Susy tidak bebankan gelar All England ke Minions

Di atas kertas, Kevin/Marcus memang lebih unggul. Kami harapkan tidak jadi beban buat mereka apalagi menyandang gelar juara bertahan. Kami berharap sektor lain juga memberikan kejutan gelar,..

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti tidak memberikan beban target gelar juara All England 2019 kepada ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atau akrab disapa pasangan Minions.

“Di atas kertas, Kevin/Marcus memang lebih unggul. Kami harapkan tidak jadi beban buat mereka apalagi menyandang gelar juara bertahan. Kami berharap sektor lain juga memberikan kejutan gelar,” kata Susy pada sesi latihan di Birmingham, Inggris seperti tercantum dalam situs PBSI yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

Meskipun tidak memberikan target gelar juara, Susy masih berharap ganda Minions dapat mencetak “hattrick” sebagaimana pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih tiga gelar juara All England.

“Kami berharap Kevin/Marcus dapat melanjutkan tradisi itu. Pemain Indonesia semestinya dapat menampilkan prestasinya karena All England bukan hanya gengsi bulu tangkis tapi membawa nama baik negara,” kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Susy mengatakan peta persaingan dalam turnamen-turnamen internasional, apalagi All England sebagai turnamen tingkat Super 1000, memang sangat ketat. Tapi, para pemain Indonesia sebetulnya sudah punya gambaran tentang kekuatan calon-calon lawan yang akan mereka hadapi. “Kesiapan dan strategi yang akan menentukan kemenangan,” kata Susy.

Indonesia mengirimkan 36 atlet bulu tangkis nasional pada turnamen All England 2019 yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris pada 6-10 Maret.

Para pemain bulu tangkis Indonesia yang akan berlaga pada turnamen tingkat Super 1000 itu, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Kamis, antara lain empat atlet tunggal putra Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Tommy Sugiarto.

Kemudian pada nomor tunggal putri, Indonesia menempatkan Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Ade Yusuf Santoso/Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akan turun pada nomor ganda putra.

Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah juga akan turun pada turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu.

Pada nomor ganda campuran, Indonesia menurukan pasangan Pravee Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, dan Ronald Alexander/Annisa Saufika.

“Persiapan para atlet sudah penuh dan hal yang paling penting bagi kami adalah kesehatan para pemain. All England adalah salah satu target karena termasuk turnamen yang bergengsi,” kata Susy.

Pewarta:
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

All England 2019, empat ganda campuran Indonesia saling berhadapan

Jakarta (ANTARA) – Empat pasangan ganda campuran tim bulutangkis Indonesia akan saling berhadapan di babak pertama kejuaraan All England 2019 yang akan berlangsung pada Selasa (5/3) di Birmingham Arena, Birmingham, Inggris.

Keempat pasang perwakilan tim Merah Putih tersebut, antara lain pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang akan berhadapan dengan pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

“Memang bisa dibilang merugikan kalau ketemu teman sendiri di babak pertama. Tapi mau bagaimana lagi. Kami jalani saja dan terus berusaha memberikan yang terbaik,” kata Praveen seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Senin.

Pertemuan antara Praveen/Melati dengan Hafiz/Gloria dalam kejuaraan All England 2019 bukan yang pertama kali. Keduanya telah lebih dulu bertemu di dua kejuaraan lainnya dan sama-sama pernah memenangkan pertandingan sehingga skor pertemuannya menjadi imbang 1-1.

“Kekuatan kami cukup imbang. Kami sering bertemu saat latihan dan pertandingan kejuaraan, jadi sudah tahu gaya permainannya. Tapi kami tetap lakukan persiapan, latihan dengan baik dan motivasi terus dijaga, sehingga kami optimis bisa menang,” ujar Praveen.

Selain Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria, pasangan lainnya, yakni ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang nantinya juga akan menghadapi rekan setimnya, yaitu pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Seperti diketahui, setelah Liliyana Natsir memutuskan untuk gantung raket, kini Tontowi berpasangan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow.

Kejuaraan All England 2019 BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung mulai 6 hingga 10 Maret 2019 di Birmingham Arena, Birmingham, Inggris dengan total hadiah yang direbutkan mencapai satu juta Dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta:
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ronald/Annisa pasang target sampai semifinal All England 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Ronald Alexander/Annisa Saufika menargetkan sampai ke babak semifinal kejuaraan All England 2019 yang berlangsung di Birmingham Arena, Inggris. Melalui laman badmintonindonesia.org, pasangan Ronald/Annisa mengaku akan terus berupaya untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya selama kejuaraan bulutangkis BWF World Tour Super 1000 itu berlangsung.

“Kalau pelatih menargetkan yang penting kami main secara all out dulu di semua pertandingan. Tapi kami berdua maunya bisa sampai ke babak semifinal,” kata Ronald, Senin.

Pada babak pertama kejuaraan All England 2019, Ronald/Annisa akan berhadapan dengan pasangan asal Malaysia, yakni Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai.

Terkait pertandingan pada babak pertama tersebut, keduanya mengaku telah menyusun strategi dalam menghadapi pasangan asal negeri Jiran itu. Meskipun demikian, Ronald/Annisa mengaku tetap mewaspadai lawannya mengingat performa Goh/Shevon kini sedang bagus.

“Kami belum pernah bertemu mereka, tapi kami pernah menonton video pertandingannya. Secara teknik, mungkin bisa dibilang kemampuan kami imbang dengan mereka. Tapi kami tetap waspada dan terus melakukan persiapan yang matang,” ujar Ronald.

Sejauh ini, sambung dia, persiapan yang dilakukan sudah cukup baik dan matang dengan lama waktu latihan selama satu bulan. Keduanya pun mengaku siap bermain maksimal untuk membela Merah Putih.

“Soal persiapan, sudah cukup baik. Kami sudah latihan selama satu bulan. Sekarang ini tinggal bagaimana kesiapan kami di lapangan. Yang pasti, kami harus siap capek dan tampil sebaik mungkin,” ungkap Ronald.

Kejuaraan All England 2019 BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung mulai 6 hingga 10 Maret 2019 di Birmingham Arena, Birmingham, Inggris dengan total hadiah yang direbutkan mencapai satu juta Dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta:
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra/Ahsan uji lapangan All England dengan persiapan penuh

Jakarta (ANTARA) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan akan menguji lapangan Birmingham Arena di Birmingham, Inggris, pada Senin malam waktu setempat sebagai persiapan mengikuti turnamen All England 2019 pada Rabu (6/3) hingga Minggu (10/3).

“Persiapan kami sudah oke semua. Malam ini, kami akan uji coba lapangan,” kata Hendra dalam pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Senin.

Ganda Hendra/Ahsan yang menempati unggulan enam dalam turnamen tingkat Super 1000 itu akan menghadapi pasangan tuan rumah Marcus Ellis/Chris Langridge pada laga pertama.

Pertandingan dalam turnamen berhadiah total satu juta dolar AS itu menjadi pertemuan ketiga dua pasangan setelah laga terakhir mereka pada Jerman Terbuka 2018.

“Sebenarnya sama saja turnamen ini bagi kami. Ini menjadi salah satu langkah kami mencari peringkat dan poin untuk lolos Olimpiade,” kata Hendra tentang perbedaan All England sebagai pemain profesional non-pemusatan pelatihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pasangan peraih medali emas Asian Games 2014 itu menjadi satu dari lima pasangan lain ganda putra Indonesia yang turun dalam All England 2019.

Empat pasangan putra lain adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, serta pasangan juara bertahan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Hendra/Ahsan menempati pool bawah pertandingan dan tidak akan menghadapi empat pasangan lain Merah-Putih kecuali lolos sampai putaran final. Sedangkan pasangan Fajar/Rian, Berry/Hardianto, Wahyu/Ade, dan Kevin/Marcus dapat saling berhadapan pada laga perempat final.

Pewarta:
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih pastikan tunggal putri siap ikuti All England

Jakarta (ANTARA) – Pelatih sektor tunggal putri pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Minarti Timur memastikan dua atletnya siap mengikuti turnamen All England 2019 yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris pada Rabu (6/3) hingga Minggu (10/3).

“Kondisi Gregoria baik-baik saja dan tidak ada masalah di pinggangnya. Kemarin di Jerman dia kalah karena ketemu sesama pemain Indonesia yang sudah saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Minarti dalam pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Senin dini hari.

Minarti mengatakan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani telah siap dengan maksimal untuk mengikuti turnamen-turnamen di Eropa yaitu Spanyol Masters 2019 bagi Fitriani, serta Jerman Terbuka dan All England 2019 bagi Gregoria dan Fitriani.

Gregoria kalah dari sesama pemain pelatnas PBSI Ruselli Hartawan pada laga pertama Jerman Terbuka 2019 21-16, 16-21, 16-21. Catatan pertemuan kedua pemain putri Indonesia itu pun menjadi imbang 2-2.

Sementara, langkah Fitriani terhenti pada laga kedua Jerman Terbuka dari pemain Jepang Sayaka Takahashi. Fitri kalah dalam tiga gim 21-12, 20-22, 18-21.

“Memang hasil yang mereka capai di Jerman belum memuaskan. Tapi, mereka sudah berusaha. Pada poin-poin terakhir, mereka bermain terburu-buru dan kurang tenang untuk menyelesaikan permainan,” kata Minarti.

Pada turnamen All England 2019, Fitriani akan menantang atlet unggulan enam asal China He Bingjiao. Pertemuan dalam turnamen tingkat Super 1000 itu menjadi laga ke-empat Fitriani menghadapi He yang menempati peringkat tujuh dunia. Fitriani terakhir kalah dari He dalam turnamen Malaysia Masters 2019 dengan skor 14-21, 11-21.

Sementara, Gregoria akan menantang pemain unggulan dua asal Jepang Nozomi Okuhara pada laga pertama All England 2019. Atlet asal klub Mutiara Cardinal Bandung itu tercatat dua kali kalah dari Nozomi. Kedua pemain terakhir kali berhadapan pada turnamen China Terbuka 2018 dengan hasil 21-15, 19-21, 21-12 bagi Nozomi.

Baca juga: Fitriani perbaiki akurasi serangan jelang All England

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan Fitriani ataupun Gregoria memang harus menghadapi pemain-pemain unggulan dari negara lain agar mereka dapat tembus peringkat delapan besar dunia dan lolos kualifikasi Olimpiade.

“Siapapun harus mereka hadapi karena tujuan kami bukan hanya dalam All England saja melainkan juga lolos Olimpiade. Mereka tidak perlu khawatir menantang pemain-pemain peringkat atas,” kata Susy.

Susy menambahkan pemain-pemain peringkat atas dunia justru seringkali punya beban untuk mempertahankan posisi mereka ketika menghadapi pemain-pemain non-unggulan seperti Fitriani.

“Orang lain akan menyangka pemain kami sudah kalah di atas kertas. Tapi, saya sudah berpesan kepada para pemain agar tetap berjuang. Posisi bukan unggulan itu justru menguntungkan mereka karena bermain tanpa beban,” katanya.

Pewarta:
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria kalah di final Jerman Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus puas dengan posisi runner-up dalam turnamen Jerman Terbuka 2019 setelah kalah dari pasangan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung pada laga final di Muelheim an der Ruhr Jerman, Minggu.

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta, Minggu malam, kalah 17-21, 11-21 selama 36 menit permainan dari pasangan peringkat 10 dunia itu.

Pada gim pertama, Hafiz/Gloria sudah memimpin sejak awal permainan dengan skor 3-1, 4-1, 5-2, 9-7, 12-10, dan 17-15. Namun, pasangan Negeri Ginseng itu justru melesat setelah kedudukan 17-17. Seo/Chae langsung mengembalikan kedudukan menjadi 19-17, 20-17, dan merebut gim 21-17.

Permainan ganda Indonesia peringkat 11 dunia itu justru melorot pada gim kedua. Mereka seakan tertekan dari lawan dengan poin 0-3, 2-5, 3-9, 4-11, 6-13, 7-15, 10-17 sehingga permainan berakhir 11-21 pada gim kedua.

Hasil pertandingan dalam turnamen tingkat Super 300 itu membuat rekor pertemuan 0-1 bagi Hafiz/Gloria melawan Seo/Chae.

Pasangan Merah-Putih yang menempati unggulan enam itu melaju ke putaran final dengan mengalahkan pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek dalam tiga gim 16-21, 21-13, 23-21 pada pertandingan semifinal.

Walau gagal merebut juara di Jerman, Hafiz/Gloria harus kembali bersiap untuk mengikuti turnamen All England yang akan berlangsung mulai Rabu (6/3) hingga Minggu (10/3).

