Shesar hadapi Lin Dan pada putaran kedua Thailand Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis Indonesia Shesar Hiren Rhustavito untuk pertama kalinya akan menghadapi pebulu tangkis senior asal China Lin Dan pada putaran kedua Thailand Open 2019.

Shesar melangkah ke putaran kedua setelah menang atas Lucas Claerbout, pebulu tangkis dari babak kualifikasi asal Prancis dengan skor 23-21, 20-22, 21-13.

“Kalau lawan Lin Dan semua harus maksimal karena dia pemain yang matang. Tidak boleh kalah di mentalnya, harus berani dulu mengeluarkan semua kemampuan saya. Walau dia sudah tidak muda tapi permainannya matang dan tidak mudah untuk dihadapi,” ujar Shesar dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Meski harus menghadapi Super Dan, Shesar mengaku merasa santai dan mencoba agar tidak menjadi beban mentalnya saat bertanding.

“Tidak ada beban, justru saya mau coba apakah yang sudah dilatih itu cocok tidak ke pertandingan. Kami belum pernah bertemu, sekarang posisinya kosong kosong, sama-sama ada peluang,” kata Shesar optimistis.

Saat menghadapi Claerbout, Shesar sempat mencapai match point 20-14 pada gim kedua namun kemudian bisa disusul lawannya.

Rentetan smes keras yang dihujankan Shesar ke arah pertahanan lawannya ternyata menjadi bumerang untuknya.

“Sebenarnya mainnya sudah benar, dari strateginya juga. Tapi saya kurang sabar, maunya smes terus, bukannya seperti di awal permainan. Saya sudah ditebak lawan dan malah terus mati-mati sendiri, banyak smes ini jadi bumerang buat saya. Pertahanan lawan juga bagus,” tutur Shesar menjelaskan.

Sementara itu, Sony Dwi Kuncoro terhenti pada babak pertama setelah dikalahkan  Kenta Nishimoto unggulan ketujuh dari Jepang, dengan skor 17-21, 11-21.

Sedangkan Tommy Sugiarto lolos ke babak kedua setelah menekuk Zhao Junpeng (China) dengan skor 21-13, 12-21, 21-13.

Dari nomor tunggal putri, Fitriani melaju ke putaran kedua setelah bertarung ketat melawan Yip Pui Yin asal Hong Kong, dengan skor 13-21, 21-13, 24-22.

Lyanny Alessandra Mainaky juga lolos dengan mengalahkan Evgeniya Kosetskaya (Rusia) dengan skor 13-21, 21-18, 21-14.

Baca juga: The Daddies terhenti, Kevin/Marcus melaju di Thailand Open

Baca juga: Sabar/Frengky kurang sabar ladeni Watanabe/Endo

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sabar/Frengky kurang sabar ladeni Watanabe/Endo

Kami bermain terlalu buru-buru, sementara pertahanan lawan sangat alot

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra harus mengakui keunggulan Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo pada babak pertama Thailand Open 2019.

Sabar/Frengky bermain kurang sabar sehingga bisa dikalahkan pasangan peringkat lima dunia asal Jepang itu dengan 13-21, 13-21.

“Kami bermain terlalu buru-buru, sementara pertahanan lawan sangat alot. Kami usaha untuk kontrol tapi banyak melakukan kesalahan sendiri karena kurang sabar. Watanabe/Endo memang pertahanannya paling rapat dibanding pasangan yang lain,” kata Sabar dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Pertahanan yang solid dari Watanabe/Endo menjadi penghalang utama yang dihadapi Sabar/Frengky dalam pertandingan hari ini di Huamark Indoor Stadium.

“Kami sudah coba ubah permainan di gim kedua dan lebih aman, tapi lawan lebih sabar dan lebih siap,” ujar Frengky.

Saat tertinggal jauh pada gim kedua, Sabar/Frengky disemangati kedua pelatihnya, Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat.

Baca juga: Ganda putra Sabar-Frengky kecewa dengan hasil lawan Jepang

Kedua pelatih menyebut mereka masih muda dan jangan pernah menyerah sebelum pertandingan selesai, tetap fokus untuk mendapat poin satu per satu.

Sabar/Frengky yang berperingkat 52 dunia berharap bisa meningkatkan prestasi dan penampilan, apalagi prestasi ganda putra Indonesia sekarang tengah menanjak, ditandai dengan dua final turnamen level elit yang dikuasai Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

“Tentu mau sekali mengejar Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan, mereka adalah salah satu idola saya. Kalau dari kami, yang harus ditingkatkan itu power, ketenangan dan jam terbangnya,” ungkap Sabar.

“Kalau saya, mau mencontoh dari kepribadian mereka dan cara mereka berlatih. Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan itu latihannya fokus sekali, kalau di lapangan bisa total, benar-benar seratus persen,” timpal Frengky.

Setelah Thailand Open 2019, Sabar/Frengky akan mengikuti Chinese Taipei Open 2019 BWF World Tour Super 300 awal September mendatang. Mereka berharap tahun ini menembus  tiga puluh besar dunia.

Baca juga: The Daddies terhenti, Kevin/Marcus melaju di Thailand Open

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Daddies terhenti, Kevin/Marcus melaju di Thailand Open

Jakarta (ANTARA) – Langkah pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang dijuluki The Daddies terhenti pada babak pertama Thailand Open 2019 di Bangkok, Selasa, namun hasil sebaliknya diraih pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang terus melaju.

The Daddies yang merupakan unggulan keempat kejuaraan ini sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik meski terus ditekan lawan yang lebih muda. Pada gim pertama ini runner up Japan Open 2019 ini mengakhiri pertandingan dengan  21-18.

Mampu unggul digim pertama, pasangan The Daddies ini langsung ditekan pasangan asal Negeri Jiran itu. Meski terus memberikan perlawanan, pasangan senior yang prestasinya masih moncer itu takluk 16-21.

Pada gim penentuan, Hendra/Ahsan yang sarat dengan pengalaman sebenarnya mampu unggul 11-5 saat interval. Namun, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi mampu menguasai jalan pertandingan sehingga mengejar ketertinggalan dan membuat kedudukan menjadi 19-19.

Baca juga: Fajar/Rian balas kekalahan dari Hoki/Kobayashi di Thailand Open

Saat kondisi krusial ini pemain dituntut tidak melakukan kesalahan sendiri dan hal ini mampu dilakukan pasangan Indonesia itu sehingga unggul 20-19. Untuk meraih kemenangan hanya dibutuhkan satu poin bagi The Daddies, namun sang lawan tidak tinggal diam dan mampu berbalik menjadi 21-23 untuk kemenangan pasangan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Sementara itu pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang merupakan unggulan pertama pada kejuaraan ini melaju ke babak kedua dengan tenang setelah mengalahkan pasangan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov.

Pasangan yang akrab dengan sebutan Minions ini mengalahkan wakil Rusia itu dua gim langsung 21-14 21-10 dalam waktu 23 menit.

Pada babak kedua, juara Japan Open 2019 ini akan berhadapan dengan pasangan China Ou Xuan Yi/Zhang Nan yang melaju ke babak kedua setelah mengalahkan pasangan China lainnya, He Ji Ting/Tan Qiang 15-21 21-18 24-22.

Baca juga: Chico gagal rebut tiket babak utama Thailand Open

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian balas kekalahan dari Hoki/Kobayashi di Thailand Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melangkah ke babak kedua turnamen Thailand Open 2019 dengan mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang dengan dua gim langsung 22-20, 21-19.

Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan Fajar/Rian di kandang pada ajang Blibli Indonesia Open 2019.

“Kami bersyukur bisa menang dan membalas kekalahan. Di sini kami lebih siap, kalau di pertemuan sebelumnya kami masih cari pola dan kurang siap bola pengembalian pertama keduanya. Tadi kami sempat ketinggalan, tapi kami coba tetap fokus dan yakin,” kata Rian dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Kali ini Fajar/Rian bermain lebih siap dan telah mempelajari penyebab kekalahan mereka sebelumnya.

“Kami bisa bermain fokus, memang tidak mau terulang lagi kekalahan sebelumnya, karena ada peluang. Tadi kami berfikir untuk dapat poin satu per satu, masuk dulu bolanya. Waktu gim kedua awal, kami terlalu buru-buru, kami menang angin malah ‘out’ terus,” tutur Fajar mengimbuhi.

Fajar menambahkan bahwa kedua pelatih yang mendampingi mereka bertanding, yaitu Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat. Kedua pelatih itu memberikan instruksi agar mereka lebih sabar, fokus, tidak terlalu terburu-buru dan menjaga emosi.

Di babak kedua, Fajar/Rian akan bertemu dengan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India, dengan skor pertemuan sementara unggul 2-0 bagi pasangan Indonesia.

“Mereka kekuatannya kencang, kami harus waspada dengan bola-bola depan dan pola no-lob,” kata Rian menjelaskan calon lawannya tersebut.

Saat berita ini diturunkan, unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon telah menyelesaikan pertandingan babak pertama melawan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dari Rusia, dengan skor 21-14, 21-10.

Sedangkan dua wakil ganda putra harus terhenti yaitu Berry Angriawan/Hardianto dikalahkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) dengan skor 11-21, 10-21, dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso yang ditundukkan Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 18-21, 19-21.

Dari nomor ganda putri, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris juga harus tersingkir setelah dikalahkan Koharu Yonemoto/Shiho Tanaka (Jepang), dengan skor 20-22, 9-21.

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Chico gagal rebut tiket babak utama Thailand Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo harus terhenti di babak kualifikasi Thailand Open 2019 setelah dikalahkan Lucas Claerbout dari Prancis dengan skor 19-21, 21-16, 17-21.

Menurut pelatih PP PBSI Irwansyah, penampilan Chico di laga kualifikasi kedua tidak sebaik saat menghadapi rekan senegara Ihsan Maulana Mustofa di babak kualifikasi pertama.

“Chico banyak ragu-ragu dan tempo permainannya mengikuti lawan. Chico juga mainnya tidak lepas dan beberapa kali buat kesalahan sendiri. Lawan berani bermain menyerang dengan smash-nya,” kata Irwansyah dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Di pertandingan kualifikasi pertama, Chico mengalahkan Ihsan dengan skor 16-21, 21-19, 21-16.

Ihsan sebetulnya sudah sempat unggul 16-12 di ‘gim kedua, namun Chico mampu mencuri kesempatan saat Ihsan tak melancarkan serangan.

“Sebetulnya tadi cukup ramai pertandingannya. Ihsan bahkan sudah unggul tapi malah tersusul. Ihsan sudah main aman tapi dia cenderung pasif, seharusnya lebih menyerang. Akhirnya Chico dapat lagi ‘feeling’ mainnya dan balik menekan pertahanan Ihsan,” jelas Irwansyah.

Di babak utama, Indonesia punya tiga wakil tunggal putra, yaitu Tommy Sugiarto, Shesar Hiren Rhustavito dan Sony Dwi Kuncoro. Sony ke babak utama setelah mengalahkan Sun Feixiang dari China dengan skor 21-11, 22-20 di kualifikasi.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sony ke babak utama Thailand Open dengan kalahkan atlet muda China

Jakarta (ANTARA) – Sony Dwi Kuncoro berhasil melaju ke babak utama turnamen Thailand Open 2019 setelah menghentikan perlawanan pemain muda China Sun Feixiang dalam dua gim langsung 21-11, 22-20.

Pertandingan kedua pemain berlangsung sengit, terutama di gim kedua yang sempat diwarnai ketertinggalan dari Sony 18-20, namun mampu membalikan keadaan dan meraih empat angka berturut-turut dan mengunci perolehan angka.

“Di awal tadi saya lebih mudah mengatur permainan. Di gim kedua, lawan ubah permainan dan saya sempat ketinggalan 18-20. Saat itu saya ubah main lagi jadi lebih agresif. Saya lebih mengatur permainan dan tunggu waktu yang pas untuk menyerang dia,” ujar Sony dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Sony yang sekarang berusia 35 tahun, mengatakan bahwa kini stamina dan kecepatannya tak seperti dulu, sehingga ia mesti pintar mengatur tempo permainan.

Apalagi dalam menghadapi persaingan dengan pemain-pemain muda yang memiliki kekuatan dan kecepatan yang secara teori lebih unggul darinya.

“Memang bulutangkis adalah permainan keterampilan dan ketangkasan, tapi saya punya pengalaman. Memang saya sudah tidak muda dan tidak seperti dulu kekuatannya. Mainnya harus taktis, dan ini tidak bisa langsung didapatkan begitu saja, harus dilatih,” kata Sony menambahkan.

Hingga saat ini Sony mengaku belum punya target kapan akan gantung raket dari olahraga ini, namun yang pasti ia dengan tegas mengatakan masih sangat menikmati setiap pertandingan yang ia jalani.

Di babak utama, Sony akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Jepang yang merupakan unggulan keenam, Kenta Nishimoto.

Baca juga: Sony tanggapi kekalahan Ihsan akibat kurang serius

Baca juga: Ihsan akui kalah dari Sony karena ragu-ragu

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Leo/Daniel rebut gelar kedua untuk Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mencetak gelar juara yang kedua di ajang Asia Junior Championships 2019 melalui kemenangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin atas unggulan pertama Di Zi Jian/Wang Chang dengan skor 21-9, 15-21, 21-19.

“Alhamdulillah kami bersyukur bisa menang. Kemenangan ini memacu kami untuk lebih baik lagi ke depannya. Dan jangan capet puas,” ujar Leo melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Leo/Daniel begitu mudah menguasai permainan di gim pertama hingga mengunci keunggulan 21-9.

Kendala baru mulai dihadapi Leo/Daniel saat memasuki gim kedua karena lawan mengubah pola permainan di gim kedua, dan akhirnya kalah 15-21.

Beruntung di gim penentu Leo/Daniel berhasil bangkit dan merebut kemenangannya.

“Kami banyak belajar dari pertemuan terakhir. Gim pertama kami ambil di servis dan pembukaan, sudah enak mainnya. Di gim kedua lawan mengubah pola main, lebih cepat, jadinya agak mengganggu kami. Baru di gim ketiga kami membalikkan permainan seperti gim pertama,” kata Leo menceritakan.

Sebelumnya Indonesia sudah mengantongi satu gelar juara dari nomor ganda campuran pasangan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, yang juga menaklukkan tuan rumah Feng Yan Zhen/Lin Fang Ling dengan skor 16-21, 22-20, 22-20.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati akui keunggulan Wang/Huang

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengakui keunggulan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping asal China yang menjadi lawannya di babak final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019.

Di laga puncak turnamen bulu tangkis level Super 750 yang berlangsung pada Minggu (28/7), Praveen/Melati ditaklukkan oleh pasangan unggulan kedua tersebut dalam dua gim berdurasi 42 menit dengan skor 17-21, 16-21.

Melansir laman badmintonindonesia.org, Praveen mengaku sudah berusaha untuk memberikan perlawanan selama jalannya pertandingan, namun lawan cukup tangguh sehingga tidak mudah ditaklukkan.

“Mereka (Wang/Huang) sangat solid dan tidak mudah dikalahkan. Kami sudah mencoba semaksimal mungkin menembus mereka, memberikan perlawanan, tapi tetap terbawa pola main mereka,” kata Praveen di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu.

Baca juga: Kurang kontrol permainan jadi alasan kekalahan Jojo

Sebagai evaluasi, menurut dia, ke depannya pola permainan keduanya harus diperbaiki dan dimatangkan lagi. Selain itu, dari segi mental juga harus dibenahi, terutama meskipun sudah kalah pada gim pertama, tidak boleh mudah menyerah dan tetap berpikir positif.

“Evaluasinya, pola permainan kami harus matang. Kalau kalah di gim pertama, tidak boleh cepat down. Pikiran negatif harus cepat dibuang. Kalau mau masuk lapangan pun harus lebih percaya diri lagi,” tutur Praveen.

Sementara itu, Melati menambahkan apabila keduanya berkesempatan untuk bertemu lagi dengan Wang/Huang di turnamen-turnamen berikutnya, maka harus dapat memimpin pertandingan mulai dari gim pertama.

