Piala Sudirman, ganda campuran optimistis hadapi Inggris dan Denmark

Jakarta (ANTARA) – Pemain bulu tangkis ganda campuran Gloria Emanuelle Widjaja mengaku optimistis tim ganda campuran Indonesia mampu menghadapi Inggris dan Denmark di babak penyisihan grup B Piala Sudirman 2019.

Di sektor ganda campuran, tim Garuda mengirimkan tiga pasangan, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

“Persiapan kami cuma sekitar tujuh hari saja. Jadi, kami harus berlatih total selama persiapan. Namun, yang paling penting, kami harus all out di lapangan. Saya optimistis tim Indonesia bisa mengatasi Inggris dan Denmark,” kata Gloria melansir laman badmintonindonesia.org, Kamis.

Menurut dia, hasil yang diperoleh tim ganda campuran dalam beberapa turnamen terakhir dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bahwa sektor ganda campuran juga bisa diandalkan untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya bagi Indonesia.

Beberapa capaian terakhir itu, di antaranya pasangan Hafiz/Gloria yang berhasil menjadi runner up di turnamen German Open 2019. Selain itu, Hafiz/Gloria juga menjadi semifinalis di India Open 2019, Singapore Open 2019, serta New Zealand Open 2019.

“Memang hasil yang diperoleh ganda campuran itu lumayan, tidak terlalu timpang dengan yang lain, sehingga rasa percaya diri kami meningkat. Kami juga punya peluang untuk sumbang poin. Ini bisa dijadikan bahan pertimbangan,” tutur Gloria.

Babak penyisihan grup akan dilaksanakan pada Minggu (19/5) dan dimulai dengan laga Indonesia melawan Inggris. Jelang laga tersebut, Gloria memohon doa kepada segenap masyarakat Indonesia agar pertandingan itu berjalan lancar dan berakhir dengan kemenangan bagi Indonesia.

“Saya yakin tim Indonesia bisa juara grup. Kami mohon doanya supaya bisa dapat hasil terbaik. Walaupun saingan kami berat-berat, seperti China dan Jepang, namun tidak ada yang tidak mungkin selagi kita berusaha dan timnya solid,” ungkap Gloria.

Sama seperti Indonesia, tim Inggris juga membawa tiga pasangan ganda campuran, yaitu Chris Adcock/Gabrielle Adcock, Marcus Ellis/Lauren Smith dan Ben Lane/Jessica Pugh.

Sementara itu, tim Denmark diperkuat pasangan Niclas Nohr/Sara Thygesen. Akan tetapi hingga hari ini, tidak ada nama pasangan Mathias Bay-Smidt/Rike Soby yang merupakan Juara Swiss Open 2019. Namun, nama Soby masuk di tim inti, begitu pula Mathias Christiansen yang sebelumnya berpasangan dengan Christinna Pedersen yang telah gantung raket.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesan mantan pemain bulu tangkis Indonesia untuk tim Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Juara dunia tunggal putra bulutangkis 1995 Hariyanto Arbi mengimbau pada pemain yang tergabung dalam tim Indonesia menjaga kekompakan menjelang pertandingan Piala Sudirman di Nanning, China, 19-26 Mei.

“Saya kira tinggal menjaga kondisi biar pas turun kondisi mereka lebih bagus dan fit. Jaga kekompakan,” kata Hariyanto Arbi di Jakarta, Kamis.

Menurut juara dua kali All England itu, kekompakan pemain berperan penting dalam kejuaraan dunia beregu campuran yang dilaksanakan dua tahunan itu.

Mantan atlet yang memiliki julukan “smash 100 watt” itu menilai Indonesia berpeluang membawa pulang Piala Sudirman jika melihat kekuatan pemain tunggal putra, ganda putra dan putri serta campuran.

Senada dengan Hariyanto, mantan pemain ganda putra Luluk Hadiyanto juga mengharapkan seluruh pemain harus saling mendukung dalam sistem kejuaraan beregu yang memiliki tekanan cukup tinggi.

“Jangan sampai hal kecil, nonteknis mempengaruhi di lapangan. Itu yang harus dijaga termasuk kekompakan tim,” katanya.

Hal nonteknis tersebut, lanjut dia, di antaranya makanan hingga menjaga stabilitas emosi dan mood atlet.

Melihat kekuatan tim Indonesia, ia menyebutkan Indonesia memiliki kesempatan besar merebut kembali Piala Sudirman.

Meski demikian, kekuatan tim negara lain seperti Jepang dan China agar tidak dianggap remeh.

“Jepang memiliki kekuatan merata di semua sektor, begitu juga tuan rumah China,” kata mantan atlet yang pernah berpasangan dengan Alvent Yulianto Chandra dan Chandra Wijaya itu.

Luluk sendiri dua kali memperkuat tim Indonesia pada Piala Sudirman pada 2003 dan 2005.

Indonesia berhasil memenangkan Piala Sudirman pada 1989 saat ajang itu pertama kali digelar di Jakarta. Pada kejuaraan tahun ini, Indonesia berada di Grup 1B bersama dengan Denmark dan Inggris.

Baca juga: Piala Sudirman, ganda campuran optimistis hadapi Inggris dan Denmark

Baca juga: Indonesia segera jajal arena Piala Sudirman 2019

Baca juga: CdM: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman di China

Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tania ingin cari pengalaman di Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Pemain sparring tim ganda putri Indonesia Tania Oktaviani Kusumah mengaku ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya di kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman 2019 yang diselenggarakan di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China.

“Walaupun jadi sparring, saya senang sekali, bersyukur bisa melihat langsung perjuangan tim Indonesia di Piala Sudirman. Ini bisa jadi pengalaman saya kalau nanti saya masuk tim inti,” kata Tania melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Tania menjadi sparring tiga pemain ganda putri Indonesia, yaitu Greysia Polii, Apriyani Rahayu dan Ni Ketut Mahadewi Istarani. Dalam kejuaraan tersebut, dia pun ditugaskan Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian untuk membantu senior-seniornya di ganda putri.

Meskipun demikian, pemain besutan klub bulu tangkis PB Djarum itu mengaku siap apabila mendapat tugas-tugas tambahan dari para senior, misalnya membawa makanan, membawa shuttlecock untuk latihan dan sebagainya.

“Bantu-bantu senior itu sudah biasa. Membawakan makanan, minuman dan lain-lain saat latihan memang sudah jadi tugas yang muda-muda. Saya juga siap jadi suporter, siap habiskan suara buat tim Indonesia,” tutur Tania.

Lebih lanjut, berkaitan dengan peluang tim Indonesia dalam Piala Sudirman 2019, perempuan yang saat ini berusia 20 tahun itu mengaku optimistis sektor ganda putri akan menyumbangkan poin bagi kemenangan tim Garuda.

“Sebagai bagian dari tim ganda putri, saya yakin kalau ganda putri pasti bisa. Tidak ada yang tidak mungkin. Di ganda putri ada Kak Greysia, Apriyani dan mbak Ketut. Jadi buat apa takut? Ganda putri juga bisa sumbang poin,” ungkap Tania.

Sebelumnya, Tania pernah berkiprah menjadi bagian dari tim Indonesia di ajang Tong Yun Kai Cup 2019 serta turnamen bulu tangkis beregu junior di kejuaraan Asia Junior Championships dan World Junior Championships.

Baca juga: Pesan mantan pemain bulu tangkis Indonesia untuk tim Piala Sudirman

Baca juga: Piala Sudirman, ganda campuran optimistis hadapi Inggris dan Denmark

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia waspadai cuaca panas di Nanning

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti menyatakan cuaca panas merupakan salah satu hal yang diwaspadai oleh Tim Indonesia di lokasi penyelenggaraan Piala Sudirman 2019 di Nanning, Cina.

“Cuaca panas di Nanning menjadi salah satu hal yang kami waspadai. Kami juga sudah mengingatkan kalau ada yang merasakan gejala mau sakit, cepat-cepat bilang, supaya cepat ditangani, jangan menunggu sampai parah,” kata Susy melansir laman resmi PBSI, Kamis

Meskipun demikian, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu mengatakan sampai dengan saat ini, seluruh atlet berada dalam kondisi sehat. Tim Piala Sudirman juga sudah mulai menjalani latihan teknik pertama pada Kamis (16/5).

“Semua atlet dalam kondisi fit. Walaupun tadi agak panas saat latihan, tapi penanganannya cepat, sehingga tidak dehidrasi. Tim kita sudah menjalani sesi latihan teknik hari ini selama dua jam, dari pukul 16.00-18.00 waktu Nanning dengan menggunakan lima lapangan,” ujar Susy.

Lebih lanjut, dia menuturkan jelang pertandingan babak penyisihan pertama yang akan dillaksanakan pada Minggu (19/5), semuanya berjalan dengan lancar. Inggris akan menjadi lawan pertama Tim Indonesia di grup B, kemudian dilanjutkan dengan Denmark pada Rabu (22/5).

“Sampai sekarang, semuanya berjalan lancar. Para atlet semangat dan kompak. Mudah-mudahan mereka bisa lebih fokus dalam menghadapi pertandingan. Kami juga selalu menjaga suasana agar jangan sampai mereka merasa tegang,” tutur Susy.

Sementara itu, berkaitan dengan laga perdana melawan Inggris, peraih medali emas tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 itu optimistis Tim Indonesia akan mampu mengatasi lawannya. Di fase penyisihan, dia juga berharap Tim Garuda bisa menjadi juara grup.

“Bukan takabur, tapi kalau melihat kekuatan, seharusnya kami bisa mengatasi Inggris. Semua sektor kami harapkan bisa menyumbang poin, tidak hanya mengandalkan satu sektor saja. Kami minta semua sektor bisa kasih kontribusi menyumbang poin,” ungkap Susy.

Untuk selanjutnya, dia menambahkan Tim Merah Putih berencana menjajal arena pertandingan Piala Sudirman 2019 yang berlokasi di Guangxi Sports Center Gymnasium pada Jumat (17/5) mulai pukul 09.40 hingga 10.20 waktu Nanning.

Baca juga: Tania ingin cari pengalaman di Piala Sudirman 2019
Baca juga: Pesan mantan pemain bulu tangkis Indonesia untuk tim Piala Sudirman
Baca juga: Indonesia segera jajal arena Piala Sudirman 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JK tengok seragam Susi Susanti di Museum Olimpiade Lausanne

Laussane, Swiss (ANTARA) – Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyambangi Museum Olimpiade di Lausanne, Swiss melihat seragam bulu tangkis yang dikenakan atlet Susi Susanty waktu memenangkan pertandingan bulu tangkis dalam kejuaraan Olimpiade 1992.

Antara melaporkan dari Lausanne, Swiss pada Kamis, Wapres menyempatkan diri melihat museum itu usai melakukan pertemuan dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach.

Wapres bersama Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D Hadad melihat kaos yang dipamerkan bersama dengan raket milik peraih emas dalam Olimpiade yang diselenggarakan di Barcelona itu.

Dalam papan keterangan baju dan raket itu tertulis “perlengkapan badminton milik Susi SUSANTI (INA) juara Olimpiade Barcelona 1992. Terima kasih untuk gerakan gesit dan hebatnya serta teknik pukulan yang elegan. Susi SUSANTI dianggap sebagai wanita atlet terbaik dalam sejarah badminton”.

Di dalam museum itu dipamerkan sejumlah benda-benda milik atlet yang pernah berlaga di pertandingan Olimpiade.

Terdapat juga sejumlah obor yang telah digunakan untuk membawa api Olimpiade. Bendera Olimpiade dan benda-benda yang dipamerkan di Museum Olimpiade, Laussane, Swiss pada Kamis (17/5/2019). (Bayu Prasetyo)
Sejarah dari Olimpiade juga dijelaskan di museum tersebut.

