21-11 dan 25-23.

Greysia/Apriyani melaju ke babak final usai mengalahkan rekan satu timnya Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dalam tiga gim dengan skor 21-9, 19-21 dan 21-5.

Akan tetapi, berdasarkan laman resmi BWF, perwakilan Tim Merah Putih dari sektor ganda campuran, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tidak berhasil mengikuti langkah Greysia/Apriyani untuk keluar sebagai juara India Open 2019.

Pada babak puncak tersebut, Praveen/Melati dikalahkan oleh pasangan asal China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim selama 34 menit dengan perolehan 13-21 dan 11-21.

Sebelum melangkah ke babak final, Praveen/Melati telah lebih dulu menaklukkan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dalam dua gim dengan skor 21-9 dan 23-21.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, masih ada satu perwakilan Indonesia dari sektor ganda putra yang masih menunggu giliran bertanding, yaitu Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama menghadapi pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Wang Chi Lin.

Pasangan Ricky/Angga sebelumnya di babak semifinal berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah India Attri Manu/Reddy B Sumeeth dalam dua gim dengan perolehan 21-12 dan 21-17.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga perwakilan Indonesia siap tempur di final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Tiga perwakilan dari Indonesia siap bertarung maksimal di babak final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan pada Minggu (31/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor ganda putri, pasangan Indonesia yang akan bertanding yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhadapan dengan pasangan asal Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Greysia/Apriyani melaju ke babak final usai mengalahkan rekan satu timnya Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dalam tiga gim dengan skor 21-9, 19-21 dan 21-5.

Kemudian di sektor ganda putra, Tim Merah Putih diwakili oleh pasangan Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Wang Chi Lin.

Di babak semifinal, Ricky/Angga berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah India Attri Manu/Reddy B Sumeeth dalam dua gim dengan perolehan 21-12 dan 21-17.

Di sektor ganda campuran, perwakilan Indonesia yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang akan menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping yang berasal dari China.

Sebelum melangkah ke babak puncak, Praveen/Melati telah lebih dulu menaklukkan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dalam dua gim dengan skor 21-9 dan 23-21.

Pada babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu (31/3) kemarin, satu perwakilan Tim Garuda dari sektor ganda campuran lainnya, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dikalahkan oleh pasangan asal China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim dengan skor 13-21 dan 16-21, sehingga tidak dapat melanjutkan ke babak final.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani lewati Della/Tania ke final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu sukses melewati sesama wakil Indonesia Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah untuk melangkah ke babak final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019.

Dalam partai All-Indonesian semifinal yang berlangsung di Stadion Siri Fort, New Delhi, India, Sabtu, Greysia/Apriani memastikan kemenangan lewat tiga gim yang berjalan selama 46 menit dengan skor 21-9, 19-21 dan 21-5, demikian catatan laman resmi BWF.

Greysia/Apriani bakal menghadapi wakil Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean yang berhasil menyingkirkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 18-21,21-19, 21-19, dalam partai final yang akan dilangsungkan Minggu (31/3).

Selain di sektor ganda putri, Indonesia juga sukses menempatkan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ke partai final ganda campuran, usai mereka menaklukkan wakil China Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dua gim langsung 21-9 dan 23-21.

Sayangnya, All-Indonesian final gagal tercipta di sektor ganda campuran, lantaran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja disingkirkan pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim selama 35 menit dengan perolehan 13-21 dan 16-21.

Indonesia masih berpeluang satu wakil lagi di final sektor ganda putra, di mana Ricky Karanda Suwandi/Angga Pratama masih menunggu giliran bertanding menghadapi pasangan tuan rumah Attri Manu/Reddy B Sumeeth di babak semifinal.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di semifinal India Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di semifinal India Open

Jakarta (ANTARA) – Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di babak semifinal turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang akan berlangsung pada Sabtu (30/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor ganda putri, ada dua pasangan Indonesia yang akan saling berhadapan satu sama lain, yakni Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Kemudian, di sektor ganda putra hanya ada satu wakil Indonesia, yakni Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan tuan rumah India Attri Manu/Reddy B Sumeeth.

Di sektor ganda campuran, ada dua perwakilan Tim Garuda, antara lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan menghadapi pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Lee Yang/Yang Ching Tun yang berasal dari Chinese Taipei.

Pada babak perempat final yang berlangsung pada Jumat (29/3) kemarin, hanya ada satu wakil Tim Merah Putih yang tidak lolos ke babak semifinal, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang dikalahkan oleh rekan satu timnya Hafiz/Gloria dengan skor 17-21 dan 14-21.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Indonesia pastikan satu wakil ganda putri ke final India Open
Baca juga: Indonesia pastikan satu wakil ganda campuran ke semifinal India Open

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pastikan satu wakil ganda putri ke final India Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memastikan satu perwakilan dari sektor ganda putri melangkah hingga ke babak final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Tiket menuju final tersebut dipastikan melalui pertemuan dua perwakilan ganda Indonesia di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (30/3) besok, yakni Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Pada babak perempat yang berlangsung pada Jumat (29/3), Della/Tania berhasil mengalahkan pasangan asal Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dalam tiga gim yang berjalan selama 57 menit dengan skor 16-21, 21-14 dan 21-12.

Sedangkan Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan tuan rumah India Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki dalam dua gim yang berjalan selama 37 menit dengan perolehan 21-10 dan 21-18.

Berkaitan dengan laga semifinal tersebut, Della mengaku akan bermain secara lepas, tanpa beban namun tetap mengerahkan seluruh daya dan upaya, mengingat lawan yang akan dihadapinya merupakan teman sendiri.

“Kami sudah tahu permainan mereka (Greysia/Apriyani) seperti apa, dan mereka juga sudah tahu seperti apa gaya permainan kami. Jadi, kami akan bermain tanpa beban, nothing to lose, tapi tetap all out di lapangan,” kata Della melansir badmintonindonesia.org, Jumat.

Di babak perempat final hari ini, bersama dengan Tania, Della mengaku sempat melakukan banyak kesalahan sendiri karena terburu-buru ingin terus menyerang lawan tanpa memain-mainkan bolanya terlebih dahulu.

“Tadi kami bermain dengan pola kami seperti biasanya. Di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri karena langsung mencoba mematikan lawan. Padahal seharusnya bola itu diolah terlebih dahulu, baru kemudian bisa mematikan lawan. Itu yang kami pelajari tadi,” ujar Della.

Di sisi lain, dia mengakui permainan rekannya sejauh ini sudah cukup baik dan mulai mampu mengimbanginya, meskipun usia Tania lebih muda darinya.

“Menurut dia, semakin lama permainannya (Tania) semakin baik. Dia sudah bisa mengikuti permainan saya. Teknik-teknik bola belakangnya juga bagus,” ungkap Della.

Selain Della/Tania dan Greysia/Apriyani, masih ada tiga perwakilan Tim Garuda yang berhasil lolos ke babak semifinal, antara lain satu ganda putra Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama dan dua ganda campuran, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda putri Indonesia lolos ke semifinal India Open

Jakarta (ANTARA) – Dua pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke semifinal India Open 2019 yang digelar di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Pada babak perempat final yang berlangsung Jumat ini, Della/Tania mengalahkan pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dalam tiga gim 6-21, 21-14 dan 21-12 selama 57 menit. Sedangkan Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan tuan rumah India Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki 21-10 dan 21-18 dalam waktu 37 menit.

