Sembilan wakil Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sembilan wakil Indonesia berhasil melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (5/9), tercatat ada sebanyak 15 wakil Indonesia yang berlaga, dan sembilan diantaranya sukses melangkah ke babak perempat final, sedangkan enam wakil lainnya harus terhenti.

Sembilan wakil yang lolos itu, diantaranya dua tunggal putri, yakni Fitriani yang mengalahkan rekannya sendiri Ruselli Hartawan dengan skor 24-22, 21-18, dan Gregoria Mariska Tunjung yang menaklukkan Sabrina Jaquet dari Swiss dengan skor 21-10, 21-15.

Kemudian, dua pasangan ganda putri, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menundukkan rekannya sendiri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dengan skor 21-14, 21-16, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto yang unggul atas pasangan Chinese Taipei Chang Ching Hui/Yang Ching Tun.

Di sektor ganda campuran, ada tiga wakil yang lolos, antara lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menyingkirkan pasangan Malaysia Hoo Pang Ron/Cheah Yee See dengan skor 21-18, 21-13.

Lalu, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari menang atas rekannya sendiri Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet dengan skor 21-10, 21-15, dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang mengalahkan pasangan Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dengan perolehan 13-21, 21-13, 21-9.

Selanjutnya di sektor tunggal putra, hanya ada satu wakil yang lolos, yakni Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menaklukkan unggulan ke-empat Malaysia Lee Zi Jia dengan skor 21-16, 22-20.

Sama seperti tunggal putra, Indonesia juga hanya memiliki satu wakil di sektor ganda putra, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menundukkan pasangan Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dengan skor 21-19, 21-18.

Sementara itu, perwakilan Indonesia yang tidak lolos ke perempat final selain Ruselli, Della/Rizki dan Ricky/Pia, diantaranya ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso yang ditekuk unggulan kedua Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung dengan skor 18-21, 21-18, 11-21.

Kemudian dua wakil dari sektor ganda putra, yaitu Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang takluk di tangan unggulan ketiga Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 17-21, 15-21, dan Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra yang dikalahkan oleh pasangan Korea Selatan Kim Gi Jung/Lee Yong Dae dengan skor 16-21, 15-21.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 300 yang berhadiah total 500.000 Dollar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat (6/9) besok mulai pukul 16.00 waktu setempat.

Baca juga: Dua tunggal putri Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua tunggal putri Indonesia ke perempat final Chinese Taipei Open

Jakarta (ANTARA) – Dua perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri berhasil melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung pada Kamis (5/9), Fitriani menjadi wakil pertama tim Merah Putih yang lolos ke babak perempat final setelah berhasil menaklukkan rekannya sendiri Ruselli Hartawan dalam dua gim dengan skor 24-22, 21-18.

Selanjutnya, berdasarkan laman resmi BWF, kemenangan kedua Indonesia diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung usai mengalahkan pebulu tangkis asal Swiss Sabrina Jaquet dalam dua gim yang berjalan selama 25 menit dengan skor 21-10, 21-15.

Baca juga: Tiga ganda campuran lolos ke perempat final Chinese Taipei Open 2019

Selanjutnya di perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (6/9) besok, Fitriani akan berhadapan dengan Supanida Katethong dari Thailand, sedangkan Gregoria akan melawan pebulu tangkis unggulan keempat asal Korea Selatan Sung Ji Hyun.

Sebelum melaju ke babak dua, Fitriani telah lebih dulu menyingkirkan pemain Skotlandia Kirsty Gilmour dengan skor 21-18, 21-19 di babak pertama.

Sementara itu, Gregoria menumbangkan Cheung Ngan Yi yang berasal dari Hong Kong dalam tiga gim dengan skor 16-21, 22-20, 21-9.

Turnamen bulu tangkis level Super 300 bertajuk Yonex Chinese Taipei Open 2019 berlangsung mulai 3 hingga 8 September 2019 di Taipei Arena, Chinese Taipei dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 500.000 dolar AS.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga ganda campuran lolos ke perempat final Chinese Taipei Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Tiga perwakilan Indonesia dari sektor ganda campuran berhasil melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex Chinese Taipei Open 2019 yang diselenggarakan di Taipei Arena, Chinese Taipei.

Dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung pada Kamis, tercatat ada empat wakil ganda campuran Indonesia yang berlaga. Tiga di antaranya berhasil melaju ke perempat final, sedangkan satu pasangan harus terhenti.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi wakil pertama yang lolos ke perempat final usai menaklukkan pasangan Malaysia Hoo Pang Ron/Cheah Yee See dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-13.

Selanjutnya, berdasarkan laman resmi BWF, kemenangan kedua diraih oleh Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari usai mengalahkan rekannya sendiri Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet dalam dua gim dengan skor 21-10, 21-15.

Kemenangan ketiga bagi Indonesia diraih oleh Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang sukses menundukkan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dalam tiga gim dengan perolehan 13-21, 21-13, 21-9.

Sementara itu, langkah pasangan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus terhenti di babak kedua karena dikalahkan oleh unggulan kedua Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung dalam tiga gim dengan skor 18-21, 21-18, 11-21.

Selanjutnya di perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (6/9), Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan unggulan kelima dari Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai.

Sedangkan Rinov/Pitha akan melawan unggulan pertama asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dan pasangan Tontowi/Winny menghadapi unggulan ke-empat dari Hong Kong Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Turnamen bulu tangkis level Super 300 bertajuk Yonex Chinese Taipei Open 2019 berlangsung mulai 3 hingga 8 September 2019 di Taipei Arena, Chinese Taipei dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 500.000 Dolar Amerika Serikat.

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Baca juga: Timnas para bulu tangkis incar dua emas Paralimpiade 2020

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Herry IP: performa Marcus/Kevin masih stabil

Jakarta (ANTARA) – Pelatih bulu tangkis ganda putra nasional Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai performa pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sampai saat ini masih stabil dan tidak mengalami penurunan.

“Penampilan Marcus/Kevin tidak menurun, masih stabil, buktinya masih berada di posisi rangking satu dunia sampai sekarang,” kata Herry saat menghadiri acara penyerahan bonus Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 oleh Djarum Foundation di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu.

Seperti diketahui, Marcus/Kevin dikalahkan oleh pasangan asal Korea Selatan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae pada babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2019 dalam tiga gim dengan skor 21-16, 14-21, 21-23.

Sebelumnya, pasangan yang dijuluki The Minions itu juga tersingkir di babak pertama turnamen All England Open 2019 yang diselenggarakan pada Maret 2019.

“Yang harus diingat adalah Marcus/Kevin berhasil menang pada dua laga all-Indonesian final terakhir. Mereka juga masih menduduki peringkat pertama dunia selama dua tahun terakhir ini,” ujar Herry.

Menurut dia, ekspektasi masyarakat terhadap Marcus/Kevin amat sangat tinggi, sehingga ketika pasangan itu mengalami kekalahan dalam suatu kejuaraan, maka akan langsung dianggap sebagai masalah besar.

“Ekspektasi masyarakat terhadap Marcus/Kevin itu harus diakui luar biasa, sangat tinggi. Jadi, ketika mereka kalah dalam suatu pertandingan, langsung timbul kesan seolah-olah mereka sudah gagal total. Padahal tidak begitu,” tutur Herry.

Sepanjang 2019, sambung dia, Marcus/Kevin sudah berhasil menjuarai empat turnamen bulu tangkis, antara lain Malaysia Masters 2019, Indonesia Masters 2019, Indonesia Open 2019 dan Japan Open 2019.

“Jadi sebetulnya kalau dilihat lebih teliti lagi, memang prosentase kemenangan Marcus/Kevin itu masih jauh lebih banyak dibandingkan kekalahannya. Oleh sebab itulah mereka masih rangking satu sampai sekarang,” ungkap Herry.

Usai Kejuaraan Dunia BWF, Marcus/Kevin dijadwalkan akan kembali berlaga dalam turnamen China Open 2019 yang diselenggarakan pada 17 hingga 22 September 2019 di Changzhou, China.

Baca juga: Marcus/Kevin langsung tumbang pada laga pertama

Baca juga: Dua ganda putra tersingkir pada hari ketiga Kejuaraan Dunia

Baca juga: Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus bakal bagi ilmu di Tanah Bumbu

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mohammad Ahsan akui masih ingin terus mencetak prestasi bersama Hendra

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku belum berencana pensiun dari dunia bulu tangkis dan masih ingin terus mencetak prestasi bersama rekannya Hendra Setiawan.

“Rencana setelah Olimpiade Tokyo 2020, masih lanjut main, belum mau berhenti. Koh Hendra (sapaan akrab Hendra Setiawan) juga sepertinya belum mau berhenti, masih mau lanjut terus,” kata Ahsan saat menghadiri acara penyerahan bonus Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 oleh Djarum Foundation di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu.

Setelah berhasil menyabet gelar juara dunia ketiganya, pebulu tangkis berusia 31 tahun itu mengaku saat ini sudah memasang target untuk memenangi medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

“Target kami memang ke Olimpiade, tapi jalan masih panjang. Sekarang yang penting bagi kami adalah lolos kualifikasi dulu. Olimpiade memang satu-satunya medali yang belum pernah saya dapatkan, tapi saya tidak mau terlalu ngotot, redam ambisi dulu,” ujar Ahsan.

Baca juga: Hendra Setiawan belum pikirkan pensiun, masih kejar Olimpiade Tokyo

Baca juga: Hendra Setiawan cs diguyur bonus PB Jaya Raya usai Kejuaraan Dunia

Meskipun demikian, bagi ayah dua anak itu, Kejuaraan Dunia BWF merupakan turnamen yang paling membuatnya stres. Dia pun mengaku seringkali sulit tidur karena terlalu memikirkan kejuaraan tersebut.

“Sebenarnya saya tidak mau terlalu memikirkan kejuaraan itu, tapi kenyataannya saya malah sulit tidur. Jadi, akhirnya kepikiran juga. Makanya, kejuaraan dunia itu lebih membuat stres. Apalagi waktu Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo kalah, saya langsung kepikiran bagaimana lawan saya nanti,” tutur Ahsan.

Walaupun begitu, Ahsan/Hendra merasa bersyukur akhirnya mampu melewati babak demi babak di kejuaraan tersebut hingga akhirnya melaju ke final dan berhasil menjadi juara usai menaklukkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam tiga gim dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Usai Kejuaraan Dunia BWF Ahsan/Hendra berencana untuk kembali berlaga dalam turnamen China Open 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 hingga 22 September 2019 di Changzhou, China.

Baca juga: Mohammad Ahsan dapat bonus Rp550 juta dari Djarum Foundation

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mohammad Ahsan dapat bonus Rp550 juta dari Djarum Foundation

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan mendapatkan bonus sebesar Rp500 juta dari Djarum Foundation karena berhasil menyabet medali emas di ajang Kejuaraan Dunia BWF 2019 yang berlangsung di Bassel, Swiss pada Minggu (25/8) lalu.

Tak hanya itu, pemain yang berpasangan dengan Hendra Setiawan itu juga mendapatkan hadiah tambahan berupa voucher senilai Rp50 juta dari sponsor minuman isotonik Yuzu dan Djarum Badminton Club. Dengan demikian, total bonus yang diterima Ahsan mencapai Rp550 juta.

“Ahsan merupakan pemain bulutangkis yang penuh dedikasi. Ini mungkin sudah jadi jalannya Ahsan untuk bisa jadi juara dunia. Jadi, selamat untuk Ahsan,” kata Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono dalam acara pemberian bonus di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu.

Lebih lanjut, dia menuturkan apresiasi terhadap kesuksesan Ahsan di ajang kejuaraan dunia bulu tangkis tersebut bertujuan untuk memotivasi seluruh atlet bulu tangkis agar senantiasa memberikan yang terbaik bagi Indonesia saat berlaga di turnamen internasional.

“Sebelum gantung raket, saya berharap kedepannya Ahsan bisa lebih sukses lagi, dan kalau bisa mencetak prestasi juga di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Selain itu, saya juga berharap semoga apresiasi ini bisa menjadi motivasi bagi para pebulutangkis lainnya untuk terus berprestasi,” ujar Victor.

Pada kesempatan yang sama, Ahsan menyambut baik dan berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan.

Bagi pemain besutan klub PB Djarum tersebut, apresiasi itu menjadi dorongan motivasi sekaligus bentuk tanggung jawab untuk semakin banyak mencetak prestasi terbaik di kancah internasional kedepannya.

“Saya berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan. Apresiasi ini tentunya semakin mendorong saya untuk rajin berlatih dan berusaha semaksimal mungkin guna mencetak prestasi di turnamen-turnamen selanjutnya,” ungkap Ahsan.

Di partai final BWF World Championships 2019 yang berlangsung pada Minggu (25/8), Ahsan/Hendra berhasil menaklukkan pasangan unggulan kesembilan dunia asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam tiga gim dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Baca juga: Hendra Setiawan cs diguyur bonus PB Jaya Raya usai Kejuaraan Dunia

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI biarkan ganda putra bersaing sebelum putuskan wakil ke Tokyo

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Indonesia akan membiarkan pasangan-pasangan ganda putra bersaing  memanen poin sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan wakil yang akan dikirim membela Merah Putih dalam Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

​​Saat ini ada tiga pasangan ganda putra Indonesia yang berpeluang tampil di Tokyo, yaitu Markus Feraldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Sektor ganda putra diakui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti bakal menjadi nomor andalan untuk menjaga tradisi emas bulutangkis di olimpiade.

