Taklukkan Endo/Yuta, Hendra/Ahsan lolos ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melaju ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai mengalahkan pasangan asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada Jumat (19/7).

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pasangan yang lebih akrab disapa The Daddies itu sukses menaklukkan Endo/Watanabe dalam tiga gim yang berjalan selama 62 menit dengan skor 21-15, 9-21, 22-20.

Gim pertama berjalan mulus bagi Hendra/Ahsan. Mulai dari awal hingga akhir permainan, The Daddies terus memimpin perolehan angka. Sedangkan pasangan Jepang itu kerap tertinggal dan tidak mampu mengejar.

Pada menit ke-7, Hendra/Ahsan sudah unggul 10-7. Kemudian pada menit ke-12, meskipun unggul, skor Hendra/Ahsan hanya terpaut satu angka, yakni 15-14. Akan tetapi di akhir gim, The Daddies unggul dengan skor 21-15.

Pada gim kedua, kondisi berubah total. Jika di gim pertama, Hendra/Ahsan terus memimpin, di gim kedua Endo/Yuta yang giliran memimpin, mulai dari awal sampai akhir. Skor dibuka dengan Endo/Yuta unggul 4-1 atas The Daddies. Hingga poin-poin akhir, kedudukan The Daddies masih tertinggal 9-20. Di akhir gim, Endo/Yuta pun unggul dengan skor 21-9.

Gim ketiga, gantian Hendra/Ahsan yang kembali memimpin permainan. Permainan dibuka dengan skor The Daddies unggul 4-3 atas Endo/Yuta. Skor keduanya sempat terpaut jauh pada menit ke-53 dengan The Daddies unggul 18-13.

Tidak disangka, di poin-poin akhir, pasangan Jepang itu terus mengejar, hingga di menit ke-61 kedudukan keduanya imbang 20-20. Namun dengan penuh semangat dan kerja keras, Hendra/Ahsan akhirnya memenangi menutup gim dengan skor kemenangan 22-20 atas Endo/Yuta.

Sementara itu, penonton di dalam Istora terpantau cukup ramai. Suara riuh rendah dan sorak sorai mereka terdengar menggema di dalam stadion. Dukungan dan teriakan-teriakan penuh semangat pun terus diberikan kepada Hendra/Ahsan mulai dari awal hingga akhir pertandingan.

Hendra/Ahsan dan Endo/Watanabe sudah pernah bertemu tiga kali, yakni sejak turnamen Daihatsu Yonex Japan Open 2018. Dari tiga pertemuan itu, Hendra/Ahsan tercatat sudah menang dua kali atas pasangan Jepang tersebut.

Sebelum melangkah ke babak perempat final, di babak dua yang berlangsung pada Kamis (18/7) kemarin, Hendra/Ahsan telah mengalahkan pasangan asal Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dalam dua gim dengan skor 21-16, 21-17.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

Baca juga: Lima wakil Indonesia lolos ke perempat final

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tai Tzu Ying singkirkan Intanon, unggulan Taiwan melaju ke semi-final

Jakarta (ANTARA) – Tunggal putri unggulan pertama Taiwan Tai Tzu Ying melaju ke semi-final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai mengalahkan wakil Thailand Ratchanok Intanon, Jumat.

Juara bertahan itu mendapat perlawanan cukup ketat dari unggulan ketujuh Thailand itu dalam pertandingan selama 1 jam 4 menit untuk merebut tiket ke babak empat besar itu usai menang rubber gim 21-18, 16-21, 21-12 di lapangan 1 Istora Gelora Bung Karno.

Tzu Ying mengakui peringkat pemain tidak terlalu berpengaruh di turnamen kelas tertinggi, Super 1000 itu, dan kedua pemain telah sering bertemu di turnamen.

Sebelumnya, tunggal putri Thailand itu telah menang 13 kali melawan Tzu Ying dalam 24 pertemuan terakhir mereka.

“Karena peringkat kami dekat, jadi bermain dua gim atau rubber itu adalah hal yang biasa,” kata Tzu Ying usai laga.

Setelah kecolongan di gim kedua, Tzu Ying mengaku harus belajar mengendalikan permainan. “Belajar lebih sabar lagi jadi bisa mengurangi kesalahan diri sehingga bisa mengejar poin untuk unggul lebih banyak.”

Di semifinal, Tzu Ying akan bertemu dengan pemenang laga antara Nitchaon Jindapol asal Thailand dan unggulan empat Jepang Akane Yamaguchi.

Baca juga: Jadwal pertandingan perempat final

Baca juga: Lima wakil Indonesia lolos ke perempat final
 

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menilik fasilitas parkir berstandar internasional Indonesia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Fasilitas parkir kendaraan di area Istora Gelora Bung Karno Jakarta dilengkapi dengan sejumlah fasilitas berstandar internasional yang representatif untuk pengunjung Indonesia Open 2019.

“Parkiran ini dibuat sejak perhelatan Asian Games 2018 dengan standar internasional,” kata petugas piket keamanan gedung parkir A Istora GBK, Munadi, kepada Antara, di Jakarta, Jumat siang.

Bangunan yang berdiri di atas lahan sekitar 700 meter persegi itu didesain empat lantai untuk menampung 570 unit mobil, 800 motor, berikut 65 slot penyimpanan sepeda.

Adalah kontraktor, Jaya Konstruksi, yang menggarap lahan parkiran di seberang Istora lengkap dengan sejumlah fasilitas berstandar internasional.

Munadi mengatakan fasilitas berstandar internasional yang dimaksud berupa mekanisme transaksi sewa parkir yang berbasis nontunai menggunakan E-Money terbitan Mandiri, Brizzy dari BRI, Tap Cash BNI, dan Flazz BCA.

“Mesin transaksi akan merekam waktu kedatangan dan keluar kendaraan. Tinggal discan karcisnya, lalu muncul nominal di layar yang harus dibayar penyewa menggunakan kartu,” katanya.

Bagi pengunjung yang tidak memiki kartu pembayaran, pengelola menyediakan sejumlah gerai isi ulang dan pembelian kartu.

Dua unit stasiun pengisian bahan bakar listrik pun tersedia secara gratis di area lantai dasar parkir yang bisa dimanfaatkan para pengguna kendaraan berbasis listrik untuk isi ulang bahan bakar.

“Memang fasilitas stasiun bahan bakar listrik ini belum banyak yang gunakan, sebab masih jarang juga kendaraannya di sini,” katanya.

Stasiun tersebut, kata Munadi, telah diujicobakan menggunakan mobil jenis Mercedes Benz.

Fasilitas lainnya yang juga digratiskan adalah alat kompresor pengukur dan isi ulang tekanan ban kendaraan di lantai dasar.

Mesin tersebut sengaja difasilitasi pengelola untuk keamanan berkendara para pengunjung di GBK.

Salah satu pengguna alat kompresor di Gedung Parkir A GBK, Sanjaya (44), mengaku bersyukur ban sepeda motornya yang sempat kempes selama menempuh perjalanan Bekasi-Jakarta bisa diisi ulang secara gratis.

“Fasilitas di sini mirip seperti yang ada di negara maju. Saya pernah lihat di Singapura dan Thailand, persis seperti ini,” katanya.

Sekitar 100 personel keamanan juga disiagakan oleh pengelola untuk mengawasi keamanan kendaraan pengunjung selama beraktivitas di GBK.

Mereka terbagi atas petugas patroli bersepeda serta petugas jaga di gedung parkir.

Area parkir berstandar internasional itu juga tersedia di seberang Jakarta Convention Center (JCC). Fasilitas tersebut diketahui masih dalam proses perawatan Jaya Konstruksi untuk selanjutnya diserahkan kepada pengelola GBK dalam waktu dekat.

Baca juga: Melihat dinding sejarah perjalanan Indonesia Open

Baca juga: Tai Tzu Ying singkirkan Intanon, unggulan Taiwan melaju ke semi-final

Baca juga: Pesan Liliyana Natsir untuk Tontowi Ahmad

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melihat dinding sejarah perjalanan Indonesia Open

Jakarta (ANTARA) – Dinding buatan setinggi dua meter dengan panjang 35 meter terlihat mencolok di sudut barat Istora Gelora Bung Karno Jakarta.

Wajah sejumlah legenda bulu tangkis kebanggaan Indonesia terpampang di permukaan dinding berikut sejumlah kisah yang menceritakan perjalanan Indonesia Open.

Dinding tersebut menjadi sarana edukasi bagi pengunjung yang hadir di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Berikut rangkuman perjalanan Indonesia Open yang dikutip dari dinding sejarah.

(37 tahun yang lalu) Jakarta, DKI Jakarta.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia pertama kali menggelar Indonesia
Open di Istora Senayan Jakarta. Pada pergelaran perdana ini, Indonesia
meraih tiga gelar juara, yaitu di sektor tunggal putra yang diraih oleh Icuk
Sugiarto, tunggal Putri melalui Verawaty Fadjrin dan ganda putra melalui
pasangan Kartono/Haryanto.

Sementara itu, Inggris meraih dua gelar, yaitu di sektor ganda putri yang dimenangi oleh Gillian Gilks/Gillian Clarks dan di sektor ganda campuran melalui Gillian Gilks/Martin Dew, Indonesia sukses menyapu bersih gelar juara Indonesia Open untuk pertama kalinya di tahun 1983 diikuti tahun 1996-1997 dan 2001.

(29 tahun lalu), Samarinda

Di ajang Indonesia Open 1990, pemain tunggal putra Indonesia, Ardy B Wiranata meraih gelar untuk pertama kalinya setelah di final berhasil mengalahkan rekan satu negara, Eddy Kurniawan dengan skor 15-10 dan 15-5.

Setelah itu, prestasi Ardy semakin moncer dengan berhasil meraih lima gelar juara Indonesia Open yaitu di tahun 1991, 1992, 1994, 1995, dan 1997.

Hasil ini menjadikan Ardy meraih rekor sebagai peraih gelar juara terbanyak di ajang Indonesia Open bersama dengan Taufik Hidayat yang meraih gelar juara pada tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006 dan juga pemain tunggal putri andalan Indonesia, Susy Susanti pada tahun 1989, 1991, 1994, 1995, 1996 dan 1997.

(20 tahun lalu) Denpasar, Bali.

Sejak tahun 1990-1999, Indonesia selalu memboyong gelar juara turnamen Indonesia Open, baik di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

Setidaknya 76 gelar berhasil diraih
dalam kurun waktu 1982-2007. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kemenangan terbanyak di ajang Indonesia Open yang diikuti oleh Tiongkok di peringkat kedua dan Korea di peringkat ketiga.

Pada tahun 1999, Indonesia berhasil meraih empat gelar juara melalui Taufik
Hidayat di tunggal putra, Lidya Djaelawijaya di tunggal putri, Ricky Subagja/ Rexy Mainaky di sektor ganda putra dan Tri Kusharjanto/ Minarti Timur di sektor ganda campuran.

Satu-satunya gelar juara yang lolos adalah di sektor ganda putri yang berhasil diraih oleh ganda putri Denmark, Helena Kirkegaard/Rikke Olsen.

(12 tahun yang lalu) Jakarta, DKI Jakarta.

Indonesia berhasil mengemas turnamen Indonesia Open dengan begitu menarik sehingga akhirnya di tahun 2007 ajang Indonesia Open berhasil masuk menjadi kategori Super Series versi BWF.

Masuknya Indonesia Open ini membuat prestise turnamen ini meningkat karena turnamen dengan level Super Series ini hanya diadakan di 12 negara di dunia.

Penyelenggaraan Indonesia Open sendiri sampai dengan tahun 2003, sudah digelar di delapan kota besar di Indonesia yaitu Samarinda, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Surakarta, Denpasar, Surabaya dan Batam.

Sedangkan mulai tahun 2004 sampai dengan 2019 atau dalam kurun waktu
16 tahun terakhir, penyelenggaraan Indonesia Open selalu digelar di Jakarta.

(9 tahun yang lalu) Jakarta, DKI Jakarta

Selang tiga tahun sejak digelarnya turnamen Indonesia Open dengan kategori Super Series, maka pada tahun 2010 Indonesia Open kembali naik kelas dan berstatus sebagai turnamen BWF dengan kategori Super Series Premier yang merupakan kejuaraan bulutangkis internasional bintang enam.

Hanya ada lima kejuaraan yang mempunyai level Super Series Premier yaitu Malaysia Open, Denmark Open, China Open, All England dan Indonesia Open.

Pada turnamen ini, para atlet dengan peringkat 10 besar diwajibkan untuk
ikut serta dalam turnamen ini. Ajang yang dimulai pada tanggal 22 Juni dan
berakhir pada 27 Juni 2010 ini memperebutkan total hadiah sebesar
250.000 dolar AS.

Di ajang Indonesia Open Super Series Premier 2010 ini, Indonesia gagal meraih gelar juara. Indonesia harus puas finis di posisi runner up yang diraih oleh Taufik Hidayat di sektor tunggal putra dan pasangan ganda campuran, Hendra Setiawan (INA) Anastasia Russikh
(RUS).

(Enam tahun yang lalu) Jakarta, DKI Jakarta.

Pada pergelaran Indonesia Open tahun 2013 Indonesia berhasil merebut gelar juara melalui pasangan ganda putra Hendra/Ahsan yang mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Ko Sung Hyun dengan skor 21-14, 21-18.

Setelah itu, hingga tahun 2016, Indonesia paceklik dalam mengoleksi gelar juara Indonesia Open.