Della/Tania dan Greysia/Apriyani melaju ke babak semifinal yang akan dilaksanakan pada Sabtu esok (30/3), tulis BWF dalam laman resminya.

Selain ganda putri, ganda putra Indonesia yang diwakili Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama juga sukses melangkah ke semifinal usai mengalahkan pasangan Malaysia Mohamad Arif Ab Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub dalam tiga gim 21-18, 14-21 dan 21-17.

Pada sektor ganda campuran, pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menyusul ke semifinal setelah menaklukkan Rodion Alimov/Alina Davletova dari Rusia dalam tiga gim 19-21, 22-20 dan 21-13.

Masih ada dua wakil  Indonesia yang sedang bertanding pada turnamen ini, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan rekan satu timnya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen super 500 itu mencapai 350.000 dolar AS.

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019
Baca juga: Enam wakil Indonesia siap berlaga di perempat final India Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra/Ahsan bersiap hadapi Malaysia dan Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terus mempersiapkan diri untuk menghadapi dua turnamen, yakni Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019.

Meskipun baru saja memenangkan gelar juara All England 2019, baik Hendra maupun Ahsan tidak memasang target juara untuk kedua turnamen bulu tangkis tersebut.

“Walaupun kemarin juara All England, sekarang kami sudah tidak berada di performa terbaik. Target kami ke semifinal, karena persaingannya ketat sekali,” kata Hendra melansir badmintonindonesia.org, Jumat.

Lebih lanjut, dia mengaku sudah melakukan persiapan latihan selama 10 hari jelang Malaysia Open 2019, meskipun idealnya persiapan untuk turnamen harus dilakukan minimal dua pekan sebelumnya.

“Idealnya memang dua pekan, bahkan sampai satu bulan. Namun, akan lebih baik kalau tiap bulan ada pertandingan, jangan sampai menganggur. Dulu saya pernah begitu, tapi sekarang tiap bulan ada turnamen,” tutur Hendra.

Sementara itu, bagi keduanya, salah satu pasangan ganda putra yang menjadi pesaing terberat saat ini adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

“Semua saingan berat, banyak yang lebih muda dan lebih bagus dari kami. Salah satunya Kevin/Marcus, berat untuk dihadapi karena mereka sedang berada di performa terbaiknya,” ungkap Hendra.

Indonesia mengirimkan sejumlah pemain terbaik untuk berlaga di Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019, di antaranya Kevin/Marcus, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan masih banyak lagi.

Turnamen Malaysia Open 2019 super 750 akan diselenggarakan pada 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Malaysia dengan total hadiah mencapai 750.000 dolar AS.

Sedangkan turnamen Singapore Open 2019 super 500 akan berlangsung pada 9 hingga 14 April 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura dengan total hadiah 355.000 dolar AS.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam wakil Indonesia siap berlaga di perempat final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak enam wakil Indonesia siap berlaga pada  babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang berlangsung Jumat ini di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor ganda putri, ada dua pasangan Indonesia yang akan bertanding, yaitu Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah berhadapan dengan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dari Malaysia dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan tuan rumah Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki.

Kemudian, di sektor ganda putra hanya ada satu pasangan, yakni Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan asal Malaysia Mohamad Arif Ab Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub.

Di sektor ganda campuran, ada tiga pasangan Indonesia, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang akan menghadapi sesama ganda Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Rodion Alimov/Alina Davletova yang berasal dari Rusia.

Pada babak kedua yang berlangsung pada Kamis (28/3), hanya ada satu wakil Tim Garuda yang tidak berhasil lolos ke babak perempat final, yakni Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet yang dikalahkan oleh Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dengan skor 8-21 dan 11-21.

Sementara itu, wakil Indonesia dari sektor tunggal putra dan tunggal putri sudah lebih dulu terhenti langkahnya di babak pertama turnamen tersebut. Dua wakil tunggal putra, yaitu Yehezkiel Fritz Mainaky dan Tommy Sugiarto kalah di tangan lawannya masing-masing.

Yehezkiel dikalahkan oleh Sarath Dunna asal India dengan skor 9-21, 21-17 dan 16-21. Sedangkan Tommy ditaklukkan oleh pebulutangkis asal India Subhankar Dey dengan skor 21-14, 20-22 dan 11-21.

Di sektor tunggal putri, Lyanny Alessandra Mainaky ditekuk oleh pemain asal Hong Kong Deng Joy Xuan dengan skor 12-21 dan 13-21, sedangkan Yulia Yosephin Susanto ditumbangkan oleh Chen Xiaoxin dari China dengan skor 15-21 dan 11-21.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Indonesia pastikan satu wakil ganda campuran ke semifinal India Open

Baca juga: Kalahkan ganda tuan rumah, Greysia/Apriyani ke perempat final India

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pastikan satu wakil ganda campuran ke semifinal India Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memastikan satu tempat di  semifinal ganda  campuran turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Tiket menuju semifinal tersebut dipastikan melalui pertemuan dua ganda campuran Indonesia di babak perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (29/3), yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebelumnya, di babak kedua, Tontowi/Winny berhasil mengalahkan pasangan asal China Lu Kai/Chen Lu dalam dua gim dengan skor 21-11 dan 21-19. Sedangkan Hafiz/Gloria menaklukkan pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-14.

Berkaitan dengan jalannya turnamen tersebut, Tontowi pun mengaku akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya bersama Winny untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Dalam turnamen ini, yang penting sudah ada satu wakil dari Indonesia yang sampai ke semifinal. Saya dan Winny akan terus berusaha menampilkan kemampuan terbaik kami, semaksimal mungkin,” kata Tontowi dari laman PBSI,  Kamis.

Pada pertandingan babak kedua, bersama Winny, pria berusia 31 tahun itu mengaku bisa bermain dengan penuh konsentrasi dan fokus, bisa mengatur bahkan memegang penuh ritme permainan.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan masih banyak yang masih harus diperbaiki dan ditingkatkan terkait penampilannya bersama Winny di pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Penampilan kami ada peningkatan, terutama dari segi teknis. Komunikasi dan cara bermain juga ada kemajuan. Tapi masih banyak lagi yang perlu ditingkatkan, khususnya mental, belum bisa diuji karena kami baru ikut turnamen besar satu kali di All England 2019,” ungkap Tontowi.

Sebelumnya, Tontowi/Winny pernah berhadapan dengan Hafiz/Gloria di babak kedua turnamen German Open 2019. Pada waktu itu, Hafiz/Gloria menang straight game dengan skor 21-13 dan 28-26.

Baca juga: Kalahkan ganda tuan rumah, Greysia/Apriyani ke perempat final India

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan ganda tuan rumah, Greysia/Apriyani ke perempat final India

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu melaju ke perempat final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 seusai menaklukkan pasangan tuan rumah di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung Kamis itu, Greysia/Apriyani berhasil mengalahkan B Venkata Ramya TulasiBailupudi/Shivani Santosh Singh dalam dua gim yang berjalan selama 23 menit dengan skor 21-6 dan 21-9.

Dengan hasil tersebut, maka Greysia/Apriyani memastikan dapat melaju ke delapan besar yang akan dilaksanakan pada Jumat (29/3) besok, berdasarkan laman resmi BWF.

