Ringkasan pertandingan, tiga wakil Indonesia tiba di final

Jakarta (ANTARA) – Tiga wakil Indonesia menembus partai puncak turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Pada semifinal turneman tersebut hari ini, Indonesia menempatkan empat wakil yang tiga diantaranya berlanjut ke babak final, sedangkan satu wakil terhenti.

Melansir laman BWF, ketiga wakil Tim Merah Putih yang berhasil mendarat di laga puncak turnamen tersebut terdiri dari satu tunggal putra dan dua ganda putra.

Pada sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting sukses menyingkirkan unggulan kedelapan asal Denmark Anders Antonsen dengan 18-21, 21-5, 21-14.

Baca juga: Ginting kembali bertemu Momota di final China Open

Sukses Anthony diikuti oleh dua pasangan ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Marcus/Kevin mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 21-8, 21-16, sedangkan Ahsan/Hendra menumbangkan unggulan ketiga asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan 22-20, 21-11.

Pertandingan babak final turnamen bulu tangkis berhadiah total 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) tersebut akan dilaksanakan Minggu besok mulai pukul 13.00 waktu Changzhou.

Baca juga: Taklukkan ganda China, The Daddies melaju ke finalBaca juga: Ginting kembali ladeni pemain India di perempat final

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Daddies vs Minion di final, Indonesia pastikan juara ganda putra

Jakarta (ANTARA) – Setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memperoleh tiket babak final melalui kemenangan atas Li Jun Hui/Liu Yu Chen, kini giliran Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mendapat kesempatan untuk berlaga di final.

Kedua pasangan ganda putra tersebut yaitu The Daddies dan Minions akan memperebutkan gelar juara China Open 2019 pada hari Minggu.

Baca juga: Taklukkan ganda China, The Daddies melaju ke final

Baca juga: Bermain efisien kunci The Daddies kalahkan Li/Liu

Kevin/Marcus menyusul ke babak final setelah mengalahkan lawan yang juga senegara yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak empat besar, Sabtu malam. Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon saling berpelukan usai mengalahkan pebulu tangkis China He Jiting dan Tan Qiang pada final China Terbuka 2018 di Pusat Olahraga Olimpiade Haixia, Distrik Cangshan, Fuzhou, Minggu (11/11/2018). ANTARA FOTO/HO-PBSI/Widya/pras. (Handout – PBSI/WIDYA)

Pasangan peringkat pertama dunia ini hanya dalam waktu 26 menit berhasil unggul 21-8, 21-16 atas Fajar/Rian yang menjadi unggulan ketujuh dalam turnamen ini, melansir informasi bwfbadminton.com, Sabtu.

Selama 10 kali catatan pertemuan The Daddies dan Minions, sebanyak delapan kemenangan sudah dikoleksi Minions atas pasangan unggulan keempat itu.

Baca juga: Jadwal semifinal China Open, Minions adu kekuatan dengan Fajar/Rian

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting kembali bertemu Momota di final China Open

Jakarta (ANTARA) – Anthony Sinisuka Ginting akan kembali bertemu dengan pebulutangkis peringkat pertama dunia Kento Momota di babak final China Open 2019 setelah keduanya juga bertemu di final turnamen yang sama tahun lalu.

Saat itu pebulutangkis asal Cimahi, Jawa Barat ini, mengalahkan Momota dalam dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-19 dan menyabet gelar juara tunggal putra China Open 2018.

Baca juga: Ginting tak ingin terbebani gelar juara bertahan di China Open

“Sebetulnya saya tidak memikirkan gelar juara bertahan, itu sudah berlalu. Sebelum tanding tadi pun belum memikirkan akan ketemu Momota, karena Antonsen juga lawan yang berat,” kata Ginting melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

“Momota pemain yang bisa menjaga fokusnya dari awal sampai akhir, penampilannya juga konsisten. Saya akan belajar dari kekalahan saya sebelumnya di Japan Open 2019,” katanya melanjutkan.

Ginting berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Anders Antonsen (Denmark) dengan skor 18-21, 21-5, 21-14.

Permainan cepat dan menyerang yang diterapkan Antonsen di gim pertama ternyata cukup menyulitkan Ginting, namun di gim kedua dan ketiga ia lebih bisa mengendalikan permainan dan bermain dengan pola permainannya sendiri.

“Saya sempat kaget dengan serangan-serangannya, apalagi posturnya dia tinggi dan pukulannya tajam. Jadi di gim kedua saya sebisa mungkin lebih mengatur, lebih sabar dan tidak buru-buru ingin menyerang terus,” ujar Ginting.

“Di gim kedua dan ketiga pertahanan saya juga lebih rapat. Saya pun bisa fokus untuk dapat satu demi satu poin,” katanya melanjutkan.

Baca juga: Bermain efisien kunci The Daddies kalahkan Li/Liu

Baca juga: Carolina Marin tantang Tai Tzu Ying di final China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bermain efisien kunci The Daddies kalahkan Li/Liu

Jakarta (ANTARA) – Kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan atas Li Junhui/Liu Yuchen didapat berkat strategi efisien yang mereka terapkan di gim pertama dalam pertandingan yang memperebutkan tempat di babak final China Open 2019 itu.

Baca juga: Taklukkan ganda China, The Daddies melaju ke final

“Kuncinya tadi di gim pertama. Setelah menang di gim pertama, di gim kedua kami jadi lebih tenang. Kondisi kaki saya masih sama, tadi tidak banyak reli dan memang sengaja sebisa mungkin tidak banyak bergerak. Memang kami sengaja ubah strategi karena pergerakannya terbatas,” kata Ahsan melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Menyadari Ahsan tak dalam kondisi prima akibat cedera di betis kanan dan kirinya, Hendra pun sepakat untuk menerapkan permainan taktis yang sangat efisien. Dalam dua gim langsung, mereka menghentikan perlawanan wakil tuan rumah tersebut dengan skor 22-20, 21-11.

“Memang lapangannya ada angin, tadi di gim pertama kami ‘kalah angin’. Kami kaget juga bisa menang dua gim langsung, dan gim keduanya cukup mudah. Mungkin mereka sedang tidak enak mainnya,” kata Hendra menerangkan.

Sementara untuk laga final besok yang dipastikan akan laga “All Indonesian”, Hendra mengaku siap untuk bermain maksimal meski harus meladeni rekan senegara.

Laga semifinal lain akan mempertemukan dua ganda Indonesia yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

“Untuk final besok kami berharap yang terbaik saja, kami senang bisa terjadi all Indonesian final lagi setelah terakhir di Japan Open 2019,” lanjut Hendra.

Saat berita ini diturunkan, Anthony Sinisuka Ginting di nomor tunggal putra tengah bertanding melawan Anders Antonsen dari Denmark juga untuk mengamankan posisi di babak final.

Baca juga: Carolina Marin tantang Tai Tzu Ying di final China Open

Baca juga: China pastikan gelar ganda campuran di China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenangangimpertamakunci The Daddies kalahkan Li/Liu

Jakarta (ANTARA) – Kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan atas Li Junhui/Liu Yuchen didapat berkat strategi efisien yang mereka terapkan di gim pertama dalam pertandingan yang memperebutkan tempat di babak final China Open 2019 itu.

Baca juga: Taklukkan ganda China, The Daddies melaju ke final

“Kuncinya tadi di gim pertama. Setelah menang di gim pertama, di gim kedua kami jadi lebih tenang. Kondisi kaki saya masih sama, tadi tidak banyak reli dan memang sengaja sebisa mungkin tidak banyak bergerak. Memang kami sengaja ubah strategi karena pergerakannya terbatas,” kata Ahsan melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Menyadari Ahsan tak dalam kondisi prima akibat cedera di betis kanan dan kirinya, Hendra pun sepakat untuk menerapkan permainan taktis yang sangat efisien. Dalam dua gim langsung, mereka menghentikan perlawanan wakil tuan rumah tersebut dengan skor 22-20, 21-11.

“Memang lapangannya ada angin, tadi di gim pertama kami ‘kalah angin’. Kami kaget juga bisa menang dua gim langsung, dan gim keduanya cukup mudah. Mungkin mereka sedang tidak enak mainnya,” kata Hendra menerangkan.

Sementara untuk laga final besok yang dipastikan akan laga “All Indonesian”, Hendra mengaku siap untuk bermain maksimal meski harus meladeni rekan senegara.

Laga semifinal lain akan mempertemukan dua ganda Indonesia yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

“Untuk final besok kami berharap yang terbaik saja, kami senang bisa terjadi all Indonesian final lagi setelah terakhir di Japan Open 2019,” lanjut Hendra.

Saat berita ini diturunkan, Anthony Sinisuka Ginting di nomor tunggal putra tengah bertanding melawan Anders Antonsen dari Denmark juga untuk mengamankan posisi di babak final.

Baca juga: Carolina Marin tantang Tai Tzu Ying di final China Open

Baca juga: China pastikan gelar ganda campuran di China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan ganda China, The Daddies melaju ke final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses merebut tiket babak final China Open 2019 setelah mengalahkan wakil tuan rumah Li Jun Hui/Liu Yu Chen di babak empat besar.

Menurut laporan bwfbadminton.com, Sabtu petang, The Daddies unggul 22-20, 21-11 dan menambah angka kemenangan dalam catatan pertemuan mereka menjadi 5-7.

Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan Hendra/Ahsan yang ketiga dari empat pertemuan di tahun 2019.

Baca juga: Mohammad Ahsan akui masih ingin terus mencetak prestasi bersama Hendra

Selanjutnya, Hendra/Ahsan masih menantikan calon lawan yang juga rekan senegara, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon atau Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Minions dan Fajar/Rian akan memperebutkan satu tiket babak final terakhir.

Dengan perebutan satu tiket final terakhir maka bisa dipastikan perebutan gelar juara China Open 2019 di sektor ganda putra akan menjadi laga “All Indonesian”.

Baca juga: Persaingan ketat Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra menuju Olimpiade 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China pastikan gelar ganda campuran di China Open

Jakarta (ANTARA) – Tuan rumah China memastikan memperoleh gelar ganda campuran pada turnamen China Open 2019 setelah dua pasangannya maju ke final.

Dikutip dari laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Sabtu, pasangan unggulan kedua Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping lebih dulu maju ke final China Open setelah mengalahkan ganda campuran Thailand unggulan keempat Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai 21-16, 21-10 pada semifinal di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Sabtu.

Kemudian pasangan unggulan pertama Zheng Si Wei/Huan Ya Qiong menyusul ke final turnamen level super 1000 berhadiah total 1 juta dolar AS tersebut setelah memenangi duel melawan unggulan ketujuh asal Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yuyung 21-14, 21-15 hanya dalam 31 menit.

Pertemuan di final China Open 2019 akan menjadi pertemuan ke-11 bagi kedua ganda campuran peringkat teratas itu, dengan pasangan peringkat satu Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong unggul 9-1 dari 10 pertemuan sebelumnya.

Final besok juga mengulang final China Open tahun lalu yang dimenangi Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dalam rubber game 21-15, 11-21, 21-19 selama lebih dari satu jam.

Indonesia meloloskan tiga ganda putra dan satu tunggal putra ke semifinal turnamen berhadial total 1 juta dolar AS tersebut, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta Anthony Sinisuka Ginting.

Pasangan Marcus/Kevin yang dijuluki Minions akan berhadapan dengan unggulan ketujuh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, sementara unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang juga dikenal sebagai “The Daddies” akan melawan ganda putra tuan rumah China unggulan ketiga Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Sedangkan tunggal putra unggulan ketujuh Anthony Sinisuka Ginting akan melawan unggulan delapan asal Denmark Anders Antonsen.

Baca juga: Carolina Marin tantang Tai Tzu Ying di final China Open

Baca juga: Jadwal semifinal China Open, Minions adu kekuatan dengan Fajar/Rian

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Carolina Marin tantang Tai Tzu Ying di final China Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri asal Spanyol, Carolina Marin melaju ke babak final China Open usai mengalahkan pebulutangkis Jepang, Sayaka Takahashi, pada semifinal, Sabtu.

Marin mengalahkan Sayaka Takahashi dengan rubber game, 22-20, 13-21, 18-21. Di final. pebulutangkis Spanyol berusia 26 tahun ini akan menantang pebulutangkis China Taipei, Tai Tzu Ying yang menyingkirkan harapan tuan rumah Chen Yu Fei juga dengan rubber game, 6-21, 21-13, 22-20.

Keberhasilan Marin ke final pada turnamen bulu tangkis level super 1000 ini, membuktikan bahwa mantan pebulutangkis nomor satu dunia ini telah siap kembali ke jajaran elite tunggal putri dunia setelah absen selama tujuh bulan akibat cedera lutut.

Baca juga: Caroline Marin harus istirahat enam bulan akibat cedera lutut

Pada semi final, Marin yang menyandang status juara bertahan China Open, harus melakoni duel ketat menghadapi Takahashi yang tidak diunggulkan.

Marin sempat unggul 7-2 pada awal gim pertama. tapi Takahashi berhasil menyusul hingga akhirnya menutup gim pertama dengan 20-22.

Memasuki gim kedua, Marin langsung tancap gas dan tak lagi memberikan kesempatan Takahashi mengembangkan permainan. Pebulutangkis Spanyol yang pernah ikut berlatih di Pelatnas Cipayung ini pun menang relatif mudah dengan skor 21-13.

Baca juga: Jadwal semifinal China Open, Minions adu kekuatan dengan Fajar/Rian

Pada gim ketiga, duel dua pemain bertubuh jangkung ini berlangsung sengit di awal permainan. Hingga interval gim ketiga kedudukan 11-10 untuk Takahashi.

Namun usai bertukar tempat, Marin kembali dominan dan di akhir-akhir gim ketiga, Takahashi tampak kehabisan tenaga. Situasi itu dimanfaatkan Marin untuk memenangkan pertandingan dengan skor 21-18.