Kala itu, persaingan perebutan gelar juara Indonesia Open mulai merata. Negara-negara seperti Thailand, Taiwan dan Jepang mulai menunjukkan kekuatannya.

Namun pada tahun 2017, Indonesia
kembali unjuk gigi dengan merebut gelar juara ganda campuran melalui Owi/Butet yang berhasil mengalahkan unggulan pertama dari Tiongkok, Zheng Siwei/ Chen Qingchen dengan skor 22-20,
21-15.

(1 tahun yang lalu) Jakarta, DKI Jakarta.

Dikenal sebagai salah satu turnamen BWF terbaik di dunia dan merupakan
turnamen favorit dari para atlet dunia, maka pada tahun 2018, Indonesia Open terpilih sebagai turnamen yang tergabung dalam rangkaian turnamen HSBC BWF World Tour Super 1000 yang merupakan turnamen dengan level tertinggi.

Hanya ada tiga turnamen bulutangkis dunia dengan level super 1000, yaitu China Open, All England dan Indonesia Open.

Total hadiah yang diperebutkan juga spektakuler yaitu 1.250.000  dolar AS sehingga  turnamen  dengan  tajuk Blibli Indonesia Open 2018 ini dikukuhkan sebagai turnamen dengan hadiah terbesar di dunia.

Pasangan ganda putra Indonesia,
Kevin/Gideon berhasil meraih gelar pertamanya setelah di final berhasil
mengalahkan pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan skor 21-13 dan 21-16.

Baca juga: Penguasaan lapangan krusial pada perempat final

Baca juga: Pesan Liliyana Natsir untuk Tontowi Ahmad

Baca juga: Lima wakil Indonesia lolos ke perempat final

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal pertandingan perempat final

Jakarta (ANTARA) – Lima wakil Indonesia akan meneruskan perjalanan mereka dalam turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 pada babak perempat final.

Ganda Putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menjadi wakil Indonesia yang tanding pertama kali ketika mereka menjamu unggulan kelima asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di lapangan 1 Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Unggulan keempat asal Indonesia itu akan mulai berlaga sekitar pukul 13:00 WIB setelah laga pertama di lapangan 1 yang dimulai pukul 12:00 WIB antara unggulan pertama tunggal putri Taiwan Tai Tzu Ying melawan unggulan tujuh asal Thailand Ratchanok Intanon.

Setelah pertandingan pertama itu, lima wakil Indonesia akan berurutan bertanding di lapangan 1.

Baca juga: Lima wakil Indonesia lolos ke perempat final

Berikut jadwal lengkap babak perempat-final turnamen Blibli Indonesia Open 2019, Jumat.

Mulai pukul 12:00 WIB – Lapangan 1
WS – Tai Tzu Ying (1) (TPE) vs Ratchanok Intanon (7) (THA)
MD – Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (5) (JPN) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (4) (INA)
XD – Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (4) (MAS) vs Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow (INA)
MS – Chou Tien Chen (4) (TPE) vs Jonatan Christie (6) (INA)
MD – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) (INA) vs Ou Xuan Yi/Zhang Nan (CHN)
MD – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (6) (INA) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (JPN)
WS – Akane Yamaguchi (4) (JPN) vs Nitchaon Jindapol (THA)
MS – NG Ka Long Angus (HKG) vs Wong Wing Ki Vincent (HKG)
XD – Chris Adcock/Gabrielle Adcock (ENG) vs Tan Kian Meng/Lia Pei Jing (MAS)
MS – Lee Zii Jia (MAS) vs Anders Antonsen (DEN)

Mulai pukul 12:00 WIB – Lapangan 2
XD – Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (MAS) vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2) (CHN)
MS – Huang Yu Xiang (CHN) vs Kantaphon WangCharoen (THA)
MD – Li Jun Hui/Liu Yu Chen (3) (CHN) vs He Ji Ting/Tan Qiang (CHN)
WD – Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (1) (JPN) vs Lee So Hee/Shin Seung Chan (6) (KOR)
XD – Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (1) vs Marcus Ellis/Lauren Smith (ENG)
WD – Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (3) (JPN) vs Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR)
WS – Baiwen Zhang (USA) vs Chen Yu Fei (2) (CHN)
WD – Du Yue/Li Yin Hui (8) (CHN) – Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (4) (CHN)
WS – Pusarla V. Sindhu (5) (IND) vs Nozomi Okuhara (3) (JPN)
WD – Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (7) (JPN) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (2) (JPN)

Keterangan
WS: tunggal putri
MS: tunggal putra
WD: ganda putri
MD: ganda putra
XD: ganda campuran

Baca juga: Penguasaan lapangan krusial pada perempat final

Baca juga: Jojo persiapkan diri maksimal hadapi unggulan empat Chou Tien Chen
 

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penguasaan lapangan krusial pada perempat final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyatakan jika penguasaan lapangan akan menjadi faktor kunci dalam pertandingan perempat final turnamen Blibli Indonesia Open 2019.

Fajar/Rian meraih tiket ke babak delapan besar itu setelah mengalahkan ganda putra Taiwan Su Ching Heng/Liao Min Chun 21-12, 21-11 di lapangan 2, Istora Gelora Bung Karno, Kamis.

Fajar/Rian menyusul kompatriot senegaranya, Kevin Sanjaya Sukamulja/Marcus Fernaldi Gideon, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang telah lolos terlebih dahulu.

“Di lapangan tadi lebih angin lebih kencang. Setiap lapangan kondisi anginnya berbeda. Jadi besok kalau main di lapangan manapun kami harus lebih menguasai kondisi lapangan, ” kata Fajar.

Baca juga: Fajar/Rian menyusul ke perempat-final

Pada pertandingan babak kedua melawan pasangan Taiwan, Fajar/Rian tampil mendominasi pada kedua gim.

Awal gim pertama berlangsung ketat ketika pasangan Indonesia berusaha mengejar ketinggalannya hingga akhirnya unggul satu poin di interval.

Pada paruh kedua gim pertama, pasangan Taiwan dipaksa untuk memberi bola-bola atas yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Fajar/Rian melalui smash-smash kencang untuk mencuri poin.

Dua poin terakhir didapatkan dengan mudah oleh Indonesia berkat kesalahan pengembalian bola pasangan Taiwan.

Taiwan terjebak permainan Indonesia dan kehilangan sejumlah poin karena kembali melakukan kesalahan dan membuka pertahanannya.

Unggul 11-7 di interval, Fajar/Rian kembali mendapati pertahanan lawan yang terbuka dan memanfaatkannya untuk mencuri angka lewat smash-smash keras ke samping.

Dua bola keluar mengunci kemenangan pasangan Indonesia sore itu.

“Alhamdulillah bersyukur bisa hasilkan kemenangan. Kalau menurut saya tadi kuncinya tetap fokus untuk satu demi satu poin dan tidak lengah,” kata Fajar.

Pada perempat final, Jumat, Fajar/Rian akan bertemu untuk pertama kalinya dengan ganda peringkat 15 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang secara mengejutkan mengalahkan unggulan kedua Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, kompatriot senegaranya, pada babak kedua.

Baca juga: Lima wakil Indonesia lolos ke perempat final

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima wakil Indonesia lolos ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pada hari ketiga pelaksanaan turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, lima wakil Indonesia melaju ke babak perempat final.

Pada pertandingan babak kedua yang berlangsung pada Kamis (18/7), tercatat ada 13 perwakilan Indonesia yang berlaga, dan lima diantaranya sukses melangkah ke perempat final, sedangkan delapan wakil lainnya terhenti.

Lima perwakilan yang berhasil lolos tersebut, di antaranya tiga ganda putra, yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Baca juga: Terhenti di babak dua, Gregoria sangat menyesal

Baca juga: Greysia/Apriyani akui kurang pintar jaga poin

Kemudian, satu pebulu tangkis dari sektor tunggal putra yang diwakili oleh Jonatan Christie dan satu pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Pada perempat final nanti, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Marcus/Kevin melawan pasangan Cina Ou Xuan Yi/Zhang Nan, dan Fajar/Rian bertemu Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang.

Selanjutnya Jonatan Christie akan menjamu pebulu tangkis unggulan empat asal Taiwan Chou Tien Chen, sedangkan Tontowi/Winny akan menghadapi pasangan Chang Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia.

Sementara itu, delapan wakil yang terpaksa harus terhenti di babak kedua, di antaranya tiga pasangan ganda putri, yakni Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraidah, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta serta Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Kemudian, dua pasangan ganda putra Wahyu Arya Pangkaryanira/Ade Santoso dan Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama. Lalu, satu tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, satu tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan satu pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Babak perempat final turnamen bulu tangkis level super 1000 tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (19/7) besok mulai pukul 12.00 WIB di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesan Liliyana Natsir untuk Tontowi Ahmad

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir berpesan kepada mantan pasangan bermainnya Tontowi ‘Owi’ Ahmad untuk tidak terlalu menekan rekan barunya, Winny Oktavina Kandow.

“Owi, saya harap kamu tidak terlalu menekan Winny,” kata Liliana saat meet and great Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Perempuan peraih medali emas Olimpiada Rio 2016 itu meminta Owi supaya tidak memperlakukan pasangan barunya itu seperti saat dirinya memperlakukan Owi dulu saat ia masih bermain.

Namun ia tidak menjelaskan lebih detail bagaimana dirinya memperlakukan Owi saat latihan maupun pertandingan.

Bagaimana pun menurut Liliyana, setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam bermain. Maka harapannya Owi bisa membiarkan Winny agar bisa bermain bebas sesuai dengan gayanya.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Butet itu juga berpesan kepada Owi supaya tidak menuntut dan memaksa Winny untuk bisa menjadi seperti dirinya.

“Jangan paksa dia (Winny) main seperti saya. Saya dan Winny tentu berbeda,”tuturnya.

Sebelumnya Liliyana hadir di tribun penonton untuk memberikan semangat kepada para pemain setelah menyatakan resmi pensiun dari bulu tangkis pada Januari lalu.

Usai taklukan Hongkong, Owi-Butet tembus semifinal

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani akui kurang pintar jaga poin

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengaku kurang pintar dalam menjaga poin-poin kemenangan yang sudah berhasil direbut dari pasangan Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong di babak dua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno pada Kamis (18/7) itu, Greysia/Apriyani takluk di tangan pasangan asal negeri ginseng tersebut dalam tiga gim dengan skor 22-20, 18-21, 13-21.

Atas hasil tersebut, Greysia/Apriyani tidak dapat melanjutkan ke babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu.

“Kekalahan kami tadi disebabkan oleh faktor nonteknis. Maksudnya, kami berdua kurang pintar dalam menjaga poin dan itu terjadi sampai beberapa kali,” kata Greysia usai pertandingan babak dua di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis malam.

Baca juga: Dihentikan unggulan Jepang, Nadya/Tiara belajar banyak dari lawan

Lebih lanjut, berkaitan dengan hasil pertandingan tersebut, keduanya mengaku sangat sedih dan terpukul. Keduanya juga merasa menyesal karena seharusnya pada gim pertama dapat memimpin kedudukan atas pasangan Korea Selatan tersebut.

“Kami merasa sangat sedih, terpukul dan kecewa sekali dengan hasil tersebut. Kami kurang mengantisipasi, seharusnya bisa unggul di gim pertama. Itu yang membuat kami sedih banget. Kami tidak bisa mengekspresikannya,” ujar Greysia dengan mata berkaca-kaca menahan air mata.

Dia menuturkan pemain Korea Selatan itu memiliki tipe permainan yang terus mengebut, bahkan mulai dari awal sampai akhir permainan. Sedangkan Greysia mengakui fokus dan tenaganya kian berkurang, terutama setelah Kim/Kong berhasil mengunggulinya.

Sementara itu, Apriyani menambahkan masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan dari penampilan mereka berdua, terutama dalam menjaga poin-poin kemenangan yang sudah berhasil dikumpulkan agar tidak dicuri lagi oleh lawan.

“Masih banyak sekali yang harus kami tingkatkan untuk pertandingan-pertandingan berikutnya, yaitu dari segi mental, fokus dan tenaga. Kami harus siap capek, dan yang lebih penting lagi, kami harus pintar menjaga poin, apalagi kalau sudah leading (unggul),” ungkap Apriyani.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

Baca juga: Singkirkan India, hari ini Minions lebih siap dengan kondisi lapangan

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Liliyana bingung ucap nama jagoan Indonesia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis, Liliyana Natsir, sempat kebingungan saat harus menjawab pertanyaan tentang siapa tim ganda yang diidolakan tampil di Indonesia Open 2019.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh pembawa acara “Meet and Greet” Indonesia Open di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis sore.

“Satu pertanyaan saya yang harus dijawab, siapa tim ganda campuran yang kamu jagokan di Indonesia Open kali ini?,” kata pembawa acara di hadapan puluhan penggemar dari atlet yang memilih pensiun pada Januari 2019 itu.

Liliyana sempat terdiam beberapa menit untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan itu. “Emmm.., tidak ada,” kata Liliyana.

Jawaban itu sontak mengundang riuh dari hadirin yang berkumpul di booth blibli.com.

“Berarti tidak ada atlet lain yang sanggup mengalahkan kemampuan Liliyana ya?,” kata pria uang menjadi pembawa acara menegaskan.

“Bukan begitu…,” kata Liliyana yang langsung dipotong sesi jawabannya oleh pembawa acara untuk beralih kepada dua pertanyaan berikutnya dari fans.