“Kalau melawan mereka, dari start-nya tidak boleh tertinggal. Kalau skornya mepet-mepet terus mungkin mereka bisa mengejar, bahkan memenangkan pertandingan, apalagi mereka lebih matang,” ungkap Melati.

Baca juga: The Daddies nikmati laga, Minions raih hattrick Japan Open

Baca juga: Jojo harus puas jadi runner-up

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kevin-Marcus juara Japan Open 2019

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kedua kiri) bersama ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kedua kanan) dan Hendra Setiawan (kanan) berada di atas podium seusai bertanding pada final Japan Open 2019 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (28/7/2019). Pasangan Marcus/Kevin menjadi juara ganda putra Japan Open 2019 setelah mengalahkan pasangan Ahsan/Hendra dengan skor 21-19 dan 23-2. ANTARA FOTO/Humas PP PBSI-Widya/hma/foc.

The Daddies nikmati laga, Minions raih hattrick Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengatakan cukup puas dan menikmati pertandingan melawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di putaran final Japan Open 2019 meski pun harus berakhir dengan kekalahan.

“Tetap disyukuri kami jadi runner-up lagi. Sebenarnya tadi kami punya peluang, rubber dulu, main kami enak, bisa mengimbangi permainan. Kami juga sudah memimpin 20 poin lebih dulu, tapi di akhir mereka lebih inisiatif,” ujar Ahsan dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Senada dengan rekannya, Hendra juga tetap bersyukur dengan hasil yang sudah didapat tersebut dan ingin mengevaluasi agar permainan ke depan bisa lebih baik jika kembali mengahadapi Minions.

“Kalah lagi dari Kevin/Marcus ya tidak apa-apa, kami akan tetap cari solusi bagaimana bisa mengalahkan mereka. Mereka unggul dari segi kecepatan.”

“Memang saat ini mereka nomor satu dan bisa all (Indonesia) final dua kali berturut-turut seperti ini kan jarang juga, mudah-mudahan bisa mendongkrak motivasi yang lain,” kata Hendra.

Minions meraih hattrick gelar di Japan Open untuk ketiga kalinya secara beruntun usai sukses menundukkan The Daddies dengan skor 21-18 dan 23-21 di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Minggu, dan menambah angka kemenangannya mencapai delapan dari total 10 kali pertemuan mereka di lapangan.

Meski bisa mengalahkan senior, namun Marcus berpendapat pertandingan kali ini agak berbeda dengan pertemuan mereka di final Indonesia Open dua pekan lalu.

“Minggu lalu kami ketemu Hendra/Ahsan juga, tapi sekarang lebih berat karena mereka tidak mudah dimatikan. Tidak mudah menembus mereka,” kata Marcus.

Indonesia berhasil merebut posisi juara di nomor ganda putra Japan Open 2019, sementara wakil di tunggal putra yaitu Jonatan Christie dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus berpuas diri menjadi runner-up.

Jojo kalah di tangan unggulan pertama asal Jepang Kento Momota 16-21, 13-21 sedangkan ganda campuran Indonesia harus mengakui keunggulan pasangan unggulan kedua dari China, yang juga juara 2017, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping 17-21, 16-21.

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions kembali ungguli The Daddies di final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengulangi kesuksesan dua pekan lalu di Indonesia Open dengan kembali mengalahkan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di final Japan Open 2019.

Baca juga: Minions pertahankan gelar Indonesia Open

Minions sukses menundukkan The Daddies dengan skor 21-18 dan 23-21 di di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Minggu.

Hasil tersebut semakin mengukuhkan keunggulan Kevin/Marcus atas Hendra/Ahsan menjadi delapan kemenangan dari total 10 kali pertandingan mereka.

Baca juga: Minions bangga bisa lakoni “All Indonesian final”

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kurang kontrol permainan jadi alasan kekalahan Jojo

Jakarta (ANTARA) – Jonatan Christie mengaku masih kesulitan dalam mengendalikan permainan saat menghadapi Kento Momota di final Japan Open 2019 sehingga harus berpuas diri dengan menjadi runner-up.

Baca juga: Jojo harus puas jadi runner-up

“Saya cukup puas dengan penampilan di turnamen, hanya hari ini saja yang saya tidak puas karena tidak bisa mengontrol permainan. Saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan kurang sabar untuk meladeni permainan Momota,” tutur Jojo melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Peringkat tujuh dunia itu dikalahkan dua gim langsung oleh atlet tuan rumah dengan skor 16-21 dan 13-21 pada pertandingan berdurasi 45 menit.

Jojo sudah bersiap untuk bermain lelah dan tidak bersegera mematikan lawan di gim pertama, namun nyatanya Momota jauh lebih siap untuk menjalani pertandingan ini.

Baca juga: Jonatan siap bermain sulit lawan Momota di final

“Pertandingan ini sangat membuat dia emosional, tadi dia memberi pernyataan setelah bertanding sambil menangis. Mungkin dia benar-benar mempersiapkan diri lebih baik dari saya,” pungkas peraih medali emas di Asian Games 2018 itu.

Dalam pertandingan final tersebut Jojo pun masih mendapat pelajaran berharga untuk mengembangkan kemampuannya agar lebih bagus, terutama agar bisa lebih ulet dan sabar dalam pertahanan serta memperbaiki serangan.

Baca juga: Susy: pergantian pelatih perlu pertimbangkan banyak faktor

Jonatan Christie raih emas tunggal putra

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jojo harus puas jadi runner-up

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Jonatan Christie harus berpuas diri sebagai runner-up di Japan Open 2019 setelah ditundukkan peringkat pertama dunia Kento Momota di laga final.

Peringkat tujuh dunia itu dikalahkan dalam set langsung oleh atlet tuan rumah dengan skor 16-21 dan 13-21 pada pertandingan berdurasi 45 menit di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Minggu.

Dengan ini maka Momota menambah keunggulan pada catatan pertemuan mereka menjadi 4-1.

Di putaran final Indonesia masih menyisakan tiga wakilnya yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di ganda campuran dan all Indonesian final di sektor ganda putra, yang diramaikan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melawan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Baca juga: Jonatan siap bermain sulit lawan Momota di final
Baca juga: Susy: pergantian pelatih perlu pertimbangkan banyak faktor

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal final Japan Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Lima sektor siap dipertandingkan dalam laga final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019 yang diselenggarakan pada Minggu (28/7) di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Pada partai puncak tersebut, Indonesia berhasil meloloskan empat perwakilan. Dua diantaranya sama-sama berasal dari sektor ganda putra, yakni pasangan unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Dengan kata lain, pertandingan tersebut akan menjadi All Indonesian Final, terutama pada sektor ganda putra. Meskipun demikian, itu berarti Indonesia telah memastikan satu wakil untuk meraih gelar juara Japan Open 2019.

Pekan lalu, Marcus/Kevin dan Hendra/Ahsan baru saja bertemu di babak final turnamen Blibli Indonesia Open 2019. Saat itu, Marcus/Kevin menang dalam dua gim dengan skor 21-19, 21-16.

Selain Marcus/Kevin dan Hendra/Ahsan, dua wakil Indonesia lainnya yang juga berlaga di babak final, yaitu tunggal putra Jonatan Christie dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Berikut jadwal lengkap babak final Daihatsu Yonex Japan Open 2019.

Mulai pukul 11:30 waktu Tokyo – Lapangan 1

WS – Nozomi Okuhara (3) (JPN) vs Akane Yamaguchi (4) (JPN)

WD – Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (1) (JPN) vs Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR)

MS – Kento Momota (1) (JPN) vs Jonatan Christie (6) (INA)

XD – Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (7) (INA) vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2) (CHN)

MD – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) (INA) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (4) (INA)

Keterangan

WS: tunggal putri

WD: ganda putri

MS: tunggal putra

XD: ganda campuran

MD: ganda putra

Baca juga: Jonatan siap bermain sulit lawan Momota di final
Baca juga: Praveen/Melati lolos ke final Jepang Open 2019

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra bertemu Marcus/Kevin di final Japan Open

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Jepang Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda pada semifinal Japan Open 2019 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (27/7/2019). Pasangan Ahsan/Hendra tembus ke babak final dan akan bertemu pasangan Indonesia Marcus/Kevin setelah mengalahkan pasangan Kamura/Sonoda dengan skor 22-20 dan 21-10. ANTARA FOTO/Humas PP PBSI-Widya/hma/hp.

Jonatan Christie lolos ke final Japan Open

Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis Denmark Jan O Jorgensen pada semifinal Japan Open 2019 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (27/7/2019). Jonatan melaju ke babak final setelah mengalahkan Jan O dengan skor 21-14 dan 21-14. ANTARA FOTO/Humas PP PBSI-Widya/hma/hp.

Ganda putra amankan tiket final kedua Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengamankan tiket final kedua untuk kontingen Indonesia dalam kejuaraan bulutangkis Asia Junior Championships 2019 di Suzhou, China.

Nomor ganda putra bukan cuma jadi final kedua Indonesia tetapi juga Leo, setelah sebelumnya ia juga memastikan satu tiket ke final ganda campuran berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil.

Leo/Daniel melaju ke final usai menyingkirkan pasangan China Dai En Yi/Feng Yan Zhe 21-13, 11-21, 21-15 dalam partai semifinal yang berlangsung selama 50 menit pada Sabtu.

Pasangan besutan PB Djarum Kudus itu mampu melewati gim pertama tanpa kendala berarti, namun mendapatkan perlawanan hingga kehilangan gim kedua yang direbut oleh Dai/Feng.

Tak mau kehilangan momentum, Leo/Daniel menduplikasi pefroma gim pertama demi menekuk pertahanan lawan dan memastikan kemenangan.​

“Tadi gim pertama kami curi start duluan, lawan juga kelihatan tidak siap. Tapi di gim kedua mereka baca permainan kami,” kata Leo melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

“Gim ketiga kami membalikkan permainan lagi seperti gim pertama. Hawa permainannya dibuat nyaman lagi. Mereka coba melambatkan permainan, tapi kami terus percepat lagi,” kata Daniel menimpali.

Leo/Daniel sudah ditunggu unggulan pertama yang juga wakil tuan rumah, Di Z Jian/Wang Chan di partai final. Leo/Daniel sedikit tertinggal 1-2 dalam catatan pertemuan kontra Di/Wang, namun perjumpaan terakhir berhasil mereka menangi 21-15, 21-14 dalam ajang Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2019.

“Mereka mainnya cepat, kuat, dan pasangan yang bagus. Kami harus antisipasi. Apalagi mereka tuan rumah,” kata Daniel mengomentari lawan.

Baca juga: Jonatan siap bermain sulit lawan Momota di final

Baca juga: Indonesia pastikan satu posisi di final ganda putra Japan Open

Baca juga: Hendra ingin final ganda putra diisi “All Indonesian”

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan siap bermain sulit lawan Momota di final

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie mengaku siap untuk menjalani pertandingan yang penuh kesulitan saat melawan pebulu tangkis unggulan dunia Kento Momota di putaran final Japan Open 2019.

“Besok ketemu Momota, pastinya kita tahu kalau dia salah satu pemain terbaik saat ini. Saya rasa besok tidak akan mudah seperti sebelumnya, harapannya saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” tutur Jonatan Christie yang kerap disapa Jojo melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Meski Momota dinilai sebagai pemain yang hampir sempurna, Jojo optimistis bisa menemukan kelemahan lawannya tersebut di lapangan.

Atlet pemenang medali emas Asian Games 2018 itu mencoba menyiasati permainan lawannya dengan menonton rekaman gambar pertandingan yang sudah dilalui Momota untuk mengamati teknik atau strategi yang digunakan.

“Saya akan berusaha mencari kelemahan dia dengan lihat video pertandingan, sehingga saya sudah tahu besok akan menerapkan permainan seperti apa,” paparnya.

Permainan Jojo juga mengalami perkembangan signifikan, utamanya ia menjadi lebih sabar dalam meladeni reli atau rubber gim dari lawan-lawannya.

Ia mengakui bahwa perubahan pola permainannya turut membantu dalam mengecoh lawan yang masih mengira Jojo menggunakan permainan bertempo cepat.

“Kalau dibilang penampilan saya meningkat mungkin karena saya sekarang bermain lebih tenang, lebih sabar, tidak buru-buru mau mematikan lawan. Ini berdampak besar ke lawan. Mereka awalnya menunggu saya pasti buat kesalahan. Tapi sekarang saya bisa berubah untuk lebih sabar, kuat, tahan, dan berani adu reli dengan lawan,” ujarnya.

Jojo berhasil melaju ke final setelah mengalahkan pebulu tangkis Denmark Jan O Jargensen di semifinal dengan dua set langsung 21-14 dan 21-14.

Jojo hanya perlu 45 menit untuk menumbangkan pebulu tangkis peringkat 23 dunia itu dan menyamakan skor catatan pertemuan mereka menjadi 2-2.

“Tadi habis tanding, Jan O bilang kalau saya kuat sekali. Mungkin karena faktor usia juga, saya lebih muda dan perbedaan usia kami terpaut cukup jauh. Ini salah satu keuntungan untuk saya di pertandingan ini. Di tiga pertandingan sebelumnya dia juga main rubber gim dari lawan Lin Dan, Chou Tien Chen, sampai Rasmus Gemke. Jadi mungkin dia kelelahan, kesempatan ini saya manfaatkan,” tutur Jojo.

Baca juga: Jojo wakili Indonesia di final tunggal putra Japan Open

Baca juga: Hendra ingin final ganda putra diisi “All Indonesian”

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions bangga bisa lakoni “All Indonesian final”

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku bangga bisa kembali menjalani putaran final “All Indonesian” untuk kedua kalinya secara berturut-turut melawan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

“Indonesia bisa ciptakan ‘all Indonesian’ lagi, pasti suatu kebanggaan buat kita punya ganda putra yang cukup merata. Bisa dua kali all final berturut-turut, itu hal yang jarang juga di era sekarang,” tutur Kevin melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Minions akan kembali berhadapan dengan The Daddies di putaran final Japan Open 2019, setelah sebelumnya juga berhadapan di final BliBli Indonesia Open 2019 dua pekan lalu.

Kevin/Marcus berhasil menyusul The Daddies yang lebih dulu ke final, dengan mengalahkan Li Jun Hui/Liu Yu Chen dari China 16-21, 21-11, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Sementara Hendra/Ahsan mengamankan kursi final dengan menundukkan pasangan tuan rumah Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 22-20, 21-10 hanya dalam waktu 34 menit.

“Besok pasti akan sangat seru, mereka adalah pemain yang berpengalaman dan tidak mudah untuk dikalahkan. Penampilan mereka sekarang sudah stabil,” kata Kevin menambahkan.

Saat menghadapi Li/Liu, Minions menceritakan sempat mengalami kesulitan di gim pertama akibat belum bisa menikmati permainan secara menyeluruh.

“Di gim pertama kami belum bisa ‘in’, sering mati-mati sendiri, di awal gim kedua juga sama. Waktu pertengahan gim kedua sampai terakhir baru mulai keluar permainan kami.

Cara membalikkan keadaan waktu tertekan ya kalau saya pribadi sih lebih fokus dan meyakinkan diri sendiri,” ujar Kevin.

Li/Liu juga dinilai lebih siap dalam bertanding sehingga pola permainan mereka lebih menekan Minions.

“Lawan Li/Liu memang pemain top dunia, peringkat dua dunia. Mereka permainannya bagus, bola no-lobnya bagus, bisa memainkan tempo, jadi kalau lawan mereka pasti ramai,” kata Marcus.

Baca juga: Kevin/Marcus siap berikan yang terbaik di “all Indonesian final”
  Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kiri) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo melakukan selebrasi saat mengalahkan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai menang 21-19, 21-16. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Minions menaklukkan Asian Games

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati lolos ke final Jepang Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti lolos ke babak final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Jepang Open 2019 yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Dalam pertandingan babak semifinal, Sabtu (27/7), Praveen/Melati berhasil menumbangkan rekan senegaranya sendiri, yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dalam dua gim yang berjalan selama 36 menit dengan skor 21-15, 21-18.