Pada turnamen tingkat Super 1000 itu, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan sesama pasangan Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada laga pertama ganda campuran.

Baca juga: Hafiz/Gloria akan hadapi harapan Korea pada final Jerman

Baca juga: Hafiz/Gloria ke semifinal Jerman Terbuka

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria akan hadapi harapan Korea pada final Jerman

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja akan menghadapi pasangan harapan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung pada laga final turnamen Jerman Terbuka 2019 di Muelheim an der Ruhr, Jerman pada Minggu waktu setempat.

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta, Minggu, dari situs Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas ganda Belanda Robin Tabeling/Selena Piek pada laga semifinal dalam tiga gim 16-21, 21-23, dan 23-21 selama 56 menit permainan.

“Kami bersyukur dapat mengatasi permainan itu dengan tenang. Tapi, kami menyangkan kalah pada gim pertama. Kami lantas berusaha bermain lebih tenang serta saling menjaga komunikasi,” kata Gloria seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Pertandingan final turnamen tingkat Super 300 itu akan menjadi pertemuan pertama Hafiz/Gloria yang menempati peringkat 11 dunia dengan Seo/Chae sebagai pasangan unggulan delapan.

“Kami belum pernah berhadapan, tapi kami ingin berusaha bermain maksimal. Kami akan berusaha bermain lebih tenang dan yakin,” kata Gloria tentang langkah terakhir merebut untuk gelar juara pertamanya pada 2019.

Ganda Seo/Che tembus ke putaran final setelah mengalahkan pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dalam dua gim 21-17, 21-12 dalam 32 menit.

Pasangan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung menjadi ganda campuran harapan bagi Negeri Ginseng itu menyusul prestasi mereka sebagai juara turnamen Spanyol Masters 2019.

Mereka juga menjadi satu-satunya wakil ganda campuran Korea Selatan yang mampu menembus peringkat 10 besar dunia.

Baca juga: Usai kalahkan Owi/Winny, Hafiz/Gloria tantang ganda Taiwan

Pewarta:
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria ke semifinal Jerman Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melangkah ke putaran semifinal turnamen Jerman Terbuka 2019 setelah mengalahkan pasangan Taiwan pada laga perempat final di Muelheim an der Ruhr, Jerman, Jumat malam waktu setempat.

Hafiz/Gloria yang menempati unggulan enam, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Jakarta, Sabtu dini hari, menang dalam dua gim langsung 21-14, 21-15 selama 39 menit permainan atas pasangan Taiwan Wang Chi-Lin/Cheng Chi Ya.

Hasil pertandingan dalam turnamen tingkat Super 300 itu menjadi catatan kemenangan pertama Hafiz/Gloria atas pasangan peringkat 16 dunia itu.

Pada laga semifinal yang akan berlangsung Sabtu waktu setempat, pasangan Indonesia peringkat 11 dunia itu masih menunggu lawan dari hasil pertandinga antara ganda unggulan pertama Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan wakil Belanda Robin Tabeling/Selena Piek.

Hafiz/Gloria menjadi wakil pertama Merah-Putih yang melaju ke semifinal turnamen berhadiah total 150 ribu dolar AS itu.

Indonesia masih punya satu wakil lain yang akan bertanding pada laga perempat final Jerman Terbuka 2019 yaitu ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Greysia/Apriyani akan menghadapi pasangna China Du Yue/Li Yinhui.

Sebelumnya, Greysia/Apriyani telah mencatatkan empat kemenangan dan satu kekalahan dalam pertemuan mereka dengan Du/Li.v

Pewarta:
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Usai kalahkan Owi/Winny, Hafiz/Gloria tantang ganda Taiwan

Jakarta (ANTARA) – Pasangan atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja akan menantang pasangan Taiwan Chi Lin/Cheng Chi Ya pada laga perempat final turnamen Jerman Terbuka 2019 setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow pada laga kedua.

Hafiz/Gloria, seperti dipantau Antara di Jakarta, Jumat, dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-13, 28-26 selama 45 menit permainan.

“Kami hanya perlu bermain tenang dan yakin saat menghadapi ganda Owi/Winny. Kami akan berusaha menjaga ketenangan permainan pada pertandingan berikutnya,” kata Gloria dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Hafiz/Gloria yang menempati unggulan enam menjadi satu-satunya wakil Merah-Putih pada nomor ganda campuran turnamen tingkat Super 300 itu.

Sebelumnya pada laga kedua yang berlangsung Kamis waktu setempat, dua pasangan campuran lain Indonesia juga telah tersingkir sebagaimana Owi/Winny.

Dua pasangan itu adalah ganda Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Alfian/Marsheilla kalah dari pasangan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung 14-21, 11-21.

Kemudian, Rinov/Pitha kalah dari pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai 12-21, 16-21.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Indonesia yang menempati unggulan tujuh Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavinati lebih dahulu kalah pada laga pertama Jerman Terbuka 2019.

Praveen/Melati yang menempati peringkat 15 dunia takluk dari ganda Belanda Robin Tabeling/Selena Piek dalam dua gim 19-21, 14-21 selama 34 menit permainan.

Baca juga: Dua perwakilan Indonesia melaju ke perempat final Jerman Terbuka

Baca juga: Gregoria gagal ikuti langkah Fitriani di Jerman

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua perwakilan Indonesia melaju ke perempat final Jerman Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Indonesia meloloskan dua perwakilannya untuk melaju ke babak perempat final kejuaraan bulutangkis Yonex Jerman Terbuka 2019 yang berlangsung  26 Februari hingga 3 Maret di Innogy Sporthalle, Jerman.

Wakil pertama, yaitu ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses menyingkirkan pasangan asal China Li Wenmei/Zheng Yu dalam dua gim dengan skor 21-16 dan 21-19 pada babak sebelumnya.

Di babak perempat final kejuaraan bulutangkis tersebut, pasangan Greysia/Apriyani selanjutnya akan kembali berhadapan dengan lawan yang juga berasal dari China, yakni Du Yue/Li Yinhui pada Jumat (1/3).

Wakil Indonesia yang juga lolos ke perempat final, yaitu ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang mengalahkan rekan setimnya Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandouw dalam dua gim 21-13 dan 28-26.

Selanjutnya, di babak perempat final, pasangan Hafiz/Gloria akan bertarung melawan Wang Chi-Lin/Cheng Chi Ya yang berasal dari Chinese Taipei. Laga Hafiz/Gloria juga berlangsung pada hari yang sama seperti Greysia/Apriyani.

Pada babak sebelumnya, Kamis (28/2), beberapa wakil Tim Garuda mengalami kekalahan, yakni dua ganda campuran, dua tunggal putri dan satu ganda putri.

Di partai ganda campuran, dua pasangan yang tersingkir, yaitu Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami yang dikalahkan oleh Seo Seung Jae/Chae Yu Jung dari Korea Selatan dengan skor 14-21 dan 11-21, serta Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang kalah dari pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (12-21, 16-21).

Di partai tunggal putri, dua wakil Indonesia yang menelan kekalahan, antara lain Ruselli Hartawan yang kalah dari pemain asal Singapura Yeo Jia Min dengan skor 20-22 dan 10-21, serta Fitriani yang ditaklukkan oleh Sayaka Takahashi dari Jepang dengan skor 21-12, 20-22 dan 18-21.

Sedangkan di partai ganda putri, pasangan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta ditundukkan oleh pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dengan skor 21-22 dan 7-21.

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jerman Terbuka 2019, Ruselli ditaklukkan atlet Singapura

Jakarta (ANTARA) – Pemain tunggal putri pelatnas PBSI Ruselli Hartawan harus menerima kekalahan saat menghadapi pebulutangkis asal Singapura Yeo Jia Min pada hari ketiga pelaksanaan turnamen Yonex German Open 2019, Kamis (27/2).

Dalam partai tunggal putri yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Jerman tersebut, Ruselli kalah dalam dua gim berturut-turut, yang berlansgung selama kurang lebih 34 menit, dengan skor 20-22 dan 10-21.

Pada Rabu (27/2), Ruselli mengalahkan rekan setimnya Gregoria Mariska Tunjung dalam tiga gim dengan skor 16-21, 21-16 dan 21-16. Pertandingan itu berlangsung selama 53 menit.

Tak jauh berbeda dengan tunggal putri, di partai ganda campuran, terdapat dua tim Merah Putih yang juga menderita kekalahan.

Pertama, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami yang dipaksa menyerah usai bertarung melawan pasangan asal Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung dalam dua gim dengan skor 14-21 dan 11-21.

Kedua, yakni pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang kalah usai berhadapan dengan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand dalam dua gim dengan perolehan 12-21 dan 16-21.

Hingga berita ini diturunkan, masih ada empat laga pertandingan yang harus dijalani oleh Tim Garuda pada hari ketiga Yonex German Open 2019, antara lain ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan Li Wenmei/Zheng Yu dari China dan tunggal putri Fitriani yang akan menghadapi Sayaka Takahashi dari Jepang.

Kemudian, ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta melawan pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan berhadapan dengan rekan setimnya Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandouw.

Kejuaraan Yonex German Open 2019 berlangsung mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019 dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,1 miliar.

Baca juga: Gregoria gagal ikuti langkah Fitriani di Jerman

Baca juga: Kevin/Marcus atasi ganda Jerman di Paris

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia siap tanding hari ketiga Jerman Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA) –

Tim bulutangkis Indonesia siap bertanding pada hari ketiga kejuaraan Yonex German Open 2019 yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Jerman.

Dikutip dari situs BWF, berikut jadwal pertandingan tim Merah Putih pada Kamis (28/2).

Di partai ganda campuran, ada tiga pasangan tim Garuda yang akan berlaga. Pertama, pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami yang akan berhadapan dengan pasangan asal Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yu Jung.

Kedua, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari melawan pasangan asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ketiga, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi rekan setimnya Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandouw.

Selanjutnya, di partai ganda putri, ada dua tim yang akan bertanding, antara lain Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhadapan dengan Li Wenmei/Zheng Yu dari China dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta melawan pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Sementara itu, di partai tunggal putri, terdapat dua perwakilan Indonesia, yaitu Ruselli Hartawan yang akan menghadapi Yeo Jia Min dari Singapura dan Fitriani yang akan bertarung dengan Sayaka Takahashi dari Jepang.

Tidak ada perwakilan indonesia di partai tunggal putra maupun ganda putra. Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra sudah kalah pada hari kedua, Rabu (27/2) ketika berhadapan dengan lawan asal Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol dengan skor 18-21 dan 18-21.

Kejuaraan Yonex German Open 2019 berlangsung mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019 dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,1 miliar.

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tunggal Putri Indonesia Telan Kekalahan Hadapi Jerman

Jakarta (ANTARA) –

Pebulutangkis putri Indonesia Lyanny Alessandra Mainaky harus menelan kekalahan saat menghadapi pebulutangkis asal Jerman Yvonne Li pada hari kedua pelaksanaan turnamen Yonex German Open 2019, Rabu (27/2).

Dalam partai tunggal putri yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Jerman tersebut, Lyanny kalah dalam dua gim langsung yang berjalan selama kurang lebih 35 menit dengan skor 12-21 dan 15-21.

Tak jauh berbeda dengan tunggal putri, di partai ganda putra, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra juga menderita kekalahan ketika berhadapan dengan lawan asal Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol.

Dikutip melalui laman resmi BWF, dalam pertandingan yang berlangsung selama kurang lebih 35 menit tersebut, pasangan Sabar/Frengky dipaksa menyerah dalam dua gim dengan skor 18-21 dan 18-21.

Penampilan Lyanny dan Sabar/Frengky menjadi penutup laga tim Merah Puih di hari kedua turnamen Yonex German Open 2019.

Sebelumnya, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga kalah dari pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek dengan skor 19-21 dan 18-21.

Kekalahan pahit pun dialami oleh ganda putri Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah ketika berhadapan dengan lawan asal Jepang, yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dengan skor 14-21 dan 10-21.

Di sisi lain, tim Garuda sukses meraih kemenangan melalui ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkan pasangan asal Chinese Taipei Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang dengan skor 21-18 dan 21-15.

Selain itu, kemenangan juga dirasakan oleh pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja usai menaklukkan pasangan asal Belanda Ruben Jille/Imke Van Der Aar dalam dua gim dengan skor 21-5 dan 21-14.

Turnamen Yonex German Open 2019 berlangsung mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019 dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,1 miliar.

Pewarta:
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria gagal ikuti langkah Fitriani di Jerman

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska gagal mengikuti langkah sesama pemain Merah-Putih Fitriani menuju pertandingan putaran kedua turnamen Jerman Terbuka 2019 yang berlangsung di Muelheim an der Ruhr, Jerman, Rabu waktu setempat.