Sektor ganda putra Indonesia yang diwakili oleh Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama juga melangkah ke perempat final seusai menyingkirkan Mohanraj Elumalai/Velavan Vasudevan asal India dalam dua gim selama 19 menit dengan perolehan 21-9 dan 21-17.

Sebelumnya, sudah ada tiga perwakilan dari Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final. Pertama, ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang mengalahkan Lu Kai/Chen Lu asal China dengan skor 21-11 dan 21-19.

Kedua, ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang sukses menekuk pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-14.

Ketiga, di sektor ganda putri, ada pasangan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah yang menumbangkan Liu Xuanxuan/Xia Yuting dari China dalam tiga gim dengan skor 21-15, 18-21 dan 21-16.

Akan tetapi, pasangan ganda campuran Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet tidak dapat melangkah ke perempat final karena dikalahkan oleh Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dengan skor 8-21 dan 11-21.

Hingga kini, masih ada satu perwakilan Tim Merah Putih yang menunggu giliran untuk bertanding, yaitu pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Baca juga: Tujuh perwakilan Indonesia bertarung pada babak kedua India Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow mengalahkan pasangan asal China Lu Kai/Chen Lu pada babak kedua turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung Kamis di Stadion Siri Fort, New Delhi, India itu, Tontowi/Winny menumbangkan Lu/Chen dalam dua gim yang berjalan selama 30 menit dengan perolehan 21-11 dan 21-19.

Kemenangan tersebut membawa Tontowi/Winny ke perempat final yang akan dilaksanakan pada Jumat (29/3) besok.

Dikutip dari laman resmi BWF, selain Tontowi/Winny, perwakilan Indonesia yang lolos ke perempat final adalah ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang sukses mengalahkan pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-14.

Kemudian di sektor ganda putri, ada pasangan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah yang menumbangkan Liu Xuanxuan/Xia Yuting dari China dalam tiga gim dengan skor 21-15, 18-21 dan 21-16.

Akan tetapi, langkah ganda campuran Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet harus terhenti setelah dikalahkan oleh Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dengan skor 8-21 dan 11-21.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, masih ada tiga perwakilan Tim Merah Putih yang masih menunggu giliran untuk bertanding. Pertama, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan India B Venkata Ramya Tulasi Bailupudi/Shivani Santosh Singh.

Selanjutnya, ganda putra Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan tuan rumah Mohanraj Elumalai/Velavan Vasudevan. Terakhir, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Tujuh perwakilan Indonesia bertarung pada babak kedua India Open

Baca juga: India Open 2019, Hafiz/Gloria menang mudah atas tuan rumah

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuh perwakilan Indonesia bertarung pada babak kedua India Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tujuh perwakilan dari Indonesia akan bertarung pada babak kedua turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang berlangsung pada Kamis (28/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, pada sektor ganda putri, ada dua pasangan Indonesia yang akan berlaga, yaitu Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah berhadapan dengan Liu Xuanxuan/Xia Yuting asal China dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan asal India B Venkata Ramya Tulasi Bailupudi/Shivani Santosh Singh.

Kemudian, pada sektor ganda putra hanya ada satu pasangan, yakni Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan tuan rumah Mohanraj Elumalai/Velavan Vasudevan.

Sementara itu, pada sektor ganda campuran, ada empat pasangan Indonesia, antara lain Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet yang akan menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melawan pasangan India Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki.

Selanjutnya, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang akan berhadapan dengan pasangan China Lu Kai/Chen Lu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong.

Tidak ada perwakilan tim Merah Putih dari sektor tunggal putra dan tunggal putri yang lolos ke babak kedua. Dua pebulu tangkis tunggal putra, yaitu Yehezkiel Fritz Mainaky dan Tommy Sugiarto menelan kekalahan.

Yehezkiel dikalahkan oleh Sarath Dunna asal India dengan skor 9-21, 21-17, 16-21. sementara Tommy ditaklukkan oleh pebulu tangkis asal India Subhankar Dey dengan skor 21-14, 20-22, 11-21.

Pada sektor tunggal putri, Lyanny Alessandra Mainaky ditekuk oleh pemain asal Hong Kong Deng Joy Xuan dengan skor 12-21, 13-21, sedangkan Yulia Yosephin Susanto ditumbangkan oleh Chen Xiaoxin dari China dengan skor 15-21, 11-21.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar AS.

Baca juga: India Open 2019, Hafiz/Gloria menang mudah atas tuan rumah

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

India Open 2019, Hafiz/Gloria menang mudah atas tuan rumah

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah Raju Mohamed Rehan/J Anees Kowsar dalam turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (27/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India, itu Hafiz/Gloria megalahkan pasangan tuan rumah dalam dua gim yang berlangsung selama 22 menit dengan skor 21-10 dan 21-10.

“Hari ini memang lawan kami belum terlalu berat, namun kami tetap waspada. Tadi kami bermain dengan pola kami seperti biasa,” kata Hafiz seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Lebih lanjut, pria yang kini berusia 24 tahun itu juga mengakui jika pertandingan babak pertama tersebut dimanfaatkan untuk beradaptasi dengan kondisi di lapangan dan dia tidak menemui banyak permasalahan berarti.

“Kami memang memanfaatkan pertandingan pertama itu sekaligus untuk beradaptasi dengan lapangan. Kami merasakan ada angin sedikit, tapi itu tidak terlalu bermasalah,” tutur Hafiz.

Sementara itu, senada dengan Hafiz, Gloria juga mengakui belum banyak menemui permasalahan pada pertandingan babak pertama tersebut. Dia pun berharap bisa melaju terus hingga sampai ke babak semifinal.

“Pada turnamen kali ini, kami berharap minimal bisa sampai babak semifinal. Kami ingin sekali mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya supaya bisa bertanding di Olimpiade 2020 mendatang,” ungkap Gloria.

Di babak kedua yang akan berlangsung pada Kamis (28/3), Hafiz/Gloria akan kembali berhadapan dengan pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih tidak terkejut dengan kemenangan Della-Tania atas Rizki-Ketut

Jakarta (ANTARA) – Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian mengaku tidak terkejut dengan hasil kemenangan yang didapat Della Destiara Haris-Tania Oktaviani Kusumah atas rekan senegara Rizki Amelia Pradipta-Ni Ketut Mahadewi Istarani di babak pertama kejuaraan India Open 2019.

Pasangan unggulan ketujuh ini menang dengan dua set langsung dan skor 21-16 dan 21-18.

“Kalau masalah hasil, dibilang mengejutkan sih tidak juga. Della kan pemain senior dan Tania juga bukan pemain yang tanpa kualitas. Kalau standar mainnya masih jauh dari seniornya, tidak mungkin saya pasangkan dengan Della,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Rizki sebelumnya berpasangan dengan Della, namun keduanya dipisah dan Della dipasangkan dengan Tania yang merupakan pemain yang lebih muda.

Sebagai pemain senior, Della sudah memiliki banyak jam terbang, sedangkan Tania pun bisa mengimbangi permainan pasangannya yang lebih berpengalaman tersebut.

“Rizki-Ketut tidak pada permainan terbaik mereka, pola mainnya tidak berkembang selama pertandingan tadi,” tutur Eng menerangkan.