“Kami ingin menjaga tradisi emas, terutama di sektor ganda putra yang memang menjadi andalan,” kata Susy di sela-sela penyerahan bonus dari PB Jaya Raya kepada Hendra Setiawan dari atas prestasi Kejuaraan Dunia 2019 di Tangerang Selatan, Selasa.

Baca juga: Hendra Setiawan cs diguyur bonus PB Jaya Raya usai Kejuaraan Dunia

“Keberadaan tiga pasangan ganda putra andalan ini bikin kita cukup aman, cukup membantu memperbesar peluang kita juga,” ujarnya menambahkan.

Marcus/Kevin saat ini becokol di peringkat pertama dunia, diikuti Fajar/Rian peringkat ketujuh dan Hendra/Ahsan peringkat kesembilan.

Hanya dua pasangan yang diperbolehkan mewakili Indonesia berlaga di Olimpiade 2020.

“Buat PBSI siapapun yang lolos dan berangkat nanti sudah pasti yang terbaik. Jadi kami biarkan dulu bersaing satu sama lain, mencari poin sebanyak-banyaknya. Nanti akhir April 2020 mungkin baru kelihatan,” katanya.

“Secara ranking juga masih bersaing. Yang jelas sebelum memutuskan PBSI akan ada rapat final dengan pertimbangan siapa yang lebih berpeluang dan sebagainya. Masih lama,” pungkas Susy.

Hendra sendiri mengaku masih ingin membidik penampilan di Olimpiade 2020, kendati ia sudah pernah meraih emas ganda putra berpasangan dengan Markis Kido dalam Olimpiade 2008 di Beijing, China.

Baca juga: Hendra Setiawan belum pikirkan pensiun, masih kejar Olimpiade Tokyo

Rudy Hartono dan Ade Chandra/Christian Hadinata jadi penyumbang dua emas olimpiade saat bulutangkis jadi cabang ekshibisi pada Olimpiade 1972 di Muenchen, Jerman.

20 tahun kemudian, yakni pada Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol, bulu tangkis resmi dipertandingkan di Olimpiade sekaligus menandai tradisi emas bulutangkis yang hampir selalu terjaga tiap empat tahunan, kecuali pada 2012 di London.

Terakhir pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, emas dipersembahkan oleh pasangan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad lewat nomor ganda campuran.

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra Setiawan belum pikirkan pensiun, masih kejar Olimpiade Tokyo

Jakarta (ANTARA) – Pemain ganda putra bulu tangkis Indonesia Hendra Setiawan mengaku belum memikirkan kapan akan pensiun dan menyatakan masih berusaha untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

“Selama saya masih bisa main, saya akan terus bermain,” ujar Hendra Setiawan menjawab pertanyaan wartawan saat menerima bonus dari PB Jaya Raya, Selasa, atas keberhasilannya meraih medali emas ganda putra bersama Mohammad ahsan pada Kejuaraan Dunia 2019.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Tentang apa yang belum diperolehnya, Hendra mengatakan bahwa ia dan pasangannya Mohammad Ahsan belum memperoleh gelar juara Olimpiade, karenanya mereka berdua berusaha untuk lolos ke Olimpiade Tokyo tahun depan.

“Yang belum saya dapat bersama Ahsan adalah Olimpiade. Mungkin saya berharap masuk saja dulu (ke Olimpiade),” kata Hendra, yang bersama Ahsan saat ini menempati peringkat dua dunia.

Hendra yang saat ini berusia 35 tahun sudah memperoleh semua gelar-gelar besar dalam bulu tangkis. Ia meraih medali emas Olimpade pada 2008 di Beijing saat masih berpasangan dengan Markis Kido.

Selain itu, ia telah memperoleh empat gelar juara dunia, yakni pada 2007 bersama Markis Kido, serta 2013, 2015 dan 2019 bersama Ahsan.

Ia juga dua kali menjadi juara Asian Games pada 2010 bersama Kido dan 2014 bersama Ahsan, dan dua kali juara All England, pada 2014 dan 2019, keduanya bersama Ahsan.

Untuk Olimpiade, Ia berharap PBSI menentukan pemain yang akan diikutsertakan ke Olimpiade Tokyo 2020 berdasarkan peringkat.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan belum dapat memastikan penentuan siapa yang akan mewakili Indonesia pada Olimpiade 2020.

“Tunggu sampai batas akhir. Siapa pun yang lolos pasti yang terbaik. Kita akan membiarkan mereka untuk saling bersaing,” kata Susy Susanti lalu menambahkan bahwa kualifikasi Olimpiade akan berakhir April mendatang.

Baca juga: Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus bakal bagi ilmu di Tanah Bumbu

Baca juga: Hendra Setiawan cs diguyur bonus PB Jaya Raya usai Kejuaraan Dunia
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra Setiawan cs diguyur bonus PB Jaya Raya usai Kejuaraan Dunia

Tangerang Selatan (ANTARA) – Pebulu tangkis Hendra Setiawan dan tiga rekannya diguyur bonus oleh klub mereka PB Jaya Raya atas prestasi yang ditorehkan dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2019 di Basel, Swiss, 19-25 Agustus.

Hendra yang berhasil menjuarai nomor ganda putra berpasangan dengan Mohammad Ahsan menerima bonus sebesar Rp500 juta dan secara simbolik dianugerahkan di GOR PB Jaya Raya, Tangerang Selatan, Selasa

“Sudah menjadi tradisi kami untuk memberikan bonus buat mereka yang berprestasi di turnamen tanpa uang hadiah,” kata Agus Lukita, Dewan Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya yang menaungi PB Jaya Raya.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Selain Hendra, PB Jaya Raya juga menyampaikan bonus masing-masing senilai Rp125 juta kepada atlet binaan mereka Muhammad Rian Ardianto, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.

Rian meraih medali perunggu di nomor ganda putra berpasangan dengan Fajar Alfian, demikian juga Greysia/Apriyani memperoleh perunggu di nomor ganda putri.

PB Jaya Raya juga memberikan bonus sebesar Rp50 juta kepada Kepala Pelatih Ganda Putra Pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi dan Rp30 juta untuk Kepala Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI Eng Hian.

“Terima kasih kepada PB Jaya Raya yang selalu mengapresiasi atlet berprestasi, bukan cuma saya, tapi semua yang berprestasi,” kata Hendra.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Susy Susanti turut mengapresiasi bonus yang diberikan PB Jaya Raya kepada atlet pelatnas yang berprestasi.

“Mewakili PBSI kami berterima kasih kepada PB Jaya Raya yang terus memberikan support, mengirim atlet dan membantu prestasi,” kata Susy, yang semasa aktif sebagai atlet juga berbendera PB Jaya Raya itu.

“Semoga apresiasi ini memacu semangat adik-adiknya untuk terus berprestasi mengikuti jejak para kakaknya,” ujarnya menambahkan.

Di Basel, Hendra meraih medali emas Kejuaraan Dunia keempatnya di nomor ganda putra, tiga kali bersama Ahsan (2013, 2015, 2019) dan satu kali lainnya berpasangan dengan Markis Kido pada 2007.

Baca juga: Ahsan/Hendra tak sangka kawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia

Baca juga: Juara dunia dan All England, Ahsan/Hendra kini incar tiket Olimpiade

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malaysia targetkan dua emas dari bulu tangkis pada SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Malaysia memasang target meraih dua medali emas dari cabang bulu tangkis pada pesta olahraga multicabang se-Asia Tenggara SEA Games 2019 yang akan berlangsung 30 Novenber-11 Desember di Filipina.

Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Datuk Seri Norza Zakaria mengharapkan target tersebut dapat dicapai.

“…Saya ingin direktur kepelatihan BAM Wong Choong Hann membuat pembenaran untuk mencapai target di SEA Games,” kata Norza dikutip dari thestar.com.my, Senin.

Ia juga berharap pemain-pemain Malaysia yang dianggap kurang bersinar pada Kejuaraan Dunia di Basel yang baru lalu, bisa memberi tantangan bagi pemain-pemain dari negara ASEAN lainnya yang meraih hasil lebih baik di Kejuaraan Dunia. Tunggal putra Lee Zii Jia menjadi satu-satunya pemain Malaysia yang mencapai perempat final di Kejuaraan Dunia.

Baca juga: Lee Chong Wei gantung raket

“Para pemain wilayah ASEAN lainnya dari Indonesia, Thailand dan Singapura telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam kompetisi dan mereka dapat menimbulkan ancaman bagi para pemain kita di SEA Games.

“Kita ingin para pemain nasional kita memberikan tantangan besar di SEA Games untuk menantang bintang-bintang lain yang sedang naik daun di kawasan ini,” kata Norza.

Pertengahan Agustus lalu Malaysia mengumumkan skuat mereka untuk SEA Games 2019 terdiri atas 20 pemain, masing-masing 10 putra dan putri.

Baca juga: BAM terima keputusan Lee Chong Wei

Berikut ini tim bulu tangkis Malaysia untuk SEA Games dikutip dari laman resmi BAM:

Putra:
Lee Zii Jia, Soong Joo Ven, Aaron Chia, Soh Wooi Yik, Teo Ee Yi, Ong Yew Sin, Goh Soon Huat, Tan Kiang Meng, Aidil Sholeh, Lim Chong King.

Putri:
Goh Jin Wei, Sonia Cheah, Lee Ying Ying, S Kisona, Chow Mei Kuan, Lee Meng Yean, Vivian Hoo, Yap Cheng Wen, Shevon Lai, Lai Pei Jing

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus bakal bagi ilmu di Tanah Bumbu

Banjarmasin (ANTARA) – Juara dunia bulu tangkis 2019 Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan dan ganda peringkat satu dunia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon bakal berbagi ilmu di sela pelaksanaan Badminton Open Tournament Kapolres Tanah Bumbu Cup 2019 di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, 2-8 September.
​​​​​​
“Insya Allah jika tidak ada aral melintang, mereka telah memastikan bisa hadir di Tanah Bumbu,” kata Kapolres Tanah Bumbu AKBP Kus Subiyantoro di Batulicin, Kalimantan Selatan, Sabtu.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Badminton Open Tournament Kapolres Tanah Bumbu Cup 2019 sesuai dengan rencana berlangsung di GOR Parama Satwika 98 Jalan Bhayangkara Km 2 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Selain menyediakan total hadiah Rp 50 juta, panitia juga menyiapkan hadiah undian dua unit sepeda motor.

“Tentunya hadiah yang cukup besar plus doorprize ini dapat menarik minat tinggi para pebulu tangkis untuk ikut berlaga. Apalagi bisa bertemu pebulu tangkis terbaik dunia, pastinya jadi momen istimewa,” kata Kapolres yang akrab disapa Bang Kus itu.

Kejuaraan sendiri digelar dalam rangkaian memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-74 dan Polres Tanah Bumbu ingin menyuguhkan sesuatu yang spesial tahun ini yaitu mendatangkan atlet top di kejuaraan olahraga bulutangkis.

Diakui Kapolres, kedatangan kedua pasang pemain nomor satu Indonesia sekaligus peringkat satu dan dua dunia tersebut diprediksi bakal menyedot animo masyarakat untuk datang menyaksikan kejuaraan.

Untuk​ itu, pihaknya akan mengerahkan sistem pengamanan maksimal agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar sesuai harapan bersama.

“Prinsipnya kami ingin menghibur pecinta bulutangkis di Kalimantan Selatan khususnya, jadi silahkan datang beramai-ramai ke Tanah Bumbu untuk bisa berfoto dengan atlet idolanya,” kata Bang Kus menambahkan.

Pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon saat ini berada di peringkat satu ranking BWF dengan mengoleksi 102.153 poin. Disusul Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di posisi kedua dengan 89.937 poin dan baru saja menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss.

Baca juga: Marcus/Kevin langsung tumbang pada laga pertama

Baca juga: Soal Kejuaraan Dunia, Marcus: saya sudah berusaha maksimal

Pewarta: Firman
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Soal Kejuaraan Dunia, Marcus: saya sudah berusaha maksimal

Jakarta (ANTARA) – Pebulut ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon mengaku telah mengerahkan seluruh upaya secara maksimal dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Total BWF 2019 yang berlangsung pada 19-25 Agustus 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss.

“Kalau memang sudah melakukan yang terbaik, harusnya tidak boleh kecewa dengan hasilnya. Mau bagaimana lagi, yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata Marcus di The Maj, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu.

Lebih lanjut, pria yang kerap berduet dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo itu pun mengaku sudah cukup puas dengan hasil yang diperoleh dalam kejuaraan dunia tersebut. Dia juga mengaku sudah banyak berlatih sebelum kejuaraan itu dimulai.