Museum itu memadukan peragaan perlengkapan olahraga yang pernah dipakai atlet, serta instalasi teknologi pewarnaan lampu maupun teknologi digital dan simulasi alat-alat olahraga secara digital. ***3***

Baca juga: Teaser “Susi Susanti – Love All” dirilis, ingatkan kejayaan Indonesia

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menpora optimistis PBSI akan berjuang maksimal di Piala Sudirman

Bawalah Piala Sudirman ke pangkuan Ibu Pertiwi yang sudah lama tidak bisa diraih

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi optimistis timnas bulutangkis dan PBSI akan berjuang maksimal untuk merebut gelar juala di Piala Sudirman 2019, meski persaingan diperkirakan akan berlangsung secara ketat.

“Negara lain persiapannya juga luar biasa, pasti ketat. Tapi ini jadi tantangan bagi kita untuk mengembalikan kejayaan itu. Memang tidak mudah, tapi pebulu tangkis nasioal akan mati-matian membawa piala ke Tanah Air,” ujar Menteri Imam saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Oleh sebab itu, katanya, jajaran PBSI agar memastikan persiapan dan latihan bisa dilaksanakan dengan sempurna mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi juga tidak ringan.

Selain itu, Menpora juga mengingatkan untuk saling dukung antaranggota tim karena akan berpengaruh pada mental juang atlet.

“Bawalah Piala Sudirman ke pangkuan Ibu Pertiwi yang sudah lama tidak bisa diraih. Saya yakin PBSI akan bekerja dengan baik,” katanya.

Berdasarkan data dari PBSI, Indonesia mengirimkan 12 atlet putra dan delapan atlet putri untuk bertarung di Piala Sudirman 2019.

Susunan atlet putra, yaitu Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan, dan Hafiz Faizal.

Susunan atlet putri, yaitu Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti, dan Winny Oktavina Kandow.

Sedangkan untuk tim pelatih terdiri dari Hendry Saputra Ho (tunggal putra), Rionny Frederik Mainaky (tunggal putri), Minarti Timur (tunggal putri), Herry Iman Pierngadi (ganda putra), Eng Hian (ganda putri), Richard Leonard Mainaky (ganda campuran), Ary Subarkah (pelatih fisik), Ricky Susiono (pelatih fisik)

Untuk ketua kontingen adalah Achmad Budiharto, sedangkan posisi manajer tim diisi oleh Susy Susanti.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korea Selatan kehilangan Sung Ji Hyun

Jakarta (ANTARA) – Tunggal putri andalan Korea Selatan Sung Ji Hyun menarik diri dari Kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman yang akan berlangsung 19-26 Mei di Nanning, China karena cedera pergelangan tangan.

Dikutip dari laman Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF), Rabu, Sung membutuhkan dua sampai tiga minggu untuk sembuh dari cederanya itu.

Absennya Sung membuat tanggung jawab tunggal putri juara bertahan Korsel akan jatuh pada remaja berusia 17 tahun An Se Young dan Kim Ga Eun.

Korsel berada dalam Grup 1C bersama Taiwan dan Hong Kong.

An Se Young adalah juara di Selandia Baru pekan lalu setelah mengalahkan mantan juara Olimpiade Li Xuerui pada final.

Sedangkan penampilan terbaik Kim Ga Eun musim ini adalah memenangi Lingshui China Masters pada Maret lalu. Ia juga memaksa Carolina Marin bermain tiga gim pada Indonesia Masters.

Korea mempunyai beberapa pemain yang membawa timnya meraih kemenangan di Gold Coast, meskipun beberapa pasangan telah diubah.

Baca juga: PBSI umumkan skuat Indonesia di Piala Sudirman 2019

Chae YuJung, misalnya, yang memenangi final ganda campuran bersama Choi Solgyu, telah membangun pasangan yang sukses bersama Seo Seung Jae. Choi sendiri telah berpasangan dengan pemain yang berbeda-beda.

Korea mempunyai pemain-pemain ganda putri yang kuat seperti Chang Ye Na, Shin Seung Chan, Kim So Yeong dan Kong Hee Yong.

Tunggal putra akan mengandalkan Heo Kwang Hee dan Lee Dong Keun.

Sementara itu, Taiwan mempunyai tim yang seimbang, dengan pemain tunggal yang kuat, Chou Tien Chen, Wang Tzu Wei dan Tai Tzu Ying, serta pemain ganda seperti Wang Chi-Lin, Lee Yang, Lu Ching Yao, Yang Po Han dan lainnya.

Kekhawatiran mereka saat ini hanyalah ganda putri. Pasangan peringkat 40 dunia Hsu Ya Ching dan Hu Ling Fang tidak ada dalam daftar pemain mereka, namun peringkat 44 Chang Ching Hui/Yang Ching Tun masuk dalam tim.

Adapun Hong Kong mempunya beberapa nama besar seperti Ng Ka Long Angus (tunggal putra) dan Tang Chun Man/Tse Ying Suet (ganda campuran).

Meskipun tidak satu pun ganda putra Hong Kong berada di peringkat atas (Yonny Chung/Tam Chun Hei adalah ganda putra berperingkat tertinggi di urutan 64), mereka punya beberapa pilihan di kelompok itu.

Baca juga: Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Berikut ini tim Piala Sudirman dari Grup 1C:

Korea:
Putra: Choi Solgyu, Heo Kwang Hee, Kang Min Hyuk, Kim Won Ho, Lee Dong Keun, Na Sung Seung, Seo Seung Jae
Putri: An Se Young, Chae YuJung, Chang Ye Na, Kim Ga Eun, Kim So Yeong, Kong Hee Yong, Shin Seung Chan

Taiwan:
Putra: Chou Tien Chen, Lee Yang, Liao Min Chun, Lu Ching Yao, Su Ching Heng, Tseng Min Hao, Wang Chi-Lin, Wang Tzu Wei, Yang Chih Chieh, Yang Po Han
Putri: Chang Ching Hui, Chen Su Yu, Hsieh Pei Shan, Liang Ting Yu, Pai Yu Po, Tai Tzu Ying, Wu Ti Jung, Yang Ching Tun

Hong Kong:
Putra: Yonny Chung, Law Cheuk Him, Lee Cheuk Yiu, Ng Ka Long Angus, Or Chin Chung, Tang Chun Man, Tam Chun Hei, Yeung Shing Choi
Putri: Chau Hoi Wah, Cheung Ngan Yi, Ng Tsz Yau, Ng Wing Yung, Tse Ying Suet, Yeung Nga Ting, Yip Pui Yin, Yuen Sin Ying

Baca juga: Menpora optimistis PBSI akan berjuang maksimal di Piala Sudirman

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Piala Sudirman 2019, Greysia/Apriyani yakin tampil prima

Hingga kini, pasangan yang paling konsisten dan stabil hanya Greysia/Apriyani

Jakarta (ANTARA) – Kepala Pelatih Ganda Putri Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Eng Hian mengaku yakin pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu tampil prima dalam ajang Piala Sudirman 2019 yang akan digelar pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, Cina.

Dia juga mengaku tidak khawatir dengan kondisi Greysia/Apriyani jika harus diturunkan hingga partai final, terlebih mengingat kondisi Greysia sempat mengalami bengkak pada tangan kanannya sehingga harus mundur dari turnamen New Zealand Open 2019.

“Menurut saya itu biasa. Kalau sampai final, berarti main lima kali. Sejauh ini, kondisi Greysia sudah membaik. Waktu itu tangannya hanya over-use saja. Dia sudah ke dokter dan memang instruksi dokter adalah diistirahatkan dulu tangannya,” kata Eng melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, sambung dia, usai mengikuti Badminton Asia Championships pada April lalu, Greysia sempat libur beberapa hari untuk memulihkan kondisi tangannya.

Sementara itu, pelatih berusia 41 tahun itu menilai Greysia/Apriyani merupakan pasangan yang mampu menunjukkan konsistensi dan prestasi yang stabil sehingga dipilih menjadi satu-satunya perwakilan ganda putri Indonesia dalam ajang Piala Sudirman 2019.

“Hingga kini, pasangan yang paling konsisten dan stabil hanya Greysia/Apriyani. Saya hanya ingin menurunkan perwkilan ganda putri yang terbaik. Akan tetapi, semua pertimbangan itu juga dilihat dari kebutuhan tim, yang terbaik untuk tim,” tutur Eng.

Selain Greysia/Apriyani, PBSI juga memasukkan satu pemain cadangan putri, yaitu Ni Ketut Mahadewi Istarani. Menurut Eng, Ketut dipilih karena penampilannya yang fleksibel, sehingga dapat dipasangkan dengan siapa saja.

“Ketut dipilih karena dia yang paling fleksibel, bisa dipasangkan dengan siapa saja, termasuk Greysia dan Apriyani. Kemungkinan untuk mengubah kombinasi itu ada. Tapi kalau keadaan darurat, saya tetap ingin menurunkan pemain-pemain yang terbaik,” ungkap Eng.

PBSI telah mengumumkan nama-nama pemain yang masuk dalam tim inti Piala Sudirman 2019. Berdasarkan data dari PBSI, Indonesia akan membawa 20 pemain yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri.

Di sektor ganda putri, hanya ada satu wakil Indonesia, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sedangkan Ni Ketut Mahadewi Istarani masuk sebagai pemain cadangan.

Baca juga: Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Baca juga: Indonesia optimistis atasi Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Baca juga: PBSI umumkan skuat Indonesia di Piala Sudirman 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketut senang masuk tim inti Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis putri Indonesia Ni Ketut Mahadewi Istarani mengaku senang bisa masuk dalam daftar susunan pemain tim inti Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, Cina.

“Saya kaget, tidak menyangka bisa masuk tim Piala Sudirman sebagai pemain ganda putri ketiga. Pastinya saya senang. Kalau diturunkan, mudah-mudahan saya bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata Ketut dilansir laman resmi PBSI, Kamis.

Lebih lanjut, perempuan berusia 24 tahun itu juga mengaku siap untuk dipasangkan dengan siapa saja, termasuk dengan Greysia Polii maupun Apriyani Rahayu yang merupakan satu-satunya perwakilan ganda putri Indonesia dalam kejuaraan tersebut.

“Kalau sudah terpilih masuk tim, artinya sudah punya tanggung jawab. Jadi, saya harus siap dipasangkan dengan siapa saja, sudah tidak ada alasan lagi, harus siap bermain dan memberikan hasil yang maksimal,” ujar Ketut.

Sementara itu, jelang keberangkatannya ke Nanning, Cina yang dijadwalkan pada Rabu (15/5), pebulutangkis kelahiran Tabanan, Bali itu mengaku saat ini sudah mendapat program latihan khusus dari Pelatih Kepala Ganda Putri PBSI Eng Hian.

“Program latihan lebih banyak ke penguatan daya tahan di lapangan dan menambah tenaga supaya bisa lebih tahan lama. Kami juga mendapat jadwal latihan tambahan. Programnya lebih spesifik untuk memperbaiki kekurangan individu masing-masing,” tutur Ketut.

Meskipun hanya mengandalkan satu pasangan di sektor ganda putri, yakni Greysia/Apriyani, Ketut tetap berharap tim ganda putri bisa tampil maksimal sekaligus menyumbang kemenangan bagi Indonesia dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019.

“Saya berharap sektor ganda putri bisa menyumbang poin untuk Indonesia di setiap pertandingan. Saya percaya dengan teman-teman semua yang sudah terpilih masuk tim inti Piala Sudirman 2019, menurut saya kali ini Indonesia punya peluang untuk jadi juara,” ungkap Ketut.

Sebelumnya, Ketut pernah berduet dengan Della Destiara Haris di Piala Uber 2018 dan menyumbang kemenangan untuk tim Indonesia dalam laga penyisihan grup melawan Prancis. Ketut juga pernah dipasangkan dengan Rizki Amelia Pradipta dan duduk di peringkat 18 dunia.

Baca juga: Piala Sudirman 2019, Greysia/Apriyani yakin tampil prima

Baca juga: Menpora optimistis PBSI akan berjuang maksimal di Piala Sudirman

Baca juga: Korea Selatan kehilangan Sung Ji Hyun

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra miliki strategi khusus di ajang Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memiliki strategi khusus menghadapi kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman yang akan digelar di Nanning, China, 19-26 Mei 2019.

