Tommy dihentikan Lu di perempat final Asia Championships

Jakarta (ANTARA) – Langkah pebulu tangkis tunggal putra Tommy Sugiarto terpaksa harus berhenti setelah dikalahkan Lu Guangzu (China) di babak perempat final Badminton Asia Championships 2019 dengan skor 18-21 dan 19-21.

“Lawan lebih siap, waktu poin-poin kritis saya tidak bisa menyelesaikan gim. Kalau dari segi permainan semua hampir sama. Cuma di ‘finishing’ saja harus cari strategi untuk dapat poin di saat-saat akhir,” tutur Tommy melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Hasil ini menjadi kekalahan ketiga Tommy atas Lu, di mana pertemuan kedua pemain ini memang selalu berlangsung ketat.

Pada ajang Singapore Open 2019, Tommy dihentikan Lu dengan skor 17-21 dan 18-21 dan satu pekan sebelumnya di Malaysia Open 2019, pebulu tangkis kelahiran Jakarta ini juga dikalahkan Lu dengan skor 18-21, 21-13 dan 16-21.

“Pasti ingin menang kalau ketemu lagi, kalah-menang itu biasa. Mau rekor pertemuannya berapa kosong pun semua pemain pernah mengalami, tapi masa seperti itu menyerah? Kami kan tiap minggu tanding, tidak ada masalah. Penasaran pasti, harapan selalu ada, jangan patah semangat,” katanya menambahkan.

Dengan hasil ini, maka di nomor tunggal putra tinggal menyisakan Shesar Hiren Rhustavito yang siang ini akan berhadapan dengan Nguyen Tien Minh dari Vietnam.

Baca juga: Tommy menang mudah atas Yun di babak pertama

Baca juga: Tommy: Saya tidak boleh kalah oleh keadaan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketat

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon (Minions) menilai persaingan di nomor ganda putra dunia semakin ramai dan ketat, mengingat mereka belum berhasil merebut gelar juara dalam tiga turnamen terakhir yaitu di All England, Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

“Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi kan lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban. Walaupun diunggulkan tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja,” ujar Marcus dalam keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Kamis.

Minions yang merajai podium di turnamen elit sepanjang dua tahun belakangan, belum berhasil mencetak gelar hingga sekarang sehingga pada kejuaraan Badminton Asia Championships 2019, keduanya kembali menjadi andalan Indonesia untuk mendulang gelar.

Meskipun ditaklukkan lawan-lawan di tiga turnamen terakhir, namun Kevin/Marcus masih menjadi pasangan ganda putra terbaik dunia saat ini.

Senada dengan Marcus, Kevin pun mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan kemampuan terbaik di tiap turnamen yang mereka ikuti serta tidak ingin melihat ke belakang dan hanya ingin fokus ke depan.

“Kalau tanding kan tidak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan. Fokusnya ke target kami, dan target di tahun depan. Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan olimpiade,” pungkas Kevin.

Kevin-Marcus melangkah ke babak perempat final usai mengalahkan Chang Tak Ching-Yeung Ming Nok (Hong Kong) dengan skor 21-18, 21-18 di babak pertama.

Di babak perempat final Kevin-Marcus akan berjumpa dengan Han Chengkai-Zhou Haodong (China) atau Lu Ching Yao-Yang Po Han (Taiwan).
Baca juga: Minions menangi babak pertama kurang dari 30 menit
Baca juga: Herry IP berharap Kevin-Marcus tampil optimal di Olimpiade 2020
Baca juga: “Minnions” ingin tampil lebih jelang Olimpiade 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Della/Rizki lolos ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berhasil melangkah ke babak perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Dalam pertandingan babak dua yang berlangsung pada Kamis (25/4), Della/Rizki mengalahkan pasangan asal China Dong Wenjing/Feng Xueying dalam dua gim yang berjalan selama kurang lebih 36 menit dengan skor 21-18, 21-16.

Dengan hasil pertandingan tersebut, maka Della/Rizki menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dari sektor ganda putri yang lolos ke babak perempat final kejuaraan bulu tangkis dengan total hadiah mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat itu.

Indonesia mengirimkan sebanyak empat ganda putri ke kejuaraan yang berlangsung mulai 24 hingga 28 April 2019 tersebut. Tetapi, tiga dari empat perwakilan itu harus angkat koper lebih dulu karena tidak berhasil mengalahkan lawannya masing-masing di babak pertama.

Tiga perwakilan yang harus pulang lebih dulu, yakni Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto yang ditaklukkan oleh pasangan Malaysia Anna Ching Yik Cheong/Lim Chiew Sien dalam dua gim dengan skor 10-21, 17-21.

Kemudian, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang ditundukkan oleh Li Wenmei/Zheng Yu asal China dalam dua gim dengan skor 12-21, 17-21. Terakhir, Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus menyerah di tangan pasangan Thailand Puttita Supajrakul/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 11-21, 12-21.

Baca juga: “Minions” akui persaingan ganda putra semakin ketat

Baca juga: Kejutan, Shesar tumbangkan Kidambi

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga wakil Indonesia lolos perempat final Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tiga perwakilan Indonesia akan tampil di babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Ketiga perwakilan tersebut, yaitu ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan berhadapan dengan pasangan asal China Han Chengkai/Zhou Haodong.

Pada babak dua yang berlangsung pada Kamis (25/4), Marcus/Kevin mengalahkan pasangan Hong Kong Chang Tak Ching/Yeung Ming Nok dengan skor 21-18, 21-18.

Wakil kedua adalah pasangan ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta yang akan bertemu dengan Chang Ching Hui/Yang Ching Tun dari Chinese Taipei.

Sebelumnya, Della/Haris berhasil menumbangkan pasangan asal China Dong Wenjing/Feng Xueying dalam dua gim dengan skor 21-18, 21-16, seperti dilansir laman resmi BWF.

Terakhir, di sektor ganda campuran, tim Merah Putih diwakili oleh Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang nantinya akan melawan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

Sebelum melaju ke perempat final, Hafiz/Gloria lebih dulu menyingkirkan pasangan India Utkarsh Arora/Karishma Wadkar di babak dua dengan skor 21-10, 21-15.

Babak perempat final kejuaraan yang berhadiah total 400.000 dolar Amerika Serikat itu akan dilaksanakan pada Jumat (26/4) mulai pukul 17.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PBSI Sulsel gelar kejuaraan junior antisipasi krisis atlet tunggal

Makassar (ANTARA) – Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Selatan menggelar “Kejuaraan Bulutangkis Sulsel Junior Challenge” di Makassar, 26-28 April 2019 yang diikuti 130 atlet sebagai upaya mengantisipasi krisis atlet di nomor tunggal.

Ketua PBSI Sulsel Devo Khaddafi di Makassar, Jumat, mengatakan kejuaraan ini hanya fokus mempertandingkan kategori tunggal baik putra ataupun putra.

“Jadi yang perlu dipersiapkan ke depan adalah tunggal putra dan putri. Untuk nomor ganda campuran atau ganda putra dan putri sudah banyak yang unggul. Jadi kita siapkan memang dari sekarang untuk berlaga di nomor tunggal,” katanya.

Pihaknya berharap dari kejuaraan tersebut muncul banyak atlet tunggal potensial yang nantinya bisa menjadi andalan Sulsel baik di ajang nasional hingga internasional.

Para atlet di kejuaraan tersebut berasal dari sejumlah daerah di tiga provinsi yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan tentunya wakil dari Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti kejuaraan ini merupakan dari siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Devo, pelaksanaan ini sengaja digelar akhir April ini mengingat masa libur bagi siswa/siswi SD dan SMP.

“Biar banyak peserta yang bisa berpartisipasi. Peserta usia dini, anak-anak dan pemula. Kita berharap dari kejuaraan ini banyak bibit-bibit baru yang terjaring,” katanya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet 13 negara berebut juara di turnamen Pembangunan Jaya Raya 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 776 pemain dari 13 negara bakal berebut menjadi yang terbaik pada turnamen bulu tangkis Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 di GOR PB Jaya Raya Bintaro Tangerang, Banten, 30 April hingga 5 Mei.

Ketua panitia penyelenggara turnamen Tony Soehartono di Jakarta, Jumat mengatakan jumlah pemain tersebut merupakan hasil saringan dari pendaftar yang menembus angka 1.238 pemain dari 14 negara.

“Jumlah pemain memang dibatasi berdasarkan peringkat. Untuk menentukan jumlah bukan kewenangan kami. Itu ada di federasi (PBSI) dan BWF,” katanya.

Dari jumlah tersebut, kata dia, 60 persen diantaranya berasal dari Indonesia. Tidak hanya pemain dari klub, pemain usia muda yang saat ini menghuni pelatnas juga dipastikan turun pada kejuaraan satu level di bawah kejuaraan dunia junior itu.

Melihat pemain yang ada, Tony memprediksi pertandingan bakal berlangsung dengan ketat. Untuk itu sebagai penyelenggara pihaknya harus menyiapkan sarana prasarana yang memadai.

“Penjadwalan pertandingan harus jelas. Kami tidak ingin melebihi batas waktu yang ditetapkan. Pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Jangan seperti tahun lalu yang tuntas pukul 02.00 WIB. Pemain butuh recovery. Makanya kami melakukan batasan,” katanya menambahkan.