“Soal hasil kemarin, saya pribadi puas saja, karena saya sudah melakukan yang terbaik, sudah latihan juga. Jadi, kalau memang sudah berusaha maksimal, mau hasilnya menang atau kalah, saya akan selalu merasa puas,” ujar Marcus.

Baca juga: Hasil Kejuaraan Dunia puaskan pelatih ganda putra Indonesia

Baca juga: Ahsan/Hendra tak sangka kawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia

Sementara itu untuk ke depannya ayah satu anak itu mengaku telah memetik pelajaran dari pertandingan kejuaraan dunia beberapa waktu lalu itu dan akan berusaha lebih keras lagi untuk mencetak prestasi yang lebih baik lagi guna mengharumkan nama Indonesia.

“Yang penting saya  harus berusaha lebih baik lagi, harus belajar lagi. Saya juga harus melakukan evaluasi, apa saja kekurangannya. Setelah itu, coba lagi dan mudah-mudahan hasilnya bisa jauh lebih baik dari yang sekarang,” ungkap Marcus.

Dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Total BWF 2019, Marcus/Kevin terhenti di babak kedua usai ditaklukkan oleh pasangan asal Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung-Jae dalam tiga gim yang berjalan selama 65 menit dengan skor 21-16, 14-21, 21-23.

Sementara itu, wakil ganda putra Indonesia lainnya, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil keluar sebagai juara usai menumbangkan unggulan kedua Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam tiga gim dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas para bulu tangkis incar dua emas Paralimpiade 2020

Jakarta (ANTARA) – Timnas para bulu tangkis Indonesia mengincar dua medali emas jika lolos ke ajang Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang setelah meraup sukses dalam Kejuaraan Dunia 2019 di Swiss.

Pada kejuaraan bergengsi tersebut, timnas membawa pulang empat medali. Bisa dikatakan dalam posisi aman karena meraup poin tinggi dan menjaga peringkat para atletnya.

“Kejuaraan dunia adalah poin terbesar untuk ke Tokyo… dengan hasil tersebut saya yakin minimal empat sampai lima atlet bisa tembus ke paralimpiade,” kata pelatih NPC bulu tangkis Nurachman di Jakarta, Rabu.

“Dari awal memang kami sudah diberi target oleh NPC Indonesia bahwa yang diharapkan bisa meraih medali emas adalah cabor bulu tangkis.”

Di cabang para-badminton Kejuaraan Dunia BWF 2019, empat medali emas Indonesia diperoleh Deva Anrimusthi dari nomor tunggal SU5, Leani Ratri Oktila (tunggal SL4), Hari S/ Leani Ratri (ganda campuran SL3-4SU5) dan pasangan Deva A/Hafiz B (ganda SU5).

Sementara medali perak didapat Suryo N dan nomor tunggal SU5 dan pasangan Leani R/Khalimatus dari nomor ganda SL3-4-SU5.

Adapun medali perunggu dari Fredy S (tunggal SL4), Khalimatus (tunggal SL4), Ukun R (tunggal SL3), serta pasangan Ukun R/Hari S (ganda SL3-4).

Baca juga: Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Baca juga:Indonesia raih empat emas dalam Kejuaraan Dunia Para-Badminton

Dua target medali emas itu, kata Nurachman, berpeluang besar diraih dari nomor ganda campuran dan tunggal putra SU5.

Sedangkan untuk bisa lolos ke paralimpiade, paling tidak para atlet harus berada di peringkat 1-6 dunia. “Tetapi juga disesuaikan dengan jatah atau kuota setiap negara.”

Tunggal putra Deva Anrimusti memiliki peluang besar lolos karena saat ini berstatus sebagai peringkat satu dunia.

“Sebenarnya sudah titik aman, cuma sebagai antisipasi kita lihat ke depannya apakah masih perlu mengumpulkan poin,” kata Deva.

“Tujuan pertama dari sekarang ke ASEAN Para Games dulu, jadi kita lalui satu persatu.”

Setelah turun di kejuaraan dunia, masih ada tiga turnamen lagi, yaitu di China, Jepang dan Denmark, hingga akhir tahun yang akan diikuti oleh tim para bulu tangkis Indonesia untuk mengumpulkan poin paralimpiade.

“Setelah kejuaraan dunia kami selalu melakukan evaluasi dan berbenah diri karena saya yakin negara-negara lain juga tidak akan menyerah begitu saja,” kata sang pelatih.

Baca juga: Jendi Pangabean targetkan rebut lima emas ASEAN Para Games 2020

Baca juga: 58 pecatur ikut Seleknas persiapan ASEAN Para Games Manila

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiba dari Swiss, para jawara bulu tangkis terima bonus dari Kemenpora

Kira-kira dalam satu minggu ini bisa diterimakan kepada para atlet dan ofisial

Jakarta (ANTARA) – Para jawara bulu tangkis Indonesia peraih gelar dan medali Kejuaraaan Dunia BWF 2019 mendapatkan apresiasi dan bonus uang tunai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Peraih gelar juara dunia ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, beserta dua wakil peraih medali perunggu; Greysia Polii/Apriani Rahayu dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menerima bonus yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Jakarta, Rabu.

“Bangsa Indonesia hari ini betul-betul bergembira. Bersamaan dengan hari ulang tahun RI ke-74, putra dan putri Indonesia mempersembahkan gelar juara dunia,” kata Imam ketika menerima kontingen bulu tangkis Indonesia di kantor Kemenpora.

Baca juga: Tiba di Tanah Air, juara dunia Ahsan/Hendra disambut kalungan bunga

Baca juga: Juara dunia dan All England, Ahsan/Hendra kini incar tiket Olimpiade
  Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan keterangan kepada media bersama kontingen tim bulu tangkis Indonesia seperti Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan dan Leani Ratri Oktila di Jakarta, Rabu. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Selain itu, kontingen atlet para-badminton yang meraup empat medali emas di Basel, Swiss, pun turut hadir menerima bonus tersebut.

Di cabang para-badminton, medali emas diperoleh oleh Deva Anrimusthi dari nomor tunggal SU5, Leani Ratri Oktila (tunggal SL4), Hari S/ Leani Ratri (ganda campuran SL3-4SU5) dan pasangan Deva A/Hafiz B (ganda SU5).

Sementara medali perak didapat Suryo N dan nomor tunggal SU5 dan pasangan Leani R/Khalimatus dari nomor ganda SL3-4-SU5.

Adapun medali perunggu dari Fredy S (tunggal SL4), Khalimatus (tunggal SL4), Ukun R (tunggal SL3), serta pasangan Ukun R/Hari S (ganda SL3-4).

Baca juga: Indonesia raih empat emas dalam Kejuaraan Dunia Para-Badminton

Baca juga: Tak ada latihan khusus bagi Ahsan/Hendra, satu hal ini kuncinya

Imam mengungkapkan jika Kemenpora telah menyiapkan Rp3,48 milyar untuk kontingen tim bulu tangkis Indonesia yang berjaya di Swiss.

“Masing-masing akan kami serahkan, kira-kira dalam satu minggu ini bisa diterimakan kepada para atlet dan ofisial,” kata Imam.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada bulu tangkis yang tidak henti-hentinya memberi kado terbaik bagi negeri ini,” pungkas Imam.

Para atlet, pelatih dan ofisial pun mengucapkan terima kasih atas bentuk apresiasi yang diberikan oleh pemerintah tersebut.

“Semoga ke depan ini bisa menjadi motivasi untuk kita. Masih banyak pertandingan ke depan. Semoga bisa terus baik ke depannya,” kata Hendra Setiawan.

Sementara itu Ahsan berharap Indonesia bisa mengukir prestasi di Olimpiade khususnya dari cabang bulu tangkis.
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyambutan juara dunia bulutangkis Hendra/Ahsan

Juara dunia ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan, menunjukkan medali kemenangan setibanya dari Swiss di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (27/8) malam. Hendra/Ahsan berhasil meraih juara pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss setelah mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan tiga gim 25-23, 9-21, dan 21-15. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Tak ada latihan khusus bagi Ahsan/Hendra, satu hal ini kuncinya

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengatakan tak ada latihan khusus yang diberikan kepada mereka dari pelatih namun ada satu hal yang menjadi kunci bagi pasangan berjuluk The Daddies itu untuk merebut gelar juara dunia tahun ini.

Di final Kejuaraan Dunia BWF di Basel, Swiss, Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan keempat mengalahkan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertarungan tiga gim 25-23, 9-21, 21-15.

“Menjaga kekompakan itu dari segi komunikasi. Di ganda itu komunikasi yang terpenting,” kata Hendra setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa malam.

Menerapkan komunikasi yang baik, sejak babak awal hingga final di Basel, pasangan peringkat dua dunia itu pun hanya kehilangan dua gim sebelum memboyong medali emas kejuaraan dunia.

Baca juga:Juara dunia dan All England, Ahsan/Hendra kini incar tiket Olimpiade

Baca juga:Tiba di Tanah Air, juara dunia Ahsan/Hendra disambut kalungan bunga

Dengan kemenangan atas pasangan Jepang itu, Hendra menyamai rekor empat medali emas yang diraih Cai Yun dan Fu Haifeng asal China sebagai sebagai atlet terbanyak yang memperoleh gelar juara dunia ganda putra. Salah satu medali emas Hendra diraih ketika berpasangan dengan Markis Kido pada 2007.

Hendra juga menyamai rekor kemenangan Liliyana Natsir di kejuaraan dunia. Sedangkan Ahsan baru tiga gelar, yang semuanya diraih bersama Hendra (2013,2015 dan 2019).

Ini juga menjadi pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, sejak Cai dan Fu pada 2009, juara All England meraih gelar di Kejuaraan Dunia pada tahun yang sama.

“Alhamdulillah bisa juara dunia lagi. Bagi saya final merupakan pertandingan paling berkesan karena semua orang ingin juara. Atmosfernya juga beda, lawan kami lebih muda dan kuat. Kita juga mau bertarung di hari kemerdekaan ini.” kata Ahsan.

Ahsan mengakui jika tak ada latihan yang dibedakan antara mereka dengan para pemain muda seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di pelatnas Cipayung.

“Porsi latihan sama dengan yang muda-muda. Kami sendiri tidak mau kalah,” kata Ahsan.

Sementara itu Hendra (35), yang menjadi pemain tertua di kejuaraan tersebut, bersyukur masih bisa tampil prima dan merebut gelar untuk kali keempatnya.

“Tidak menyangka, tapi saya bersyukur masih bisa main sampai sekarang,” kata Hendra.

Baca juga:Hasil Kejuaraan Dunia puaskan pelatih ganda putra Indonesia

Baca juga:Sindhu tunggal putri India pertama yang jadi juara dunia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara dunia dan All England, Ahsan/Hendra kini incar tiket Olimpiade

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sekembali dari merebut gelar juara dunia di Swiss, kini akan fokus untuk bisa lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan keempat mengalahkan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertarungan tiga gim 25-23, 9-21, 21-15.

Dengan kemenangan atas pasangan Jepang itu, Ahsan/Hendra, yang juga juara All England 2019, semakin mantap bertengger di sebagai ganda putra peringkat dua dunia.

Berkaca dari performa gemilang mereka tahun ini, Hendra, dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa malam, berharap masih bisa berjuang bersama Ahsan untuk menuju Olimpiade.

Keduanya sempat berpisah setelah hasil jeblok di Olimpiade 2016 di Rio de Jainero.

“Maunya tetap di situ. Persiapan belum, masih lama. Saya ingin lolos dulu,” kata Hendra soal berjuang ke Olimpiade dengan Ahsan.

Dengan gelar juara di Basel, Hendra menyamai rekor empat medali emas yang diraih Cai Yun dan Fu Haifeng asal China sebagai sebagai atlet terbanyak yang memperoleh gelar juara dunia ganda putra. Salah satu medali emas Hendra diraih ketika berpasangan dengan Markis Kido pada 2007

Sedangkan Ahsan baru tiga gelar, yang semuanya diraih bersama Hendra (2013, 2015 dan 2019).

Ini juga menjadi pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, sejak Cai dan Fu pada 2009, juara All England meraih gelar di Kejuaraan Dunia pada tahun yang sama.

“Perjalanan saya rasa masih panjang. Yang muda-muda juga pasti tidak mau kalah. Kita persiapkan untuk itu,” kata Ahsan soal Olimpiade.

Manajer tim bulu tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan sektor ganda putra menjadi keunggulan tim Indonesia saat ini dengan tiga pasangan dengan ranking atas dunia; Kevin Sanjaya Sukamulya/Marcus Fernaldi Gideon (1), Hendra/Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (6).

“Kita berharap sampai penutupan pendaftaran Olimpiade mereka ada di delapan besar sehingga akan lebih memudahkan tim Indonesia untuk tidak hanya meloloskan mereka tapi juga menguntungkan di proses seeding,” kata Susy.

“Tentunya kita semua memberi kesempatan dan tanggung jawab kepada masing-masing. Biar lah mereka bersaing.”

Strategi tim bulu tangkis saat ini adalah mempertahankan peringkat dengan mengumpulkan poin dari berbagai turnamen termasuk final super series di Guangzhou, China, Desember nanti.