Pernyataan Liliyana yang mengaku tidak menjagokan atlet ganda campuran di Indonesia Open 2019 mengundang komentar beragam dari sejumlah penggemar.

“Kalau menurut saya, Liliyana kelihatannya tidak mau membebani atlet nasional kalau nama mereka sampai terucap oleh Liliyana, yang bagi saya dia sudah menjadi legenda bulu tangkis di Indonesia,” kata Ayu.

Sementara fans lainnya, Rahma, berpendapat bahwa sosok pemain bulu tangkis ganda putri dan ganda campuran Indonesia yang berpengalaman merebut gelar Piala Uber, Piala Sudirman, serta medali perak Olimpiade Beijing itu belum ada penggantinya di Indonesia.

“Ya wajar sih karena dia (Liliyana) memang sosok legenda di Indonesia,” katanya.

Pada gelaran Indonesia Open 2019, Liliyana tampil dalam kapasitasnya sebagai penonton yang memberikan dukungan kepada tim nasional untuk tampil optimal dalam berjuang di arena.

Baca juga: Gagal ke perempat final, Hafiz/Gloria akui kurang fokus

Baca juga: Alfian/Marsheilla terhenti di babak pertama

Usai taklukan Hongkong, Owi-Butet tembus semifinal

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wakil Jepang waspadai The Daddies di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe menantikan pertandingan yang ketat melawan pasangan Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akrab disapa the daddies dalam duel perempat final turnamen Blibli Indonesia Open 2019, Jumat (19/7).

“Mereka pasangan yang kuat, nanti malam kami akan tinjau lagi permainan mereka untuk persiapan besok,” ungkap Watanabe usai memenangi laga babak kedua melawan pasangan Indonesia Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, Kamis.

Endo/Watanabe, yang menjadi unggulan kelima turnamen, akan mewaspadai pasangan Indonesia unggulan keempat itu yang akan didukung ribuan suporter yang memenuhi Istora Gelora Bung Karno.

Ahsan/Hendra, juara Indonesia Open 2013 itu pernah bertemu tiga kali dengan pasangan Jepang tersebut, dua di antaranya dengan kemenangan.

Baca juga: Ganda putra jadi tumpuan Indonesia

“Siap capek sih yang pasti, karena Jepang kan tidak mudah dimatikan (permaiannya),” kata Hendra.

The Daddies meraih tiket ke perempat final turnamen Indonesia Open 2019 usai mengalahkan pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel 21-16 21-17 di babak kedua.

Baca juga: Endo/Watanabe tantang Ahsan/Hendra di perempat final

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditundukkan Kim/Kong, Greysia/Apriyani terhenti di babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melanjutkan kiprahnya di ajang Blibli Indonesia Open 2019 dan melaju ke babak perempat final usai dikalahkan pasangan asal Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong.

Di babak kedua turnamen level Super 1000 yang berlangsung pada Kamis (18/7) di Istora Gelora Bung Karno itu, Greysia/Apriyani ditundukkan Kim/Kong dalam tiga gim yang berjalan selama 94 menit dengan skor 20-22, 21-18, 21-13.

Pada gim pertama, Greysia/Apriyani sempat memimpin perolehan angka di awal permainan dengan skor 2-1. Greysia/Apriyani terus memimpin hingga menit ke-31. Namun, pada menit ke-32, Kim/Kong mampu menyamakan kedudukan dengan skor imbang 20-20.

Pasangan asal negeri ginseng itu terus mengejar poin demi poin hingga akhirnya mengakhiri gim pertama dengan mengungguli Greysia/Apriyani dengan skor 22-20.

Pada gim kedua, kondisi berbalik, pertandingan berjalan cukup mulus bagi duet Indonesia tersebut. Mulai dari awal permainan, Greysia/Apriyani sudah memimpin perolehan angka dengan skor 4-1. Hingga akhir gim kedua, Greysia/Apriyani berhasil mengungguli Kim/Kong dengan skor akhir 21-18.

Pada gim penentu, persaingan antara kedua ganda putri tersebut terasa semakin ketat. Keduanya saling berebut poin-poin kemenangan. Di awal permainan, Greysia/Apriyani sudah tertinggal dengan skor 1-4. Sepanjang pertandingan, Greysia/Apriyani pun berusaha keras untuk mengejar ketinggalan itu.

Akan tetapi, hingga akhir gim, usaha tim Garuda tidak membuahkan hasil positif. Greysia/Apriyani ditaklukkan oleh Kim/Kong dengan skor 13-21.

Greysia/Apriyani dan Kim/Kong tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan. Pertandingan di turnamen Blibli Indonesia Open 2019 itu pun menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan ganda putri tersebut.

Sebelum melangkah ke babak dua, di babak pertama yang berlangsung pada Selasa (16/7), Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan Jepang Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dalam dua gim dengan skor 21-15, 21-16.

Baca juga: Greysia/Apriyani melaju ke babak kedua

Baca juga: Greysia/Apriyani ogah lengah hadapi pemain Jepang

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Liliyana berharap Owi melaju ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Mantan pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir berharap Tontowi ‘Owi’ Ahmad yang kini berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow bisa melaju ke semifinal Indonesia Open 2019.

“Saya harap Owi bisa melaju ke semifinal, “kata Liliyana yang akrab disapa Butet saat melakukan meet and great di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Pada babak penyisihan Indonesia Open, Kamis, Tontowi yang berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow mengirim pulang peringkat 15 asal Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai 21-14 21-18 di pertandingan babak kedua yang berlangsung selama 34 menit.

Baca juga: Tiket perempat-final jadi kado ultah Tontowi Ahmad

Di perempat final nanti, Owi/Winny akan meladeni Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, unggulan lima asal Malaysia. Mereka pernah bertemu sekali pada Indonesia Open 2018 dan menang atas pasangan Malaysia itu.

Dengan catatan kemenangan tersebut, Liliyana berharap mantan pasangan bermainnya itu bisa kembali menaklukkan pasangan Malaysia tersebut.

“Besok dia (Owi) ketemu Chan Peng Soon. Terakhir ketemu dia menang dan saya harap dia bisa mengulang kesuksesan, ” ucap peraih juara dunia bulutangkis empat kali itu.

Sebelumnya Liliyana Natsir hadir di tribun penonton untuk memberi semangat kepada para pemain setelah menyatakan resmi pensiun pada Januari lalu.

Baca juga: Butet doakan Owi/Winny cepat raih juara

Baca juga: Melaju ke perempat final, Owi/Winny jaga asa sektor ganda campuran

Usai taklukan Hongkong, Owi-Butet tembus semifinal

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiket perempat-final jadi kado ultah Tontowi Ahmad

Jakarta (ANTARA) – Tiket ke perempat-final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 menjadi kado ulang tahun bagi Tontowi Ahmad.

Tontowi yang berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow mengirim pulang peringkat 15 asal Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai 21-14 21-18 di pertandingan babak kedua yang berlangsung selama 34 menit di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, untuk melaju ke perempat-final.

Owi/Winny menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari sektor ganda campuran yang melaju ke babak delapan besar.

Lima pasang kompatriot senegaranya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Ronald/Annisa Saufika, telah terlebih dahulu gugur di babak satu dan dua.

“Kalau kepikiran (menjadi satu-satunya wakil ganda campuran) sih tidak, karena dari aku sendiri ingin kasih kado ulang tahun untuk bang Owi,” kata Winny usai laga.

Owi/Winny juga mengaku tampil lebih percaya diri di laga kedua mereka di turnamen.

“Tadi dirayakan juga sama anak dan istri di hotel, itu jadi pacuan dan motivasi saya untuk bisa menang,” kata Owi yang kini genap berusia 32 tahun itu.

Mantan pasangan bermain Owi, Liliyana Natsir pun hadir di tribun penonton untuk memberi semangat.

Di perempat-final, Owi/Winny akan menjamu Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, unggulan lima asal Malaysia. Mereka pernah bertemu sekali dan menang atas pasangan Malaysia itu.

“Ada gambaran sedikit, pasti permainan mereka di sini berubah. Nanti kami pelajari lagi cara mainnya. Kurang lebih kami ada gambaran, dan optimis bisa keluarkan permainan terbaik,” kata Owi.

Baca juga: Melaju ke perempat final, Owi/Winny jaga asa sektor ganda campuran

Baca juga: Fajar/Rian menyusul ke perempat-final

Baca juga: Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny melenggang ke babak dua

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kevin – Marcus melaju ke perempat final Indonesia Open

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon melakukan selebrasi seusai mengalahkan ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Kevin-Marcus melaju perempat final setelah menang 21-15 21-14. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Jojo persiapkan diri maksimal hadapi unggulan empat Chou Tien Chen

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku sudah mulai mempersiapkan diri sebaik mungkin dan secara maksimal untuk menghadapi unggulan keempat asal Taiwan Chou Tien Chen di babak perempat final turnamen Blibli Indonesia Open 2019 yang akan digelar Jumat (19/7).

Sebelumnya di babak dua yang berlangsung pada Kamis (18/7), pria yang lebih akrab disapa Jojo itu menyingkirkan pebulutangkis Denmark Hans-Kristian Solberg Vittinghus dengan skor 22-20, 21-13 dan sukses melaju ke perempat final.

“Prinsip saya, siapapun yang lebih siap pada saat pertandingan, pasti bisa menang. Oleh karena itu, sekarang saya harus fokus dan mempersiapkan diiri untuk pertandingan besok,” kata Jojo usai pertandingan babak dua di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut atlet berusia 21 tahun itu, memasuki babak perempat final, turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu akan terasa semakin berat dan lawan-lawan yang dihadapi juga akan semakin kuat serta sulit untuk dikalahkan.

“Oleh karena itu, saya harus lebih siap lagi untuk menghadapi pertandingan esok hari. Saya berharap semuanya baik-baik saja, pertandingan berjalan dengan lancar, tidak ada cedera dan saya bisa memberikan hasil yang terbaik,” ujar Jojo.

Selain lebih mempersiapkan diri, pemain besutan klub bulu tangkis PB Tangkas Specs Jakarta itu juga meminta kepada segenap masyarakat agar terus mendoakan dan menyemangati wakil-wakil Indonesia yang berlaga di turnamen level Super 1000 tersebut.

“Karena saat ini Indonesia menjadi tuan rumah, saya mohon doa dan dukungan positif dari seluruh penonton dan pecinta bulu tangkis untuk penampilan saya dan juga pemain-pemain Indonesia lainnya supaya bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ungkap Jojo.

Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final
Baca juga: Jojo apresiasi seluruh pendukungnya selama pertandingan
Baca juga: Kalahkan Rasmus, Jojo ke babak dua Indonesia Open

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Liliyana Natsir: jadi penonton lebih capek daripada pemain

Jakarta (ANTARA) – Mantan pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliana Natsir mengatakan menjadi penonton pada pertandingan bulu tangkis terasa lebih melelahkan daripada jadi pemain.

“Jadi penonton itu capek. Sport jantung, tegang,campur aduk,” kata pemain yang akrab disapa Butet saat melakukan meet and great pada gelaran Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Butet mengakui ia lebih senang bermain daripada menonton pertandingan bulu tangkis karena menurutnya menjadi pemain hanya dituntut untuk fokus pada satu pertandingan saja sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan energi.

“Kita sebagai pemain memang tegang dan capek, tapi kita hanya fokus pertandingan kita saja, ” ucap peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu.

Sementara, ketika menjadi penonton, ia mengatakan lebih melelahkan karena dihadapkan dengan banyak pertandingan dalam sehari. Ia pun mengapresiasi para penonton yang rela datang sejak pagi untuk mendukung tim idolanya.

“Salut sama kalian yang rela duduk lama terus teriak-teriak, ” tutur dia.

Liliana Natsir yang sebelumnya merupakan pasangan ganda campuran dari pebulu tangkis Tontowi Ahmad itu telah resmi menyatakan pensiun pada Minggu (27/01). Pada Indonesia Open 2019 ini merupakan pertama kalinya ia berperan sebagai penonton pertandingan di Istora GBK.

Baca juga: Akhir manis Liliyana Natsir di Indonesia Terbuka

Usai taklukan Hongkong, Owi-Butet tembus semifinal

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian menyusul ke perempat-final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi wakil ketiga tuan rumah Indonesia dari sektor ganda putra yang lolos ke babak perempat-final turnamen Blibli Indonesia Open 2019.

Fajar/Rian menyusul kompatriot senegaranya, Kevin Sanjaya Sukamulja/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang telah lolos terlebih dahulu.

Tiket perempat-final Fajar/Rian diraih usai mengalahkan ganda putra Taiwan Su Ching Heng/Liao Min Chun 21-12, 21-11 dalam waktu 33 menit.

Awal gim pertama berlangsung ketat ketika pasangan Indonesia berusaha mengejar ketinggalannya hingga akhirnya unggul satu poin di interval.

Di paruh kedua gim pertama, pasangan Taiwan dipaksa untuk memberi bola-bola atas yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Fajar/Rian melalui smash-smash kencang untuk mencuri poin.

Dua poin terakhir didapatkan dengan mudah oleh Indonesia berkat kesalahan pengembalian bola pasangan Taiwan.

Taiwan terjebak permainan Indonesia dan kehilangan sejumlah poin karena kembali melakukan kesalahan dan membuka pertahanannya.

Unggul 11-7 di interval, Fajar/Rian kembali mendapati pertahanan lawan yang terbuka dan memanfaatkannya untuk mencuri angka lewat smash-smash keras ke samping.

Dua bola keluar mengunci kemenangan pasangan Indonesia sore itu.