“Kami sudah sering latihan bareng, jadi sudah tahu kelemahan dan kelebihan mereka (Hafiz/Gloria). Permainan mereka juga bagus dan sudah optimal,” kata Praveen melansir laman badmintonindonesia.org, Sabtu.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan untuk menghadapi laga semifinal tersebut, keduanya sudah lebih mempersiapkan diri dengan baik, sehingga dapat bermain optimal dan menang.

“Kali ini, di babak semifinal, kami lebih siap. Apalagi setelah tahu kemarin mereka menang dan akan menjadi lawan kami di semifinal, kami mempersiapkan diri kalau lawannya mereka,” ungkap Praveen.

Selanjutnya di babak final, Praveen/Melati akan berhadapan dengan pasangan unggulan kedua asal Cina Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping yang sebelumnya menyingkirkan unggulan kelima dari Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua gim dengan skor 21-10, 21-6.

“Di babak final nanti, yang pasti kami harus mengeluarkan permainan yang terbaik. Yang harus diwaspadai itu reli-reli mereka (Chan/Goh). Makanya kami harus tahan dan fokusnya juga harus konsisten sampai akhir,” ungkap Praveen.

Babak final turnamen bulu tangkis level Super 750 yang berhadiah total 750.000 Dolar Amerika Serikat itu akan diselenggarakan pada Minggu (28/7) besok mulai pukul 11.30 waktu Tokyo.

Baca juga: Dua ganda campuran lolos ke perempat final

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra ingin final ganda putra diisi “All Indonesian”

Jakarta (ANTARA) – Salah satu pebulu tangkis ganda putra andalan Indonesia Hendra Setiawan mengaku ingin final di Japan Open 2019 bisa diisi dengan sesama pasangan senegara atau “All Indonesian”.

“Untuk besok kami siap saja, lawannya siapa pun kami siap. Maunya ya ‘All Indonesian final’ lagi,” ujar Hendra dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Satu posisi di putaran final masih diperebutkan antara pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Li Jun Hui/Liu Yu Chen dari China.

Pasangan Mohammad Ahsan yang keduanya dikenal sebagai “The Daddies” ini berhasil menundukkan pasangan tuan rumah, yaitu Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 22-20, 21-10 hanya dalam waktu 34 menit di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Sabtu.

Pasangan peringkat empat dunia ini menilai performa lawan mereka sedang dalam kondisi yang kurang baik sehingga bisa cepat dikalahkan.

“Mereka (Kamura/Sonoda) sepertinya sedang tidak enak mainnya, mereka sering melakukan kesalahan sendiri dan memaksakan terus,” tutur Hendra.

Selain itu ia juga mengaku bisa menikmati permainan dengan Ahsan dan tidak ada kesulitan dalam memadukan teknik di lapangan.

“Kalau soal bisa bagus lagi setelah balik sama Ahsan, mungkin karena kami berpasangan sudah lama dan hanya pisah satu tahun. Jadi untuk balik lagi tidak terlalu susah ya,” katanya.

Baca juga: Jojo wakili Indonesia di final tunggal putra Japan Open

Baca juga: Indonesia pastikan satu tiket final ganda campuran Japan Open 2019

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pastikan satu posisi di final ganda putra Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memastikan satu pasang ganda putra untuk menempati posisi di putaran final Japan Open 2019 melalui kemenangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di semifinal.

The Daddies berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 22-20, 21-10 hanya dalam waktu 34 menit di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Sabtu.

“Alhamdulillah bisa menang. kami coba untuk fokus, berusaha untuk main tenang terus, jadi pengembalian-pengembalian kami aman.

Kami tetap fokus walaupun sudah memimpin karena mereka masih bisa mengejar,” uajr Ahsan melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Meski berhasil memimpin, namun Hendra/Ahsan sangat mewaspadai permainan Kamura/Sonoda terutama di gim pertama yang selesai hanya dengan selisih angka tipis.

“Kami memang sudah berpikir kalau mereka bisa saja mengejar makanya kami waspada, jaga jarak terus. Pokoknya tidak mau kasih poin cuma-cuma, kami tidak akan kendor,” katanya menambahkan.

Hasil ini semakin memantapkan catatan pertemuan Hendra/Ahsan menjadi 4-2 atas pasangan peringkat tiga dunia itu.

Di final, Hendra/Ahsan masih menunggu calon lawan antara Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Li Jun Hui/Liu Yu Chen dari China.

Baca juga: Minions dan The Daddies lanjut ke perempat final

Baca juga: Hendra-Ahsan akan hadapi ganda Korsel di perempat final

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jojo wakili Indonesia di final tunggal putra Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putra di putaran final Japan Open 2019, setelah berhasil mengatasi pebulutangkis Denmark Jan O Jargensen di semifinal dengan set langsung 21-14 dan 21-14.

Jojo hanya perlu 45 menit untuk menumbangkan pebulutangkis peringkat 23 dunia itu di Musashino Forest Sport Plaza Tokyo, Sabtu.

Melalui kemenangan ini, Jojo pun menyamakan skor catatan pertemuan mereka menjadi 2-2.

Di final, atlet peringkat tujuh ini akan berhadapan dengan peringkat wahid dunia Kento Momota yang merupakan atlet tuan rumah.

Dalam tiga pertemuan yang sudah dihadapi kedua pemain, Momota unggul 2-1, namun Jonatan memenangi pertemuan terakhir mereka di Malaysia Open di bulan April.

Baca juga: Hari kedua Japan Open, empat wakil Indonesia susul ke babak kedua

Baca juga: Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal semifinal, lima wakil Indonesia siap berlaga

Jakarta (ANTARA) – Lima wakil Indonesia siap berlaga di babak semifinal turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019 yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang pada Sabtu (27/7).

Kelima wakil tim Merah Putih itu, yakni tunggal putra Jonatan Christie, dua ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta dua pasangan campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Laga semifinal turnamen bulu tangkis level Super 750 itu akan dimulai pada pukul 10:00 waktu Tokyo dan dibuka dengan nomor pertandingan ganda putri yang sama-sama berasal dari Jepang, yaitu pasangan unggulan pertama Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara melawan unggulan ketiga Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Terdapat sepuluh pertandingan yang akan dilangsungkan pada babak semifinal turnamen berhadiah total 750.000 Dolar Amerika Serikat itu. Berikut jadwal lengkap babak semifinal Daihatsu Yonex Jepang Open 2019.

Mulai pukul 10:00 waktu Tokyo – Lapangan 1

WD – Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (1) (JPN) vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (3) (JPN)

WS – Michelle Li (CAN) vs Nozomi Okuhara (3) (JPN)

MS – Kento Momota (1) (JPN) vs Sai Praneeth B (IND)

WS – Akane Yamaguchi (4) (JPN) vs Chen Yu Fei (2) (CHN)

XD – Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (5) (MAS) vs Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (2) (CHN)

MS – Jan O Jorgensen (DEN) vs Jonatan Christie (6) (INA)

MD – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (4) (INA) vs Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (2) (JPN)

MD – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1) (INA) vs Li Jun Hui/Liu Yu Chen (3) (CHN)

Mulai pukul 10.30 waktu Tokyo – Lapangan 2

WD – Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR) vs Li Wen Mei/Zheng Yu (CHN)

XD – Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (6) (INA) vs Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (7) (INA)

Keterangan

WS: tunggal putri

MS: tunggal putra

WD: ganda putri

MD: ganda putra

XD: ganda campuran

Baca juga: Minions lalui rubber game untuk ke semifinal

Baca juga: Hendra/Ahsan lolos ke semifinal Japan Open

Baca juga: Indonesia pastikan satu tiket final ganda campuran Japan Open 2019

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

NTB dipercaya jadi tuan rumah kejuaraan nasional

Mataram (ANTARA) – Provinsi Nusa Tenggara Barat dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) yang akan berlangsung di Mataram pada 2-7 September 2019.

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) NTB, Junaidin Yaman, di Mataram, Jumat mengatakan, salah satu alasan ditetapkannya NTB menjadi tuan rumah Sirnas 2019 karena dinilai sukses menyelenggarakan event tersebut pada 2017.

“Salah satu indikator kesuksesan sebagai tuan rumah pada 2017 adalah relatif tingginya jumlah penonton yang menyaksikan setiap pertandingan,” katanya.

Junaidin mengatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan oleh PBSI NTB untuk menyukseskan event tersebut agar jumlah penonton semakin ramai.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menyiapkan dan memantapkan stadion Gedung Olah Raga (GOR) 17 Desember, di Turida, Kota Mataram, yang akan menjadi lokasi pertandingan.

“Kami juga mengimbau para pecinta bulutangkis di NTB, untuk ikut meramaikan event berskala nasional tersebut,” ujarnya.

Meski prestasi atlet NTB di ajang Sirnas belum memuaskan, namun Junaidin meyakini penyelenggaraan akan mampu meningkatkan minat masyarakat di cabang olahraga bulutangkis.

Kehadiran atlet-atlet nasional dan internasional dari beberapa negara tetangga, diharapkan dapat memotivasi atlet dalam daerah untuk terus meningkatkan prestasinya.

“Event Djarum Sirnas bisa menjadi ajang mengukur kemampuan. Kami berharap atlet-atlet NTB yang akan ikut berlaga pada ajang bergensi tersebut bisa memberikan prestasi terbaiknya,” ucap Junaidin.

Selain memberikan efek positif bagi para atlet daerah, Junaidin juga meyakini bahwa Djarum Sirkuit Nasional 2019 akan memberikan dampak ekonomi bagi warga NTB, khususnya di Kota Mataram.

Hal itu disebabkan banyaknya atlet dan pendamping yang datang dari berbagai daerah dan luar negeri.

Hotel-hotel tentu akan terisi oleh para tamu yang menginap. Dan usaha kuliner serta penjualan suvenir juga diharapkan ikut terdampak dari kegiatan olahraga berskala nasional tersebut.

Baca juga: Djarum pertama kali sulap Sabuga jadi arena bulu tangkis

Baca juga: Djarum tegaskan audisi bulu tangkis bukan kampanye produk

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Awaludin
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PB Djarum: Kami wadah pembibitan atlet, bukan pemasaran rokok

Jakarta (ANTARA) – Senior Manajer Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan, mengatakan Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum merupakan wadah pembibitan bagi atlet bulutangkis dan tidak ada kaitan dengan program pemasaran rokok.

“Paling mudah membedakan, silakan datang ke warung atau mini market, cari rokok namanya Djarum Badminton Club. Pasti tidak ada, karena ini adalah jlub yang didirikan owner Djarum,” kata Budi melalui sambungan telepon kepada Antara di Jakarta, Jumat sore.

Pernyataan itu merespons desakan yang disampaikan Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung untuk penghentian audisi bulutangkis yang disponsori industri rokok yang melibatkan anak-anak. Alasannya, penyelenggara memanfaatkan tubuh anak untuk mempromosikan produk rokok melalui kaos bertuliskan merek rokok.

Budi mengatakan PB Djarum lahir pada 1969. Saat itu karyawan Djarum dalam waktu senggang berolahraga badminton yang berkembang sampai sekarang.

Selama 50 tahun mengabdi pada proses atlet bulutangkis, kata Budi, PB Djarum Badminton Club telah melahirkan 28 atlet yang melegenda. Di antaranya Liem Swie King, Yuni Kartika, Christian Hadinata, Hariyanto Arbi, Hastomo Arbi.

“Yang tampil sekarang ada Muhammad Ahsan, Kevin Sanjaya dan sebagainya. Kita justru ingin menjadikan Indonesia terus menjadi negara besar di bulutangkis,” katanya.

Baca juga: Audisi beasiswa PB Djarum fokus U-11 dan U-13

Pada 2019, kata Budi, pihaknya tengah fokus mengembangkan bakat dan kemampuan bulutangkis dari 200-an bibit atlet dari wilayah Sabang hingga Manado.

“Ada dua arena latihan, di Kudus sebagai pengembangan talenta atlet single dan di Jakarta khusus untuk dobel, ” katanya.

Budi memastikan bahwa sumber pendanaan bagi operasional PB Djarum Badminton berasal dari sumbangan Dana Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR) dari berbagai perusahaan di luar Djarum.

“Bukan dari hasil keuntungan rokok yang kemudian kita gelontorkan ke pembibitan atlet. Selama ini kita siapin asrama, setiap hari diberikan nutrisi, pelatihan, diberangkatkan turnamen dalam dan luar negeri setahun bisa lima sampai enam kali,” katanya.

Budi menyebut kisaran dana yang digelontorkan melalui CSR sejumlah perusahaan berkisar miliaran rupiah per tahun.

Terkait dengan kritik nama Djarum yang melekat pada jersey atlet anak, Budi menyebut terjadi kekeliruan persepsi.

“Komunitas hanya lihat nama Djarum saja, tapi di jersey ada satu kesatuan dengan Badminton Club,” ujarnya.

Dikatakan Budi hingga saat ini belum ada rencana pihaknya mengganti nama PB Djarum Badminton Club, namun khusus desain jersey bisa berubah setiap saat.

“Kalau untuk mengganti nama klub butuh proses panjang. Yang namanya atlet kalau berlatih pakai jersey, maka PB Djarum Badminton Club namanya. Bukan berdiri sendiri, ini bukan kegiatan marketing, ini untuk seleksi atlet,” katanya.

Budi menambahkan, Indonesia butuh regenarasi atlet sehubungan dengan pengembangan SDM atlet bulu tangkis.

“PB Djarum Badminton Club melihat pentingnya melakukan pembibitan dan pembinaan sejak awal, karena yang kita masukan atlet terpilih yang punya bakat dan keinginan kuat,” katanya.

Baca juga: Air mata King jadi inspirasi PB Djarum untuk berkembang

Baca juga: 50 tahun PB Djarum ajang temu kangen para legenda

Memupuk Bibit Atlet Bulu Tangkis Nasional

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions lalui rubber game untuk ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menyelesaikan laga rubber game melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dengan kemenangan 21-14, 22-24, 21-15 untuk melaju ke semifinal.

Dengan hasil ini, Minions menyusul langkah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke babak semifinal Japan Open 2019.

“Di gim pertama kami bermain cukup baik, di gim kedua juga sudah unggul terus, tapi kami kemudian banyak melakukan kesalahan sendiri dan lawannya tidak mudah dimatikan. Sekarang kekuatan sudah merata, jadi antisipasinya ramai,” kata Kevin dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Permainan agresif dan menekan yang dilakukan Chia/Soh sempat membuat Kevin/Marcus tak dapat mengendalikan keadaan hingga gim ketiga pun terpaksa dimainkan.

Kevin/Marcus langsung tancap gas di gim penentuan tersebut dan unggul jauh hingga 18-9, yang akhirnya memenangkan pertandingan.

“Mereka pertahanannya bagus, tidak mudah mati. Di akhir gim kedua kami buru-buru ingin menyelesaikan, tapi kami malah membuat kesalahan sendiri. Kami lebih mengontrol lawan di gim ketiga, tidak mau cepat-cepat mematikan lagi. Kami jadi lebih sabar,” kata Marcus menambahkan.

Sedangkan di kubu Hendra/Ahsan, mereka berhasil melalui perempat final dengan menundukkan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol dari Korea Selatan dengan skor 21-17, 19-21, 21-19.

Untuk sementara sudah empat wakil Indonesia yang melaju ke semifinal, selain Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan, ada dua ganda campuran yang lolos yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sedangkan dari lini tunggal putra masih menyisakan Jonatan Christie yang tengah bertanding melawan Anders Antonsen dari Denmark untuk menambah peluang formasi di putaran semifinal.

Baca juga: Hendra/Ahsan lolos ke semifinal Japan Open

Baca juga: Indonesia pastikan satu tiket final ganda campuran Japan Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting akui belum mampu jebol pertahanan Momota

Jakarta (ANTARA) – Baca juga: Ginting dan Tommy tumbang di perempat final Japan Open

Baca juga: Tujuh wakil Indonesia lolos ke babak kedua Japan Open

Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting mengutarakan bahwa kekalahannya atas Kento Momota di putaran perempat final Japan Open 2019 akibat permainan bertahan yang diberikan Momota masih terlalu kuat untuk dijebol.