“Jangan sampai tersalip. Kita akan memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya untuk mengamankan posisi mereka,” kata Susy.

Baca juga: Tiba di Tanah Air, juara dunia Ahsan/Hendra disambut kalungan bunga

Baca juga: Hasil Kejuaraan Dunia puaskan pelatih ganda putra Indonesia

Baca juga: Ahsan/Hendra tak sangka kawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiba di Tanah Air, juara dunia Ahsan/Hendra disambut kalungan bunga

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia bulu tangkis Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan disambut dengan kalungan bunga ketika tiba di Tanah Air, Selasa, usai merebut medali emas di Kejuaraan Dunia BWF 2019 di Basel, Swiss.

Ganda putra berjuluk The Daddies itu tiba di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 20:00 WIB dan disambut oleh keluarga dan juga Ketua Umum PB PBSI Wiranto beserta sejumlah ofisial federasi bulu tangkis Indonesia.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Baca juga: Ahsan/Hendra tak sangka kawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia

“Malam ini kita bersyukur bisa menyambut kontingen bulu tangkis kita yang melaksanakan pertandingan kejuaraan dunia di Swiss,” kata Wiranto.

“Suatu bangsa kebanggaannya banyak, bisa dari banyak bidang. Tapi salah satu kebanggaan suatu bangsa adalah dari olah raga. Dan olah raga yang terus memberikan sumbangsih dan kebanggaan bagi bangsa ini adalah bulu tangkis.”

“Kita bersyukur bahwa kita masih dapat tempatkan salah satu pasangan kita, Hendra/Ahsan, menjadi juara dunia.”

Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan keempat mengalahkan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertarungan tiga gim 25-23, 9-21, 21-15.

Dengan kemenangan atas pasangan Jepang itu, Hendra menyamai rekor empat medali emas yang diraih Cai Yun dan Fu Haifeng asal China sebagai sebagai atlet terbanyak yang memperoleh gelar juara dunia ganda putra. Salah satu medali emas Hendra diraih ketika berpasangan dengan Markis Kido pada 2007

Sedangkan Ahsan baru tiga gelar, yang semuanya diraih bersama Hendra (2013,2015 dan 2019).

Ini juga menjadi pertama kalinya dalam satu dekade terakhir, sejak Cai dan Fu pada 2009, juara All England meraih gelar di Kejuaraan Dunia pada tahun yang sama.

Baca juga: Hasil Kejuaraan Dunia puaskan pelatih ganda putra Indonesia

“Alhamdulillah bisa juara dunia lagi. Bagi saya final merupakan pertandingan paling berkesan karena semua orang ingin juara. Atmosfernya juga beda, lawan kami lebih muda dan kuat. Kita juga mau bertarung di hari kemerdekaan ini.” kata Ahsan.

Sementara itu Hendra (35), yang menjadi pemain tertua di kejuaraan tersebut, bersyukur masih bisa tampil prima dan merebut gelar untuk kali keempatnya.

“Tidak menyangka, tapi saya bersyukur masih bisa main sampai sekarang,” kata Hendra.

Setelah memboyong gelar di kejuaraan dunia, Ahsan/Hendra yang kini naik ke peringkat dua dunia itu mengincar tiket ke Olimpiade 2020 di Tokyo.

“Perjuangan masih panjang. Yang muda-muda juga pasti tidak mau kalah. Kita persiapkan untuk itu,” kata Ahsan.

Dua wakil Indonesia lainnya yang mendapatkan medali perunggu; ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto turut disambut dengan kalungan bunga malam itu bersama pelatih ganda putra Herry IP, manajer tim Susy Susanti, dan Chef de Mission Achmad Budiharto.

Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Baca juga: Apa kabar Hendrawan?

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar juara dunia Hendra Setiawan soal pemindahan ibu kota

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia bulu tangkis pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga berkomentar soal pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke dua wilayah di Kalimantan Timur yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

Hendra Setiawan, kepada ANTARA, Selasa, menilai Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi saat ini sudah terlalu padat dengan aktifitasnya.

“(Pemindahan ibu kota) Juga buat pemerataan penduduk dan pemerataan pembangunan juga,” kata pemain bulu tangkis senior yang prestasinya bersama Mohammad Ahsan terus menanjak itu.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan adalah pasangan Indonesia yang sukses menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Bulu tangkis di Basel, Swiss, Minggu (25/8). Pada laga final mengalahkan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 25-23, 9-21, 21-15.

Bagi pasangan dengan julukan The Daddies ini, predikat juara dunia bukan yang pertama karena pada 2013 dan 2015 juga sukses digenggam. Namun, untuk Hendra Setiawan jauh lebih banyak karena pada 2007 juga meraihnya namun bersama pasangan lain yaitu Markis Kido.

Baca juga: Susy Susanti harapkan pemindahan ibu kota didukung sarana olahraga

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo memutuskan kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, sebagai kawasan ibu kota baru pemerintahan.

“Menyimpulkan ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Presiden mengatakan bahwa pemerintah telah mengkaji sejumlah calon kawasan ibu kota di Pulau Kalimantan dan dipilihnya Kalimantan Timur karena memenuhi sejumlah kriteria kebutuhan kawasan ibu kota, yaitu risiko bencana yang minim, memiliki lokasi strategis di tengah-tengah Indonesia.

Selanjutnya lokasi ibu kota batu berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yakni Balikpapan dan Samarinda. Selain itu memiliki infrastruktur lengkap dan tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektare.

Baca juga: Ibu kota baru di sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Pewarta: Bayu Kuncahyo/Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy Susanti harapkan pemindahan ibu kota didukung sarana olahraga

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti juga ikut memberikan komentar terkait dengan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke dua kota di Kalimantan Timur seperti yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Peraih emas pertama bulu tangkis untuk Indonesia di Olimpiade itu saat dikonfirmasi oleh ANTARA, Selasa menilai pemindahan ibu kota tidak masalah. Namun, diharapkan juga didukung dengan pembangunan sarana dan prasarana olahraga.

“Saya mah di mana saja asal Indonesia. Pelatnas pindah juga gak papa. Apalagi kalau fasilitasnya bagus. Apalagi kalau dibikinin,” kata Susy Susanti.

Selama ini pelatnas bulu tangkis dilakukan di Cipayung Jakarta Timur. Kawah candradimuka atlet ini sudah ada sejak 1992 yang pembangunannya diprakrasai oleh Ketua Umum PB PBSI saat itu Try Sutrisno.

Banyak atlet dari seluruh Indonesia yang digembleng dan sukses mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Hanya saja, lokasi pelatnas itu belum mengalami perubahan yang signifikan sejak dibangun. Akses menuju lokasi kawah candradimuka itu cukup sempit dan sekelilingnya sudah padat penduduk.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo memutuskan kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, sebagai kawasan ibu kota baru pemerintahan.

“Menyimpulkan ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Presiden mengatakan bahwa pemerintah telah mengkaji sejumlah calon kawasan ibu kota di Pulau Kalimantan dan dipilihnya Kalimantan Timur karena memenuhi sejumlah kriteria kebutuhan kawasan ibu kota, yaitu risiko bencana yang minim, memiliki lokasi strategis di tengah-tengah Indonesia, dan ketiga berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, Balikpapan dan Samarinda.

Keempat, lanjut Presiden Jokowi, memiliki infrastruktur lengkap dan tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektare.

Baca juga: Insan Olahraga Kaltim sambut baik pemindahan Ibu Kota Negara
Baca juga: Ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur, ini desainnya

Pewarta: Bayu Kuncahyo/Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI Jakarta bertekad lahirkan banyak Jonatan Christie baru

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Provinsi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov) PBSI DKI Jakarta Alex Tirta bertekad melahirkan banyak pemain baru sekelas Jonatan Christie dan kawan-kawan demi mengharumkan nama daerah dan negara.

“Melahirkan atlet berpretasi adalah salah satu tugas PBSI. Dan kami di Jakarta akan berusaha memujudkan tekad itu,” kata Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta Alex Tirta dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Senin.

Alex Tirta kembali dipercaya memimpin PBSI DKI Jakarta empat tahun ke depan. Selama kepemimpinannya telah terbukti berhasil mengantarkan prestasi bulu tangkis DKI Jakarta kembali diperhitungkan di kancah nasional termasuk pada PON Jawa Barat 2016 lalu.

Selain itu, beberapa pebulu tangkis DKI Jakarta telah mampu berbicara di kejuaraan internasional. Pemilik klub bulu tangkis PB Exist ini juga telah memperlihatkan komitmen besar membangun prestasi bulu tangkis ibu kota dengan secara rutin menggelar kejuaraan baik level nasional maupun internasional seperti Victor Exist Jakarta Open (VEJO) Junior International Championships.

Baca juga: Jakarta International Series jadi kawah candradimuka pemain muda

Tidak hanya itu, Pengprov PBSI DKI Jakarta juga telah melakukan kerja sama dengan Korean Badminton Association (Korea) dan dua klub bulu tangkis terbesar Thailand yakni Bhantongyord dan Granular, untuk menggelar kejuaraan bersama dengan tujuan memetakan kemampuan pebulu tangkis muda ibu kota.

“Kami ingin DKI Jakarta bisa menjadi barometer bulu tangkis nasional. Makanya kami siap untuk mengantarkan pebulu tangkis ibu kota go international,” kata Alex Tirta usai dilantik menjadi Ketua Pengprov PBSI periode 2019-2023.

Sementara itu, Ketua Umum PP PBSI Wiranto mengatakan tugas Alex Tirta ke depan bakal tidak mudah karena tantangan tahun ke tahun pasti berbeda. Namun, pihaknya optimistis Alex Tirta mampu melaksanakan programnya.

“Meski tugas tersebut tidaklah mudah, atau boleh dibilang berat karena selain harus dapat meluangkan waktu bahkan tak jarang harus merelakan harta demi mengantarkan atlet meraih prestasi. Karenanya saya menaruh rasa hormat dan respek atas pengorbanan beliau selama ini memimpin Pengprov PBSI DKI Jakarta,” katanya.

Wiranto yang juga menjabat sebagai Menko Polhukam, mengatakan tidak ragu terhadap dedikasi, kecintaan dan loyalitas Alex Tirta terhadap bulu tangkis dengan memimpin PBSI DKI Jakarta untuk periode kedua kalinya.

“Saya yakin terhadap kepemimpinan Pak Alex Tirta di Pengprov PBSI DKI Jakarta. Dan saya harapkan pada kepemimpinan kedua beliau akan dapat melahirkan juara dunia baru dari DKI Jakarta untuk menggantikan juara dunia sebelumnya,”kata Wiranto dalam keterangan resminya.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes apresiasi atlet Indonesia

London (ANTARA) – Duta Besar Republik Indonesia Bern Muliaman D Hadad menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang telah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia dan berhasil meraih satu emas serta satu perunggu untuk kategori ganda putra dan satu perunggu kategori ganda putri pada Total Badminton World Championship 2019.

Prestasi yang tidak kalah membanggakan juga diraih tim parabadminton Indonesia pada Total Parabadminton World Championship 2019, yang berhasil mengumpulkan empat emas, dua perak, dan empat perunggu.

Apresiasi Dubes itu di sampaikan dalam acara jamuan makan malam di Wisma Duta Besar RI di Bern, Senin. Jamuan makan malam digelar setelah acara pertandingan berakhir, yang dihadiri rombongan atlet badminton dan parabadminton Indonesia.

“Saya turut menyaksikan pertandingan di Basel, dan menyaksikan kerja keras teman-teman semua. Selamat atas hasil yang diraih. Kami semua turut bangga.“, ujarnya.

Pensosbud KBRI Bern menyebutkan hadir pula dalam jamuan makan malam tersebut, Achmad Budiarto, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) serta Sapta Kunta Purnama, manajer tim parabadminton Indonesia.

Kerinduan akan makanan Indonesia akhirnya terobati dengan sajian bakso dan sate. Tidak hanya santap malam, rombongan juga merayakan ulang tahun pelatih Herry Iman Pirngadi dan atlet Hendra Setiawan.

Total Badminton World Championship dan Total Parabadminton World Championship berlangsung dari tanggal 19 hingga 25 Agustus di St. Jakobshalle, Basel, Swiss.

Kejuaraan tersebut merupakan kejuaraan bergengsi kelas super series untuk cabang olahraga badminton dan merupakan kali ke-12, dimana pertandingan badminton dan parabadminton dilakukan bersamaan sejak 1998.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil Kejuaraan Dunia puaskan pelatih ganda putra Indonesia

Basel, Swiss (ANTARA) – Hasil ganda putra Indonesia yang menjuarai Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, 19-25 Agustus cukup memuaskan pelatih sektor tersebut di pelatnas, Herry Iman Pierngadi.

“Di satu sisi saya puas karena dapat gelar juara, kepinginnya sih kalo saya bisa lebih. Tapi ini sudah cukup baik, cukup bagus,” ujarnya ditemui seusai mendampingi pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memenangi partai final, Minggu.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan keempat mengalahkan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertarungan tiga gim 25-23, 9-21, 21-15.