Sementara itu Kepala Bidang Peningkatan Prestasi PP PBSI Susi Susanti mengaku sangat senang dengan turnamen usia muda mengingat di seluruh dunia jarang digelar jika dibandingkan dengan senior.

“Kami sangat terbantu dengan turnamen ini karena bisa kami gunakan untuk memantau perkembangan pemain muda. Apalagi kejuaraan ini levelnya internasional,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pada turnamen ini pemain Indonesia diharapkan mampu meraih hasil terbaik mengingat banyak pemain junior Indonesia yang memiliki peringkat dunia yang cukup tinggi baik dari ganda putra maupun ganda campuran.

Pada turnamen yang sama pada 2018, pemain Indonesia mampu menjadi yang terbaik pada kategori U-17 dari nomor ganda campuran, ganda putra dan tunggal putri. Untuk U-15 sukses menjadi yang terbaik pada tunggal putri dan ganda putri.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rudi Hartono harapkan pemain tunggal juara di Jaya Raya Junior GP

Jakarta (ANTARA) – Legenda bulu tangkis Indonesia Rudy Hartono berharap pemain muda Indonesia terutama nomor tunggal putra dan putri sukses menjadi juara pada Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 di GOR PB Jaya Raya Bintaro Tangerang, Banten, 30 April hingga 5 Mei.

“Itu mau saya. Pemain kita memang harus bisa memanfaatkan kesempatan ini. Dan memang ada peluang,” kata pria yang juga Ketua Umum PB Jaya Raya itu di Jakarta, Jumat.

Sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya, harapan Rudy Hartono memang bukan tanpa alasan karena sebagai tuan rumah pemain tunggal putra dan putri belum bisa bicara banyak pada kejuaraan satu level di bawah kejuaraan dunia junior itu.

Pada kejuaraan sebelumnya, PB Jaya Raya hanya mampu menempatkan ganda campuran Muhammad Nendi Novatino/Tryola Nadia dan ganda putri pasangan Tryola Nadia/Lany Tria Mayasari sebagai yang terbaik. Untuk ganda putra M Haikal/M Satria hanya puas sebagai runner up.

“Kejuaraan ini memang harus dimaksimalkan karena untuk modal kejuaraan yang lebih bergengsi. Jarang kejuaraan seperti ini,” kata pria yang menjadi juara pada All England sebanyak delapan kali itu.

Harapan Rudy Hartono itu ternyata diamini oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. Menurut dia, pemain junior saat ini memang cukup menjanjikan. Apalagi pada peringkat dunia juga berada di papan atas termasuk untuk nomor tunggal. Begitu juga dengan ganda dan ganda campuran.

“Salah satu harapan kami di tunggal putri adalah Stephani Widjaja,” kata peraih emas tunggal putri Olimpiade Barcelona itu.

Menurut dia, semua pemain muda pelatnas diturunkan pada kejuaraan ini. Ia ingin Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019 dijadikan ajang uji coba sebelum turun pada kejuaraan dunia junior.

Baca juga: Rudy Hartono bangga dengan keberhasilan Jonatan

Baca juga: Rudy Hartono kolaborasi dengan Yonex ciptakan raket murah

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rizki/Della lolos ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris melaju ke semifinal Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan perempat final Jumat 26 April ini, Rizki/Della mengalahkan pasangan China Taipei Chang Ching Hui/Yang Ching Tun 21-12, 21-18 dalam tempo 38 menit, tulis BWF dalam laman resminya.

Pada semifinal, Rizki/Della akan mengadapi pemenang pertandingan antara pasangan Cina Chen Qingchen/Jia Yifan dan pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan.

Rizki/Della belum pernah kalah dari Chen/Jia dalam tiga pertemuan mereka, sebaliknya dari satu pertemuan dengan Lee/Shin, mereka menelan kekalahan.

Selain Rizki/Della, masih ada dua perwakilan Indonesia yang masih bertanding, yaitu ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan Han Chengkai/Zhou Haodong dari China dan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dari Thailand.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung dari 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400 ribu dolar AS.

Baca juga: Tiga wakil Indonesia lolos perempat final Kejuaraan Badminton Asia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rizki/Della siap arungi semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris mengaku akan lebih siap saat menjalani laga semifinal Badminton Asia Championships 2019 pada Sabtu esok (27/4).

Pada semifinal nanti, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan pasangan Cina Chen Qingchen/Jia Yifan melawan pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan.

Rizki/Della tercatat belum pernah kalah dari Chen/Jia dalam tiga pertemuan mereka. Sedangkan Lee/Shin sudah pernah unggul 1-0 atas Rizki/Della.

“Mau ketemu siapa saja pun sama, yang penting dari kami harus lebih siap. Kami sudah setahun tidak pernah ketemu Chen/Jia. Sekarang Chen/Jia sedang naik performanya,” kata Rizki dalam laman badmintonindonesia.org, Jumat.

Senada dengan Rizki, Della juga mengaku akan tampil lebih siap dan berusaha lebih maksimal lagi pada babak semifinal sehingga memperoleh hasil memuaskan.

Baca juga: Rizki/Della lolos ke semifinal

“Bagi saya, mau ketemu sama siapa saja, sama, kami harus lebih siap lagi. Memang kami sudah lama tidak bertemu dengan Chen/Jia, jadi kami belum tahu permainan mereka yang sekarang. Tapi, intinya sama, kami harus siap,” ungkap Della.

Pada perempatfinal hari ini Rizki/Della mengalahkan pasangan Cina Taipei Chang Ching Hui/Yang Ching Tun 21-12, 21-18.

Sejak awal gim pertama, Rizki/Della mengendalikan permainan. Chang/Yang tidak dapat mengatasi serangan bertubi-tubi Rizki/Della ke pertahanan mereka.

“Sebetulnya, mereka tidak mudah dimatikan dan pertahanannya juga cukup rapat. Kalau diserang, bisa langsung tembus, seperti di gim pertama. Tapi di gim kedua, mereka lebih siap lagi. Jadi, kami juga harus siap,” tutup Della.

Babak semifinal kejuaraan berhadiah total 400 ribu dolar AS ini digelar esok Sabtu di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Baca juga: Kejutan, Shesar tumbangkan Kidambi

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minions” ke semifinal setelah taklukan Han-Zhou

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon sukses melaju ke semifinal Badminton Asia Championships 2019 setelah menaklukan Han Chengkai-Zhou Haodong dengan skor 21-13, 19-21,  21-16.

“Kemenangan ini memang membuat rekor pertemuannya jadi bagus buat kami. Tapi menurut kami, persaingan di Top 10 sangat ketat. Pemainnya susah-susah untuk dikalahkan. Walaupun kami unggul di ‘head to head’ tapi mainnya selalu ramai dan menangnya tidak gampang,” kata Marcus dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Dengan demikian, Kevin-Marcus pun memperbaiki rekor pertemuan mereka lawan Han-Zhou menjadi 2-2 setelah kalah dalam dua pertemuan terakhir di Prancis  Open 2018 dan China Open 2018.

“Walaupun sempat ketinggalan, tapi kami tetap coba fokus bagaimana cari poin. Pada saat itu kami masih yakin kalau kali ini kami bisa menang,” tutur Kevin.

Di babak semifinal, Kevin-Marcus akan bertemu dengan pasangan asal Jepang Takeshi Kamura-Keigo Sonoda.

Sementara ini sudah dua wakil Indonesia yang lolos ke babak semifinal, dengan salah satu di antaranya dari tim ganda putri Rizki Amelia Pradipta-Della Destiara Haris.

Baca juga: Minions satu-satunya ganda putra tersisa di Asia Championships

Baca juga: Rizki/Della siap arungi semifinal

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria terhenti di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melangkah ke babak semifinal kejuaraan Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan perempat final yang berlangsung pada Jumat, Hafiz/Gloria ditaklukkan oleh pasangan asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam tiga gim dengan skor 21-15, 7-21, 12-21.

Pada gim pertama, Hafiz/Gloria mampu mengendalikan permainan, namun pada gim kedua dan ketiga, mereka tidak mampu keluar dari tekanan lawan.

Selama pertandingan berlangsung, Hafiz/Gloria kerap tertinggal jauh dalam perolehan angka dan akhirnya harus menyerah untuk ketiga kalinya dari pasangan Thailand tersebut.

“Di gim pertama, kami masih menerapkan pola yang benar. Tetapi di gim kedua, lawan mengubah permainan dan kami tidak siap diajak bermain dengan tempo cepat. Ketika kami mau mengejar, ternyata sudah ketinggalan jauh,” kata Gloria seperti dilansir laman resmi PBSI, Jumat.

Sementara itu, senada dengan Gloria, Hafiz juga mengakui di gim kedua dan ketiga tidak mampu mengubah pola permainan dari pelan menjadi cepat karena tekanan dari lawan yang tidak mampu diantisipasi.

“Di gim kedua dan ketiga, kami masih belum bisa keluar dari pola main di gim pertama. Kami bermain pelan terus, padahal lawan sudah ubah pola jadi lebih cepat. Servis mereka juga beda dengan gim pertama, yakni lebih banyak servis tinggi. Ini yang kami tidak antisipasi,” ujar Hafiz.