PBSI mengirim tiga wakil ganda putri ke India Open 2019, yaitu pasangan unggulan pertama Greysia Polii-Apriyani Rahayu, yang sudah melewati babak pertama dengan mengalahkan Chang Ching Hui-Yang Ching Tun (Taiwan) dengan skor 21-14 dan 21-15.

Meskipun menyandang status juara bertahan, Eng ingin lebih fokus pada pengembalian kepercayaan diri Greysia-Apriyani yang belum mendapat hasil maksimal di beberapa pertandingan belakangan, termasuk di dua turnamen Eropa di German Open 2019 dan All England 2019.

“Untuk Greysia-Apriyani, saya mau lebih fokus supaya mereka dapat menemukan kepercayaan diri dan performa mereka dulu setelah hasil yang kurang bagus di turnamen Eropa kemaren,” kata Eng.

Sementara itu, pasangan Pia Zebadiah Bernadet-Anggia Shitta Awanda dari klub Jaya Raya yang juga ambil bagian dalam kejuaraan level Super 500 ini harus terhenti dari pasangan asal China Liu Xuanxuan-Xia Yuting dengan skor 10-21, 19-21.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susi: Badminton Asia Mixed pengalaman bagus untuk pemain muda

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti mengatakan Badminton Asia Mixed Team Championship 2019 yang digelar di Hong Kong menjadi ajang yang bagus untuk menambah jam terbang serta pengalaman bagi atlet-atlet muda.

“Kejuaraan itu merupakan pengalaman yang baik bagi atlet-atlet muda, karena selanjutnya mereka yang akan jadi ujung tombak Indonesia,” kata Susi melalui siaran pers, Minggu.

Dari kejuaraan tersebut, menurut dia, masih banyak yang harus dipelajari dan ditingkatkan oleh para pebulutangkis muda tanah air, diantaranya daya tahan, fokus dan konsentrasi serta kecepatan beradaptasi dengan lapangan.

“Sering sekali ada kejadian ketika pemain kita sudah unggul, tapi malah lengah karena hilang fokus dan konsentrasi,” ujar Susi.

Baca juga: Susy: Kekalahan di Asia Mixed Team harus jadi pembelajaran
 

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengungkapkan hal lain yang harus dipelajari dan dilatih lagi, yakni pola dan strategi permainan.

“Contohnya, ada beberapa kali servis nyangkut, padahal itu tidak boleh. Ada juga pemain yang main cepat terus, tidak dipelankan. Saya lihat mereka masih belum cepat tanggap dengan pola-pola seperti itu,” ungkap Susi.

Oleh karena itu, dia pun meminta agar para pebulutangkis muda dapat terus berlatih, sehingga mampu memberikan hasil yang lebih baik lagi pada pertandingan berikutnya.

Badminton Asia Mixed Team Championships atau Ton Yun Kai Cup 2019 diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong pada 19 hingga 24 Maret 2019.

Dalam kejuaraan tersebut, langkah Indonesia terhenti di babak semifinal usai dikalahkan oleh Jepang dengan skor 3-0 pada Sabtu (22/3).

Baca juga: Dikalahkan Jepang, langkah Indonesia ke final Asia Mixed Team terhenti

Kekalahan pertama dialami oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra usai menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, pebulutangkis tunggal putri Ruselli Hartawan juga tidak mampu mengatasi serangan Sayaka Takahashi dan berujung pada kekalahan dengan skor 15-21 dan 15-21.

Terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito juga harus menyerah di tangan Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Babak final kejuaraan tersebut mempertemukan Jepang dengan China dan pertandingannya dilaksanakan pada Minggu (24/3). China berhasil keluar sebagai pemenang setelah menumbangkan Jepang dengan skor 3-2.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy: Kekalahan di Asia Mixed Team harus jadi pembelajaran

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan kekalahan Tim Garuda pada semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pemain.

“Kekalahan itu tentu saja harus menjadi pembelajaran untuk semua pemain supaya kedepannya bisa bermain dengan lebih baik lagi,” kata Susy melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Berkaitan dengan kekalahan tersebut, menurut dia, penampilan para atlet sebenarnya bisa lebih baik. Dia menilai masih ada pemain yang kurang maksimal permainannya dan ada juga yang salah menerapkan strategi.

“Untuk Shesar Hiren Rhustavito, sudah sesuai harapan, sudah maksimal. Tapi untuk yang lain, saya berharap lebih dari itu. Ada yang mainnya belum maksimal, ada yang strateginya agak salah. Penampilan para atlet sebetulnya bisa lebih baik,” ujar Susy.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengungkapkan penampilan Indonesia di babak semifinal sudah sesuai dengat target mengingat tidak adanya pemain inti yang diboyong dalam kejuaraan tersebut.

“Sesuai prediksi kami, targetnya semifinal. Bukannya tidak mau juara, tapi kami lihat dari kekuatan, kami realistis saja. Kami juga tidak membawa pemain inti, begitu pun negara lain. Secara target dan keseluruhan, semua berjalan lancar,” ungkap Susy.

Dalam pertandingan semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung pada Sabtu (23/3), Jepang mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Kekalahan pertama dialami oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra usai menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, pebulutangkis tunggal putri Ruselli Hartawan juga tidak mampu mengatasi serangan Sayaka Takahashi dan berujung pada kekalahan dengan skor 15-21 dan 15-21.

Terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito juga harus menyerah di tangan Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Sementara itu, saat ini masih ada dua negara yang harus bertarung untuk memenangkan tiket ke babak final dan bertemu dengan Jepang, yakni Hong Kong dan China yang baru akan bertanding pada pukul 19.00 waktu Hong Kong.

Baca juga: Dikalahkan Jepang, langkah Indonesia ke final Asia Mixed Team terhenti

Baca juga: Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Baca juga: Indonesia diharapkan lebih maksimal di semifinal Asia Mixed Team

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dikalahkan Jepang, langkah Indonesia ke final Asia Mixed Team terhenti

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia gagal melaju ke babak final usai dikalahkan oleh Jepang dengan skor 3-0 dalam semifinal Badminton Asia Mixed Team 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Berdasarkan laman tournamentsoftware.com, tiga sektor perwakilan tim Indonesia mengalami kekalahan berturut-turut dalam pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (23/3).

Sektor pertama, yaitu pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra ditekuk oleh Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam dua gim yang berjalan selama 32 menit dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, kekalahan juga dialami Tim Garuda dari sektor tunggal putri yang diwakili oleh Ruselli Hartawan. Dalam dua gim yang berlangsung selama 36 menit itu, Ruselli dikalahkan oleh Sayaka Takahashi dengan perolehan 15-21 dan 15-21.

Di sektor ketiga, sekaligus menjadi penentu bagi Indonesia, pebulutangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito ditumbangkan oleh Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Selain tiga sektor itu, Indonesia juga sudah menyiapkan dua sektor lainnya untuk berlaga di semifinal, yaitu pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Akan tetapi, dengan skor tersebut, Indonesia tidak dapat lagi melanjutkan pertandingan maupun melangkah ke babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

Sementara itu, saat ini masih ada dua negara yang harus bertarung untuk memenangkan tiket ke babak final dan bertemu dengan Jepang, yakni Hong Kong dan China yang baru akan bertanding pada pukul 19.00 waktu Hong Kong.