Gregoria, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Jakarta, Kamis dini hari, kalah dari sesama pemain pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Ruselli Hartawan pada pertandingan pertama 21-16, 16-21, 16-21 selama 53 menit permainan.

Hasil laga Jerman Terbuka 2019 itu mengubah catatan pertemuan sesama tunggal putri pelatnas PBSI itu menjadi 2-2 dalam kejuaraan internasional yang mereka ikuti. Sebelumnya dalam pertandingan final turnamen Finlandia Terbuka 2018, Gregoria menaklukkan Ruselli dalam dua gim langsung 21-7, 21-13.

Ruselli akan menghadapi pemain Singapura Yeo Jia Min pada pertandingan putaran kedua turnamen tingkat Super 300 itu, Kamis waktu setempat.

Sementara, Fitriani sukses menjegal langkah pemain Hong Kong Yip Pui Yin pada pertandingan putaran pertama 21-19, 21-10 selama 36 menit permainan.

Fitriani pun semakin mendominasi kedudukannya atas Pui Yin 2-0 setelah pertandingan di Jerman Terbuka 2019 itu. Pemain Indonesia yang meraih gelar juara di Thailand 2019 itu pernah mengalahkan Pui Yin dalam pertandingan beregu Asian Games 2018 dalam tiga gim 18-21, 21-13, 21-10.

Namun, Fitriani masih menunggu calon lawan pada laga kedua Jerman Terbuka 2019 dari hasil pertandingan antara tunggal putri Thailand Pornpawee Chochuwong dengan wakil Jepang Sayaka Takahashi.

Selain Gregoria, Ruselli, dan Fitriani, Indonesia masih punya satu pemain tunggal putri yaitu Lyanny Alessandra Mainaky. Lyanny masih menghadapi pemain tuan rumah Yvonne Li pada pertandingan putaran pertama hingga Rabu malam (27/2) waktu setempat.

Baca juga: Greysia/Apriyani tekuk pasangan Chinese Taipei di German Open 2019

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati bertekuk lutut hadapi Belanda di German Open 2019

Jakarta (ANTARA) –

Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus bertekuk lutut saat menghadapi lawan asal Belanda Robin Tabeling/Selena Piek pada hari kedua turnamen Yonex German Open 2019, Rabu (27/2).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Jerman itu, pasangan Praveen/Melati kalah dalam dua gim berturut-turut yang berjalan selama 34 menit dengan perolehan 19-21 dan 18-21.

Selain Praveen/Melati, kekalahan juga dialami oleh pasangan ganda putri Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah ketika berhadapan dengan pasangan  asal Jepang, yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Dikutip dari laman resmi BWF, dalam pertarungan yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit tersebut, pasangan Della/Tania dipaksa menyerah dalam dua gim dengan skor 14-21 dan 10-21.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, masih ada beberapa perwakilan tim Merah Putih yang akan menjalani sejumlah laga, di antaranya tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan Ruselli Hartawan yang juga berasal dari Indonesia dan tunggal putri Lyanny Alessandra Mainaky melawan Yvonne Li dari Jerman.

Kemudian, ada pula pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra yang akan bertarung dengan pasangan asal Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol.

Turnamen Yonex German Open 2019 itu berlangsung mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019 dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,1 miliar.

Pewarta:
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani tekuk pasangan Chinese Taipei di German Open 2019

Jakarta (ANTARA) –

Pasangan ganda putri bulu tangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses menekuk pasangan asal Chinese Taipei Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang pada hari kedua turnamen Yonex German Open 2019, Rabu (27/2).

Dikutip melalui laman resmi BWF, pasangan Greysia/Apriyani berhasil memenangkan laga pada hari kedua tersebut dalam dua gim berturut-turut yang berjalan selama 42 menit dengan perolehan 21-18, 21-15.

Selain Greysia/Apriyani, kemenangan juga dialami oleh pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta ketika berhadapan dengan pasangan lawan asal Denmark, yakni Alexandra Boje/Rikke Soby.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama kurang lebih 33 menit di Innogy Sporthalle, Jerman itu, pasangan Ni Ketut/Rizki berhasil mengalahkan pasangan Denmark dalam dua gim dengan skor 21-10, 21-14.

Sementara itu, kemenangan juga berhasil diraih oleh pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja usai menaklukkan pasangan asal Belanda Ruben Jille/Imke Van Der Aar dalam dua gim dengan skor 21-5, 21-14.

Selanjutnya, dua tunggal putri Indonesia ikut meraih kesuksesan pada hari kedua turnamen Yonex German Open 2019, yakni Fitriani yang menumbangkan pebulu tangkis Hong Kong Yip Pui Yin dengan skor 21-19, 21-10, serta Ruselli Hartawan yang mengalahkan rekan setimnya Gregoria Mariska Tunjung dalam tiga gim dengan skor 16-21, 21-16, 21-16.

Masih ada dua laga yang akan dijalankan oleh tim Merah Putih, di antaranya tunggal putri Lyanny Alessandra Mainaky melawan Yvonne Li dari Jerman dan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra yang akan bertarung dengan pasangan asal Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol.

Baca juga: Tim Garuda Siap Berlaga di Hari Kedua German Open 2019
 

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Garuda Siap Berlaga di Hari Kedua German Open 2019

Jakarta (ANTARA) –

Tim bulutangkis Indonesia siap unjuk gigi pada hari kedua kejuaraan Yonex German Open 2019 yang berlangsung di Innogy Sporthalle, Jerman. 

Dikutip dari situs BWF, berikut jadwal pertandingan tim Merah Putih pada Rabu (27/2). 

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan berhadapan dengan pasangan asal Belanda Robin Tabeling/Selena Piek. 

Selanjutnya, pasangan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah akan melawan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dari Jepang. 

Lalu, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta akan menghadapi pasangan Denmark Alexandra Boje/Rikke Soby. 

Sedangkan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan bertarung dengan pasangan Taiwan Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang. 

Kemudian, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melawan Ruben Jille/Imke Van Der Aar dari Belanda. 

Di partai tunggal putri, terdapat tiga pertandingan, antara lain Fitriani melawan Yip Pui Yin asal Hong Kong, Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan Ruselli Hartawan yang juga berasal dari Indonesia dan Lyanny Alessandra Mainaky melawan Yvonne Li dari Jerman. 

Terakhir, pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra akan bertarung dengan pasangan asal Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol. 

Kejuaraan Yonex German Open 2019 berlangsung mulai 26 Februari hingga 3 Maret 2019 dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2,1 miliar.

Pewarta:
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI evaluasi ganda Owi/Winny selepas turnamen Asia

Jakarta, (ANTARA) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan mengevaluasi penampilan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow selepas keikutsertaan pasangan baru itu dalam sejumlah turnamen Asia pada pertengahan April.

“Mereka sudah lumayan karena masih delapan besar pada turnamen Spanyol Masters kemarin. Tapi, penampilan mereka secara umum belum terlalu padu,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti di Jakarta, Selasa, tentang penampilan ganda yang disapa Owi/Winny itu.

Susy mengatakan penampilan Winny sebagai pengganti Liliyana Natsir yang berpasangan dengan Owi belum menunjukkan kepercayaan diri ketika bermain. “Kami mengharapkan permainan mereka lebih padu dan kukuh lagi pada Jerman Terbuka 2019,” kata peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Ganda Owi/Winny, lanjut Susy, sudah masuk penghitungan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang dimulai pada April. “Mereka sudah terdaftar ikut turnamen di Spanyol, Jerman, All England dan sejumlah turnamen Asia. Kami akan evaluasi setelah turnamen Asia itu,” katanya.

Pelatnas PBSI masih membuka peluang penggantian pasangan Winny dengan Akbar Bintang Cahyono jika tidak cocok dengan Tontowi Ahmad. “Pasangan Winny/Akbar masih menempati peringkat 30 dunia,” ujar Susy.

Sementara, Owi akan berpasangan dengan Della jika tidak memungkinkan berpadu dengan Winny. “Della juga akan masuk dalam turnamen-turnamen Asia. Kami masih punya pilihan ke depannya. Itu juga menjadi alasan kami memasukkan Della dalam SK prioritas,” kata Susy.

Dalam turnamen Spanyol Masters 2019, ganda Owi/Winny kalah dari pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Kim So Yeong dalam dua gim langsung 17-21, 20-22 selama 41 menit permainan.

Ganda Owi/Winny akan kembali mengikuti turnamen tingkat Super 300 yaitu Jerman Terbuka 2019 mulai Selasa waktu setempat menghadapi ganda Malaysia Chen Tang Jie/Peck Yen Wei.

Baca juga: PBSI: Rp14 miliar belum cukup ongkosi kualifikasi Olimpiade
 

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zhang Jun calonkan diri untuk Wakil Presiden BWF

Jakarta (ANTARA News) – Peraih medali emas Olimpiade dua kali Zhang Jun hari Senin menegaskan bahwa ia akan mencalonkan diri untuk jabatan Wakil Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Zhang, yang saat ini menjabat Ketua Persatuan Bulu Tangkis China, dalam pemilihan wakil presiden BWF nanti akan bersaing dengan Ketua Persatuan Bulu Tangkis Thailand Khunying Patama dan Ketua Asosiasi Bulu Tangkis Asia Anton Subowo dari Indonesia.

“China selalu ingin terlibat dalam perencanaan dan kerja BWF dan akan membantu pengembangan olah raga ini di dunia. Itulah sebabnya mengapa saya mencalonkan diri,” kata Zhang seperti dikutip kantor berita Xinhua, Senin.

Zhang yang saat ini berusia 42 tahun, meraih emas pertamanya pada Olimpiade 2000 melalui nomor ganda campuran bersama Gao Ling. Mereka mengulang prestasi itu empat tahun kemudian di Olimpiade Athena 2004.

BWF akan menggelar pemungutan suara pada Mei mendatang, bersamaan dengan penyelenggaraan turnamen beregu campuran Piala Sudirman di Nanning, China.

Sebelumnya wakil presiden BWF Gustavo Salaza Delgano mengundurkan diri karena alasan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan BWF pada Juni tahun lalu.

BWF saat ini dipimpin oleh mantan pebulu tangkis Denmark Paul Erik Hoyer Larsen yang terpilih kembali pada 2017 lalu.

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI: Rp14 miliar belum cukup ongkosi kualifikasi Olimpiade

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan anggaran pemusatan latihan nasional sebesar Rp14 miliar belum cukup untuk membiayai kualifikasi Olimpiade 2020 cabang olahraga andalan Merah-Putih itu menyusul penandatanganan nota kesempahaman Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan PBSI terkait anggaran pelatnas SEA Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade 2020.

“Anggaran untuk lolos kualifikasi Olimpiade itu besar karena setiap wakil nomor pertandingan itu harus ikut dalam 12 turnamen, bahkan 25 turnamen jika menyontoh Praveen Jordan/Debby Susanto pada Olimpiade Rio 2016. Syarat itu bagi para pemain yang telah menduduki posisi 10 besar dunia,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti setelah melakukan penandatanganan nota kesepahaman anggaran pelatnas di Kemenpora, Jakarta, Senin.

Susy mengatakan jumlah anggaran sebesar Rp14 miliar dari Rp40 miliar yang diajukan telah melewati sejumlah pertimbangan oleh tim verifikasi Kemenpora. “Kami berharap ada tambahan anggaran terkait penggunaan selama pelatnas seperti akomodasi dan vitamin bagi para atlet,” katanya.

PBSI akan menyiapkan masing-masing dua wakil pada sektor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran untuk lolos kualifikasi Olimpiade yang dimulai pada April 2019.

“Tapi, kami tidak mungkin hanya menyiapkan masing-masing dua wakil pada tiga sektor itu. Kami berharap dapat mengirim wakil lain sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal yang tidak terduga seperti cedera,” kata mantan peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Susy mengatakan anggaran sebesar Rp14 miliar yang disepakati dari Kemenpora lebih sesuai untuk persiapan menuju SEA Games 2019. “Tapi, kami tidak bisa hanya fokus pada SEA Games karena penghitungan kualifikasi Olimpiade sudah mulai pada April 2019,” katanya.

“Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengalokasikan 60 pertandingan per tahun. Tapi, kami tidak mungkin mengikutsertakan atlet kami pada semua turnamen tingkat bawah itu. Untuk level elit, ada sekitar 40 turnamen setiap tahun,” ujarnya.