“Lihat video pemain pasti. Kita ada timnya, itu lumayan pengaruh. paling tidak kita tahu kelemahan dan kelebihan (lawan), seperti ada ancang-ancang bagaimana permainan lawan,” ujar Fajar ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis.

Selain itu, kata Fajar, semua yang terlibat juga harus meningkatkan kekompakan, tidak hanya dengan pasangannya, tetapi juga dengan para pemain di sektor lain.

“Karena ini pertandingan beregu, kekompakan harus lebih baik karena kita tidak bermain perorangan. Menjaga kekompakan dengan ngobrol bareng sama pemain lain, juga harus banyak diskusi dengan pemain,” kata Fajar.

Ia juga optimistis sektor ganda putra akan menyumbang poin untuk tim Indonesia. “Ganda putra harus sumbang poin dan kita optimistis menyumbang poin,” ujar dia.

Sementara itu, pemain ganda putra Indonesia lainnya Mohammad Ahsan mengantisipasi performa dari tim Denmark dan Inggris.

“Selain Denmark, Inggris juga bagus, saya berharap siapapun yang diturunkan harus siap,” kata Ahsan.

Senada dengan Fajar, Ahsan mengatakan kekompakan adalah kunci dalam menghadapi Piala Sudirman mendatang.

“Persiapan tinggal sepekan lagi, tinggal jaga kondisi dan menguatkan otot, yang penting jaga kondisi. Kita juga harus menjaga kekompakan. Persiapan dari sektor masing-masing sudah maksimal, yang penting kompak, saling mendukung satu sama lain,” ujar Ahsan.

Indonesia berada dalam Grup 1 bersama 11 negara lainnya yang terbagi dalam empat subgrup masing-masing Grup 1A: Jepang, Thailand, Rusia. Grup 1B: Indonesia, Denmark, Inggris, Grup 1C: Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Grup 1D: China, India dan Malaysia.

Untuk sektor ganda putra, pada babak grup Indonesia akan menghadapi ganda Denmark dan Inggris. Pada Piala Sudirman 2019, Denmark akan diperkuat pasangan peringkat delapan dunia Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen serta pemain ganda senior Mathias Boe.

Sementara Inggris membawa pasangan ranking 17 dunia yang juga peraih medali perunggu Olimpiade Brasil Marcus Ellis dan Chris Langridge.
   

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria Mariska fokus pelajari permainan lawan jelang Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung fokus mempelajari pola permainan calon lawan menjelang kejuaraan Piala Sudirman 2019 di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

“Sebelum bertanding harus sudah tahu akan bermain seperti apa. Kalau ada perubahan harus cepat tahu dan segera adaptasi,” ujar Gregoria usai latihan di Pelatnas PBSI, Jakarta Timur, Kamis.

Pada kejuaraan Piala Sudirman 2019, tim Indonesia di babak pertama akan menghadapi Denmark dan Inggris. Denmark bakal diperkuat  tunggal putri Line Hojmark dan Mia Blichfeldt, sedangkan tim Inggris diperkuat pemain tunggal putrinya, Chloe Birch.

Selain mempelajari pola permainan lawan melalui video pertandingan sebelumnya, Gregoria juga memaksimalkan latihan fisik dan kecepatan kaki.

Sebelumnya, pemain yang akrab dipanggil Grego ini gagal melaju ke babak semifinal kejuaraan level 300, New Zealand Open 2019 setelah kalah dari wakil Jepang, Akane Yamaguchi.

“Kemarin kendalanya antisipasi dan baca pola lawan kurang, kadang terbawa pola main lawan dan blank,” kata Grego menambahkan.

Hal senada diungkapkan asisten pelatih tunggal putri Indonesia Minarti Timur. Menurutnya, permainan Grego pada New Zealand Open 2019 sudah baik, namun masih terkendala pada adaptasi pola permainan.

“Permainannya bola agak pelan, jadi Akane mempercepat temponya. Grego baru menguasai pada akhir pertandingan,” ujar mantan pemain nasional itu.

Lebih lanjut, Minarti menyampaikan pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah itu sudah diberi program latihan yang tepat agar bisa menyumbang poin pada Sudirman Cup yang akan berlangsung pada 19-26 Mei mendatang.

“Kita sudah evaluasi dan meningkatkan intensitas latihan. Tinggal nanti di lapangan, mereka harus lebih yakin dengan pola main mereka,” kata Minarti.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan tetap puasa di tengah latihan jelang Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan tetap menjalani ibadah puasa Ramadhan di tengah latihan menjelang kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman yang akan digelar di Nanning, China, 19-26 Mei 2019.

“Saya baru latihan hari ini, Insya Allah saya coba (puasa), yang penting kan niatnya dulu,” ujar Ahsan saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis.

Meski berpuasa, katanya, tidak ada perubahan jadwal latihan.

Ahsan dan pasangannya Hendra Setiawan yang pekan lalu meraih gelar di Selandia Baru, akan memperkuat tim Merah Putih  di Piala Sudirman.

Berbeda dengan Ahsan, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memilih untuk tidak menjalankan ibadah puasa saat Ramadhan kali ini.

“Enggak (puasa) hari ini. Kemarin coba setengah hari puasa, habis itu malamnya agak lemes gitu,” kata Rian.

Hal senada juga disampaikan Fajar. Dia mengatakan akan berpuasa pada hari libur, Sabtu dan Minggu. Fajar berencana untuk mengganti puasa usai Lebaran nanti.

“Bingung juga. Kita berpuasa, di sisi lain kewajiban kita sebagai atlet harus menjaga kondisi. Hari lain saat latihannya padat mungkin kita enggak puasa, bukannya enggak mau puasa, tapi stamina kita persiapkan,” ujar Fajar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengatakan PBSI memberikan kebebasan kepada semua atlet untuk menjalankan ibadah puasa atau tidak.

Namun, Susy berharap para atlet bersikap profesional, mengetahui kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri agar tidak sakit.

“Karena kita tahu ini tugas negara, kita tahu atlet itu harus profesional, harus tanggung jawab, harus mengerti kondisi diri masing-masing pribadi. Kita kembalikan lagi ke atletnya masing-masing,” ujar Susy.

Tim bulu tangkis Indonesia akan berlaga pada kejuaraan Piala Sudirman pada 19-26 Mei di Nanning China. Pada babak penyisihan grup, Indonesia akan menghadapi tim Denmark dan Inggris. Dua tim teratas lolos ke perempat final.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepas

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia bertekad memulangkan Piala Sudirman ke Tanah Air setelah salah satu trofi prestisius di ajang kejuaraan tepuk bulu internasional itu terlepas sejak 30 tahun lalu.

“Tujuan utama kita pasti mengembalikan Piala Sudirman karena sudah 30 tahun ya. Jadi semangat itu yang menjadi motivasi kita,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti di Jakarta, Kamis.

Indonesia merebut Piala Sudirman pada gelaran kejuaraan beregu campuran dua tahunan itu untuk pertama kalinya pada 1989. Saat itu Indonesia menjadi tuan rumah dan di final mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2.

Meski pada Piala Sudirman 2017 langkah Indonesia harus terhenti pada fase grup, Susy yakin tekad kuat atlet bisa membawa Indonesia menuju kemenangan.

“Sekarang ini kekuatan badminton merata. Di New Zealand Open kita juara umum, tapi China dan Jepang tidak dapat gelar. Jadi tergantung kondisi terakhir atletnya, strategi yang pas dan paham kondisi lapangan,” kata Susy.

Menurut Susy, kejuaran Piala Sudirman yang menggunakan sistem beregu ini, segala kemungkinan bisa terjadi karena pemenang ditentukan melalui perolehan poin dari tim bukan kemenangan perorangan.

Susy mengatakan PBSI sudah menyusun strategi dengan menurunkan tim terbaik guna membawa pulang piala dua tahunan yang akan berlangsung di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

“Kita akan turunkan tim sesuai kebutuhan dan melihat dari siapa kita bisa mengumpulkan poin. Setiap sektor punya tanggung jawab dan tugas yang sama untuk menyumbang poin,” kata Susy.

Terkait persiapan menuju Piala Sudirman, Susy menyampaikan jika selama pelatnas tidak mengadakan uji coba karena jadwal atlet yang terlalu padat. PBSI berfokus pada peningkatan kekompakan tim dan kualitas permainan termasuk akurasi pukulan.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Strategi Fajar-Rian jelang Piala Sudirman

ANTARA – Jelang kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman di China akhir Mei mendatang, para pemain Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan mengatur strategi, di antaranya meningkatkan kekompakan serta mengamati permainan lawan lewat video, terutama performa dari Tim Denmark dan Inggris yang kali ini satu grup dengan Indonesia. (Arindra Meodia/Kuntum Khaira Riswan/Saras Krisvianti/Agha Yuninda)

Legenda bulutangkis putri Minarni jadi wajah Google Doodle hari ini

Jakarta (ANTARA) – Google Doodle hari ini, Jumat, dihiasi ilustrasi mendiang pebulut tangkis legendaris Indonesia, Minarni Soedarjanto, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-75.

Jauh sebelum Indonesia mengenal nama Susy Susanti yang kisahnya diangkat ke layar lebar, ada Minarni yang menyeruak menjadi Ratu Bulutangkis Indonesia.

Minarni merupakan pebulu  tangkis Indonesia pertama yang mencapai partai final kejuaraan All-England nomor tunggal putri pada 1968 silam, sayangnya ia dikalahkan wakil Swedia Eva Twedberg kala itu 6-11, 2-11.

Pun demikian, di tahun yang sama, Minarni juga mencapai final di nomor ganda putri berpasangan dengan Retno Koestijah dan meraih satu dari gelar juara bagi Indonesia di All-England tahun itu dengan mengalahkan pasangan Jepang Noriko Takagi/Hiroe Amano 15-5, 15-8. Tahun tersebut Indonesia juga menang di nomor tunggal putra lewat legenda lainnya, Rudy Hartono.

Capaian itu menjadi kelanjutan dari prestasi Minarni yang menyapu bersih tiga medali emas Asian Games 1962 di Jakarta, dalam tiga nomor yang bisa ia ikuti, yakni tunggal putri, ganda putri dan beregu putri.

Kemudian pada Kejuaraan Bulutangkis Asia 1962, yang merupakan edisi perdana, Minarni juga menjadi yang terbaik di nomor tunggal putri.

Pada Asian Games 1966 di Bangkok, Thailand, ia juga kembali meraih emas ganda putri masih berpasangan dengan Retno.

Minarni juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang menjuarai Piala Uber 1975 di Jakarta. Kala itu ia turun di nomor ganda berpasangan dengan Regina Masli dan di partai final Indonesia menjadi juara usai mengalahkan Jepang 5-2.

Gelar juara Uber perdana Indonesia itu berhasil diraih Merah Putih di penampilan terakhir kejuaraan bulutangkis beregu putri paling bergengsi sedunia.

Minarni meninggal dalam usia 59 tahun pada 14 Mei 2003 silam setelah menderita komplikasi radang paru-paru dan liver.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim tunggal putra siap rebut kemenangan di Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Ketua Kontingen Indonesia Achmad Budiharto menyatakan tim tunggal putra sebagai salah satu nomor andalan siap untuk bertanding maksimal dan merebut angka kemenangan di Piala Sudirman yang akan dilangsungkan di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

Tim tunggal putra mengirim tiga wakilnya ke Piala Sudirman 2019, mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito.

“Namanya pertandingan beregu, jadi semuanya punya tanggung jawab di tim. Tapi tiap sektor pasti punya rasa mau melakukan yang terbaik dan kalau bisa ikut menyumbang poin. Begitu juga kami dari tunggal putra,” kata Jonatan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Tunggal putra menjadi nomor andalan bersama nomor ganda putra dan ganda campuran, sementara ganda putri disebut Budiharto bisa dibilang nomor yang dijagokan untuk menyumbang angka. Sedangkan untuk tunggal putri meski tidak diunggulkan, diharapkan bisa membuat kejutan.

