Christian Hadinata selesaikan Kudus Marathon biar lambat asal selamat

Kudus (ANTARA) – Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata ternyata masih punya semangat tinggi untuk menguji kemampuannya setelah pria berusia 69 tahun itu mampu menyelesaikan Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2019 di Kudus, Minggu.

“Biar lambat asal selamat,” kata Christian Hadinata usai pengalungan medali finis di Alun-alun Kudus dengan tertawa.

Pria yang banyak mengharumkan nama bangsa pada kancah bulu tangkis internasional ini turun dalam kategori 5K. Pria kelahiran Purwokerto itu turun bersama legenda lainnya seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, Ivana Lie hingga Liliyana Natsir.

Meski start paling belakang, pria yang akrab dipanggil Koh Chris itu tetap menjalankan misi berlarinya dengan penuh semangat. Catatan waktunya lebih dari 35 menit, namun masih banyak legenda dan tamu undangan yang berada dibelakangnya.

“Ya lari, ya jalan. Gitu aja. Yang jelas over limit,” kata pria yang lama menggembleng pebulu tangkis Indonesia di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur itu dengan tertawa.

Baca juga: Peserta Kudus Relay Marathon 2019 beruntung bakal dikirim ke Singapura

Koh Chris menceritakan sepanjang perjalanan antusiasme masyarakat untuk mendukung kejuaraan edisi kedua ini cukup tinggi, termasuk dalam berpartisipasi pada turnamen yang diikuti sekitar 6.000 peserta itu.

“Anak-anak banyak sekali dipinggir jalan. Banyak pula yang ikut. Saya berharap kejuaraan berikutnya lebih ramai lagi,” kata pemain yang pernah berpasangan dengan Liem Swie King maupun Ivana Lie itu.

Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 memperebutkan total hadiah Rp 189 juta dari seluruh kategori yaitu Relay Marathon, Half Marathon, 10K, 5K dan Kids Fun Run.

Selain mendapatkan medali finisher berbentuk puzzle, untuk para peserta yang berhasil menembus garis finis dengan catatan waktu cut of time – tiap pelari 55 menit atau total 220 menit dihitung dari gun time di awal lomba.

Baca juga: Liliyana Natsir kini mencintai berlari meski sebelumnya dihindari

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019