PBSI, lanjut Susy, telah menggunakan anggaran sendiri untuk membiayai program pelatnas pada Januari 2019 sebelum anggaran dari Kemenpora turun. “Pelatnas kami tidak pernah berhenti setiap tahun. Tapi, dana dari pemerintah tentu sangat membantu,” ujarnya.

Baca juga: Menpora ancam coret anggaran cabang olahraga

Baca juga: Kemenpora sepakati anggaran pelatnas tiga cabang olahraga

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Musica tetap puas meski tidak mampu pertahankan gelar juara

Bandung  (NTARA News) – Klub Musica Trinity mengaku tetap puas meski tidak mampu mempertahankan gelar juara Djarum Superliga Badminton 2019 dan harus menduduki podium di posisi kedua usai kalah 3-1 atas Djarum Kudus.

Baca juga: Djarum Kudus juara Superliga usai tundukkan Musica Trinity

“Setiap kami main memang tidak ada target khusus, jadi apapun hasilnya kami selalu puas, tutur Manajer Musica Trinity, Effendi Widjaja, di Bandung, Senin.

Ia mengatakan bahwa pada dasarnya Musica Trinity bukan lah klub top sehingga lebih mementingkan kebersamaan para anggota dan sekaligus menyemarakkan kejuaraan yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini.

Dengan capaian ini, Musica Trinity berhak memperoleh hadiah sebesar 40.000 dolar amerika atau sekitar Rp560 juta.

Musica pun turut mengapresiasi kemenangan yang diperoleh Djarum Kudus.

“Saya rasa persiapan Djarum sangat mantap terutama di gandanya. Kami salut dan bangga karena mereka juga tidak memakai pemain asing tapi bisa membuktikan kualitasnya,” katanya.

Tidak dilibatkannya pemain asing di Djarum Kudus, katanya, menandakan bahwa kualitas bulu tangkis di Indonesia semakin berkembang dan maju.

Dalam pertandingan kemarin, PB Djarum Kudus untuk pertama kalinya berhasil menjuarai Djarum Superliga Badminton usai menundukkan juara bertahan Musica Trinity dengan skor 3-1 di nomor tim putra. Pasangan ganda putra Djarum Kudus Akbar Bintang Cahyono dan Berry Anggriawan berhasil mengalahkan Kim Sa Rang-Lee Yong Dae dari Musica Trinity di pertandingan partai keempat hanya dalam waktu 35 menit dengan skor 21-15 dan 21-11.
  

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Djarum Kudus juara Superliga Badminton 2019

Tim pebulu tangkis Djarum Kudus merayakan kemenangan setelah mengalahkan tim Musica Trinity dalam laga Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). Tim pebulu tangkis putra Djarum Kudus berhasil menjadi juara dengan skor akhir 3-1, setelah menang pada laga terakhir melawan Musica Trinity dengan skor 21-15, 21-11. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww.

Djarum Kudus juara Superliga usai tundukkan Musica Trinity

Bandung (ANTARA News) – PB Djarum Kudus untuk pertama kalinya berhasil menjuarai Djarum Superliga Badminton yang sudah digelar sejak 2007, usai menundukkan juara bertahan Musica Trinity dengan skor 3-1 pada nomor tim putra.
   
Pada pertandingan yang berjalan di Sabuga Bandung, Minggu, pasangan ganda putra Djarum Kudus Akbar Bintang Cahyono dan Berry Anggriawan berhasil mengalahkan Kim Sa Rang-Lee Yong Dae di pertandingan partai keempat.
   
Pada partai ini, Djarum Kudus unggul 21-15 dan 21-11 atas Musica Trinity hanya dalam waktu 35 menit.
   
Pasangan asal Korea tersebut tidak mampu menandingi serangan beritme cepat yang dilancarkan Akbar dan Berry di kedua gim.

Baca juga: Lewat kemengan Shesar, Djarum Kudus ungguli Musica Trinity 2-1

Baca juga: Pulih dari cedera, Ihsan merasa puas dengan performanya

Baca juga: Ginting sukses ladeni permainan panjang Ihsan di final Djarum Superliga

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lewat kemengan Shesar, Djarum Kudus ungguli Musica Trinity 2-1

Bandung (ANTARA News) – Shesar Hiren Rhustavito berhasil memenangkan dua dari tiga set dalam pertandingan melawan Jonatan “jojo” Christie dengan skor 19-21, 25-23, dan 21-14 di partai ketiga babak final Djarum Superliga Badminton 2019.

Pada pertandingan yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Minggu, meski Shesar sempat memimpin dengan selisih enam poin di set kedua, namun ia sempat disusul dengan selisih skor akhir yang sangat tipis

“Set pertama kalah karena Jojo lebih cepat menyerang. Di set kedua memang fokus saya sempat hilang tapi akhirnya bisa kembalikan keadaan. Set ketiga sudah bisa santai mainnya,” tutur Vito, panggilan akrab pemain PB Djarum Kudus kelahiran tahun 1994 ini.
   
Dengan hasil ini, maka Djarum Kudus untuk sementata memimpin putaran final dengan skor 2-1 atas Musica Trinity.
   
Dalam kesempatan yang sama, Jojo pun mengakui kekalahannya atas Vito karena kurang cepat dalam menentukan strategi yang tepat di set kedua dan ketiga.
   
“Di set pertama saya sudah ‘enjoy’, tapi di set kedua dia mulai main agresif terutama di bola depan. Karakternya mirip Ginting. Saya kecolongan di bola depan terus,” tutur peraih medali emas di Asian Games 2018 ini.

Baca juga: Pulih dari cedera, Ihsan merasa puas dengan performanya

Baca juga: Ginting sukses ladeni permainan panjang Ihsan di final Djarum Superliga

Baca juga: Jaya Raya tak puas hasil di Djarum Superliga Badminton 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting sukses ladeni permainan panjang Ihsan di final Djarum Superliga

Bandung (ANTARA News) – Pemain tunggal putra Musica Trinity Anthony Sinisuka Ginting sukses meladeni permainan panjang dan melelahkan yang dilancarkan pemain Djarum Kudus Ihsan Maulana Mustofa dengan skor akhir 21-15, 20-22, dan 21-18.

Dalam pertandingan berdurasi 90 menit di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Minggu, partai yang dijalani Ginting menjadi kemenangan pembuka bagi Musica Trinity di putaran final tim putra Djarum Superliga Badminton 2019.

“Strategi saya memang main cepat, Ihsan itu tipe yang menunggu dan jarang langsung tembak. Makanya saya juga coba ikuti ‘rally’ dia,” kata Ginting.

Pemain asal Cimahi ini mengaku sudah hafal dengan pola permainan Ihsan sehingga sudah siap jika harus menjalani permainan dengan durasi panjang.

Meski pada set pertama ia sempat mempraktikkan tempo permainan cepat dan berhasil memenangi set itu, namun pada set kedua Ihsan mulai bangkit dan lebih banyak bertahan dan “rally” bola.

“Intinya kami sama-sama tidak bisa langsung nembak, makanya bola lama karena saling ‘rally’. Begitu ada kesempatan langsung saya serang,” kata Ginting menerangkan.

Dengan kemenangan di partai pertama ini, Musica Trinity unggul 1-0 atas Djarum Kudus di babak final Djarum Superliga Badminton 2019.
Baca juga: Mutiara Cardinal juarai Djarum Superliga Badminton 2019
Baca juga: Setelah gantung raket, Debby Susanto ingin berlibur dengan orang tua

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pulih dari cedera, Ihsan merasa puas dengan performanya

Tadi sudah main maksimal dan semua kemampuan saya keluarkan

Bandung (ANTARA News) – Pemain tunggal putra Djarum Kudus Ihsan Maulana Mustofa mengaku puas dengan permainan yang sudah ia berikan saat melawan Anthony Sinisuka Ginting di partai pertama putaran final Djarum Superliga Badminton 2019 yang sebelumnya terganggu akibat cedera.
   
“Alhamdulillah bisa sampai final, tadi sudah main maksimal dan semua kemampuan saya keluarkan,” ujar Ihsan dalam konferensi pers di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Minggu.
   
Sebelum mencapai ke babak final, Ihsan sempat beberapa kali mengalami kekalahan di babak penyisihan akibat masih terganggu dengan cedera yang masih dialaminya.
   
Cedera yang ia alami sebelumnya, memaksa pemain kelahiran Tasikmalaya ini untuk absen latihan selama dua minggu dan menurunkan performa bermainnya.
   
“Kemarin pas lawan Hitachi dan mas Tommy (Jaya Raya Jakarta), sudah mulai terapi dan dilatih khusus. Mulai dari situ akhirnya bisa bangkit dan lebih percaya diri, sampai akhirnya bisa ke final,” tutur Ihsan menjelaskan.
   
Meski sudah mengeluarkan seluruh kemampuan maksimalnya dan bermain dengan “rally” panjang melawan Ginting, namun Ihsan harus menelan kekalahan 15-21, 22-20, dan 18-21 melalui pertandingan sepanjang 90 menit.
   
Terkait hal ini ia mengaku terlalu santai dalam bermain “rally” dan menunggu kesempatan menyerang sehingga akhirnya bisa tersusul di set kedua dan ketiga meski sempat memimpin skor di kedua set itu.
   
“Mungkin masih kurang tenaganya dan menurut saya Ginting sepertinya sudah tahu strategi saya dan lebih siap untuk menyerang,” katanya menambahkan.

Baca juga: Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro

Baca juga: Ihsan akui kalah dari Sony karena ragu-ragu

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Setelah gantung raket, Debby Susanto ingin berlibur dengan orang tua

Setelah pensiun, hal yang pertama dilakukan mau jalan-jalan dulu sama mama

Bandung (ANTARA News) – Mantan atlet nasional bulu tangkis di nomor ganda campuran Debby Susanto mengatakan ingin melakukan liburan bersama orang tuanya setelah pensiun sebagai pemain bulu tangkis.
   
“Setelah pensiun, hal yang pertama dilakukan mau jalan-jalan dulu sama mama,” tutur Debby dalam acara “Debby Susanto’s Farewell Event” di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Minggu.
   
Pemain yang sudah berkiprah di bulu tangkis lebih dari 16 tahun ini mengaku akan memanfaatkan waktu luangnya dengan melakukan hal-hal positif dengan keluarga, mengingat kesempatan tersebut sulit dilakukan saat ia masih aktif menjadi atlet.
   
Debby memutuskan untuk pensiun saat mengikuti ajang Indonesia Masters 2019 di bulan Januari dan sekaligus menjadi event terakhir yang ia ikuti.
   
Saat ditanya apakah berminat untuk menjadi pelatih bulu tangkis, pemain kelahiran Palembang tahun 1989 ini mengaku belum bisa memastikan hal tersebut.
   
“Kalau sekarang jujur, belum terpikir ingin menjadi pelatih. Semisal ke depan kalau memang ada jalan dan kesempatan ya akan dijalani, tapi kalau sekarang sih belum ada,” katanya menjelaskan.
   
Dalam agenda perpisahan yang dimulai sebelum pertandingan final tim putra Djarum Superliga Badminton 2019 ini, Debby juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang sudah mendukung kesuksesannya hingga sekarang.
   
Selama kiprahnya sebagai atlet bulu tangkis nasional, prestasi yang pernah diraih Debby antara lain:
1. Juara Chinese Taipei Open Grand Prix 2012
2. Medali emas SEA Games 2013
3. Medali emas SEA Games 2015
4. Juara India Grand Prix 2015
5. Juara All England Superseries Premier 2016
6. Juara Korea Open Superseries 2017

Baca juga: Debby akui kecewa kalah di Istora pada penghujung karirnya

Baca juga: Ricky/Debby akhiri permainan sebagai pasangan di Paris

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaya Raya tak puas hasil di Djarum Superliga Badminton 2019

Bandung (ANTARA News) – Klub Jaya Raya Jakarta mengaku tidak puas dengan hasil yang diraih tim putra dan putri dalam kejuaraan Djarum Superliga Badminton 2019.
   
“Secara keseluruhan kurang puas, karena kekurangan pemain jadi hanya mencapai juara dua di tim putri sedangkan putra Jaya Raya hanya juara tiga,” tutur Manajer Jaya Raya Jakarta Imelda Wiguna di Sabuga Bandung, Sabtu malam.
   
Ia menilai, jika pasangan ganda putri Greysia-Apriyani bisa ikut tampil maka Jaya Raya diharapkan punya peluang besar meraih dua poin.
   
Sementara tim putra, meski berhasil menang 3-0 atas Berkat Abadi namun tetap tidak sesuai harapan klub yang mencapai partai puncak dan harus puas di posisi tiga.
   
“Kalau kami lihat Berkat Abadi juga tidak total mainnya, jadi lebih enak bagi kami untuk main.
   