Prestasi Anthony, Jonatan, dan Shesar pun belakangan mulai menanjak meski sempat mengalami kendala pada agenda-agenda sebelumnya.

Sempat menurun usai meraih gelar di turnamen China Open 2018 Super 1000, Anthony mencapai laga final di Singapore Open 2019 dan akhirnya dihentikan Kento Momota (Jepang).

Namun, Anthony beberapa kali tercatat mampu menundukkan Momota yang saat ini merupakan pemain tunggal putra terbaik dunia.

Jonatan pun menunjukkan grafik penampilan yang terus meningkat, misalnya dengan keberhasilannya memulangkan dua juara dunia di ajang Malaysia Open 2019 Super 750 lalu.

Di babak kedua, Jonatan mengalahkan Momota dengan dua gim langsung, lalu di perempat final ia menaklukkan Viktor Axelsen (Denmark).

Shesar juga membuat kejutan saat bertanding di babak pertama Badminton Asia Championships 2019 dengan mengalahkan Kidambi Srikanth, pemain tunggal putra terbaik India saat ini.

“Siapa pun yang diturunkan, baik saya, Anthony atau mas Vito (Shesar), kami pasti akan berjuang mati-matian untuk menyumbang poin bagi tim Indonesia,” kata Jonatan menambahkan.

Tim tunggal putra sudah menjalani program persiapan menuju Piala Sudirman mulai hari Rabu (8/5), sepulangnya dari turnamen New Zealand Open 2019.

Tim rencananya akan bertolak ke Nanning, China, pada Rabu (15/5), sedangkan Piala Sudirman baru dimainkan pada 19-26 Mei 2019.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI harapkan gelar juara Piala Sudirman jadi kado HUT terindah

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) berharap tim Indonesia merebut gelar juara Piala Sudirman 2019 dan hasil itu menjadi kado terindah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 tahun induk organisasi bulu tangkis Tanah Air itu yang jatuh pada 5 Mei.

“Semoga Tim Indonesia dapat merebut kembali Piala Sudirman pada tahun ini. Piala Sudirman itu tentunya akan menjadi kado yang terindah,” kata Ketua Umum PP PBSI Wiranto dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepas

Menurut dia, untuk dapat meraih gelar juara sekaligus membawa pulang Piala Sudirman itu tidak mudah. Keahlian atau skill permainan bukan menjadi satu-satunya modal dalam memenangkan kejuaraan bulu tangkis beregu bergengsi tersebut.

“Keahlian atau skill saja tidak cukup. Tapi kita juga harus punya semangat, mental baja dan tekad kuat untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi lawan, siapapun itu. Dengan begitu, kemenangan bisa kita raih,” ujar Wiranto.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada pula beberapa faktor non teknis yang harus selalu ditingkatkan dan dijaga dengan sebaik-baiknya, yaitu kekompakan, kebersamaan, komunikasi serta keterbukaan di dalam tim.

“Kepada manajer dan official, saya minta supaya faktor-faktor non teknis itu selalu diperhatikan dan dibangun terus. Semoga, tahun ini Indonesia bisa merebut dan membawa pulang kembali Piala Sudirman ke tanah air. Dirgahayu PBSI,” kata Wiranto menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Wiranto juga melantik delapan pengurus provinsi yang telah memilih jajaran kepengurusan baru, diantaranya Maluku Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Papua, Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi.

Selain itu, Wiranto juga melakukan pelepasan Tim Indonesia yang akan bertanding di Piala Sudirman 2019 di Nanning, China, 19-26 Mei. Tahun ini, Indonesia mengerahkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI pun menunjuk Hendra Setiawan sebagai Kapten Tim Garuda.

Sebanyak 12 pemain putra yang akan bertanding, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Sedangkan delapan pemain putri, antara lain Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Baca juga: Ahsan tetap puasa di tengah latihan jelang Piala Sudirman
Baca juga: Ganda putra miliki strategi khusus di ajang Piala Sudirman
Baca juga: Gregoria Mariska fokus pelajari permainan lawan jelang Piala Sudirman
Baca juga: Ketut senang masuk tim inti Piala Sudirman 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelepasan Tim Piala Sudirman 2019

Para pebulutangkis Indonesia yang tergabung dalam Tim Piala Sudirman 2019 melakukan sesi foto di Jakarta, Sabtu (11/5/2019). Sebanyak 20 pemain yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri bakal terjun dalam Piala Sudirman 2019 di Nanning, China pada 19 hingga 26 Mei 2019. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

CdM: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman di China

Jakarta (ANTARA) – Chef de Mission (CdM) Tim Piala Sudirman 2019 Achmad Budiharto menyatakan peluang Indonesia untuk menjadi juara cukup terbuka dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19-26 Mei mendatang di Nanning, China.

“Paling tidak, dengan komposisi pemain yang kami punya saat ini, peluang tim Indonesia terbuka untuk merebut kembali Piala Sudirman yang sudah 30 tahun singgah di berbagai negara,” kata Achmad dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: PBSI harapkan gelar juara Piala Sudirman jadi kado HUT terindah

Lebih lanjut, dia berharap dalam kejuaraan tersebut, seluruh pemain dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Di ajang Piala Sudirman 2019, ada tiga nomor yang diandalkan, yakni ganda putra, tunggal putra dan ganda campuran.

“Nomor ganda putri sebetulnya juga bisa dibilang andalan, meskipun kami hanya membawa satu pasangan yang kami anggap penampilannya paling stabil, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Kami juga berharap ada kejutan dari nomor tunggal putri,” ujar Achmad.

Berbeda dengan 2017, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI itu mengungkapkan kali ini tim Merah Putih dipastikan lebih solid dan lebih siap untuk menghadapi siapapun yang akan menjadi lawan dalam Piala Sudirman 2019.

“Yang pasti, kita semua bertekad untuk terus berjuang secara maksimal guna merebut dan membawa pulang kembali Piala Sudirman ke Indonesia. Dengan semangat pantang menyerah, tidak ada yang tidak bisa kita raih,” ungkap Achmad.

Sementara itu, berkaitan dengan perayaan HUT ke-68 tahun PP PBSI, pihaknya berharap tim Garuda tidak hanya dapat meraih gelar juara di Piala Sudirman 2019, tetapi juga di berbagai kejuaraan dunia serta meloloskan sebanyak mungkin pemain ke Olimpiade 2020.

“Semakin bertambah usia, semakin bertambah juga tanggung jawab kami untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia. Mudah-mudahan, di usia 68 tahun ini PBSI bisa menjadi organisasi yang kuat dan solid, baik dalam pembinaan maupun prestasi,” tutur Achmad.

Dalam kejuaraan Piala Sudirman tahun ini, Indonesia mengerahkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI pun menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim.

Baca juga: Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepasBaca juga: Indonesia bertekad pulangkan Piala Sudirman setelah 30 tahun lepas

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jelang Piala Sudirman 2019, seluruh atlet dipastikan siap tanding

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti memastikan saat ini seluruh atlet berada dalam kondisi sehat dan siap bertanding dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang akan diselenggarakan pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China.

“Persiapan tim sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan seluruh atlet berada dalam kondisi siap bertanding, siap memberikan yang terbaik di Piala Sudirman 2019,” kata Susy dalam acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, Susy mengatakan tim Indonesia rencananya bertolak ke Nanning, China pada Rabu (15/5). Tim yang diberangkatkan itu berjumlah 40 orang yang terdiri dari 20 atlet dan sisanya pelatih serta official.

“Sebelum berangkat, masih ada beberapa program latihan yang harus dijalani oleh semua pemain. Kemudian, ada juga sesi pemberian motivasi supaya semua atlet bersemangat dan termotivasi untuk berprestasi di Piala Sudirman 2019,” ujar Susy.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu menuturkan pada babak penyisihan grup, tim Indonesia akan berhadapan dengan tim Inggris dan Denmark.

“Kalau di atas kertas, memang Indonesia lebih unggul. Namun, kita tetap harus waspada dan fokus dari awal sampai akhir. Sebelum bertanding, tentu kami akan memilih pemain yang tepat untuk diturunkan. Kami akan lihat dan bandingkan dengan lawan secara head to head,” tutur Susy.

Belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kali ini pihaknya berupaya untuk lebih meningkatkan kesiapan para pemain, memantapkan strategi serta menanamkan keyakinan dan motivasi yang lebih kuat kepada seluruh atlet.

“Kali ini, kita harus lebih siap, karena kita bertekad untuk merebut kembali Piala Sudirman. Asalkan kita mau terus berjuang dan tidak mudah menyerah di lapangan, peluang sekecil apapun bisa dimanfaatkan untuk membalikkan keadaan dan menang,” ungkap Susy.

Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim Garuda.

Baca juga: Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mohammad Ahsan tetap berniat puasa selama Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Pemain bulu tangkis putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku berniat untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama menjalani pertandingan kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang berlangsung pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, China.

“Yang penting niat puasa saja dulu. Di perjalanan nanti kan kita tidak tahu. Jadi, kiatnya ya itu saja, yang penting niat,” kata Ahsan saat ditemui di acara perayaan HUT ke-68 tahun PBSI di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, pasangan atau tandem dari Hendra Setiawan di nomor ganda putra itu juga mengaku tidak memiliki kiat-kiat tertentu dalam menjalankan ibadah puasa sambil bertanding membela Indonesia di Piala Sudirman 2019.

“Tidak ada kiat-kiat yang lain. Paling hanya makan sahur dan minum vitamin, itu saja, kurang lebihnya sama. Jadi, tidak ada kiat lain-lain lagi. Bagi saya, yang paling penting itu adalah niatnya,” ujar Ahsan.

Sementara itu, berkaitan dengan gelaran Piala Sudriman 2019, pria yang kini berusia 31 tahun itu berharap bisa tampil maksimal dan mendapatkan hasil yang terbaik bersama Hendra di nomor ganda putra.

“Dari tahun ke tahun, Piala Sudirman itu beda-beda, pesertanya juga berbeda-beda. Tapi harapan saya semoga hasil di Piala Sudirman tahun ini bisa jauh lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ahsan.

Dalam ajang Piala Sudirman 2019, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 pemain terbaik yang terdiri dari 12 pemain putra dan delapan pemain putri. Dan, PBSI menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten tim Garuda.

Sebanyak 12 pemain putra yang akan bertanding, yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Sedangkan delapan pemain putri, antara lain Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mario Teguh dan Wiranto berikan motivasi bagi tim Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Jelang keberangkatan ke Nanning, China, tim Piala Sudirman 2019 mendapat suntikan semangat dari motivator kondang Mario Teguh dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto guna membentuk rasa percaya diri dalam bertanding di lapangan.

Membuka sesi motivasinya, Mario menegaskan bahwa rasa percaya diri dan kekuatan mental di lapangan punya peran yang tak kalah penting dengan keahlian pemain, namun juga harus menghindari keyakinan berlebihan karena bisa berdampak buruk.

“Percaya diri itu bukan ‘saya menang, saya menang’. Orang sering gagal karena ini bentuk kesombongan, Tuhan tidak suka orang sombong. Rasa yakin anda diganti dengan doa, bukannya saya harus menang, tetapi ‘Tuhan, jika aku diizinkan menang, aku ingin jadi pribadi yang membanggakan Indonesia. Alangkah bahagianya orangtuaku, alangkah bahagianya rakyat Indonesia’,” kata Mario, melalui keterangan resmi PP PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Senin malam.

Mario juga melempar pertanyaan kepada para atlet apakah mereka memiliki haters atau pembenci yang kerap menghina mereka di sosial media, dan ia pun punya jawaban jitu untuk menyikapi haters.

“Apakah anda punya haters? Pasti banyak! Orang-orang yang masuk tim Piala Sudirman, anda ini bukan orang biasa, anda terpilih. Jadi pantas jika di luar sana ada orang-orang yang tidak suka sama anda, karena anda orang pilihan,” tutur Mario.

Menurut Mario, ada dua alasan kenapa orang menjadi benci, pertama karena dia tidak bisa melakukan yang bisa dilakukan para atlet, kedua dia tidak punya apa yang dimiliki para atlet.