Pada final Marin akan menantang Tai Tzu Ying. Kedua pemain sudah berhadapan 11 kali, dan Pebulutangkis China Taipei itu unggul 7-4. Pertemuan terakhir pada Hong Kong Open yang dimenangi Tai Tzu Ying dengan skor 18-21, 21-9, 21-14.

Baca juga: Empat wakil Indonesia ke semifinal China Open

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal semifinal China Open, Minions adu kekuatan dengan Fajar/Rian

Jakarta (ANTARA) – Empat wakil Indonesia akan meneruskan perjalanan mereka di babak semifinal turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung pada Sabtu (20/9) di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam laga tersebut, dua wakil Indonesia di sektor ganda putra akan saling adu kekuatan, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo atau pasangan yang dikenal dengan sebutan Minions, berhadapan dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Baca juga: Fajar/Rian siap jika harus hadapi Minions pada semifinal

Melansir laman BWF, Marcus/Kevin dan Fajar/Rian sudah pernah bertemu lima kali di lapangan sejak turnamen Indonesia Open 2018. Dari lima pertemuan tersebut, Minions tercatat sudah empat kali mengalahkan rekan se-pelatnasnya itu.

Selain Marcus/Kevin dan Fajar/Rian, dua wakil lainnya yang akan tampil di semifinal adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Baca juga: Ahsan lalui perempat final dengan menahan cedera

Baca juga: Empat wakil Indonesia ke semifinal China Open

Pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 1000 berhadiah total 1 juta dolar Amerika Serikat tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (21/9) mulai pukul 10.00 waktu setempat.

Berikut jadwal lengkap babak semifinal turnamen Victor China Open 2019.

Mulai pukul 10.00 waktu Changzhou – Lapangan 1

XD – Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (4) (THA) vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2) (CHN)

WS – Sayaka Takahashi (JPN) vs Carolina Marin (ESP)

XD – Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (1) (CHN) vs Seo Seung Jae/Chae Yujung (7)

WS – Chen Yu Fei (3) (CHN) vs Tai Tzu Ying (2) (TPE)

WD – Chang Ye Na/Kim Hye Rin (KOR) vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (4) (CHN)

MS – Kento Momota (1) (JPN) vs Chen Long (5) (CHN)

MD – Li Jun Hui/Liu Yu Chen (3) (CHN) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2) (INA)

MS – Anthony Sinisuka Ginting (7) (INA) vs Anders Antonsen (8) (DEN)

WD – Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (3) (JPN) vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2) (JPN)

MD – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) (INA) vs Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (7) (INA)

Keterangan:

XD: ganda campuran

WS: tunggal putri

WD: ganda putri

MS: tunggal putra

MD: ganda putra

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat wakil Indonesia ke semifinal China Open

Jakarta (ANTARA) – Empat perwakilan Indonesia berhasil melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak perempat final yang berlangsung pada Jumat (20/9), tercatat ada enam wakil Indonesia yang berlaga. Empat di antaranya berhasil melanjutkan ke babak semifinal, sedangkan dua wakil lainnya terhenti.

Melansir laman BWF, keempat wakil tim Merah Putih yang sampai ke babak semifinal itu terdiri dari satu tunggal putra dan tiga ganda putra.

Pada sektor tunggal putra, Indonesia diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting yang sukses menghentikan pebulu tangkis asal India Sai Praneeth B dalam tiga gim dengan skor 16-21, 21-6, 21-16.

Baca juga: Minions pastikan hadapi Fajar/Rian di semifinal China Open

Baca juga: The Daddies susul Fajar/Rian ke semifinal China Open

Kemudian pada sektor ganda putra, ada tiga pasangan yang lolos adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Marcus/Kevin menaklukkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia dengan skor 21-15, 21-17. Ahsan/Hendra mengalahkan unggulan kelima asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 21-15, 21-12.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal setelah tundukkan unggulan empat Kamura/Sonoda

Baca juga: Ginting lolos ke semi final China Open

Sedangkan Fajar/Rian sukses menyingkirkan pasangan unggulan keempat asal Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam dua gim dengan skor 23-21, 22-20.

Sementara itu, dua wakil yang terhenti pada hari ini, yaitu ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Greysia/Apriyani ditumbangkan oleh unggulan kedua asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dengan skor 21-19, 19-21, 21-16. Sedangkan Tontowi/Winny takluk di tangan unggulan kedua asal China Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping dengan skor 22-24, 17-21.

Pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu (21/9) mulai pukul 10.00 waktu Changzhou.

Baca juga: Ditekuk unggulan kedua, Greysia/Apriyani gagal ke semifinal China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian siap jika harus hadapi Minions pada semifinal

tapi kalau yang menang Kevin/Marcus ya setidaknya akan ada satu wakil ganda putra Indonesia di final,

Jakarta (ANTARA) – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyatakan siap menghadapi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon jika kedua pasangan ini bertemu pada semifinal China Open 2019.

“Sebetulnya kami mau lawan siapa pun di semifinal besok pasti tidak akan mudah. Kevin/Marcus dan Goh/Tan sama-sama bagus, tapi kalau yang menang Kevin/Marcus ya setidaknya akan ada satu wakil ganda putra Indonesia di final, pokoknya kami siap saja,” kata Fajar dalam keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Jumat.

Indonesia berpeluang memastikan satu tiket final ganda putra seandainya Minions mengatasi Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia pada delapan besar.

Fajri, panggilan akrab Fajar/Rian, memastikan satu tiket semifinal setelah mengalahkan unggulan keempat Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang dalam 23-21, 22-20.

Baca juga: The Daddies susul Fajar/Rian ke semifinal China Open

Pertarungan kedua pasangan ini berlangsung sengit, bahkan kedua gim harus diakhiri dengan adu pukulan yang menegangkan dengan hasil menggembirakan bagi Fajri.

“Alhamdulilah kami bersyukur menang, kami belajar dari pertemuan sebelumnya. Kami kalah di bola-bola drive, banyak mengambang dan tertekan lawan. Hari ini kami lebih siap,” kata Rian.

Kemenangan ini membalas kekalahan 13-21, 20-22 mereka dalam pertemuan terakhir pada semifinal Malaysia Open 2019.

“Mereka adalah pemain yang ulet, setiap melawan mereka memang tidak gampang. Di pertemuan sebelumnya kan kami kalah power, jadi kewalahan di bola drive. Jadi kami sudah antisipasi,” kata Fajar.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal setelah tundukkan unggulan empat Kamura/Sonoda

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan lalui perempat final dengan menahan cedera

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis ganda putra Mohammad Ahsan harus melalui perempat final menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan tidak mudah, karena menahan rasa sakit pada betis kanan dan kirinya yang diderita sejak pertandingan babak kedua.

Pada pertandingan babak kedua hari Kamis melawan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang), Ahsan merasa sakit pada kedua betisnya dan sempat meminta pertolongan dokter pertandingan, bahkan di pertandingan hari ini pun ia kembali merasakan sakit pada betisnya.

“Waktu di gim pertama rasanya mendingan, tapi di gim kedua terasa sakit lagi. Tapi kan sudah tanggung, jadi memaksakan saja di gim kedua. Tadi saya banyak spekulasi saja di lapangan, dan sering dibantu juga oleh koh Hendra,” kata Ahsan soal kondisinya, melansir keterangan tertulis PP PBSI yang diterima di Jakarta, Jumat.

Pergerakan Ahsan memang terlihat jelas tak secepat biasanya, ia juga beberapa kali terlihat menahan rasa sakit.

Lebih lanjut Ahsan menuturkan meski masih dibayangi cedera, namun mereka masih tetap akan bertanding maksimal di laga semifinal besok melawan wakil tuan rumah Li Junhui/Liu Yuchen.

“Untuk semifinal besok ya dicoba saja, kemarin malah rasanya lebih parah. Nanti coba ditahan saja, tapi saya lihat juga sejauh apa kuatnya. Harus bisa ukur sampai mana batasnya, kalau sudah tidak kuat ya tidak mau dipaksakan,” ujar Ahsan.

Meskipun tidak dalam kondisi 100 persen, namun The Daddies mampu menaklukkan uggulan kelima Endo/Watanabe 21-15, 21-12 dalam perebutan tiket semifinal China Open.

“Hari ini lawan tidak tampil seperti biasanya karena mereka dikenal punya pertahanan kuat dan ulet. Baru kali ini kami menang cukup mudah, biasanya susah sekali menghadapi mereka. Mungkin karena lapangannya berangin, jadi mereka tidak bisa mengatasi situasi itu,” kata Hendra.

“Besok kami akan fokus ke permainan kami, coba saja dan lihat perkembangan kondisi Ahsan juga, semoga bisa lebih baik,” tutur Hendra menambahkan.

Baca juga: Enam wakil Indonesia lanjut ke perempat final

Baca juga: Gagal ke semi final China Open, Owi/Winny akui kurang cerdik

Baca juga: Fajar/Rian siap jika harus hadapi Minions pada semifinal

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditekuk unggulan kedua, Greysia/Apriyani gagal ke semifinal China Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak perempat final yang berlangsung pada Jumat (20/9), Greysia/Apriyani ditundukkan oleh unggulan kedua asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dalam tiga gim berdurasi 71 menit dengan skor 19-21, 21-19, 16-21.

Pada gim pertama, Misaki/Ayaka terus memimpin perolehan angka. Greysia/Apriyani pun terus mencoba menyamai kedudukan dengan lawan, namun tidak berhasil dan akhirnya kalah dengan skor 19-21.

Di gim kedua, Greysia/Apriyani mulai menunjukkan perlawanan dengan terus menghujani lawan melalui serangan bertubi-tubi. Di akhir gim, Greysia/Apriyani yang berstatus unggulan kelima itu sukses merebut kemenangan dengan skor 21-19.

Gim ketiga antara kedua pasangan ganda putri tersebut semakin ketat. Keduanya saling kejar-mengejar poin dan juga bergantian memimpin perolehan angka. Namun usai reli panjang, Greysia/Apriyani akhirnya bertekuk lutut dan kalah dengan skor penutup 16-21.

Atas hasil tersebut, maka Greysia/Apriyani harus menerima kekalahan dan tidak dapat meneruske babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) itu.

Greysia/Apriyani dan Misaki/Ayaka sudah pernah bertemu 11 kali di lapangan, yaitu sejak turnamen Korea Open 2017. Dari 11 pertemuan itu, Greysia/Apriyani tercatat baru dua kali menang atas Misaki/Ayaka, yakni di Thailand Open 2018 dan Malaysia Masters 2019.

Terakhir, keduanya bertemu di turnamen Indonesia Masters 2019. Saat itu, Greysia/Apriyani kalah dari pasangan Jepang tersebut dalam tiga gim dengan skor 20-22, 22-20, 12-21.

Sebelum melangkah ke babak perempat final China Open 2019, di babak dua Greysia/Apriyani menaklukkan pasangan asal Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen dalam tiga gim dengan perolehan 21-14, 15-21, 21-18.

Baca juga: Greysia/Apriyani melenggang ke perempat final China Open 2019

Baca juga: Fajar/Rian siap jika harus hadapi Minions pada semifinal

Baca juga: Gagal ke semi final China Open, Owi/Winny akui kurang cerdik

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions pastikan hadapi Fajar/Rian di semifinal China Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memastikan akan menghadapi rekan senegara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam babak semifinal China Open 2019.

Kepastian itu didapat setelah Minions mengalahkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia dengan 21-15, 21-17 pada pertandingan delapan besar Jumat malam.

Dalam catatan pertemuan keduanya, untuk sementara Minions unggul 4-1 dalam pertemuan mereka, dengan satu-satunya kemenangan bagi Fajar/Rian didapat pada Malaysia Open bulan April.

Selain Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian, Indonesia punya satu wakil lainnya di semifinal ganda putra.

Mereka adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang akan menghadapi wakil tuan rumah, Li Junhui/Liu Yuchen, yang sempat mengalahkan Wahyu Nayaka Arya/Ade Yusuf Santoso di babak kedua.

Baca juga: Fajar/Rian siap jika harus hadapi Minions pada semifinal

Baca juga: Ahsan lalui perempat final dengan menahan cedera

Baca juga: The Daddies susul Fajar/Rian ke semifinal China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Daddies susul Fajar/Rian ke semifinal China Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sering dijuluki The Daddies menyusul pasangan Indonesia lainnnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ke semifinal turnamen bulu tangkis China Open 2019.

The Daddies yang menjadi unggulan kedua, melaju ke babak empat besar setelah mengalahkan unggulan kelima asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 21-15, 21-12, demikian dilansir laman bwfbadminton.com, Jumat malam.

Hasil itu semakin memperkokoh keunggulan Hendra/Ahsan dalam catatan pertemuan mereka menjadi 4-1.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal setelah tundukkan unggulan empat Kamura/Sonoda

Selanjutnya pada semifinal mereka akan menghadapi pasangan unggulan ketiga dari China yaitu Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Hendra/Ahsan dan Li/Liu mencatatkan angka pertemuan 4-7, namun The Daddies unggul dalam dua dari tiga pertemuan yang terjadi selama tahun 2019.

Baca juga: Ginting lolos ke semi final China Open

Sementara itu, Fajar/Rian masih menanti calon lawan di semifinal, dan kemungkinan bisa berhadapan dengan rekan senegara yang menjadi unggulan pertama yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Kevin/Marcus akan bertanding di babak delapan besar Jumat malam dengan menghadapi Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian ke semifinal setelah tundukkan unggulan empat Kamura/Sonoda

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto merebut tiket semifinal China Open 2019 setelah di perempat final mengalahkan unggulan empat asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China, Jumat, pasangan unggulan ketujuh ini menang dengan dua gim langsung 23-21, 22-20 dalam 39 menit di, demikian laporan bwfbadminton.com.

Kemenangan tersebut membalas kekalahan mereka dalam pertemuan terakhir di babak babak semifinal Malaysia Open 2019 dengan skor 13-21, 20-22.