“Memang beda kalau lawan dia, Momota tidak gampang mati. Waktu saya dapat bola yang enak untuk menyerang pun tidak bisa langsung mematikan lawan. Saya juga selalu berpikir bahwa dia tidak bisa langsung dimatikan karena pertahanannya rapat,” kata Ginting melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Ginting ditaklukkan wakil tuan rumah itu dengan skor 13-21, 22-20, 15-21 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jumat.

Duel Ginting dengan Momota memang selalu ditunggu karena kedua pemain sama-sama harus kerja keras untuk menang.

Ginting yang tertinggal di gim pertama mencoba untuk mengurangi kesalahan sendiri dan mempercepat tempo main di gim kedua, namun sayangnya di gim ketiga ia kembali terbawa irama permainan Momota yang lebih lambat.

“Dia (Momota) sudah mengantisipasi permainan saya, lalu di gim ketiga dia meredam permainan cepat saya dan balik lagi ke tempo mainnya dia yang lambat. Saat itu saya sudah coba kendalikan, juga secara pikiran menganggap ini partai final dan coba maksimal. Tapi saya balik lagi banyak mati-mati sendiri,” ujar atlet asal Cimahi Jawa Barat itu.

Selain Ginting, Tommy Sugiarto juga tumbang di putaran delapan besar dari pebulutangkis India Sai Praneeth dengan skor 21-12, 21-15 hanya dalam waktu 35 menit.

Sementara wakil terakhir di tunggal putra yaitu Jonatan Christie akan bertanding di partai terakhir melawan Anders Antonsen dari Denmark.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pastikan satu tiket final ganda campuran Japan Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Satu perwakilan Indonesia dari sektor ganda campuran dipastikan akan melaju ke babak final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Jepang Open 2019 yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Pasalnya, dua wakil Merah Putih akan saling berhadapan satu sama lain di babak semifinal pada Sabtu (27/7) besok dan memperebutkan tiket menuju laga puncak turnamen level Super 750 tersebut.

Kedua wakil tersebut, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebelumnya dalam pertandingan babak perempat final yang berlangsung pada Jumat (26/7), Praveen/Melati menyingkirkan unggulan ke-empat Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam dua gim dengan skor 21-15, 21-15.

Pada waktu yang bersamaan, Hafiz/Gloria berhasil menumbangkan unggulan pertama asal Cina Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dalam tiga gim yang berjalan selama 55 menit dengan perolehan 21-17, 15-21, 21-19.

Menanggapi laga “perang saudara” esok hari itu, Gloria mengaku akan tetap berusaha untuk bermain semaksimal mungkin, sehingga dapat memenangkan tiket menuju babak final Jepang Open 2019.

“Untuk pertandingan besok, walaupun lawan teman sendiri tapi kami akan tetap berjuang maksimal. Hasil belakangan, yang penting total dulu mainnya,” ungkap Gloria melansir laman badmintonindonesia.org, Jumat.

Bagi Hafiz/Gloria, laga esok merupakan semifinal turnamen level super 750 kedua bagi pasangan tersebut. Sebelumnya, keduanya pernah lolos ke babak semifinal turnamen level Super 1000 Blibli Indonesia Open 2018 lalu.

Saat itu, dia juga berhadapan dengan rekan senegaranya sendiri, yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan kalah dengan skor 18-21, 8-21, sehingga tidak dapat melangkah ke babak final.

Baca juga: Greysia/Apriyani akui keunggulan Kim/Kong
Baca juga: Ringkasan pertandingan, delapan wakil Indonesia ke perempat final

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra/Ahsan lolos ke semifinal Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil lolos ke putaran semifinal Japan Open 2019 melalui kemenangan atas Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol dengan skor 21-17, 19-21, dan 21-19.

“Alhamdulillah kami bisa lolos ke semifinal. Pertandingan tadi tidak mudah, kami terakhir kali kalah dua gim langsung dari mereka, jadi sudah terbayang akan ramai. Ko/Shin punya pola yang bagus, drive-nya bagus, pergerakan mereka cukup merepotkan kami,” kata Ahsan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, Hendra/Ahsan dikalahkan pasangan dari Korea Selatan itu pada pertemuan sebelumnya di Australia Open 2019 dengan skor 15-21, 15-21.

“Dari awal kami sudah ada gambaran cara main mereka bagaimana, mereka tenaganya kencang, tekanan pukulannya kuat, gerakannya juga cepat. Di poin kritis tadi kami coba untuk fokus saja,” tutur Hendra menambahkan.

Untuk calon lawan di semifinal, Hendra/Ahsan masih menanti kepastian antara Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India.

Baca juga: Ginting dan Tommy tumbang di perempat final Japan Open

Pasangan peringkat empat dunia ini pun sudah paham strategi apa yang akan digunakan jika berhadapan dengan kedua calon lawannya itu.

“Kalau ketemu Kamura/Sonoda harus siap capek, lawan tuan rumah (kami) tidak ada tekanan tapi justru mereka yang harusnya tertekan. Pasangan India juga tidak mudah dikalahkan, mainnya bagus, pukulannya juga kencang,” tutur Hendra.

Baca juga: Indonesia pastikan satu tiket final ganda campuran Japan Open 2019

Indonesia sementara telah mengirim tiga wakil ke semifinal, yang sebelumnya sudah diisi dari lini ganda campuran yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Masih ada dua wakil lagi yang akan bertanding yaitu ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan tunggal putra Jonatan Christie.

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani akui keunggulan Kim/Kong

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengakui keunggulan pasangan asal Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong di babak perempat final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019.

Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang pada Jumat (26/7), Greysia/Apriyani ditaklukkan oleh Kim/Kong dalam dua gim yang berjalan selama 50 menit dengan perolehan 12-21, 12-21. Atas hasil tersebut, Greysia/Apriyani pun tidak dapat melanjutkan ke babak semifinal.

Bagi Greysia, permainan menyerang dengan smes keras merupakan andalan pasangan dari negeri ginseng tersebut. Greysia/Apriyani pun dibuat kewalahan sejak awal hingga akhir pertandingan.

“Permainan lawan lebih akurat. Rasanya berat sekali kami mau melangkah, ke kiri atau ke kanan, jadi tidak enak mainnya. Kami juga tidak antisipasi, sehingga pengembalian bola ke lawan salah arah dan kami malah mati sendiri,” kata Greysia seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Jumat.

Lebih lanjut, dia mengatakan walaupun pelatihnya sudah menasihati untuk keluar dari rasa berat tersebut, keduanya masih merasa tertekan oleh serangan-serangan dari lawan.

“Pelatih coba kasih kami pola untuk keluar dari rasa berat kami, tapi kami masih tertekan, jadi pelatih bilang tetap semangat dan coba dulu. Di game kedua kami sudah coba lagi, tapi karena posisi lawan sudah unggul, mereka jadi lebih percaya diri dan kami tertekan,” tutur Greysia.

Baca juga: Dua ganda campuran lolos ke perempat final

Sementara itu, senada dengan Greysia, Apriyani juga mengakui penampilannya kurang baik hari ini, sehingga tidak mampu mengantisipasi serangan lawan selama pertandingan berlangsung.

“Ada beberapa pola main mereka yang berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Hari ini penampilan kami juga kurang baik, seperti tidak ada antisipasi pukulan lawan. Kalau bertemu mereka lagi, kami harus cepat mengantisipasi pengembalian lawan dan harus bermain lebih tenang,” ungkap Apriyani.

Greysia/Apriyani dan Kim/Kong sebelumnya sudah pernah bertemu satu kali di lapangan, yakni di turnamen Blibli Indonesia Open 2019. Saat itu, Greysia/Apriyani juga dikalahkan oleh Kim/Kong dalam tiga gim dengan skor 20-22, 21-18, 13-21.

Baca juga: Gregoria takluk di tangan pemain nomor satu dunia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting dan Tommy tumbang di perempat final Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Dua pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto tumbang di perempat final Japan Open setelah masing-masing dikalahkan Kento Momota dan Sai Praneeth.

Pada pertandingan yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Jumat, Ginting ditundukkan unggulan pertama Momota dengan skor 21-13, 20-22, dan 21-15.

Kemenangan yang diperoleh Momota semakin menambah keunggulan dalam catatan pertemuan dengan Ginting menjadi 9-3, termasuk tiga kemenangan terakhir dalam satu tahun terakhir di Sudirman Cup, Singapore Open, dan Indonesia Masters.

Sementara Tommy dikalahkan Praneeth dengan skor 21-12 dan 21-15 hanya dalam waktu 35 menit.

Dengan hasil tersebut maka catatan pertandingan keduanya kini imbang 2-2.

Di semifinal, peringkat ke-23 Praneeth akan berhadapan dengan peringkat pertama dunia Momota.

Baca juga: Minions dan The Daddies ke babak kedua Japan Open
Baca juga: Japan Open 2019, Fitriani ditaklukkan Chen di babak pertama

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan akan hadapi ganda Korsel di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Setelah menunggu calon lawan, akhirnya ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dipastikan akan bertemu pasangan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol dari Korea Selatan pada perempat final Japan Open 2019.

Ko/Shin ke perempat final setelah mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di putaran kedua dengan skor 11-21, 21-12, 21-18.

“Mau ketemu siapa saja kami siap, yang penting kami bisa tampil maksimal. Kalau soal stamina, kami belum merasa capek. Kami berusaha santai saja dan tidak memikirkan stamina menurun atau apa,” kata Ahsan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Hendra/Ahsan dan Ko/Shin terakhir kali bertemu di Australia Open 2019, dengan kekalahan dialami The Daddies 15-21, 15-21.

Catatan pertemuan sementara imbang 2-2 untuk kedua pasangan.

Sebelum lolos ke perempat final, Hendra/Ahsan mendapat perlawanan sengit dari rekan sepelatnas yaitu Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso di putaran kedua.

“Perang saudara” itu akhirnya dimenangi oleh Hendra/Ahsan dengan skor 16-21, 21-18, 22-20, meski pun mereka harus mengakui bahwa sempat tak bisa mengembangkan permainan di gim pertama dan terus bermain di bawah tekanan Wahyu/Ade.

Penempatan-penempatan Wahyu/Ade yang menyulitkan, membuat Hendra/Ahsan harus jatuh bangun.

“Alhamdulillah kami bisa melewati partai yang krusial, mereka penampilannya lagi bagus dan selalu beri perlawanan. Kami sudah antisipasi ini, kami sudah menyangka akan ramai. Kami sempat tertekan di gim pertama, di pertengahan gim kedua kami bisa membalikkan keadaan,” ujar Ahsan.

Selain Hendra/Ahsan, tujuh wakil Indonesia lainnya yang lolos ke perempat final adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Tommy Sugiarto dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Baca juga: Minions dan The Daddies lanjut ke perempat final

Baca juga: Dua ganda campuran lolos ke perempat final

Baca juga: Tiga tunggal putra Indonesia ke perempat final Japan Open

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan pertandingan, delapan wakil Indonesia ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak delapan perwakilan Indonesia berhasil melangkah ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Jepang Open 2019 yang diselenggarakan di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Pada pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (25/7), tercatat ada 11 perwakilan Indonesia yang berlaga, dan delapan diantaranya sukses melangkah ke babak perempat final, sedangkan tiga wakil lainnya harus terhenti.

Delapan wakil Indonesia yang lolos itu, di antaranya ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkan pasangan Cina Dong Wen Jing/Feng Xue Ying dengan skor 21-17, 21-17.

Kemudian tiga tunggal putra, yaitu Tommy Sugiarto yang menang atas pemain Hong Kong Wong Wing Ki Vincent dengan skor 21-16, 21-17, Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Sitthikom Thammasin dari Thailand dengan skor 20-22, 21-17, 21-6 dan Jonatan Christie menyingkirkan pemain Hong Kong Ng Ka Long Angus dengan skor 21-16, 21-15.

Lalu di sektor ganda campuran, dua wakil yang lolos, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang unggul atas pasangan Hong Kong Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dengan skor 21-11, 21-13 dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menundukkan Marcus Ellis/Lauren Smith dari Inggris dengan skor 21-23, 21-13, 21-13.

Terakhir, dari sektor ganda putra diwakili oleh Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menang atas pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 21-8, 21-19 dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang mengalahkan rekan se-negaranya, yakni Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso dengan skor 16-21, 21-18, 22-20.

Sementara itu, perwakilan Indonesia yang tidak lolos ke perempat final selain Wahyu/Ade, yaitu tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung yang takluk di tangan unggulan pertama Taiwan Tai Tzu Ying dengan skor 18-21, 15-21 dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang dikalahkan oleh Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol asal Korea Selatan dengan skor 21-11, 12-21, 18-21.

Pertandingan babak perempat final turnamen bulu tangkis level Super 750 berhadiah total 750.000 dollar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat (26/7) besok mulai pukul 10.00 waktu setempat.

Baca juga: Minions dan The Daddies lanjut ke perempat final

Baca juga: Dua ganda campuran lolos ke perempat final

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda campuran lolos ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Dua ganda campuran Indonesia, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil lolos ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019.

Dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung Kamis, Praveen/Melati sukses mengalahkan pasangan Hong Kong Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dalam dua gim dengan skor 21-11, 21-13.

Sementara itu, Hafiz/Gloria menumbangkan pasangan asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dalam tiga gim yang berlangsung selama satu jam 6 menit dengan skor 21-23, 21-13, 21-13.

Dikutip dari laman badmintonindonesia.org, Melati mengaku dalam pertandingan tersebut tampil lebih yakin dan bisa mengendalikan permainan. Selain itu, dia juga mengaku kali ini sudah lebih menguasai keadaan lapangan.

“Hari ini kami merasa mainnya lebih enak dari kemarin di babak pertama. Lagi pula, kami sudah sering bertemu mereka (Chang/Ng). Kami tahu permainan mereka seperti apa dan harus bagaimana mengatasinya,” kata Melati seusai pertandingan babak dua di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis.

Praveen/Melati dan Chang/Ng sebelumnya sudah pernah bertemu dua kali di lapangan, yaitu di turnamen Toyota Thailand Open 2018 dan Yonex-Sunrise Hong Kong Open 2018. Dari dua pertemuan itu, Praveen/Melati tercatat belum pernah mengalami kekalahan atas pasangan Hong Kong tersebut.

Selanjutnya di babak perempat final, Praveen/Melati akan berhadapan dengan pasangan unggulan keempat asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

“Kalau ketemu wakil Thailand, berarti kami harus siap capek karena mereka pemain yang ulet, tidak mudah dimatikan dan pertahanannya juga kuat,” ungkap Melati.

Sementara itu, hingga kini belum diketahui siapa yang akan menjadi lawan bagi Hafiz/Gloria. Keduanya masih harus menunggu hasil pertandingan antara dua pasangan yang sama-sama berasal dari Cina Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong melawan Lu Kai/Chen Lu.

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions dan The Daddies lanjut ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berhasil melanjutkan pertandingan ke putaran delapan besar Japan Open 2019.

Kevin/Marcus mendapat kemenangan mudah atas pasangan tuan rumah Takuro Hoki/Yugo Kobayashi 21-8, 21-19 hanya dengan waktu 27 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis.

Hasil tersebut semakin mempertebal keunggulan Minions atas Hoki/Kobayashi dengan catatan pertemuan 8-0.

Pada perempat final, unggulan pertama Minions akan bertemu dengan pasangan asal Malaysia unggulan ke-11 Aaron Chia/Soh Wooi Yik setelah pertemuan terakhir mereka di Malaysia Open 2018.

Sementara pasangan Hendra/Ahsan, bisa melaju ke perempat final setelah menjalani “perang saudara” dengan Wahyu Nayaka Arya/Ade Yusuf Santoso dengan skor 21-16, 18-21, 20-22.

The Daddies masih menunggu calon lawan di perempat final, yang kemungkinan bisa kembali melakoni perang saudara jika Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bisa mengalahkan pasangan asal Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol di putaran kedua.