Di babak selanjutnya, Fajar/Rian akan bertemu pemenang laga all-Japan antara Takuro Hoki/Yugo Kobayashi melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, yang merupakan unggulan kedua turnamen.

Baca juga: Fajar/Rian jadikan Indonesia Open 2019 momentum perbaikan diri
Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shi Yu Qi cedera di lapangan, Anders Antonsen melaju ke perempat-final

Jakarta (ANTARA) – Unggulan kedua asal China Shi Yu Qi mengalami cedera kaki dan gagal melanjutkan pertandingan melawan tunggal putra Denmark Anders Antonsen di babak kedua turnamen Indonesia Open 2019, Kamis.

Setelah mengambil bola belakang, langkah Yu Qi tidak pas hingga kaki kirinya terkilir ketika laga berlangsung 7-6 untuk keunggulan Denmark.

Wasit menghentikan pertandingan setelah Yu Qi tak bisa meneruskan permainan dengan pergelangan kaki kiri yang membengkak.

Dengan hasil itu, Antonsen melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang laga antara Lee Zii Jia asal Malaysia dan Chen Long dari China.

Baca juga: Fajar/Rian menyusul ke perempat-final

Baca juga: Singkirkan India, hari ini Minions lebih siap dengan kondisi lapangan
 

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pebulu tangkis Indonesia tiba di Suzhou ikuti kejuaraan junior Asia

Beijing (ANTARA) – Para pemain bulu tangkis Indonesia tiba di Kota Suzhou, China, untuk mengikuti Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia di Kota Suzhou, China, pada 20-28 Juli 2019.

Indonesia merupakan negara pertama peserta kejuaraan tersebut yang tiba di China dan langsung disambut oleh Pelaksana Konsul Jenderal RI di Shanghai Widya Parsaoran Gultom, Rabu (17/7).

“Kita doakan semoga tim kita bisa meraih prestasi,” katanya kepada Antara di Beijing, Kamis.

Dalam kejuaraan yang digelar di salah satu kota besar di Provinsi Jiangsu itu, para pebulu tangkis Indonesia usia di bawah 19 tahun itu berada dalam satu grup dengan Malaysia dan Jepang.

Namun, Indonesia menempati unggulan pertama, sedangkan Jepang dan Malaysia, masing-masing berada di unggulan keenam dan kesembilan.

Kejuaraan akan dilangsungkan di Suzhou Olimpic Sports Center yang dimulai dengan pertandingan beregu pada 20-23 Juli 2019. Dilanjutkan dengan pertandingan perorangan pada 23-28 Juli 2019.

Kejuaraan junior Asia itu digelar sejak 1997 dan terakhir kali diselenggarakan di Jakarta pada 2017.

Pada tahun ini, kejuaraan tersebut diikuti 14 negara dan wilayah, yakni Indonesia, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Mongolia, Nepal, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, dan tuan rumah China.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting nilai permainan Kantaphon semakin matang

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memberikan puiian terhadap permainan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand yang menjadi lawannya di babak dua turnamen Blibli Indonesia Open 2019.

Pada babak dua yang berlangsung pada Kamis (18/7), Kantaphon mengalahkan Ginting dalam tiga gim dengan skor 22-21, 11-21, 19-21. Atas hasil tersebut, Ginting pun tidak dapat melanjutkan ke babak perempat final.

“Yang saya lihat, permainan Kantaphon semakin hari semakin matang, mungkin itu karena pertandingan yang dijalaninya juga semakin banyak, jadi makin baik,” kata Ginting usai pertandingan babak dua di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Ditaklukkan Kantaphon, Ginting terhenti di babak dua

Menurut atlet berusia 22 tahun itu, di beberapa pertandingan sebelumnya, pemain asal Negeri Gajah Putih seringkali melakukan kesalahan-kesalahan sendiri, sehingga mudah bagi Ginting untuk merebut poin-poin kemenangan.

“Di pertandingan-pertandingan sebelumnya, dia (Kantaphon) banyak melakukan kesalahan sendiri, sering error. Tapi dia memang tipe pemain pekerja keras, dia bisa memanfaatkan dengan baik semua kesempatan untuk bisa memimpin pertandingan,” ujar Ginting.

Dari kekalahan tersebut, atlet besutan klub bulu tangkis SGS PLN Bandung itu bertekad untuk terus memperbaiki penampilannya, sehingga bisa memperoleh hasil yang jauh lebih baik di turnamen-turnamen berikutnya.

Usai Blibli Indonesia Open 2019, selanjutnya Ginting akan segera mempersiapkan diri, memulihkan tenaga dan fokus untuk menghadapi dua turnamen, yaitu Japan Open 2019 serta Thailand Open 2019.

“Kalau sebelumnya saya sudah fokus untuk Indonesia Open, sekarang saya harus fokus ke turnamen ke depannya, karena masih ada Japan Open dan Thailand Open. Saya fokus ke satu-satu turnamen saja dulu, supaya bisa tampil lebih baik,” ungkap Ginting.

Baca juga: Gagal ke perempat final, Hafiz/Gloria akui kurang fokus

Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Owi – Winny lolos ke perempat final Indonesia Open

Ganda campuran Indonesia Tontowi ‘Owi’ Ahmad (kiri) dan Winny Oktavina Kandow memukul kok ke arah ganda campuran Thailand Nipitphon Phuangphuapet dan Savitree Amitrapai dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Owi dan Winny lolos ke perempat final setelah menang 21-14, 21-18. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Minions melaju ke perempat-final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melenggang ke perempat-final Blibli Indonesia Open 2019 usai menang mudah atas pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Minions menang mudah dua gim cepat 21-15,  21-14 dari ganda peringkat 20  dalam waktu 28 menit.

Ini merupakan kemenangan Kevin/Marcus untuk keenam kalinya secara beruntun atas pasangan India itu.

Di babak selanjutnya Kevin/Marcus akan bertemu pemenang laga antara Qu Xuan Yi/Zhang Nan asal China dan Choi SolGyu/Seo Seung Jae dari Korea.

Baca juga: Melaju ke perempat final, Owi/Winny jaga asa sektor ganda campuran
Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final
Baca juga: Suporter berkostum unik tarik perhatian pengunjung Indonesia Open

Minions menaklukkan Asian Games

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal ke perempat final, Hafiz/Gloria akui kurang fokus

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja mengaku kurang fokus ketika menjalani laga babak kedua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019, Kamis.

Di babak dua, Hafiz/Gloria ditaklukkan oleh pasangan asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dalam dua gim dengan skor 15-21, 18-21. Dengan demikian, Hafiz/Gloria tidak dapat melanjutkan ke babak perempat final.

Baca juga: Hafiz/Gloria gagal ke perempat final

“Pertandingan kami hari ini kurang memuaskan, karena kami belum bisa menunjukkan penampilan yang terbaik, dan fokus kami juga terasa masih kurang pas,” kata Gloria usai pertandingan babak dua di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

Akibat fokus yang dirasa masih kurang itu, keduanya pun menjadi semakin mudah membuang poin-poin kemenangan, bukannya merebut. Dia mengatakan kurangnya fokus tersebut terus dirasakan di sepanjang pertandingan.

“Karena fokus yang masih kurang pas itu, akhirnya kami malah sering membuat kesalahan-kesalahan sendiri dan mudah dimatikan. Kamu juga banyak buang-buang poin. Pokoknya, pertandingan hari ini tidak sesuai dengan yang kami harapkan,” ujar Gloria.

Lebih lanjut, berkaitan dengan pertandingan tersebut, Gloria mengungkapkan keduanya tidak memasang target khusus dalam pertandingan tersebut. Keduanya hanya ingin berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan hasil yang terbaik.

Sementara itu kedepannya, Hafiz menambahkan keduanya bertekad untuk memperbaiki pola permainan, sehingga bisa tampil lebih lagi. Terlebih, pada turnamen Jepang Open 2019 nanti keduanya kemungkinan akan kembali bertemu dengan pasangan Malaysia tersebut.

“Di Jepang Open nanti kami akan bertemu dengan mereka (Goh/Lai) lagi. Untuk seterusnya, yang jelas kami harus lebih banyak berlatih, memperbaiki permainan dan juga mengubah taktik, sehingga kami bisa mencuri banyak poin kemenangan,” tambah Hafiz.

Baca juga: Minions melaju ke perempat-final
Baca juga: Melaju ke perempat final, Owi/Winny jaga asa sektor ganda campuran
Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Singkirkan India, hari ini Minions lebih siap dengan kondisi lapangan

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melenggang ke perempat-final Blibli Indonesia Open 2019 usai menang mudah atas pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

The Minions menang mudah dua gim cepat 21-15 21-14 dari ganda peringkat 20 asal India dalam waktu 28 menit.

“Hari ini kami bermain lebih baik dari kemarin dan kami lebih siap dengan kondisi lapangan dan shuttlecock,” ungkap Kevin usai laga.

Ini merupakan kemenangan Kevin/Marcus untuk keenam kalinya secara beruntun atas pasangan India itu.

“Mereka mempunyai serangan yang cukup baik, power yang keras dan hari ini mereka bermain cukup baik juga.”

Gim pertama sempat ketat hingga interval yang berjarak dua poin untuk keunggulan Indonesia. Namun setelah sempat imbang 13 sama, Marcus/Kevin cukup mudah mengemas angka untuk menutup gim pertama.

Gim kedua, Minions lebih menguasai permainan dan tak terkejar dari awal hingga akhir.

“Hari ini kami main cukup enak. Hanya di awal saja berusaha kontrol tapi akhirnya kami main lebih banyak menyerang dan nggak gampang mati sendiri,” timpal Marcus.

Sebelumnya di babak pertama, Minios ditahan bermain rubber gim oleh pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko 20-22, 21-16, 21-14.

Di babak selanjutnya Kevin/Marcus akan bertemu pemenang laga antara Qu Xuan Yi/Zhang Nan asal China dan Choi SolGyu/Seo Seung Jae dari Korea.

Baca juga: Melaju ke perempat final, Owi/Winny jaga asa sektor ganda campuran
Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

 

Minions menaklukkan Asian Games

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melangkah ke babak perempat final turnamen Blibli Indonesia Open 2019 usai menyingkirkan pebulu tangkis asal Denmark Hans-Kristian Solberg Vittinghus.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis, atlet yang lebih akrab disapa Jojo itu mengalahkan Vittinghus dalam dua gim yang berjalan selama 42 menit dengan skor 22-20, 21-13.

Baca juga: PBSI nilai performa Jojo mengalami perbaikan

Pada gim pertama, Jonatan kerap memimpin perolehan angka. Dari awal permainan, tepatnya di menit ke-5, Jojo sudah unggul 7-4 atas Vittinghus. Jojo terus memimpin hingga akhir gim dengan skor penutup 22-20.

Masih sama seperti gim sebelumnya, Jojo semakin meningkatkan tempo permainannya di dim kedua. Di awal-awal, menit ke-29, Jojo unggul 11-0. Kemenangan pun diraih Jojo dengan mulus di akhir gim dengan skor 21-13.

Jonatan dan Vittinghus tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan. Pertandingan di turnamen Blibli Indonesia Open 2019 itu pun menjadi pertemuan pertama bagi kedua pebulu tangkis tunggal putra tersebut.

Sebelum melangkah ke babak dua, di babak pertama yang berlangsung pada Selasa (16/7) lalu, Jojo telah menumbangkan pebulu tangkis yang juga berasal dari Denmark Rasmus Gemke dalam dua gim dengan skor 21-17, 24-22.

Baca juga: Jojo apresiasi seluruh pendukungnya selama pertandingan
 

Jonatan Christie raih emas tunggal putra

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melaju ke perempat final, Owi/Winny jaga asa sektor ganda campuran

Jakarta (ANTARA) – Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow menjaga asa sektor ganda campuran Indonesia setelah lolos ke perempat final turnamen Blibli Indonesia Open 2019.

Owi/Winny melaju ke babak selanjutnya usai mengirim pulang peringkat 15 asal Thailand Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai 21-14 21-18 di pertandingan babak kedua yang berlangsung selama 34 menit di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Owi/Winny langsung tancap gas di gim pertama untuk meraih enam poin pertama hingga unggul di interval dengan selisih delapan poin.

Baca juga: Hafiz/Gloria kewalahan redam Rinov/Pitha

Walaupun sedikit kendor di paruh kedua gim pertama, peringkat 40 asal Indonesia itu harus kehilangan 11 angka sebelum menutup gim pembuka 21-14.

Gim kedua cukup ketat sebelum Owi/Winny unggul di interval 11-9 hingga menutup gim tersebut 21-18.

Owi/Winny menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke perempat final setelah kompatriot senegaranya bertumbangan di babak satu dan dua.

Tontowi Ahmad sebelumnya merupakan juara Indonesia Open 2017-2018 ketika berpasangan dengan Liliyana Natsir.

Di perempat final pasangan Indonesia itu akan bertemu unggulan kelima asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Baca juga: Alfian/Marsheilla terhenti di babak pertama

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Usai taklukan Hongkong, Owi-Butet tembus semifinal

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terhenti di babak dua, Gregoria sangat menyesal

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku tidak puas dan menyesali hasil yang diperolehnya dalam turnamen Blibli Indonesia Open 2019 karena hanya bisa sampai di babak dua.

“Secara keseluruhan, bisa dibilang saya masih belum puas dengan hasil saya, karena sebetulnya tadi saya punya kesempatan untuk bisa menang,” kata Gregoria usai pertandingan babak dua di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis.