Baca juga: Gagal ke semi final China Open, Owi/Winny akui kurang cerdik

Fajar/Rian masih menantikan calon lawan di semifinal, dan kemungkinan bisa berhadapan dengan rekan senegara yang menjadi unggulan pertama yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Kevin/Marcus akan bertanding di babak delapan besar malam ini dengan menghadapi Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia.

Sementara satu wakil lainnya yang akan bertarung di perempat final ialah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang juga akan meladeni lawan dari Jepang unggulan kelima yaitu Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Baca juga: Ginting lolos ke semi final China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting lolos ke semi final China Open

Jakarta (ANTARA) – Satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra yaitu Anthony Sinisuka Ginting lolos ke semi final bulu tangkis China Open 2019 usai di babak perempat final menundukkan Sai Praneeth dengan skor 16-21, 21-6, 21-16.

Kemenangan ini mengantarkan Ginting ke babak semifinal China Open 2019, sekaligus membalas kekalahannya dari pebulutangkis asal India itu di World Championships 2019.

“Di gim pertama saya masih belum bisa mengontrol keadaan lapangan yang berangin. Masih sering rugi di cara mainnya. Beda kondisi angin, beda lagi cara mainnya. Dari rasanya, pengendaliannya dan tenaganya juga beda lagi. Jadi benar-benar harus tepat cara mainnya,” tutur Ginting dalam keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Ia juga menilai mentalitasnya dalam menghadapi Praneeth kali ini berbeda dengan saat bertemu terakhir kali.

“Hari ini saya lebih bisa mengendalikan pikiran. Kalau waktu di kejuaraan dunia, ada kesempatan sedikit maunya menyerang, sekarang lebih sabar dan lebih banyak variasinya,” tutur pemain asal klub SGS PLN Bandung ini.

Pada babak semifinal, Ginting akan bertemu Anders Antonsen dari Denmark. Anthony masih unggul 1-0 dalam rekor pertemuannya dengan Antonsen.

Pada ajang Malaysia Masters 2019, Anthony menang straight game dengan skor 21-14, 21-14.

“Kalau ketemu Antonsen mainnya harus seperti hari ini, harus bisa kontrol. Walaupun anginnya kurang menguntungkan, tapi harus bisa cari cara untuk mengatasi,” katanya menjelaskan soal laga semifinal.

“Sekarang saya mau fokus ke recovery dulu, karena memang dari kemarin pertandingannya melelahkan. Semalam saya selesai tanding malam sekali dan waktu pemulihannya tidak banyak,” katanya melanjutkan.

Baca juga: Enam wakil Indonesia lanjut ke perempat final

Baca juga: Ginting kembali ladeni pemain India di perempat final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal ke semi final China Open, Owi/Winny akui kurang cerdik

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow mengaku masih kurang cerdik dalam mencuri poin-poin tampil di laga perempat final Victor China Open 2019 yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (20/9), Tontowi (Owi)/Winny ditaklukkan oleh pasangan unggulan kedua asal China Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping dalam dua gim dengan skor 22-24, 17-21.

Baca juga: Ginting lolos ke semi final China Open

“Kalau dari segi pola permainan, sebenarnya sudah cukup baik. Tapi kami masih kurang cerdik untuk dapat poin-poin. Mainnya juga masih monoton,” kata Tontowi seperti dikutip Antara melalui laman resmi PBSI, Jumat.

Lebih lanjut, dia juga mengakui penampilannya bersama Winny pada hari ini masih kurang konsisten, sehingga memberikan celah bagi lawan untuk merebut poin-poin kemenangan, baik pada gim pertama maupun di gim kedua.

“Sebetulnya kalau kami bisa menerapkan pola permainan dengan baik, kami bisa mengungguli mereka (Wang/Huang). Tapi kami tidak konsisten. Ketika poin kami unggul jauh dari lawan, tanpa disadari pola permainan kami berubah sendiri,” ujar Tontowi.

Sementara itu, Winny bertekad untuk dapat bermain dengan lebih baik lagi di pertandingan-pertandingan berikutnya. Disamping itu, dia mengakui hingga kini fokusnya masih kurang, sehingga harus lebih ditingkatkan agar penampilannya maksimal.

“Khususnya dari saya, fokus saya ketika bertanding di lapangan masih suka hilang, jadi harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi. Selain itu kedepannya juga kami harus bisa bermain lebih konsisten dan lebih cerdik,” ungkap Winny.

Dengan kekalahan yang dialami Owi/Winny di perempat final, maka mereka tidak dapat meneruskan perjalannya ke babak semifinal turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) itu.

Baca juga: Enam wakil Indonesia lanjut ke perempat final

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perempat final China Open 2019, Owi/Winny tantang unggulan kedua

Jakarta (ANTARA) – Enam wakil Indonesia akan meneruskan perjalanan mereka di babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (20/9), di sektor ganda campuran, wakil Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow akan menantang unggulan kedua asal China Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Baca juga: Greysia/Apriyani melenggang ke perempat final China Open 2019

Melansir laman BWF, Jumat, pertemuan antara Tontowi (Owi)/Winny dengan Wang/Huang itu akan menjadi yang pertama kali. Sebelumnya, kedua pasangan tersebut tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan.

Sebelum melangkah ke perempat final, di babak dua yang berlangsung pada Kamis (19/9), Owi/Winny berhasil menyingkirkan unggulan kelima asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan skor 17-21, 23-21, 21-18.

Sementara itu, di sektor ganda putri, satu-satunya wakil tim Garuda, Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan bertemu dengan pasangan unggulan kedua asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Di sektor tunggal putra, Indonesia diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting yang akan berhadapan dengan pebulu tangkis India Sai Praneeth B.

Baca juga: Ginting kembali ladeni pemain India di perempat final

Baca juga: Tekuk unggulan kelima, Owi/Winny melaju ke perempat final China Open

Selanjutnya di sektor ganda putra, ada tiga wakil yang akan tampil, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan pasangan Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menghadapi unggulan kelima asal Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meladeni unggulan keempat dari Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis dengan hadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (20/9) mulai pukul 11.00 waktu Changzhou.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam wakil Indonesia lanjut ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak enam perwakilan Indonesia berhasil melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (19/9), tercatat ada 10 wakil Indonesia yang berlaga. Enam diantaranya sukses melangkah ke babak perempat final, sedangkan empat wakil lainnya terhenti.

Melansir laman BWF, enam perwakilan Tim Merah Putih yang sukses melangkah ke babak perempat final itu terdiri dari satu tunggal putra, satu ganda putri, tiga ganda putra dan satu ganda campuran.

Di sektor tunggal putra, Indonesia diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting yang menang atas pebulu tangkis asal India Kashyap Parupalli dalam tiga gim dengan skor 23-21, 15-21, 21-12.

Baca juga: Ginting kembali ladeni pemain India di perempat final

Lalu, ada satu wakil di sektor ganda putri, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menumbangkan pasangan Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen dengan perolehan 21-14, 15-21, 21-18.

Kemudian di sektor ganda putra, ada tiga pasangan yang lolos, diantaranya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon. ANTARA FOTO/Humas PP PBSI-Widya/hma/hp. (ANTARA FOTO/Widya)
Baca juga: Minions dan Fajar/Rian amankan tiket ke perempat final China Open

Marcus/Kevin sukses menaklukkan Choi Solgyu/Seo Seung Jae dari Korea Selatan dengan skor 22-20, 18-21, 23-21. Ahsan/Hendra mengalahkan pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko dengan skor 18-21, 21-17, 21-16. Sedangkan Fajar/Rian menang atas Lu Ching Yao/Yang Po Han asal Chinese Taipei dengan skor 21-19, 21-19.

Di sektor ganda campuran, terdapat satu perwakilan, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang menyingkirkan unggulan kelima asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam tiga gim dengan perolehan 17-21, 23-21, 21-18.

Baca juga: Perempat final China Open, Owi/Winny optimistis hadapi unggulan kedua

Sementara itu, empat wakil yang terhenti pada hari ini, antara lain dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Shesar Hiren Rhustavito, ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, serta ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Tommy dikalahkan oleh unggulan pertama asal Jepang Kento Momota dengan skor 10-21, 11-21, sedangkan Shesar kalah dari pemain Hong Kong Ng Ka Long Angus dengan skor 10-21, 10-21.

Baca juga: Shesar ungkapkan alasan kekalahan di babak kedua China Open

Kemudian Wahyu/Ade takluk di tangan unggulan ketiga asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan perolehan 21-19, 14-21, 13-21, dan Rinov/Pitha ditumbangkan unggulan ketujuh dari Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung dengan skor 15-21, 18-21.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) itu akan dilaksanakan pada Jumat (20/9) besok mulai pukul 11.00 waktu Changzhou.

Baca juga: Greysia/Apriyani melenggang ke perempat final China Open 2019

Baca juga: Fajar/Rian fokuskan fisik untuk hadapi Kamura/Sonoda di perempat final

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting kembali ladeni pemain India di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Anthony Sinisuka Ginting menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putra China Open 2019 yang lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan pebulu tangkis India Parupalli Kashyap dengan rubber game 23-21, 15-21, 21-12.

Pebulu tangkis tunggal putra unggulan ketujuh ini selanjutnya juga kembali menghadapi pemain dari India yaitu Sai Praneeth, yang sebelumnya mengalahkan Lu Guang Zu dari China dengan skor 21-5, 21-9 di babak kedua, menurut laporan bwfbadminton.com, Kamis malam.

Dalam catatan pertemuan keduanya, Praneeth unggul 3-2 atas Ginting, dengan pertemuan terakhir di BWF Total Championships 2019 berujung pada kemenangan bagi Praneeth.
  Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis Inggris Toby Penty pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa (20/8/2019). Anthony Ginting lolos ke babak berikutnya setelah menang dengan skor 21-11, 21-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/hp.

Pada pertandingan babak kedua hari Kamis, Indonesia harus kehilangan dua wakilnya yaitu Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto.

Tommy terhenti di babak kedua setelah dikalahkan peringkat pertama dunia Kento Momota dari Jepang dengan skor 21-10, 21-11.

Sedangkan Shesar, yang di babak pertama mengalahkan Jonatan Christie, harus mengakui keunggulan Ng Ka Long Angus (Hongkong) dengan skor telak 21-10, 21-10.

Baca juga: Shesar kalah, tunggal putra Indonesia sisakan Ginting di China Open

Baca juga: Ginting tak ingin terbebani gelar juara bertahan di China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wahyu/Ade gagal ikuti langkah The Daddies ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pada laga ganda putra Kamis malam yang menurunkan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso harus berakhir dengan nasib berbeda.

Hendra/Ahsan berhasil mengalahkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko di babak kedua dan lolos ke perempat final menyusul Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sudah terlebih dulu lolos.

The Daddies mengalahkan pasangan asal Jepang dengan rubber game 18-21, 21-17, 21-16, berdasarkan data yang dirilis bwfbadminton.com, Kamis malam.

Sedangkan pasangan Wahyu/Ade terpaksa terhenti di babak kedua setelah ditundukkan Li Jun Hui/Liu Yu Chen asal China yang merupakan pasangan ganda putra peringkat tiga dunia.

Baca juga: Kemenangan Minions jadi pembalasan kekalahan di Kejuaraan Dunia

Wahyu/Ade kalah melalui rubber game sebelum akhirnya kalah 19-21, 21-14, 21-13 dari Li/Liu.

Dengan hasil tersebut, sejauh ini Indonesia memiliki tiga wakil dari sektor ganda putra pada babak perempat final China Open 2019.

Di babak delapan besar, Kevin/Marcus akan bertemu dengan Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia, Fajar/Rian akan menghadapi peringkat empat dunia Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang, dan Hendra/Ahsan juga akan menghadapi lawan dari Jepang yang menjadi peringkat lima dunia, yaitu Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perempat final China Open, Owi/Winny optimistis hadapi unggulan kedua

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow mengaku optimistis menghadapi unggulan kedua asal China Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping di babak perempat final turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019.

“Mereka (Wang/Huang) cukup kuat. Tapi sebetulnya kalau bisa menerapkan pola yang benar, kami bisa menghadapi mereka. Kami harus optimistis,” kata Tontowi seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Kamis.

Lebih lanjut, pebulu tangkis yang lebih akrab disapa Owi itu mengaku akan berjuang untuk lebih konsisten dalam menerapkan pola permainan dalam pertandingan perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (20/9) besok.

“Kami harus bisa menggunakan pola permainan yang benar saat menghadapi mereka, dan harus konsisten menerapkan pola itu dari awal sampai akhir permainan. Kami harus optimistis bahwa kami bisa,” ujar Owi.

Sementara itu, dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (19/9), Owi/Winny berhasil menyingkirkan unggulan kelima asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam tiga gim dengan skor 17-21, 23-21, 21-18.

Berkaitan dengan laga tersebut, dia mengaku bermain dengan lebih berani, namun tetap harus menjaga ketenangan. Dengan begitu, pasangan asal negeri Jiran tersebut dapat dikalahkan pada gim penentu.

“Di gim pertama, kami kurang cerdik, makanya poinnya kejar-kejaran. Tapi di gim kedua dan ketiga kami lebih nekad. Saya sudah sering ketemu Chan/Goh, sudah tahu pola mainnya. Jadi tinggal kondisi dan ketenangan di lapangan saja yang menentukan,” ungkap Owi.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 berhadiah total 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) itu akan digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China pada Jumat (20/9) besok mulai pukul 11.00 waktu Changzhou.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shesar ungkapkan alasan kekalahan di babak kedua China Open

Jakarta (ANTARA) – Shesar Hiren Rhustavito, wakil Indonesia di nomor tunggal putra, menuturkan alasan kekalahannya dalam laga babak kedua China Open 2019 dari Ng Ka Long Angus (Hong Kong) dan menyerah dua gim langsung dengan skor 10-21, 10-21.

Ia tidak bisa mengembangkan permainannya dan sering tertinggal jauh dari Angus, bahkan saat mencoba mengubah pola permainan di gim kedua tetap tidak bisa lepas dalam tekanan lawan.

“Saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan, ditekan terus. Di gim kedua, saya sudah coba ubah permainan, tapi sudah kalah start dari awal. Dia sudah bisa mengendalikan permainan saya,” kata Shesar melansir laporan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Angus menutup ketat permainan Shesar dan tidak memberikan kesempatan untuk menyerang, baik dari depan net maupun area belakang lapangan.

Shesar menampik kekalahannya tersebut akibat turunnya stamina setelah menghadapi unggulan keempat yang juga rekan se-pelatnas, Jonatan Christie, dengan skor 23-21, 18-21, 21-10 di babak pertama.

“Kelelahan sih tidak ya, karena kemarin ada libur satu hari. Hari ini saya mainnya yang tidak bisa penuh, masalahnya lebih ke teknis dan tidak bisa berkembang mainnya,” tutur Shesar.

Dengan kekalahan Shesar tersebut, di nomor tunggal putra tinggal menyisakan Anthony Sinisuka Ginting yang memegang gelar juara bertahan.

Anthony pada malam ini akan bertanding melawan Kahsyap Parupalli dari India.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekuk unggulan kelima, Owi/Winny melaju ke perempat final China Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow berhasil melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (19/9), melansir laman resmi BWF, Tontowi (Owi)/Winny mampu mengatasi kekuatan pasangan unggulan kelima asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dan menang dalam tiga gim berdurasi 65 menit dengan skor 17-21, 23-21, 21-18.

Pada gim pertama, pertandingan berjalan sangat ketat. Kedua pasangan itu saling susul menyusul poin. Kedudukan keduanya juga sempat imbang beberapa kali. Akan tetapi di poin-poin kritis, Owi/Winny tertinggal dan akhirnya kalah dengan skor 17-21.

Lanjut di gim kedua, persaingan antara keduanya semakin ketat. Di awal permainan, Owi/Winny sempat unggul. Namun tak lama kemudian, lawan langsung mengejar dan membalikkan keadaan.

Baca juga: Shesar kalah, tunggal putra Indonesia sisakan Ginting di China Open

Mendekati poin-poin kritis, kedudukan keduanya kembali imbang berkali-kali. Namun, Owi/Winny berhasil merebut kemenangan dengan skor 23-21.

Di gim penentu, keduanya sama-sama mengerahkan seluruh kekuatan. Kejar-mengejar skor pun terus terjadi selama pertandingan, tidak jauh berbeda dengan gim pertama maupun gim kedua. Usai reli panjang, drama itu akhirnya dimenangkan oleh Owi/Winny dengan skor 21-18.

Owi/Winny dan Chan/Goh sudah pernah bertemu dua kali di lapangan, yaitu di turnamen All England 2019 dan Indonesia Open 2019. Dari dua pertemuan tersebut, kedudukan keduanya imbang 1-1, atau sama-sama pernah satu kali mengalahkan satu sama lain.

Baca juga: Ganda campuran Rinov/Pitha terhenti di babak kedua China Open

Owi/Winny unggul di All England 2019, sedangkan Chan/Goh unggul di turnamen Indonesia Open 2019.

Sebelum melangkah ke babak dua China Open 2019, di babak pertama Owi/Winny menaklukkan pasangan Rusia Rodion Alimov/Alina Davletova dalam tiga gim dengan skor 21-13, 16-21, 26-24.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani melenggang ke perempat final China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang dilangsungkan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (19/9), melansir laman BWF, Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan asal Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen dalam tiga gim selama 60 menit dengan skor 21-14, 15-21, 21-18.

Di gim pertama, Greysia/Apriyani terus memimpin perolehan angka. Berkali-kali lawannya mencoba mengejar, namun tidak pernah berhasil. Akhirnya, gim pertama itu pun berhasil dimenangkan oleh Greysia/Apriyani dengan skor 21-14.

Pada gim kedua, Maiken/Sara mulai melawan dengan terus merebut poin demi poin. Serangan yang tak henti-hentinya pun terus dihujankan kepada Greysia/Apriyani hingga akhirnya Maiken/Sara unggul dengan skor 21-15.

Berbeda dengan dua gim sebelumnya, di gim ketiga Greysia/Apriyani kembali bangkit. Serangan-serangan tajam pasangan Denmark itu berhasil ditepis dengan baik, dan Greysia/Apriyani pun menang dengan skor 21-18.

Greysia/Apriyani dan Maiken/Sara sudah pernah bertemu empat kali di lapangan, yaitu sejak turnamen French Open 2017. Dari empat pertemuan tersebut, Greysia/Apriyani tercatat sama sekali belum pernah kalah dari pasangan Denmark itu.

Sebelum melangkah ke babak dua China Open 2019, di babak pertama Greysia/Apriyani berhasil menyingkirkan pasangan asal Inggris Chloe Birch/Lauren Smith dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-15.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian fokuskan fisik untuk hadapi Kamura/Sonoda di perempat final

Pemain Jepang itu ulet, tidak mudah mati sendiri. Kami harus siapkan fisik, mental dan stamina.

Jakarta (ANTARA) – Usai melalui babak kedua, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sukses melaju ke babak delapan besar harus berhadapan dengan pasangan peringkat empat dunia dari Jepang, yaitu Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, yang sampai sekarang unggul 5-3 dalam catatan pertemuan mereka.

Menyikapi pertemuan itu, Fajar/Rian mengaku akan menyiapkan ketahanan fisik untuk mengimbangi permainan Kamura/Sonoda di babak selanjutnya.

“Pemain Jepang itu ulet, tidak mudah mati sendiri. Kami harus siapkan fisik, mental dan stamina. Kalau permainan tergantung di lapangan, yang harus disiapkan itu fokusnya dan harus lebih sabar,” tutur Fajar melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Minions dan Fajar/Rian amankan tiket ke perempat final China Open

Fajar/Rian sukses mengamankan tiket perempat final usai mengalahkan Lu Ching Yao/Yang Po Han (China Taipei) dengan pertandingan dua set langsung 21-19, 21-19 selama 39 menit.

Menyikapi hasil pertandingan tersebut, mereka mengaku masih belum puas dengan penampilan mereka karena mereka masih banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di saat-saat kritis.

“Lawan hari ini bermain bagus, lebih bagus dibanding pertemuan kami sebelumnya di Japan Open 2019. Mereka tidak mudah dimatikan dan kami sudah unggul beberapa poin, tapi masih banyak kesalahan yang tidak perlu. Harusnya kami bisa jaga keunggulan, bola yang harusnya nggak mati malah mati,” kata Fajar soal pertandingan.

Baca juga: Shesar kalah, tunggal putra Indonesia sisakan Ginting di China Open

Baca juga: Kemenangan Minions jadi pembalasan kekalahan di Kejuaraan Dunia

Menurut Rian, kemenangan yang mereka cetak juga tidak terlepas dari usaha menjaga konsentrasi selama pertandingan dan tidak memikirkan hasil baik atau buruk dari pertandingan ini.

“Memang tadi sudah unggul tapi masih banyak mati sendiri. Kami mencoba untuk fokus terus, tidak memikirkan menang kalah dulu. Dan yang penting jangan sampai mati sendiri,” tambah Rian.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenangan Minions jadi pembalasan kekalahan di Kejuaraan Dunia

Jakarta (ANTARA) – Kemenangan yang didapat ganda putra peringkat satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang dijuluki Minions atas Choi Solgyu/Seo Seung Jae menjadi pembalasan dari kekalahan yang dialami pada Kejuaraan Dunia 2019.

Minions mengalahkan pasangan dari Korea Selatan itu 22-20, 18-21, 23-21 pada babak kedua China Open 2019, Kamis,  dan merebut tiket perempat final.

“Hari ini kami banyak dapat lucky point di akhir-akhir. Memang tidak mudah melawan mereka, poinnya pun hampir mirip dengan di pertemuan sebelumnya,” kata Marcus melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Minions dan Fajar/Rian amankan tiket ke perempat final China Open

Dalam pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium ini, Kevin/Marcus dipaksa kerja keras menghadapi Choi/Seo yang diwarnai kejar-kejaran angka sejak gim pertama dan bahkan adu servis di penghujung gim ketiga.

“Lawan memang bermain bagus, mereka punya serangan yang tajam, kami sering berada di bawah tekanan,” kata Kevin mengomentari pertandingannya.

Tampil lebih tenang menjadi kunci kemenangan Minions dalam duel kali ini. Di saat-saat servis, Kevin/Marcus lebih mengatur permainan namun tetap tampil agresif.

Baca juga: Shesar kalah, tunggal putra Indonesia sisakan Ginting di China Open

“Di poin-poin akhir kami lebih tenang, tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Kami tetap menjaga fokus terus,” ujar Kevin.

Sebelumya, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sudah lebih dulu mengamankan posisinya di babak delapan besar China Open, sedangkan dua wakil lainnya yaitu Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso baru akan bertanding malam ini.

Baca juga: Ganda campuran Rinov/Pitha terhenti di babak kedua China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalah di China Open, Rinov/Pitha akui banyak lakukan kesalahan

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari mengaku banyak melakukan kesalahan sendiri saat mengalami kekalahan pada babak kedua turnamen China Open 2019 yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Kamis, Rinov/Pitha ditaklukkan pasangan asal Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung dalam dua gim dengan skor 15-21, 18-21.

“Memang tadi kedudukan kami sempat imbang beberapa kali, tapi kami malah banyak melakukan kesalahan sendiri. Kalau dari pola, lawan memang lebih konsisten menerapkan pola permainan,” kata Rinov seperti dikutip laman resmi PBSI, Kamis.

Baca juga: Ganda campuran Rinov/Pitha terhenti di babak kedua China Open

Lebih lanjut, dia mengatakan kesalahan-kesalahan sendiri yang kerap dilakukan itu akhirnya malah membuatnya tidak dapat menerapkan pola permainan dan strategi yang sebelumnya telah direncanakan di lapangan.

“Sebetulnya tadi kami sudah menemukan banyak celah kelemahan lawan, tapi kami malah banyak melakukan kesalahan sendiri. Mungkin kedepannya kami harus cari cara untuk mengatasi keadaan kalau sedang banyak melakukan kesalahan seperi itu,” tutur Rinov.

Sementara itu, Pitha menambahkan selain dari segi konsistensi, pasangan unggulan ketujuh asal negeri ginseng tersebut juga dinilai memiliki pukulan servis yang baik.

Baca juga: Shesar kalah, tunggal putra Indonesia sisakan Ginting di China Open

“Sebetulnya banyak lawan yang lebih kuat dan berbahaya. Tapi Seo/Chae unggul dari servis dan bola sambungannya, terutama pukulan kedua dan ketiga setelah servis. Pukulan mereka bagus sekali, makanya bisa cepat sekali dapat poin,” ungkap Pitha.

Dengan kekalahan di China Open 2019 itu, maka Rinov/Pitha tidak dapat melanjutkan ke babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) tersebut.

Saat ini Indonesia masih memiliki satu wakil ganda campuran yang akan berlaga di babak dua, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang akan berhadapan dengan unggulan kelima asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Baca juga: Tommy Sugiarto dihentikan Momota di babak kedua China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shesar kalah, tunggal putra Indonesia sisakan Ginting di China Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia kembali kehilangan wakilnya pada nomor tunggal putra setelah Shesar Hiren Rhustavito kalah oleh Ng Ka Long Angus pada babak kedua China Open 2019, sehingga tinggal menyisakan Anhony Sinisuka Ginting.

Shesar harus mengakui keunggulan permainan Angus dengan dua gim langsung 21-10, 21-10 hanya dalam 34 menit, di Olympic Sports Gymnasium Changzhou China, Kamis siang.

Kekalahan tersebut membuat rekor pertemuan Shesar dengan pemain asal Hong Kong itu menjadi 0-2, menurut data laman resmi BWF, Kamis.

Baca juga: Tommy Sugiarto dihentikan Momota di babak kedua China Open

Pada Kamis pagi, tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto sudah lebih dulu tersingkir dari turnamen tersebut setelah dikalahkan pemain peringkat satu dunia Kento Momota dari Jepang.

Dengan hasil ini maka skuat Merah Putih tinggal menyisakan Anthony Sinisuka Ginting, yang akan berhadapan dengan Parupalli Kashyap dari India.

Dalam catatan pertemuan keduanya, Ginting lebih unggul dari Kashyap dengan mencatatkan skor kemenangan 4-0 dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Baca juga: Ginting tak ingin terbebani gelar juara bertahan di China Open

Baca juga: Ganda campuran Rinov/Pitha terhenti di babak kedua China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda campuran Rinov/Pitha terhenti di babak kedua China Open

Jakarta (ANTARA) – Langkah ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari terhenti di babak kedua turnamen China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Kamis (19/9), pasangan Rinov/Pitha ditaklukkan oleh pasangan unggulan ketujuh asal Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung dalam dua gim berdurasi 34 menit dengan skor akhir 15-21, 18-21, demikian hasil pertandingan dalam laman BWF.

Pada gim pertama, Rinov/Pitha terus dihujani dengan serang-serangan dari Seo/Chae, mulai dari awal hingga akhir permainan. Rinov/Pitha pun tak mampu mengantisipasi serangan tersebut hingga akhirnya kalah dengan skor 15-21.

Pada gim kedua, Rinov/Pitha mulai menunjukkan perlawanan. Beberapa pukulan Seo/Chae berhasil diantisipasi. Kedudukan keduanya sempat imbang dan Rinov/Pitha juga beberapa kali memimpin perolehan angka.

Baca juga: Tommy Sugiarto dihentikan Momota di babak kedua China Open

Sayangnya, pada poin-poin kritis, Rinov/Pitha kembali tidak mampu lagi mengejar Seo/Chae dan akhirnya kembali menelan kekalahan dengan skor 18-21.

Dengan hasil tersebut, maka Rinov/Pitha harus rela menerima kekalahan dan tidak dapat melanjutkan ke babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar AS.