Baca juga: Dua ganda campuran lolos ke perempat final

Baca juga: Tiga tunggal putra Indonesia ke perempat final Japan Open

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga tunggal putra Indonesia ke perempat final Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Tiga pebulu tangkis tunggal putra Indonesia yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto, dan Jonatan Christie berhasil lolos ke perempat final Japan Open 2019.

Pada pertandingan yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Kamis, Ginting berhasil mengalahkan Sitthikom Thammasin dari Thailand dengan skor 20-22, 21-17, dan 21-6 dalam duel selama satu jam lima menit.

Di perempat final pebulu tangkis unggulan ketujuh ini akan bertemu atlet tuan rumah Kento Momota yang merupakan unggulan pertama dunia.

Dalam catatan 11 pertemuan keduanya, Momota unggul dari Ginting dengan memenangi delapan pertandingan, termasuk pertemuan terakhir di Sudirman Cup.

Pemain Indonesia kedua yang lolos ialah Tommy, yang mengalahkan Wong Wing Ki Vincent dari Hongkong dengan skor 21-16 dan 21-17.

Baca juga: Rinov/Pitha terhenti di babak pertama Japan Open 2019

Di perempat final Tommy akan berhadapan dengan Sai Praneeth dari India.

Kemudian ada Jonathan yang mengalahkan NG Ka Long Angus dari Hongkong dengan skor 21-10 dan 21-12, dan akan berhadapan dengan Anders Antonsen dari Denmark.

Dengan kemenangan atas Angus, kini Jonatan berhasil menyamakan skor pertemuan keduanya menjadi 4-4.

Sementara dengan Antonsen, keduanya baru satu kali bertemua di Indonesia Masters dengan hasil kemenangan bagi pebulu tangkis Denmark tersebut.

Baca juga: Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019
Baca juga: Minions dan The Daddies ke babak kedua Japan Open

 

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria takluk di tangan pemain nomor satu dunia

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung terhenti pada babak dua turnamen Daihatsu Yonex Jepang Open 2019 usai ditaklukkan oleh pemain peringkat satu dunia Tai Tzu Ying asal Taiwan.

Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (25/7), Gregoria belum mampu menghadang serangan-serangan dari Tai hingga akhirnya kalah dalam dua gim berdurasi 29 menit dengan skor 18-21, 15-21.

Bagi pemain berusia 19 tahun itu, Tai merupakan pemain yang pintar mengatur ritme permainan. Meskipun sempat beberapa kali dia memimpin perolehan angka, namun Tai berhasil mengambil alih permainan dan berbalik unggul.

“Penampilan saya masih tidak stabil, sedangkan dia bisa mengatur ritme permainan. Ketika saya unggul, dia langsung mengubah pola mainnya, dan saya tidak siap, makanya bisa dikejar lagi sama dia,” kata Gregoria melansir laman badmintonindonesia.org, Kamis.

Gregoria dan Tai sebelumnya sudah pernah bertemu dua kali di lapangan, yaitu di turnamen BCA Indonesia Open 2017 dan Total BWF Sudirman Cup 2019. Dari dua pertemuan itu, Gregoria tercatat belum pernah menang atas pemain Taiwan tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan pertemuan di Piala Sudirman, penampilan saya masih sama saja, masih banyak kesulitan. Seharusnya kalau sudah pernah ketemu bisa hafal, tapi dia pintar mengubah pola, tidak monoton. Tai adalah pemain yang cerdas,” tutur Gregoria.

Dari semua kekalahan tersebut, atlet Pelatnas Cipayung, Jakarta sejak 2013 itu mengaku masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan, sehingga ke depannya bisa mengukir prestasi yang lebih baik lagi.

“Masih banyak yang harus saya perbaiki, terutama fokus saat pertandingan. Saat badan belum terasa capek, fokusnya malah lebih capek, sehingga tidak bisa konsisten dan tahan lama. Mungkin saya harus lebih rileks, karena kalau menggebu-gebu malah tidak bisa fokus,” ungkap Gregoria.

Baca juga: Jadwal babak kedua Japan Open, Gregoria tantang unggulan pertama
Baca juga: Tujuh wakil Indonesia lolos ke babak kedua Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani lolos ke Perempat Final

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu, lolos ke babak perempat final turnamen bulu tangkis Japan Open 2019 usai menyingkirkan Dong Wen Jing/Feng Xue Ying (Tiongkok), 21-17, 21-17, Kamis pagi WIB.

Greysia/Apriyani langsung tampil menekan sejak awal pertandingan hingga unggul jauh 18-13. Di angka tersebut, pasangan terbaik Indonesia ini sedikit lengah hingga Dong/Feng sempat mendekat menjadi 19-16.

Greysia/Apriyani berusaha tetap fokus untuk mendapat satu demi satu poin, hingga akhirnya menutup set pertana dengan skor 21-17.

Pada gim kedua, pertandingan berlangsung ketat hingga kedudukan 10-10. Setelah itu, Greysia/Apri mempercepat tempo permainan hingga akhirnya unggul 21-17.

“Kami mau fokus terus menerus, walau sudah unggul tapi kami tidak mau lengah sebelum dapat angka 21 dan gim. Hal ini yang paling kami utamakan di lapangan,” kata Greysia seperti dilansir badmintonindonesia.org

Menurut Greysia, meskipun lawannya di babak ketiga itu rangkingnya masih di bawah, ia dan Apriyani dari awal sangat waspada.

“Pasangan Tiongkok ini harus diwaspadai, kami kalau lawan siapa pun harus waspada, mau yang rangkingnya lebih tinggi dari kami atau lebih rendah. Lawan punya power yang kuat, defense-nya juga ngatur banget, ada pola mainnya,” tambah Apriyani.

Pada perempat final, Greysia/Apriyani akan bertemu dengan pemenang antara Chen Qingchen/Jia Yifan dari Tiongkok dan Kim So Yeong/Kong Hee Yong dari Korea Selatan.

“Kalau ketemu pasangan Tiongkok, kami mau siapkan rasa percaya diri kami, harus kembalikan pede-nya karena kami mau revans. Lebih ke pede-nya dulu, kalau strategi bisa kami diskusikan nanti sama pelatih,” ujar Greysia.

Sementara itu, jika menghadapi pasangan Korea Selatan, Greysia/Apriyani juga harus berjuang keras mengingat pasangan Korsel itu mengalahkan Greysia/Apriyani di Indonesia Open pekan lalu.

“Kalau ketemu pasangan Korea pun sama, mereka sedang percaya diri karena menang dari kami sebelumnya di Istora. Tipe main Korea itu banyak serangan, banyak smash keras. Kalau Tiongkok lebih kami waspadai main cepatnya, mereka main cepat tapi antisipasinya bagus juga,” kata Apriyani.

Baca juga: Greysia/Apriyani ogah lengah hadapi pemain Jepang

Baca juga: Greysia/Apriyani akan fokus di setiap permainan sejak awal

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal babak kedua Japan Open, Gregoria tantang unggulan pertama

Jakarta (ANTARA) – Sebelas wakil Indonesia lolos ke babak kedua turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019 yang digelar di Tokyo, Kamis.

Jalan terjal bagi tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung yang akan menghadapi unggulan pertama asal Taiwan Tai Tzu Ying, pukul 12:40 waktu Tokyo.

Gregoria belum pernah menang dalam dua pertemuannya dengan peringkat satu dunia itu, demikian laman resmi BWF.

“Di Piala Sudirman kemarin, dia (Tzu Ying) fokusnya satu demi satu poin. Pukulan-pukulan dia bagus, tapi dia tidak takut bermain reli dan mau mengatur, nggak buru-buru. Ini yang patut ditiru dari dia, pembawaan dia di lapangan kalem, tapi mematikan,” kata Gregoria seperti dikutip laman resmi PBSI.

Kemudian wakil tunggal putra Tommy Sugiarto akan bertemu untuk kedelapan kalinya dengan atlet Hong Kong Wong Wing Ki Vincent pukul 10:10. Tommy pernah menang tiga kali atas lawannya itu.

Setelah itu pertandingan di lapangan 2 itu dilanjutkan dengan laga antara unggulan ketujuh Anthony Sinisuka Ginting dan Sitthikom Thammasin. Keduanya baru akan bertemu untuk pertama kalinya.

Sedangkan Jonatan Christie, unggulan keenam, akan ditantang NG Ka Long Angus dari Hong Kong. Jojo baru menang tiga kali dari tujuh pertemuan dengan peringkat 12 dunia itu.

Sementara itu, Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi satu-satunya wakil ganda putri yang lolos ke babak kedua. Unggulan kelima itu akan menghadapi peringkat 23 asal China Feng Xue Ying/Dong Wen Jing.

Greysia/Apriyani pernah bertemu dan mengalahkann mereka satu kali di All England tahun ini.

Di sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, unggulan ketujuh, akan bertemu pasangan Hong Kong Chang Tak Ching/NG Wing Yung. Praveen/Melati belum terkalahkan dalam dua pertemuan terakhir mereka.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadi unggulan keenam akan bertemu untuk pertama kalinya dengan pasangan Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith.

Kemudian sektor ganda putra meloloskan empat wakilnya ke babak selanjutnya.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo, yang menjadi unggulan pertama sekaligus juara bertahan turnamen dua tahun terakhir, akan menghadapi ganda Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang tampil apik di Indonesia Open 2019 dengan mengalahkan unggulan kedua Takeshi kamura/Keigo Sonoda di babak kedua.

Minions belum pernah kalah dalam pertemuan mereka dengan peringkat 12 dari Jepang itu.

“Mereka pasangan yang kuat, tidak mudah melawan mereka. Kami harus lebih siap sama diri kami sendiri, pokoknya harus lebih siap dari hari ini,” kata Kevin.

Sementara Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menghadapi kompatriot senegaranya Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso. Juara All England Open 2019 itu selalu menang dalam dua pertemuan terakhirnya dengan Ade/Wahyu.

Sedangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menghadapi pasangan Korea Shin Baek Cheol/Ko Sung Hyun yang pernah mereka kalahkan di All England Open 2019.

Ganda Korea itu juga pernah menang atas pasangan Indonesia ketika di New Zealand Open 2016.

Fajar/Rian berharap tampil lebih konsisten setelah hasil buruk di Indonesia Open 2019 di mana mereka terhenti di perempat-final.

Positive thinking saja, kami sekarang fokusnya ke turnamen ini (Japan Open). Kamu berharap bisa tampil konsisten, jangan sekarang bagus, besoknya blank dan under perform, harus dijaga kestabilannya,” ungkap Fajar.

“Ko/Shin pengalamannya banyak dan mereka baru juara juga di Australia Open 2019, jadi percaya diri mereka meningkat.”

Pasangan Korea Selatan itu juga punya serangan kencang. “Mereka tidak mudah dimatikan juga. Jadi kami harus bermain benar-benar fokus besok,” timpal Rian.

Baca juga: Hari kedua Japan Open, empat wakil Indonesia susul ke babak kedua

Baca juga: Minions dan The Daddies ke babak kedua Japan Open

Baca juga: Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari kedua Japan Open, empat wakil Indonesia susul ke babak kedua

Jakarta (ANTARA) – Empat wakil Indonesia menyusul kompatriot senegaranya ke babak kedua turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019 di Tokyo, Jepang.

Sebelumnya, tujuh wakil Indonesia, yaitu Gregoria Mariska Tunjung, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, telah lolos ke babak kedua usai mengalahkan lawan-lawannya di babak pertama turnamen yang digelar pada Selasa.

Tunggal putra Jonatan Christie, yang menjadi unggulan keenam, lolos ke babak kedua usai mengalahkan Suppanyu Avihingsanon 21-15, 23-21 di pertandingan lanjutan babak pertama, Rabu.

Pada gim kedua, ketika Jojo sudah unggul 20-16, tiba-tiba lawannya berhasil menyusul dan kedudukan pun menjadi imbang 20-20. Akan tetapi, Jojo berhasil mengontrol dirinya sendiri dan kembali ke permainan awal sekaligus memenangkan gim tersebut.

“Itu yang masih jadi PR saya, kalau sudah unggul dan ada kesempatan menang, tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik, sayang sekali. Mungkin itu hal kecil, hal sepele tapi dampaknya besar, jadi harus diperhatikan,” kata Jojo seperti dikutip melalui laman resmi PBSI.

Kemudian tiga wakil ganda putra Indonesia juga mampu melewati rintangan pertama turnamen kategori Super 750 itu.

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso menyudahi perlawanan peringkat 15 Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong 24-22, 21-10.

Kemudian juara All England 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali menang atas ganda putra Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel 21-16, 21-17. Keduanya pekan lalu bertemu di babak kedua turnamen Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Lalu wakil terakhir yang menyusul ke babak kedua adalah juara Indonesia Open 2018-2019, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang masih terlalu tangguh bagi pasangan China He Ji Ting/Tan Qiang.

Minions menyingkirkan peringkat 10 asal China itu dalam 27 menit, dua gim langsung 21-18, 21-19.

Dari sektor tunggal putri, Fitriani kembali dihentikan oleh unggulan kedua China Chen Yu Fei 5-21, 19-21. Peringkat 31 Indonesia itu juga sebelumnya dihentikan Chen di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019.

“Di gim pertama, pergerakan saya masih kurang lepas dan terbawa irama main lawan. Lawan mainnya pelan tapi tiba-tiba dia menyerang dan saya terbawa dengan permainan seperti itu. Dia lebih mengatur irama permainan,” kata Fitriani.

Pada gim kedua, Fitriani mencoba bangkit dan berhasil memimpin perolehan skor hingga 17-15, kemudian sempat imbang 19-19. Akan tetapi, Chen lebih unggul di poin-poin akhir dan memenangkan gim kedua.

Wakil ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga harus tersingkir usai kalah tiga gim 16-21, 21-8, 21-17 oleh pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje.

Dengan demikian 11 wakil Indonesia yang lolos akan menjalani laga babak kedua Japan Open 2019 pada Kamis.

Baca juga: Minions dan The Daddies ke babak kedua Japan Open

Baca juga: Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019

Baca juga: Rinov/Pitha terhenti di babak pertama Japan Open 2019

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari kedua Japan Open, empat wakil Indoesia susul ke babak kedua

Jakarta (ANTARA) – Empat wakil Indonesia menyusul kompatriot senegaranya ke babak kedua turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019 di Tokyo, Jepang.

Sebelumnya, tujuh wakil Indonesia, yaitu Gregoria Mariska Tunjung, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, telah lolos ke babak kedua usai mengalahkan lawan-lawannya di babak pertama turnamen yang digelar pada Selasa.

Tunggal putra Jonatan Christie, yang menjadi unggulan keenam, lolos ke babak kedua usai mengalahkan Suppanyu Avihingsanon 21-15, 23-21 di pertandingan lanjutan babak pertama, Rabu.

Pada gim kedua, ketika Jojo sudah unggul 20-16, tiba-tiba lawannya berhasil menyusul dan kedudukan pun menjadi imbang 20-20. Akan tetapi, Jojo berhasil mengontrol dirinya sendiri dan kembali ke permainan awal sekaligus memenangkan gim tersebut.

“Itu yang masih jadi PR saya, kalau sudah unggul dan ada kesempatan menang, tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik, sayang sekali. Mungkin itu hal kecil, hal sepele tapi dampaknya besar, jadi harus diperhatikan,” kata Jojo seperti dikutip melalui laman resmi PBSI.

Kemudian tiga wakil ganda putra Indonesia juga mampu melewati rintangan pertama turnamen kategori Super 750 itu.

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso menyudahi perlawanan peringkat 15 Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong 24-22, 21-10.

Kemudian juara All England 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali menang atas ganda putra Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel 21-16, 21-17. Keduanya pekan lalu bertemu di babak kedua turnamen Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Lalu wakil terakhir yang menyusul ke babak kedua adalah juara Indonesia Open 2018-2019, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang masih terlalu tangguh bagi pasangan China He Ji Ting/Tan Qiang.

Minions menyingkirkan peringkat 10 asal China itu dalam 27 menit, dua gim langsung 21-18, 21-19.

Dari sektor tunggal putri, Fitriani kembali dihentikan oleh unggulan kedua China Chen Yu Fei 5-21, 19-21. Peringkat 31 Indonesia itu juga sebelumnya dihentikan Chen di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019.