Selain Ahsan/Hendra yang meraih medali emas, ganda putra juga memperoleh medal perunggu melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang dikalahkan Ahsan/Hendra pada semifinal.

“Secara keseluruhan hasil ganda putra di satu sisi kita bisa berhasil juara, ada di semifinal juga pemain ranking ketiga kita Fajar/Rian, sayangnya Marcus/Kevin kalah,” katanya.

Baca juga: Marcus/Kevin langsung tumbang pada laga pertama

Ganda putra peringkat satu dunia Marcus Fernald Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo langsung tersingkir pada pertandingan pertama mereka pada putaran kedua, dikalahkan oleh ganda Jepang yang melaju ke final itu.

“Itu semua pelajaran dan ada hikmahnya. Ada hikmahnya Marcus/Kevin kalah, jadi saya lebih waspada memperhatikan pemain Jepang yang ngalahin mereka,” papar Herry IP.

Soal kemenangan Ahsan/Hendra, Herry mengatakan faktor mental yang menjadi pembeda antara pasangan berjuluk The Daddies itu dengan Hoki/Kobayashi.

“Tadi keliahatan mainnya imbang, pemain Jepang lebih muda, secara fisik mereka lebih bagus, lebih cepat, lebih kuat, kita kelihatan Hendra gim kedua ketiga agak menurun,” katanya.

“Tapi karena mental mereka yang bagus, baik, luar biasa, kelihatan Jepangnya yang goyah, terutama Kobayashi yang kidal itu, makanya kita lebih banyak ngincer kesitu,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Ahsan/Hendra tak sangka kawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia

Ditanya mengapa gim kedua, Ahsan/Hendra hanya mampu mengumpulkan sembilan poin, Herry mengatakan, awalnya mereka menerapkan pola biasa, tetapi banyak membuat kesalahan.

“Hendra di belakang banyak error, Ahsan juga, setelah 11-6 kita coba lagi ternyata tdk berhasil, kita ubah, tempo kita pelanin, istilahnya kita lepas set kedua, kita konsen di set ketiga,” jawabnya.

Baca juga: Indonesia raih empat emas dalam Kejuaraan Dunia Para-Badminton

Berikut ini hasil lengkap final Kejuaraan Dunia di Basel, Swiss, Minggu. Angka di depan menunjukkan unggulan:

Ganda putri: 1-Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) vs 2-Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) 21-11, 20-22, 23-21.

Tunggal putri: 5-Pusarla V Sindhu (India) vs 3-Nozomi Okuhara (Jepang) 21-7 21-7

Tunggal putra: 1-Kenyo Momota (Jepang) vs 5-Anders Antonsen (Denmark) 21-9, 21-3

Ganda campuran 1-Zheng Si Wei-Huang Ya Qiong vs Dechapol Puavaranukroh/Sansiree Taerttanachai (Thailand) Yungi 21-8, 21-12.

Ganda putra: 4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs 12-Takuro Hoki/menang tap kobayashi 25-23, 9-2, 21-15.

Baca juga: Apa kabar Hendrawan?

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apa kabar Hendrawan?

Basel, Swiss (ANTARA) – Pasca bintang bulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei  pensiun Juni lalu, mungkin banyak yang bertanya-tanya tentang kegiatan yang dilakukan pelatihnya, Hendrawan.

Ditemui pada Kejuaraan Dunia BWF 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu, juara dunia 2001 itu mengaku saat ini masih melatih di Malaysia

Pelatih asal Indonesia itu telah berkarir di Malaysia sejak 2009, atau tidak lama setelah Olimpiade Beijing 2008, saat ia berhasil mengantarkan up tunggal putri Indonesia Maria Kristin meraih medali perunggu.

Awalnya ia melatih pemain-pemain muda di Malaysia, tapi sejak 2015 Hendrawan dipercaya menangani mantan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei.

Semula ia berjanji mendampingi Lee Chong Wei bermain sampai Olimpiade Tokyo serta mengejar gelar juara dunia di Basel, gelar yang belum pernah diperoleh Chong Wei.

Namun sakit kanker membuat Lee absen lama sehingga peringkatnya merosot. Saran dokter yang memintanya tidak bermain lagi membuatnya memutuskan untuk pensiun.

Hendrawan mengatakan, pasca Lee Chong Wei mundur dari bulu tangkis, ia dipercaya menangani beberapa pemain tunggal putra Malaysia yang diproyeksikan menuju Olimpiade Tokyo 2020.

“Sekarang fokus bantu pemain-pemain yang disiapkan ke Olimpiade termasuk Lee Zii Jia. Ada empat orang lah,” ujar Hendrawan setelah mendampingi pemain asuhannya Lee Zii Jia, tunggal putra andalan Malaysia saat ini, bertanding di Kejuaraan Dunia.

Lee terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan oleh unggulan satu Kento Momota dari Jepang.

Ditanya sampai kapan dan apa yang akan dilakukan sesudahnya, kakak ipar pemain ganda putra Hendra Setiawan itu mengatakan, untuk sementara ini tugasnya sampai Olimpiade.

“Sementara bantu sampai Olimpiade dulu, setelah itu belum tahu,” kata peraih perak  Olimpiade Sydney 2000 dan Juara Dunia 2001 itu.

Namun, karena anak perempuannya sudah mulai kuliah dan anak laki-lakinya tahun ini lulus sekolah menengah, Hendrawan mengatakan akan lebih mudah baginya untuk memutuskan akan berkarir di mana.

“Sementara belum ada rencana setelah Olimpiade. Tapi anak yang perempuan sudah mulai kuliah, yg laki-laki tahun depan lulus, kalau anak-anak sudah mulai kuliah kan gampang mau ke mana saja,” pungkasnya.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia raih empat emas dalam Kejuaraan Dunia Para-Badminton

Basel, Swiss (ANTARA) – Indonesia meraih empat medali emas dalam Kejuaraan Dunia Para-Badminton 2019 di Basel, Swiss.

Manajer tim para badminton Indonesia Sapta Kunta Purnama yang ditemui seusai upacara pengalungan medali di St. Jakobshalle, Basel, Minggu, mengaku cukup puas dengan hasil tersebut.

“Sejauh ini sesuai harapan kita mendapat empat emas, tiga perak, empat peruggu. Empat emas itu memang sesuai target,” ujarnya.

Medali emas diperoleh oleh Deva Anrimusthi dari nomor tunggal SU5, Leani ratri oktila (tunggal SL4), Hari S/ Leani Ratri (ganda campuran SL3-4SU5) dan pasangan Deva A/Hafiz B (ganda SU5).

Sementara medali perak didapat Suryo N dan nomor tunggal SU5 dan pasangan Leani R/Khalimatus dari nomor ganda SL3-4-SU5.

Adapun medali perunggu dari Fredy S (tunggal SL4), Khalimatus (tunggal SL4), Ukun R (tunggal SL3), serta pasangan Ukun R/Hari S (ganda SL3-4).

Sapta mengatakan bahwa tujuan tim Indonesia mengikuti Kejuaraan Dunia Para-Badminton adalah untuk mengetahui kekuatan para-badminton dunia yang tujuan utamanya adalah Paralympic Tokyo 2020.

Sejauh ini kata dia, China masih yang terkuat.

Setelah Kejuaraan Dunia ini, kata Sapta, tim para-badminton akan mengikuti kejuaraan China Open di Beijing dan Japan Open di Tokyo.

Kejuaraan Dunia Para Badminton digelar bersamaan dengan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra tak sangka kawinkan gelar All England dan Kejuaraan Dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra peringkat dua dunia asal Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengaku tak menyangka bisa mengawinkan gelar juara All England dan Kejuaraan Dunia pada tahun 2019.

Enggak nyangka tahun 2019 ini bisa juara All England dan juara dunia, ini benar-benar luar biasa buat saya,” kata Hendra dalam jumpa pers setelah meraih kemenangan pada final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu.

Baca juga: Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Senada dengan pasangannya, Ahsan mengaku tidak mengira bisa meraih gelar juara dunia lagi. Terlebih ia juga mengaku tak ada rumus khusus yang dilakukan bersama Hendra atas prestasi mereka tahun ini.

“Ini di luar ekspektasi saya dan Hendra. Mungkin ini berkat kerja keras kami juga,” kata Ahsan.

Mereka berharap hasil tersebut menjadi motivasi bagi mereka supaya tidak turun prestasinya di masa mendatang.

Pasangan berjuluk The Daddies itu menundukkan ganda Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 25-23, 9-21, 21-15 dalam partai final untuk meraih gelar juara dunia ketiga mereka, setelah 2013 dan 2015.

Baca juga: Butet harapkan rekornya disamai Hendra Setiawan

Bahkan bagi Hendra, ini adalah gelar juara dunia keempat setelah pada 2007 ia juga menjadi juara bersama Markis Kido, sekaligus menjadi kado ulang tahunnya yang ke-35.

“Senang, jarang-jarang juga pas Hari H-nya, momennya dapat,” kata Hendra mengomentari hal tersebut.

Selain bertepatan dengan hari ulang tahun ke-35 Hendra, The Daddies juga mendedikasikan gelar mereka untuk bangsa Indonesia yang baru saja merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74.

Mengomentari lawannya, Hendra mengatakan pasangan Jepang yang mereka kalahkan di Indonesia Open 2019 itu mengalami peningkatan permainannya.

“Mainnya lebih rapi, cuma di poin-poin akhir menurun, Tapi intinya ada peningkatan,” kata Hendra mengenai Hoki/Kobayashi.

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Baca juga: Sindhu tunggal putri India pertama yang jadi juara dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra juara dunia 2019

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra unggulan keempat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi juara dunia 2019 setelah pada final, Minggu, mengalahkan pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 25-23, 9-21, 21-15.

Pada partai pamungkas final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 yang digelar di St.Jakobshall Basel, Swiss tersebut, Ahsan/Hendra meraih kemenangan setelah bermain selama satu jam empat menit.

Keberhasilan ini menjadi gelar juara dunia ketiga bagi pasangan yang dijuluki The Daddies tersebut.

Baca juga: Sindhu tunggal putri India pertama yang jadi juara dunia

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Sebelumnya mereka juga menjadi juara dunia pada 2013 dan 2015.

“Inilah yang dibilang mental juara, tadi kelihatan main imbang. Pemain Jepang lebih muda, fisik mereka lebih bagus, lebih cepat, lebih kuat. Kelihatan Hendra di gim kedua dan ketiga sudah menurun, tapi mental mereka yang bagus, luar biasa.  Jepangnya yang goyah, terutama si Kobayashi yang kidal itu,” ujar pelatih ganda putra Herry IP seusai pertandingan.

Ditanya apa yang terjadi pada gim kedua, Herry mengatakan, pada awalnya ganda putra Indonesia itu tetap seperti pola biasa akan tetapi banyak melakukan kesalahan. 

“Hendra di belakang banyak error, Ahsan juga. Setelah 6-11 itu, kita ubah tempo, kita pelankan, istilahnya kita lepas gim kedua, fokus gim ketiga,” katanya.

Keberhasilan tersebut menjadi kado ulang tahun bagi Hendra Setiawan yang pada Minggu (25/8) tepat berusia 35 tahun.

Baca juga: Greysia/Apriyani dipaksa kembali hanya bawa perunggu

Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra raih juara dunia ganda putra

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan membawa bendera Merah Putih seusai memenangi pertandingan melawan ganda putra Jepang Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Ganda Putra Indonesia menjadi juara dunia setelah menang dengan skor 25-23, 9-21, 21-15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Persela cukur Tira Persikabo 6-1

Pemain Persela Rafael Goncalves (kiri) bersama Alex Dos Santos Goncalves, merayakan gol ke gawang Tira Persikabo dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur, Minggu (25/8/2019). Dalam pertandingan itu Persela berhasil menang atas Tira Persikabo dengan skor 6-1. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/pras.

Sindhu tunggal putri India pertama yang jadi juara dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Pebulu tangkis Pusarla V Sindhu menjadi tunggal putri India pertama yang meraih medali emas Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah pada final, Minggu, mengalahkan unggulan asal Jepang Nozomi Okuhara.

Pada pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu, Sindhu meraih kemenangan meyakinkan 21-7, 21-7 atas pebulu tangkis Jepang unggulan ketiga tersebut.

“Kemenangan ini sangat khusus tentu saja, karena saya perempuan pertama di India yang memenangi emas,” kata Sindhu kepada pers seusai meraih kemenangan.

Sindhu yang sudah memenangi dua medali perak dan dua perunggu pada Kejuaraan Dunia mengatakan bahwa kemenangan di Basel ini merupakan sesuatu yang spesial baginya.

“Pasti ini momen yang sangat menyenangkan, kemenangan yang sangat spesial bagi saya karena setelah dua perak dua perunggu, akhirnya saya menang emas, sangat gembira,” lanjut tunggal putri peringkat lima dunia tersebut.

Baca juga: Selangkah lagi Ahsan/Hendra raih gelar juara dunia ketiga

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Sebelumnya, pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara memenangi pertarungan antar dua ganda putri Jepang melawan Yuki Fukushina/Sayaka Hirota 21-11, 20-22, 23-21.