Baca juga: Ringkasan pertandingan, 10 wakil Indonesia ke babak dua China Open

Rinov/Pitha dan Seo/Chae sudah pernah bertemu satu kali di lapangan, yaitu di turnamen Barcelona Spain Masters yang digelar Februari 2019. Kala itu, Seo/Chae mengalahkan Rinov/Pitha dalam tiga gim dengan skor 21-15, 16-21, 21-15.

Sebelum melangkah ke babak dua, Rinov/Pitha telah menyingkirkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dalam tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-12.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tommy Sugiarto dihentikan Momota di babak kedua China Open

Jakarta (ANTARA) – Salah satu wakil Indonesia di sektor tunggal putra Tommy Sugiarto gagal melewati babak kedua turnamen bulu tangkis China Open 2019 setelah dihentikan peringkat satu dunia asal Jepang Kento Momota dengan skor 10-21, 11-21.

Pada pertandingan yang berlangsung di Olympic Sports Gymnasium Changzhou, China, Kamis, Tommy ditundukkan Momota dalam pertandingan yang berlangsung selama 37 menit, demikian dilaporkan laman BWF.

Momota selanjutnya akan bertemu dengan rekan senegaranya Kanta Tsuneyama pada babak perempat final.

Baca juga: Ginting tak ingin terbebani gelar juara bertahan di China Open

Pada sektor tunggal putra, Indonesia masih menyisakan Anthony Sinisuka Ginting dan Shesar Hiren Rhustavito yang akan menjalani laga babak kedua hari ini.

Usai mengalahkan Kenta Nishimoto pada babak pertama, Ginting akan melanjutkan pertaruhannya sebagai juara bertahan dengan menghadapi Parupalli Kashyap dari India.

Ginting lebih unggul dari Kashyap dengan mencatatkan skor kemenangan 4-0 dalam pertemuan sebelumnya.

Sementara Shesar akan menghadapi Ng Ka Long Angus dari Hongkong, dengan catatan pertemuan sementara 1-0 bagi Angus.

Baca juga: Ringkasan pertandingan, 10 wakil Indonesia ke babak dua China Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Babak kedua China Open, Tommy Sugiarto tantang Momota

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto akan menantang pemain peringkat satu dunia Kento Momota yang berasal dari Jepang pada babak kedua turnamen bulu tangkis China Open 2019 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China, Kamis.

Tommy merupakan salah satu dari 10 wakil Indonesia yang meneruskan perjalanan mereka pada babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 1000 tersebut.

Tommy dan Momota sudah pernah bertemu delapan kali di lapangan, yakni sejak turnamen Adidas China Masters 2013. Dari delapan pertemuan tersebut, Tommy tercatat baru tiga kali menang atas pemain Jepang tersebut.

Baca juga: Ginting tak ingin terbebani gelar juara bertahan di China Open

Terakhir, keduanya bertemu pada turnamen HSBC BWF World Tour Finals 2018 yang digelar di Guangzhou, China. Waktu itu, Momota menaklukkan Tommy dalam dua gim dengan skor 21-14, 21-8.

Selain Tommy, Indonesia masih memiliki dua wakil tunggal putra lainnya yang akan tampil di babak kedua China Open 2019, yaitu Shesar Hiren Rhustavito yang akan melawan pemain Hong Kong Ng Ka Long Angus, dan Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Parupalli Kashyap dari India.

Selanjutnya di sektor ganda putri, satu-satunya wakil tim Garuda, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan bertemu dengan pasangan asal Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.

Baca juga: Greysia/Apriyani siapkan mental jelang babak dua China Open 2019

Sementara itu, di sektor ganda putra terdapat empat perwakilan, antara lain Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan berhadapan dengan pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Lu Ching Yao/Yang Po Han dari Chinese Taipei.

Lalu, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjamu pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso menghadapi unggulan ketiga China Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Baca juga: Babak pertama China Open 2019, Owi/Winny singkirkan Alimov/Davletova

Terakhir, ada dua wakil di sektor ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang akan bertemu dengan unggulan ketujuh Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan unggulan kelima Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Pertandingan babak kedua turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar AS tersebut akan dilaksanakan pada Kamis (19/9) mulai pukul 10.00 waktu Changzhou.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan pertandingan, 10 wakil Indonesia ke babak dua China Open

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia berhasil meloloskan sebanyak 10 wakil ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 Victor China Open 2019 yang diselenggarakan mulai 17 hingga 22 September 2019 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam lanjutan pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (18/9), tercatat ada tujuh wakil Indonesia yang berlaga. Lima diantaranya sukses melangkah ke babak dua, sedangkan dua wakil lainnya terhenti.

Lima perwakilan Tim Garuda yang sukses melangkah ke babak dua itu terdiri dari satu tunggal putra, satu ganda putri, dua ganda putra dan satu ganda campuran.

Di sektor tunggal putra, Indonesia diwakili oleh Anthony Sinisuka Ginting yang menang atas pebulutangkis asal Jepang Kenta Nishimoto dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Lalu, ada satu wakil di sektor ganda putri, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menumbangkan pasangan Inggris Chloe Birch/Lauren Smith dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-15.

Kemudian di sektor ganda putra, ada dua pasangan yang lolos, diantaranya Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Wahyu/Ade sukses menghentikan langkah pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge dan menang dengan skor 22-20, 21-19, sedangkan Ahsan/Hendra mengalahkan pasangan India Attri Manu/Reddy B Sumeeth dengan skor 21-15, 21-15.

Di sektor ganda campuran, terdapat satu perwakilan, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang menyingkirkan pasangan Rusia Rodion Alimov/Alina Davletova dengan perolehan 21-13, 16-21, 26-24.

Sementara itu, dua wakil yang terhenti pada hari ini, diantaranya tunggal putri Fitriani yang ditaklukkan oleh Kim Ga Eun asal Korea Selatan dengan skor 21-12, 12-21, 13-21 dan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang kalah dari pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 14-21, 19-21 .

Sebelumnya pada Selasa (17/9) kemarin, sudah ada lima wakil tim Merah Putih yang lolos lebih dulu, antara lain ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Shesar Hiren Rhustavito, serta dua ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Dengan demikian, secara keseluruhan terdapat 10 wakil Indonesia tampil di babak dua yang akan dilaksanakan pada Kamis (19/9) besok mulai pukul 10.00 waktu Changzou.

Baca juga: Babak pertama China Open 2019, Owi/Winny singkirkan Alimov/Davletova

Baca juga: Greysia/Apriyani siapkan mental jelang babak dua China Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting tak ingin terbebani gelar juara bertahan di China Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Gintinng mengaku tidak ingin terlalu memikirkan statusnya sebagai juara bertahan di turnamen China Open karena ingin lebih fokus pada jalannya pertandingan.

“Saya tidak mau memikirkan kalau saya juara bertahan, fokus pada (pertandingan) yang ini saja,” ujar Ginting melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu malam.

Usai mengalahkan Kenta Nishimoto di babak pertama, selanjutnya di babak 16 besar pebulutangkis asal Cimahi Jawa Barat ini akan bertemu Parupalli Kashyap dari India.

Menyikapi pertemuan itu, Ginting pun enggan merasa lebih unggul karena berbekal gelar sebagai unggulan ketujuh di turnamen ini.

“Mau lawan siapa pun sekarang tidak boleh lengah. Status unggulan hanya di atas kertas, di lapangan kan beda lagi. Kalau tahun lalu saya dapat undian berat, tahun ini pun juga tidak mudah,” pungkas Ginting menambahkan.

Ginting menyelesaikan laga pertamanya di China Open 2019 BWF World Tour Super 1000 dengan kemenangan rubber game atas Nishimoto (Jepang) dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Dengan demikian, ia menyusul langkah Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto yang sudah lebih dulu lolos ke babak kedua pada pertandingan hari Selasa.

Ginting bermain cukup baik di babak pertama meski sempat tertinggal 1-5 di gim pertama, namun ia mengejar dan menyamakan kedudukan.

Di gim kedua ia pun sempat ketinggalan di awal, akan tetapi ia mampu mengambil kendali permainan dan menghentikan Nishimoto. Namun sayangnya ia banyak melakukan kesalahan sendiri.

Lalu di gim ketiga ia langsung tancap gas dan tidak memberikan kesempatan pada Nishimoto untuk berkembang.

“Pada gim ketiga, saya memanfaatkan pergerakan kaki lawan yang sudah tidak secepat sebelumnya. Saya tetap banyak menyerang, tapi variasikan dengan reli-reli panjang juga. Kalau di gim kedua saya kalah karena lawan bermain lebih agresif, lebih banyak inisiatif menyerang. Kondisi lapangan di gim kedua ‘menang angin’, jadi pola main dan strateginya beda lagi dengan di gim pertama,” tutur Ginting menceritakan.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Daddies dan Wahyu/Ade perbanyak wakil Indonesia di babak kedua

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berhasil menambah wakilnya di sektor ganda putra setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso lolos ke babak kedua turnamen bulu tangkis China Open 2019.

Pasangan ganda putra Hendra/Ahsan secara mudah lolos ke babak 16 besar China Open 2019 setelah mengalahkan Attri Manu/Reddy Sumeeth (India) 21-15, 21-15 di babak pertama.

The Daddies mengalahkan Manu/Sumeeth hanya dalam waktu 25 menit di Olympic Sports Gymnasium Changzhou China, Rabu malam.

Kemenangan tersebut sekaligus menambah angka catatan kemenangan mereka menjadi 5-0 atas Manu/Sumeeth.

Selanjutnya, di babak kedua Hendra/Ahsan akan menghadapi Takuto Inoue/Yuki Kaneko dari Jepang, yang akan menjadi pertemuan perdana kedua pasangan tersebut.

Indonesia juga berhasil menambah wakil keempatnya di sektor ganda putra melalui Wahyu/Ade yang juga lolos ke babak kedua.

Wahyu/Ade berhasil melalui Marcus Ellis/Chris Langridge dari Inggris dengan skor 22-20, 21-19.

Namun di babak kedua mereka akan menghadapi tantangan berat karena bertemu dengan peringkat tiga dunia asal China yaitu Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Pada pertemuan pertama mereka di Denmark Open 2018, Wahyu/Ade harus mengakui keunggulan Li/Liu dan mencatatkan 0-1 dalam catatan pertemuan mereka.

Baca juga: Babak pertama China Open 2019, Owi/Winny singkirkan Alimov/Davletova
Baca juga: Tekuk Birch/Smith, Greysia/Apriyani ke babak dua China Open

Selain Hendra/Ahsan dan Wahyu/Ade, sebelumnya pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon juga sudah mengamankan posisinya di babak kedua setelah mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dengan skor 21-17, 21-15 di babak pertama.

Lalu ada juga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menundukkan Bodin Isara/Maneepong Jongjit dari Thailand dengan skor 21-14, 21-11.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting lalui Nishimoto di babak pertama melalui rubber game

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting berhasil melalui babak pertama usai mengalahkan pebulutangkis Jepang Kenta Nishimoto dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Ginting yang merupakan peringkat tujuh dunia, harus meladeni permainan Nishimoto selama satu jam 12 menit di Olympic Sports Gymnasium Changzhou China, Rabu malam.

Baca juga: Anthony Ginting diminta bermain lebih fokus di China Open 2019

Selanjutnya, Ginting masih menanti calon lawan di babak kedua, yaitu Parupalli Kashyap dari India atau Brice Leverdez dari Prancis yang masih menjalani pertarungan babak pertama mereka.

Pada babak 16 besar, sektor tunggal putra masih menyisakan Tommy Sugiarto, Shesar Hiren Rhustavito, dan tentunya Ginting.

Tommy akan bertemu lawan yang terbilang sulit yaitu Kento Momota yang merupakan pebulutangkis peringkat pertama dunia asal Jepang, sementara Shesar yang melalui “perang saudara” di babak pertama, akan menghadapi Ng Ka Long Angus dari Hongkong.

Sebelumnya Shesar mengalahkan Jonatan Christie di babak pertama dengan rubber game 23-21, 18-21, 21-10.

Baca juga: The Daddies dan Wahyu/Ade perbanyak wakil Indonesia di babak kedua

Baca juga: Babak pertama China Open 2019, Owi/Winny singkirkan Alimov/Davletova

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani siapkan mental jelang babak dua China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mulai mempersiapkan mental menjelang laga babak dua turnamen Victor China Open 2019 yang akan diselenggarakan pada Kamis (19/9) di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Pada laga babak kedua turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) tersebut, Greysia/Apriyani akan berhadapan dengan pasangan Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.

“Untuk pertandingan babak kedua besok tinggal bagaimana kami mempersiapkan diri. Yang penting kami harus siap dulu, terutama siap secara mental,” kata Greysia seperti dikutip Antara melalui laman resmi PBSI, Rabu.

Menurut dia, persiapan mental itu sangat penting karena tipikal pemain Eropa kadang suka membuat lawan merasa down atau tidak percaya diri secara down. Oleh karena itu, mental harus dipersiapkan dengan baik sebelum bertanding.

Baca juga: Tekuk Birch/Smith, Greysia/Apriyani ke babak dua China Open

Baca juga: Fitriani kalah, habis sudah tunggal putri Indonesia di China Open 2019

“Kalau soal lawan, memang tipe pemain Eropa rata-rata begitu, suka bikin mental down, jadi tidak percaya diri, tidak yakin. Tapi seperti yang sudah disampaikan pelatih, kita harus tetap berusaha untuk tampil percaya diri,” ujar Greysia.

Lebih lanjut, dia menuturkan perbedaan antara pemain Inggris dengan pemain Denmark yaitu terletak pada tempo permainannya. Pemain Inggris bermain dengan tempo yang cepat, sedangkan tempo pemain Denmark lebih lambat.

“Walaupun sama-sama pemain Eropa, tipe permainan pasangan Denmark dan Inggris berbeda. Kalau pasangan Inggris terburu-buru, main cepat. Kalau pasangan Denmark lebih lambat temponya, namun tipe permainannya mirip dengan Inggris,” tutur Greysia.