Selain itu, dia menambahkan pasangan Thailand tersebut juga saat itu bermain jauh lebih tenang dibandingkan beberapa pertandingan sebelumnya.

Dengan hasil tersebut, maka Hafiz/Gloria tidak dapat menyusul dua wakil Indonesia lainnya yang berhasil lolos ke babak semifinal, yaitu ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Baca juga: Rizki/Della siap arungi semifinal

Baca juga: “Minions” ke semifinal setelah taklukan Han-Zhou

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan melangkah mulus ke babak dua

Walaupun menang dua game langsung tapi tadi tidak mudah juga

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melewati babak pertama turnamen Badminton Asia Championships 2019 dengan mudah setelah menundukkan duet Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng.

Pasangan peringkat empat dunia ini maju ke babak dua setelah menang dengan dua game langsung, 21-15, 21-16.

“Walaupun menang dua game langsung tapi tadi tidak mudah juga. Kami tidak tahu, mungkin mereka tidak bisa mengeluarkan permainan mereka. Biasanya mereka sulit untuk dimatikan. Di pertandingan tadi mereka banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Hendra dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Ini merupakan kemenangan kedua “The Daddies” atas Liao-Su, sehingga catatan pertemuan kini diungguli Hendra-Ahsan menjadi 2-1.

“Di pertandingan pertama tadi kami lebih banyak ke penyesuaian kondisi lapangan. Semuanya normal, anginnya tidak terlalu berasa, tapi shuttlecock jadi agak pelan,” kata Ahsan menceritakan.

Di babak kedua, Hendra-Ahsan akan berhadapan dengan Aaron Chia-Soh Wooi Yik dari Malaysia.

Partai tersebut merupakan ulangan final All England 2019, di mana kala itu Hendra-Ahsan mengalahkan Chia-Soh dan keluar sebagai juara.

“Untuk besok kami coba main yang terbaik dulu. Kami sudah pernah bertemu mereka dan sudah tahu permainannya seperti apa,” kata Ahsan saat ditanya soal laga esok.

Sebelumnya, pasangan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf juga sudah lolos ke babak kedua dengan mengalahkan wakil Sri Lanka yaitu Dinuka Karunaratna-Niluka Karunaratne dengan skor 21-19, 21-12.

Baca juga: “The Daddies” puas dengan capaian di Singapore Open

Baca juga: Hendra-Ahsan terima bonus Rp450 juta

Baca juga: Pelatih: Hendra/Ahsan belum habis karena tidak pernah menyerah

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Jakarta (ANTARA) – Dua wakil tunggal putra Indonesia yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti di babak pertama Badminton Asia Championships 2019.

Ginting dikalahkan Ng Ka Long Angus (Hong Kong) lewat pertarungan sengit rubber game selama 74 menit dengan skor akhir 18-21, 21-18, 23-25, sedangkan Jonatan Christie dihentikan Kenta Nishimoto (Jepang) dengan skor 21-18, 19-21, 21-10.

“Sebenarnya bukan tidak cocok dengan permainan lawan, tapi saya yang banyak mati sendiri. waktu mau reli, mesti jaganya bagaimana, inisiatif menyerang di poin kritis bagaimana, ada yang kurang tepat,” kata Anthony melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Dengan hasil ini maka menjadi kekalahan beruntun kedua bagi Anthony dari Angus, yang sebelumnya terjadi pada kejuaraan All England 2019 pada babak pertama.

“Memang dia pemain yang tidak mudah dimatikan, tipe mainnya reli bertahan putar serang, jadi harus ikuti dulu. Kalau langsung serang bisa jadi bumerang karena dia sudah siap. Sebetulnya serangannya tidak terlalu kencang tapi penempatannya tepat, di sudut-sudut lapangan,” tambah Anthony.

Atlet kelahiran 1996 ini pun mengaku kecewa dengan hasil pertandingan di babak pertama ini karena sudah dua kali dikalahkan oleh Angus secara beruntun.

“Tentunya kecewa dengan hasil ini karena masih belum bisa melewati dia di dua pertemuan terakhir. Tadi waktu poin kritis, kelihatan sama-sama tegang, karena satu poin itu menentukan, saya sempat leading dan match point tapi saya belum bisa kontrol,” ujarnya.

Masih ada dua wakil tunggal putra yang belum bertanding, yaitu Tommy Sugiarto yang akan berhadapan dengan Hu Yun (Hong Kong) dan Shesar Hiren Rhustavito akan bertanding melawan Kidambi Srikanth, unggulan kelima asal India.

Baca juga: Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Baca juga: Sama dengan “The Daddies”, Anthony “runner-up” Singapore Open

Baca juga: Praveen/Melati akan lebih siap pada babak dua

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tommy menang mudah atas Yun di babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Tommy Sugiarto menikmati kemenangan mudah di babak pertama Badminton Asia Championship 2019 atas lawan dari kelas kualifikasi Hu Yun dengan skor 21-12, 21-6.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Rabu, atlet peringkat ke-7 dunia ini berhasil menundukkan Yun hanya dalam waktu 19 menit.

Dengan hasil ini, maka Tommy masih memegang kendali keunggulan dari pertemuannya dengan atlet dari Hong Kong tersebut dengan skor 5-1.

Untuk sementara, Tommy menjadi atlet tunggal putra pertama Indonesia yang lolos ke babak kedua Asia Championship 2019, mengingat Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti dalam pertandingan di babak pertama.

Sedangkan Shesar Hiren Rhustavito akan menghadapi lawan dari India yaitu Kidambi Srikanth yang merupakan atlet peringkat ke-5 dunia.

Baca juga: Ginting dan Jojo langsung terhenti di babak pertama Asia Championship

Baca juga: Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua tunggal putri Indonesia ke babak dua Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Dua pemain bulu tangkis tunggal putri, yaitu Choirunnisa dan Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (24/4), Choirunnisa mengalahkan pemain asal Malaysia Lee Ying Ying dalam dua gim yang berjalan selama 35 menit dengan skor 21-17 dan 21-15.

Sedangkan Gregoria berhasil menumbangkan pebulu tangkis dari Hong Kong Cheung Ying Mei dalam dua gim yang berjalan selama 33 menit dan berakhir dengan skor 21-18 dan 21-16.

Meskipun memenangkan dua gim langsung pada hari ini, Gregoria mengaku belum cukup puas dengan penampilannya karena masih belum stabil. Dia mengaku masih kerap tersusul oleh lawan saat sudah memimpin perolehan angka.

“Saya masih kurang puas sama permainan saya sendiri. Di gim pertama, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian permainan saya naik-turun, tidak stabil,” kata Gregoria melansir laman resmi PBSI, Rabu.

Sementara itu, berbeda dengan Choirunnisa dan Gregoria, dua perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri harus angkat koper lebih dulu karena tidak berhasil mengatasi lawannya masing-masing di babak pertama.

Pertama, yakni Ruselli Hartawan yang ditaklukkan oleh pemain asal Korea Selatan Kim Ga Eun dalam dua gim dengan skor 12-21 dan 19-21. Kedua, yaitu Fitriani yang harus menyerah di tangan pemain Malaysia Soniia Cheah dalam dua gim dengan skor 12-21 dan 10-21.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions menangi babak pertama kurang dari 30 menit

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon dengan mudah memenangi babak pertama Badminton Asia Championships 2019 atas Danny Bawa Chrisnanta-Hee Yong Kai Terry (Singapura) hanya dengan 22 menit.

Pada laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Rabu, “Minions” menang dengan skor 21-12 dan 21-17.

Pasangan ganda putra nomor satu dunia ini begitu mendominasi permainan, dengan selisih skor yang terpaut jauh di gim pertama, sementara pada gim kedua meskipun Danny-Hee bisa mengejar namun “Minions” membalas dengan memberikan ritme permainan cepat.

Kevin-Marcus pun mencatatkan kemenangan pertama atas pasangan Danny-Hee dalam duel perdana mereka.

Dengan hasil ini, Kevin-Marcus menjadi pasangan ganda putra keempat yang berhasil maju ke babak kedua setelah sebelumnya ada Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira-Ade Yusuf Santoso, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan, serta Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani terhenti di babak pertama Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu terhenti di babak pertama kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (24/4), Greysia/Apriyani ditaklukkan oleh pasangan asal Cina Li Wenmei/Zheng Yu dalam dua gim yang berjalan selama 41 menit dengan skor 12-21 dan 17-21.

Berkaitan dengan hasil pertandingan tersebut, Greysia mengakui pola permainan lawan yang lebih siap, sehingga serangan-serangannya sulit untuk diantisipasi. Bahkan, dia mengaku beberapa kali dimatikan oleh pasangan tuan rumah itu.

“Secara keseluruhan, memang lawan lebih siap mainnya. Kalau dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, mereka kini jauh lebih siap,” kata Greysia seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Saat memasuki gim kedua, dia mengaku berkeinginan untuk bermain dengan lebih cekatan supaya bisa mengantisipasi serangan lawan, akan tetapi lawannya malah justru lebih mempercepat pola permainannya dan mencuri banyak poin.