Menurut perempuan berusia 19 tahun itu, kesempatan terbuka lebar baginya untuk mengalahkan pebulutangkis asal Thailand Ratchanok Intanon. Sayangnya, kesempatan-kesempatan itu kurang dimanfaatkan dengan baik, sehingga berbuah kekalahan.

“Di gim pertama itu saya mainnya lumayan bagus, bisa mengimbangi, mengejar, bahkan unggul dari dia (Ratchanok). Tapi mulai gim kedua, saya sudah mulai pontang-panting untuk kejar poin. Gim ketiga, dia mempercepat tempo permainan sehingga bisa melewati saya,” ujar Gregoria.

Kedepannya, atlet besutan klub bulu tangkis PB Mutiara Cardinal Bandung itu pun bertekad untuk lebih banyak berlatih, lebih fokus dan lebih tenang ketika bertandingan, sehingga bisa memperoleh prestasi yang lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya

“Dari permainan tadi, kelihatan kalau saya masih jauh kualitasnya dari dia (Ratchanok). Dia benar-benar bagus bermain di bola-bola atas. Selain itu, dia juga jago memanfaatkan setiap kesempatan, itu yang membuat saya tertekan. Saya masih harus banyak belajar lagi,” ungkap Gregoria.

Usai turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu, Gregoria mengaku akan kembali berlatih dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dua turnamen selanjutnya, yaitu Jepang Open 2019 dan Thailand Open 2019.

Seperti diketahui, dalam pertandingan babak dua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 yang berlangsung pada Kamis (18/7), Gregoria dikalahkan oleh unggulan 7 Ratchanok Intanon dalam tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, 15-21.

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra – Ahsan melaju ke perempat final Indonesia Open

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan melompat untuk mengejar kok dari ganda putra Jerman Mark Lamsfuss dan Marvin Seidel dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Hendra dan Ahsan berhasil melaju ke perempat final setelah menang 21-16, 21-17. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Disingkirkan pemain China, Momota akui tak kuasai permainan

Jakarta (ANTARA) – Unggulan pertama Jepang Kento Momota tumbang di tangan tunggal putra China Huang Yu Xiang di babak kedua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Jakarta, Kamis.

Momota datang ke Istora Gelora Bung Karno sebagai tunggal putra nomor satu dunia, juga juara bertahan Indonesia Open 2018.

Di pertemuan kedua dengan pemain China peringkat 29 itu, Momota harus menyerah tiga gim 16-21 21-11 18-21 dalam pertandingan yang berlangsung 1 jam 14 menit dan gagal melaju ke perempat final.

“Sayang sekali saya kalah di pertandingan hari ini. Menurut saya kondisi fisik lawan lebih baik daripada saya, kemudian saya juga tidak terlalu menguasai permainan lawan,” ungkap Momota usai laga.

Di babak selanjutnya, Huang akan menghadapi tunggal putra Thailand Hantaphon Wangcharoen yang terlebih dahulu melaju usai mengalahkan unggulan ketujuh asal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting 20-22, 23-21, 21-18.

Momota pun berjanji akan memperbaiki performanya dan membalasnya di turnamen selanjutnya yang akan dia ikuti, Japan Open 2019 pekan depan.

“Menjadi tuan rumah saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membalas kesalahan hari ini,” pungkasnya.

Baca juga: Ditaklukkan Kantaphon, Ginting terhenti di babak dua

Baca juga: Grego ditaklukkan Ratchanok, Indonesia kehabisan wakil tunggal putri
 

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dikalahkan tunggal China, Momota tersingkir di babak kedua

Jakarta (ANTARA) – Unggulan pertama asal Jepang Kento Momota tumbang di tangan tunggal putra China Huang Yu Xiang di babak kedua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Jakarta, Kamis.

Juara Indonesia Open 2018 itu harus menyerah tiga gim 16-21 21-11 18-21 dari peringkat 29 asal China itu dalam pertandingan yang berlangsung 1 jam 14 menit dan gagal melaju ke perempat-final.

Di babak selanjutnya, Huang akan menghadapi tunggal putra Thailand Hantaphon Wangcharoen yang terlebih dahulu melaju usai mengalahkan unggulan ketujuh asal Indonesia Anthony Sinisuka Ginting 20-22, 23-21, 21-18.

Baca juga: Kento Momota pasang target juara

Baca juga: Momota tak mau lengah walau berstatus unggulan pertama

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting kalah dari Kantaphon

Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke arah tunggal putra Thailand Kantaphon Wangcharoen dalam babak kedua Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Anthony Sinisuka Ginting gagal melaju babak perempat final setelah kalah 22-20 11-21, 21-19. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Suporter berkostum unik tarik perhatian pengunjung Indonesia Open

Jakarta (ANTARA) – Sekitar 50 suporter tim nasional berkostum unik menyita perhatian sejumlah pengunjung Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Kamis siang.

Salah satunya adalah mahasiswi Institut Bisnis dan Multimedia ASMI, Pulomas Jakarta, Sekar Wulan (19), yang memilih mengenakan kostum Mak Beti yang kini tengah kondang pada akun Youtuber, Arief Muhammad.

“Konsepnya Mak Beti dengan anak-anaknya yang gembel. Figur Mak Beti ini saya pilih karena lagi kekinian, terus unik juga,” kata Sekar.

Wajah Sekar dirias dengan gincu merona yang memberikan kesan jenaka.

Perempuan yang kini tengah menjalani liburan semester itu datang bersama 49 rekannya ke Istora GBK untuk menyemangati atlet nasional bulu tangkis yang sedang berjuang di Indonesia Open 2019.

Berbeda dengan Sekar, Ego Adriano (19), memilih mengenakan kostum daster yang identik dengan ibu rumah tangga, lengkap dengan topi koki untuk menarik perhatian pengunjung Istora.

“Kostumnya unik aja, jarang-jarang juga ada emak-emak tampil depan orang-orang di acara yang megah seperti ini,” katanya.

Di antara rombongan tersebut, ada pula yang mengenakan seragam sekolah SD, SMP dan SMA, petani, guru, hingga kepala sekolah.

Rombongan suporter dari kalangan mahasiswa itu terbagi menjadi tiga tim. Mereka berkeliling di selasar lantai satu dan dua Istora GBK untuk menyapa sejumlah pengunjung.

Muhammad Andika (19) tampil jenaka dengan kostum pelajar SD. Parasnya yang serupa anak-anak dan logat berbicara cadel mengundang tawa sebagian pengunjung.

Mereka juga membawa sejumlah alat pengeras suara dan papan bertuliskan “Indonesia Open 2019” berukuran 3×1 meter untuk memberi dukungan kepada atlet Indonesia selama bertanding di arena.

Tidak jarang pula pengunjung mengabadikan momen itu dengan membidik kamera atau berswafoto bersama rombongan pendukung.

Baca juga: Ini dia permainan berhadiah di Indonesia Open 2019

Baca juga: Patung idola jadi pelampiasan penggemar untuk berfoto

Baca juga: Drummer Yogyakarta semarakkan Indonesia Open

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Della/Rizki takluk di tangan unggulan China

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta menyerah kepada unggulan empat asal China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dan tersingkir pada babak kedua turnamen Blibli Indonesia Open 2019, Kamis.

Della/Rizki menyerah dalam waktu 39 menit dua gim langsung 15-21 14-21.

Pada perempat-final Chen/Jia Yi Fa akan berjumpa dengan kompatriotnya yang masih akan menjalani laga all-China antara Du Yue/Li Yin Hui dan Dong Wen Jing/Feng Xue Ying pada babak kedua.

Baca juga: Hafiz/Gloria gagal ke perempat final dan Baca juga: Hari ini Hendra/Ahsan lebih menikmati permainan

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Endo/Watanabe tantang Ahsan/Hendra di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe akan bertemu dengan unggulan keempat asal Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di perempat-final turnamen Blibli Indonesia Open 2019, Kamis.

Endo/Watanabe yang merupakan unggulan kelima turnamen mengalahkan pasangan Indonesia Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso 21-17 16-21 21-17 dalam waktu 83 menit di babak kedua turnamen.

Sebelumnya Ahsan/Hendra mengalahkan Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dari Jerman di babak kedua dalam dua gim 21-16 21-17 selama 30 menit.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

Baca juga: Hari ini Hendra/Ahsan lebih menikmati permainan

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditaklukkan Kantaphon, Ginting terhenti di babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting terhenti di babak dua turnamen Blibli Indonesia Open 2019 usai dikalahkan oleh pebulu tangkis asal Thailand Kantaphon Wangcharoen. 

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis atlet yang lebih sering disapa Ginting itu ditaklukkan Kantaphon dalam tiga gim yang berjalan selama 84 menit dengan skor 22-21, 11-21, 19-21.

Pada gim pertama, mulai dari awal permainan, mulai di menit ke-3 dengan skor 8-1, Ginting nampak terus memimpin perolehan angka, sedangkan Kantaphon terlihat susah payah untuk mengunggulinya. Gim pertama pun ditutup dengan kemenangan Ginting dengan skor 22-20.

Pada gim kedua, persaingan antara kedua pebulu tangkis tersebut mulai terlihat. Ginting dan Kantaphon saling kejar-kejaran poin hingga mendekati akhir permainan. Akan tetapi, kejar-kejaran tersebut dimenangkan oleh Kantaphon pada akhir gim dengan skor 21-11.

Pada gim ketiga, keduanya benar-benar bersaing secara ketat. Pada menit ke-71, skor mereka imbang 11-11. Namun, Kantaphon terus menyerang dan sukses memimpin dengan kedudukan 17-12 pada menit ke-76. Ginting terus tertinggal hingga akhir gim dan Kantaphon unggul dengan skor 21-19.

Ginting dan Kantaphon sebelumnya sudah pernah bertemu sebanyak empat kali, yakni sejak JATI BWF World Junior Mixed Team Championships 2014. Dari empat pertemuan itu, Ginting tercatat sudah menang tiga kali atas pemain Thailand tersebut.

Sebelum melangkah ke babak dua, di babak pertama yang berlangsung pada Selasa (16/7), Ginting menumbangkan pebulu tangkis asal Cina Lu Guang Zhu dalam tiga gim dengan skor 20-22, 23-21, 21-18.

Baca juga: Jadwal Indonesia Open 2019 hari ketiga
Baca juga: Della/Rizki takluk di tangan unggulan China
Baca juga: Hafiz/Gloria gagal ke perempat final
Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari ini Hendra/Ahsan lebih menikmati permainan

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengaku lebih menikmati permainan melawan pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel pada babak kedua turnamen Indonesia Open 2019 di Jakarta, Kamis.

Unggulan empat asal Indonesia itu membutuhkan waktu 30 menit untuk menyingkirkan lawannya dalam dua gim 21-16 21-17 untuk melaju ke perempat final.

Sebelumnya pada babak pertama turnamen, Rabu, juara Indonesia Open 2013 itu kewalahan meladeni pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge dalam dua gim ketat 28-26 21-17.

“Hari ini saya merasa lebih enak mainnya dari kemarin. Tadi tidak mudah juga dan kami pernah beberapa kali bertemu juga ramai mainnya,” kata Hendra usai laga.

Sempat tertinggal pada awal gim, Ahsan/Hendra mampu mengejar ketertinggalan hingga berbalik unggul 11-4 dalam interval berkat sejumlah kesalahan yang dibuat pasangan Jerman.

The Daddies kehilangan sejumlah poin berharga setelah melakukan kesalahan perhitungan dan bola-bola mati sebelum menutup gim pertama dengan unggul lima angka.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

“Mereka mengubah pola permainan dan kam ragu-ragu, jadi kami banyak membuat kesalahan dan telat langkahnya,” tambah Ahsan.

“Pas poin 15, sebisa mungkin kami ingin kembali ke permainan kami dan pegang kendali.”

Pada gim kedua, Jerman mencoba memanfaatkan bola-bola atas untuk merebut poin, namun tidak jarang terjebak permainan hingga mendapati bola-bola mati di depan net.

Ahsan/Hendra, usai unggul pada interval gim kedua, mengendalikan permainan dan diuntungkan kembali oleh sejumlah kesalahan ganda Jerman hingga menutup gim kedua 21-17.

Pada perempat final, mereka akan bertemu pemenang laga pasangan Indonesia Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso melawan unggulan lima Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Siapa pun lawannya, Hendra/Ahsan siap menjalani laga selanjutnya. Namun, “berharapnya bertemu sesama Indonesia biar ada wakil di semi-final,” pungkas Hendra.

Baca juga: Grego ditaklukkan Ratchanok, Indonesia kehabisan wakil tunggal putri

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria gagal ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melangkah ke perempat final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 setelah takluk kepada pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung hari ini di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Hafiz/Gloria menyerah kepada Goh/Lai dalam tempo 34 menit dengan skor 15-21, 18-21.

Pada gim pertama, Hafiz/Gloria kesusahan mengejar poin, sedangkan lawan terus memimpin. Pada akhir permainan, Hafiz/Gloria tetap tertinggal, sementara Goh/Lai unggul 21-15.

Tidak jauh berbeda dari gim pertama, Hafiz/Gloria masih kewalahan untuk merebut poin-poin kemenangan dari Goh/Lai di gim kedua.

Baca juga: Grego ditaklukkan Ratchanok, Indonesia kehabisan wakil tunggal putri

Meskipun pada menit ke-27 skor keduanya sempat imbang 12-12, pada akhirnya Goh/Lai menang dengan skor akhir 21-18.