Berikut rincian hasil pertandingan tim putra Jaya Raya Jakarta melawan Berkat Abadi Banjarmasin:

1. Tommy Sugiarto vs Muhammad Febriansyah (21-11, 21-12)
2. Hendra Setiawan-Marcus Fernaldi Gideon vs Kenas Adi Haryanto-Rian Agung Saputro (17-21, 21-18, 21-12)
3. Tien Minh Nguyen vs Muhammad Amin Faisal (21-3, 21-11)

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Mutiara Cardinal juara

Pebulu tangkis tunggal putri tim Mutiara Cardinal Hanna Ramadini (kanan) melakukan sujud syukur bersama tim usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putri tim Jaya Raya Jakarta Sri Fatmawati dalam laga Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019). Tim pebulu tangkis putri Mutiara Cardinal meraih juara setelah menang pada laga terakhir atas Jaya Raya Jakarta dengan skor 15-21, 21-16, 21-14. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Hana beri kenangan manis untuk Mutiara Cardinal

Bandung (ANTARA News) – Manajer klub Mutiara Cardinal Bandung Umar Djaidi menilai kemenangan yang diperoleh Hanna Ramadini di partai ketiga merupakan kenangan manis bagi tim yang berbasis di Cibereum tersebut.

“Hana sudah memberi kenangan manis di penghujung ‘game’. Aksi dia jadi penentu juara bagi PB Mutiara,” kata Umar saat ditemui usai penyerahan piala di Sabuga Bandung, Sabtu.

Dalam pertandingan final Djarum Superliga Badminton 2019, Mutiara Cardinal berhasil menghentikan perlawanan Jaya Raya Jakarta 3-0.
Baca juga: Mutiara Cardinal juarai Djarum Superliga Badminton 2019

Umar menceritakan bahwa pencapaian anak asuhnya sebetulnya di luar prediksi, yang awalnya memperkirakan akan menjalani pertandingan dalam lima partai.

“Kami sebetulnya ingin menguasai di partai dua, tiga, dan empat. Tapi ternyata bisa 3-0, ini di luar dugaan kami,” katanya menambahkan.

Hanna pun terlihat sangat bahagia karena mampu menutup pertandingan dengan kemenangan.

Dalam pertandingan ini, Hanna menjadi eksekutor di partai ketiga dengan memenangi dua dari tiga set, 15-21, 21-16, 21-14, dari pemain Jaya Raya Sri Fatmawati.

“Ini rezeki buat saya. Set pertama memang kalah karena grogi, tapi mulai set kedua saya tidak mau kalah karena ini di Bandung (tuan rumah). Paling tidak saya mau berjuang sampai titik batas kemampuan,” kata Hanna.
Baca juga: Gabriela jadi kunci kemenangan Berkat Abadi rebut posisi tiga
Baca juga: Hoshi apresiasi permainan kuat Gabriela di set terakhir

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mutiara Cardinal juarai Djarum Superliga Badminton 2019

Bandung (ANTARA News) – Klub tuan rumah Mutiara Cardinal Bandung keluar sebagai juara Djarum Superliga Badminton 2019 di sektor putri setelah mengalahkan Jaya Raya Jakarta dengan poin 3-0.

Dalam pertandingan final di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Sabtu, Hanna Ramadini menjadi pemain penentu kemenangan setelah mengalahkan Sri Fatmawati dengan skor 15-21, 21-16, 21-14

Dengan kekalahan telak ini membuat Jaya Raya Jakarta harus puas dengan menduduki posisi dua.

Berikut hasil pertandingan antara Jaya Raya Jakarta dan Mutiara Cardinal:

1. Thi Trang Vu vs Cheung Ngan Yi (20-22, 13-21)
2. Jauza Fadhila Sugiarto/Virni Putri vs Maretha Dea/Yulfira Barkah (18- 21, 8-21)
3. Sri Fatmawawti vs Hanna Ramadini (21-15, 16-21, 14-21)
Baca juga: Gabriela jadi kunci kemenangan Berkat Abadi rebut posisi tiga
Baca juga: Hoshi apresiasi permainan kuat Gabriela di set terakhir

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hoshi apresiasi permainan kuat Gabriela di set terakhir

Bandung (ANTARA News) – Pemain Shainsunkan Nihon-Unisys, Chisato Hoshi, mengapresiasi permainan Gabriela Meilani di set terakhir yang dinilai sangat kuat sehingga mengantarkan Berkat Abadi merebut posisi tiga sektor putri Djarum Superliga Badminton 2019.

“Dia (Gabriela) memang sempat kalah di awal, tapi ternyata punya mental yang sangat kuat dan akhirnya bisa menang,” kata Hoshi saat ditemui di Sabuga Bandung, Sabtu.
Baca juga: Gabriela jadi kunci kemenangan Berkat Abadi rebut posisi tiga

Hoshi mengaku tidak menduga bahwa lawannya ternyata mengubah strategi sejak set kedua, yang awalnya bertahan menjadi menyerang di set tersebut dan semakin mengganas di set akhir.

Meski kalah, ia pun mengaku bangga dan senang bisa membela klubnya sekaligus berhadapan dengan lawan yang tangguh.

“Walau kalah tapi ini begitu luar biasa, saya sudah bertanding dengan semangat. Saya merasa senang meski tentu ada penyesalan mendalam,” kata pemain kelahiran Ishikawa tersebut.

Dalam pertandingan selama 83 menit itu, Gabriela unggul 17-21, 21-18, dan 22-20 atas Hoshi melalui aksi dramatis saling kejar-mengejar skor di set terakhir.

Hasil itu pun jadi penentu poin kemenangan Berkat Abadi, dengan poin akhir 3-2 atas Shainsunkan Nihon-Unisys.
Baca juga: Mutiara Cardinal siap hadapi Jaya Raya di final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gabriela jadi kunci kemenangan Berkat Abadi rebut posisi tiga

Bandung (ANTARA News) – Pemain tunggal Gabriela Meilani Moningka menjadi kunci kemenangan tim Berkat Abadi untuk meraih posisi ketiga pada Djarum Superliga Badminton 2019 dan membawa timnya mengalahkan Shainsunkan Nihon-Unisys 3-2.

Pada pertandingan penentuan di GOR Sabuga Bandung, Sabtu, Gabriela berhasil menundukkan Chisato Hoshi dengan skor 17-21, 21-18, dan 22-20.

“Pas (set) terakhir sudah tidak berpikir menang atau kalah, yang penting menikmati permainan,” kata Gabriela saat ditemui usai pertandingan.

Dalam partai penentuan sepanjang 83 menit tersebut, ia menceritakan bahwa dorongan semangat menjadi pemicunya agar bisa menang.

“Di set ketiga saya kerja keras bisa menyusul (skor) karena saya ingin Berkat Abadi menang. Ingin kasih yang terbaik buat bos. Itu yang memacu saya,” pungkas pemain kelahiran Jayapura berusia 20 tahun itu.

Sedangkan untuk juara pertama dan kedua di tim putri, akan diperebutkan oleh Jaya Raya Jakarta dan Mutiara Cardinal Bandung.
Baca juga: Mutiara Cardinal siap hadapi Jaya Raya di final

 Berikut hasil pertandingan lima partai antara Berkat Abadi dan Shaisunkan Nihon-Unisys:
1. Zhang Beiwen vs Ayumi Mine (21-14, 21-19)
2. Dian Fitriani-Nadya Melati vs Kie Nakanishi-Rin Iwanaga (21-16, 14-21, 21-14)
3. Silvi Wulandari vs Shiori Ebihara (5-21, 12-21)
4. Brigita Marcelia Rumambi-Isra Faradilla vs Yukino Nakai-Reika Kakiiwa (11-21, 12-21)
5. Gabriela Meilani vs Chisato Hoshi (17-21, 21-18, 22-20)
Baca juga: Djarum Kudus ambil sisi positif dari kekalahan tim putri
   

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting menang

Pebulu tangkis tunggal putra dari tim Musica Trinity Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke pebulu tangkis tunggal putra dari tim Jaya Raya Tommy Sugiarto dalam laga Semi Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). Anthony Sinisuka Ginting menang dua set langsung dengan skor 21-14, 21-16. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Silvi Wulandari menang

Pebulu tangkis tunggal putri dari tim Berkat Abadi Silvi Wulandari mengekspresikan emosinya seusai meraih poin saat laga Semi Final Djarum Superliga Badminton 2019 melawan pebulu tangkis tim Mutiara Cardinal Ngan Yi Cheung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). Silvi Wulandari menang dengan tiga gim ]20-22, 21-18, dan 21-19. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Semi final Superliga Badminton

Pebulu tangkis ganda putri dari tim Mutiara Cardinal Maretha Dea Giovani (kiri) dan Yulfira Barkah (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis ganda putri dari tim Berkat Abadi Dian Fitriani dan Nadya Melati dalam laga Semi Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). Pebulu tangkis ganda putri tim Mutiara Cardinal Maretha Dea Giovani dan Yulfira Barkah memang dengan tiga set 21-15, 16-21, dan 21-17. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Mutiara Cardinal siap hadapi Jaya Raya di final

Bandung (ANTARA News) – Manajer klub Mutiara Cardinal Bandung Umar Djaidi mengaku timnya sudah siap untuk menghadapi tim putri Jaya Raya Jakarta pada final kejuaraan Djarum Superliga Badminton 2019, Sabtu (23/2).
   
“Saya juga lihat sepertinya Jaya Raya siap sekali ingin bertemu kami di final. Tadi waktu melawan Jepang kan mereka mainnya mudah sekali,” tutur Umar saat ditemui di Sabuga Bandung, Jumat sore.
   
Untuk menghadapi Jaya Raya besok, Umar pun tidak akan memberikan tekanan berlebihan kepada para anak asuhnya.
   
Meski Mutiara Cardinal tidak diperkuat Gregoria “Jorji” Mariska di final, namun ia yakin para juniornya bisa berjuang dengan baik untuk mewujudkan tuan rumah sebagai juara.
   
“Biar saja mereka menjalani di lapangan. Jorji juga kan tidak bisa main karena memang tidak boleh, dia harus ke Jerman,” kata Umar menerangkan.
   
Umar pun mengaku bangga bisa menjadi wakil klub tuan rumah yang bisa maju ke final, serta berharap bisa mendapat dukungan dari masyarakat Bandung dan sekitarnya.

Baca juga: Jaya Raya sudahi perlawanan Saishunkan Nihon dengan 3-0

Baca juga: Ubah strategi, Gregoria bawa Mutiara rebut partai pertama

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaya Raya sudahi perlawanan Saishunkan Nihon dengan 3-0

Bandung (ANTARA News) – Tim putri Jaya Raya Jakarta menyudahi perlawanan Saishunkan Nihon-Unisys dengan skor 3-0 setelah Sri Fatmawati unggul 21-8 dan 21-11 atas Yukino Nakai pada semifinal tim putri Djarum Superliga Badminton 2019.
   
Dalam pertandingan yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jumat, Sri secara cepat menjinakkan Nakai hanya dalam waktu 32 menit.
   
“Saya dari awal mainnya udah enjoy, tidak ada rasa tertekan dari awal,” ujar Sri saat ditemui usai pertandingan.
   
Sementara itu, pelatih tim putri Jaya Raya Jakarta pun mensyukuri kemenangan yang diraih secara cepat tersebut.
   
“Ya tadi sempat ngobrol dengan pelatih Jepang, kebetulan saya kenal. Harusnya sih belum selesai, tapi mereka mau menyudahi,” pungkas pelatih Jaya Raya Jakarta Taufiq Hidayat dalam kesempatan yang sama.

Dua poin Jaya Raya lainnya diperoleh dari tunggal pertama Vu Thi Trang yang mengalahkan Ayumi Mine 21-19, 21-14 dan ganda putri Apriyani Rahayu/Jauda Fadhila Sugiarto yang menang atas Chisato Hoshi/Reika Kakiiwa 21-17, 22-20.
   
Dengan hasil ini, maka Jaya Raya Jakarta akan maju ke babak final, sementara Saishunkan Nihon-Unisys akan memperebutkan posisi ketiga.

Baca juga: Ubah strategi, Gregoria bawa Mutiara rebut partai pertama
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Kejuaraan Asia Indonesia tanpa pemain unggulan

Jakarta (ANTARA News) – Tim bulu tangkis Indonesia memastikan keikutsertaan dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu 2019 yang akan berlangsung di Hong Kong pada 19-24 Maret tanpa pemain-pemain unggulan seperti Anthony Ginting ataupun ganda Minions.

Komposisi pemain Indonesia yang akan turun dalam kejuaraan beregu dengan format Piala Sudirman itu antara lain Ihsan Maulana Mustofa dan Shesar Hiren Rhustavito yang akan turun pada laga tunggal putra.