“Di gim kedua, kami mau lebih cekatan, untuk antisipasi. Tapi mereka mempercepat permainan dan mengambil kesempatan. Mereka lebih percaya diri dari kami. Sebetulnya kami tidak ada beban karena lebih diunggulkan, tapi kami tetap merasa punya tanggung jawab,” Greysia.

Senada dengan Greysia, Apriyani juga menilai penampilan lawannya kali ini jauh lebih baik. Pada pertemuan sebelumnya di German Open 2019, Greysia/Apriyani menang straight game atas Li/Zheng dengan skor 21-16 dan 21-19.

“Kali ini, permainan mereka lebih siap, lebih inisiatif untuk tidak menaikkan bola dan tempo permainannya dipercepat. Itu lah yang tidak kami antisipasi,” ungkap Apriyani.

Baca juga: Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Selain Greysia/Apriyani, perwakilan ganda putri Indonesia lainnya, yakni Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto juga tidak berhasil melanjutkan ke babak dua karena ditaklukkan oleh pasangan Malaysia Anna Ching Yik Cheong/Lim Chiew Sien dengan skor 10-21 dan 17-21.

Sementara itu, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris otomatis melaju ke babak dua setelah lawan mereka, Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong asal Thailand memutuskan untuk mengundurkan diri.

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria ingin kalahkan Yufei di babak dua Kejuaraan Badminton Asia

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku ingin mengalahkan pemain asal China Chen Yufei di babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Pebulu tangkis yang kini berusia 19 tahun itu mengaku ingin membalas kekalahannya atas Yufei dalam turnamen World Championships 2018. Pada waktu itu, Gregoria dikalahkan oleh Yufei dengan skor 17-21 dan 20-22.

“Saya ingin menang, karena di pertemuan terakhir saya kalah. Tapi saya mau memikirkan cara mainnya dulu. Saya ingin bermain maksimal. Target diri saya sendiri, yaitu mau menang dulu lawan Yufei,” kata Gregoria melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, pemain besutan klub bulu tangkis PB Mutiara Cardinal Bandung itu menilai Yufei kerap bermain dengan tenang, sabar dan selalu mampu mencari celah. Oleh karena itu, dia mengaku harus dapat mengimbangi permainan lawannya tersebut.

“Sebetulnya senjatanya (lawan) tidak terlalu mematikan, tapi dia pemain yang tenang, sabar dan punya timing yang pas untuk mencari celah pada lawan. Saya harus lebih sabar dan bisa mengimbangi dari awal, jangan sampai kecolongan start,” ujar Gregoria.

Sebelumnya, dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Rabu (24/4), Gregoria menaklukkan pemain asal Hong Kong Cheung Ying Mei dalam dua gim yang berjalan selama 33 menit dengan skor 21-18 dan 21-16.

Walaupun berhasil memenangkan pertandingan babak pertama, dia mengaku belum cukup puas dengan penampilannya karena masih belum stabil. Dia pun mengaku masih kerap tersusul oleh lawan saat sudah memimpin perolehan angka.

“Saya masih kurang puas sama permainan saya. Di gim pertama, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian permainan saya naik-turun, tidak stabil,” ungkap Gregoria.

Untuk selanjutnya, di babak dua, dia bertekad untuk memperbaiki penampilannya dan berusaha untuk bermain dengan lebih stabil. Dia juga berkeinginan untuk tampil maksimal, sehingga bisa memperoleh hasil terbaik.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejutan, Shesar tumbangkan Kidambi

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito secara mengejutkan berhasil mengalahkan unggulan ke-5  asal India Kidambi Srikanth di babak pertama Badminton Asia Championships 2019 dengan skor 21-16 dan 22-20.

Dalam laga yang berlangsung di Wuhan Sports Center China, Rabu, Shesar berhasil unggul setelah bertarung selama 44 menit.

Hasil tersebut juga melampaui harapan tim pelatih tunggal putra yang sebelumnya menginginkan Shesar bermain sebaik mungkin mengingat lawan di babak pertama tergolong berat.

Selain itu, Shesar juga mencetak rekor kemenangan pertama dalam duel perdana dengan Kidambi.

Dengan hasil ini, Shesar menjadi atlet tunggal putra kedua yang berhasil maju ke babak kedua setelah Tommy Sugiarto yang mengalahkan Hu Yun (Hongkong) dengan skor 21-12 dan 21-6.

Sedangkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus terhenti di babak pertama.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

The Daddies mundur dari Asia Championship 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawa-Mohammad Ahsan mundur dari kejuaraan Badminton Asia Championship 2019 dengan alasan masalah kesehatan pada salah satu pemain.

“Saya tidak enak badan dan butuh istirahat sedikit. Daripada dipaksakan main, nanti tambah parah. Jadi saya dan Ahsan memutuskan untuk mundur saja,” ujar Hendra melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Pada babak pertama hari ini, “The Daddies” berhasil memetik kemenangan atas Liao Min Chun-Su Ching Heng (Taiwan) dengan skor 21-15 dan 21-16.

Baca juga: Hendra-Ahsan melangkah mulus ke babak dua

“Rencananya kalau bisa kami akan kembali ke Jakarta besok dan istirahat dulu sebelum ikut turnamen New Zealand Open 2019 pada minggu depan, mudah-mudahan cepat pulih,” kata Hendra menambahkan.

Sementara itu, pasangan unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon melaju ke babak kedua setelah menang dua game langsung atas Danny Bawa Chrisnanta-Hee Yong Kai Terry (Singapura) dengan skor 21-12 dan 21-17.

Baca juga: Hendra-Ahsan terima bonus Rp450 juta
Baca juga: Meski terganggu cedera, Hendra/Ahsan raih gelar kedua All England

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Permainan netting Shesar kunci kemenangan atas Kidambi

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito mengaku strategi permainan netting yang ia gunakan berhasil dengan sangat baik saat berhasil mengalahkan pemain unggulan kelima asal India Kidambi Srikanth di babak pertama Badminton Asia Championships 2019.

“Saya bersyukur bisa menang, alhamdulillah bisa mengeluarkan permainan saya dan menjalankan strategi yang sudah direncanakan. Saya sengaja tidak memberi kesempatan dia untuk menyerang karena serangannya bagus, jadi saya berusaha unggul di permainan netting,” kata Shesar dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu petang.

Shesar pun menyusul langkah Tommy Sugiarto yang lebih dulu lolos ke babak kedua usai menghentikan perlawanan Hu Yun (Hong Kong), dengan skor 21-12 dan 21-6.

“Tidak ada beban menghadapi unggulan, yang penting main maksimal, tidak memikirkan menang atau kalah dulu. Saya tidak menyangka menangnya dengan gim langsung,” tambahnya.

Di babak kedua hari Kamis, (25/4), Shesar akan bertemu dengan pemain senior asal Vietnam Nguyen Tien Minh.

“Saya pernah kalah dan pernah menang lawan dia. Yang penting saya bisa antisipasi kecepatannya, dia mainnya cepat terus, saya lebih mempersiapkan diri ke situ,” ujar pemain asal PB Djarum ini.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim tunggal putra bulu tangkis Indonesia melakukan persiapan fisik jelang kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan, China, pada 23-38 April.

“Sebelum ke Wuhan mereka lebih banyak pemulihan, terutama fisik. Tingkatkan kondisi fisiknya lagi. Selain itu, saat ini yang paling penting fokusnya dulu,” ujar Asisten pelatih tunggal putra PBSI Irwansyah melalui keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Selasa.

Padatnya jadwal antar turnamen membuat tim tunggal putra Indonesia menyiasati persiapan jelang pertandingan, terutama seperti yang dialami Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang baru saja mengikuti Malaysia Open dan Singapore Open 2019.

Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open
Baca juga: Eng Hian evaluasi tiga ganda putri jelang Olimpiade Tokyo 2020

Kejuaraan individu se-Asia ini wajib diikuti permain yang ada di peringkat sepuluh besar dunia, sehingga Anthony (peringkat 6) dan Jonatan (peringkat 8) dipersiapkan untuk mengembalikan ketahanan fisik mereka yang cukup terkuras di dua turnamen sebelumnya.

Selain Anthony dan Jonatan, Shesar Hiren Rhustavito dan Tommy Sugiarto juga ikut ambil bagian dalam turnamen berhadiah total sekitar Rp5,6 miliar ini.

Di babak pertama Shesar akan berhadapan dengan Kidambi Srikanth, unggulan kelima dari India, sedangkan Anthony akan bertemu dengan Ng Ka Long Angus (Hong Kong), Jonatan melawan Kenta Nishimoto dari Jepang.

Tommy yang diunggulkan di posisi ketujuh, akan bertemu dengan pemain dari tingkat kualifikasi yang baru akan ditentukan besok.

“Anthony dan Jonatan fokus masuk semifinal dulu, kami rasa mereka bisa. Untuk Shesar, targetnya main sebaik mungkin, dia sudah ketemu unggulan di babak pertama. Semoga Shesar bisa mengeluarkan pola permainan dan strategi yang sudah direncanakan,” ujar Irwansyah.

Sedangkan untuk Anthony, katanya melanjutkan, diharapkan permaianannya tidak terbawa ritme lawan yang diperkirakan akan banyak melakukan reli.

