Kemenpora: Pengangkatan Butet sebagai PNS bersama atlet lain

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan pengangkatan mantan atlet bulu tangkis Liliyana Natsir, atau akrab disapa Butet, akan dilakukan secara serentak bersama atlet-atlet lain yang juga lolos seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2018.

“Butet diangkat sebagai CPNS bersama para bintang lainnya. Sekarang, tahapan itu masih diproses di Badan Kepegawaian Negara,” kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto dalam pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Gatot mengaku belum mengetahui perihal penugasan Presiden Joko Widodo kepada Butet untuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah dan memberikan motivasi bagi atlet-atlet muda daerah.

“Saya belum dapat informasi tentang penugasan dari Bapak Presiden karena mungkin Pak Menteri yang lebih tahu,” katanya.

Sebelumnya pada Selasa (29/1), Presiden Joko Widodo menerima Butet yang didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Istana Merdeka Jakarta.

“Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir. Bukan hanya Indonesia, tapi dunia juga akan kehilangan sosok Liliyana,” kata Jokowi.

Jokowi berharap prestasi “Butet” ini bisa menular ke pemain-pemain yunior dan bisa berprestasi seperti Liliyana Natsir.

“Tadi saya sampaikan, sebentar lagi (Butet) jadi PNS (pegawan negeri sipil), jadi ASN (aparatur sipil negara), agar bisa memotivasi dan muter ke beberapa daerah. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dilakukan agar bisa berprestasi,” ujar Presiden.

Liliyana Natsir menyatakan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah menerimanya di Istana. Butet juga menyatakan kesiapannya untuk  memberikan motivasi kepada generasi muda agar bisa berprestasi.

“Saya siap memberi motivasi agar generasi muda lebih berprestasi dan tradisi medali emas di Olimpiade tetap terus bisa dilakukan,” kata Butet.

Baca juga: Menpora: hasil tes PNS Liliyana “Butet” Natsir memuaskan

Baca juga: Jokowi terima Liliyana “Butet” Natsir di Istana Merdeka

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019