Baca juga: Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Baca juga: Susi Susanti puji penampilan Indonesia perempat final Asia Mixed Team

Baca juga: Shesar penentu Indonesia lolos ke semifinal Asia Mixed Championship

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra Sabar-Frengky kecewa dengan hasil lawan Jepang

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra merasa kecewa karena kalah dari Takuro Hoki-Yugo Kobayashi 11-21 dan 18-21 pada babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

“Kami kecewa dengan hasil ini. Tapi kami sudah berusaha yang terbaik. Mohon maaf karena belum bisa menyumbang poin. Mudah-mudahan wakil yang selanjutnya bisa sumbang poin untuk Indonesia,” ujar Sabar melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Laga yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong ini, merupakan pertemuan perdana antara Sabar-Frengky dan Kobayashi-Hoki.

Di gim pertama, Sabar-Frengky langsung di bawah penguasaan lawan dan tak mampu melampaui perolehan angka Kobayashi-Hoki hingga berakhir dengan 11-21.

Masuk ke gim dua, Sabar-Frengky memulai dengan cukup baik dan sempat memimpin angka hingga 14-10.

Akan tetapi pasangan ganda putra Jepang justru bisa menyusul dengan ketat dan berbalik unggul.

Sabar-Frengky pun akhirnya menyerah usai 32 menit bermain.

“Mereka berdua mainnya rapih. Sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tapi mereka lebih tahan dan sabar. Dan mereka bisa dapat poin dari kesalahan kami sendiri,” kata Sabar.

“Di gim kedua saat sudah unggul 14-10 terus terkejar kami agak terburu-buru. Padahal sebenarnya sudah enak mainnya. Dari pelatih sudah dikasih tahu strateginya, tapi kami baru bisa menerapkan di gim kedua,” ujar Frengky menambahkan.

Baca juga: Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Kami melihat kondisi dan performa Fajar/Rian sedang menurun

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra akan bermain dalam babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championship 2019 menghadapi Jepang pada Sabtu (23/3).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong itu, Sabar/Frengky menggantikan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang telah lebih dulu berlaga di babak penyisihan grup dan perempat final.

Menurut Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti, kondisi Fajar/Rian saat ini kurang baik, terutama fokus dan konsentrasinya tengah menurun.

“Kami melihat kondisi dan performa Fajar/Rian sedang menurun, terutama fokus dan konsentrasinya. Jadi, kami putuskan untuk menurunkan Sabar/Frengky,” kata Susy melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu mengungkapkan diturunkannya Sabar/Frengky merupakan bagian strategi timnya untuk mencari poin.

Di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (23/3) pukul 13.00 waktu Hong Kong, Indonesia akan berhadapan dengan Jepang yang sebelumnya telah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0.

Pasangan ganda putra Sabar/Frengky nantinya akan melawan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Kemudian, tunggal putri Ruselli Hartawan akan menghadapi Sayaka Takahashi dan tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melawan Kanta Tsuneyama.

Sementara itu, pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta akan berhadapan dengan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Baca juga: Susi Susanti puji penampilan Indonesia perempat final Asia Mixed Team

Baca juga: Susi Susanti: Hendra/Ahsan semangat baru Indonesia menuju Olimpiade

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia diharapkan lebih maksimal di semifinal Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti berharap agar seluruh atlet tampil lebih maksimal saat melawan Jepang di babak semifinal Badminton Asia Mixed Team 2019 yang berlangsung di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

“Saya berharap para pemain kita besok bisa bermain lebih bagus lagi, lebih maksimal lagi karena perlawanan mungkin akan lebih ketat,” kata Susi melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Susi Susanti puji penampilan Indonesia perempat final Asia Mixed Team

Menurut dia, tim Jepang memiliki susunan pemain yang bagus dan merata. Dia pun memperkirakan pertandingan semifinal itu nanti akan berlangsung dengan sangat ketat.

“Jepang memang punya pemain-pemain yang bagus dan merata. Tapi kalau para atlet kita bisa tampi maksimal, all out, kami yakin peluang untung menang itu pasti ada,” tutur Susi.

Sejauh ini, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu menilai penampilan para atlet tanah air sudah cukup baik. Namun, dia tetap meminta agar para atlet lebih bersemangat lagi.

“Saya lihat penampilan para atlet sejauh ini cukup bagus. Semoga bisa lebih bagus lagi nanti. Untuk strategi, besok kami akan lihat siapa yang lebih siap, maka itu yang akan dikerahkan,” ungkap Susi.

Di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (23/3) besok, Indonesia akan berhadapan dengan Jepang. Sebelumnya, Jepang telah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0.

Sementara itu, masih ada empat negara yang masih bertarung memperebutkan tiket ke semifinal, yaitu China berhadapan dengan Thailand dan Hong Kong melawan Taiwan.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shesar penentu Indonesia lolos ke semifinal Asia Mixed Championship

Jakarta (ANTARA) – Kemenangan Shesar Hiren Rhustavito atas Loh Kean Yew asal Singapura dengan skor 17-21, 21-14 dan 21-7 di partai ketiga babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 di Hong Kong, Jumat sukses membawa tim Indonesia ke babak semifinal.

“Senang alhamdulillah bisa menang, membawa satu poin untuk Indonesia. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, kalau dipercaya turun, saya ingin menyumbangkan poin terus,” kata Shesar melalui keterangan resmi yang diterima media di Jakarta.

Sebelumnya, dua poin untuk Indonesia diperoleh melalui kemenangan pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto dan tunggal putri Ruselli Hartawan. Dengan demikian tim Indonesia unggu 3-0 atas Singapura.
Baca juga: Fajar-Rian amankan poin pertama perempat final Asia Mixed Team

Mengawali pertandingannya di gim pertama, Shesar harus tertinggal 4-12 dari Loh, yang kemudian sempat mencoba mengubah strateginya di gim yang sama. Namun, akibat jarak skor sudah terlalu jauh, pemain kelahiran Sukoharjo ini pun tak bisa menghindar dari kekalahan.

Kekalahan di gim pertama membuat semangat Shesar bertambah. Pelan tapi pasti pemain yang sering keluar masuk pelatnas ini mampu mengendalikan permainan di dua gim berikutnya. Kemenangan akhirnya dapat diraih setelah unggul  21-14 dan 21-7.

“Start awal saya ketinggalan, dia langsung mempercepat permainan. Terus poinnya juga ketinggalan jauh, dari situ saya coba mengubah strategi. Di gim pertama strateginya sudah ketemu, tapi poin sudah kejauhan. Jadi strategi tadi saya terapkan di gim kedua dan tiga,” kata atlet besutan PB Djarum tersebut.

Shesar dan Loh sebelumnya pernah sekali bertemu di Yonex Sunrise Indonesian Masters 2015. Namun, saat itu Shesar kalah dengan skor 17-21, 21-15 dan 19-21.

“Tadi saya lebih ke persiapan mentalnya, saya mau tahan apa nggak. Karena tipenya dia kan menyerang dan reli. Jadi saya bersiap capek. Kuncinya di situ,” kata Shesar menambahkan.

Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia melawan Singapura yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong.

Ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Loh Kean Hean/Toh Han Zhou: 21-16, 19-21, 21-19
Tunggal putri: Ruselli Hartawan vs Yeo Jia Min: 21-14, 21-18
Tunggal putra: Shesar Hiren Rhustavito vs Loh Kean Yew: 17-21, 21-14, 21-7
Ganda putri: Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta vs Lim Ming Hui/Putri Sari Dewi Citra: (tidak dimainkan)
Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow vs Danny Bawa Chrisnanta/Tan Wei Han: (tidak dimainkan).
Baca juga: Tim bulu tangkis putri Indonesia melangkah ke perempat final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Russeli sumbang poin kedua Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Tanah Air Russeli Hartawan menyumbangkan poin kemenangan kedua bagi Indonesia di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

Poin kedua tersebut dimenangkan oleh Russeli usai mengalahkan pebulutangkis asal Singapura Yeo Jia Min dalam dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-18 pada Jumat (22/3).

Bagi Russeli, kemenangan tersebut sekaligus membalas kekalahannya atas Yeo Jia Min pada pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Jerman Terbuka 2019 dengan skor 20-22 dan 10-21.

“Di Jerman Terbuka, saya kalah karena banyak melakukan kesalahan. Sekarang saya bisa main lebih enak, kalah angin. Saya manfaatkan saja kondisi itu,” kata Russeli seperti dikutip dari laman badmintonindonesia.org, Jumat.

Meskipun demikian, perempuan kelahiran Jakarta itu mengaku masih banyak yang harus diperbaiki dari penampilannya tersebut, sehingga ke depannya bisa tampil lebih baik lagi.

“Masih ada yang harus saya perbaiki. Saya masih bermain buru-buru. Bola yang seharusnya mati, malah nyangkut. Hal-hal seperti itu harus dikurangi lagi, ke depan harus lebih baik,” ungkap Russeli.

Selain Russeli, perwakilan Indonesia yang bermain di babak perempat final menghadapi Singapura, antara lain ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Loh Kean Hean/Toh Han Zhou dan tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melawan Loh Kean Yew.

Kemudian, pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta berhadapan dengan Lim Ming Hui/Putri Sari Dewi Citra dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan Danny Bawa Chrisnanta/Tan Wei Han.

Baca juga: Fajar-Rian amankan poin pertama perempat final Asia Mixed Team

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar-Rian amankan poin pertama perempat final Asia Mixed Team

Kuncinya kami jaga fokus dan komunikasi, yang penting yakin

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto berhasil mengamankan poin pertama di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, Jumat, melalui keunggulan 21-16, 19-21 dan 21-19 dari pasangan Singapura Loh Kean Hean-Toh Han Zhou.

Keduanya mengakui bahwa mereka sempat mengalami kesulitan pada pertandingan kali ini, setelah menang di gim pertama, justru tertekan di gim berikutnya.

“Lawan sangat bagus. Permainannya bagus, semangat dan tanpa beban juga. Gim kedua kami kalah angin, semua pukulan rasanya berat. Di gim pertama kami menang angin, tidak terlalu banyak tenaga yang kami keluarkan,” kata Fajar melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Mereka pun terpaksa menyerahkan gim kedua untuk Loh-Toh dan melanjutkan pertarungan ke gim ketiga yang jadi fase penentu.

Di gim ketiga, skor ketat terus terjadi dari awal hingga akhir, namun beruntung akhirnya Fajar-Rian berhasil mengatasi hal tersebut dan merebut kemenangan 21-19.

“Kuncinya kami jaga fokus dan komunikasi, yang penting yakin. Sebelum poin 21, kami harus yakin bisa,” tutur Rian menceritakan.

Unggul 1-0 dari Singapura, pertandingan kini tengah memainkan partai tunggal putri Ruselli Hartawan melawan Yeo Jia Min.

Dilihat dari catatan pertemuannya, Ruselli dan Yeo sejauh ini imbang 1-1. Pertemuan terakhir mereka terjadi di German Open 2019, yang saat itu Ruselli kalah 20-22 dan 10-21.

Baca juga: Indonesia optimistis hadapi Singapura pada perempat final
Baca juga: Ketut/Rizki ingin tampil lebih baik di perempat final Asia Mixed Team

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketut/Rizki ingin tampil lebih baik di perempat final Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri bulu tangkis Indonesia Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta mengaku ingin bermain lebih baik di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Sebelumnya, di babak penyisihan Grup C melawan Thailand, Ketut/Rizki berhasil menumbangkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dalam dua gim yang berlangsung selama 36 menit dengan skor 21-13 dan 21-11.

“Untuk babak berikutnya, di perempat final nanti, kami ingin tampil lebih baik. Kami ingin bisa main dengan lebih konsisten. Kami juga ingin meningkatkan kemampuan secara individu,” kata Ketut seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Kamis.

Pada saat pertandingan penyisihan Grup C melawan Thailand, perempuan yang kini berusia 24 tahun itu mengaku tidak menemui banyak kesulitan. Berbagai kendala juga sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

“Kami sudah mengetahui sebagian besar permainan mereka (Thailand), karena sebelumnya kami pernah berhadapan dengan mereka. Kami juga diingatkan untuk terus mengantisipasi kendala-kendala yang kami temui di lapangan,” ujar Ketut.

Sementara itu, senada dengan Ketut, Rizki juga mengaku ingin tampil lebih baik dan lebih maksimal lagi pada pertandingan selanjutnya. Dia berharap dapat terus menyumbangkan poin kemenangan bagi Indonesia, terutama dari sektor ganda putri.

“Kami akan berusaha untuk bermain lebih baik lagi, lebih maksimal, lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi. Bahkan kalau bisa, kami ingin supaya sektor ganda putri bisa terus menyumbangkan poin,” ungkap Rizki.

Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final sekaligus menjadi juara Grup C usai mengalahkan Thailand dengan skor 4-1 pada Kamis (21/3). Sebelumnya, pada Selasa (19/3), Indonesia mengalahkan Sri Lanka dengan skor 5-0.

Selain Indonesia bersua Singapura, babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 juga akan mempertemukan Jepang dengan Malaysia, Taiwan dengan Hong Kong dan Tiongkok dengan Thailand. Babak perempat final akan dilaksanakan pada Jumat (22/3).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia lolos ke perempat final Asia Mixed Team 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong, 19 – 24 Maret 2019.

Selain lolos ke babak perempat final, Indonesia juga berhasil keluar menjadi juara Grup C usai merebut kemenangan 4-1 dari tim Thailand pada Kamis.

Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menyumbangkan poin kemenangan pertama bagi Tim Merah Putih setelah menundukkan Tinn Isriyanet/Tanupat Viriyangkura dengan skor 21-18, 21-14.

Kemudian, poin kemenangan kedua diperoleh dari laga tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menumbangkan Suppanyu Avihingsanon dengan skor 21-11, 21-15.

Poin kemenangan ketiga dihasilkan melalui penampilan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan mengalahkan Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai dengan perolehan 21-15, 21-11.

Terakhir, poin kemenangan berasal dari pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta usai menyingkirkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 21-13, 21-11.

Indonesia hanya mengalami satu kekalahan, yakni di sektor tunggal putri yang diwakili oleh Fitriani. Bermain di partai kedua, Fitriani harus menyerah di tangan ornpawee Chochuwong dengan skor 21-16, 17-21, 13-21.