“Di gim pertama, pergerakan saya masih kurang lepas dan terbawa irama main lawan. Lawan mainnya pelan tapi tiba-tiba dia menyerang dan saya terbawa dengan permainan seperti itu. Dia lebih mengatur irama permainan,” kata Fitriani.

Pada gim kedua, Fitriani mencoba bangkit dan berhasil memimpin perolehan skor hingga 17-15, kemudian sempat imbang 19-19. Akan tetapi, Chen lebih unggul di poin-poin akhir dan memenangkan gim kedua.

Wakil ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga harus tersingkir usai kalah tiga gim 16-21, 21-8, 21-17 oleh pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje.

Dengan demikian 11 wakil Indonesia yang lolos akan menjalani laga babak kedua Japan Open 2019 pada Kamis.

Baca juga: Minions dan The Daddies ke babak kedua Japan Open

Baca juga: Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019

Baca juga: Rinov/Pitha terhenti di babak pertama Japan Open 2019

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions dan The Daddies ke babak kedua Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon (Minions) dan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan (The Daddies) lolos ke putaran kedua Japan Open 2019, menyusul Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto dan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf Santoso yang sudah lebih dulu lolos.

The Daddies mengalahkan pasangan Jerman Marvin Seidel-Mark Lamsfuss dua gim langsung 21-16, 21-17, sedangkan unggulan utama Minions menghentikan perlawanan He Jiting-Tan Qiang dari China dengan 21-18, 21-12.

“Hari ini kami main cukup baik, waktu awal permainan memang belum terlalu siap tapi kami masih bisa kontrol dan ambil gim pertama. Di gim kedua kami lebih unggul dari awal permainan dan banyak menguasai lawan dengan menyerang,” kata Marcus melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019

Juara bertahan Kevin-Marcus menargetkan bisa mempertahankan gelar juara Japan Open sembari fokus menjalani pertandingan satu demi satu.

“Maunya tentu mempertahankan gelar yang didapat tahun lalu, menang lagi. Tapi lihat satu demi satu pertandingan dulu saja,” kata Marcus.

Pada putaran kedua, Kevin-Marcus akan menghadapi wakil tuan rumah Takuro Hoki-Yugo Kobayashi yang sempat tampil cukup baik pada Indonesia Open 2019 pekan lalu.

“Mereka pasangan yang kuat, tidak mudah melawan mereka. Kami harus lebih siap dengan diri kami sendiri, pokoknya harus lebih siap dari hari ini,” kata Kevin.

Baca juga: Rinov/Pitha terhenti di babak pertama Japan Open 2019

Mahasiswa Indonesia bakar semangat Timnas di Piala Sudirman

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isyarat dua jari mendatar semangati Ilyas sabet tiga emas

ustru kekurangan Ilyas dijadikan sebagai kelebihan

Jakarta (ANTARA) – Isyarat dua jari mendatar dari tribun penonton World Deaf Championships 2019 memotivasi atlet tuna rungu Indonesia, Ilyas Rachman, ketika merebut tiga emas dari ajang ini.

“Berulang kali diacungkan isyarat dua jari mendatar. Itu yang buat saya semangat,” kata Ilyas dalam bahasa isyarat yang diterjemahkan ibunya, Andriany Trilestary, kepada ANTARA di Karawang, Jawa Barat, Rabu siang, usai kembali dari turnamen yang digelar di Taiwan itu.

Bertanding bulu tangkis tanpa mendengar dan bicara membuat pria kelahiran Karawang 14 Mei 2001 itu harus mengandalkan visual gerakan shuttlecock di udara dan inilah kekuatan Ilyas.

“Justru kekurangan Ilyas dijadikan sebagai kelebihan. Dia tidak pernah terusik oleh hingar bingar dukungan penonton dari negara lain di tribun. Ilyas hanya fokus mengalahkan lawan,” kata Andriany.

Pada final tunggal putra, Ilyas mengalahkan atlet Hongkong Lau Ch dengan 21-19 dan 21-15. Emas kedua dia sabet dari ganda putrra bersama Salim Mandek setelah mengalahkan pasangan India, Anand/Kusghara, dengan 18-21, 21-14, dan 22-20. Sedangkan emas ketiga dia sabet setelah berpasangan dengan Dzakiya Amalia Ma’ruf (17) pada ganda campuran dengan mengalahkan pasangan India Hkt Anand/Jelin 21-18 dan 22-20.

Baca juga: Ilyas ingin menuntut balas kepada atlet Rusia

Penampilan Ilyas yang gemilang dan mempesona membuat penonton mancanagara tumpah ruah mendukung dengan mengacungkan dua jari mendatar ke arah arena.

Penerjemah bahasa isyarat dari Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa (SGPLB) Bandung, Tolibul Hadi, mengatakan dua jari mendatar dengan ayunan bergelombang adalah visualisasi dari bendera merah putih yang disusun mendatar dan berkibar.

“Jari telunjuk dan tengah diacungkan rapat secara mendatar, kemudian diberi gerakan bergelombang. Itu adalah pesan dukungan dari penonton kepada Indonesia,” kata Tolibul yang mendampingi Ilyas saat tanding di Taipei Gymnasium.

Isyarat dua jari mendatar kembali terlihat ketika seremoni penyerahan medali yang juga penaikan bendera negara pada podium juara. 

“Bendera Merah Putih berkibar paling atas sebanyak tiga kali. Itu momentum yang sangat berkesan,” kata dia yang mengaku sampai turut menyanyikan Indonesia Raya dengan menggunakan bahasa isyarat.

“Agenda itu menyedot banyak pujian, kekaguman, dan simpati peserta maupun penonton. Bahkan acungan dua jari mendatar juga dilakukan pejabat dan pimpinan dari penyelenggara lomba, International Committee of Sports for the Deaf, wasit dan juri,” tutup Tolib.

Baca juga: Peraih emas World Deaf Championships ingin rasakan smes Ginting
 

Asian Para Games wujud Indonesia ramah disabilitas

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jojo melenggang ke babak dua Japan Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie sukses melangkah ke babak dua turnamen Japan Open 2019 usai menumbangkan pebulu tangkis asal Thailand Suppanyu Avihingsanon.

Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang pada Rabu (24/7), pria yang lebih akrab disapa Jojo itu mengalahkan Avihingsanon dalam dua gim yang berjalan selama 44 menit dengan skor 21-15, 23-21.

Pada gim kedua, ketika Jojo sudah unggul 20-16, tiba-tiba lawannya berhasil menyusul dan kedudukan pun menjadi imbang 20-20. Akan tetapi, Jojo berhasil mengontrol dirinya sendiri dan kembali ke permainan awal sekaligus memenangkan gim tersebut.

“Itu yang masih jadi PR saya, kalau sudah unggul dan ada kesempatan menang, tapi tidak bisa diselesaikan dengan baik, sayang sekali. Mungkin itu hal kecil, hal sepele tapi dampaknya besar, jadi harus diperhatikan,” kata Jojo seperti dikutip melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Di babak kedua yang akan dilaksanakan pada Kamis (25/7) besok, Jojo akan bertemu dengan Ng Ka Long Angus dari Hong Kong. Keduanya terakhir kali berjumpa di New Zealand Open 2019 dan saat itu Jojo menang straight game dengan skor 21-12, 21-13.

“Lawan besok memang lebih sulit, nanti saya akan lihat lagi video pertandingan di New Zealand dan yang lain juga untuk melihat apakah permainan dia ada yang berubah atau tidak. Kalau ada, nanti akan saya diskusikan lagi dengan pelatih. Pukulan-pukulan dia itu bagus dan cukup berbahaya,” ungkap Jojo.

Sebelumnya, di sektor tunggal putra, dua wakil Indonesia lainnya juga berhasil lolos ke babak kedua turnamen level Super 750 tersebut, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto.

Baca juga: Tujuh wakil Indonesia lolos ke babak kedua Japan Open

Baca juga: Matsutomo/Takahashi incar gelar Japan Open dan tiket Olimpiade

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ilyas ingin menuntut balas kepada atlet Rusia

Jakarta (ANTARA) – Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tuna rungu Ilyas Rachman terobsesi membalas kekalahan atas Sokhzod Gulomzoda dari Rusia yang menjegal Indonesia dalam perempat final Open World Deaf Badminton Championships 2019 di Taiwan pada 15 Juli 2019.

“Gulomzoda akhirnya menjadi juara pertama setelah mengalahkan saya di babak perdelapan final Open. Saya ingin sekali bertemu lagi dengan dia di lain kesempatan,” kata Ilyas yang diterjemahkan melalui bahasa isyarat oleh ibunya, Andriany Trilestary, di Karawang, Rabu siang.

Pada pertandingan di Taipei Gymnasium itu atlet asal Malang ini menyerah 21-16, 21-16 kepada Sokhzod.

Pelajar kelas 3 SMK 2 Malang itu kalah karena sebelum laga tersebut stamina dia sudah terkuras habis ketika memenangkan tiga emas secara berturut-turut pada kelas youth nomor ganda putra, ganda campur, dan tunggal putra Senin (15/7).

Ilyas mengalahkan atlet Hongkong Lau Ch pada final tunggal putra dengan 21-19 dan 21-15. Dia juga merebut gelar juara ganda putra bersama Salim Mandek setelah mengalahkan pasangan  India Anand/Kusghara 18-21, 21-14, dan 22-20, dalam final.

Baca juga: Peraih emas World Deaf Championships ingin rasakan smes Ginting

Terakhir, dia dan  Dzakiya Amalia Ma’ruf (17) merebut gelar juara ganda campuran melawan pasangan India Hkt Anand/Jelin yang takluk 21-18 dan 22-20. 

“Jeda istirahatnya singkat. Saya harus tampil marathon dari nomor ke nomor. Saat tampil di babak delapan besar, stamina saya habis. Saya kelelahan,” kata Ilyas.

Ilyas harus tampil dengan telapak kaki memar saat berjuang merebut emas keempat pada ajang yang diikuti oleh 27 negara dunia itu, ketika melawan Sokhzod.

“Telapak kaki saya memar saat ketekuk karena gagal fokus di ganda campur. Tapi kelelahan adalah faktor utamanya,” kata pria penghobi lengkeng madu itu.

Atlet yang dilatih Gesha Salo ini berharap bisa bertemu kembali dengan Sokhzod Gulomzoda pada Asia Pacific Deaf Lympic, 1-11 November 2019, di Hongkong.

Baca juga: Sosok ibu dibalik kesuksesan Ilyas taklukan pentas dunia

Asian Para Games wujud Indonesia ramah disabilitas

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peraih emas World Deaf Championships ingin rasakan smes Ginting

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tuna  rungu peraih tiga emas World Deaf Badminton Championships 2019, Ilyas Rachman, berharap ingin merasakan smes dari pemain nasional Anthony Ginting di lapangan.

“Anthony Ginting punya postur tubuh dan teknik bermain yang bagus. Saya berharap bisa merasakan main badminton dengan Anthony Ginting, merasakan langsung smash-annya di lapangan,” kata Ilyas yang diterjemahkan melalui bahasa isyarat oleh sang ibu, Andriany Trilestary.

Pernyataan itu disampaikan Ilyas saat bertemu Antara di kawasan Karawang, Jawa Barat, Rabu siang, usai kembali ke Indonesia dari World Deaf Badminton Championships 2019 Taiwan.

Anthony Ginting menjadi sosok idola dari pria yang lahir pada 14 Mei 2001 silam itu. Rangkaian prestasi Ginting di berbagai arena kejuaraan dunia menginspirasi Ilyas untuk terus belajar teknik bermain bulu tangkis.

Andriany mengungkapkan putra kedua dari dua bersaudara itu dikenal sebagai sosok yang gigih dalam memperjuangkan cita-cita menjadi atlet bulu tangkis nasional di tengah keterbatasan indera pendengaran dan sulit untuk berbicara.

“Bertemu musuh, justru membuat saya lebih bersemangat. Kalau tidak pernah bertemu, malah ingin tahu trik mereka,” kata Ilyas.

Andriany menyebut tidak kurang dari 80 koleksi medali kini dimiliki Ilyas dari berbagai kejuaraan tingkat provinsi, nasional, maupun mancanegara.

Baca juga: Sosok ibu dibalik kesuksesan Ilyas taklukan pentas dunia

Selain mengoleksi tiga emas kejuaraan dunia nomor tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran di Taiwan, Ilyas juga menyabet emas dan perak pada ajang Asia Pacific Badminton Championships Kualalumpur 2018.

Bakat bermain bulu tangkis yang diturunkan dari sang nenek yang telah wafat, Sukarni (72), perlahan disadari keluarga dengan memberikan peluang meniti karir sebagai atlet sejak kelas 5 SD.

“Sudah gonta ganti tiga pelatih sampai sekarang. Ilyas selalu menentukan sendiri siapa pelatihnya. Bahkan terkadang, komunikasi dengan pelatih dijalin Ilyas tanpa sepengetahuan saya maupun bapaknya,” katanya.

Baca juga: Ilyas persembahkan emas ketiga kejuaraan dunia bulutangkis tuna rungu

Koleksi medali yang kini dimiliki pelajar kelas 3 SMK 2 Malang, Jawa Timur, itu justru terkumpul dari kompetisi umum Djarum Sirkuit Nasional yang rutin digelar di berbagai daerah setiap tahun.

Sirkuit Nasional setahun bisa sepuluh kali penyelenggaraan di berbagai daerah. Putra saya ini rutin mengikuti kejuaraan tersebut menghadapi atlet normal yang seusianya,” ujar ayah Ilyas, Heryawan.

Setiap kejuaraan, kata Heryawan, selalu menjadi bekal pembelajaran bagi Ilyas untuk tampil lebih baik di masa depan.

Selain mengidolakan Ginting, Ilyas juga menggemari sosok mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang melegenda, Taufik Hidayat, hingga akhirnya Ilyas masuk sebagai atlet binaan di Taufik Hidayat Arena, Ciracas, Jakarta Timur sejak 2018.

Masyarakat apresiasi aksi heroik Anthony Ginting

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha terhenti di babak pertama Japan Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari terhenti di babak pertama turnamen Japan Open 2019 usai dikalahkan oleh pasangan asal Denmark Mathias Chriatiansen/Alexandra Boje.

Bermain di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang pada Rabu (24/7), Rinov/Pitha tidak kuasa membendung kekuatan Mathias/Alexandra, hingga akhirnya ditaklukkan dalam tiga gim berdurasi 55 menit dengan skor 21-16, 8-21, 17-21.

Melansir laman badmintonindonesia.org, Rinov mengakui kekalahan tersebut lebih dikarenakan banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang mampu menjaga poin ketika sudah unggul dan tidak bermain dengan konsisten.

“Kekalahan hari ini kesalahannya lebih dari kami. Kami sudah unggul tapi tidak bisa jaga poin dan kami tidak bisa lepas dari tekanan. Kami bermain kurang konsisten dan kurang konsentrasi, itu masalah utamanya,” kata Rinov usai pertandingan babak pertama di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Rabu.

Rinov/Pitha bermain dengan cukup baik pada gim pertama. Akan tetapi pada gim kedua, penampilannya mulai menurun dan kerap membuat kesalahan sendiri. Pada gim terakhir, meskipun Rinov/Pitha sempat unggul dengan kedudukan 8-5, pasangan Denmark itu terus menekan hingga berhasil unggul di akhir permainan.

Sementara itu, Pitha mengungkapkan walaupun pelatihnya, Nova Widianto, telah memberikan arahan agar bermain lebih berani, keduanya tetap tidak mampu menerapkannya di lapangan karena terus mendapat tekanan dari Mathias/Alexandra.

“Lawan kami posturnya tinggi, jadi bola-bola atas mereka tajam dan jangkauan mereka lebih jauh. Sebetulnya bisa diatasi dengan pola main kami yang benar, tapi tadi kami tidak bisa menjalankannya di lapangan. Sekalinya bisa, setelah itu terbawa permainan mereka lagi,” ungkap Pitha.