“Jadi kalau anda punya pembenci, bersyukur! Berarti anda itu lebih dari mereka,” pungkas Mario menambahkan.

Pada kesempatan ini, Wiranto juga mengatakan hal senada dengan Mario, bahwa pemain yang ada di tim inti Piala Sudirman merupakan orang-orang terpilih dan mereka harus memanfaatkan kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan.

“Adik-adik yang berjumlah 20 orang ini adalah orang terpilih dari 260 juta rakyat Indonesia. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tentunya dengan doa dan restu dari masyarakat Indonesia, dengan simbol cium bendera Merah-Putih kemarin, itu merupakan simbol bahwa kami semua, masyarakat Indonesia ada di belakang semua atlet yang akan berjuang. ‘One for all, all for one‘, bertandinglah semaksimal mungkin, tunjukkan prestasi terbaik, semoga kita bisa membawa pulang Piala Sudirman,” tutur Wiranto.

​Selain Wiranto, acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta dan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto.​​​​​​

Tim Piala Sudirman 2019 akan bertolak ke Nanning, China, pada Rabu pukul 08.15 WIB dengan menggunakan maskapai Cathay Pacific.

Baca juga: Jelang Piala Sudirman 2019, seluruh atlet dipastikan siap tanding

Baca juga: CdM: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman di China

Baca juga: PBSI harapkan gelar juara Piala Sudirman jadi kado HUT terindah

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Total dukung penuh Kejuaraan Para-Bulutangkis Dunia 2019

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan energi Total Oil memberikan dukungan penuh terhadap Kejuaraan Para-Bulutangkis Dunia 2019 atau BWF Para-Badminton World Championships 2019 yang akan diselenggarakan pada 21-25 Agustus 2019 di Kota Basel, Swiss.

Dukungan itu diberikan Total dengan menjadi sponsor utama atau title sponsor kejuaraan para-bulutangkis tersebut dalam rangka merayakan tahun kelima kemitraan antara Total dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Asia.

“Kami bangga menjadi sponsor utama kejuaraan tersebut. Kemitraan selama lima tahun dengan BWF telah menciptakan dampak yang sangat positif untuk brand awareness serta hubungan kami dengan para pemangku kepentingan,” kata Presiden dan CEO Total Oil Asia Pasifik Christian Cabrol dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Selama lima tahun kerja sama tersebut, menurut dia, pihaknya telah melewati 38 turnamen yang diselenggarakan di 15 negara utama di Asia dengan lebih dari 600 juta pengunjung setiap tahunnya. Hingga 2021, tercatat masih ada 53 turnamen yang menanti.

“Dengan menjadi sponsor utama Kejuaraan Para-Bulutangkis Dunia 2019, kami ingin terus memperkuat dukungan yang telah diberikan Total terhadap olah raga bulu tangkis sekaligus memperbarui kemitraan jangka panjang dengan BWF selaku badan pengelola internasional olah raga tersebut,” ujar Christian.

Sementara itu, Presiden BWF Poul-Erik Høyer menuturkan para-bulutangkis merupakan olah raga yang paling banyak diminati menjelang kejuaraan multi event Paralympic Games 2020 yang akan dilangsungkan di Tokyo, Jepang.

“Kemitraan yang telah terjalin ini merupakan kunci keberhasilan kerja sama kami dan kami senang telah memperluas lingkup kerja sama kami bersama Total sebagai Mitra Energi Resmi untuk rangkaian turnamen World Tours dan Title Sponsor untuk turnamen utama BWF hingga tahun 2021,” tutur Poul.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan untuk saat ini, pihaknya memiliki harapan khusus, yakni dapat merayakan lima tahun kemitraan antara Total dengan BWF melalui kejuaraan Total BWF Piala Sudirman 2019 yang akan digelar pada 19-26 Mei 2019 di Nanning, Cina.

“Bersama Total, kami juga berharap dapat bersama-sama merayakan tonggak sejarah sekaligus menciptakan kesadaran serta inisiatif pengembangan cabang olah raga bulu tangkis pada masa mendatang,” ungkap Poul.

Baca juga: Memaksimalkan peluang emas dari cabang favorit

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Total sponsor utama BWF Para-Badminton World Championships

Jakarta (ANTARA) – Total akan ambil bagian dalam BWF Para-Badminton World Championships dengan menjadi sponsor utama pada ajang yang akan berlangsung di kota Basel, Swiss pada tanggal 21-25 Agustus 2019.

Dukungan ini menambah rangkaian komitmen Total sebagai sponsor utama pada turnamen-turnamen yang dilaksanakan oleh Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF), seperti Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, TOTAL BWF World Championships, termasuk di semua rangkaian turnamen HSBC BWF World Tours.

“Para-Badminton adalah olahraga yang paling banyak diminati menjelang penyelenggaraan Paralympic Games Tokyo tahun 2020. Kami berharap dapat merayakan tonggak sejarah dan menciptakan kesadaran serta inisiatif pengembangan cabang olahraga ini pada masa mendatang,” kata Presiden Badminton World Federation Poul-Erik Hoyer melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Sebagai wadah bulu tangkis dunia, BWF juga berharap agenda TOTAL BWF Sudirman Cup 2019 yang akan diselenggarakan pekan depan di Nanning, China, bisa menjadi momentum peringatan lima tahun kerja sama antara Total dan BWF.

Sementara itu, Total juga mengaku senang dan bangga bisa terlibat dalam salah satu cabang olahraga favorit di dunia, terbukti dengan banyaknya dukungan dari masyarakat internasional dalam setiap perhelatan turnamen bulu tangkis berkelas dunia yang diselenggarakan BWF.

“Total sangat bangga bisa bekerja sama melalui olahraga bulu tangkis yang merupakan salah satu olahraga paling populer di Asia. Selama lima tahun bekerja sama dengan BWF, 38 turnamen di 15 negara Asia sudah terlaksana,” tutur Presiden Total Oil Asia Pasific Christian Cabrol.

Dalam 38 turnamen itu, sudah lebih dari 600 juta pengunjung yang datang untuk menonton setiap tahunnya.

“Ke depan masih ada 53 turnamen yang akan diselenggarakan hingga tahun 2021,” katanya.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia segera jajal arena Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan skuad Garuda berencana menjajal arena pertandingan Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, Cina pada Jumat (17/5).

“Rencananya, Tim Indonesia akan menjalani sesi latihan bersama sekaligus menjajal arena pertandingan di Guangxi Sports Center Gymnasium pada Jumat (17/5), mulai pukul 09.40 waktu Nanning,” kata Susy dalam siaran pers PBSI di Jakarta, Rabu.

Tim Piala Sudirman Indonesia sudah tiba di Nanning, Cina pada Rabu malam (15/5) setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta pada pagi hari ini. Para atlet berangkat dari Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pukul 04.30 WIB dan tiba di Nanning sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Setibanya di Nanning, seluruh tim langsung menuju hotel untuk menikmati makan malam dan beristirahat karena telah menempuh perjalanan cukup panjang dari Jakarta.

Susi melanjutkan, Kamis besok (16/5) belum ada rencana menggelar latihan teknik. Seluruh atlet akan memulihkan kondisi badan pascaperjalanan panjang dengan latihan fisik terlebih dahulu.

“Untuk sesi latihan besok yang ringan-ringan saja dulu, tujuannya memulihkan kondisi badan setelah perjalanan yang cukup panjang hari ini, misalnya latihan di gym atau jogging di sekitar hotel,” tutur Susy.

Meskipun demikian, jika tim menemukan lapangan yang kosong atau tidak terpakai, maka tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan sesi latihan teknik pada esok hari.

“Kami masih mencari lapangan latihan yang bisa dipakai pada siang hari besok. Kalau memang ada, maka kami akan menjalani latihan teknik. Tapi kalau tidak ada, maka atlet akan latihan masing-masing di hotel,” ungkap Susy.

Baca juga: Jelang Piala Sudirman 2019, seluruh atlet dipastikan siap tanding
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions gagal juarai Asia Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon gagal merebut gelar juara Badminton Asia Championships 2019 setelah dikalahkan Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe pada final dengan skor 18-21, 3-21.

Pada laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Minggu, Minions sempat menguasai kendali permainan pada gim pertama dan menciptakan selisih skor yang cukup jauh, meski akhirnya harus terkejar dan kalah.

Pada gim kedua, Minions tidak bisa mengimbangi permainan cepat yang diberikan Endo-Watanabe sehingga meninggalkan celah skor yang sangat jauh hingga akhir pertandingan.

Dengan hasil dari pertandingan berdurasi 35 menit ini, maka rekor pertemuan (head to head) kedua pasangan ini menjadi 2-1, dengan keunggulan masih dipegang Minions yang merupakan pasangan peringkat satu dunia.

Baca juga: Minions satu-satunya ganda putra tersisa di Asia Championships

Baca juga: Dua wakil Indonesia siap tempur di semifinal Kejuaraan Badminton Asia

Baca juga: Hafiz/Gloria terhenti di perempat final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marcus/Kevin gagal juarai Badminton Asia Championships 2019

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon berusaha mengembalikan kok ke arah ganda putra Jepang Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe pada final Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sport Center, Cina, Minggu (28/4/2019). Pasangan Kevin/Marcus gagal menjuarai kejuaraan bulutangkis Asia 2019 nomor ganda putra usai dikalahkan pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dengan skor 18-21 dan 3-21. ANTARA FOTO/Widya Amelia – Humas PP PBSI/hma/aww.

Air mata King jadi inspirasi PB Djarum untuk berkembang

Kudus (ANTARA) – Perkumpulan Bulu tangkis (PB) Djarum Kudus sudah melahirkan pemain kelas dunia bahkan menjadi legenda, sebut saja Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, Alan Budi Kusuma, Liliyana Natsir hingga Tontowi Ahmad.

Namun, pada HUT PB Djarum ke-50 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu semuanya terungkap. Ternyata perjalanannya tidak semulus sekarang. Air mata kesedihan maupun kebahagian mewarnai kiprah perjalanan klub yang bermarkas di Kudus ini.

“PB Djarum didirikan karena ayah saya (Budi Hartono) suka bulu tangkis. Saya juga sama, tapi kurang berbakat. Peran saya lebih ke membina bukan jadi atlet,” kata Presiden Director Djarum Foundation Victor R Hartono.

Dalam “Perjalanan Emas Bulu tangkis” 50 tahun PB Djarum diceritakan sekitar tahun 1970 pada sebuah kejuaraan lokal di Kudus, Budi Hartono melihat seorang anak laki-laki berusia 15 tahun menangis di tangga pojokan gedung karena mengalami kekalahan saat bertanding.

Budi Hartono langsung memberikan nasehat agar tidak putus asa. Bahkan juga menawarkan lelaki muda itu untuk bergabung dengan PB Djarum. Kini, sosok anak muda tersebut dikenal sebagai Liem Swie King.

King sendiri membayar kepercayaan yang diberikan dengan prestasi yang mencengangkan yaitu juara All England 1978, 1979 dan 1981. Berikutnya emas Asian Games 1978, Piala Thomas 1976, 1979 dan 1984. Selain itu juara pada beberapa kejuaraan internasional seperti Indonesia Open.

Budi Hartono berharap kisah air mata King ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para atlet saat ini agar tidak pernah menyerah berjuang dan berlatih keras demi meraih prestasi.

Namun sayang, pada HUT PB Djarum ke-50 tahun ini Liem Swie King tidak bisa hadir. Pemberian penghargaan legenda dari klub tempat ia bernaung akhirnya harus diwakilkan ke legenda yang lain.

Setelah King ada Kartono, Heryanto Saputra Hadiyanto, Hadibowo, Hastomo Arbi, Ivana Lie, Eddy Kurniawan, Aryono Minarat, Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Minarti Timur, Alan Budi Kusuma, Denny Kantono, Ardy B Wiranata, Antonius Budi, Hariyanto Arbi, Sigit Budiarto, Luluk Hadiyanto hingga Liliyana Natsir.