“Anthony harus lebih berani menerapkan strategi permainannya yang menyerang. Kalau Jonatan, dia harus waspada dengan Kenta yang merupakan pemain bagus juga, Jonatan harus lebih siap,” kata Irwansyah menambahkan.

Lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi tim tunggal putra Indonesia di babak pertama tidak boleh dianggap enteng.

“Lawan-lawan yang akan dihadapi pemain Indonesia di babak pertama ini bagus-bagus semua, peluangnya 50-50. Siapa yang lebih siap, yang lebih berani, dia yang akan menang. Harus lebih tahan, karena pemain tunggal ini fisiknya harus benar-benar prima, saya rasa kalau semuanya terpenuhi pasti ada peluang,” katanya.
Baca juga: Eng Hian evaluasi tiga ganda putri jelang Olimpiade Tokyo 2020

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari sukses melangkah ke babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (23/4), Rinov/Pitha berhasil menaklukkan pasangan asal Vietnam Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao dalam dua gim yang berjalan selama 24 menit dengan skor 21-11 dan 21-14.

Pertandingan tersebut merupakan pertemuan kedua bagi Rinov/Pitha dan Do/Pham. Sebelumnya, Rinov/Pitha dikalahkan oleh Do/Pham dengan skor 20-22, 21-11 dan 16-21 di ajang Vietnam International Challenge 2018.

“Kami sudah pernah ketemu di Vietnam pada tahun lalu dan kami kalah. Sekarang kami tidak mau kalah lagi. Dari awal, kami sudah berusaha untuk main menyerang lebih dulu,” kata Pitha melansir laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Sementara itu, bagi Rinov, pertandingan babak pertama itu sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mengenali kondisi lapangan, termasuk membaca arah angin, menyesuaikan diri dengan cahaya lampu dan lain-lain.

“Untuk pertandingan di babak pertama hari ini, kami masih meraba-raba situasi di lapangan. Kami mambaca arah angin, lampu, dan masih banyak lagi. Sejauh ini, semuanya masih normal,” ungkap Rinov.

Untuk selanjutnya, di babak dua, Rinov/Pitha akan berhadapan dengan pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Pasangan asal Negeri Sakura itu lolos ke babak dua usai mengalahkan Nipithon Puangpuapech/Savitree Amitrapai dari Thailand dengan skor 21-19 dan 22-20.

Berkaitan dengan laga di babak dua itu, Rinov mengaku sama sekali belum pernah menghadapi pasangan Jepang tersebut. Meskipun demikian, dia bertekad untuk tampil dengan maksimal dan memberikan hasil yang terbaik.

“Kami belum pernah bertemu mereka, tapi peluang untuk menang tetap ada. Kami sudah cukup terbiasa bertanding di turnamen top level, sudah banyak diberi kesempatan, jadi kami sudah mengerti bagaimana permainan di top level,” tutur Rinov.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, China. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hentikan Zhang/Li, Hafiz/Gloria ke babak dua Kejuaraan Asia

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melangkah ke babak kedua kejuaraan Badminton Asia Championships (Kejuaraan Asia) 2019 yang diselenggarakan di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa, Hafiz/Gloria berhasil mengalahkan pasangan asal Cina Zhang Nan/Li Yinhui dalam tiga gim yang berjalan selama 52 menit dengan skor 21-11, 19-21, 25-23.

Menurut Hafiz, pola permainan pasangan asal Negeri Tirai Bambu tersebut kali ini lebih banyak bertahan, berbeda dengan biasanya yang kerap tampil dengan pola permainan cepat dan terus menyerang dari awal.

“Permainan Zhang/Li beda dengan biasanya yang dari awal langsung mempercepat tempo permainan. Sekarang mereka banyak main bertahan. Kami kaget dengan perubahan permainan mereka,” kata Hafiz dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa.

Meskipun demikian, dia menuturkan perubahan pola permainan lawan yang kali ini banyak bertahan justru lebih menguntungkan. Dengan begitu, sambung dia, lawan akan semakin mudah untuk diserang secara terus-menerus.

“Sebetulnya, kondisi lawan yang banyak bertahan itu lebih menguntungkan buat kami. Karena memang lawan sengaja main bertahan dengan mengangkat bola terus-terusan, kami jadi lebih enak untuk menyerang,” tutur Hafiz.

Sementara itu, bagi Gloria, meskipun sempat unggul pada gim pertama, justru upaya maksimal itu harus terus ditunjukkan hingga gim terakhir. Pada gim penentu itu, dia pun mengaku tampil dengan lebih siap dan lebih berani.

“Sebetulnya di gim kedua kami sudah unggul, tapi keadaannya malah berbalik. Lawan bermain pelan dan kami terbiasa main cepat, jadi kami tidak siap. Di gim ketiga, kami mencoba untuk lebih bisa melawan diri sendiri, harus siap maju dan jangan tegang, lebih berani lagi,” ungkap Gloria.

Untuk selanjutnya, di babak dua, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan pasangan asal India Utkarsh Arora/Karishma Wadkar.

Selain Hafiz/Gloria, ganda campuran Indonesia yang juga lolos ke babak dua adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang sebelumnya mengalahkan pasangan Vietnam Do Tuan Duc/Pham Nhu Thao dengan skor 21-11, 21-14, serta pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menyisihkan ganda India Rohan Kapoor/Kuhoo Garg 21-5, 21-15.

Sementara pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami menyerah kepada unggulan kedua Wang Yilyu/Huang Dongping 22-20, 18-21, 17-21. 

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Baca juga: Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Wahyu-Ade ingin susul senior dengan tingkatkan peringkat

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf Santoso berharap dapat meningkatkan peringkat dunia mereka dan bisa menyusul senior yang telah bertengger di peringkat 10 besar seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.

Pekan ini Wahyu-Ade mengikuti turnamen Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2019 yang berlangsung di Wuhan, China, pada 23-28 April 2019 dan akan berhadapan dengan pasangan dari Sri Lanka Dinuka Karunaratna-Niluka Karunaratne pada babak pertama.

“Harusnya masuk semifinal, maunya bisa ke semifinal atau bahkan lebih supaya cepat naik peringkatnya dan mengejar teman-teman yang lain. Saya dan Ade harus banyak perbaikan terutama di saat-saat kritis,” ujar Wahyu dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Saat ini Wahyu-Ade berada di peringkat 25 dunia, dan ada pula pasangan Berry Angriawan-Hardianto yang kini ada di peringkat 17 dunia, di mana kelima ganda putra Indonesia ini sering berlaga di turnamen papan atas.

Menurut mereka, fokus di poin kritis menjadi salah satu hal yang mesti mereka perbaiki, yang diakui masih sering terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan dan akhirnya menjadi bumerang bagi mereka.

“Jangan buru-buru mau gim karena bisa dapat poin satu sampai 19, tapi mencari poin dari 20 ke 21 susah sekali. Kami harus lebih fokus di poin akhir, kami masih kurang tenang. Saat kedudukan imbang mainnya tidak buru-buru tetapi waktu terkejar malah panik, kami sering seperti itu,” ujar Wahyu.

Baca juga: Tim tunggal putra siapkan kondisi fisik jelang Asia Championship 2019

Pasangan Wahyu-Ade akan menjalani pertandingan pertama di kejuaraan Asia itu pada Rabu (24/4).

Pasangan Kevin-Marcus akan berhadapan dengan pasangan kelas kualifikasi Danny Bawa Chrisnanta-Hee Yong Kai Terry dari Singapura.

Sedangkan Hendra-Ahsan akan berjumpa wakil Taiwan Liao Min Chun-Su Ching Heng, dan pasangan Fajar-Rian akan bertemu jebolan kualifikasi Lam Wai Lok-Li Kuen Hon dari Hong Kong.

Baca juga: Hentikan Zhang/Li, Hafiz/Gloria ke babak dua Kejuaraan Asia

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami gagal melangkah ke babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 yang dilangsungkan di Wuhan Sports Center, Wuhan, China.

Dalam pertandingan babak pertama yang berlangsung pada Selasa (23/4), Alfian/Marsheilla ditaklukkan oleh pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam tiga gim yang berjalan selama satu jam dengan skor 22-20, 18-21 dan 17-21.

Bagi Marsheilla, penampilannya dalam pertandingan tersebut masih kurang memuaskan. Dia juga menyayangkan keputusan hakim servis yang menyatakan tiga servis sebagai fault atau tidak sah.

“Di gim kedua, seharusnya kami bisa menang. Beberapa kali servis panjang kami dinyatakan fault, padahal sedang saat-saat kritis. Sebetulnya dari servis panjang itu lah kami banyak dapat poin,” kata Marsheilla seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Meskipun berakhir dengan kekalahan, dia mengaku tetap akan memperbaiki penampilannya di pertandingan-pertandingan selanjutnya, sehingga lebih baik, lebih stabil, lebih siap, dan hasilnya lebih baik lagi.

“Kalau melihat pertandingan tadi, dari segi pola permainan, kami bisa mengimbangi lawan. Hanya saja, permainan kami memang masih naik turun, tidak stabil. Ke depan, kami harus bermain lebih baik lagi, lebih stabil lagi,” ujar Marsheilla.

