Dijegal Chen/Jia, Greysia/Apriyani gagal ke final Australia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Langkah pasangan ganda putri unggulan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu terhenti di babak semifinal turnamen bulu tangkis Crown Group Australia Open 2019 yang diselenggarakan di Quaycentre, Sydney, Australia.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (8/6), Greysia/Apriyani ditaklukkan oleh pasangan asal Cina Chen Qingchen/Jia Yifan dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 28 menit dengan skor 13-21, 21-14, 18-21, seperti dilansir melalui laman resmi BWF.

Dengan hasil tersebut, maka ganda putri juara India Open 2019 itu pun tidak dapat melanjutkan ke laga puncak turnamen bulu tangkis yang digelar mulai 4 hingga 9 Juni 2019 dengan total hadiah sebesar 150.000 dolar Amerika Serikat (AS) tersebut.

Berbeda dengan Greysia/Apriyani, tiga perwakilan Tim Merah Putih berhasil meraih kemenangan dan melangkah ke babak final, yaitu pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti serta dua tunggal putra, yaitu Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Jonatan Christie atau yang lebih akrab disapa Jojo melaju ke babak final usai mengalahkan pebulutangkis asal Chinese Taipei Chou Tien Chen dalam tiga gim dengan skor 22-20, 13-21, 21-16.

Sama seperti Jojo, Anthony juga menaklukkan atlet Chinese Taipei Wang Tzu Wei dalam dua gim dengan skor 21-17, 21-14.

Sementara itu, Praveen/Melati menumbangkan pasangan asal Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino dalam tiga gim dengan perolehan 21-13, 12-21, 21-17.

Selanjutnya di babak final yang akan dilaksanakan pada Minggu (9/6) besok, Jojo berhadapan dengan rekan satu timnya Anthony Sinisuka Ginting, sedangkan Praveen/Melati menghadapi pasangan Cina Wang Yilyu/Huang Dongping.

Baca juga: Bermain lepas jadi kunci Greysia di Piala Sudirman

Baca juga: Kalahkan Malaysia, Greysia/Apriyani juara India Open 2019

Baca juga: Greysia/Apriyani lewati Della/Tania ke final India Open 2019

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019