Pertandingan ketat antar dua unggulan teratas itu berlangsung selama hampir satu tengah jam.

Sementara itu, tunggal putra peringkat satu dunia Kento Momota menambahkan medali emas bagi Jepang setelah memenangi partai final melawan pemain Denmark Anders Antonsen yang menjadi unggulan ketiga dalam dua gim 21-19, 21-3.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia-Apriyani raih perunggu

Ganda Putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu melihat medali yang diterimanya di atas podium saat prosesi penyerahan medali pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Pasangan Greysia/Apriyani meraih medali perunggu ganda putri pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019, sedangkan emas diraih pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dari Jepang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/ama.

Selangkah lagi Ahsan/Hendra raih gelar juara dunia ketiga

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan selangkah lagi meraih gelar juara dunia ketiga saat mereka melakoni laga final Kejuaraan Dunia 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu petang.

Pasangan unggulan keempat itu pada partai puncak akan melawan unggulan 12 asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Kedua pasangan pernah bertemu sekali di Indonesia Open bulan lalu yang dimenangi pasangan Indonesia dalam tiga gim 17-21, 21-19, 21-17.

Jika berhasil memenangi pertandingan tersebut, Ahsan/Hendra akan meraih gelar juara dunia ketiga setelah meraih juara dunia pada 2013 dan 2015.

Khusus bagi Hendra akan menjadi gelar keempat karena pada 2007 ia meraih gelar juara dunia bersama Markis Kido, serta menjadi hadiah ulang tahun bagi pemain kelahiran 25 Agustus 1984 itu.

Baca juga: Butet harapkan rekornya disamai Hendra Setiawan

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Meski unggul dalam rekor pertemuan, Ahsan/Hendra tidak memandang ringan lawan mereka, karena ganda Jepang peringkat 13 dunia itu dinilai sebagai pasangan yang bermain tidak sembarangan.

“Yang ini lebih ngatur, gak asal pukul, lebih ngatur mainnya,” kata Hendra tentang pasangan tersebut.

Untuk menghadapi laga pamungkas itu Hendra mengatakan akan lebih menyiapkan mental. “Yang pasti kalau buat final Kejuaraan Dunia 2019 kayak gini sih mental yang kita siapin, berani dan fokus dari awal, hasilnya kita serahkan kepada Yang di Atas,” katanya.

Sementara Ahsan mengatakan akan banyak berdoa usai memastikan diri lolos ke final kejuaraan bergengsi ini.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Berikut ini susunan pertandingan final Kejuaraan Dunia 2019, Minggu. Angka di depan menunjukkan unggulan:

Ganda putri: 1-Mayu Matsumoto/Wakana Nakagara (Jepang) vs 2-Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang)

Tunggal putri: 3-Nazomi Okuhara (Jepang) vs 5-Pusarla V Sindhu (India)

Tunggal putra: 1-Kento Momota (Jepang) vs 5-Anders Antosen (Denmark)

Ganda campuran: 1-Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) vs 4-Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand)

Ganda putra: 4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs 12-Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang)

Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Kudus (ANTARA) – Mantan pebulu tangkis nasional dan pemilik rekor empat kali juara dunia, Liliyana Natsii, dibuat kaget oleh pencapaian pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss.

“Terus terang saya surprise dengan pencapaian dia (Hendra/Ahsan). Dia cukup konsisten setelah comeback,” kata Liliyana Natsir di sela mengikuti Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Minggu.

Mantan pemain bulu tangkis yang akrab dipanggil Butet itu berharap apa yang dilakukan oleh pasangan nomor dua dunia itu memotivasi pemain muda Indonesia yang saat ini masih kesulitan mencapai prestasi tertinggi.

“Semangatnya itu yang harus dicontoh. Usia tidak menjadi kendala,” kata mantan pemain yang selama ini berpasangan dengan banyak pemain dan yang terakhir adalah Tontowi Ahmad.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke final Kejuaraan Dunia 2019 setelah memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang menjadi unggulan keempat turnamen ini menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Pada final, The Daddies yang juga juara dunia 2013 dan 2015, akan menghadapi pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang menyisihkan ganda putra China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen 21-19, 21-13.

Baca juga: Target satu gelar masih terbuka

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butet harapkan rekornya disamai Hendra Setiawan

Kudus (ANTARA) – Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil Butet berharap rekornya bisa disamai oleh Hendra Setiawan yang saat ini bersama dengan Mohammad Ahsan lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss, Minggu.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

“Semoga bisa juara biar rekor saya disamai Hendra Setiawan,” kata Butet di sela mengikuti Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah dengan tersenyum.

Butet yang belum lama pensiun dari dunia tepok bulu itu sudah menjadi juara dunia sebanyak empat kali dengan beberapa pasangan yaitu pada 2005, 2007, 2013 dan yang terakhir pada 2017 yang saat itu berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

Sedangkan Hendra Setiawan saat ini sudah memegang predikat juara sebanyak tiga kali yang dua diantaranya diraih saat berpasangan dengan Mohammad Ahsan pada 2013 dan 2015. Untuk satu gelarnya direbut bersama Markis Kido pada 2007.

Melihat pengalaman yang dimiliki, Butet optimistis mampu meraih hasil terbaik pada Kejuaraan Dunia 2019 itu meski lawan yang bakal dihadapi yaitu pasangan Jepang yang merupakan unggulan 12, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

“Semoga apa yang diraih oleh Hendra/Ahsan ini bisa menjadi motivasi bagi pemain muda. Semangatnya itu harus dicontoh,” kata Butet menambahkan.

Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke final Kejuaraan Dunia 2019 setelah memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang menjadi unggulan kempat turnamen menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Ganda putra oleh PP PBSI memang digandang mampu menjadi juara dunia. Selain lewat Hendra/Ahsan, pasangan yang sebelumnya diharapkan adalah pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon ternyata harus kandas di babak pertama.

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christian Hadinata selesaikan Kudus Marathon biar lambat asal selamat

Kudus (ANTARA) – Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata ternyata masih punya semangat tinggi untuk menguji kemampuannya setelah pria berusia 69 tahun itu mampu menyelesaikan Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2019 di Kudus, Minggu.

“Biar lambat asal selamat,” kata Christian Hadinata usai pengalungan medali finis di Alun-alun Kudus dengan tertawa.

Pria yang banyak mengharumkan nama bangsa pada kancah bulu tangkis internasional ini turun dalam kategori 5K. Pria kelahiran Purwokerto itu turun bersama legenda lainnya seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, Ivana Lie hingga Liliyana Natsir.

Meski start paling belakang, pria yang akrab dipanggil Koh Chris itu tetap menjalankan misi berlarinya dengan penuh semangat. Catatan waktunya lebih dari 35 menit, namun masih banyak legenda dan tamu undangan yang berada dibelakangnya.

“Ya lari, ya jalan. Gitu aja. Yang jelas over limit,” kata pria yang lama menggembleng pebulu tangkis Indonesia di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur itu dengan tertawa.

Baca juga: Peserta Kudus Relay Marathon 2019 beruntung bakal dikirim ke Singapura

Koh Chris menceritakan sepanjang perjalanan antusiasme masyarakat untuk mendukung kejuaraan edisi kedua ini cukup tinggi, termasuk dalam berpartisipasi pada turnamen yang diikuti sekitar 6.000 peserta itu.

“Anak-anak banyak sekali dipinggir jalan. Banyak pula yang ikut. Saya berharap kejuaraan berikutnya lebih ramai lagi,” kata pemain yang pernah berpasangan dengan Liem Swie King maupun Ivana Lie itu.

Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 memperebutkan total hadiah Rp 189 juta dari seluruh kategori yaitu Relay Marathon, Half Marathon, 10K, 5K dan Kids Fun Run.

Selain mendapatkan medali finisher berbentuk puzzle, untuk para peserta yang berhasil menembus garis finis dengan catatan waktu cut of time – tiap pelari 55 menit atau total 220 menit dihitung dari gun time di awal lomba.

Baca juga: Liliyana Natsir kini mencintai berlari meski sebelumnya dihindari

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Target satu gelar masih terbuka

Basel, Swiss (ANTARA) – Target Indonesia meraih sedikitnya satu gelar pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 masih terbuka dengan lolosnya ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ke final.

Pasangan tersebut mencapai final setelah mengalahkan sesama ganda Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 21-16, 15-21, 21-10 pada semifinal di St.Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu malam.

Indonesia meloloskan tiga pasangan ke semifinal. Selain dua ganda putra tersebut, ada ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahati.

Namun ganda putri unggulan kelima itu menyerah pada pasangan nomor satu dunia Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara 16-21, 16 21-15, 21-10.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Pada final, Minggu, Ahsan/Hendra, juara dunia 2013 dan 2015, akan melawan pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang menyisihkan ganda putra China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen 21-19, 21-13.

Laga ganda putra akan digelar sebagai pertandingan terakhir pada final, Minggu.

Pada Kejuaraan Dunia kali ini, tuan rumah Olimpiade 2020, Jepang, meloloskan lima finalis yakni dua pada ganda putri, serta masing-masing satu pada tunggal putra, tunggal putri, serta ganda putra,

Unggulan teratas ganda putri Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, yang mengalahkan Greysia Polii/priyano Rahayu, akan menghadapi Yuki Fukushima?Sayaka Hirota pada final ganda putri.

Dengan demikian Jepang sudah memastikan meraih satu medali emas.

Pada sektor tunggal putra, unggulan teratas Kento Momota akan melawan unggulan kelima asal Denmark Anders Antonsen.

Pada tunggal putri Nozomi Okuhara akan memperebutkan gelar dengan Pusarla V Sindhu dari India.

Satu-satunya final tanpa pemain Jepang adalah pada ganda campuran, saat unggulan pertama asal China Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong melawan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Baca juga: Greysia/Apriyani dipaksa kembali hanya bawa perunggu
Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019: Ahsan dan Hendra melaju ke babak final

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). Ahsan/Hendra masuk ke babak final setelah menang dengan skor 21-16, 15-21, 21-10. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Basel, Swiss (ANTARA) – Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang jadi unggulan kempat turnamen menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Ahsan/Hendra masih menunggu lawan mereka di final nanti, yang akan ditentukan dalam semifinal lain antara unggulan kedua asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen melawan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang berhadapan pada pertandingan terakhir Sabtu.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

Fajar/Rian memimpin hingga interval gim pembuka, “dibantu” beberapa kesalahan sendiri yang dibuat Hendra maupun Ahsan.

Namun setelah interval, pasangan peringkat dua dunia Ahsan/Hendra melaju dengan enam poin beruntun untuk memimpin 15-11.

Fajar/Rian tidak menyerah dengan mudah ketika Ahsan/Hendra sudah memimpin 20-13, mereka menambah tiga poin beruntun untuk mengejar, tapi selisihnya sudah terlalu jauh.

Akhirnya ganda putra dua kali juara dunia, Ahsan/Hendra merebut gim pembuka 21-16 dalam 14 menit.

Pola serupa terjadi pada awal gim kedua ketika Fajar/Arian kembali memimpin hingga interval 11-6. Namun kali ini mereka mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir.

Ahsan/Hendra yang banyak melakukan kesalahan sendiri, antara lain beberapa kali pengembalian mereka menyangkut di net memberi kemenangan bagi Fajar/Rian.

Gim ketiga berjalan sedikit timpang dan Ahsan/Hendra menekan sejak awal dengan skor 4-0. Mereka terus melaju hingga menutup pertandingan dengan meraup delapan poin beruntun.

Baca juga: Tunggal tak bersisa, ganda berjaya

“Secara keseluruhan kami tertekan, gim pertama sudah unggul 11-9 tapi mereka bisa membalikkan keadaan. Kita banyak melakukan kesalahan juga,” ujar Fajar seusai pertandingan.

Menurutnya, Ahsan dan Hendra bermain taktik dengan pukulan yang matang, sehingga tidak perlu banyak bergerak namun pukulannya menyulitkan lawan.

Sementara Ahsan menilah pertarungan perebutan tempat di final Kejuaraan Dunia itu tidak mudah. “Selain adu teknis, juga adu mental. Sama-sama tidak mau kalah,” ujarnya.

Adapun Hendra mengatakan saat kehilangan gim kedua itu, ia dan pasangannya sudah tertekan lebih dulu sehingga diserang terus menerus.

“Pada gim ketiga kami berinisiatif untuk menyerang duluan sehingga lebih enak,” kata tiga kali juara dunia itu, yakni pada 2007 bersama Markis Kido, serta 2013 dan 2015 bersama Ahsan.

Baca juga: Tampil pada semifinal, jangan puas hanya bawa pulang perunggu

Baca juga: Greysia/Apriyani dipaksa kembali hanya bawa perunggu

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengaku tidak puas dengan permainan mereka dalam pertandingan semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 meskipun mereka memastikan mendapat medali perunggu.

“Secara keseluruhan mungkin dapat perunggu, tapi tidak puas dengan hari ini, bukan karena kalahnya tapi dari permainan, kelasnya kayak jauh banget,” ujar Fajar seusai pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu.