Sementara itu, Alfian menambahkan dari segi permainan, dia mengakui pola permainannya masih terburu-buru. Senada dengan Marsheilla, dia pun bertekad ke depan untuk bermain dengan lebih tenang lagi.

“Kami masih sering bermain terburu-buru. Padahal, kalau dari segi permainan, kami sudah lumayan, sudah bisa mengimbangi lawan. Mudah-mudahan ke depan kami bisa bermain dengan lebih baik lagi,” ungkap Alfian.

Dengan hasil tersebut, Alfian/Marsheilla tidak dapat mengikuti langkah rekan-rekannya, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Hafiz Faizal/Gloria Emauelle Widjaja yang berhasil melangkah ke babak kedua.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina. Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan bulu tangkis itu mencapai 400.000 dolar Amerika Serikat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati akan lebih siap pada babak dua

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengaku akan lebih siap menjalani babak dua kejuaraan Badminton Asia Championships 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina.

Pada babak pertama Selasa 23 April ini, Praveen/Melati menaklukkan pasangan asal India Rohan Kapoor/Kuhoo Garg 21-5 dan 21-15 dalam tempo 22 menit.

Selanjutnya, pada abak dua, Praveen/Melati harus mempersiapkan diri untuk menghadapi pasangan Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo.

Pasangan asal negeri sakura itu adalah spesialis ganda putra dan ganda putri yang juga bermain rangkap dalam ganda campuran. Oleh karena itu, Praveen/Melati mengaku akan tetap waspada dan tidak lengah.

“Kami belum pernah bertemu mereka, jadi belum tahu permainan mereka seperti apa. Kami akan pelajari permainan mereka lewat video pertandingan dan diskusi dengan pelatih supaya lebih siap,” kata Melati dalam laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Berkaitan dengan pertandingan babak pertama, Melati mengaku masih melakukan penyesuaian dengan kondisi di lapangan dan menyesuaikan diri dengan pola permainan dan servis. Penyesuaian itu memang dilakukannya supaya lebih siap pada pertandingan selanjutnya.

Baca juga: Alfian/Marsheilla gagal ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

“Bagi saya, pertandingan hari ini lebih dimanfaatkan untuk penyesuaian dengan pola permainan, servis dan adaptasi lapangan. Kalau tidak ada angin, shuttlecock-nya cukup berat. Dengan melakukan penyesuaian, saya berharap bisa lebih siap lagi di lapangan,” tutur Melati.

Praveen sendiri merasa sudah lebih mengerti kondisi di lapangan, termasuk kondisi angin dan shuttlecock sehingga lebih siap berlaga pada babak dua.

“Di pertandingan hari ini, kami sudah mengerti seperti apa kondisi di lapangan dan shuttlecock-nya juga seperti apa. Jadi, kami bisa lebih siap di pertandingan selanjutnya saat menghadapi Jepang nanti,” ungkap Praveen.

Indonesia mengirimkan empat pasangan ganda campuran dan hanya satu pasangan yang tidak lolos ke babak dua, yaitu Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Dua pasangan lain yang lolos ke babak dua adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Hafiz Faizal/Gloria Emauelle Widjaja.

Badminton Asia Championships 2019 berlangsung mulai 23 April sampai 28 April 2019 di Wuhan Sports Center, Wuhan, Cina, dengan total hadiah diperebutkan 400 ribu dolar AS.

Baca juga: Rinov/Pitha lolos ke babak dua Badminton Asia Championships 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah atlet pelatnas bulu tangkis diliburkan untuk mencoblos

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah atlet bulu tangkis pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) diliburkan guna memberikan kesempatan pada mereka untuk menggunakan hak pilihnya alias mencoblos dalam gelaran Pemilu 2019 di daerah masing-masing.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, Selasa, mengatakan tim tunggal putra dan ganda putra telah diliburkan oleh kepala pelatih masing-masing. Sedangkan tim tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran tetap ada latihan, namun dilakukan penyesuaian jadwal.

“Semua atlet mencoblos di lokasi masing-masing sesuai dengan domisilinya. Untuk jadwal latihan, disesuaikan dengan program dari pelatih di tiap-tiap sektor,” kata Susy seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Selasa.

Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim bulu tangkis Indonesia itu, sebagai Warga Negara Indonesia, atlet juga harus menggunakan hak pilihnya, terlebih momentum Pemilu hanya lima tahun sekali.

“Sebagai warga negara, kita harus menggunakan hak pilih kita. Lagi pula, Pemilu hanya lima tahun sekali. Yang penting jangan sampai golput,” ujar Susy.

Beberapa atlet, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung akan mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan domisili masing-masing.

“Saya ada rencana pulang ke Bandung, untuk mencoblos. Namun, hari Kamis (18/4), saya sudah harus kembali lagi ke Cipayung untuk latihan,” tutur pria yang lebih akrab disapa Ginting itu.

Berbeda dengan Ginting maupun Gregoria, pebulu tangkis putri Gloria Emanuelle Widjaja mengaku akan menggunakan hak pilihnya di TPS yang berlokasi di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

“Pastinya saya akan ikut mencoblos besok di TPS dekat rumah saya di Bekasi. Untuk Pemilu kali ini, saya memang sudah bertekad untuk memberikan suara. Kata pelatih, kalau sore ini latihan mainnya bagus, saya boleh libur besok,” ungkap Gloria.

Para pemain utama saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen Badminton Asia Championships 2019 yang berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan, China. Rencananya, tim Indonesia akan bertolak ke Wuhan pada Minggu (20/4) dini hari.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih sebut pasangan Fajar-Rian alami kemajuan

Jakarta (ANTARA) – Pelatih bulu tangkis ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai performa Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto semakin mengalami kemajuan dan bisa “pecah telur” dengan masuk ke delapan besar di Malaysia Open 2019.

“Menurut bahasa saya ya ‘pecah telur’, mereka bisa masuk delapan besar Malaysiap Open 2019. Mereka bisa mengalahkan Kevin-Marcus,” tutur Herry IP melalui keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Fajar-Rian gagal teruskan perjuangan ke final Malaysia Open

Meski ia belum puas dengan hasil di Malaysia dan Singapore Open, namun Herry mengaku sangat senang dengan kemajuan yang dicapai anak didiknya tersebut.

Ia menilai bahwa Kevin-Marcus adalah ‘hambatan’ terbesar bagi Fajar-Rian untuk mempertajam prestasi, namun dengan hasil di di Malaysia Open mampu membentuk performa Fajar-Rian menjadi lebih baik.
Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open

“Waktu di semifinal, mereka habis-habisan lawan Kamura-Sonoda. Maksudnya yang habis ketahanan fokusnya, konsentrasi, emosi, karena saat melawan ‘Minions’ mereka belajar dari tiga kekalahan sebelumnya,” pungkas Herry IP.

Sebelumnya, Fajar-Rian mencatat kemenangan pertama atas rekan sendiri yaitu Kevin-Marcus di perempat final Malaysia Open 2019 setelah menderita kekalahan 0-3 dalam catatan pertemuan sebelumnya.

Akan tetapi Kevin-Marcus kembali menundukkan Fajar-Rian di perempat final Singapore Open 2019.
Baca juga: Singkirkan “Minions”, Fajar-Rian ke semifinal Malaysia
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Herry IP berharap Kevin-Marcus tampil optimal di Olimpiade 2020

Kalau saya lihat mereka ada sedikit penurunan, mungkin karena jenuh

Jakarta (ANTARA) – Pelatih bulu tangkis ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi berharap pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon bisa mencetak hasil positif di ajang Olimpiade 2020, meski belakangan keduanya mengalami penurunan performa.

“Kalau saya lihat mereka ada sedikit penurunan, mungkin karena jenuh, tidak ada tantangan, atau apa. Kalau saya berpikirnya positif. Kevin-Marcus belum dapat gelar juara dunia dan emas olimpiade, jadi target utamanya menang di dua kejuaraan itu,” ujar Herry IP melalui pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Ia berpendapat, penurunan performa juga dipengaruhi faktor tekanan publik yang memiliki harapan tinggi kepada pasangan tersebut.

Publik menilai bahwa “Minions” sudah terbiasa dengan gelar juara, sehingga mereka tertuntut untuk harus selalu menang dalam setiap pertandingan.

Meski begitu, permasalahan yang dihadapi Kevin-Marcus juga memberi nilai positif, kata Herry IP.

“Mereka kalah ada positifnya juga. Kalau menang terus sedangkan di olimpiade kalah kan justru mengkhawatirkan, meski pun kalau kalah terus juga pasti tidak bagus. Makanya harus bisa mengatur juaranya di mana. Tingkat mereka kan sudah tinggi, lawan juga pasti mempelajari,” pungkas Herry.

Terutama pasangan ganda putra asal Jepang Takeshi Kamura-Keigo Sonoda yang menjadi perhatian Herry karena mereka bisa mengalahkan Kevin Marcus di Singapore Open 2019 dan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto di Malaysia Open 2019 serta Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan di final Singapore Open 2018.

“Saya sudah minta tim litbang untuk meneliti titik kalahnya di mana, kesalahannya di mana. Ini untuk evaluasi ke depan,” kata Herry menerangkan.