Kemudian pada partai tunggal putri, tim Merah-Putih akan menurunkan dua pemain yaitu Fitriani dan Ruselli Hartawan.

Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Kayawan Gutama/Frengky Wijaya Putra akan mewakili Indonesia pada partai ganda putra.

Partai ganda putri, Indonesia menurunkan dua pasangan yaitu Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah.

Terakhir, pasangan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami akan turun pada partai ganda campuran.

Namun, tim Indonesia tidak menurunkan atlet-atlet utama seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Gregoria Mariska, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ganda Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ataupun pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada kejuaraan beregu Asia 2019 itu.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti mengatakan pemain unggulan seperti ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon harus selektif untuk mengikuti turnamen.

“Kami menjaga kondisi mereka karena tentu mereka akan jadi sasaran bagi lawan-lawan. Kami ingin puncak penampilan Kevin/Marcus pada Olimpiade sehingga kami tidak mengirim mereka ke semua turnamen,” kata Susy.

Pada kejuaraan beregu tingkat Asia pada 2017 dengan format Piala Sudirman, tim Indonesia mencapai putaran perempat final dan kalah dari tim Jepang 2-3.

Tim Indonesia pada 2017 terdiri atas delapan atlet putra yaitu Firman Abdul Kholik, Muhammad Bayu Pangisthu, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira, Ade Yusuf, Angga Pratama, Ricky Karanda Suwardi, Edi Subaktiar, serta Alfian Eko Prasetya.

Kemudian delapan atlet putri pada kejuaraan beregu Asia 2017 antara lain Gregoria Mariska, Hanna Ramadini, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda, Tiara Rosalia Nuraidah, Rizki Amelia Pradipta, Annisa Saufika, serta Gloria Emanuelle Widjaja.

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria Mariska menang

Pebulu tangkis tunggal putri dari tim Mutiara Cardinal Gregoria Mariska Tunjung (atas) mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis tunggal putri dari tim Berkat Abadi Zhang Beiwen dalam laga Semi Final Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). Gregoria menang dengan tiga set 16-21, 21-18, dan 21-16. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

Ubah strategi, Gregoria bawa Mutiara rebut partai pertama

Di set kedua saya ubah lebih ke bertahan

Bandung (ANTARA News) – Keputusan Gregoria “Jorji” Mariska untuk mengubah strategi permainannya melawan Zhang Beiwen mengantarkan Mutiara Cardinal Bandung unggul 1-0 dari Berkat Abadi di semifinal tim putri Djarum Superliga Badminton 2019.
   
“Pas set pertama saya mainnya mengikuti ritme Zhang, lalu di set kedua saya ubah lebih ke bertahan,” tutur Jorji usai pertandingan di Sabuga Bandung, Jumat.
   
Dalam pertandingan ini, Jorji unggul 21-19 dan 21-14 dari Ayumi Mine.
   
Di set kedua, meski lebih banyak bertahan namun pemain kelahiran Wonogiri ini mampu membuat celah skor lima poin.
   
Dalam sesi ini Mutiara Cardinal Bandung merupakan juara dari Grup Y, melawan Berkat Abadi yang merupakan runner-up Grup X.
   
Keduanya akan beradu untuk memperebutkan posisi ke babak final.
   
Di saat yang bersamaan, juara Grup X yaitu Jaya Raya Jakarta juga sedang menghadapi Shaisunkan Nihon-Unisys (Jepang) yang merupakan runner-up Grup Y.
   
Shaisunkan Nihon-Unisys menjadi satu-satunya klub asing yang berhasil maju hingga semifinal.

Baca juga: Kesabaran Jorji buahkan kemenangan atas Li

Baca juga: Tim putri Mutiara Cardinal incar angka dari Jaya Raya
 

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ubah strategi bawa Gregoria pada kemenangan pertama

Di set kedua saya ubah lebih ke bertahan

Bandung (ANTARA News) – Keputusan Gregoria “Jorji” Mariska untuk mengubah strategi permainannya melawan Zhang Beiwen mengantarkan Mutiara Cardinal Bandung unggul 1-0 dari Berkat Abadi di semifinal tim putri Djarum Superliga Badminton 2019.
   
“Pas set pertama saya mainnya mengikuti ritme Zhang, lalu di set kedua saya ubah lebih ke bertahan,” tutur Jorji usai pertandingan di Sabuga Bandung, Jumat.
   
Dalam pertandingan ini, Jorji unggul 21-19 dan 21-14 dari Ayumi Mine.
   
Di set kedua, meski lebih banyak bertahan namun pemain kelahiran Wonogiri ini mampu membuat celah skor lima poin.
   
Dalam sesi ini Mutiara Cardinal Bandung merupakan juara dari Grup Y, melawan Berkat Abadi yang merupakan runner-up Grup X.
   
Keduanya akan beradu untuk memperebutkan posisi ke babak final.
   
Di saat yang bersamaan, juara Grup X yaitu Jaya Raya Jakarta juga sedang menghadapi Shaisunkan Nihon-Unisys (Jepang) yang merupakan runner-up Grup Y.
   
Shaisunkan Nihon-Unisys menjadi satu-satunya klub asing yang berhasil maju hingga semifinal.

Baca juga: Kesabaran Jorji buahkan kemenangan atas Li

Baca juga: Tim putri Mutiara Cardinal incar angka dari Jaya Raya
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djarum Kudus ambil sisi positif dari kekalahan tim putri

Bandung (ANTARA News) – Manajer tim Djarum Kudus Fung Permadi mengatakan bahwa pihaknya kini mengambil positif dari kekalahan tim putri di putaran ketiga melawan Mutiara Cardinal dengan poin 1-4.

“Untuk pemain muda dari awal ingin kami berikan pengalaman, karena baru lepas U19 dan masuk ke senior. Jadi untuk masuk ke kelas ini masih canggung,” tutur Fung saat ditemui di Bandung, Jumat.

Kekalahan tersebut juga menjadi kegagalan tim putri Djarum Kudus untuk mencapai target masuk ke semifinal, dengan menyisakan tim putra ke putaran tersebut.

Meski menelan kekalahan, namun Fung juga mengapresiasi putri asuhnya dalam kejuaraan Djarum Superliga Badminton 2019 yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ini.

“Mereka masih canggung, jadi memang belum maksimal. Tapi di sini paling tidak saya melihat ada peningkatan permainan dari sebelumnya,” pungkas Fung.

 Pada pertandingan terakhir tersebut, tim putri Djarum Kudus sudah melakukan upaya maksimal untuk menambah poin.

Salah satunya dengan perubahan formasi pemain ganda dengan  mengganti pasangan Ribka Sugiarto, yang sebelumnya diisi Febriana Dwipuji lalu diganti Siti Fadia Silva.

Menurut Fung, langkah tersebut dilakukan untuk mencari potensi maksimal mengingat pada partai sebelumnya, pasangan Ribka-Febriana dinilai kurang maksimal.

“Di dua partai pertama kurang memuaskan. Lalu, kami tukar juga untuk penyegaran. Tidak ada salahnya mencoba formasi baru,” katanya menambahkan.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marcus-Hendra akui Kevin-Ahsan lebih tangguh

Bandung  (ANTARA News) – Pasangan ganda putra Jaya Raya Jakarta Marcus Gideon-Hendra Setiawan harus mengakui ketangguhan Kevin Sanjaya-Mohamad Ahsan (Djarum Kudus) di putaran ketiga Djarum Superliga Badminton 2019 dengan skor akhir 15-21 dan 17-21.

 “Kami sudah ditekan mereka dari awal. Di set kedua pun kami kesulitan untuk menyusul. Mereka mainnya memang bagus,” tutur Marcus usai pertandingan di Gedung Sabuga Bandung, Kamis malam.

 Faktor kekalahan lain, katanya, ialah masih sulitnya untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda dari biasanya.

Sementara pasangan Marcus di tim nasional, yaitu Kevin, ikut menanggapi hasil pertandingan dalam kejuaraan tersebut.

Menurut dia, tidak ada rasa canggung saat menghadapi pasangan “Minions”nya tersebut sehingga lebih santai selama pertandingan.

“Kami sudah sering latihan bareng, sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing,” tutur Kevin.

Ia pun mengambil positif hasil pertandingan tersebut, dengan menilainya sebagai ajang latihan untuk persiapan mengikuti All England Terbuka bulan depan.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jojo lebih santai hadapi Chong di putaran ketiga

Bandung (ANTARA News) – Pebulu tangkis Musica Trinity Jonathan Christie mengaku lebih santai saat menghadapi lawannya dari Sports Affairs Malaysia, Chong Wei Feng, sehingga permainannya lebih alami dan bisa unggul 21-12 dan 21-13.
   
“Sekarang mainnya lebih bisa ‘enjoy’ dan santai, menikmati permainan dan fokus menerapkan strategi,” tutur pebulutangkis yang akrab dipanggil Jojo itu usai pertandingan di Gedung Sabuga Bandung, Kamis malam.
   
Selain sukses menekan ketegangan di arena, Jojo peraih medali emas Asian Games 2018 ini pun mengaku senang dengan kehadiran ratusan penggemarnya untuk menonton pertandingan yang ia lakoni.
   
Berdasarkan pantauan Antara di tribun arena, penonton yang didominasi remaja putri itu terlihat memadati area bangku penonton yang berada tepat di depan lapangan yang digunakan Jojo.
   
“Senang, banyak pendukung yang datang. Antusiasme di Bandung besar, tidak kalah heboh dari Jakarta,” katanya.
   
Pemain kelahiran tahun 1997 ini pun berharap animo penonton akan terus besar hingga putaran ke lima nanti.
   
“Ya saya harap sampai nanti bisa terus ramai, walaupun junior yang main ya tetap harus didukung dan disemangati,” tutur Jojo menambahkan.

Baca juga: Jojo jinakkan Panji, meski masih adaptasi lapangan

Baca juga: Jonathan Christie gagal tambah tiket semifinal Indonesia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kekalahan di putaran ketiga kandaskan Djarum Kudus putri ke semifinal

    Bandung, (ANTARA News) –  Tim putri Djarum Kudus harus menelan kekecewaan karena gagal masuk semifinal setelah kalah 1-4 dari Mutiara Cardinal Bandung di putaran ketiga Grup Y Djarum Superliga Badminton 2019.
    Dalam pertandingan di Sabuga Bandung, Kamis, tim putri dari Grup X yaitu Jaya Raya Jakarta unggul 4-1 dari Berkat Abadi, sementara tim putra Berkat Abadi unggul 3-2 dari Daihatsu Astec di Grup A.
    Berikut hasil pertandingan Djarum Kudus vs Mutiara Cardinal:
1. Michelle Li vs Gregoria Mariska (19-21, 14-21)
2. Ribka Sugiarto-Siti Fadia Silva vs Maretha Dea Giovani-Yulfira Barkah (21-18, 17-21, 21-15)
3. Dinar Dyah Ayustine vs Cheung Ngan Yi (20-22, 17-21)
4. Agatha Imanuela-Febriana Dwipuji vs Eom Hye Won-Kim Ha Na (9-21, 16-21)
5. Alifia Intan vs Choirunnisa (13-21, 16-21)

    Hasil pertandingan Jaya Raya Jakarta vs Berkat Abadi:
1. Thi Trang Vu vs Zhang Beiwen (21-15, 10-21, 19-21)
2. Apriyani Rahayu-Greysia Polii vs Dian Fitriani-Nadya Melati (21-14, 21-18)
3. Sri Fatmawati vs Aurum Oktavia (21-8, 21-19)
4. Anggia Shitta Awanda-Pia Zebadiah vs Brigita Marcelia-Ririn Amelia (21-11, 21-17)
5. Asty Dwi Widyaningrum vs Gabriela Meilani Moningka (21-19, 21-9)

    Hasil pertandingan tim putra Berkat Abadi melawan Daihatsu Astec:
1. Brice Leverdez vs Vicky Angga Saputra(21-14, 21-14)
2. Kenas Adi Haryanto-Rian Agung Saputro vs Daniel Marthin-Leo Rolly (21-17, 21-14)
3. Panji Ahmad vs Gatjra Piliang (15-21, 13-21)
4. Agripinna Prima Putra-Lukhi Apri Nugroho vs Pramudya Kusumawardana-Yeremia Erich (19-21, 19-21)
5. Wisnu Yuli Prasetyo vs Iqbal Aji Tri Pamungkas (21-19, 21-10)