Dengan modal prestasi yang ada, PB Djarum bertekad terus melahirkan atlet-atlet potensial seperti yang disampaikan oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurut dia, kapanpun dibutuhkan pihaknya siap.

“Saat ini 50 persen pemain timnas dari PB Djarum. Harapan kami terus ada peningkatan. Bisa saja 60 persen anak kita di sana,” kata Yoppy Rosimin yang langsung disambut dengan meriah oleh atlet dan mantan atlet PB Djarum.

Yoppy menjelaskan program yang saat ini dikerjakan telah melahirkan lebih dari 5.000 atlet dari berbagai tingkatan. Dengan demikian, jika PP PBSI membutuhkan atlet PB Djarum siap memberikan. Bahkan, untuk mengetahui pontesi atlet, PB Djarum mengirim pemain ke kejuaraan internasional.

Khusus untuk level senior, PB Djarum masih banyak menempatkan pemainnya yang di antaranya adalah Tontowi Ahmad, Muhammad Ahsan hingga Kevin Sanjaya. Saat ini prestasinya juga tetap pantas dibanggakan.

“Saya memang sudah tidak lagi berpasangan dengan Cik Butet (Liliyana Natsir), tapi saya akan berusaha untuk kembali menjadi yang terbaik dengan pasangan baru (Winny Oktavina Kandow). Target saya bisa lolos Olimpiade 2020,” kata Tontowi Ahmad.

Sementara itu Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti menyambut baik harapan PB Djarum. Namun yang saat ini menjadi pekerjaan rumah adalah melahirkan juara dari tunggal putri meski sebenarnya banyak potensi yang bisa diasah.

“Makanya kami memanggil Riony Mainaky dari Jepang. Dia akan duet dengan Minarti Timur khusus untuk melahirkan juara tunggal putri. Semoga tahun ini mulai lahir juara dari sektor tunggal putri,” kata Susy Susanti.

PB Djarum hingga saat ini belum melahirkan pemain tunggal putri jika dibandingkan dengan tunggal putra, ganda putra dan putri maupun ganda campuran. Setelah Yuni Kartina, sebenarnya muncul pemain baru seperti Kristin Yunita hingga Maria Kristin. Namun, hingga saat ini belum muncul kembali juara baru.

Baca juga: Susy Susanti jadi “menantu” kesayangan PB Djar

Baca juga: Liliyana Natsir di mata mantan Menteri Hukum dan HAM

Baca juga: 50 tahun PB Djarum ajang temu kangen para legenda

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI segera evaluasi pemain demi lolos Olimpiade 2020

Kudus (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan segera melakukan evaluasi pemain pelatnas demi lolos Olimpiade 2020 mengingat prestasi yang ada saat ini belum sepenuhnya maksimal.

“Evaluasi memang harus kami lakukan. Termasuk hasil di Kejuaraan Asia. Saat ini saya masih menunggu laporan terperincinya,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti di Kudus, Jawa Tengah, Senin.

Pemain pelatnas bulu tangkis Indonesia prestasinya memang belum begitu konsisten seperti tahun lalu. Hal ini juga terjadi pada pasangan terbaik Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang baru saja mengalami kekalahan dengan skor telak.

Pasangan nomor satu dunia itu baru saja menyerah di final kejuaraan Asia di Wuhan Sport Center, Minggu (28/4) dari pasangan asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dua gim langsung dengan skor 18-21, 3-21.

Menurut Susy, apa yang menjadi faktor kekalahan pemain Indonesia harus secepatnya dicari. Apakah kekalahannya dikarenakan faktor daya tahan pemain, apakah karena strategi yang diterapkan oleh pelatih atau juga dengan kesehatan pemain yang menurun.

“Yang pasti semuanya harus segera bangkit dan kembali menemukan kemampuan sesungguhnya. Olimpiade 2020 sudah dekat,” kata wanita yang dibiasa disebut “menantu” kesayangan PB Djarum Kudus itu.

Baca juga: Minions gagal juarai Asia Championships 2019

Baca juga: Della/Rizki gagal ke final Kejuaraan Badminton Asia 2019

Pada kejuaraan Asia di Wuhan, hanya pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang masuk final. Untuk pemain lain masih belum meraih hasil yang maksimal. Pasangan ganda putri Della Destiara/Rizki Amelia juga hanya sampai semifinal.

Untuk tunggal putra yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie bahkan harus kandas di pertandingan pertama. Begitu juga dengan pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga mengalami kondisi yang sama. Pulang lebih awal.

Sementara itu salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata berharap pemain tidak cepat puas dengan apa yang diraih saat ini. Dengan fasilitas yang mendukung diharapkan pemain bisa menjaga konsistensi.

“Dulu dengan sekarang jauh berbeda. Semuanya sudah ada. Jadi tinggal bagaimana pemain itu memaksimalkan apa yang dimiliki. Intinya jangan cepat puas,” katanya di sela HUT PB Djarum ke-50 tahun #persembahanemasbulutangkis.

Baca juga: Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Baca juga: Greysia/Apriyani terhenti di babak pertama Kejuaraan Badminton Asia
 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daya juang “Minions” disorot pelatih

Jakarta (ANTARA) – Tim pelatih ganda putra bulu tangkis Indonesia kini tengah menyoroti daya juang Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon yang biasa disebut media dengan Minions yang menurun sehingga gagal merebut gelar dalam empat turnamen berturut-turut.

Mereka gagal pada All England, Malaysia Open, Singapore Open dan Badminton Asia Championships 2019.

“Kelebihan mereka adalah punya fighting spirit yang luar biasa, mentalnya juga, tapi menurut saya sekarang sudah menurun,” kata asisten pelatih ganda putra PBSI Aryono Miranat dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Dalam triwulan pertama 2019, Kevin-Marcus memegang dua gelar juara dari Malaysia Masters dan Daihatsu Indonesia Masters, serta masih bertengger pada peringkat pertama dunia.

Jika dibandingkan dengan dua tahun silam, saat Minions menguasai sebagian besar turnamen-turnamen elite, performa Kevin-Marcus saat ini menurun.

Bahkan saat menghadapi Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe yang merupakan peringkat lima dunia pada final Badminton Asia Championships 2019 di China, Minions takluk 18-21 dan 3-21.

Baca juga: Minions gagal juarai Asia Championships 2019

Kekalahan ini pun dinilai sebagai buntut dari menurunnya semangat juang Minions saat berada di lapangan.

“Lawan memang lebih bagus dari segi strategi permainan dan pertahanan mereka kuat. Sedangkan menurut saya, penampilan Kevin-Marcus memang secara garis besar menurun dari dua-duanya, baik Kevin maupun Marcus,” papar Aryono.

Kesulitan yang dihadapi Minions di lapangan dinilai akibat semakin ketatnya persaingan ganda putra, sebagaimana penjelasan yang mereka sampaikan usai memenangkan perempat final Badminton Asia Championships 2019.

“Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi kan lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban. Walaupun diunggulkan tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja,” ujar Marcus, Kamis (25/4).

Kevin sendiri merasa mereka telah mengeluarkan kemampuan terbaik pada setiap turnamen. Dia tidak ingin melihat ke belakang.

“Kalau tanding kan tidak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan. Fokusnya ke target kami, dan target di tahun depan. Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan olimpiade,” pungkas Kevin.

Baca juga: “Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketatBaca juga: “Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketat
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua pelatih nasional merapat ke PB Djarum

Kudus (ANTARA) – PB Djarum terus ekspansi guna melahirkan atlet potensial yang salah satunya dengan mendatangkan dua pelatih kelas nasional yang selama ini telah melahirkan pemain-pemain kelas dunia.

Dua pelatih yang merapat itu adalah Herry Iman Pierngadi yang merupakan pelatih nasional ganda putra dan Rionny Mainaky yang menjadi pelatih nasional tunggal putri.

“Per 1 Mei mereka akan resmi menjadi karyawan PB Djarum. Kami harapkan dengan bergabungnya mereka pembinaan dan prestasi atlet lebih bagus lagi,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin di Kudus, Minggu malam (28/4).

Selama ini, Herry IP telah dianggap sukses menangani sektor ganda putra Indonesia dan dibuktikan dengan prestasi internasionalnya. Begitu juga Rionny yang dinilai berjasa dalam mengembangkan bulu tangkis di Jepang.

Meski keduanya bakal menjadi karyawan PB Djarum, Herry Iman Pierngadi dan Rionny Mainaky masih tetap akan menjadi pelatih pemusatan latihan nasional PP PBSI. Sebelumnya mereka merupakan pelatih di PB Tangkas.

Baca juga: Air mata King jadi inspirasi PB Djarum untuk berkembang

Tidak hanya itu, klub yang bermarkas di Kudus ini juga mengikat kembali Liliyana Natsir. Bukan sebagai pemain, namun wanita yang akrab dipanggil Butet ini bakal menjalani tugas baru sebagai penasihat teknik.

“Kami rekrut mereka secara free. Mereka sendiri yang minta bergabung dengan kami. Rionny sudah bicara dengan kami sejak Desember 2018, dan Liliyana pada Januari 2019,” kata Yoppy menambahkan.

Pada HUT PB Djarum ke-50 tahun di GOR Jati Kudus, Riony Mainaky juga sudah bergabung dengan para legenda bulu tangkis Indonesia dan alumni lintas angkatan PB Djarum.

Begitu juga dengan Butet. Mantan pasangan Tontowi Ahmad ini juga hadir dalam perayaan tersebut. Bahkan namanya menjadi salah satu yang namanya masuk dalam hall of fame di GOR PB Djarum Kudus.

Baca juga: PBSI segera evaluasi pemain demi lolos Olimpiade 2020

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati ke babak dua New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melangkah ke babak dua turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru.

Pada babak pertama yang berlangsung hari ini (30/4), Praveen/Melati menyudahi perlawanan pasangan Hong Kong Yeung Ming Nok/Yeung Nga Ting dua gim langsung 21-9, 21-12 dalam tempo 21 menit.

Mengomentari pertandingan ini, Melati mengakui belum menemui banyak kesulitan. Dari awal gim pertama, keduanya langsung menyerang dan memegang kendali permainan.

“Kondisi lapangan juga enak, tidak ada angin dan bolanya normal. Kami sama sekali belum sempat mencoba lapangan di sini untuk latihan, karena baru sampai di New Zealand pada Senin malam,” kata Melati dalam laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Pada babak dua, Praveen/Melati akan ditantang pasangan Selandia Baru Dhanny Oud/Jasmin Chung Man Ng. Pasangan tuan rumah itu lolos ke babak dua setelah menaklukkan rekan satu timnya Joshua Feng/Shaunna Li 21-15, 21-10.

Baca juga: Praveen/Melati akan lebih siap pada babak dua

Di atas kertas, pasangan Indonesia unggul dengan titel rangking sembilan dunia, sedangkan lawan menduduki peringkat 257 dunia.

“Untuk target saya pribadi, pasti maunya jadi juara. Tapi kami tetap harus fokus, perlahan-lahan, step by step dulu saja,” ungkap Melati.

Selain Praveen/Melati, pasangan ganda campuran baru Akbar Bintang Cahyono/Annisa Saufika juga  memetik hasil positif dengan mengalahkan pasangan tuan rumah Maika Phillips/Anona Pak 21-15, 21-17.

Sayang, kemenangan itu tidak berhasil diikuti oleh Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari setelah terhenti pada babak pertama karena ditundukkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dari Malaysia dengan skor 18-21, 14-21.

Turnamen bulu tangkis bertajuk Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 berlangsung mulai 30 April hingga 5 Mei 2019 di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru dengan total hadiah 150 ribu dolar AS.

Baca juga: Praveen/Melati kantongi kemenangan perdana Singapore Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting tinggalkan Ihsan ke babak dua New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting melaju ke babak kedua New Zealand Open 2019 setelah mengalahkan Brice Leverdez dengan skor 21-19, 21-17.

Pada pertandingan yang diadakan di Event Finda Stadium Auckland, Rabu, Ginting menundukkan pebulutangkis asal Prancis itu dengan waktu 43 menit.