Sebelum melangkah ke babak dua, pasangan rangking lima dunia itu berhasil memetik kemenangan di babak pertama usai mengalahkan Chloe Birch/Lauren Smith asal Inggris dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-15.

Baca juga: China Open 2019, Gregoria akui masih banyak kekurangan

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekuk Birch/Smith, Greysia/Apriyani ke babak dua China Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (18/9), Greysia/Apriyani menaklukkan pasangan asal Inggris Chloe Birch/Lauren Smith dalam dua gim berdurasi 41 menit dengan skor 21-18, 21-15.

Gim pertama antara Greysia/Apriyani dan Birch/Smith berjalan ketat. Keduanya saling susul-menyusul perolehan angka dan terus menyerang satu sama lain. Akan tetapi, pertarungan itu dimenangkan oleh Greysia/Apriyani dengan skor 21-18.

Baca juga: China Open 2019, Shesar: Saya tak menyangka bisa kalahkan Jojo

Baca juga: Susy Susanti dorong semua pemain tampil maksimal di China Open 2019

Selanjutnya di gim kedua, Greysia/Apriyani yang merupakan unggulan kelima itu tampak lebih bersemangat. Serangan yang tak henti-henti terus ditujukan kepada pasangan Inggris tersebut, hingga akhirnya Greysia/Apriyani itu kembali unggul dengan perolehan 21-15.

Atas hasil tersebut, Greysia/Apriyani berhak melangkah ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) itu dan akan bertemu dengan pasangan Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen.

Sebelumnya, Greysia/Apriyani dan Birch/Smith sudah pernah bertemu dua kali di lapangan, yaitu di turnamen All England 2019 dan Sudirman Cup 2019. Dari kedua pertemuan itu, Greysia/Apriyani tercatat selalu menang atas pasangan Inggris tersebut.

Baca juga: China Open 2019 – Hafiz/Gloria: kami sudah berusaha maksimal

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019 – Hafiz/Gloria: kami sudah berusaha maksimal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin saat menjalani laga babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung pada Rabu (18/9).

Bermain di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Hafiz/Gloria ditundukkan oleh pasangan asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam dua gim yang berjalan selama 44 menit dengan skor 14-21, 19-21.

Atas hasil tersebut, Hafiz/Gloria tidak dapat meneruskan perjalanannya ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) itu.

“Hari ini kami sudah bermain dengan maksimal. Kami sudah coba semuanya. Tapi kami memang belum bisa menemukan strategi yang tepat kalau ketemu pasangan Thailand ini,” kata Gloria melalui laman resmi PBSI, Rabu.

Menurut dia, Dechapol/Sapsiree memiliki pertahanan yang bagus dan tidak mudah ditembus oleh lawan. Sementara itu, dia mengakui serangan-serangan yang ditujukan kepada lawan masih kurang akurat, sehingga tidak berbuah poin kemenangan.

“Pasangan Thailand ini pertahanannya bagus. Sedangkan akurasi serangan-serangan saya masih kurang. Selain itu, lawan juga sudah membaca pola main kami, sehingga kami dibuat berlari-lari, kewalahan,” ujar Gloria.

Baca juga: Fitriani akui Kim bukan lawan yang mudah

Lebih lanjut, Hafiz menambahkan pasangan Thailand itu juga jarang sekali melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Sedangkan penampilannya bersama Gloria kali ini diakuinya tidak konsisten, mulai dari awal hingga akhir permainan.

“Kami belum bisa bermain konsisten dari awal sampai akhir. Terlebih mereka juga jarang membuat kesalahan sendiri dan memang kuat sekali. Satu reli, mereka bisa sampai 20 pukulan. Kalau kami tidak kuat menghadapi pukulan-pukulan itu, maka tidak akan bisa menembus pertahanan mereka,” ungkap Hafiz.

Sampai dengan saat ini, dari empat wakil Indonesia di sektor ganda campuran, baru satu pasangan yang berhasil lolos ke babak dua turnamen Victor China Open 2019, yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

Sementara itu, dua wakil lainnya kandas di babak pertama, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sedangkan satu pasangan terakhir, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow masih menunggu giliran tampil pada malam hari ini.

Baca juga: China Open 2019, Shesar: Saya tak menyangka bisa kalahkan Jojo

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria gagal ke babak dua China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti di babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan yang dilangsungkan pada Rabu (18/9), Hafiz/Gloria ditundukkan oleh pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai Ponnappa dalam dua gim berdurasi 44 menit dengan skor 14-21, 19-21.

Pada gim pertama, melalui serangan tanpa henti, Dechapol/Sapsiree terus memimpin perolehan angka, mulai dari awal hingga akhir. Hafiz/Gloria pun tidak mampu mengejar sehingga kalah dengan skor 14-21.

Di gim kedua, Hafiz/Gloria mulai melawan. Di awal-awal permainan, Hafiz/Gloria unggul. Akan tetapi di menit ke-32, pasangan Thailand itu mampu menyamai kedudukan menjadi 13-13.

Kejar-mengejar poin terus terjadi selama berlangsungnya pertandingan. Kedua pasangan itu pun bergantian memimpin perolehan angka. Setelah reli panjang, Dechapol/Sapsiree kembali merebut kemenangan dengan skor 21-19.

Baca juga: Fitriani kalah, habis sudah tunggal putri Indonesia di China Open 2019

Baca juga: China Open 2019 hari kedua, tujuh wakil Indonesia siap bersaing

Atas hasil tersebut, Hafiz/Gloria harus rela menerima kekalahan dan tidak dapat melanjutkan ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 berhadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) itu.

Sebelumnya, Hafiz/Gloria dan Dechapol/Sapsiree sudah pernah bertemu tiga kali di lapangan, yaitu di turnamen China Open 2018, Hong Kong Open 2018 dan Badminton Asia Championships 2019.

Dari ketiga pertemuan tersebut, Hafiz/Gloria tercatat sama sekali belum pernah menang dari pasangan asal negeri gajah putih itu.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani akui Kim bukan lawan yang mudah

Lawan lebih mampu mengontrol sekaligus menekan saya di gim kedua dan ketiga

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengakui mengakui Kim Ga Eun asal Korea Selatan bukan merupakan lawan yang mudah untuk dikalahkan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Fitriani usai menjalani pertandingan babak pertama turnamen Victor China Open 2019 yang berlangsung pada Rabu (18/9) di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

“Bagi saya, dia (Kim Ga Eun) bukan lawan yang gampang dikalahkan. Pukulannya bagus-bagus dan tajam. Selain itu, pergerakannya juga konsisten, sehingga pertahanan saya harus betul-betul rapat,” kata Fitriani seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Baca juga: Fitriani kalah, habis sudah tunggal putri Indonesia di China Open 2019

Lebih lanjut, pebulu tangkis yang kini berusia 20 tahun itu menuturkan kondisi angin yang cukup kencang di lapangan menjadi salah satu kendala, sehingga terasa sulit bagi dia untuk mengendalikan laju shuttlecock. “Karena angin yang kencang itu, saya bermain lebih hati-hati, sering menahan-nahan pukulan. Namun ternyata lawan lebih mampu mengontrol sekaligus menekan saya di gim kedua dan ketiga. Akurasi dia pun bagus dan tepat,” tutur Fitriani.
 

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani (Foto: PBSI) (Foto: PBSI/) Selama berlangsungnya pertandingan tersebut, dia mengungkapkan pelatihnya, yaitu Rionny Mainaky, selalu memberikan nasihat dan dorongan semangat agar terus berjuang semaksimal mungkin saat menghadapi Kim.

“Di pertandingan tadi, pelatih sering memberikan semangat dan masukan-masukan, baik yang bersifat teknis maupun non-teknis. Saya dikasih tahu apa saja yang masih kurang dan apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya,” ungkap Fitriani.

Dalam laga babak pertama yang berlangsung pada Rabu (18/9), Fitriani ditaklukkan oleh Kim dalam tiga gim yang berjalan selama 52 menit dengan skor 21-12, 12-21, 13-21.

Atas hasil tersebut, maka Fitriani tidak dapat meneruskan perjalanannya ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) itu

Baca juga: Fitriani tembus perempat final Super 500 di Thailand Open

Baca juga: Fitriani harus benahi pola serangan

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019, Shesar: Saya tak menyangka bisa kalahkan Jojo

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Shesar Hiren Rhustavito mengaku terkejut dan tidak menyangka bisa mengalahkan rekannya sendiri Jonatan Christie (Jojo) pada babak pertama turnamen Victor China Open 2019 yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Selasa (17/9) kemarin, Shesar menaklukkan Jojo dalam tiga gim berdurasi 60 menit dengan skor 23-21, 18-21, 21-10. Dengan begitu, Shesar melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 tersebut.

“Sebetulnya saya merasa surprised juga, tidak menyangka bisa mengalahkan Jojo di turnamen sebesar ini. Alhamdulilah, saya bisa bermain dengan bagus dan bisa menang,” kata Shesar melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Lebih lanjut, pemain berusia 25 tahun itu mengaku sudah cukup mengenal pola permainan Jojo karena sering latihan bersama di pelatnas PBSI. Selain itu, dia juga mengaku berada dalam kondisi siap tanding saat menjalani laga pertama tersebut.

Baca juga: Fitriani kalah, habis sudah tunggal putri Indonesia di China Open 2019

“Kalau soal pola permainan, kami sudah sama-sama tahu polanya masing-masing karena sering latihan bareng. Strateginya adalah bermain maksimal, all in. Tapi selain itu, mungkin saya juga waktu itu lebih siap dari Jojo,” ujar Shesar.

Selanjutnya di babak dua turnamen bulu tangkis berhadiah total 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) tersebut, Shesar akan berhadapan dengan pemain asal Hong Kong Ng Ka Long Angus.

Baca juga: Minions lalui babak pertama usai kalahkan Hoki/Kobayashi

Sementara itu, Jojo menyesali penampilannya yang tidak konsisten sepanjang jalannya pertandingan. Padahal, pebulu tangkis rangking keenam dunia tersebut sudah beberapa kali mengungguli Shesar.

“Cukup disayangkan di gim pertama saya kalah, padahal saya sudah main dengan strategi yang pas. Di gim kedua, saya lebih ngotot, berani adu net dan drive. Tapi di gim ketiga, saya malah banyak melakukan kesalahan sendiri dari awal permainan,” ungkap Jojo.

Sebelumnya Shesar dan Jonatan sudah bertemu dua kali, yaitu di turnamen Malaysia Masters 2017 dan New Zealand Open 2019. Dari kedua pertemuan tersebut, Jonatan tercatat belum pernah kalah dari Shesar.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani kalah, habis sudah tunggal putri Indonesia di China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani belum berhasil mengantisipasi kekuatan pemain asal Korea Selatan Kim Ga Eun di babak pertama turnamen  Victor China Open 2019 pada Rabu (18/9).

Bermain di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China, Fitriani ditaklukkan oleh pebulu tangkis asal negeri Ginseng tersebut dalam tiga gim selama 52 menit dengan skor 21-12, 12-21, 13-21.

Pada gim pertama, melalui serangan tanpa henti, Fitriani terus memimpin perolehan angka, mulai dari awal hingga akhir. Pertandingan itu pun diakhiri dengan kemenangan Fitriani atas Kim dengan skor 21-12.

Berlanjut di gim kedua, Kim mulai menunjukkan perlawanan. Poin keduanya pun saling susul-menyusul. Namun, kuatnya perlawanan Kim tidak mampu diatasi oleh Fitriani, sehingga Kim berhasil merebut kemenangan dengan skor 21-12.

Pada gim penentu, Kim terus memimpin perolehan angka, mulai dari awal hingga akhir permainan. Fitriani pun tampak kewalahan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar dan menyamai kedudukan dengan lawannya itu.

Pebulu tangkis Indonesia Fitriani berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis Taiwan Tai Tzu Ying pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8/2019). Fitriani kalah dengan skor 15-21, 14-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) Akan tetapi, perlawanan Kim rupanya lebih kuat daripada Fitriani sehingga mampu memenangkan gim terakhir itu dengan skor 21-13.

Atas hasil tersebut, Fitriani harus menerima kekalahan dan tidak dapat melanjutkan ke babak dua turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta Dolar Amerika Serikat (AS) itu.

Pertemuan antara Fitriani dan Kim di turnamen Victor China Open 2019 itu merupakan kali pertama. Sebelumnya, kedua pebulu tangkis tersebut tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan.

Sebelumnya pada Selasa (17/9) kemarin, wakil tunggal putri Indonesia lainnya, yakni Gregoria Mariska Tunjung juga terhenti di babak pertama usai dikalahkan oleh pebulutangkis asal Amerika Serikat (AS) Beiwen Zhang dengan skor 21-14, 19-21,16-21.

Dengan demikian, tidak ada lagi perwakilan Tim Merah Putih di turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berhadiah total mencapai 1 juta dolar AS tersebut.

Baca juga: China Open 2019 hari kedua, tujuh wakil Indonesia siap bersaing

Baca juga: Ringkasan pertandingan, lima wakil Indonesia ke babak dua China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019 hari kedua, tujuh wakil Indonesia siap bersaing

Jakarta (ANTARA) – Tujuh wakil Indonesia siap berlaga dan bersaing di babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China mulai 17 hingga 22 September 2019.

Ketujuh wakil yang akan bertanding di babak penyisihan 32 besar yang berlangsung pada Rabu (18/9) itu terdiri dari satu tunggal putra, satu tunggal putri, dua ganda putra, satu ganda putri dan dua ganda campuran.

Di sektor tunggal putra, satu-satunya wakil Indonesia, yakni unggulan ketujuh Anthony Sinisuka Ginting akan berhadapan dengan pebulu tangkis asal Jepang Kenta Nishimoto.