Hafiz/Gloria dan Goh/Lai sama sekali belum pernah bertemu di lapangan sebelum ini. Pertandingan pada turnamen Indonesia Open 2019 menjadi pertemuan pertama bagi kekedua pasangan ganda campuran.

Sebelum melangkah ke babak dua, pada babak pertama yang berlangsung Rabu (17/7), Hafiz/Gloria mengalahkan rekan satu timnya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dalam tiga gim 22-24, 22-20, 21-15.

Baca juga: Hari ini Hendra/Ahsan lebih menikmati permainan

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Grego ditaklukkan Ratchanok, Indonesia kehabisan wakil tunggal putri

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak dua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai dikalahkan oleh pebulutangkis asal Thailand Ratchanok Intanon pada Kamis (18/7).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, perempuan yang akrab disapa Grego itu ditaklukkan oleh pebulutangkis unggulan 7 tersebut dalam tiga gim yang berjalan selama 65 menit dengan skor 21-13, 19-21, 15-21. Dengan demikian, tidak ada lagi perwakilan tunggal putri Indonesia di babak selanjutnya.

Pada gim pertama, Gregoria sejak awal permainan terus memimpin. 

Skor sempat imbang 7-7. Namun hingga akhir permainan, Gregoria unggul atas Ratchanok dengan skor 21-13.

Pada gim kedua, Gregoria dan Ratchanok saling susul-menyusul poin. Akan tetapi, walaupun Gregoria sempat unggul di awal-awal permainan dengan skor 8-7, Ratchanok mampu mengejar dan terus memimpin pertandingan hingga akhirnya unggul dengan skor 21-19.

Di gim terakhir, pertarungan antara keduanya sempat ketat di awal permainan, bahkan Gregoria memimpin dengan skor 11-9. Namun setelah itu, Ratchanok meningkatkan tempo permainan hingga akhirnya berhasil mengungguli Gregoria dan menang dengan skor akhir 21-15.

Gregoria dan Ratchanok sebelumnya sudah pernah bertemu sebanyak empat kali, yakni sejak turnamen Blibli Indonesia Open 2018 lalu. Dari empat pertemuan itu, Gregoria belum pernah menang satu kali pun atas pemain Thailand tersebut.

Sebelum melangkah ke babak dua turnamen Blibli Indonesia Open 2019, di babak pertama yang berlangsung pada Selasa (16/7), Gregoria mengalahkan pebulutangkis yang juga berasal dari Thailand Pornpawee Chochuwong dalam dua gim dengan skor 21-10, 21-8.

Baca juga: Dihentikan unggulan Jepang, Nadya/Tiara belajar banyak dari lawan
Baca juga: Jadwal Indonesia Open 2019 hari ketiga

 

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra melaju ke perempat-final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melaju ke perempat final turnamen Indonesia Open 2019 usai mengalahkan pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel di Jakarta, Kamis.

Unggulan empat asal Indonesia itu membutuhkan waktu 30 menit untuk menyingkirkan lawannya dalam dua gim 21-16 21-17.

Sempat tertinggal pada awal gim, Ahsan/Hendra mampu mengejar ketertinggalan hingga berbalik unggul 11-4 dalam interval berkat sejumlah kesalahan yang dibuat pasangan Jerman.

The Daddies kehilangan sejumlah poin berharga setelah melakukan kesalahan perhitungan dan bola-bola mati sebelum menutup gim pertama dengan unggul lima angka.

Baca juga: Jadwal Indonesia Open 2019 hari ketiga

Pada gim kedua, Jerman mencoba memanfaatkan bola-bola atas untuk merebut poin, namun tidak jarang terjebak permainan hingga mendapati bola-bola mati di depan net.

Ahsan/Hendra, usai unggul pada interval gim kedua, mengendalikan permainan dan diuntungkan kembali oleh sejumlah kesalahan ganda Jerman hingga menutup gim kedua 21-17.

Pada perempat final, mereka akan bertemu pemenang laga pasangan Indonesia Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso melawan unggulan lima Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Baca juga: Dihentikan unggulan Jepang, Nadya/Tiara belajar banyak dari lawan

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dihentikan unggulan Jepang, Nadya/Tiara belajar banyak dari lawan

Jakarta (ANTARA) – Laju ganda putri Indonesia Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraidah terhenti di babak kedua turnamen Blibli Indonesia Open 2019 usai kalah dari unggulan pertama asal Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

Nadya/Melati bertahan selama 37 menit untuk cukup memberikan perlawanan walaupun akhirnya kalah 12-21 17-21 pada pertandingan di lapangan 3, Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

“Pertama kami main tidak ada beban apa-apa, tapi rasa ingin itu pasti ada, maksudnya siapa pun bisa dikalahkan. Hanya masalah teknik saya, mereka sudah unggul dari segala sisi,” kata Nadya usai laga.

“Tapi sebenarnya pas sudah dijalani, bisa diatasi hanya saja mungkin jam terbang dan kualitas latihan.”

“Balik lagi teknik latihan mereka juga pola permainannya lebih matang.”

Baca juga: Nadya/Tiara siap capek hadapi unggulan pertama Jepang di babak kedua

Berangkat dari kekalahan gim pertama, pasangan Indonesia itu sempat menikmati permainan hingga unggul di interval gim kedua.

Namun, pasangan Jepang mampu merubah pola permainan dan kembali tenang untuk menyalip perolehan poin dan menutup gim kedua.

“Dari lawan, kami bisa belajar pola main di lapangan. Ketika lawan merubah permainan, kita harus cepat rubah. Jadi pemikirannya kita harus cepat. Tadi kami merasa seperti itu,” ungkap Tiara.

Sementara itu, Matsumoto mengungkapkan suporter Indonesia memberikan tantangan tersendiri ketika menjalani laga melawan pasangan tuan rumah.

“Sempat kesulitan di awal karena suporter Indonesia pasti mendukung pemainnya. Kemudian angin cukup kencang di lapangan tapi kami bisa mengatasinya,” kata Matsumoto.

Matsumoto/Nagahara melaju ke babak perempat final dan akan bertemu dengan pemenang laga antara pemenang Lee So Hee/Shin Seung Chan, unggulan enam dari Korea dan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dari Malaysia.

Ketika ditanya ingin bertemu siapa di babak selanjutnya, Matsumoto/Nagahara berharap menghindari berjumpa dengan pasangan Korea yang menjadi unggulan.

“Tapi siapa pun lawannya kami akan berusaha.”

Baca juga: Jadwal Indonesia Open 2019 hari ketiga

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal Indonesia Open 2019 hari ketiga

Jakarta (ANTARA) – Tiga belas wakil Indonesia lolos ke babak kedua turnamen Blibli Indonesia Open 2019 yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis.

Selain sejumlah atlet unggulan nasional yang lolos, akan menarik melihat ganda putri Indonesia Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraidah yang akan menantang unggulan pertama asal Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di pertemuan pertama mereka.

Nadya/Tiara mengaku akan bermain lepas menghadapi lawan berikutnya yang memang peringkatnya jauh lebih tinggi.

“Siapa tahu mereka bingung main sama pemain sirnas,” kata Nadya.

Baca juga:Indonesia tambah tujuh wakil ke babak kedua
Baca juga:Della/Rizki tantang unggulan empat asal China pada babak kedua

Kemudian ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso juga akan mencoba peruntungannya menghadapi unggulan kelima jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Pasangan Indonesia itu sekali kalah dalam satu kali pertemuannya melawan peringkat enam dunia itu.

Berikut jadwal pertandingan wakil Indonesia di hari ketiga:

Khusus lapangan 1, waktu pertandingan wakil Indonesia disesuaikan dengan hasil tiga pertandingan sebelumnya yang dimulai pukul 09:00 WIB:
MD – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (4) (INA) vs Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (GER) – lapangan 1
MS – Anthony Sinisuka Ginting (7) (INA) vs Kantaphon Wangcharoen (THA) – lapangan 1
XD – Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow (INA) vs Nipitphon/Phuangphuapet/Savitree Amitrapai (THA) – lapangan 1
MS – Jonatan Christie (6) (INA) vs Hans-Kristian Solberg Vittinghus (DEN) – lapangan 1
MD – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (INA) vs Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (IND) – lapangan 1

09:05 WIB WD – Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (1) (JPN) vs Nadya Melati/Tiara Rosalia Nuraidah (INA) – lapangan 3
11:35 WIB WS – Ratchanok Intanon (7) (THA) vs Gregoria Mariska Tunjung (INA) – lapangan 2
12:25 WIB MD – Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (5) (JPN) – lapangan 2
12:25 WIB XD – Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (MAS) vs Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja (6) (INA) – lapangan 3
13:15 WIB WD – Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (4) (CHN) – lapangan 3
14:05 WIB MD – Li Jun Hui/Liu Yu Chen (3) (CHN) vs Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama (INA) – lapangan 2
15:45 WIB MD – Liao Min Chun/Su Ching Heng (TPE) vs (Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (6) (INA) – lapangan 2
17:25 WIB WD – Greysia Polii/Apriyani Rahayu (5) (INA) vs Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR) – lapangan belum ditentukan

WS: tunggal putri
MS: tunggal putra
WD: ganda putri
MD: ganda putra
XD: ganda campuran

Baca juga:Marcus/Kevin siapkan mental hadapi laga babak kedua
Baca juga:Ginting waspadai Wangcharoen di babak kedua

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tambah tujuh wakil ke babak kedua

Jakarta (ANTARA) – Tujuh wakil Indonesia menyusul kompatriot mereka ke babak kedua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai menaklukkan lawan-lawannya di hari kedua turnamen, Rabu.

Empat pasangan ganda putra Indonesia lolos ke babak kedua yaitu Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang mengalahkan ganda putra Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin 21-19 14-21 21-14. Ricky/Angga akan menantang unggulan ketiga asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen di babak kedua.

Kemudian pasangan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang mengalahkan ganda putra Malaysia Chooi Kah Ming/Low Juan Shen 21-15 21-18. Wahyu/Ade akan bertemu untuk kedua kalinya dengan ganda putra Jepang unggulan kelima Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianyo juga melaju ke babak selanjutnya setelah mengatasi perlawanan pasangan baru China Huang Kai Xiang/Liu Cheng dalam tiga gim ketat 18-21 21-14 21-16. Lawan berikutnya bagi Fajar/Rian adalah pasangan Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng.

Lalu ada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang melenggang ke babak kedua untuk bertemu Mark Lamsfuss/Marvin Seidel. The Daddies sebelumnya menumbangkan ganda putra Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge 28-26 21-17.

Dari sektor ganda campuran dua wakil Indonesia melaju. Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa asal India 21-13 21-11. Owi/Winny akan bertemu Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai di babak kedua.

Langkah Owi/Winny diikuti Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang meredam rekan senegaranya Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari 22-24 22-20 21-15 untuk bertemu pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Indonesia mengirim satu lagi wakil yaitu dari sektor ganda putri lewat pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta setelah mengalahkan pasangan China Li Wen Mei/Zheng Yu dengan tiga gim ketat 14-21 21-13 21-18. Della/Rizki akan bertemu dengan unggulan keempat China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di babak kedua.

Sebelumnya sudah ada enam wakil Indonesia yang lolos di hari pertama turnamen.

Baca juga:Ringkasan Indonesia Open, enam wakil Indonesia lolos ke babak kedua

Sementara itu ada sembilan wakil Indonesia yang terhenti di babak pertama pada hari kedua turnamen.

Dua wakil tunggal putri menelan kekalahan di babak pertama, diawali oleh Fitriani yang harus mengakui keunggulan tunggal putri unggulan kedua dari CHina Chen Yu Fei 7-21 19-21.

Lyanny Alessandra Mainaky juga bernasib sama dengan Fitriani setelah diredam tunggal putri Amerika Serikat Beiwen Zhang tiga gim 11-21 21-13 21-9.

Dua wakil tunggal putra juga tumbang. Yehezkiel Fritz Mainaky dihentikan Lee Cheuk Yiu asal Hong Kong di babak pertama dengan skor 12-21 15-21 dan Tommy Sugiarto juga harus menyerah di depan unggulan kelima China Chen Long lewat permainan panjang selama satu jam 32 menit dalam tiga gim 22-20 14-21 21-17.

Kemudian di sektor ganda putri, Metya Inayah Cindiani/Vania Arianti Sukoco tak berdaya di depan unggulan keempat China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua gim langsung 16-21 9-21.

Agatha Imanuela/Virni Putri juga harus tersingkir usai dikalahkan pasangan putri China Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting 21-7 14-21 7-21.

Sementara, ganda Campuran Roland/Annisa Saufika dihentikan oleh pasangan unggulan kelima Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying 16-21 21-7 21-11.

Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami juga ditumbangkan ganda campuran China Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying 14-21 21-7 19-21. Sedangkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari sebelumnya menyerah atas kompatriot senergaranya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Babak kedua turnamen akan digelar pada Kamis mulai pukul 09:00 WIB.

Baca juga:Ini dia permainan berhadiah di Indonesia Open 2019

Baca juga:Fajar/Rian jadikan Indonesia Open 2019 momentum perbaikan diri
 

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini dia permainan berhadiah di Indonesia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Berkeliling di area Istora Gelora Bung Karno Jakarta dalam gelaran Indonesia Open 2019 tidak lengkap tanpa menjajal berbagai fasilitas hiburan berhadiah yang disediakan oleh penyelenggara.