Sebelum menghadapi Thailand, Tim Merah Putih telah lebih dulu meraih kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0. Dengan demikian, Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final sekaligus menjadi juara Grup C.

Pada perempat final, Indonesia masih menunggu pengundian lawan yang akan berlangsung setelah semua pertandingan hari Kamis (21/3) selesai. Pertandingan babak penyisihan grup mengirimkan delapan negara, yaitu Jepang, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Indonesia, Thailand, Tiongkok dan Malaysia.

Baca juga: Fajar-Rian amankan poin pertama Asia Mixed Team Championship
Baca juga: Fitriani ditundukkan pemain Thailand pada penyisihan Asia Mixed Team

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia optimistis hadapi Singapura pada perempat final

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia optimistis menghadapi tim Singapura pada babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang akan berlangsung pada Jumat (22/3) di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

“Kami optimistis menghadapi Singapura, dan kami juga punya peluang untuk lolos sampai ke babak semifinal, seperti yang sudah kami targetkan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, apabila dilihat dari kekuatan pemain, atlet-atlet Indonesia masih lebih unggul dibandingkan Singapura. Selain itu, dilihat dari daftar unggulan, Indonesia masih memimpin di peringkat tiga, sedangkan Singapura peringkat sembilan.

“Memang kalau dilihat-lihat lagi, Indonesia lebih unggul dari Singapura. Akan tetapi, kita tidak boleh lengah. Siapapun yang menjadi lawan, kita harus tetap fokus dan serius. Jangan menganggap remeh lawan,” ujar Susi.

Sejauh ini, perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim bulu tangkis Indonesia di kejuaraan itu pun menilai penampilan tim Garuda sudah jauh lebih baik. Namun dia tetap meminta agar masing-masing pemain terus meningkatkan kemampuannya.

“Penampilan para atlet sejauh ini sudah jauh lebih baik. Mungkin saat lawan Sri Lanka masih ada yang adaptasi. Saat lawan Thailand juga ada perubahan strategi. Tapi yang penting, kondisi atlet bisa maksimal, tetap fit dan tidak ada yang sakit,” ungkap Susi.

Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final sekaligus menjadi juara Grup C usai mengalahkan Thailand dengan skor 4-1 pada Kamis (21/3). Sebelumnya, pada Selasa (19/3), Indonesia mengalahkan Sri Lanka dengan skor 5-0.

Selain Indonesia, babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 juga akan mempertemukan Jepang dan Malaysia, Taiwan melawan Hong Kong dan Tiongkok menghadapi Thailand.

Baca juga: Indonesia lolos ke perempat final Asia Mixed Team 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani ditundukkan pemain Thailand pada penyisihan Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Fitriani terpaksa harus rela menerima kekalahan dari pemain Thailand dalam babak penyisihan grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Bermain di partai kedua babak penyisihan grup C pada Kamis (21/3), Fitriani ditundukkan oleh Pornpawee Chochuwong asal Thailand dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 2 menit dengan skor 21-16, 17-21, dan 13-21.

Pada gim pertama, Fitriani sempat unggul dari lawannya dengan perolehan 21-16. Akan tetapi pada gim kedua dan ketiga, Fitriani mengaku tidak dapat mengambil alih permainan, sehingga berakhir pada kekalahan.

“Angin menjadi kendala saya di gim kedua. Saya jadi lebih susah untuk mengontrol bola dan jadi ragu-ragu juga pertahanannya. Kalau bolanya bisa masuk, tidak masalah. Tapi karena ragu, jadi bolanya nyangkut,” kata Fitriani melansir badmintonindonesia.org, Kamis malam.

Pada gim ketiga, dia kembali bangkit dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Akan tetapi, dia mengakui pada saat itu fokusnya sudah menurun, sehingga banyak pukulan-pukulan lawan yang tidak terprediksi.

“Di gim ketiga, angin sudah tidak menjadi masalah karena lawan juga merasakan hal yang sama. Namun, fokus saya sudah menurun. Ada pukulan atas yang bagus dari lawan, tapi tidak terduga sama saya, tidak kelihatan. Begitu pun ketika saya mau smash, tidak ketebak juga,” ungkap Fitriani.

Hingga berita ini diturunkan, Indonesia saat ini masih unggul dari Thailand dengan skor 2-1. Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menyumbangkan poin kemenangan pertama bagi Tim Merah Putih.

Kemudian, poin kemenangan kedua diperoleh dari laga tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menumbangkan Suppanyu Avihingsanon.

Sementara itu, masih ada dua pertandingan yang harus dijalani oleh Tim Garuda pada Kamis (21/3), yakni ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta melawan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow berhadapan dengan Savitree Amitrapai/Nipitphon Phuangphuapet.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar-Rian amankan poin pertama Asia Mixed Team Championship

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto berhasil menyumbangkan poin pertama untuk Indonesia pada babak penyisihan grup C melawan Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championship 2019, Kamis.

Pada laga yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium Hong Kong itu, Fajar-Rian mengalahkan pasangan Tinn Isriyanet-Tanupat Viriyangkura melalui dua game langsung 21-18 dan 21-14, sehingga memastikan Indonesia sementara unggul 1-0 atas Thailand.

“Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin pertama untuk Indonesia. Mungkin kesulitannya ada di ‘shuttlecock’, karena di dua pertandingan sebelumnya pakai merek yang berbeda, jadi masih ada penyesuaian. Sama lapangan juga ada penyesuaian sedikit,” tutur Rian melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam.

Fajar pun turut menanggapi hasil permainan keduanya, yang dirasa memiliki perbedaan secara teknis jika dibandingkan saat bermain di All England dan Swiss Open.

“Lawannya juga lumayan bagus. Kuncinya di depannya kami lebih berani. Karena di sini bolanya berputar dan kencang, terasa beda dari di All England dan Swiss Open kemarin. Harus penyesuaian lagi,” kata Fajar menjelaskan.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terlibat perjudian olahraga, BWF skors pebulu tangkis Denmark

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis Denmark, Joachim Persson, dijatuhi hukuman skors selama 18 bulan setelah diduga melanggar kode etik olahraga terkait perjudian hasil pertandingan, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyatakan pada Kamis.

Mantan pebulu tangkis peringkat enam dunia itu dinyatakan bersalah atas empat pelanggaran kode etik, termasuk dugaan terlibat dalam perilaku yang berpotensi melanggar aturan tentang perjudian dalam olahraga.

Atlet berusia 35 tahun itu juga didakwa tidak mau bekerja sama dalam investigasi BWF dan tidak sepenuhnya mengungkap informasi yang diminta secara resmi oleh BWF.

Persson dilarang bermain di berbagai turnamen bulu tangkis dan melakukan fungsi-fungsi administratif lainnya dalam olahraga. Dia juga diperintahkan membayar denda sebesar 4.500 dolar AS kepada BWF.

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bersiap hadapi Thailand pada penyisihan Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia tengah melakukan persiapan untuk menjalani laga penyisihan grup C berikutnya menghadapi Thailand dalam kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Usai menghadapi Sri Lanka pada Selasa (19/3) kemarin, Indonesia akan berhadapan dengan Thailand pada Kamis (20/3). Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti berharap para atlet lebih siap dan lebih konsentrasi saat di lapangan nanti.