Pada babak selanjutnya, Ginting akan bertemu dengan Chong Wei Feng asal Malaysia.

Sebelum berhasil ke babak kedua, Feng terlebih dulu mengalahkan Ihsan Maulana Mustofa di babak pertama dengan skor 17-21, 21-13, 21-16.

Tim Indonesia di nomor ini masih menyisakan Tommy Sugiarto yang akan menghadapi Lu Guangzu (China) dan Jonatan Christie yang akan melawan rekan senegara Shesar Hiren Rhustavito.

Baca juga: Praveen/Melati ke babak dua New Zealand Open 2019

Baca juga: Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga tunggal putri melaju ke babak dua New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Tiga wakil Indonesia dari sektor tunggal putri berhasil melangkah ke babak dua turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru pada Rabu (1/5).

Wakil pertama Tim Merah Putih yang lolos ke babak dua, yaitu Gregoria Mariska Tunjung yang sukses menaklukkan lawan asal China Zhang Yiman dalam pertandingan yang berlangsung selama 32 menit dengan skor 21-16, 21-12.

Kemenangan berikutnya, berdasarkan laman resmi BWF, diraih oleh Fitriani usai mengalahkan pebulu tangkis asal Australia Louisa Ma dalam dua gim yang berjalan selama 25 menit dengan skor 21-12, 21-12.

Tak lama kemudian, Ruselli Hartawan juga menyusul kedua rekannya ke babak dua usai menyingkirkan Sally Fu dari New Zealand dalam dua gim selama 24 menit pertandingan dengan skor 21-5, 21-16.

Namun sayangnya, keberhasilan Gregoria, Fitriani dan Ruselli itu tidak diikuti oleh dua perwakilan tunggal putri Indonesia lainnya, yaitu Yulia Yosephine Susanto dan Lyanny Alessandra Mainaky.

Langkah Yulia harus terhenti di babak pertama karena dikalahkan oleh pebulu tangkis asal Jepang Aya Ohori dengan skor 15-21, 16-21. Sama seperti Yulia, Lyanny juga ditundukkan oleh atlet Jepang Saena Kawakami dengan skor 17-21, 11-21.

Turnamen bulu tangkis bertajuk Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 itu berlangsung mulai 30 April hingga 5 Mei 2019 di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung berjanji akan bermain dengan lebih berani pada babak dua turnamen Selandia Baru Terbuka 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland.

Pada babak dua nanti, Gregoria akan berhadapan dengan pebulutangkis Cina Li Yun. Pertandingan itu akan menjadi kali pertama bagi Gregoria melawan atlet asal negeri tirai bambu tersebut.

“Saya belum pernah ketemu sama dia (Li Yun) sebelumnya. Dia mainnya berani dan tahan. Saya harus langsung main total dari awal, tidak boleh kalah start, jadi saya harus lebih berani dari dia,” kata Gregoria seperti dikutip badmintonindonesia.org, Rabu.

Sementara itu, pada babak pertama yang berlangsung pada Rabu (1/5), Gregoria berhasil menundukkan pemain asal Cina Zhang Yiman dalam pertandingan yang berlangsung selama 32 menit dengan skor 21-16, 21-12.

Dalam pertandingan tersebut, pemain berusia 19 tahun itu mengaku dapat bermain dengan baik, walaupun pada awal gim pertama masih sering melakukan kesalahan sendiri.

“Mainnya tadi lumayan enak, cuma di awal gim pertama masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Permainan lawan bisa dibilang bagus. Di awal-awal permainan, dia unggul dan poinnya tidak kalah jauh,” ungkap Gregoria.

Selain Gregoria, perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri yang juga lolos ke babak dua, yaitu Fitriani dan Ruselli Hartawan. Fitriani sukses mengalahkan pebulutangkis Australia Louisa Ma dengan skor 21-12, 21-12, sedangkan Ruselli menyingkirkan Sally Fu dari New Zealand dengan skor 21-5, 21-16.

Babak dua turnamen Barfoot & Thompson Selandia Baru Terbuka 2019 yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Kamis (2/5) mulai pukul 14.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Ng/Yeung, Della/Rizki ke babak dua New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium, Auckland, Selandia Baru.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu, Della/Rizki berhasil mengalahkan pasangan asal Hong Kong Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting dalam tiga gim yang berjalan selama 59 menit dengan skor 13-21, 21-19, 21-15.

Selanjutnya di babak dua yang akan dilaksanakan pada Kamis, berdasarkan laman resmi BWF, Della/Rizki akan berhadapan dengan pasangan asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Di sektor ganda putri, Indonesia mengirimkan tiga perwakilan, selain Della/Rizki, ada pula Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto serta Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sayangnya, Yulfira/Jauza dan Agatha/Siti tidak berhasil lolos ke babak dua.

Langkah Yulfira/Jauza harus terhenti di babak pertama karena tidak berhasil mengalahkan pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen. Dalam pertandingan tersebut, Yulfira/Jauza ditaklukkan dalam dua gim dengan skor 15-21, 17-21.

Sementara itu, Agatha/Siti dikalahkan oleh pasangan asal Jepang Akane Araki/Riko Imai dalam dua gim yang berjalan selama 32 menit dengan skor 12-21, 13-21.

Babak dua turnamen Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Kamis (2/5) mulai pukul 14.00 waktu setempat.

Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI umumkan skuat Indonesia di Piala Sudirman 2019

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah menentukan sebanyak 20 atlet terbaik yang akan dikerahkan dalam turnamen Piala Sudirman 2019 yang berlangsung di Nanning, China mulai 19 hingga 26 Mei 2019.

Menurut Manajer Tim Indonesia Susy Susanti, 20 atlet itu terdiri dari 12 pemain putra dan 8 pemain putri. Sektor tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran masing-masing membawa tiga wakil. Sedangkan tunggal putri mempersiapkan dua wakil.

Namun, hanya ada satu wakil di sektor ganda putri, yaitu pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sementara itu, Ni Ketut Mahadewi Istarani sudah dipersiapkan dan dapat diturunkan sewaktu-waktu untuk berpasangan dengan Greysia atau Apriyani.

“Pertimbangan susunan tim ini melihat dari kebutuhan tim. Kami memperkuat sektor putra yang memang memiliki peluang untuk mengambil poin lebih besar,” kata Susy melalui siaran pers resmi PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu malam.

Lebih lanjut, dia menuturkan saat ini Tim Merah Putih berada di urutan lima besar dalam daftar unggulan Piala Sudirman 2019. Dia pun mengungkapkan bahwa Indonesia kali ini memiliki peluang untuk keluar menjadi juara.

“Menurut saya, peluang Indonesia untuk menjadi juara tetap ada. Kali ini, kami ingin sekali bisa membawa pulang Piala Sudirman ke tanah air,” ungkap Susy.

Berdasarkan data dari PBSI, 12 atlet putra yang akan tampil di Piala Sudirman 2019, yaitu Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Shesar Hiren Rhustavito, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Tontowi Ahmad, Praveen Jordan dan Hafiz Faizal.

Kemudian, delapan atlet putri yang akan dikerahkan, adalah Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Gloria Emanuelle Widjaja, Melati Daeva Oktavianti dan Winny Oktavina Kandow. Selain itu, ada pula satu sparring, yakni Tania Oktaviani Kusumah.

Sementara itu, jajaran pelatih terdiri dari Hendry Saputra Ho (tunggal putra), Rionny Frederik Mainaky (tunggal putri), Minarti Timur (tunggal putri), Herry Iman Pierngadi (ganda putra), Eng Hian (ganda putri), Richard Leonard Mainaky (ganda campuran), Ary Subarkah (pelatih fisik) dan Ricky Susiono (pelatih fisik). Sedangkan, Achmad Budiharto bertindak sebagai Chef de Mission (CdM).

Baca juga: Taklukkan Ng/Yeung, Della/Rizki ke babak dua New Zealand Open 2019
Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inggris umumkan delapan pemain tim Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Inggris telah mengumumkan tim yang akan berlaga pada kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman yang akan berlangsung di Nanning, China, 19-26 Mei mendatang.

Di antara delapan nama yang memperkuat tim Inggris, terdapat ganda campuran peringkat 10 dunia Chris dan Gabby Adcock serta peringkat 11 dunia Marcus Ellis dan Lauren Smith.

Dikutip dari laman Badminton England, Kamis, 10 tahun lalu pasangan Adcock melakukan debutnya di Piala Sudirman yang digelar di Guangzhou, China.

Chris menjadi pemain yang paling banyak memperkuat timnas dibanding pemain lainnya, 67 kali, dan sudah tiga kali main di Piala Sudirman.

Peraih medali perunggu ganda putra Olimpiade Brazil, Marcus Ellis dan Chris Langridge juga memperkuat tim semifinalis Piala Sudirman 2007 tersebut.

Pada nomor tunggal, Inggris membawa Toby Penty, dan Chloe Birch yang akan main pada tunggal dan ganda putri.

Pada Piala Sudirman 2019 Inggris tergabung dalam Grup 1B bersama Denmark dan Indonesia pada babak awal.

Grup 1 terdiri atas 12 tim yang terbagi dalam empat subgrup.
Dua tim teratas pada setiap subgrup akan maju ke perempat final dan bertanding untuk memperebutkan gelar.

Berikut nama-nama skuat Inggris:
Chris Adcock
Gabby Adcock
Chloe Birch
Marcus Ellis
Abigail Holden
Chris Langridge
Toby Penty
Lauren Smith

Baca juga: PBSI umumkan skuat Indonesia di Piala Sudirman 2019

Baca juga: Indonesia optimistis atasi Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Baca juga: Susy Susanti: Indonesia berpeluang juara Piala Sudirman 2019

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda campuran Indonesia ke perempat final New Zealand

Jakarta (ANTARA) – Dua pasangan Indonesia dari sektor ganda campuran, yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang digelar di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Hafiz/Gloria berhasil menundukkan pasangan Australia Mitchell Wheller/Hsuan-Yu Wendy Chen dalam dua gim selama 25 menit dengan skor 21-12, 21-13.

Setelah itu, kemenangan berikutnya dipetik oleh Praveen/Melati yang sukses menyingkirkan pasangan tuan rumah Dhanny Oud/Jasmin Chung Mann Ng dalam dua gim yang berjalan selama 22 menit dengan skor 21-12, 21-12.

Namun sayang, keberhasilan Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati melangkah ke perempat final itu tidak berhasil diikuti oleh perwakilan ganda campuran Indonesia lainnya, yakni Akbar Bintang Cahyono/Annisa Saufika.

Langkah Akbar/Annisa harus terhenti di babak dua karena keduanya tidak mampu menaklukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan kalah dalam dua gim dengan skor 13-21, 10-21, berdasarkan laman resmi BWF.

Selanjutnya, di babak perempat final, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dari Hong Kong. Sedangkan Praveen/Melati akan menghadapi pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Jumat (3/5) mulai pukul 17.00 waktu setempat.

Baca juga: Praveen/Melati ke babak dua New Zealand Open 2019
Baca juga: Tommy dan Jonatan lewati babak pertama Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tak ada wakil ganda putri di perempat final New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia kehabisan perwakilan dari sektor ganda putri untuk berlaga di babak perempat final turnamen bulu tangkis New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Wakil ganda putri terakhir Tim Garuda, yakni Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta harus mengakui keunggulan lawannya Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang berasal dari Jepang.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Della/Rizki ditaklukkan oleh pasangan asal negeri sakura tersebut dalam dua gim yang berjalan selama 39 menit dengan skor 13-21, 11-21.

Dengan hasil demikian, maka Della/Rizki tidak dapat melanjutkan langkahnya ke babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu.

Berdasarkan laman resmi BWF, Indonesia mengirimkan tiga perwakilan ganda putri di New Zealand Open 2019. Selain Della/Rizki, ada pula Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto dan Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sayangnya, Yulfira/Jauza dan Agatha/Siti sudah kandas lebih dulu di babak pertama.