Berikut beberapa tempat hiburan berhadiah yang dirangkum Antara dari sejumlah tenant sponsor penyelenggaraan Indonesia Open 2019, Rabu.

3D trick art

Tenant dari sponsor produk minuman Yuzu ini menyediakan fasilitas hiburan berupa foto tiga dimensi yang unik untuk diupload pengunjung pada beragam akun media sosial.

Fotografer 3D trick art, Chris Jay, mengatakan metode fotografi dengan latar arena bulu tangkis lengkap dengan gambar atlet, Kevin Sanjaya, melakukan lompatan smash didesain dengan pola tiga dimensi.

“Kita pakai ‘back ground’ tiga dimensi, seolah-olah kita main dengan atlet Kevin Sanjaya saat gambarnya jadi,” katanya.

Tidak kurang dari 300 peserta dalam sehari menyambangi tenant yang berlokasi di selasar barat Istora lantai dua.

Hiburan tersebut menjanjikan hadiah berupa voucher belanja blibli.com kepada pengunjung dengan nominal Rp50.000 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Shuttle Toss

Permainan service bola bulu tangkis yang menuntut akurasi pukulan menuju tiga lubang berhadiah itu difasilitasi oleh perusahaan agen perjalanan tiket.com.

“Games ini masukin bola bulu tangkis ke tiga lobang yang ada di dinding. Syaratnya pengunjung harus punya aplikasi tiket.com untuk bisa main,” kata Usher tiket.com, Alya Tiara.

Games ini menawarkan hadiah berupa tas kecil, voucher Rp150 ribu untuk membeli layanan tiket.com, dan handuk.

Sedikitnya 150 hingga 300 peserta mengakses permainan yang tersedia di selasar lantai dua Istora sisi barat dalam sehari.

Service challenge

Service challenge adalah permainan yang serupa dengan Shuttle Toss, namun memiliki perbedaan pada tantangan memasukan bola bulu tangkis ke dalam kotak berukuran 30×20 centimeter.

Tenant yang difasilitasi oleh perusahaan penjualan mobil bekas, garasi.id, di selasar lantai dua sisi selatan Istora menjanjikan hadiah pengharum kabin mobil tas tas kecil bagi pengunjung yang mampu menaklukan tantangan.

“Syaratnya harus punya akun garasi.id, baru bisa main,” kata Salwa promotion girl (SPG) garasi.id, Adita.

Air bag mater game

Permainan berbasis virtual itu mengandalkan kekuatan suara dari tepukan ‘balon hore’ peserta untuk meraih poin hadiah.

Adalah tenant blibli.com yang memfasilitasi satu unit monitor LED berukuran 42 inch lengkap dengan mic dan dua balon hore.

“Semakin kencang tepukan balon, semakin tinggi poin yang bisa diraih peserta untuk membawa pulang hadiah. Poin di atas 15 berhak memperoleh tas kecil, poin di bawah 15 berhak untuk hadiah pulpen cantik,” kata sales promotion boy (SPB) Blibli.com, Andika.

VR games

Virtual games permainan bulu tangkis dalam ruangan tertutup berukuran 30×50 meter per segi di depan pintu masuk utama Isyora itu cukup menarik banyak peminat karena keseruannya tampil sebagai avatar atlet profesional bulu tangkis.

Peserta berkaca mata VR akan merasakan langsung sensasi tampil di lapangan bulu tangkis virtual sambil mengayunkan gagang raket menghadapi lawan.

“Hadiahnya t shirt Djarum,” kata Usher Djarum, Vina.

Shuttle Launcher

Permainan yang menguji ketangkasan memukul bola bulu tangkis dari mesi pelontar di sisi selatan gerbang masuk Istora itu cukup menyita perhatian pengunjung.

Keseruan merespons lontaran bola dengan kecepatan dan arah yang tidak beraturan, membuat permainan ini semakin menarik untuk diikuti.

“Kalau pemain bisa membalas dengan pukulan bola sampai mengarah ke panggung berukuran 3×6 meter, maka dia berhak untuk memperoleh hadiah menarik. Tapi kalau bola-bolanya lolos, maka peserta itu gagal,” kata petugas logistik HSBC, Gigin.

Tenant dengan jumlah peserta mencapai ratusan per hari itu menyediakan hadiah berupa raket merk Yonex, jersey Lining, tiket masuk Indonesia Open dan voucher makan Rp50.000.

Baca juga: Patung idola jadi pelampiasan penggemar untuk berfoto

Baca juga: Drummer Yogyakarta semarakkan Indonesia Open

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alfian/Marsheilla terhenti di babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami harus rela terhenti pada babak pertama turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 yang berlangsung pada Rabu (17/7).

Pada pertandingan babak pertama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Alfian/Marsheilla ditaklukkan oleh pasangan asal Cina Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying dalam tiga gim yang berjalan selama 50 menit dengan skor 14-21, 21-7, 19-21.

Pada gim pertama, Alfian/Marsheilla saling kejar-mengejar poin dengan Ou/Feng. Akan tetapi, hingga poin-poin akhir, Alfian/Marsheilla tidak mampu mengejar ketinggalan tersebut dan pasangan Cina itu memimpin gim pertama.

Pada gim kedua, Alfian/Marsheilla sempat membalikkan keadaan. Pertandingan itu terasa begitu mudah bagi tim Garuda, sehingga mampu memenangkan pertandingan dengan skor 21-7.

Akan tetapi, pada gim ketiga, kondisi kembali berbalik dengan pasangan Cina yang memimpin. Setelah susul-menyusul poin dengan Alfian/Marsheilla, pasangan Cina itu tetap memenangkan pertandingan dengan skor akhir 19-21.

Dengan hasil demikian, maka Alfian/Marsheilla tidak dapat melanjutkan ke babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 1000 tersebut.

Baca juga: PBSI targetkan satu gelar juara di Indonesia Open 2019
Baca juga: Terhenti pada babak pertama, Tommy fokus dua turnamen selanjutnya

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lyanny berjanji genjot stamina dan teknik bermain

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Lyanny Alessandra Mainaky berjanji akan terus berlatih sekaligus memperbaiki permainannya agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik pada turnamen-turnamen selanjutnya.

Di babak pertama turnamen Blibli Indonesia Open 2019 yang berlangsung pada Rabu (17/7), Lyanny harus bertekuk lutut menghadapi pebulutangkis asal Amerika Serikat Beiwen Zhang.

Dalam pertandingan tersebut, Lyanny ditaklukkan dalam tiga gim yang berjalan selama 58 menit dengan skor 21-11, 13-21, 9-21. Dengan demikian, maka Lyanny tidak dapat melanjutkan ke babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 1000 tersebut.

“Di lapangan, penampilan saya masih kurang. Jadi, saya masih harus latihan lagi, terutama dari segi fisik, harus lebih diperkuat lagi staminanya,” kata Lyanny usai pertandingan babak pertama di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu malam.

Menurut perempuan yang kini berusia 22 tahun itu, pada gim pertama, lawan merasa tertekan karena dia mampu bermain dengan baik. Akan tetapi pada gim kedua, dia mengaku sempat lengah, sehingga membuatnya ketinggalan poin demi poin.

“Pada gim pertama, start saya cukup bagus, bisa bermain lepas dan lawan merasa tertekan, jadi saya bisa unggul. Sayangnya di gim kedua, saya lengah sedikit, jadi dia bisa menekan saya duluan. Ketika saya mau mengejar, saya sudah susah fokus,” ujar Lyanny.

Selain kurang maksimalnya latihan, anak kandung dari Kepala Pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI Rionny Mainaky itu juga mengaku sempat melewatkan beberapa sesi latihan karena mengalami cedera pada betisnya.

“Waktu latihan kemarin, saya sempat ada yang skip (tidak ikut latihan) karena di betis saya ada robek, jadi agak sakit. Harusnya bisa cepat sembuh. Tapi bagi saya, cedera itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan. Saya masih tetap harus latihan lagi,” ungkap Lyanny.

Baca juga: Drummer Yogyakarta semarakkan Indonesia Open

Baca juga: Fajar/Rian jadikan Indonesia Open 2019 momentum perbaikan diri

Baca juga: Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny melenggang ke babak dua

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Patung idola jadi pelampiasan penggemar untuk berfoto

Jakarta (ANTARA) – Penggemar fanatik yang tidak bisa bertemu langsung dengan idolanya mengobati kekecewaan mereka dengan berfoto bersama patung atlet di Indonesia Open 2019.

Patung-patung tersebut berdiri di selasar selatan lantai dua, Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Salah satu penggemar asal Jakarta, Trianasari misalnya sudah berada di Istora GBK sejak pukul 09.00 WIB. Ia mengatakan sangat mengidolakan atlet badminton asal Jepang, Kento Momota.

Namun karena ia tidak sempat menonton sang idola di pertandingan kemarin Selasa (16/7), ia memilih untuk berfoto dengan patungnya.

“Hari ini tadi nonton, tapi kemarin pas Kento main enggak nonton,” katanya di Jakarta, Rabu.

Mahasiswi yang juga mengidolakan pasangan ganda putra Indonesia Fajar/Rian itu mengatakan Kento Momota adalah pemain tunggal putra terbaik di dunia. Apalagi menurutnya Kento adalah satu-satunya pemain yang mampu menahan pukulan smash lawan.

“Dia (Kento) kalau main (badminton) bagus. Dia jago banget defense smash lawan,” tuturnya.

Selain Trianasari, penggemar asal Tangerang Selatan, Dinda juga merasa senang bisa berfoto bersama idola meskipun hanya berbentuk patung.

“Iya enggak apa-apa meskipun patung juga namanya juga fans,” kata Dinda.

Dinda yang mengidolakan atlet asal Thailand Ratchanok itu mengakui sangat senang menonton badminton hingga ia tidak pernah melewati setiap turnamen yang ada.

“Suka banget kadang kalau enggak ada di TV suka streaming,” ucapnya.

Patung-patung atlet yang dipajang di sekitar Istora GBK di antaranya Kento Momota (Jepang), Lee Chong Wei (Malaysia), Ratchanok Intanon (Thailand), Carolina Marin (Spanyol), Lin Dan (China), Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon (Indonesia).

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra menang

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan (kiri) mengembalikan kok ke ganda putra Inggris Marcus Ellis dan Chris Langridge pada babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Pasangan Ahsan/Hendra berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan pasangan Ellis/Langridge dengan skor 28-26, 21-17. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp

Hafiz/Gloria kewalahan redam Rinov/Pitha

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja meredam permainan rekan senegaranya, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari untuk melaju ke babak kedua turnamen Indonesia Open 2019.

Hafiz/Gloria, yang menjadi unggulan keenam, membutuhkan waktu 1 jam 2 menit untuk menang tiga gim ketat 22-24 22-20 21-15 atas lawannya di babak pertama turnamen di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

“Pertandingan malam ini sama-sama totalitas dan mereka juga sudah keluarkan permainan masing-masing. Hanya saja pada akhirnya kita menangnya karena ada hoki juga,” kata Gloria usai laga.

Dipaksa bermain deuce di gim pertama dan kedua, Hafiz/Gloria berusaha untuk lebih fokus dan tenang di gim terakhir. Setelah skor imbang 13 sama, mereka tak kesulitan merebut delapan poin terakhir untuk menutup partai all-Indonesia itu.

Sementara Rinov mengaku cukup puas karena bisa mengeluarkan gaya permainannya. “Paling kurang memberi hasil yang terbaik saja.”

Di babak kedua, Hafiz/Gloria akan bertemu dengan pemenang laga Kohei Gondo/Ayane Kurihara dari Jepang dan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dari Malaysia.

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Baca juga: Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny melenggang ke babak dua
 

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra/Ahsan merasa tampil kurang maksimal

Tadi kami terlalu buru-buru mainnya. Selain itu, feeling kami juga masih belum terasa pas, sehingga lawan tidak gampang dimatikan

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengakui permainannya di babak pertama turnamen bulu tangkis BliBli Indonesia Open 2019 saat melawan pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge masih kurang maksimal.

“Soal pertandingan tadi, memang tidak mudah. Lawan bermain dengan cukup baik, sedangkan permainan kami masih kurang maksimal,” kata Ahsan usai pertandingan babak pertama di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, pasangan yang mendapat julukan the Daddies itu pun mengakui bahwa selama pertandingan berlangsung, keduanya hanya memikirkan cara agar terus mendapatkan poin-poin kemenangan.

“Penampilan kami tadi masih kurang maksimal. Kami hanya berpikir bagaimana caranya supaya bisa terus dapat poin. Tapi kami tetap berusaha sebaik mungkin,” ujar Ahsan.

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Sementara itu, Hendra mengakui dalam pertandingan tersebut, keduanya masih menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan permainannya juga terlalu terburu-buru, sehingga lawan tidak mudah untuk dikalahkan.

“Tadi kami terlalu buru-buru mainnya. Selain itu, feeling kami juga masih belum terasa pas, sehingga lawan tidak gampang dimatikan. Tapi di gim kedua, kami sudah bisa bermain lebih tenang dan lebih baik lagi,” tutur Hendra.

Pada babak pertama, terjadi reli panjang yang diwarnai dengan kejar mengejar poin antara Hendra/Ahsan dengan Ellis/Langridge. Akan tetapi, reli panjang itu berhasil diakhiri dengan kemenangan Hendra/Ahsan. The Daddies pun menang atas Ellis/Langridge dengan skor 28-26, 21-17.