Baca juga: “Minions” ingin tampil lebih jelang Olimpiade 2020

Baca juga: Marcus-Hendra akui Kevin-Ahsan lebih tangguh

Baca juga: Minions pertahankan gelar juara Indonesia Masters

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WNI di Kuala Lumpur gelar turnamen bulutangkis usai Pilpres

Pentingnya acara seperti ini, terutama untuk para perantau agar menguatkan tali persaudaraan sesama anak bangsa di tanah perantauan, termasuk Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA) – Komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) Rukun Warga RW 7 Seri Riana Residence Kuala Lumpur bersama Extra Joss menggelar turnamen Badminton Cup, Sabtu (20/04) di Pro One Badminton Centre Kuala Lumpur yang diikuti WNI yang berdomisili di Malaysia.

“Kelas yang dipertandingkan adalah kelas veteran expatriat, pelajar, open ganda putra dan putri. Peserta datang dari berbagai kota seperti Selangor, Johor, Negeri Sembilan dan Kuala Lumpur dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 96 orang,” ujar Ketua Komunitas Rukun Warga 7 Seri Riana Residence Kuala Lumpur, Hardjito, Sabtu.

Dia mengatakan turnamen ini bertujuan untuk menjalin kembali persatuan rakyat Indonesia, khususnya bagi mereka yang saat ini tinggal di Kuala Lumpur.

“Sebab setelah berbulan-bulan menjalani masa kampanye, hubungan sosial antara sesama anak bangsa mengalami gesekan akibat kerasnya dukungan antara pasangan calon dalam Pemilu 2019,” katanya.

Hardjito mengatakan turnamen ini diharapkan dapat merajut kembali kebersamaan persatuan Indonesia. “Pentingnya acara seperti ini, terutama untuk para perantau agar menguatkan tali persaudaraan sesama anak bangsa di tanah perantauan, termasuk Malaysia,” kata wartawan Aljazeera yang bertugas di Malaysia tersebut.

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani bertekad raih hasil terbaik di Kejuaraan Asia

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengaku ingin mencapai hasil yang terbaik dan maksimal dalam turnamen Badminton Asia Championships 2019 yang berlangsung mulai 23 hingga 28 April 2019 di Wuhan, China.

“Saya ingin mendapatkan hasil yang maksimal di turnamen itu. Saya sudah beberapa minggu menjalani program latihan bersama pelatih baru (Rionny Mainaky),” kata Fitriani seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Minggu.

Lebih lanjut, perempuan yang saat ini berusia 20 tahun itu mengakui sudah mulai merasakan adanya perbedaan, baik dari segi pertandingan maupun latihan, selama menjalani program latihan bersama Rionny selama beberapa pekan.

“Kalau lagi pertandingan di lapangan, om Rionny (panggilan akrab), lebih tegas dan lebih disiplin. Sama juga waktu lagi latihan, istirahat dari satu program ke program selanjutnya tidak terlalu lama. Orangnya tidak galak, tapi tegas. Kalau ada yang tidak benar, langsung diperbaiki,” ujar Fitriani.

Melalui program latihan tersebut, atlet besutan klub bulu tangkis PB Exist Jaya Jakarta itu menuturkan seluruh pemain memang ditargetkan untuk meningkatkan kekuatan fisik, sehingga selalu disisipkan jadwal latihan fisik setiap hari.

“Targetnya memang meningkatkan kekuatan fisik kami. Latihan fisik itu kadang disisipkan di sela-sela latihan teknik di pagi hari. Biasanya latihan fisiknya sore hari, sekarang latihan teknik di pagi hari pun ada latihan fisiknya,” tutur Fitriani.

Sementara itu, berkaitan dengan laga perdana Fitriani yang akan berhadapan dengan pemain Malaysia Soniia Cheah di babak pertama kejuaraan tersebut, dia mengaku akan lebih memperkuat defense atau pertahanannya.

Melihat catatan rekor pertemuan keduanya, kedudukan Fitriani dan Soniia sementara ini masih sama-sama kuat dengan skor 2-2. Soniia memenangkan pertemuan terakhir di Piala Uber 2018 lalu dengan skor 10-21, 21-17 dan 21-14 atas Fitriani.

“Sekarang skornya 2-2 untuk kami. Saya pernah menang dan pernah kalah juga dari dia. Jadi, sekarang harus lebih siap. Soniia punya postur tubuh tinggi, jadi otomatis dia mainnya menyerang. Pukulan-pukulannya juga lumayan tajam. Sehingga pertahanan saya harus lebih rapat,” ungkap Fitriani.

Fitriani dan tim Indonesia baru saja tiba di Wuhan, Cina pada Minggu (21/4) siang. Rencananya, Tim Garuda baru akan menjalani latihan mulai Senin (22/4) besok.

Indonesia mengirimkan sejumlah pemain terbaik ke turnamen perorangan se-Asia itu, termasuk pasangan rangking satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kemudian ada pula Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan masih banyak lagi.

Para pemain yang berhasil keluar sebagai juara Badminton Asia Championships 2019 itu nantinya akan mendapatkan poin setara dengan kejuaraan BWF World Tour Super 500.

Baca juga: Fitriani terhenti di babak pertama Malaysia Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tempatkan dua wakil di final Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Dua wakil  Indonesia melesat ke babak final turnamen bulu tangkis Singapore Open 2019 yang akan berlangsung hari ini di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Mengutip laman resmi BWF, keduanya berasal dari dua sektor, yakni tunggal putra dan ganda putra. Dari sektor tunggal putra, Indonesia diwakili Anthony Sinisuka Ginting yang akan berhadapan dengan pebulutangkis Jepang Kento Momota.

Pada babak semifinal kemarin (13/4), pria yang lebih akrab disapa Ginting itu sukses menekuk pemain China Taipei Chou Tien Chen dalam tiga gim selama 1 jam 19 menit, 21-17, 18-21 dan 21-14.

Selanjutnya, dari sektor ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menghadapi lawan dari Negeri Sakura, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.

Sebelum melangkah ke laga puncak, Ahsan/Hendra terlebih dahulu menaklukkan pasangan Li Junhui/Liu Yuchen dari China 21-11 dan 21-14 dalam waktu 29 menit.

Dua wakil Indonesia lainnya terhenti di semifinal. Keduanya adalah ganda campuran Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja yang dikalahkan pasangan Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing 16-21, 22-20 dan 20-22 dan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang ditaklukkan tiga gim 21-13, 10-21 dan 19-21 oleh Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang.

Baca juga: Hafiz/Gloria terhenti di semifinal Singapore Open 2019

Selain Ginting dan Ahsan/Hendra, beberapa wakil negara lain juga akan bertanding di laga puncak.

Tunggal putri akan mempertemukan Tai Tzu Ying asal China Taipei dengan Nozomi Okuhara dari Jepang.

Pada ganda putri, pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara akan dihadapi pasangan Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, sedangkan pada ganda campuran, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai asal Thailand akan melawan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing asal Malaysia.

Singapore Open 2019 berlangsung dari 9 hingga 14 April 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen level Super 500 itu mencapai 355.000 dolar AS.

Pertandingan babak final akan dilaksanakan pada Minggu (14/4) mulai pukul 13.00 waktu setempat.

Baca juga: Hendra-Ahsan siapkan energi untuk final lawan ganda Jepang

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan harus puas jadi “runner up” Singapore Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan harus berpuas jadi “runner up” Singapore Open 2019 setelah di final ditundukkan 13-21, 21-19, 17-21 oleh pasangan asal Jepang Takeshi Kamura-Keigo Sonoda.

“The Daddies” pada pertandingan yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Minggu takluk dalam rubber game dengan durasi 51 menit.

Selama tiga gim tersebut, patut diakui bahwa Hendra-Ahsan kesulitan dalam mengejar skor yang dicetak lawan, bahkan pertahanan yang diberikan “The Daddies” di gim kedua pun hanya bisa menahan ketertinggalan Kamura-Sonoda dengan selisih skor tipis.

Dengan hasil ini, Hendra-Ahsan masih unggul 3-2 dalam catatan pertemuan keduanya di arena pertandingan.
Baca juga: Indonesia tempatkan dua wakil di final Singapore Open
Baca juga: Hendra-Ahsan siapkan energi untuk final lawan ganda Jepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“The Daddies” puas dengan capaian di Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan mengatakan bahwa mereka cukup puas dengan posisi runner up yang dicapai pada perhelatan Singapore Open 2019.

“Pertama kami mengucap syukur dulu, alhamdulillah bisa ke final. Untuk pertandingan tadi kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi mereka lebih siap dan lebih unggul di pertandingan kali ini,” kata Ahsan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Dalam babak final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Minggu, Hendra-Ahsan ditundukkan pasangan dari Jepang Takeshi Kamura-Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, dan 17-21.

Pada gim pertama, perolehan angka “The Daddies” tertinggal cukup jauh dan diikuti permainan yang berlangsung lebih ketat di gim kedua.

Setelah tertinggal 8-11, Hendra-Ahsan melesat merebut delapan angka menjadi 16-11 berhasil mengamankan kemenangan meski Kamura-Sonoda menciptakan selisih ketinggalan yang kecil.