Pada pertandingan babak pertama yang digelar pada Rabu (1/5) kemarin, Yulfira/Jauza dikalahkan oleh pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dengan skor 15-21, 17-21. Sedangkan, Agatha/Siti ditaklukkan oleh Akane Araki/Riko Imai dari Jepang dengan skor 12-21, 13-21.

Baca juga: Dua ganda campuran Indonesia ke perempat final New Zealand

Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah mantan atlet meriahkan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019

Jakarta (ANTARA) – Beberapa mantan atlet bulu tangkis nasional akan ikut memeriahkan kegiatan lomba lari reli bertajuk Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 yang akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2019 di Kota Kudus, Jawa Tengah.

Mantan-mantan atlet yang dimaksud itu, diantaranya Liliyana Natsir, Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Hastomo Arbi, Eddy Hartono, Christian Hadinata serta Debby Susanto.

“Kehadiran mantan-mantan atlet itu tentunya akan menambah sensasi dan keseruan lomba relay marathon itu. Lagi pula, Kudus juga dikenal sebagai kota bulu tangkis karena keberadaan klub PB Djarum,” kata Co-Founder and Chief Marketing Officer Tiket.com Gaery Undarsa dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis.

Dengan adanya beberapa mantan atlet bulu tangkis nasional tersebut, pihaknya pun berharap akan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam lomba lari itu, sekaligus lebih mencintai olah raga lari.

“Kami yakin Tiket.com Kudus Relay Marathon ini akan mendapatkan sambutan hangat dan partisipasi dari masyarakat, baik yang ada di Kudus, maupun di daerah-daerah lain di Indonesia. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan sukses, meriah dan aman,” ujar Gaery.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, atlet yang baru saja pensiun dari dunia bulu tangkis Liliyana Natsir mengaku senang dapat ikut memeriahkan lomba lari relay marathon tersebut, terlebih Kota Kudus dan PB Djarum merupakan tempat dia berlatih dulu.

“Saya antusias sekali untuk memeriahkan Tiket.com Kudus Relay Marathon tahun ini. Saya merasa Kudus juga merupakan bagian dari saya, karena PB Djarum tempat saya berlatih. Saya dididik disana dulu,” ungkap Liliyana.

Kegiatan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 dibagi menjadi lima kategori dengan batasan usia mulai dari 15 tahun ke atas. Kategori pertama, yaitu Relay Marathon (Ekiden) berjarak 42,195 kilometer untuk satu grup yang terdiri dari empat peserta campuran (pria dan wanita).

Kemudian ada pula kategori Half Marathon dengan jarak 21,1 kilometer, kategori 10 kilometer (10K), kategori 5 kilometer (5K) dan Kids Fun Run.

Pihak penyelenggara juga memberikan promo eksklusif Flash Sale atau potongan harga 50 persen dalam waktu 24 jam pertama setelah pembukaan, yaitu mulai Kamis (2/5) pukul 15.00 WIB hingga Jumat (3/5) pukul 23.59 WIB. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui laman tiket.com.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting dan Jonatan lolos ke perempatfinal New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie lolos ke babak perempatfinal New Zealand Open 2019 berlangsung di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Kemenangan pertama dipastikan oleh Jonatan usai mengalahkan Wang Tzu Wei (Taiwan) dengan skor 21-14, 14-21, 21-16.

“Ya pastinya tidak mudah bertemu Wang. Bisa dibilang juga saya tidak cocok dengan tipe lawan. Tapi kuncinya saya lebih tenang, ulet, dan sabar. Gim pertama saya sebenarnya sudah bisa main tenang, tapi di gim kedua dia lebih berani menyerang. Gim ketiga juga sempat ketinggalan, tapi saya mencoba keluar dari tekanan,” kata Jonatan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Hasil ini sekaligus membalas pertemuan terakhir Jonatan dengan Wang di Hong Kong Open 2017 saat menelan kekalahan 17-21, 13-21.

Selanjutnya di perempatfinal, Jonatan akan berhadapan dengan Sun Feixiang dari China.

Keduanya pernah bertemu saat berada di tingkat junior pada BWF World Junior Championships 2013, dengan hasil kemenangan bagi Jonatan.

“Untuk besok yang penting pemulihannya dulu, biar besok bisa fit,” tutur Jonatan menambahkan.

Sementara itu, Anthony lolos ke perempatfinal secara cukup mudah dengan menundukkan Chong Wei Feng (Malaysia) melalui dua gim langsung dengan skor 21-6 dan 21-5.

Babak berikutnya Anthony akan berhadapan dengan Lin Dan dari China.

Anthony memiliki catatan yang cukup bagus dalam menghadapi Lin, dengan dua pertemuan terakhir Anthony selalu berhasil mengalahkan Lin.

Meski begitu, rekor pertemuan keduanya secara keseluruhan tercatat imbang 2-2.

Sementara itu, Tommy Sugiarto tidak mampu melanjutkan ke babak perempatfinal setelah dikalahka di babak dua oleh Pranoy HS (India) dengan skor 14-21 dan 12-21.

Baca juga: Tommy dan Jonatan lewati babak pertama Selandia Baru Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria melaju ke perempat final New Zealand Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pemain bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melaju ke babak perempat final turnamen New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Gregoria berhasil menundukkan lawannya yang berasal dari Cina Li Yun dalam dua gim berdurasi 38 menit dengan skor 21-14, 22-20.

Untuk selanjutnya, di babak perempat final yang akan dilaksanakan pada Jumat (3/5) besok, Gregoria akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Jepang Akane Yamaguchi. Sebelumnya, Akane mengalahkan atlet Cina Wei Yaxin dengan skor 21-11, 21-16.

Berdasarkan laman resmi BWF, terdapat tiga perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri yang berlaga di babak dua New Zealand Open 2019. Selain Gregoria, ada pula Fitriani dan Ruselli Hartawan. Sayangnya, Fitriani dan Ruselli takluk di tangan lawannya masing-masing.

Fitriani dikalahkan oleh Aya Ohori yang berasal dari Jepang dengan skor 11-21, 6-21. Sedangkan Ruselli harus mengakui kehebatan pebulutangkis Cina Li Xuerui dan kalah dengan perolehan skor 16-21, 13-21.

Dengan hasil demikian, maka Fitriani dan Ruselli tidak dapat melanjutkan langkahnya ke babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu.

Baca juga: Gregoria ingin tampil berani di babak dua Selandia Baru Terbuka

Baca juga: Tiga tunggal putri melaju ke babak dua New Zealand Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Liliyana Natsir lakukan persiapan jelang lomba relay marathon di Kudus

Jakarta (ANTARA) – Atlet nasional yang baru saja pensiun dari dunia bulu tangkis Liliyana Natsir mengaku akan melakukan sejumlah persiapan menjelang lomba lari bertajuk Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 yang akan diselenggarakan pada 25 Agustus 2019 di Kudus, Jawa Tengah.

“Saya antusias sekali dengan lomba lari itu. Apalagi Kudus dan PB Djarum merupakan bagian dari saya, tempat saya berlatih. Untuk kegiatan lomba lari itu, saya akan melakukan sejumlah persiapan,” kata Liliyana dalam konferensi pers Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis.

Meskipun tidak terlalu menyukai olah raga lari, perempuan yang lebih akrab disapa Butet sehari-hari itu mengaku akan tetap mempersiapkan diri jelang pelaksanaan lomba lari tersebut, terutama lebih memperkuat niat dari dalam hati.

“Dari dulu memang saya tidak terlalu suka lari. Olah raga saya hanya bulu tangkis dan sepeda statis. Tapi biar bagaimanapun, lari merupakan bagian dari latihan fisik atlet. Jadi, saya tetap harus bisa lari, yang penting niatnya,” ujar Butet.

Dalam lomba lari tersebut, rencananya, perempuan kelahiran Manado itu akan ikut memeriahkan di kategori 10 kilometer (10K). Maka dari itu, dia pun mengaku akan memperbanyak latihan yang fokus terhadap kekuatan kaki.

“Untuk persiapan, saya akan lebih banyak melakukan pemanasan. Kemudian, melakukan latihan-latihan yang fokus ke kaki dan juga nafas. Bagi saya, yang juga tidak kalah penting, yaitu memperkuat niat dan motivasi. Semoga lomba lari ini bisa berjalan seru, aman dan menyenangkan,” ungkap Butet.

Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 dibagi menjadi lima kategori dengan batasan usia mulai dari 15 tahun ke atas. Kategori pertama, yakni Relay Marathon (Ekiden) berjarak 42,195 kilometer untuk satu grup yang terdiri dari empat peserta campuran (pria dan wanita).

Kemudian ada pula kategori Half Marathon dengan jarak 21,1 kilometer, kategori 10 kilometer (10K), kategori 5 kilometer (5K) dan Kids Fun Run.

Pihak penyelenggara juga memberikan promo eksklusif Flash Sale atau potongan harga 50 persen dalam waktu 24 jam pertama setelah pembukaan, yaitu mulai Kamis (2/5) pukul 15.00 WIB hingga Jumat (3/5) pukul 23.59 WIB. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui laman tiket.com.

Baca juga: Sejumlah mantan atlet meriahkan Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam wakil Indonesia siap bertarung di perempat final New Zealand Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak enam perwakilan Indonesia siap bertarung pada babak perempat final turnamen bulu tangkis Barfoot & Thompson New Zealand Open 2019 yang diselenggarakan pada Jumat (3/5) di Eventfinda Stadium Auckland, Selandia Baru.

Pada sektor tunggal putra, berdasarkan laman resmi BWF, terdapat dua perwakilan Indonesia, yaitu Jonatan Christie yang akan berhadapan dengan pemain asal China Sun Feixiang dan Anthony Sinisuka Ginting yang akan melawan pemain China lainnya Lin Dan.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (2/5), Jonatan sukses melumpuhkan lawan dari Chinese Taipei Wang Tzu Wei dengan skor 21-14, 14-21, 21-16, sementara Anthony menang mudah atas pebulu tangkis Malaysia Chong Wei Feng dengan skor 21-6, 21-5.

Baca juga: Ginting dan Jonatan lolos ke perempatfinal New Zealand Open

Baca juga: Gregoria melaju ke perempat final New Zealand Open 2019

Selanjutnya, di sektor tunggal putri, Indonesia hanya memiliki satu perwakilan, yakni Gregoria Mariska Tunjung yang akan bertemu dengan Akane Yamaguchi dari Jepang. Sebelumnya, Gregoria berhasil mengalahkan pemain asal China Li Yun dengan skor 21-14, 22-20.

Sama seperti tunggal putri, tim Garuda juga hanya memiliki satu satu wakil di sektor ganda putra, yaitu peraih gelar juara All England 2019 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan menghadapi pasangan Chinese Taipei Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Sebelum melangkah ke perempat final, Ahsan/Hendra telah lebih dulu menaklukkan Hiroki Okamura/Masayuki Onodera dari Jepang dalam dua gim berdurasi 29 menit dengan perolehan skor 21-17, 21-14.

Baca juga: Dua ganda campuran Indonesia ke perempat final New Zealand

Terakhir, di sektor ganda campuran, tim Merah Putih diwakili oleh dua pasangan yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan melawan Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dari Hong Kong dan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang akan berhadapan dengan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dari Malaysia.

Sebelumnya, Hafiz/Gloria mengalahkan pasangan Australia Mitchell Wheller/Hsuan-Yu Wendy Chen dengan skor 21-12, 21-13. Sedangkan Praveen/Melati menundukkan pasangan tuan rumah Dhanny Oud/Jasmin Chung Mann Ng dengan skor 21-12, 21-12.

Baca juga: Indonesia tak ada wakil ganda putri di perempat final New Zealand Open

Tidak ada perwakilan Indonesia dari sektor ganda putri di perempat final. Langkah Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta harus terhenti di babak dua karena keduanya tidak mampu menyingkirkan pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Della/Rizki kalah dengan skor 13-21, 11-21.

Babak perempat final turnamen bulu tangkis yang berhadiah total mencapai 150.000 Dolar Amerika Serikat itu akan digelar pada Jumat (3/5) mulai pukul 17.00 waktu setempat.
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019