Rinov/Pitha dan Mathias/Alenxandra tercatat sama sekali belum pernah bertemu di lapangan. Pertandingan di turnamen Daihatsu Yonex Japan Open 2019 itu pun menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan ganda campuran tersebut.

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Japan Open 2019, Fitriani ditaklukkan Chen di babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Tanah Air Fitriani kembali ditaklukkan oleh unggulan dua asal Cina Chen Yu Fei dalam turnamen Daihatsu Yonex Japan Open 2019 yang diselenggarakan di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Sebelumnya, Fitriani juga tidak mampu menandingi pemain rangking dunia tersebut dalam turnamen Blibli Indonesia Open 2019 yang digelar minggu lalu. Saat itu, Fitriani kalah di babak pertama dengan skor 7-21, 19-21.

Sementara itu, di babak pertama turnamen Japan Open 2019 yang berlangsung pada Rabu (24/7), Fitriani ditundukkan oleh Chen dalam dua gim yang berjalan selama 31 menit dengan skor 5-21, 19-21.

Pada gim pertama, Fitriani tak bisa berbuat banyak untuk mengungguli lawannya tersebut. Dia pun semakin tertinggal jauh dan kesulitan untuk mengimbangi permainan Chen.

“Di gim pertama, pergerakan saya masih kurang lepas dan terbawa irama main lawan. Lawan mainnya pelan tapi tiba-tiba dia menyerang dan saya terbawa dengan permainan seperti itu. Dia lebih mengatur irama permainan,” kata Fitriani seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Pada gim kedua, Fitriani mencoba bangkit dan berhasil memimpin perolehan skor hingga 17-15, kemudian sempat imbang 19-19. Akan tetapi, Chen lebih unggul di poin-poin akhir dan memenangkan gim kedua.

“Tadi saya memang tidak yakin dengan permainan saya sendiri, karena saya berpikir jangan sampai bikin kesalahan sendiri, tidak mau mati sendiri. Tapi malah out-nya jauh dan saya seperti kurang yakin dengan diri sendiri,” ungkap Fitriani.

Fitriani dan Chen sudah pernah bertemu tujuh kali di lapangan, yakni sejak SCG BWF World Junior Championships 2013. Dari seluruh pertemuan tersebut, Fitriani tercatat hanya menang dua kali atas pebulutangkis Cina tersebut.

Baca juga: Fitriani harus benahi pola serangan

Baca juga: Hadapi unggulan China, Fitriani langsung tumbang di babak pertama

Tim Renang Indah Optimis Hadapi Japan Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jadwal hari kedua Japan Open, “deja vu” Fitriani dan Chen Yu Fei

Jakarta (ANTARA) – Enam wakil Indonesia akan menjalani pertandingan pertama mereka dalam lanjutan babak pertama turnamen Daihatsu Yonex Japan Open 2019, yang digelar di Tokyo, Jepang, Rabu.

Seperti deja vu, tunggal putri Fitriani akan kembali bertemu dengan unggulan kedua China Chen Yu Fei, setelah pada pekan lalu mereka juga bertemu dalam pertandingan babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Jakarta.

Fitriani dalam tujuh pertemuannya melawan Chen baru dua kali menang, demikian laman resmi BWF.

Di Istora Gelora Bung Karno, pekan lalu, Chen mengalahkan peringkat 31 asal Indonesia itu 21-7, 21-19.

Kemudian, wakil ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari akan menjajal pasangan Denmark Alexandra Boje/Mathias Christiansen dalam pertemuan perdana mereka.

Dilanjutkan Jonatan Christie, unggulan keenam, yang akan menghadapi wakil tunggal putra Thailand Suppanyu Avihingsanon, peringkat 35 dunia. Pertemuan itu juga akan menjadi kali perdana mereka.

Tiga wakil terakhir Indonesia yang akan bertanding adalah dari sektor ganda putra.

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso akan bertemu untuk kedua kalinya melawan wakil Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong, yang terakhir kali menang melawan ganda peringkat 26 asal Indonesia itu.

Kemudian, juara All England 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan kembali bertemu pasangan Jerman Mark Lamsfuss/marvin Seidel, yang mereka kalahkan di babak kedua turnamen Blibli Indonesia Open 2019 pekan lalu.

Juara Indonesia Open 2019 dan 2018, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, unggulan pertama, harus melewati He Ji Ting/Tan Qiang, peringkat 10 asal China untuk bisa melaju ke babak kedua turnamen Super 750 itu.

Kedua pasangan pernah bertemu lima kali yang mana Minions memenangi empat pertemuan terakhir mereka.

Sebelumnya, tujuh wakil Indonesia, yaitu Gregoria Mariska Tunjung, Anthony Sinisuka Ginting, Tommy Sugiarto, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, telah lolos ke babak kedua usai mengalahkan lawan-lawannya di babak pertama turnamen yang digelar pada Selasa.

Baca juga: Tujuh wakil Indonesia lolos ke babak kedua Japan Open

Tim bulutangkis beregu putri Indonesia melaju ke perempat final

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuh wakil Indonesia lolos ke babak kedua Japan Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tujuh wakil Indonesia melaju ke putaran kedua turnamen bulu tangkis Daihatsu Yonex Japan Open 2019 yang digelar di Tokyo.

Pasangan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, unggulan keenam, menjadi wakil pertama yang lolos setelah menang melawan ganda campuran Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie 21-19 21-18 dalam waktu 33 menit pada babak pertama turnamen Super 750 itu, demikian laman resmi turnamen, Selasa.

Kemudian Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, yang menjadi unggulan ketujuh menumbangkan wakil ganda campuran Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo dalam tiga gim 21-15 19-21 21-10.

Sedangkan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow harus terhenti di babak pertama usai kalah dari pasangan Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue 15-21 13-21.

Dari sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, yang menjadi unggulan kelima, masih terlalu tangguh bagi pasangan peringkat 25 asal Belanda Selena Piek/Cheryl Seinen.

Greysia/Apriyani menang mudah 21-14,21-13 dalam waktu 31 menit untuk melaju ke babak kedua.

Laju peringkat lima dunia itu tidak dibarengi rekan senegaranya, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto yang harus meladeni unggulan pertama Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Pasangan Indonesia peringkat 29 itu tersingkir usai kalah dua gim 11-21, 18-21.

Satu lagi pasangan ganda putri harus terhenti di babak pertama. Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta cukup merepotkan pasangan unggulan kedelapan China Du Yue/Li Yin Hui dengan bermain tiga gim ketat dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 24 menit sebelum mengakui kekalahanannya 21-18, 15-21, 22-20.

Baca juga: Matsutomo/Takahashi incar gelar Japan Open dan tiket Olimpiade

Dua wakil tunggal putra yang bertanding hari ini mampu melewati ujian partai pembuka mereka ketika Anthony Sinisuka Ginting, yang menjadi unggulan ketujuh turnamen mengirim pulang wakil China Lu Guang Zu setelah bermain 47 menit dengan skor 22-20, 21-16.

Kemudian Tommy Sugiarto melaju ke babak selanjutnya usai membungkam wakil Prancis Brice Leverdes 26-24, 21-6.

Dari sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung meredam perlawanan Line Hojmark Kjaersfeldt dari Denmark lewat permainan selama 32 menit dalam dua gim 21-15, 21-17.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Gregoria mengaku belum tampil seratus persen. Ia masih sering ragu-ragu karena bermain hati-hati dan tak mau membuat kesalahan sendiri.

“Memang masih kurang lepas mainnya, terlalu memikirkan harus kurangi kesalahan, jadi kurang enjoy. Pada game kedua masih begitu juga, tapi setelah poin 11 ke atas, saya bisa lebih mengatur permainan,” kata Gregoria seperti dilansir laman resmi PBSI.

Sementara itu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi salah satu wakil ganda putra yang lolos ke babak kedua usai mengalahkan Lu Ching Yao/Yang Po Han dari Taiwan 21-10. 21-13.

“Lawan tidak bermain maksimal hari ini, jadi kami manfaatkan kesempatan ini, jangan membuat kesalahan sendiri,” kata Fajar.

Fajar kemudian mengatakan bahwa kekalahan di Blibli Indonesia Open 2019 pekan lalu memang bukan capaian yang sesuai dengan target, namun mereka berusaha untuk mengambil pelajaran dan fokus ke turnamen Japan Open ini.

Positive thinking saja, kami sekarang fokusnya ke turnamen ini (Japan Open). Kami berharap bisa tampil konsisten, jangan sekarang bagus, besoknya blank dan underperform, harus dijaga kestabilannya,” ungkap Fajar.

Kemudian, rekannya, Berry Angriawan/Hardianto harus menyudahi perjuangan mereka usai ditaklukan wakil ganda putra Thailand Bodin Isara/Maneepong Jonjit.

Pertandingan babak pertama turnamen Daihatsu Japan Open 2019 akan dilanjutkan pada Rabu di mana masih ada enam wakil Indonesia yang akan bertanding yaitu Fitriani, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Jonatan Christie, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso
 

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia raih perak setelah ditundukkan pebulu tangkis Thailand

Shanghai (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia harus puas dengan medali perak setelah gagal mempertahankan keunggulan sementara dari Thailand dalam babak final nomor beregu Kejuaraan Junior Asia di Suzhou, China, Selasa.

Indonesia melaju ke babak final setelah menyingkirkan Korea Selatan pada babak semifinal di salah satu kota terbesar di Provinsi Jiangsu itu.

Namun di babak final tim bulu tangkis junior Indonesia harus menyerah di tangan tim junior Thailand dengan 2-3, meskipun sempat unggul lebih dulu 2-0 sebagaimana informasi dari pihak Konsulat Jenderal RI di Shanghai.

Thailand maju ke babak final setelah menundukkan tim tuan rumah China pada babak semifinal.

Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin membuka kemenangan Indonesia setelah menyudahi perlawanan Thanawin Madee/Ratchapol Makkasasithorn 21–11, 21-14.

Putri Kusuma Wardani berhasil mengalahkan Pittayaporn Chaiwan di tunggal putri dengan permainan tiga set 18-21, 21-12, 21-11.

Namun langkah tersebut tidak diikuti Bobby Setiabudi yang menyerah dalam pertarungan tiga set melawan Kunlavut Vitidsarn 16-21, 21-15, 18-21.

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah juga gagal mempertahankan kemenangannya dari ganda putri Thailand Benyapa Aimsaard/Peeraya Khantaruangsakul dalam pertandingan “rubber set” 16-21, 21-16, 8-21.

Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang turun pada nomor ganda campuran sekaligus menjadi penentu justru menyerah di tangan Kunlavut Vitidsarn/Pittayaporn Chaiwan 12-21, 16 -21.

Kejuaraan yang diikuti para pebulutangkis di bawah usia 19 tahun dari 14 negara dan wilayah, yakni Indonesia, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Mongolia, Nepal, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, dan tuan rumah China, itu masih menyisakan sejumlah nomor perorangan hingga 28 Juli 2019. 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butet masih tak tergantikan, kata Susi Susanti

PBSI kerja keras mengembalikan kembali kejayaan bulu tangkis di semua sektor

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Susi Susanti menyebut Liliyana “Butet” Natsir belum tergantikan oleh atlet bulu tangkis mana pun sampai sekarang.

“Mungkin setelah mix double dulu ada Butet. Sampai sekarang belum ada yang gantikan Butet,” katanya di Jakarta, Senin.

Menurut Susi, PBSI saat ini masih menjadikan ganda putra sebagai andalan mengarungi kompetisi dunia, salah satunya Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo.

PBSI, sambung dia, intensif membina atlet profesional untuk tampil pada turnamen-turnamen level dunia guna meneruskan estafet tradisi emas bulu tangkis dalam Olimpiade.

“Proses peralihan dari yang muda untuk jadi pemain utama, butuh waktu. PBSI kerja keras mengembalikan kembali kejayaan bulu tangkis di semua sektor,” kata dia.

Baca juga: Pesan Liliyana Natsir untuk Tontowi Ahmad

Susi mengaku harus bekerja keras bersama jajarannya untuk menemukan talenta yang tepat guna menggantikan Butet yang sudah pensiun sejak Januari 2019.

Liliyana adalah pemain bulu tangkis ganda putri dan ganda campuran Indonesia legendaris yang berpengalaman merebut gelar juara Piala Uber, Piala Sudirman, dan peraih medali perak Olimpiade Beijing.

Susi menyebut Winny Oktavina Kandow, Gloria Emanuelle Widjaja, dan beberapa atlet binaan, tengah dipersiapkan untuk meneruskan kiprah kelas dunia Butet.

“Masih belum menemukan, tapi proses itu sedang kita kerjakan,” kata Susi.

Saat ini PBBI terus menempuh upaya pembinaan secara berkesinambungan kepada para atlet bulu tangkis agar tradisi emas Olimpiade dijaga Indonesia, bahkan meningkat levelnya.

Baca juga: Susi: pergantian pelatih perlu pertimbangkan banyak faktor

Susi Susanti: Tim bulutangkis putri sesuai target

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy: pergantian pelatih perlu pertimbangkan banyak faktor

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti, menilai usulan pergantian pelatih bagi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie butuh pertimbangan banyak faktor.

“Kita melihat banyak faktor yang dinilai, tidak hanya saat kalah. Kita juga lihat saat kemenangan seperti apa,” kata Susy di Jakarta, Senin.

Permintaan untuk mengganti pelatih sebelumnya diungkapkan mantan atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, setelah kecewa dengan kekalahan Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Open 2019.

Anthony kandas di babak kedua oleh atlet nonunggulan asal Thailand Kantaphon Wangcharoen Sementara langkah Jonatan terhenti di babak perempat final setelah takluk oleh lawan asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Menurut Susy masukan terkait pergantian pelatih yang disampaikan Taufik Hidayat melalui sejumlah media massa merupakan bentuk perhatian dari seorang legenda bulu tangkis terhadap keberlangsungan prestasi nasional.

“Tentunya masukan dari para legenda sangat luar biasa, tapi kita lihat secara teknis, kalahnya seperti apa. Kalau lihat pada saat menang sebulan lalu, all Indonesian final di New Zealand, perlu jadi pertimbangan juga,” kata Susy.

PP PBSI, kata Susy, akan mengevaluasi penampilan pebulu tangkis nasional usai perhelatan SEA Games 2019 dari sisi permainan, kesiapan, hingga mencermati situasi kritis poin.

“Namanya pertandingan, ada menang, ada kalah. Contohnya Kento Momota kalah dari pemain yang nonunggulan. Dalam hal olahraga menang dan kalah itu pasti dan hal biasa,” katanya.

Susy menyebut hal terpenting adalah mengetahui di mana kelemahan sang atlet dan memperbaikinya.

“Kita sebagai pelatih ingin agar prestasi anak asuhnya terus meningkat. Kita lihat tahun ini Jonatan sudah dua kali juara, Ginting dua kali final, secara rangking tempati 6 dan 7 dunia,” katanya.

Baca juga: Dijegal unggulan 4, Jojo gagal ke semifinal

Baca juga: Ditaklukkan Kantaphon, Ginting terhenti di babak dua

Susi Susanti: Tim bulutangkis putri sesuai target

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ringkasan pertandingan final, Jepang boyong dua gelar juara

Jakarta (ANTARA) – Jepang hadir pada turnamen bulutangkis Indonesia Open 2019 dengan hasil cukup baik. Pada babak puncak turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 yang berlangsung pada Minggu (21/7) di Lapangan 1 Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jepang berhasil menyabet dua gelar juara.

Gelar pertama diraih Jepang melalui pertarungan antara dua perwakilan ganda putri, yaitu unggulan ketiga Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi melawan unggulan kedua Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Perang saudara itu pun dimenangkan Fukushima/Hirota dalam dua gim yang berjalan selama 51 menit dengan skor 21-16, 21-18.

Gelar kedua Jepang diperoleh melalui sektor tunggal putri, Akane Yamaguchi. Pebulutangkis unggulan ke-empat itu sukses menaklukkan pebulutangkis unggulan kelima asal India, Pusarla V Sindhu, dalam dua gim dengan skor 21-15, 21-16.