Baca juga: Anthony Ginting diminta bermain lebih fokus di China Open 2019

Baca juga: Shesar tundukkan Jojo di babak pertama China Open

Kemudian di sektor tunggal putri, Fitriani akan bertemu dengan pemain asal Korea Selatan Kim Ga Eun.

Selanjutnya di sektor ganda putra, Indonesia memiliki dua wakil, yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan melawan pasangan India Attri Manu/Reddy B Sumeeth, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso menghadapi Marcus Ellis/Chris Langridge dari Inggris.

Di sektor ganda putri, Indonesia diwakili oleh unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang akan berhadapan dengan pasangan asal Inggris Chloe Birch/Lauren Smith.

Sementara itu, di sektor ganda campuran ada dua wakil yang akan tampil, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan Rodion Alimov/Alina Davletova dari Rusia, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja bertemu unggulan keempat Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Baca juga: Tommy tuntaskan babak pertama dua gim langsung

Kelanjutan babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 dengan hadiah total mencapai 1 juta Dolar Amerika Serikat tersebut akan dilaksanakan pada Rabu (18/9) mulai pukul 10.00 waktu Changzhou.

Sebelumnya pada Selasa (17/9), sudah ada lima wakil Indonesia yang lolos ke babak dua Victor China Open 2019, antara lain ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dua tunggal putra Tommy Sugiarto dan Shesar Hiren Rhustavito, serta dua ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting diminta bermain lebih fokus di China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti meminta kepada pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting agar lebih fokus bermain di turnamen Victor China Open 2019.

“Dalam turnamen ini, dia (Anthony Sinisuka Ginting) harus betul-betul ekstra fokus. Selain itu, dia juga harus lebih mempertajam strategi dan persiapannya juga harus lebih detil lagi,” kata Susy melalui siaran pers resmi PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Manajer Tim Indonesia itu juga meminta kepada Anthony agar bermain lebih profesional, mengingat lawan-lawan yang akan dihadapinya bukan merupakan lawan baru dan sudah pernah beberapa kali bertemu di lapangan.

“Anthony harus lebih siap di lapangan. Sudah saatnya dia mengemban tanggung jawab besar dan bisa mencapai target untuk bisa mengikuti Olimpiade Tokyo 2020. Dia harus berpikir panjang. Jangan sampai rangkingnya turun. Jadi, dia harus waspada sama dirinya sendiri dan juga lawan,” ujar Susy.

Sementara itu, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra menambahkan Anthony harus tetap bermain di pola permainannya sendiri, terutama saat menjalani laga pertama turnamen Victor China Open 2019.

“Anthony harus bermain di pola dia sendiri dan harus fokus karena bukan cuma fisiknya yang bermain, tapi pikirannya juga ikut bermain. jadi harus diatur. Dia tidak boleh sering-sering buang bola. Jangan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ungkap Hendry.

Di babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berlangsung pada Rabu (18/9) besok, Anthony Sinisuka Ginting akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Jepang Kenta Nishimoto.

Anthony dan Nishimoto sebelumnya sudah pernah bertemu empat kali di lapangan, yakni sejak turnamen Victor Korea Open 2017. Dari empat pertemuan tersebut, kedudukan keduanya imbang 2-2, atau sama-sama pernah dua kali mengalahkan satu sama lain.

Pertemuan terakhir keduanya, yaitu di turnamen Singapore Open 2019. Saat itu, Anthony menaklukkan Nishimoto dalam dua gim dengan skor 21-10, 21-16.

Baca juga: Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan pertandingan, lima wakil Indonesia ke babak dua China Open

Jakarta (ANTARA) – Lima wakil Indonesia berhasil meneruskan perjalanannya ke babak dua turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Pada pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (17/9), tercatat ada delapan perwakilan Indonesia yang berlaga. Lima diantaranya sukses melangkah ke babak dua, sedangkan tiga wakil lainnya harus terhenti.

Lima wakil yang lolos itu, diantaranya dua pemain dari sektor tunggal putra, yakni Tommy Sugiarto dan Shesar Hiren Rhustavito.

Tommy melaju ke babak dua usai menaklukkan pebulutangkis Hong Kong Wong Wing Ki Vincent dengan skor 21-10, 21-15. Sedangkan Shesar mengalahkan rekannya sendiri Jonatan Christie dalam tiga gim dengan skor 23-21, 18-21, 21-10.

Selanjutnya ada pula dua pasangan ganda putra yang juga lolos ke babak dua, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Fajar/Rian menyingkirkan pasangan Thailand Bodin Isara/Maneepong Jongjit dengan skor 21-14, 21-11. Sedangkan Marcus/Kevin menumbangkan pasangan asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 21-17, 21-15.

Kemudian di sektor ganda campuran, Indonesia meloloskan satu perwakilannya, yaitu Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang sukses menundukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dengan skor 21-18, 16-21, 21-12.

Sementara itu, selain Jonatan Christie, dua wakil Tim Merah Putih yang terhenti di babak pertama, yaitu pebulutangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Gregoria terhenti karena dikalahkan oleh pemain Amerika Serikat (AS) Beiwen Zhang dengan skor 21-14, 19-21,16-21. Sedangkan Praveen/Melati ditumbangkan oleh pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dengan skor 20-22, 21-17, 17-21.

Pada Rabu (18/9) besok, masih ada beberapa wakil Indonesia yang akan berlaga di babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 berhadiah total 1 juta dolar Amerika Serikat tersebut. Pertandingan akan dimulai pukul 10.00 waktu Changzhou.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Baca juga: Shesar tundukkan Jojo di babak pertama China Open

Baca juga: Minions lalui babak pertama usai kalahkan Hoki/Kobayashi

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shesar tundukkan Jojo di babak pertama China Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito mengalahkan rekan senegara yaitu Jonatan Christie melalui rubber game 23-21, 21-18, dan 21-10 dalam pertandingan babak pertama China Open 2019.

Shesar mengalahkan Jojo dalam waktu 60 menit di Olympic Sports Gymnasium Changzhou China, Selasa petang.

Melalui hasil ini akhirnya Shesar juga menyudahi catatan kekalahan dalam dua pertemuan sebelumnya menjadi 1-2.

Pada babak kedua, Shesar akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Hongkong Ng Ka Long Angus, yang sudah mengantongi keunggulan 1-0 dalam catatan pertemuan keduanya.

Di sektor tunggal putra, Indonesia masih menyisakan satu pemain yaitu Anthony Sinisuka Ginting yang akan menghadapi Kenta Nishimoto (Jepang) pada hari Rabu.

Baca juga: Minions lalui babak pertama usai kalahkan Hoki/Kobayashi

Baca juga: China Open 2019, Gregoria akui masih banyak kekurangan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions lalui babak pertama usai kalahkan Hoki/Kobayashi

Jakarta (ANTARA) – Pasangan bulutangkis ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang akrab dipanggil Minions berhasil melalui babak pertama China Open 2019 setelah mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 21-17, 21-15.

Minions mengatasi perlawanan pasangan Jepang itu hanya dalam waktu 34 menit di Olympic Sports Gymnasium Changzhou China, Selasa petang waktu setempat.

Hasil tersebut semakin mempertebal keunggulan Minions atas Hoki/Kobayashi dalam catatan pertemuan mereka menjadi 10-0.

Selanjutnya di babak kedua, pasangan ganda putra peringkat pertama dunia ini masih menanti calon lawan yang berasal dari Korea Selatan.

Pasangan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol akan melawan rekan senegaranya Choi Solgyu/Seo Seung Jae pada hari Rabu.

Baca juga: China Open 2019, Gregoria akui masih banyak kekurangan

Baca juga: Tommy tuntaskan babak pertama dua gim langsung

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019, Gregoria akui masih banyak kekurangan

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku masih memiliki banyak kekurangan saat tampil di babak pertama turnamen Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam laga perdana yang berlangsung pada Selasa (17/9), Gregoria ditaklukkan oleh pemain asal Amerika Serikat (AS) Beiwen Zhang dalam tiga gim berdurasi 41 menit dengan skor 21-14, 19-21,16-21.

“Evaluasi untuk saya banyak sekali. Di gim kedua, memang saya sendiri kurang stabil untuk jaga poin dan jaga pola permainan yang menguntungkan buat saya. Jadi, lawan bisa mengejar dan menyamakan skor saya,” kata Gregoria melalui laman resmi PBSI, Selasa.

Pada gim ketiga, menurut dia, ada peluang untuk memenangkan pertandingan tersebut, bahkan skornya juga sempat unggul dari Zhang. Sayangnya, secara perlahan namun pasti, Zhang mampu menyusul perolehan skornya.

“Waktu terjadi reli itu, saya pun masih merasa kurang berani menyerang. Sebaliknya, dia (Zhang) bisa bermain lebih tenang dan bisa mengontrol pergerakan saya. Makanya poin saya terkejar terus,” ujar Gregoria.

Secara keseluruhan, pemain berusia 20 tahun itu mengaku sampai dengan saat ini masih belum bisa memegang kendali permainan di lapangan. Selain itu, dia pun mengaku masih harus meningkatkan performanya, terutama dari segi kecepatan.

“Kedepannya, saya harus bisa mengendalikan keadaan di lapangan, bermain lebih tenang, lebih fokus dan seimbang dengan kecepatan. Tapi yang paling penting, ketenangan dan fokus itu harus ditingkatkan karena masih sering hilang dan kadang malah jadi berasa tegang sendiri,” ungkap Gregoria.

Sebelumnya, Gregoria dan Zhang sudah pernah bertemu satu kali di lapangan, yakni pada turnamen Victor China Open 2018 lalu. Saat itu, Gregoria berhasil mengalahkan Zhang dalam dua gim dengan perolehan 23-21, 22-20.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Baca juga: Susy Susanti dorong semua pemain tampil maksimal di China Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditekuk Zhang, Gregoria gagal ke babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal melewati hadangan pemain Amerika Serikat Beiwen Zhang pada babak pertama turnamen Victor China Open 2019, Selasa (17/9).

Bermain di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China, Gregoria ditaklukkan Zhang dalam tiga gim 21-14, 19-21,16-21 dalam waktu 41 menit.

Pada gim pertama, melalui serangan-serangan tajam, Gregoria terus memimpin perolehan angka, mulai dari awal hingga akhir. Pertarungan itu pun ditutup dengan kemenangan Gregoria 21-14.

Pada gim kedua, Zhang  menunjukkan perlawanan. Poin keduanya pun saling susul-menyusul, tidak pernah bertaut jauh. Kerasnya perlawanan Zhang tidak mampu diantisipasi oleh Gregoria sehingga Zhang memenangkan set ini dengan 21-19.

Baca juga: Tommy tuntaskan babak pertama dua gim langsung

Pada gim penentu, persaingan keduanya sangat ketat. Keduanya saling bergantian memimpin perolehan angka. Baik Gregoria maupun Zhang sama-sama menyerang, mencoba mematahkan perlawanan satu sama lain.

Akan tetapi, perlawanan Zhang lebih kuat sehingga set ini pun direbutnya dengan 21-16.

Gregoria harus menerima kekalahan dan tidak dapat melanjutkan ke babak dua turnamen bulu tangkis yang berhadiah total 1 juta dolar AS itu.

Sebelumnya, Gregoria dan Zhang sudah pernah bertemu satu kali di lapangan, yakni pada turnamen Victor China Open 2018 lalu. Saat itu, Gregoria berhasil mengalahkan Zhang dalam dua gim 23-21, 22-20.

Baca juga: Praveen/Melati terhenti pada babak pertama

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tommy tuntaskan babak pertama dua gim langsung

Siapa pun lawan saya besok, saya akan mencoba yang terbaik

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Tommy Sugiarto menuntaskan babak pertama China Open dengan mengalahkan Wong Wing Ki Vincent 21-10, 21-15.

Penerapan strategi yang matang menjadi kunci kemenangan Tommy dalam laga pertama kali ini, terbukti melalui angka keunggulan pada gim pertama yang sempat mencapai 16-9.

“Kalau dibilang tidak terlalu sulit ya tidak juga, mungkin karena saya bisa menerapkan strategi yang tepat, tidak memberi kesempatan kepada lawan untuk menyerang,” kata Tommy dalam keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Selasa.

Tommy mencatatkan keunggulan 5-4 dalam catatan pertemuannya dengan pebulutangkis asal Hongkong itu.

Namun pada babak kedua ia akan menemui tantangan berat karena akan bertemu antara Kento Momota, unggulan pertama dari Jepang, dan Lin Dan yang menjadi favorit tuan rumah.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

“Sebagai pemain yang tidak diunggulkan di event super 1000 ini memang bisa saja ketemu unggulan di awal. Siapa pun lawan saya besok, saya akan mencoba yang terbaik. Misalnya ketemu Momota yang prestasinya banyak, apalagi sudah juara dunia. Yang penting besok saya bisa mengeluarkan semua kemampuan saya,” katanya.

Tommy mengungkapkan bahwa hingga saat ini ia masih berkutat dengan cedera engkel kanan dan menyadari performanya tahun ini tidak seperti yang ia harapkan.

“Di tahun ini grafik saya menurun, ada kendala yang saya hadapi seperti cedera. Sampai sekarang belum pulih seratus persen karena rutinitas pertandingan begitu padat, jadi saya tidak bisa ambil rehat yang panjang untuk menyembuhkan cedera saya,” tutur Tommy.

Baca juga: Praveen/Melati terhenti pada babak pertama

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019, Praveen/Melati: Kami masih meraba kekuatan lawan

Rankireddy punya pukulan yang halus dan tidak terduga. Beberapa kali kami tidak bisa menebak arah pukulannya

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengaku masih mempelajari pola permainan lawan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa yang dihadapinya di babak pertama turnamen Victor China Open 2019.

Bermain di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China pada Selasa (17/9), Praveen/Melati ditundukkan oleh pasangan India tersebut dalam tiga gim berdurasi 50 menit dengan skor 20-22, 21-17, 17-21. Dengan demikian, Praveen/Melati tidak dapat melanjutkan ke babak dua.