“Thailand merupakan tim yang cukup kuat, dan komposisi pemainnya pun jelas lebih kuat dibandingkan Sri Lanka. Jadi, kami harus lebih siap, lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi,” kata Susi melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu meminta agar seluruh atlet lebih cepat beradaptasi dengan kondisi si lapangan. Jelang pertandingan kontra Thailand tersebut, dia pun akan mengatur strategi dan komposisi pemain yang tepat.

Di atas kertas, menurut dia, kekuatan Indonesia masih lebih diunggulkan dengan menduduki peringkat tiga. Sedangkan Thailand berada di peringkat lima daftar unggulan tim.

“Yang pasti, kami akan mengatur strategi dan komposisi pemain, siapa cocok lawan siapa, dan lain-lain. Kami juga meminta kepada semua pemain agar lebih cepat dalam beradaptasi, terutama mengenai kondisi lapangan,” ungkap Susi.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Babak penyisihan grup Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 akan mengirim dua tim ke babak perempat final. Indonesia saat ini memimpin puncak grup C setelah mengantongi satu kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0.

Sementara itu, Thailand baru akan menjalani laga perdananya pada Rabu (20/3) malam melawan Sri Lanka.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lee Chong Wei urung berlaga pada Malaysia Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Raksasa bulu tangkis Lee Chong Wei mundur dari Malaysia Terbuka yang diadakan bulan depan, walaupun sudah dinyatakan sehat bugar setelah menderita kanker. Keputusan ini membuat impiannya berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020 dalam bahaya.

Lee disarankan tim dokter untuk menghindari stres demi memulihkan tubuhnya, kata Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dalam pernyataan seperti dikutip AFP, setelah pemain berusia 36 tahun itu pergi ke Taiwan untuk pemeriksaan pascatindakan.

“Demi mencegah badannya berada di bawah stres yang tidak perlu, Chong Wei disarankan untuk menarik diri dari Malaysia Terbuka mendatang,” kata BAM.

“Kami juga mendesak semua orang untuk memberi dia ruang dan waktu yang diperlukan untuk pemulihannya.”

Peraih medali perak Olimpiade tiga kali absen sejak Juli tahun lalu setelah didiagnosis menderita kanker hidung stadium awal.

Mantan pebulutangkis nomor satu dunia itu menjalani program tindakan yang ketat di Taiwan tetapi enggan pensiun dengan sebaliknya melanjutkan berlatih pada Januari.

Lee awalnya ingin turun pada All England Terbuka belum lama bulan ini namun menangguhkan keaktifan kembalinya itu untuk Malaysia Terbuka April nanti di mana dia menjadi juara bertahan dan sudah 12 kali menjuarai turnamen ini.

Lee, peraih medali perak pada tiga Olimpiade terakhir, turun peringkat sampai ke-41 dunia karena sakitnya itu. Dia berada di bawah dua pebulutangkis Malaysia lainnya.

Dia perlu menaikkan peringkat agar bisa mewujudkan ambisi meraih medali emas karena masing-masing negara kini boleh mengirimkan dua pemain tunggal ke Olimpiade.

Baca juga: Sembuh dari kanker, Lee ingin kembali tampil

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia optimistis atasi Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia optimistis dapat mengatasi dua lawan, Denmark dan Inggris, yang akan dihadapi pada babak awal kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman 2019, Mei mendatang.

Berdasarkan pengundian pertandingan yang dilakukan di kota yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut, Nanning, China, Selasa (19/3), Indonesia berada di Grup B bersama Denmark dan Inggris.

“Di grup B, Indonesia tergabung dengan tim Eropa, yaitu Denmark dan Inggris. Keduanya merupakan tim yang kuat dan juga bukan lawan yang mudah. Tapi kami tetap optimis dan harus berpikir positif,” kata Manager Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti melalui siaran pers PBSI yang diterima di Jakarta, Rabu.

Untuk menghadapi kedua lawan tersebut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu menuturkan akan melakukan persiapan sebaik-baiknya bagi Tim Indonesia, sekaligus mengatur strategi dan meracik komposisi pemain yang tepat.

“Kekuatan lawan, khususnya Denmark, cukup merata. Yang pasti, kami akan melakukan persiapan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin, mengatur strategi serta membuat komposisi pemain yang pas,” kata Susy.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pengaturan strategi dan komposisi pemain sangat penting dalam kejuaraan tersebut, sehingga Tim Merah Putih nantinya bisa mendapatkan banyak poin kemenangan.

“Mengatur strategi itu penting, sama seperti komposisi pemain. Semuanya cocok-cocokan. Kita juga bisa mengira-ngira siapa yang paling bagus untuk ambil poin. Secara beregu, kami optimistis, karena biasanya para atlet tampil lebih bagus kalau main beregu. Mudah-mudahan semuanya lancar,” ujar Susy menambahkan.

Turnamen Piala Sudirman 2019 akan diselenggarakan pada 19 hingga 26 Mei 2019 di Guangxi Sports Center, Nanning, China.

Terdapat empat grup dalam Kelompok I turnamen Piala Sudirman 2019. Grup A terdiri atas Jepang, Thailand dan Rusia. Grup B: Indonesia, Denmark dan Inggris. Grup C: Taiwan, Korea Selatan dan Hong Kong, serta Grup D: China, India dan Malaysia.

Piala Sudirman diikuti oleh 31 negara yang terbagi dalam 4 Kelompok berdasarkan peringkat.

Baca juga: Indonesia satu grup dengan Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia taklukkan Sri Lanka 5-0 penyisihan Asia Mixed Team 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0 di babak penyisihan pertama grup C kejuaraan Badminton Asia Mixed Team 2019 yang diselenggarakan di Hong Kong.

Dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, pada laga perdana yang berlangsung pada Selasa (19/3) itu, lima sektor perwakilan Indonesia masing-masing menyumbangkan poin kemenangan bagi Tim Merah Putih.

Poin pertama disumbangkan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang sukses mengalahkan Sachin Dias/Thilini Pramodika Hendahewa dalam dua gim dengan skor 24-22 dan 21-15.

Poin kedua dihasilkan dari sektor tunggal putra yang diwakilkan oleh Ihsan Maulana Mustofa usai mengalahkan Dinuka Karunaratna dalam dua gim dengan perolehan angka 21-9 dan 21-14.

Poin ketiga diberikan melalui penampilan pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra yang sukses menumbangkan Sachin Dias/Buwaneka Goonethilleka dalam dua gim dengan skor 21-8 dan 21-17.

Selanjutnya, poin ke-empat dimenangkan oleh pemain tunggal putri Fitriani dengan mengalahkan Dilmi Dias dalam dua gim dengan skor 21-15 dan 21-6.

Terakhir, sebagai penutup kemenangan Tim Garuda, poin kelima yang diperoleh dari sektor ganda putri melalui penampilan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta melawan Thilini Pramodika Hendahewa/Kavidi Sirimannage dengan skor 15-21, 21-6 dan 21-11.

Dengan hasil tersebut, Indonesia sementara menduduki posisi pertama di grup C. Tim Garuda akan menjalani laga berikutnya melawan Thailand. Pertandingan tersebut akan berlangsung pada Kamis (21/3).

Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 atau disebut juga Tong Yun Kai Cup 2019 berlangsung mulai 19 hingga 24 Maret 2019 dan bertempat di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Kejuaraan tersebut menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019