Fajar/Rian kalah oleh pasangan unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dalam tiga gim 16-21, 21-15, 10-21

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final
Baca juga: Fajar/Rian jadikan Indonesia Open 2019 momentum perbaikan diri

Fajar mengaku ia dan Rian tertekan sejak awal dan banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga meskipun sempat memimpin 11-9 saat interval gim pertama, Ahsan/Hendra yang dijuluki “The Daddies” itu mampu membali keadaan dan memenangi pertandingan.

“Saya tahu itu tidak boleh tapi bola-bola mereka itu matang, mereka itu taktis, biasanya kan (pemain lain) bolanya panjang-panjang, tapi mereka beda, mereka mainnya taktis, tidak banyak bergerak tapi menyulitkan lawan,” paparnya.

Tidak puas juga disampaikan Rian. “Belum puas karena permainan hari ini tidak bisa keluar semua. Kalah juga kalau permainan keluar semua tidak masalah, ini kalah tapi permainan tidak maksimal,” katanya menyesali.

Ia juga mengaku tertekan dengan mengalami kesulitan untuk keluar dari tekanan terutama pada gim ketiga saat mereka sudah tertinggal dari awal.

“Dari awal gim ketiga kita kalah start, sudah 4-0, (pasangan) sana makin percaya diri, kita malah tertekah dan susah banget keluar dari tekanan,” kata Rian.

Siapkan mental

Sementara itu, menjelang pertandingan final yang akan berlangsung Minggu, Hendra mengatakan akan menyiapkan mental dan beristirahat.

“Yang pasti kalau buat final Kejuaraan Dunia kayak gini sih mental yang kita siapin, berani dan fokus dari awal, hasilnya kita serahkan kepada Yang di Atas,” katanya.

Sementara Ahsan mengatakan akan banyak berdoa.

Ini merupakan final ketiga bagi Ahsan/Hendra yang sebelumnya menjadi juara dunia 2013 dan 2015.

Pada final, Minggu, mereka akan melawan pemenang pertandingan antara pasangan China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang masih belum bertandin.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019: Ganda putri Indonesia terhenti di babak semifinal

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii berusaha mengembalikan kok ke ganda putri Jepang Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). Greysia/Apriyani terhenti langkahnya di babak semifinal usai kalah dengan skor 12-21, 19-21 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/wsj.

Tampil pada semifinal, jangan puas hanya bawa pulang perunggu

Basel, Swiss (ANTARA) – Laga semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di Basel, Swiss, pada Sabtu, akan menjadi ajang pembuktian bagi para pebulu tangkis Indonesia bahwa mereka tidak cukup puas hanya membawa pulang medali perunggu.

Indonesia menempatkan dua pasangan ganda putra dan satu pasangan ganda putri pada semifinal kejuaraan bergengsi tersebut. Ketiga semifinalis tersebut mempunyai misi masing-masing untuk meraih hasil maksimal sesuai harapan.

Dengan mencapai babak semifinal, mereka otomatis sudah memperoleh medali perunggu. Namun mereka kompak mengatakan ingin memperoleh lebih dari itu, mengingat masing-masing mempunyai target pribadi.

Baca juga: Pastikan tempat di semifinal, target “The Daddies” tercapai

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

Ganda putra peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pastinya ingin membuat catatan baru dengan meraih gelar ketiga setelah menjuarai Kejuaraan Dunia 2013 dan 2015.

Hendra bahkan akan memperoleh gelar juara dunia keempat jika berhasil menjadi juara di Basel, karena ia juga menjadi juara dunia 2007 bersama Markis Kido.

“Target (membawa pulang medali) ya tercapai, tapi kalau bisa ya lebih lagi,” ujar Hendra setelah memenangi pertandingan perempat final, Jumat.

Pada semifinal, mereka akan menghadapi pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Fajar/Rian yang baru pertama kali mencapai semifinal Kejuaraan Dunia, akan sangat termotivasi untuk meraih hasil semaksimal mungkin.

“Pasti sangat bangga bersyukur, tapi kita jangan puas diri, besok masih ada pertandingan. Kita nggak mau juga hanya dapat medali perunggu, kalau bisa lebih,” ujar Fajar yang mengatakan bahwa pada tiga turnamen sebelumnya mereka memperoleh hasil yang kurang bagus, sehingga di Kejuaraan Dunia ini ia ingin memberikan yang terbaik.

Baca juga: Greysia/Apriyani ke semifinal usai menangi laga ketat

Adapun bagi ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu terhenti di semifinal, tahun ini pasti ingin melebihi hasil tersebut.

“Kita mau lebih tapi tetap harus fokus lagi, permainan belum kelar,” kata Greysia saat ditanya apakah mereka ingin meraih hasil lebih dari semifinal.

Berikut ini susunan pertandingan pemain Indonesia pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu. Angka di depan menunjukkan unggulan:

5-Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs 1-Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian ardianto vs 4-Mohammad ahsan/Hendra Setiawan

Baca juga: Tunggal tak bersisa, ganda berjaya

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ekspresi Fajar/Rian tembus ke semi final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto melakukan selebrasi usai mengalahkan ganda putra Korea Selatan Choi Solgyu dan Seo Seung-jae pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Pasangan Fajar/Rian Christie menang dengan skor 21-13, 21-17 dan akan bertemu pasangan Ahsan/Hendra di babak semi final. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/foc.

Tunggal tak bersisa, ganda berjaya

Basel, Swiss (ANTARA) – Babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, berakhir Jumat malam (Sabtu dini hari WIB), yang ditutup dengan keberhasilan pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melaju ke semifinal.

Fajar/Alfian menggenapi keberhasilan sektor ganda meloloskan tiga semifinalis setelah ganda putri unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan pasangan “The Daddies” Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos lebih dulu.

Sebenarnya Indonesia meloloskan empat perempatfinalis, namun satu-satunya wakil sektor tunggal pada delapan besar, Jonatan Christie, dihentikan oleh pemain India Sai Praneeth B dengan kekalahan 22-24, 14-21.

Kekalahan Jojo membuat Indonesia tidak punya wakil pemain tunggal pada semifinal Kejuaraan Dunia.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

Sementara sektor ganda putra sudah memastikan satu tempat di final karena Fajar/Rian akan melawan Ahsan/Hendra pada semifinal sehingga siapa pun yang menang akan mewakili Indonesia di final.

Dengan demikian harapan untuk meraih satu gelar masih terbuka.

Adapun Greysia/Apriyani yang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu juga mencapai semifinal, akan melawan unggulan teratas asal Jepang Misaki Matsumoto/Wakana Nagahara yang meraih kemenangan saat lawan mereka unggulan delapan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto menarik diri karena Koharu cedera.

Kejutan datang dari pemain Denmark Anders Antonsen yang menyingkirkan juara dunia 2014 Chen Long dari China dengan kemenangan 22-20, 21-10.

Baca juga: Pastikan tempat di semifinal, target “The Daddies” tercapai

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

di lapangan enggak ada yang enggak mungkin. Kita pasti berusaha, yang penting kita fighting

Basel, Swiss (ANTARA) – Indonesia memastikan satu tempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos ke semifinal.

Pasangan unggulan ketujuh itu menperoleh tempat babak empat besar setelah mengalahkan ganda putra Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-13, 21-17 pada pertandingan terakhir perempat final di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat malam.

Pada semifinal, Fajar/Rian akan melawan ganda Indonesia lainnya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sehingga siapa pun yang menang akan mewakili Indonesia pada partai final.

Keberhasilan Fajar/Rian menggenapi sukses yang diraih dua ganda sebelumnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Ahsan/Hendra yang seluruhnya masuk semifinal.

Gim pertama sepenuhnya milik pasangan Indonesia setelah mereka memimpin sejak awal hingga membukukan kemenangan 21-13.

Gim kedua berlangsung ketat ketika ganda Korea yang pernah mengalahkan Fajar/Rian di Australia Open itu sempat mengejar poin hingga 17-17, namun setelah itu mereka kembali tertinggal.

Baca juga: Pastikan tempat di semifinal, target “The Daddies” tercapai

“Alhamdulillah bersyukur saya sangat bahagia sekali bisa ke semifinal yang pertama di kejuaraan dunia, yang pasti kita bersyukur tapi perjalanan belum selesai, masih ada hari esok dan seterusnya,” ujar Fajar seusai pertandingan.

Pada semifinal, Sabtu, Fajar/Rian akan melawan unggulan keempat Ahsan/Hendra yang maju ke babak empat besar setelah  mengalahkan ganda Taiwan 13 Liao Min Chun/Su Ching Heng 21-17, 21-19.

Menanggapi pertemuan dengan sesama ganda Indonesia, Fajar mengatakan ada plus minusnya. “Lega karena salah satu akan masuk ke final,” kata dia.

Tetapi mereka juga menyadariAhsan/Hendra adalah pasangan berpengalaman yang saat ini sedang berada dalam performa terbaiknya. Sering berlatih bersama juga membuat mereka tahu sama tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Salut sama mereka tapi di lapangan enggak ada yang enggak mungkin. Kita pasti berusaha, yang penting kita fighting,” tandas Fajar.

Baca juga: Greysia/Apriyani ke semifinal usai menangi laga ketat

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani ke semifinal usai menangi laga ketat

hawanya untuk mau fight-nya yang harus dijaga, kalau itu dijaga, fokus, mau main apa aja sudah enak strateginya

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangi laga ketat melawan pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan untuk mencapai semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Pasangan unggulan kelima ini membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyisikan pasangan China unggulan keempat itu dengan 25-23, 23-21 pada babak delapan besar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Greysia/Apriyani sempat tertinggal pada awal gim pembuka namun mereka memperbaiki penampilannya sehingga bisa mengimbangi permainan lawan dan bermain ketat hingga gim kedua.

“Set pertama kita sempat kehilangan hawa, mereka juga mainnya mau cepat, mau nekan kita,” ujar Greysia. Namun, lanjut Greysia, pelatih mengingatkan dia dan Apriyani juga saling mengingatkan untuk tidak kalah hawa duluan. “Dari situ kita langsung bangun, kayak ditampar.”

Karena menurut dia, pada level mereka, para pemain sudah saling mengetahui permainan masing-masing, tingkatnya sudah sama. “Otomatis itu yang diutamakan, hawanya untuk mau fight-nya yang harus dijaga, kalau itu dijaga, fokus, mau main apa aja sudah enak strateginya,” kata Greysia.

Sejak itu, permainan berlangsung ketat hingga gim kedua berakhir dengan kemenangan pasangan Indonesia.

Baca juga: Jonatan Christie gagal capai target semifinal Kejuaraan Dunia 2019

“Alhamdulilah senang, bangga untuk hasil hari ini,” timpal Apriyani seusai pertandingan.

Pada semifinal, Sabtu, Greysia/Apriyani akan melawan pemenang pertandingan pasangan Jepang unggulan delapan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto melawan unggulan pertama Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

Untuk menghadapi mereka, Greysia dan Apriyani mengungkapkan akan menyiapkan pikiran, mental, stamina, dan berjuang lagi, dan mau berlelah-lelah lagi di lapangan.

Ketika ditanya apakah mereka ingin meraih hasil lebih dari semifinal mengingat tahun lalu pun mereka mencapai babak empat besar, Greysia menjawab, keinginan untuk itu pasti ada, namun ia memilih fokus pada pertandingan.

“Itu sudah di luar kontrol kita, kita selalu berdoa sama Tuhan supaya mengingatkan kita bagaimana meng-handle pikiran. Kita mau lebih tapi tetap harus fokus lagi, permainan belum kelar,” katanya.

Ia memilih menyerahkan hasil kepada Tuhan. “Kita mau melakukan yang menjadi bagian kita saja,” tutup Greysia.

Baca juga: Rasakan ngilu pada engkel, pergerakan Jonatan Christie terganggu

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani melangkah ke semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii melakukan selebrasi usai mengalahkan ganda putri China Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan pada babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Greysia/Apriyani lolos ke semifinal setelah menang dengan skor 25-23, 23-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Rasakan ngilu pada engkel, pergerakan Jonatan Christie terganggu

Basel, Swiss (ANTARA) – Ungulan keempat tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 Jonatan Christie mengaku dirinya mengalami gangguan pada pergelangan kaki sejak akhir gim pertama ketika melawan Sai Praneeth B dari India sehingga pergerakannya terganggu.

Jonatan kalah dua gim langsung 22-24, 14-21 dari Praneeth pada babak delapan besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Baca juga: Jonatan Christie gagal capai target semifinal Kejuaraan Dunia 2019

“Karena memang bisa dibilang ngilu buat refleks, terutama untuk bola-bola yang jauh, biasanya kita harus maksa dengan refleks kita, tapi itu dengan refleks sedikit juga sudah terasa. Jadi itu yang beberapa kali terasa di gim kedua,” ujar Jonatan Christie seusai pertandingan.

Ia mengakui bahwa gangguan pergelangan kaki sudah ia alami sejak Indonesia Open ketika ia melawan pebulu tangis Denmark Hans Krisian Vittinghus, namun saat itu pada pergelangan kaki kiri.