“Kami baru pertama kali ketemu mereka (Rankireddy/Ponnappa). Meskipun kami sudah lihat video permainan mereka, kami masih meraba kekuatan serta kekurangan mereka,” kata Melati, melansir laman resmi PBSI, Selasa.

Menurut dia, salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lawan adalah pukulan-pukulan tak terduga dari Rankireddy, sehingga sulit ditebak kemana arah pukulan-pukulan pemain India tersebut.

“Rankireddy punya pukulan yang halus dan tidak terduga. Beberapa kali kami tidak bisa menebak arah pukulannya. Memang tidak kelihatan pukulan-pukulannya. Itu yang menyulitkan kami,” ujar Melati.

Meskipun sempat memberikan perlawanan, terutama pada gim kedua, baik Praveen maupun Melati mengaku akhirnya tidak mampu mengatasi tekanan dari lawan, sehingga berujung pada kekalahan.

“Sebetulnya dari awal kami terus berusaha menekan lawan. Akan tetapi, di akhir-akhir kami tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Ketika unggul, kami buru-buru ingin menyelesaikan permainan, tapi justru malah pola main kami jadi berantakan,” tutur Melati.

Sementara itu, usai pertandingan tersebut, Praveen mengaku akan segera melakukan evaluasi bersama dengan pelatih Richard Mainaky.

“Kami berdua sebenarnya sama-sama sudah tahu kekurangan kami ada di mana, tapi kami akan diskusikan lagi bersama pelatih,” ungkap Praveen.

Sebelumnya, wakil Indonesia lainnya di sektor ganda campuran, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melaju ke babak dua usai mengalahkan pasangan Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dalam tiga gim dengan skor 21-18, 16-21, 21-12.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati terhenti pada babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terhenti pada babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan Selasa (17/9) itu Praveen/Melati ditundukkan oleh pasangan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dalam waktu 50 menit dengan skor 20-22, 21-17, 17-21.

Pada gim pertama, terutama pada awal-awal permainan, Praveen/Melati memimpin jalannya pertandingan, namun pada poin-poin kritis, Rankireddy/Ponnappa berhasil menyaingi Praveen/Melati hingga unggul 22-20.

Pada gim kedua, Praveen/Melati mulai membalas. Serangan demi serangan dilancarkan kepada pasangan India itu sejak awal hingga akhir gim. Praveen/Melati pun merebut set ini dengan 21-17.

Baca juga: China Open 2019, Rinov/Pitha akui Tan/Lai lawan yang cukup berat

Gim ketiga berlangsung sangat ketat. Kedua pasangan kejar-mengejar poin dalam pertandingan yang berjalan seimbang. Akan tetapi, pada akhir gim Praveen/Melati harus mengakui keunggulan Rankireddy/Ponnappa yang menutup set ini dengan 21-17.

Praveen/Melati pun tidak dapat melanjutkan ke babak dua turnamen bulu tangkis berhadiah total 1 juta dolar AS itu.

Pertemuan antara Praveen/Melati dengan Rankireddy/Ponnappa pada China Open 2019 ini adalah kali pertama terjadi.

Baca juga: Fajar/Rian atasi hambatan teknis di babak pertama China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

China Open 2019, Rinov/Pitha akui Tan/Lai lawan yang cukup berat

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari mengakui Tan Kian Meng/Lai Pei Jing asal Malaysia merupakan lawan yang cukup berat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rinov usai menjalani pertandingan babak pertama turnamen Victor China Open 2019 yang berlangsung pada Selasa (17/9) di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

“Bagi kami, Tan/Lai adalah lawan yang cukup berat dan tidak mudah untuk dikalahkan. Mereka (Tan/Lai) memiliki pola permainan yang bagus,” kata Rinov seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Pada babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu, Rinov/Pitha menaklukkan Tan/Lai dalam tiga gim berdurasi 57 menit dengan skor 21-18, 16-21, 21-12. Atas hasil tersebut, Rinov/Pitha berhak melaju ke babak dua.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Baca juga: Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

Selain lawan yang dinilai cukup berat, Rinov mengatakan kondisi angin di lapangan, terutama pada gim kedua, juga sempat membuat keduanya kewalahan dan tidak dapat mengendalikan laju bola. Sehingga, baik Rinov maupun Pitha menjadi tidak yakin dengan pukulan sendiri.

“Pada gim pertama, kami bisa bermain bagus. Tapi, di gim kedua ada faktor angin, jadi kami kurang lepas mainnya, mau memukul pun ragu-ragu. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oleh lawan, sehingga mereka bisa menang di gim kedua,” ujar Rinov.

Meskipun demikian, Rinov mengakui mulai dapat membangkitkan fokus dan semangatnya kembali sekaligus memperbaiki pola permainannya bersama Pitha, sehingga dapat merebut kemenangan pada gim ketiga.

“Di gim ketiga, kami bertekad tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Jadi, mumpung kondisi lapangannya enak, kami manfaatkan itu dengan terus mengumpulkan poin sampai unggul jauh dari lawan,” tutur Rinov.

Selanjutnya di babak dua, belum diketahui lawan yang akan dihadapi oleh Rinov/Pitha. Keduanya masih harus menunggu hasil pertandingan antara pasangan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yujung melawan Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying dari China.

“Di babak dua nanti, yang pasti kami harus bisa lebih tahan lagi, lebih fokus. Apalagi, kami sudah lama berpasangan, jadi sudah sama-sama tahu pola masing-masing. Kami ingin membuktikan bahwa kami bisa memberikan yang terbaik,” ungkap Pitha.

Baca juga: Fajar/Rian atasi hambatan teknis di babak pertama China Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang dilaksanakan pada Selasa (17/9), Rinov/Pitha menaklukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dalam tiga gim berdurasi 57 menit dengan skor 21-18, 16-21, 21-12.

Gim pertama antara Rinov/Pitha dan Tan/Lai berlangsung ketat. Keduanya saling susul-menyusul perolehan angka. Namun walaupun Rinov/Pitha sempat tertinggal di awal-awal permainan, keduanya mengakhiri gim pertama dengan skor kemenangan 21-18.

Gim kedua, penampilan Rinov/Pitha tidak jauh berbeda dengan gim pertama. Keduanya tertinggal poin di menit-menit awal. Hanya saja, kali ini Rinov/Pitha tidak berhasil menyamai kedudukan dengan lawan dan gim berakhir dengan kemenangan Tan/Lai dengan skor 21-16.

Pada gim penentu, semangat Rinov/Pitha tampaknya mulai bangkit kembali. Keduanya terus memimpin perolehan angka, mulai dari awal hingga akhir, dan poin lawan tertinggal jauh. Gim terakhir itu pun ditutup dengan hasil unggul Rinov/Pitha atas Tan/Lai dengan skor 21-12.

Sebelumnya Rinov/Pitha dan Tan/Lai sudah bertemu dua kali, yaitu di turnamen German Open 2019 dan New Zealand Open 2019. Dari dua pertemuan tersebut, kedudukan keduanya imbang 1-1, atau sama-sama pernah satu kali memenangkan turnamen.

Rinov/Pitha unggul di German Open 2019 dengan skor 20-22, 21-18, 21-15. Sedangkan Tan /Lai menang di New Zealand Open 2019 dengan perolehan 21-18, 21-14.

Baca juga: Hari pertama China Open 2019, delapan wakil Indonesia siap tanding

Baca juga: Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian atasi hambatan teknis di babak pertama China Open

Jakarta (ANTARA) – Keberhasilan pasangan ganda putra bulutangkis Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melalui babak pertama China Open 2019 tidak lepas dari kemampuan mereka yang bisa cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Hal tersebut disampaikan Fajar/Rian usai memenangi pertandingan melawan Bodin Isara/Maneepong Jongjit 21-14, 21-11 di Changzhou China, Selasa.

Baca juga: Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

“Alhamdulillah kami bisa menang di pertandingan pertama ini. Hari ini kami menyesuaikan diri di lapangan karena ini adalah pertandingan pertama di turnamen ini. Lapangannya cukup berangin, jadi kami sesuaikan pukulan-pukulan kami dengan kondisi lapangan yang begini,” ujar Fajar melalui keterangan tertulis PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Pasangan unggulan ketujuh ini memulai pertandingan dengan cukup baik melalui permainan kecepatan, Fajar/Rian mampu membuat pasangan Thailand kewalahan dan tidak dapat mengantisipasi pengembalian kok.

“Tadi lebih menajamkan akurasi pukulan dan lebih menikmati saja pukulan-pukulannya. Lawan pun pemain bagus, mereka mainnya ulet dan tidak mudah mati sendiri. Bola-bola dari mereka juga kadang menyulitkan,” kata Rian menanggapi.

Di babak kedua, Fajar/Rian akan bertemu dengan ganda putra asal Taiwan antara Lu Ching Yao/Yang Po Han dan Liao Min Chun/Su Ching Heng.

“Kami masih menunggu lawan di babak kedua, yang dua-duanya dari Taiwan. Kebanyakan pemain Taiwan itu tenaganya kuat, jadi kami harus siap antisipasi di bagian ini,” tutur Fajar menambahkan.

Baca juga: Rinov/Pitha ke babak dua China Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian sumbang kemenangan pertama bagi Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyumbangkan kemenangan perdana bagi kontingen Indonesia di China Open setelah menumbangkan Bodin Isara/Maneepong Jongjit 21-14, 21-11 di babak pertama.

Pada pertandingan yang berlangsung di Changzhou China, Selasa, pasangan unggulan ketujuh ini menyudahi perlawanan Isara/Jongjit hanya dalam waktu 21 menit.

Kemenangan tersebut juga menjadi keunggulan perdana bagi Fajar/Rian dalam catatan pertemuan kedua pasang pemain tersebut.

Pada turnamen yang berlangsung 17-22 September, Indonesia menurunkan empat pasang ganda putra. Selain Fajar/Rian, tiga lainnya ialah peringkat pertama dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, dan unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar satu juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp14 miliar.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari pertama China Open 2019, delapan wakil Indonesia siap tanding

Jakarta (ANTARA) – Delapan wakil Indonesia siap menjalani laga babak pertama turnamen bulu tangkis Victor China Open 2019 yang diselenggarakan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China mulai 17 hingga 22 September 2019.

Berdasarkan laman resmi BWF, kedelapan wakil yang akan bertanding di babak penyisihan 32 besar pada Selasa (17/9) itu terdiri dari tiga tunggal putra, satu tunggal putri, dua ganda putra dan dua ganda campuran.

Di sektor tunggal putra, tiga wakil Indonesia, yakni Tommy Sugiarto yang akan berhadapan dengan pemain Hong Kong Wong Wing Ki Vincent, dan unggulan ke-empat Jonatan Christie yang akan melawan rekannya sendiri Shesar Hiren Rhustavito.

Sementara itu, wakil tim Merah Putih di sektor tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung akan bertemu dengan pebulu tangkis asal Amerika Serikat (AS) Beiwen Zhang.

Selanjutnya di sektor ganda putra, Indonesia memiliki dua wakil, yaitu unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dan unggulan ketujuh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Bodin Isara/Maneepong Jongjit dari Thailand.

Di sektor ganda campuran, dua wakil yang akan bertanding, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari melawan pasangan Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, dan unggulan ke-enam Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menghadapi pasangan asal India Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa.

Pertandingan babak pertama turnamen bulu tangkis level Super 1000 dengan hadiah total mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat tersebut akan dilaksanakan pada Selasa (17/9) mulai pukul 10.00 waktu Changzhou.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI umumkan tim Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Junior di Rusia

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menentukan pemain-pemain muda terbaik yang akan dikerahkan dalam Kejuaraan Dunia Junior atau World Junior Championships (WJC) 2019 yang akan digelar di Kazan, Rusia, mulai 30 September hingga 13 Oktober 2019.

Secara keseluruhan, menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, terdapat sebanyak 26 atlet muda yang akan diturunkan dalam kejuaraan bulu tangkis kelompok usia U-19 tersebut dengan rincian 12 atlet putra dan 14 atlet putri.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim Indonesia itu pun menargetkan tiga medali emas dalam ajang tersebut. Satu medali dari tim beregu campuran, sedangkan dua medali lainnya dari nomor perorangan.

“Peluang terbuka lebar, materi pemain junior kita juga cukup bagus. Mudah-mudahan semua atlet siap tanding, mau lebih kerja keras lagi dan lebih yakin lagi, terutama di saat-saat kritis. Ini kesempatan untuk tim Indonesia meraih gelar,” kata Susy melalui siaran pers resmi PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Baca juga: Tim Indonesia siap berlaga di China Open 2019

Kejuaraan bulu tangkis dunia junior 2019 akan dimainkan dalam dua nomor, yaitu beregu dan perorangan. Kompetisi beregu akan dilaksanakan terlebih dahulu pada 30 September hingga 5 Oktober 2019, kemudian dilanjutkan dengan nomor perorangan.

Pada nomor beregu, format pertandingan yang digunakan adalah beregu campuran, seperti di Piala Sudirman.

Baca juga: Susy Susanti dorong semua pemain tampil maksimal di China Open 2019

Berikut skuat Indonesia di World Junior Championships 2019.

Tunggal putra

1. Christian Adinata

2. Yonathan Ramlie

3. Syabda Perkasa Belawa

4. Bobby Setiabudi

Tunggal putri

1. Putri Kusuma Wardhani

2. Stephanie Widjaja

3. Yasnita Enggira Setiawan

4. Aisyah Sativa Fatetani

Ganda putra

1. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin

2. Dwiki Rafian Restu/Bernardus Bagas Kusuma Wardana

3. Muhammad Galih Rezka Ramadhan/Gavy Anak Satryadi

Ganda putri

1. Putri Syaikah/Nita Violina Marwah

2. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi

3. Melani Mamahit/Tryola Nadia

Ganda campuran

1. Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil

2. Dwiki Rafian Restu/Metya Inayah Cindiani

3. Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning

4. M Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019