Baca juga: Dua klub lokal kuasai sesi pertama putaran kedua Djarum Superliga

    Dengan hasil tersebut, Mutiara Cardinal akan menghadapi runner-up Grup X yaitu Berkat Abadi pada pertandingan semifinal Jumat siang.
    Sedangkan tim putri Jaya Raya Jakarta yang menjadi juara Grup X akan menghadapi Shaisunkan Nihon-Unisys yang menjadi runner-up Grup Y.***3***

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribka-Fadia bermain santai meski ada tekanan

    Bandung, (ANTARA News) – Pasangan ganda putri Djarum Kudus Ribka Sugiarto-Siti Fadia Silva mengaku bermain dengan santai meski ada tekanan untuk bisa menang demi mengejar pengumpulan poin bagi klubnya di Grup Y Djarum Superliga Badminton 2019.
    “Kami mainnya santai saja, tidak merasa ada beban walaupun mungkin ada tekanan supaya harus menang,” Fadia saat ditemui di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis.
    Hingga putaran ketiga kejuaraan ini, Djarum Kudus baru mengantongi satu poin dan terancam gagal lolos ke semifinal jika tidak mampu mengalahkan Mutiara Cardinal Bandung.
    Saat menghadapi pasangan Maretha Dea-Yulfira Barkah dari Mutiara Cardinal, Ribka dan Fadia menang dengan 21-18, 17-21, dan 21-15.
    Ribka pun sependapat dengan rekan mainnya yang baru pertama kali dipasangkan itu.
    Keduanya pun sempat membangun kekompakan dalam sesi latihan sebelum kejuaraan.
    “Kami kan dasarnya sesama pemain depan, jadi kadang pas bola di depan jadi maju semua. Tapi tidak terlalu berpengaruh sih, mainnya udah lumayan enak,” pungkas pemain kelahiran Karanganyar ini.***3***

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kesabaran Jorji buahkan kemenangan atas Li

Bandung (ANTARA News) – Pemain Mutiara Cardinal Bandung Gregoria “Jorji” Mariska menjaga kesabarannya saat menghadapi Michele Li dari Djarum Kudus dan unggul 21-19 dan 21-14 dalam turnamen bulutangkis Djarum Superliga Badminton 2019 di Bandung, Kamis.

Kesabaran pemain asal Wonogiri ini utamanya terlihat di set kedua saat bertanding di Sabuga, di mana ia sempat tertinggal enam poin dan justru akhirnya mampu menyusul dan menutup set tersebut dengan kemenangan.

“Di set kedua lebih bisa mengatur permainan, emosi. Ya untuk hari ini lumayan lah, lebih puas dari sebelumnya,” tutur Jorji.

 Menurut dia, Li bermain terlalu agresif di set kedua karena sudah kehilangan skor di set pertama, yang berbuntut pada kesalahan pukulan. Oleh karena itu, di set kedua Jorji lebih bersabar dan menunggu kesempatan mencuri poin meski sempat tertinggal cukup jauh di set tersebut.

“Sebelumnya sudah beberapa kali ketemu dan padahal biasanya dia mainnya bagus. Cuma tadi beberapa kali dia buat kesalahan pukulan atas,” tutur Jorji menerangkan.

Meski unggul, namun Jorji ingin tetap mempertahankan konsentrasinya agar bisa bermain lebih baik pada pertandingan selanjutnya.

“Besok mau main lebih bagus lagi, meminimalisir kesalahan dan tetap sabar juga,” katanya menambahkan.

Baca juga: Gregoria hasilkan kemenangan meski masih adaptasi lapangan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Trinity dan Jaya Raya menang 5-0 pada sesi dua putaran dua Djarum Superliga

Bandung (ANTARA News) – Pada sesi dua putaran dua Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu, klub Musica Trinity dan Jaya Raya Jakarta merajai pertandingan dengan poin 5-0.
   
Keduanya masing-masing beraksi di tim putra Grup A dan B dengan mengalahkan Daihatsu Astec dan Jatim United tanpa memberikan sedikit perlawanan.
   
Sementara di tim putri Grup X, Berkat Abadi juga menikmati kemenangan meski sempat mendapat perlawanan sengit dari Samurai Japan Reptiles dengan poin 3-2.

    Berikut skor pertandingan Musica Trinity vs Daihatsu Astec:
1. Anthony Sinisuka Ginting vs Vicky Angga Saputra (21-19, 21-15)
2. Ade Yusuf Santoso-Wahyu Nayaka Pangkaryanira vs Daniel Marthin-Leo Rolly Carnando (24-22, 21-18)
3. Firman Abdul Kholik vs Gatjra Piliang Fiqiliahi (15-21, 21-18, 22-20)
4. Hardianto-Vladimir Ivanov vs Pramudya Kusumawardana-Yeremia Erich Yoche (23-21, 21-19)
5. Chico Aura Dwi Wardoyo vs Iqbal Aji Tri Pamungkas (21-15, 21-12)

Jaya Raya Jakarta vs Jatim United:
1. Tommy Sugiarto vs Sony Dwi Kuncoro (21-10, 21-18)
2. Hendra Setiawan-Marcus Fernaldi Gideon vs Indra Leonard Prasetya-Yantoni Edy Saputra (21-18, 21-15)
3. Tien Minh Nguyen vs Ng Zin Rei Ryan (21-12, 21-12)
4. Moh Reza Pahlevi-Muhammad Rian Ardianto vs Syahrizal Dafandi Arafixqli-Syahrozi Dafandi Arafixqli (21-10, 21-12)
5. Krishna Adi Nugraha vs Muhammad Bayu Pangisthu (21-16, 21-16)

Berkat Abadi vs Samurai Japan Reptiles:
1. Zhang Beiwen vs Hitomi Nimura (21-8, 21-8)
2. Silvi Wulandari vs Maiko Kawazoe (21-23, 21-17, 21-10)
3. Isra Faradilla vs Akane Araki (24-26, 11-21)
4. Brigita Marcelia Rumambi-Ririn Amelia vs Cheng Wen Hsing-Maiko Kawazoe (28-30, 21-17, 16-21)
5. Dian Fitriani-Nadya Melati vs Akane Araki-Riko Imai (21-11, 21-17)

Dengan hasil ini, baik Jaya Raya Jakarta, Musica Trinity, dan Berkat Abadi sudah mencetak dua poin kemenangan.
   
Sedangkan Daihatsu Astec, Jatim United dan Samurai Japan Reptiles hingga hari ketiga pelaksanaan kejuaraan masih belum mencetak satu angka pun.

Baca juga: Marcus-Hendra mulai nikmati permainan

Baca juga: Klub nasional ungguli asing pada sesi pertama putaran tiga
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Laga Anthony Ginting di Djarum Superliga Badminton 2019

Pebulu tangkis tunggal putra dari tim Musica Trinity Anthony Ginting mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis dari tim Daihatsu Astec Vicky Angga Saputra dalam laga penyisihan Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/2/2019). Anthony Ginting menang dua set langsung dengan skor 21-19, 21-15. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Marcus-Hendra mulai nikmati permainan

Bandung (ANTARA News) – Ganda putra Jaya Raya Jakarta Hendra Setiawan dan Marcus Fernaldi Gideon mulai bisa menikmati pertandingan setelah beradaptasi dengan kondisi lapangan yang tertutup hingga akhirnya unggul 21-18 dan 21-15 atas pasangan Indra Leonard Prasetya-Yantoni Edy Saputra dari Jatim United.
   
“Hari ini mainnya (merasa) lebih baik dari kemarin sih. Kemarin kan saya bilang agak susah,” tutur Marcus saat ditemui seusai pertandingan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu malam.
   
Dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya saat melawan Hitachi, pebulu tangkis berusia 28 tahun ini mengaku lebih bisa mengendalikan arah bola dan memperkirakan kekuatan pukulan.
   
Saat ditanya tentang kesiapan mereka menghadapi Djarum Kudus, keduanya pun optimistis menang.
   
“Besok siap, ya yakin bisa menang,” ujar Hendra.
   
Dengan kemenangan dari pasangan Indra Leonard Prasetya dan Yantoni Edy Saputra itu, maka untuk sementara Jaya Raya Jakarta mengantongi kemenangan 2-0 atas Jatim United, setelah sebelumnya Tommy Sugiarto mengalahkan Sony Dwi Kuncoro 21-10, 21-18 pada sesi dua putaran ketiga Djarum Superliga Badminton 2019.

Baca juga: Klub nasional ungguli asing pada sesi pertama putaran tiga

Baca juga: Kevin/Ahsan sukses redam pasangan ganda Hitachi

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kevin dan Ahsan menang atas Matsui danTakeuchi

Pebulu tangkis ganda putra dari tim Djarum Kudus Kevin Sanjaya (kanan) dan Mohamad Ahsan mengembalikan kok saat bertanding melawan pebulu tangkis tim Hitachi Jepang Keiichiro Matsui dan Yoshinori Takeuchi dalam laga penyisihan Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/2/2019). Kevin Sanjaya dan Mohamad Ahsan menang dua set langsung dengan skor 21-11, 21-18. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.

Klub nasional ungguli asing pada sesi pertama putaran tiga

Bandung (ANTARA News) – Pada pertandingan sesi pertama putaran tiga Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu, klub lokal secara membanggakan berhasil unggul dari klub asing.
   
Di Grup Y, tim putri Mutiara Cardinal Bandung unggul 4-1 dari Shaisunkan Nihon-Unisys. Berikut rekapitulasi pertandingan keduanya:
1. Gregoria Mariska vs Ayumi Mine (13-21, 16-21)
2. Maretha Dea-Yulfira Barkah vs Chisato Hoshi-Reika Kakiiwa (19-21, 21-11, 21-13)
3. Cheung Ngan Yi vs Yukino Nakai (21-9, 21-17)
4. Eom Hye Won-Kim Ha Na vs Kie Nakanishi-Rin Iwanaga (21-18, 21-11)
5. Hanna Ramadini vs Shiori Ebihara (21-12, 21-12)

Sedangkan di Grup B putra, Djarum Kudus menang telak 5-0 dari Hitachi Jepang, dengan perolehan skor pertandingan sebagai berikut:
1. Ihsan Maulana Mustofa vs Ryotaro Maruo (17-21, 22,20, 21-18)
2. Kevin Sanjaya Sukamuljo-Mohammad Ahsan vs Keiichiro Matsui-Yoshinori Takeuchi (21-11, 21-18)
3. Shesar Hiren vs Koji Naito (21-9, 21-9)
4. Akbar Bintang Cahyono-Berry Angriawan vs Katsuki Tamate-Kazuaki Oshima (21-9, 21-11)
5. Alberto Alvin Yulianto vs Keita Makino (9-21, 21-16, 21-16)

Duel terakhir yaitu tim putra Berkat Abadi unggul 4-1 dari Sports Affairs Malaysia di Grup A.
1. Brice Leverdez vs Chong Wei Feng (21-9, 21-17)
2. Agripinna Prima Rahmanto-Ricky Karandasuwardi vs Mohamad Arif Ab Latif-Nur Mohd Ayub (18-21, 19-21)
3. Panji Ahmad Maulana vs Seng Zoe Yeoh (21-17, 19-21, 21-11)
4. Kenas Adi Haryanto-Rian Agung Saputro vs Lin Shang Kai-Tseng Min Hao (21-19, 21-13)
5. Wisnu Yuli Prasetyo vs Fikri Ihsandi Hadmadi (21-19, 21-13)

Baca juga: Kevin/Ahsan sukses redam pasangan ganda Hitachi

Baca juga: Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kevin/Ahsan sukses redam pasangan ganda Hitachi

Bandung (ANTARA News) – Pasangan ganda putra tim Djarum Kudus Kevin Sanjaya Sukamuljo/Mohammad Ahsan sukses meredam permainan pasangan Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi dari tim Hitachi sehingga mampu menang dengan skor 21-11 dan 21-18.

Meski menang dua set langsung, pasangan Djarum ini tetap mendapatkan perlawanan dari pasangan Jepang itu. Kevin/Ahsan harus mengeluarkan smes-smes kerasnya pada pertandingan Djarum Superliga Badminton yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu.

“Dua set itu lumayan, soalnya kami main dengan ritme biasa-biasa saja. Sebenarnya lawan juga banyak melakukan kesalahan dari cara main mereka,” kata Ahsan menceritakan.

Di set kedua, pasangan dari tim Hitachi mampu memperbesar perolehan angka dari 11 poin di set pertama menjadi 18 poin.

Menurut Kevin, hal itu terjadi selain karena duo Matsui-Takeuchi lebih “galak. Selain itu karena dirinya bersama Ahsan menurunkan ritme permainan.

 “Set kedua memang sedikit kendur, kebetulan lawan juga sudah menemukan ritme yang bagus. Kami kurang fokus,” pungkas Kevin memaparkan.