“Waktu itu juga sama bunyi juga, sampai Jepang (Open) pun saya bermain dalam keadaan seperti itu tapi bisa mengatasi dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

Kali ini, menjelang Kejuaraan Dunia 2019, lanjut pemain yang akrab disapa Jojo itu, ia mengalami hal serupa pada kaki kanannya.

“Tapi enggak sampai bunyi, jadi enggak masalah dan kiri juga sudah oke. Di sini saya jaga terus, tapi pas tadi pas (poin) 20-21 ada sekali gerakan yang saya maksa, itu bunyi sampai sekarang,” paparnya.

Ketika ditanya apakah sakit engkelnya itu yang menjadi penyebab kekalahannya, Jonatan menjawab 50-50 persen dengan permainannya yang buruk.

“Karena gim pertama banyak pola dan strategi saya yang ragu untuk diterapin. Jadi bukan hanya karena kaki tapi ada beberapa stroke yg harus saya perbaiki ke depan,” ujarnya.

Kekalahan Jonatan membuat pemain tunggal Indonesia tidak tersisa pada Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung sampai Minggu (25/8).

Baca juga: Indonesia sisakan empat wakil di perempat final

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan Christie gagal capai target semifinal Kejuaraan Dunia 2019

Basel, Swiss (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie gagal mencapai target masuk semifinal pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah pada pertandingan babak perempat final di di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Satu-satunya pemain tunggal Indonesia yang tersisa pada babak perempat final itu kalah oleh pemain asal India Sai Praneeth dengan skor 22-24, 14-21.

Dalam pertandingan yang mulai dipadati penonton setelah hari-hari sebelumnya tidak begitu ramai itu, pemain Indonesia unggulan keempat tersebut berusaha mengimbangi permainan Praneeth pada gim pembuka.

Baca juga: Jonatan awali perjuangan Indonesia di perempat final kejuaraan dunia

Meski tertinggal sejak awal, ia tidak membiarkan dirinya terpaut jauh. Sempat tertinggal 4-8 namun kemudian berhasil menyamakan kedudukan 10-10.

Jonatan Christie sempat mendapat peluang untuk merebut gim pertama saat memimpin 21-20, namun Praneeth-lah yang akhirnya merebut kemenangan 24-22.

Pada gim kedua Jonatan yang mendapat dukungan penonton dari tribun, langsung tertinggal 0-3 kemudian 1-7 dan tidak pernah mampu mengejar ketertinggalannya.

Pemain peringkat empat dunia itu sempat memperpendek jarak dengan meraih empat poin beruntun melalui serangannya hingga angka 12-15, namun kemudian tertinggal lagi sebelum menyerah 14-21.

Seusai pertandingan pemain yang baru pertama kali mencapai perempat final Kejuaraan Dunia 2019 itu mengaku ragu-ragu menerapkan pola permainannya.

“Saya mengaku dari awal main sempat beberapa kali ragu menerapkan strategi dan pola permainannya, beberapa kali juga Sai Praneeth saya rasa mengambil kesempatan itu juga, dari pertama dia coba menyerang saya terus.

“Saya coba mengimbangi untuk terus bermain reli karena dia berusaha semaksimal mungkin untuk bermain cepat terus, karena mungkin dia menghindari permainan reli,” kata pemain yang akrab dipanggil Jojo itu.

Jojo juga mengaku mengalami sedikit gangguan pada pergelangan kaki kanannya yang membatasi pergerakannya sehingga pada gim kedua ia tertinggal jauh.

Ia mengaku trauma karena sebelumnya pernah mengalami hal serupa. “Itu alasan saya kenapa set kedua tempo permainannya sedikit kendor,” ujarnya.

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Baca juga: Indonesia sisakan empat wakil di perempat final
 

Jonatan Christie raih emas tunggal putra

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan Christie terhenti di perempat final

Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie terjatuh saat berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis India Sai Praneeth Bhamidipati pada babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Jonatan Christie terhenti langkahnya di babak perempat final setelah kalah dengan skor 22-24, 14-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Jonatan awali perjuangan Indonesia di perempat final kejuaraan dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie akan membuka perjuangan pemain Indonesia pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di Lapangan 2 St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Jojo sapaan akrab Jonatan Christie akan bertanding melawan wakil dari India, Sai Praneeth B.

Pada pertandingan perempat final Kejuaraan Dunia ini akan menjadi pertemuan keempat Jonatan dengan Praneeth dengan dua pertemuan terakhir sebelumnya dimenangi Jojo. Namun itu terjadi tahun lalu di New Zealand dan French Open.

Untuk menghadapi pemain India yang mengalahkan tunggal putra Indonesia lainnya Anthony Sinisuka Ginting tersebut, Jojo mengatakan ia harus memberikan pukulan yang lebih bervariasi, tidak monoton menyerang atau smes terus menerus.

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Baca juga: Indonesia sisakan empat wakil di perempat final

“Karena pertahanan dia juga bagus, dan serangannya juga lumayan bagus, jadi itu beberapa poin yang harus dipersiapkan besok,” kata Jojo seusai memenangi laga 16 besar, Kamis malam.

Ia menilai pemain India adalah pemain yang cerdas sehingga perlu diantisipasi pola dan strategi permainannya.

“Pemain India terkenal dengan kecerdasannya, itu yang harus saya jaga, mungkin kecepatannya tidak secepat Anthony (Ginting), tapi dengan pola main dan strateginya, dia bisa menyusahkan lawan,” katanya. itu yg harus saya jaga dan antisipasi besok.

Setelah Jojo, ganda putri unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil di lapangan yang sama. Pasangan tersebut akan melawan unggulan keempat Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari China.

Sementara itu, dua ganda putra akan beraksi pada sesi sore yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat.

Pasangan unggulan keempat Mohammad ahsan/Hendra Setiawan akan melawan ganda putra Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng yang menjadi unggulan 13.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Sedangkan unggulan ketujuh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menghadapi pasangan Korea Choi Solgyu/Seo Seung Jae.

Berikut ini susunan pertandingan para pemain Indonesia pada perempat final Kejuaraan Dunia di Basel, Swiss, Jumat (angka di depan menunjukkan unggulan):

4-Jonatan Christie vs 16-Sai Praneeth B (India)

5-Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs 4-Chen Qing Chen/Jia Yi Fang

4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs 13-Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan).

Baca juga: Fajar/Rian susul Ahsan/Hendra ke perempat final

Baca juga: Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting gagal ke perempat final

Pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menyemangati dirinya saat melawan pebulu tangkis India Sai Praneeth Bhamidipati pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Anthony Ginting gagal melaju ke perempat final setelah kalah dengan skor 19-21, 13-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/ama.

Fajar/Rian susul Ahsan/Hendra ke perempat final

Alhamdulillah, bersyukur dulu bisa menang

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyusul pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Unggulan ketujuh Fajar/Rian pada babak 16 besar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis malam mengalahkan ganda putra Malaysia
Goh V Shem/Tan Wee Kiong yang menjadi unggulan 14, dalam tiga gim 21-23, 21-11, 21-11.

Fajar/Rian mengabaikan kehilangan gim pertama dengan memperbaiki permainannya untuk merebut gim kedua.

Mereka melanjutkan momentum pada gim ketiga dengan tampil garang, menghujani pasangan Malaysia dengan smes smes tajam yang sulit dikembalikan.

“Alhamdulillah, bersyukur dulu bisa menang,” ujar Fajar setelah pertandingan.

“Tadi kita coba main semangat saja, tadi saat set pertama kami sudah leading 20-19 tapi tidak bisa selesaikan gim itu. Jadi saat set kedua kami tidak terlalu memikirkan gim pertama, yang penting fighting dan semangat dulu, ” tambahnya.

Pada perempat final, Fajar/Rian akan menghadapi pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae yang mengalahkan Minions pada putaran kedua yang lalu.

“Mereka bermain bagus, di sini mereka berhasil mengalahkan Kevin/Marcus dan tadi juga ramai (pertandingannya). Set pertama sempat kalah dan set kedua sempat tertinggal (namun berhasil menang), jadi kami harus waspadai,” kata Rian.

Lolosnya Fajar/Rian ke perempat final mengikuti pasangan peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang sudah lebih dulu maju ke babak delapan besar.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Baca juga: Praveen/Melati kalah, ganda campuran tak tersisa

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia sisakan empat wakil di perempat final

Basel, Swiss (ANTARA) – Tim Indonesia menyisakan empat wakil pada babak delapan besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 yang akan berlangsung Jumat di St Jakobhalle Basel, Swiss.

Keempat wakil tersebut terdiri atas satu tunggal dan tiga ganda, yakni tunggal putra Jonatan Christie, dua ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Dari sembilan wakil yang bertanding pada babak 16 besar, Kamis, Indonesia kehilangan lima di antaranya, yakni tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta serta dua ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktanvianti.

Anthony gagal maju ke perempat final setelah dikalahkan pemain India Sai Praneeth B 19-21. 13-21.

Baca juga: Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Sementara Gregoria menyesalkan kegagalannya menghadapi pemain Thailand Ratchanok Intanon 21-18, 21-23, 10-21.

Gregoria yang sudah memenangi gim pertama dan memimpin 20-18 gagal menyudahi pertandingan dengan kemenangan. Ratchanok justru membalik keadaan untuk merenbut gim kedua dan memenangi gim penentuan untuk meraih kemenangan.

Baca juga: Sia-siakan peluang menang, Gregoria gagal ke perempat final

Dua ganda campuran juga tersingkir dari turnamen ini. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Wijaja yanga kalah oleh ganda campuran unggulan pertama Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong 17-21, 12-21, serta praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menyetrah pada pasangan bukan unggulan asal Belanda Robin Tabeling/Selena Piek 13-21, 23-21, 8-21.

Selain itu, ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta menyusul pulang lebih awal setelah disingkirkan oleh pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan 17-21, 18-21.

Baca juga: Greysia/Apriyani melaju, Della/Rizki tersingkir

Indonesia yang menargetkan meraih satu gelar pada Kejuaraan Dunia kali ini, menumpukan harapannya kepada empat wakil yang tersisa.

Juara dunia dua kali Ahsan/Hendra serta semifinalis tahun lalu Greysia Polii/Apriyani Rahayu diharapkan mampu mencatat prestasi terbaik, sedangkan Jonatan Christie yang baru pertama kali mencapai perempat final Kejuaraan Dunia diharapkan dapat memberi kejutan.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Baca juga: Fajar/Rian susul Ahsan/Hendra ke perempat final
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Di gim kedua saya mau menyerang tapi enggak yakin. Soalnya masih kepikiran di poin-poin akhir gim pertama

Basel, Swiss (ANTARA) – Langkah tunggal putra unggulan keenam Anthony Sinisuka Ginting terhenti pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah gagal mengatasi permainan pebulu tangkis India Sai Praneeth B.

Bertanding di Lapangan 1 St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis sore waktu setempat, Ginting yang menempati peringkat delapan dunia menyerah dua gim langsung 19-21, 13-21 kepada Praneeth.

Tertinggal dalam perolehan angka pada pertengahan gim pertama, Ginting berhasil membalikkan keadaan dengan memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawannya sehingga memimpin 18-15 hingga 19-17.

Namun ia tidak mampu menghindarkan lawannya memperoleh empat poin beruntun untuk merebut gim pembuka.

Pada gim kedua, permainan Ginting seolah berakhir setelah memimpin 11-8, ketika lawannya dua kali memperoleh enam angka berturut-turut untuk memenangkan pertandingan.

Ginting yang namanya sesekali diteriakkan oleh penonton di trinbun, mengakui bahwa penampilannya pada babak 16 besar ini tidak seperti pada babak sebelumnya.

Baca juga: Greysia/Apriyani melaju, Della/Rizki tersingkir

“Tadi gim pertama juga ketat, tapi di poin-poin akhir malah pingin buru-buru menyerang. Padahal perjalanan sampai leading dua tiga poinnya tadi dari menunggu kesalahan lawan, bukan dari serangan saya,” kata Ginting usai pertandingan.

Sementara pada gim kedua, ia mengaku justru ragu-ragu untuk menyerang karena masih mengingat kesalahannya pada akhir gim pertama.

“Di gim kedua saya mau menyerang tapi enggak yakin. Soalnya masih kepikiran di poin-poin akhir gim pertama, saya posisinya kebalik gara-gara itu,” tambahnya.

Saat ditanya apakah ada masalah dengan kakinya, pebulu tangkis peringkat delapan dunia yang dalam pertandingan ini kurang lincah pergerakannya, mengaku tidak ada masalah.

Setelah Ginting tersingkir, tunggal putra Indonesia menyisakan Jonatan Christie yang belum memainkan pertandingan babak 16 besarnya melawan Jan O Jorgensen dari Denmark.

Baca juga: “The Daddies” atasi permainan rapi lawan, Ahsan: Alhamdulillah menang

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii mengembalikan kok ke ganda putri Bulgaria Gabriela Stoeva dan Stefani Stoeva pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Greysia/Apriyani melaju ke perempat final setelah menang dengan skor 21-19, 21-16 . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.