Selanjutnya, di partai ganda campuran juga terjadi perang saudara antara dua perwakilan dari Cina, yaitu unggulan pertama, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, melawan unggulan kedua, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

Juga baca: Akane Yamaguchi juara tunggal putri

Juga baca: Singkirkan unggulan China, Sindhu siap tempur lawan Yamaguchi di final

Juga baca: Kurang fit, unggulan pertama Taiwan disingkirkan Jepang

Di laga tersebut, Zheng/Huang berhasil mengalahkan Wang/Huang dalam dua gim dengan skor 21-13, 21-18 dan meraih gelar juara ganda campuran.

Sementara itu, di nomor tunggal putra, unggulan ke-empat asal Taiwan, Chou Tien Chen, menumbangkan pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen, dalam tiga gim yang berdurasi selama 90 menit. Duel panjang itu pun akhirnya dimenangkan Chou dengan skor 21-18, 24-26, 21-15.

Terakhir, di sektor ganda putra, pasangan unggulan pertama Indonesia, Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo, berhadapan dengan rekan senegaranya sendiri, yakni unggulan ke-empat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Dalam pertandingan all Indonesian final malam itu, Marcus/Kevin unggul atas Hendra/Ahsan dengan skor 21-19, 21-16 dan menyabet gelar juara ganda putra.

Blibli Indonesia Open 2019 digelar mulai 16 hingga 21 Juli 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Total hadiah yang diperebutkan para pemain dalam turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu mencapai 1.250.000 Dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 miliar.

Indonesia melenggang ke perempat final setelah tundukkan Jepang

Shanghai (ANTARA) – Tim bulutangkis beregu Indonesia berhasil melenggang ke babak perempat final setelah menundukkan Jepang dengan skor 4-1 dalam Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2019, di Suzhou, China, Minggu.

Dengan kemenangan itu, maka Indonesia menjadi juara grup A karena sehari sebelumnya menang telak 5-0 atas Malaysia. Indonesia yang berada di unggulan pertama dalam kejuaraan tersebut dengan mudah mengalahkan Jepang yang merupakan unggulan keenam.

Kemenangan Indonesia berawal dari permainan ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin yang sukses menyudahi perlawanan pasangan Yoshifumi Fujisawa/Kakeru Kumagai dengan skor 21–11, 21–15.

Putri Kusuma Wardani menang dua set langsung atas pebulu tangkis putri Jepang Riko Gunji 21 10, 21-17.

Sementara tunggal putra, Christian Adinata, harus berjuang keras dalam pertandingan tiga set melawan Riku Hatano 21-13, 18-21, dan 21-19.

Sayangnya ganda putri Nita Marwah/Putri Syaikah harus menyerah di tangan Rui Hirokami/Mizuki Otake dalam pertandingan rubber set 17-21, 21–18, dan 16–21 yang berlangsung lebih dari satu jam.

Leo Carnando/Indah Jamil menambah keunggulan Indonesia setelah menggulung ganda campuran Jepang Tsubasa Kawamura/Hinata Suzuki 21–17, 21-14.

Di babak perempat final yang berlangsung di Suzhou Olympic Sport Center, Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, Senin (22/7), tim beregu Indonesia akan menghadapi India yang menduduki peringkat kedua grup C.

Jepang sebagai peringkat dua grup A akan bertanding melawan Thailand sebagai juara grup C.

Kejuaraan junior itu diikuti 14 negara dan wilayah, yakni Indonesia, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Mongolia, Nepal, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, dan tuan rumah China. 

“Jualan” budaya lewat Indonesia Open

Jakarta (ANTARA) – Melalui Indonesia Open 2019, kegiatan olahraga kembali menunjukkan diri bukan sekadar sebuah arena laga para atlet yang bertujuan mencari pemenang, tetapi menjadi jendela untuk mengkomunikasikan banyak hal.

Sebagaimana kegiatan olahraga lain seperti Asian Games tahun lalu, Indonesia Open pun diperluas maknanya. Tak hanya menawarkan pertunjukkan ketangkasan tepok bulu kelas dunia, publik pun diajak menyimak hal-hal lain, salah satunya budaya Indonesia.

Tawaran tersebut sepertinya juga yang direspon oleh panitia Blibli Indonesia Open 2019 setelah melihat kesuksesan yang diraih saat perhelatan Asian Games 2018 karena bisa mendukung promosi pariwisata dan budaya di Tanah Air.

Namun memang, budaya Indonesia terlalu kaya dan tak mungkin tersampaikan utuh melalui event bulu tangkis yang berlangsung 16-21 Juli ini. Tetapi, paling tidak panitia bisa dengan jeli mencoba mencuri perhatian dengan memperkenalkan sebersit budaya Indonesia.

Batik menjadi salah satu pilihan identitas Indonesia yang dipromosikan melalui turnamen bulu tangkis berhadiah total sebesar USD 1.250.000 atau setara Rp17, 4 miliar itu.

Baca juga: Wasit kenakan batik di semifinal

Pakaian yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO itu dikenakan oleh wasit pada semifinal turnamen Indonesia Open 2019.

Selain batik, pakaian tradisional Jawa yakni kain lurik dan blangkon juga terlihat dipakai oleh hakim garis yang bertugas mengawasi jalannya pertandingan.

Ketua Panitia Penyelenggara Blibli Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto mengatakan penampilan unik wasit dan hakim garis ini bagian dari upaya memperkenalkan Indonesia beserta kebudayaannya di mata Internasional.

“Pakaian jawa merupakan bagian dari mengenalkan salah satu budaya Indonesia ya,” kata Achmad di Jakarta.

Pasangan mantan pebulu tangkis Indonesia Susi Susanti dan Alan Budikusuma pun merasa salut dan bangga dengan upaya yang dilakukan panitia dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui turnamen bulu tangkis.

Susi bahkan bercerita, para pengawas jalannya pertandingan itu mengaku senang dan antusias ketika mengetahui akan mengenakan batik selama bertugas pada pertandingan. Bahkan pihak BWF pun turut mengapresiasi.

“Menurut pemain luar, pelatih dan wasit mereka bilang seneng banget (bertanding di Indonesia) dan Indonesia menjadi salah satu tempat pertandingan terbaik di dunia, ” kata Susi.

Menurut Susi, para atlet dari luar negeri merasa senang berlaga di Indonesia. Kepribadian masyarakat Indonesia dengan ramah tamah dan sopan santunnya telah memikat mereka.

Dengan begitu, lanjut Susi, mereka akan terkesan dengan Indonesia dan suatu saat akan kembali ke Indonesia.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu menambahkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang cukup sering memperkenalkan budaya dan identitas sebuah negara melalui turnamen olahraga.

“Tema Indonesia Open ini adalah bangga menjadi orang Indonesia dengan kebudayaannya,”kata Alan menimpali.

Dosen Kebudayaan Institut Kesenian Jakarta Tommy F. Awuy berpendapat memperkenalkan budaya Indonesia melalui turnamen olahraga merupakan hal yang wajar dilakukan untuk menarik perhatian turis asing agar mengenal Indonesia.

“Orang pakai batik ke mall juga sebenarnya sudah memperkenalkan salah satu budaya dan ciri khas Indonesia. Tapi kalau di olahraga, olahraga itu sendiri hanya alat lain untuk mempromosikan budaya Indonesia, ” kata Tommy.

Menurut Tommy, upaya promosi budaya melalui olahraga  adalah suatu langkah yang patut diapresiasi dan perlu terus dilakukan di setiap event olahraga.

Ajang promosi melalui penampilan unik para wasit dan hakim garis dalam turnamen bulutangkis itu tentu saja akan menyita perhatian masyrakat dan diharapkan dapat sekaligus mengajak turis asing untuk datang dan berwisata di Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memang sudah mencanangkan program “sport tourism” guna mendukung pengembangan wisata Indonesia.

Bahkan dia juga mendorong setiap provinsi di Indonesia untuk menyelenggarakan wisata olahraga dengan melibatkan para peserta luar negeri.

Beberapa event dengan konsep sport tourism sukses dilaksanakan seperti Borobudur Marathon yang secara konsisten dilakukan tiap tahun dengan pesertanya dari berbagai negara. Wisata olahraga seperti itu, menurut Imam perkembangannya sudah semakin meningkat.

Pengamat pariwisata bidang “sport tourism” Ricky Avenzora mengatakan promosi pariwisata dan budaya Indonesia melalui event olahraga akan terus berkembang dan menjadi ikon utama dunia karena turis sangat menikmati seni, budaya, dan pemandangan alam.

Ricky mencotohkan dengan hajatan olahraga Asia Games 2018 di Jakarta-Palembang adalah bukti Indonesia sudah siap menyelenggarakan event berskala internasional.

Baca juga: Wisata seni budaya untuk tamu Asian Games disediakan pada 25-26 Agustus
Baca juga: Delegasi Asian Games kagumi pelayanan wisata belanja Indonesia

“Suksesnya ajang Asia Games ke-18 di Jakarta-Palembang adalah bukti bahwa Indonesia sudah siap dalam kegiatan olahraga apalagi dengan wisata olahraga yang memiliki banyak ‘venue’ tersebar di Tanah Air adalah modal untuk mendatangkan wisatawan semakin banyak ke depannya, ” tuturnya.

Namun menurut dia, semua kegiatan olahraga itu harus dikemas dengan baik agar bisa menarik dan para turis pun dapat merasakan kenyamanan selama ada di Indonesia.

Baca juga: Diam-diam Jojo bisnis fesyen
Baca juga: Menilik fasilitas parkir berstandar internasional Indonesia Open 2019
Baca juga: Malam mingguan di zona sajian masakan Indonesia Open 2019

 

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Oleh Shofi Ayudiana
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

All Indonesian Final, Kevin/Marcus masih yang terbaik

Jakarta (ANTARA) – Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon masih menjadi pasangan ganda putra teratas di Indonesia dan juga dunia usai membuktikan dirinya sebagai yang terbaik di turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019.

Peringkat satu dunia itu menunjukkan kecepatan dan kekuatannya ketika menghadapi rekan satu negara Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, juara Indonesia Open 2013, di partai All Indonesian Final di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.

Hanya butuh 28 menit bagi Kevin/Marcus untuk mempertahankan gelarnya dengan menang dua gim 21-19, 21-16.

Baca juga: Minions pertahankan gelar Indonesia Open

“Kami sama-sama latihan bareng, terus saling tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hendra juga salah satu pemain depan yang sangat baik, saya berusaha keluarkan kemampuan terbaik saya saja,” kata Kevin usai laga.

kedua pasangan saling kejar poin lewat bola-bola tanggung yang dengan mudah mereka sambar di depan net.

Hingga interval pertama di enam menit pertama, Ahsan/Hendra unggul 11-10 dengan pertandingan yang minim dengan reli-reli panjang.

Kejar mengejar angka terjadi hingga skor 17 sama ketika kedua pasangan bermain cepat menyambar bola-bola datar di depan net.

The Daddies melakukan kesalahan dan bola keluar hingga kehilangan dua poin terakhir gim pertama.

“Di gim pertama kami banyak mendapat bola yang beruntung… gim pertama susah bagi kami untuk menebak-nebak bola mereka, kondisi anginnya juga sulit,” kata Marcus.

Ahsan/Hendra sedikit terburu-buru dalam pengembalian bola di awal gim kedua yang menyebabkan mereka kehilangan angka, namun mampu mengejar untuk menyamakan kedudukan 6 sama lewat smash keras Hendra.

Sulit menilai siapa yang lebih unggul di antara pasangan ganda putra terbaik Indonesia itu. Kevin memiliki gerakan cepat di depan net sedangkan Hendra masih memiliki smash yang kuat walaupun menjadi pemain senior.

Minions kali ini unggul lebih dulu 11-10 di interval kedua.

Beberapa kali kesalahan Ahsan/Hendra menjadi momentum Kevin/Marcus untuk semakin tak terkejar dan menutup gim dengan keunggulan lima angka.

“Pertama mungkin kami tetap ucap syukur (sampai final). Di pertandingan tadi mereka lebih cepat dan berada di atas kami. Kami kalah dengan kecepatan mereka. Kami ucapkan selamat buat Kevin dan Marcus,” kata Ahsan.

Ahsan/Hendra sebelumnya juga bertemu dengan rekan mereka di pelatnas itu ketika di final turnamen Indonesia Masters 2019 di Istora GBK awal tahun ini di mana mereka kalah telak 17-21 11-21.

Ini menjadi kekalahan ketujuh dan keenam secara beruntun bagi peringkat empat dunia itu dari sembilan kali pertemuannya dengan Kevin/Marcus.

“Mereka memang lebih bagus dari kami, dan kami kalah cepat, power mereka lebih kencang jadi memang tidak mudah juga,” kata Hendra, yang merupakan juara Olimpiade 2018 ketika berpasangan dengan Markis Kido.

Hendra, yang kini berusia 34 tahun, dan Ahsan (31) juga tak menyangka bisa masuk ke final lagi di umurnya yang sekarang.

Bahkan keduanya masih bersemangat untuk lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo nanti bersama junior-juniornya di pelatnas.

Hendra mengungkapkan bahwa sektor ganda putra Indonesia sedang bagus karena diperkuat peringkat satu dunia, beserta unggulan lainnya seperti Fajar Alfian dan Mohammad Rian Ardianto.

“Semoga ke depannya tetap stabil hingga bisa menyumbang (medali) dari Olimpiade,” kata Hendra.

Sementara itu, Kevin/Marcus masih memiliki waktu kurang lebih satu tahun untuk mempersiapkan diri mereka menuju Olimpiade pertama mereka.

Tak ada persiapan khusus, melainkan terus latihan, kata Marcus.

“Kami peringkat satu dunia, pasti semua orang ingin mengalahkan kami,” demikian Marcus.

Baca juga: Chou Tien Chen juara tunggal putra Indonesia Open 2019
Baca juga: Akane Yamaguchi juara tunggal putri

 

Minions menaklukkan Asian Games

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Antonsen kecewa jadi juara dua tunggal putra Indonesia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis asal Denmark Anders Antonsen mengaku kecewa menjadi juara kedua sektor tunggal putra turnamen Blibli Indonesia Open 2019 usai ditaklukkan oleh unggulan ke-empat Taiwan Chou Tien Chen.

Baca juga: Chou Tien Chen juara tunggal putra Indonesia Open 2019

“Saya merasa kecewa sekali dengan hasil turnamen ini. Mungkin saya akan membutuhkan waktu satu atau dua hari ke depan untuk merenung sebelum saya bangkit dan bersinar kembali,” kata Antonsen usai babak final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.

Pada laga puncak turnamen bulu tangkis level Super 1000 itu, dia mengaku beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, sehingga poin-poin kemenangan itu berhasil dicuri oleh lawan. Dia pun menilai Chou merupakan pemain yang kuat dan pekerja keras.

“Di gim pertama, saya terlambat mencuri poin. Lalu di gim dua, permainan saya mulai membaik. Tapi di gim ketiga, saya melakukan banyak kesalahan-kesalahan sendiri. Saya akui, dia (Chou) adalah pemain yang kuat dan penuh kerja keras, mulai dari awal sampai akhir permainan,” ujar Antonsen.

Lebih lanjut, pemain bulu tangkis berusia 22 tahun itu mengaku sangat lelah usai melakoni laga pamungkas tersebut, sehingga dia ingin beristirahat total.

Di sisi lain, dia juga menilai para penonton dan atmosfer pertandingan di Blibli Indonesia Open 2019 sangat luar biasa, sehingga dia merasa beruntung dapat tampil dalam turnamen bulu tangkis tersebut.

“Bisa bermain di Indonesia Open merupakan impian semua pebulutangkis. Saya merasa beruntung bisa main di ajang ini. Atmosfer dan para penontonnya benar-benar luar biasa. Mengikuti turnamen ini membuat saya sangat lelah. Saya hanya ingin tidur,” ungkap Antonsen.

Dalam laga final yang berlangsung pada Minggu (21/7) di Istora Gelora Bung Karno, Antonsen ditaklukkan oleh Chou dalam tiga gim yang berjalan selama 90 menit dengan skor 18-21, 26-24, 15-21.

Baca juga: Calo tiket “hantui” pengunjung Indonesia Open

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019