Untuk lawan di babak kedua, the Daddies masih menunggu hasil pertandingan antara pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dan pasangan Thailand Bodin Isara/Maneepong Jongjit.

Baca juga: Marcus/Kevin siapkan mental hadapi laga babak kedua

Baca juga: Tontowi/Winny akui makin kompak

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akhiri reli panjang dengan Ellis/Langridge, Hendra/Ahsan ke babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai menaklukkan pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge.

Pada babak pertama yang berlangsung Rabu (17/7) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Hendra/Ahsan berhasil mengalahkan Ellis/Langridge dalam dua gim yang berjalan selama 51 menit dengan skor 28-26, 21-17.

Pada gim pertama, pertandingan berlangsung dengan sangat ketat. Keduanya saling kejar-mengejar poin, jaraknya pun selalu hanya terpaut satu angka. Hendra/Ahsan dan Ellis/Langridge juga bergantian memimpin perolehan skor.

Mendekati poin-poin akhir, persaingan keduanya semakin seru. Dimulai dari menit ke-21, skor mereka imbang 20-20. Pada menit ke-22, pasangan Inggris itu unggul dengan skor 21-20. Namun, Hendra/Ahsan segera menyamakan kedudukan menjadi 21-21.

Pada menit ke-27, kondisi berbalik, Hendra/Ahsan memimpin dengan skor 25-24. Kondisi yang kerap berbolak-balik itu terus terjadi hingga akhirnya pada menit ke-30, Hendra/Ahsan sukses memenangkan reli panjang tersebut dengan skor 28-26.

Berbeda dengan gim pertama, gim kedua antara Hendra/Ahsan dengan Ellis/Langridge berjalan cepat. Pasangan yang dijuluki The Dandies itu nampak sudah lebih mampu menguasai permainan, sehingga terus memimpin perolehan angka. Pertandingan pun ditutup dengan kemenangan Hendra/Ahsan atas Ellis/Langridge dengan skor 21-17.

Sebelumnya, Hendra/Ahsan dan Ellis/Langridge sudah pernah bertemu tiga kali di lapangan, yaitu sejak Total BWF World Championships 2015. Dari tiga pertemuan itu, Hendra/Ahsan tercatat belum pernah dikalahkan oleh pasangan Inggris tersebut.

Baca juga: Ganda putra jadi tumpuan Indonesia

Baca juga: Hendra/Ahsan pasang target ke semifinal Indonesia Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Drummer Yogyakarta semarakkan Indonesia Open

Jakarta (ANTARA) – Suporter bulu tangkis, Agustinus Sagala (16), tampil memukau pada gelaran Indonesia Open 2019 berkat kemampuan menabuh drum dengan kecepatan rata-rata 64 ketukan per detik.

“Teknik ngeroll ini saya kuasai sejak gabung di grup marching band Bontang Pupuk Kaltim sejak kelas lima sekolah dasar,” kata Agustinus yang ditemui Antara di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu.

Penampilan warga Sleman, Yogyakarta, itu menarik perhatian pengunjung Indonesia Open saat tampil dalam festival marching band di sela pertandingan bulu tangkis.

Bahkan, tabuhan satu set snare drum yang dibawa dari Yogyakarta menggunakan kereta bersama rekannya, Ferdinand Liszandro (26), mewarnai kemeriahan penonton di Istora GBK.

64 ketukan drum per detik menjadi rekor tercepat Agustinus dalam menabuh drum. Kecepatan tangan tersebut masih menjadi catatan waktu tertinggi pelajar kelas 3 SMA itu dalam bermain drum.

“Paling cepat 64 ketukan per detik, belum bisa lebih dari itu,” katanya saat memeragakan teknik rolling drum.

Fans dari pebulu tangkis nasional, Kevin Sanjaya, itu berharap suara berisik drum yang menyeruak di arena pertandingan Indonesia Open mampu menyemangati atlet nasional dalam meraih gelar juara.

“Menabuh drum adalah cara saya memberikan semangat kepada atlet Indonesia supaya mereka bisa tampil semangat,” katanya.

Selain Agustinus, nampak belasan drummer lainnya yang turut memeriahkan suasana Istora dengan cara berkeliling sambil menabuh drum di area luar arena.

Beberapa pengunjung tampak mengabadikan momen marching band itu menggunakan ponsel mereka.

“Bagus juga buat diunggah ke Instagram,” kata pengunjung, Angga Ramadhan.

Baca juga: ‘Light painting’ cara unik abadikan Indonesia Open 2019

Baca juga: Pengunjung: Fasilitas Indonesia Open 2019 lebih berwarna

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda campuran Owi/Winny menang

Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Winny Oktavina Kandow (kanan) mengembalikan kok ke ganda campuran India Satwiksairaj Rankireddy dan Ashwini Ponnappa pada babak pertama turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Pasangan Owi/Winny berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan dengan mudah pasangan Rankireddy/Ponnappa dengan skor 21-13 dan 21-11. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Tontowi/Winny akui makin kompak

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow mengaku saat ini sudah semakin kompak dan mengenal pola permainan masing-masing dibandingkan saat pertama kali dipasangkan pada Februari lalu.

“Kalau dibandingkan waktu pertama kali dipasangkan, sekarang ini sudah lebih ketemu polanya masing-masing, mainnya juga lebih nyambung dan komunikasi juga lebih baik. Jadi, lebih kompak,” kata Winny usai pertandingan babak pertama di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, perempuan yang kini berusia 20 tahun itu juga mengaku saat ini hanya fokus untuk bermain semaksimal mungkin, sehingga bisa meraih prestasi terbaik di turnamen Blibli Indonesia Open 2019.

Baca juga: Hadapi unggulan China, Fitriani langsung tumbang di babak pertama

“Semuanya pasti maunya jadi juara. Sekarang saya cuma ingin memberikan usaha yang terbaik, mengeluarkan semua hasil latihan saya selama 2-3 minggu kemarin untuk ajang ini. Targetnya kalau bisa sampai semifinal dulu,” ujar Winny.

Sementara itu, bagi Tontowi, saat ini dia hanya ingin fokus untuk bermain dengan pola terbaiknya bersama partner barunya tersebut. Dia pun mengaku tidak ingin membandingkan antara kemampuan Winny dengan tandemnya terdahulu Liliyana Natsir atau yang akrab disapa Butet.

“Sekarang saya sadar kalau saya sudah punya tandem yang baru, Winny. Saya tidak mau bandingkan Winny dengan Cik Butet. Kalau saya terus dibayangi sama Cik Butet, nanti permainan saya sama Winny tidak akan berkembang,” tutur Tontowi.

Dia menambahkan sebelum memulai pertandingan babak pertama, Butet sempat memberikan pesan-pesan kepada kedua pasangan baru tersebut. Dia pun diminta oleh Butet supaya tidak bersikap galak terhadap Winny.

“Sebelum main tadi kami sempat ngobrol-ngobrol ringan. Pesan Cik Butet kepada saya, jangan galak-galak sama Winny dan bermainlah dengan tenang. Dia juga meminta saya supaya Winny terus dibimbing,” ungkap Tontowi.

Di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 yang berlangsung pada Rabu (17/7), Tontowi/Winny berhasil menaklukkan pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dalam dua gim dengan dengan skor 21-13, 21-11.

Untuk lawan di babak dua, Tontowi/Winny masih menunggu hasil pertandingan antara dua pasangan Thailand, yaitu Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai dan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Baca juga: Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny melenggang ke babak dua

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Della/Rizki tantang unggulan empat asal China pada babak kedua

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta akan menantang unggulan keempat asal China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, pada babak kedua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019.

Della/Rizki melaju ke babak selanjutnya setelah mengalahkan pasangan China Li Wen Mei/Zheng Yu lewat tiga gim ketat 14-21, 21-13, 21-18 selama 1 jam 5 menit pada pertandingan babak pertama di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

“Alhamdulillah kami bisa melewati babak pertama dulu karena lawannya tidak gampang. Karena di sini sudah Super 1000, lawannya juga bagus-bagus,” kata Rizki.

Pasangan China cukup merepotkan dengan serangan-serangan kencang dan pertahanan yang rapat.

“Kami berusaha terus bermain dengan pola kami dan merasa lebih menikmati saja,” kata Rizki.

Ketika ditanya soal peluang mereka melawan pemain unggulan China pada babak selanjutnya, ganda putri Indonesia itu tak ingin berfikir terlalu jauh walaupun mereka pernah menang tiga kali dari empat pertemuan dengan pasangan China itu.

Chen/Jia memenangi pertemuan terakhir dengan Della/Rizki di kejuaraan bulu tangkis Asia 2019, di China, April lalu.

“Kita tidak mau berfikir terlalu jauh ke arah sana… mereka juga pasti pelajari permainan kita… jadi usaha saja dari awal,” kata Della.

Della/Rizki akan juga berharap dukungan dari suporter Indonesia sekali lagi untuk bisa mendongkrak semangat mereka seperti halnya yang terjadi di babak pertama turnamen.

“Suporter Indonesia sangat luar biasa, kami merasa terbantu sekali dengan mereka,” kata Della.

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Baca juga: Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny melenggang ke babak dua

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra Fajar/Rian menang

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto (kiri) berusaha mengembalikan kok ke ganda putra China Huang Kaixiang dan Liu Cheng pada babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Pasangan Fajar/Rian berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan pasangan Huang/Liu dengan skor 18-21, 21-14, 21-16. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Tommy Sugiarto dikalahkan Chen Long

Pebulu tangkis putra Indonesia Tommy Sugiarto berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis putra China Chen Long pada babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Tommy Sugiarto gagal melaju ke babak berikutnya usai kalah dari pebulu tangkis China Chen Long dengan skor 20-22, 21-14, 17-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Fajar/Rian jadikan Indonesia Open 2019 momentum perbaikan diri

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto setelah lolos ke babak kedua Indonesia Open 2019 berharap bisa memperbaiki penampilan buruk di dua turnamen sebelumnya.

Fajar/Rian di Istora Gelora Bung Karno, Rabu, mengalahkan pasangan baru China Liu Cheng/Huang Kai Xiang dalam permainan rubber gim 18-21, 21-14, 21-16 selama 66 menit di babak pertama.

Sebelumnya, di kejuaraan Australia Open 2019, Fajar/Rian terhenti di babak pertama setelah kalah dari pasangan Korea Choi SolGyu/Seo Seung Jae.

Sedangkan di Badminton Asia Championship 2019, mereka hanya sampai di babak kedua dan tak mampu mengalahkan pasangan China He Ji Ting/Tan Qian.

“Akhir-akhir ini di dua turnamen kami kalah di babak satu dan dua… di Indonesia Open kami ingin titik balik terjadi, tidak boleh lengah,” kata Fajar usai laga.

“Di sini kami berusaha untuk benar-benar fokus perbaiki kegagalan di turnamen sebelumnya,” kata Fajar.

Liu Cheng, yang biasa berpasangan dengan Zhang Nan, kali ini menggandeng juniornya Huang Kai Xiang dan cukup merepotkan pasangan Indonesia di babak pertama.

Rian mengaku terbawa permainan pasangan China itu, yang memiliki pukulan kencang dan tak mudah mendapatkan bola mati dengan reli-reli cukup panjang di gim pertama.

“Kami kurang sabar. Di gim kedua kami mencoba untuk mengendalikan permainan,” kata Rian yang tak mau memaksa permainan reli di gim kedua itu.

Sementara itu Indonesia Open 2019 merupakan turnamen pertama bagi pasangan baru China itu.

“Penonton di sini teriakannya luar biasa, kami sempat terganggu namun bisa mengendalikan kondisi,” kata Cheng.

Sempat bermain ketat, Liu mengaku jika penyelesaian Fajar/Rian lebih bagus daripada mereka sehingga harus mengakui kekalahan dari pasangan tuan rumah itu.

Ke depannya, Liu/Huang akan memperbaiki komunikasi mereka untuk mempersiapkan diri di turnamen berikutnya di Jepang.

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Baca juga: Hadapi unggulan China, Fitriani langsung tumbang di babak pertama

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia Open 2019, Tontowi/Winny melenggang ke babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melenggang ke babak dua Blibli Indonesia Open 2019 usai mengalahkan pasangan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa.

Pada babak pertama yang berlangsung Rabu (17/7) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Tontowi/Winny berhasil menumbangkan Rankireddy/Ponnappa dalam dua gim yang berjalan selama 28 menit dengan skor 21-13, 21-11.

Pertandingan berlangsung cukup mudah bagi Tontowi/Winny karena keduanya terus memimpin perolehan angka, mulai dari gim pertama sampai dengan gim terakhir. Lawannya pun kerap tertinggal poin dan nampak kewalahan mengantisipasi serangan-serangan dari Tontowi/Winny.

Sementara itu, suasana di dalam Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta selama berlangsungnya pertandingan antara Tontowi/Winny melawan pasangan India tersebut sangat ramai dan meriah.

Para penonton tak henti-hentinya meneriakkan nama Tontowi dan Winny. Sambil bernyanyi, mereka bersama-sama menyemangati perwakilan tim Garuda dalam pertandingan tersebut, sambil berharap agar jagoan-jagoannya itu menang.

Pertemuan antara Tontowi/Winny dengan Rankireddy/Ponnappa di turnamen Blibli Indonesia Open 2019 itu merupakan kali pertama. Sebelumnya, keduanya tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan.

Baca juga: Indonesia waspadai ganda campuran China

Baca juga: Kalahkan non-unggulan China, Fajar/Rian melaju ke babak kedua

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019