Dengan kemenangan ini, Djarum Kudus unggul 2-0 atas Hitachi di putaran ketiga tim putra Grup B Djarum Superliga Badminton 2019.
Baca juga: Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro
Baca juga: Kurang fokus jadi sebab Jorji kalah dari Mine
Baca juga: Hasil pertandingan sesi dua putaran dua Djarum Superliga Badminton

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kurang fokus jadi sebab Jorji kalah dari Mine

Bandung (ANTARA News) – Pemain Mutiara Cardinal Bandung Gregoria Mariska Tunjung mengaku kurang fokus saat melawan Ayumi Mine sehingga harus kalah 13-21 dan 16-21 di putaran ketiga Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu.

“Fokusnya sudah mepet, harusnya dari awal (main) berani dan cari pola. Belum bisa tenang dan fokus,” tutur pemain yang akrab disapa Jorji ini usai pertandingan.

Pemain kelahiran Wonogiri Jawa Tengah 19 tahun lalu itu menilai jika lawannya juga bisa bermain dengan sabar dan memiliki ketahanan stamina yang baik.

“Pemain Jepang memang sangat sabar, itu kelebihan mereka yang tidak bisa dikalahkan. Makanya tadi kami kuat-kuatan mental di lapangan,” kata pemain yang diisukan dekat dengan pemain tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie itu.

Atas hasil tersebut, Jorji juga mengaku tidak puas dengan pertandingan yang berlangsung dalam waktu 34 menit tersebut karena melakukan beberapa kesalahan teknis.

Salah satu pemain tunggal putri andalan Indonesia menilai pada pertandingan tersebut Mine lebih jago dalam mengambil bola belakang, sementara dirinya kurang percaya diri dengan kekuatan pukulan.

“Saya tidak berani pukul terlalu cepat, bolanya lebih ringan, jadi saat dipukul malah terlalu cepat dan beberapa kali ‘out’,” kata Jorji menegaskan.
Baca juga: Hasil pertandingan sesi dua putaran dua Djarum Superliga Badminton
Baca juga: Pasangan Hendra-Marcus tak kesulitan dengan adaptasi lawan Hitachi
Baca juga: Dua klub lokal kuasai sesi pertama putaran kedua Djarum Superliga
Baca juga: Gregoria hasilkan kemenangan meski masih adaptasi lapangan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ihsan bangkit setelah tertinggal di set pertama dari Ryotaro

Bandung (ANTARA News) – Ihsan Maulana Mustofa dari tim Djarum Kudus berhasil bangkit dari kekalahan dari set pertama dan sukses membalikkan keadaan dengan mengalahkan Ryotaro Maruo dari tim Hitachi dengan skor akhir 17-21, 22-20, dan 21-18.

Pada pertandingan tim putra Grup B Djarum Superliga Badminton 2019 di Sabuga Bandung, Rabu, Ihsan mengaku sempat kurang semangat di set pertama sehingga berbuntut dengan kehilangan skor permainan.

“Karena kemarin mainnya kurang bagus, jadi hari ini pokoknya harus bagus. Makanya tadi dicoba terus dan ingin menampilkan yang terbaik untuk penonton,” kata Ihsan usai pertandingan.

Ia mengaku pada kejuaraan ini staminanya belum terbangun secara maksimal usai mengalami cedera dan harus absen selama dua pekan untuk proses pemulihan.

Kondisi tersebut menyebabkan pemain kelahiran Tasikmalaya ini sulit bermain secara maksimal termasuk saat dikalahkan Sony Dwi Kuncoro dari tim Jatim United dengan skor 13-21 dan 9-21.
Baca juga: Ihsan akui kalah dari Sony karena ragu-ragu

“Kondisi badan sudah membaik, tapi belum sepenuhnya karena persiapan masih kurang banyak. Dua minggu absen itu terasa sekali dampaknya,” pungkas Ihsan.

Dengan kemenangan Ihsan Maulana Mustofa, Djarum Kudus unggul dengan mengantongi satu poin atas Hitachi.
Baca juga: Kurang fokus jadi sebab Jorji kalah dari Mine
Baca juga: Hasil pertandingan sesi dua putaran dua Djarum Superliga Badminton

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Owi/Winny petik kemenangan pertama di Spanyol

Jakarta (ANTARA News) – Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow memetik kemenangan pertama mereka dalam turnamen Spanyol Masters 2019 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Selasa waktu setempat.

Owi/Winny, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Jakarta, Rabu dini hari, menang dalam dua gim sekaligus 21-19, 21-18 selama 32 menit permainan atas pasangan Jerman Jones Ralfy Jansen/Kilasu Ostermeyer.

Pasangan ganda campuran Merah-Putih yang menempati unggulan lima itu tampil prima pada awal gim pertama dengan keunggulan 2-0, 4-2, 6-2, 8-4, hingga jeda gim pertama 11-8 pada turnamen tingkat Super 300 itu.

Namun, Jansen/Ostermeyer berhasil menyamakan kedudukan 11-11 dan 12-12 sebelum berbalik unggul 15-12, 16-14, 17-15, dan 18-16.

Ganda Owi/Winny yang memulai pengumpulan poin peringkat mereka itu merebut kembali kedudukan 18-18 dan unggul 20-18. Hanya saja, mereka gagal langsung menyelesaikan permainan dan sempat memberikan kesempatan pada lawan untuk menambah satu angka sebelum menutup gim pertama 21-19.

Pada gim kedua, Owi/Winny tampil lebih mendominasi dan selalu memimpin perolehan poin 3-1, 4-2, 5-2, 6-5, 8-7, 11-9, 14-12, 17-13, dan 18-15.

Jansen/Ostermeyer berupaya memperpanjang nafas hingga gim ketiga setelah menyeimbangkan poin 18-18 gim kedua. Namun, langkah itu gagal menyusul tiga poin berturut-turut yang digenjot Owi/Winny 19-18, 20-18, dan 21-18 untuk melaju laga putaran kedua.

Pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung pada Kamis (21/2) waktu setempat, Owi/Winny masih menunggu pemenang pertandingan antara pasangan Hong Kong Mak Hee Chun/Chau Hoi Wah dengan ganda Taiwan Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin.

Indonesia menempatkan dua ganda campuran lain pada Spanyol Masters 2019 yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, serta Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Baca juga: Owi harapkan pelapisnya tidak mudah menyerah

Baca juga: Owi akui butuh adaptasi setelah Butet pensiun
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha libas ganda Israel dalam Spanyol Masters

Jakarta (ANTARA News) – Pasangan atlet campuran bulu tangkis Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari melibas ganda Israel Misha Zilerman/Svetlana Zilberman pada laga pertama turnamen Spanyol Masters 2019 di Barcelona, Spanyol, Selasa (19/2) waktu setempat.

Pasangan Merah-Putih peraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu, seperti dipantau Antara dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Jakarta, Rabu dini hari, menang dalam dua gim langsung 21-9, 21-12 turnamen tingkat Super 300 itu.

Selama permainan dua gim selama 21 menit itu, pasangan Indonesia peringkat 23 dunia selalu mendominasi perolehan poin dan tampak bukan lawan sebanding dari ganda Israel yang menempati peringkat 76 dunia.

Pada pertandingan putaran kedua, Rinov/Pitha akan menghadapi pasangan Kanada Nyl Yakura/Kristen Tsai yang telah menyingkirkan pasangan Ukraina Valeriy Atrashchenkov/Yelyzaveta Zharka dalam dua gim 21-15, 21-19.

Ganda Rinov/Pitha unggul “di atas kertas” atas pasangan Kanada yang menempati peringkat 101 dunia itu pada laga kedua turnamen berhadiah total 150 ribu dolar AS itu. Rinov/Pitha berpeluang lolos ke putaran perempat final dan menghadapi ganda Korea Selatan Seo Seungjae/Chae Yujung.

Selain Rinov/Pitha, Indonesia menempatkan dua wakil pada nomor ganda campuran Spanyol Masters 2019. Mereka adalah pasangan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Owi/Winny melaju ke putaran kedua dengan mengalahkan pasangan Jerman Jones Rafly Jansen/Kilasu Ostermeyer dalam dua gim 21-19, 21-18. Sedangkan pasangan Alfian/Marsheilla tumbang dari ganda Korea Selatan Seo Seungjae/Chae Yujung pada laga pertama 16-21, 21-23 selama 38 menit permainan.

Baca juga: Tundukkan unggulan kelima, Rinov/Pitha dihadang unggulan kedua

Baca juga: Juara dunia junior berharap konsisten di level senior

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil pertandingan sesi dua putaran dua Djarum Superliga Badminton

Bandung  (ANTARA News) – Tim putri Djarum Kudus harus menelan kekalahan dari Saishunkan Nihon-Unisys Jepang 2-3 pada pertarungan di Grup Y sesi dua putaran kedua Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Selasa malam.

Sementara itu di Grup B, tim putra Jaya Raya Jakarta melibas klub Hitachi (Jepang) dengan skor 5-0. Adapun duel antar dua klub dalam negeri, Berkat Abadi melawan Tiket.com Champion Klaten, berakhir dengan skor 3-2.

Berikut hasil lengkap pertandingan hari kedua

Djarum Kudus melawan Saishunkan Nihon-Unisys:
1.  Michelle Li vs Ayumi Mine (21-14, 21-10)
2. Agatha Imanuela-Siti Fadia vs Chisato Hoshi-Reika Kakiiwa (19-21, 12-21)
3. Dinar Dyah Ayustine vs Yukino Nakai (12-21, 23-21, 23-21)
4. Febriana Dwipuji Kusuma-Ribka Sugiarto vs Kie Nakanishi-Rin Iwanaga (21-18, 13-21, 18-21)
5. Alifia Intan Nurrokhim vs Shiori Ebihara (14-21, 14-21)

 Jaya Raya Jakarta melawan Hitachi:
1. Tommy Sugiarto vs Ryotaro Maruo (21-10, 21-6)
2. Hendra Setiawan-Marcus Fernaldi Gideon vs Keiichiro Matsui-Yoshinori Takeuchi (21-16, 21-16)
3. Tien Minh Nguyen vs Koji Naito (21-13, 21-16)
4. Angga Pratama-Muhammad Rian Ardianto vs Masato Takano-Yoshiki Tsukamoto (21-15, 21-14)
5. Krishna Adi Nugraha vs Keita Makino (21-12, 21-16)

Tim putri Berkat Abadi melawan Tiket.com Champion Klaten:
1. Zhang Beiwen vs Desima Aqmar Syarafina (17-21, 11-21)
2. Dian Fitriani-Nadya Melati vs Indah Cahya Sari-Rosyita Eka (21-12, 21-14)
3. Gabriela Meilani Moningka vs Komang Ayu Cahya Dewi (21-14, 21-19)
4. Brigita Marcelia Rumambi-Ririn Amelia vs Febby Valencia Dwijayanti-Lisa Ayu Kusumawati (21-11, 14-21, 15-21)
5. Isra Faradilla vs Aisyah Sativa Fatetani (24-22, 21-12)

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dinar menang secara dramatis atas Nakai

Bandung  (ANTARA News) – Dinar Dyah Ayustine dari klub DJarum Kudus menorehkan kemenangan dramatis 12-21, 23-21, dan 23-21 atas pemain Saishunkan Nihon-Unisys Yukino Nakai dalam putaran dua Djarum Superliga Badminton 2019,
di arena Sabuga Bandung, Selasa malam.
malam.

Setelah kalah telak di set pertama, Dinar membalikkan keadaan di set kedua dan ketiga lewat pertarungan sengit dan selisih poin tipis.

“Set pertama kalah karena kecolongan. Di set kedua dan ketiga saya tidak mau ketinggalan,” tutur Dinar saat dtemui wartawan usai pertandingan.

Menurut pemain asal Karanganyar Jawa Tengah ini, kegagalan di set pertama juga karena masih belum memiliki pola permainan yang tepat untuk menghadapi lawan yang baru pertama kali ditemuinya tersebut.

Sempat tertinggal jauh di set pertama, dua set terakhir terjadi susul-menyusul angka jelang tutup set.

“Dia ambil bola belakangnya bagus, pintar mencuri dan membalikkan pukulan. Itu yang sering membuat saya lengah,” kata Dinar saat ditanya pola permainan lawannya itu.

Selain itu, kemenangan yang ia raih juga terpengaruh oleh dukungan rekan-rekan setimnya dari pinggir lapangan.

“Ya walaupun lelah tapi pokoknya tidak mau kalah, di belakang ada teman-teman yang terus mendukung. Tidak mau membuat mereka kecewa,” pungkas Dinar.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019