Namun pada gim penentu usaha Hendra-Ahsan untuk mengejar angka tidak berlangsung baik dan akhirnya menyerah 17-21.

“Di gim kedua kami dapat serangan yang pas jadi bisa dapat beberapa poin berurutan. Tapi di gim ketiganya mereka lebih siap lagi untuk membalas. Mereka memang lebih unggul dari kami. Pastinya masih banyak yang harus diperbaiki. Ke depannya nanti akan kami evaluasi lagi setelah sampai di Jakarta,” ujar Hendra menjelaskan.

Hendra-Ahsan dan Kamura-Sonoda sebelumnya sudah lima kali berhadapan, dengan skor tiga kali kemenangan.

Pertemuan terakhir mereka terjadi di semifinal All England 2019, yang saat itu keduanya menang 21-19, 21-16 atas Kamura-Sonoda.

Baca juga: Hendra-Ahsan harus puas jadi “runner up” Singapore Open 2019

Baca juga: Indonesia tempatkan dua wakil di final Singapore Open

Baca juga: Hendra-Ahsan siapkan energi untuk final lawan ganda Jepang

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sama dengan “The Daddies”, Anthony “runner-up” Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menduduki posisi runner up di Singapore Open 2019 setelah ditundukkan Kento Momota dari Jepang dengan skor 21-10, 19-21, dan 13-21 di babak final yang berlangsung selama 73 menit.

Kemenangan yang didapat Momota atas pebulutangkis asal Cimahi, Jawa Barat itu semakin mendominasi skor pertemuan keduanya menjadi 7-3.

Hasil ini membuat kontingen Indonesia hanya menduduki posisi runner up setelah sebelumnya ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan juga dikalahkan lawan dari Jepang.

“The Daddies” dikalahkan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, dan 17-21 dalam rubber game berdurasi 51 menit.

Baca juga: “The Daddies” puas dengan capaian di Singapore Open

Baca juga: Hendra-Ahsan harus puas jadi “runner up” Singapore Open 2019

Baca juga: Indonesia tempatkan dua wakil di final Singapore Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting ‘runner up’ Singapore Open

Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menepuk raketnya seusai bertanding melawan pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Minggu (14/4/2019). Anthony Ginting menjadi “runner up” Singapore Open nomor tunggal putra usai kalah dengan Kento Momota dengan skor 21-10, 19-21 dan 13-21. ANTARA FOTO/Humas PP PBSI/hma/foc.

Indonesia raih tiga gelar di Vietnam Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia meraih tiga gelar juara di turnamen bulutangkis Vietnam International Challenge 2019 yang berakhir Minggu malam.

Ketiga gelar juara di turnamen berhadiah total 25 ribu dolar AS tersebut adalah pada nomor tunggal putra melalui Firman Abdul Kholik, ganda putri melalui Nita Violina Marwah/Putri Syaikah, dan ganda putra melalui Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro.

Dua gelar lainnya diraih Jepang lewat pasangan ganda campuran Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dan pemain tunggal putri Hirari Mizui.

Gelar pertama untuk Indonesia datang dari laga all Indonesian final antara Firman Abdul Kholik dan Chico Aura Dwi Wardoyo yang akhirnya dimenangi oleh Firman dengan skor 21-16, 21-7.

“Di final tadi melawan Chico, karena sudah sama-sama tahu kelemahan masing-masing, jadi tadi saya hanya fokus saja mainnya, jangan sampai membuat kesalahan sendiri,” kata Firman mengomentari kemenangannya seperti dilansir laman resmi Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI).

Pemain kidal asal klub Mutiara Bandung tersebut berharap gelar yang diraihnya itu menjadi momentum untuk bisa mengejar prestasi dua rekan seangkatannya di pelatnas, Jonathan Cristie dan Anthony Sinisuka Ginting, yang sudah berada di jajaran pemain elit dunia.

“Gelar ini sangat berarti buat saya, untuk meningkatkan rasa percaya diri saya. Saya mau mengejar ketertinggalan dari teman-teman saya,” kata Firman.

Di nomor ganda putri, pasangan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah mempersembahkan gelar kedua untuk Indonesia setelah mengalahkan Hsieh Pei Shan/Lin Xiao Min (Taiwan), dengan skor 21-19, 21-16.

Grlar yang diraih Nita/Putri itu merupakan gelar internasional ketiga mereka untuk tahun ini. Sebelumnya, Nita/Putri juga menjadi juara di Iran International Challenge dan Dutch Open 2019.

“Yang pasti senang bisa juara untuk ketiga kalinya. Di pertandingan tadi kami bisa fokus satu demi satu poin. Pola main kami sama dengan kemarin, defense balik serang. Kami mainnya lebih tenang dan lebih sabar,” ujar Nita seperti dikutip laman PBSI.

Sementara itu, gelar ketiga datang dari pasangan ganda putra Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro usai melewati laga rubber game melawan Kang Min Hyuk/Kim Jae Hwan (Korea), dengan skor 21-19, 15-21, 21-18.

Baca juga: Firman takluk dari Lu di Thailand

Baca juga: Firman melaju perempat final Thailand Masters 2019

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan siapkan energi untuk final lawan ganda Jepang

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan akan fokus menyiapkan energi guna menghadapi Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang) di final Singapore Open 2019 yang akan berlangsung Minggu.

“Besok siap capek saja. Tadi saya lihat mereka mainnya lebih rapat. Poin-poin akhir mereka lebih berani juga,” ujar Hendra. melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu malam.

Persiapan Hendra tersebut didasari dari pengamatannya pada pasangan lawan saat berhadapan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon di semifinal.

Di atas kertas, Hendra-Ahsan punya catatan yang baik dengan skor 3-1 dalam rekor pertemuannya, termasuk pada pertemuan terakhir di All England 2019, “The Daddies” menang 21-19, 21-16.

“Saya tidak memikirkan mengenai besok, saya hanya ingin melakukan yang terbaik. Tetap fokus dan berdoa. Kami fokus satu demi satu dulu, tidak mikir jauh ke depan,” kata Ahsan menambahkan.

Hendra-Ahsan menyusul Anthony Sinisuka Ginting yang sudah lebih dulu mengamankan tiket final di nomor tunggal putra.

Baca juga: Anthony puas bisa bermain dengan baik menuju final
Baca juga: “The Daddies” hadapi Kamura-Sonoda di final Singapore Open

Pada babak semifinal hari ini, Hendra-Ahsan mengalahkan pasangan dari China Li Junhui-Liu Yuchen.

Mereka memastikan kemenangan dengan skor 21-11, 21-14 hanya dalam 29 menit.

“Pastinya kami bersyukur. Tidak menyangka poinnya bisa jauh. Tapi kami tidak boleh lengah, mereka punya kualitas yang bagus. Kalau mereka berkembang bisa jadi bumerang buat kami,” ujar atlet kelahiran Palembang Sumatera Selatan ini.

Baca juga: Hafiz/Gloria terhenti di semifinal Singapore Open 2019
Baca juga: “Minions” gagal melaju ke babak final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria terhenti di semifinal Singapore Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja gagal melaju ke babak final turnamen bulu tangkis Singapore Open 2019 yang diselenggarakan di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Dalam laga perempat final yang berlangsung pada Sabtu (13/4), Hafiz/Gloria tidak berhasil menaklukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan kalah dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 11 menit dengan skor 16-21, 22-20 dan 20-22.

Berkaitan dengan pertandingan tersebut, menurut Gloria, lawannya selalu berhasil dalam menemukan celah untuk mencuri poin. Dia pun mengaku sempat tegang saat memasuki gim kedua, mengingat lawan telah lebih dulu memenangkan gim pertama.

“Mereka banyak ketemu celah di gim pertama. Kami kecolongan. Mungkin karena game pertama kalah, jadi di gim kedua agak tegang untuk bisa mendapatkan poin,” kata Gloria melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, dia mengaku tidak dapat membuka gim pertama dengan mulus karena lebih banyak dikontrol oleh permainan lawan.

Masuk gim kedua, dia juga mengaku masih belum mudah untuk mencetak poin. Namun di akhir gim, keduanya berhasil merebut kemenangan di gim kedua.

Pada gim terakhir. Hafiz/Gloria menyentuh match poin lebih awal dengan skor 20-18. Namun sayangnya, pasangan asal negeri jiran itu berhasil mengejar dengan merebut empat poin dan langsung memastikan kemenangannya.

“Pada gim terakhir tadi, ada sedikit kesalahan, yaitu karena kurang kontrol diri, akhirnya malah jadi lebih mudah dimatikan lawan. Tapi biar bagaimanapun, kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” tutur Gloria.

Sementara itu, Hafiz mengaku bermain dengan kondisi tegang dalam pertandingan semifinal tersebut, bahkan lebih tegang dari pertandingan di babak-babak sebelumnya.

“Hari ini saya lebih tegang mainnya. Kalau di gim pertama kami bisa bermain dengan lebih tenang, bermain seperti pola kami biasanya, mungkin pertandingan itu tidak akan terasa sulit, dan kami hanya tinggal mengatur pukulan kami saja,” ungkap Hafiz.

Turnamen Singapore Open 2019 berlangsung mulai 9 hingga 14 April 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level Super 500 itu mencapai 355.000 dolar Amerika Serikat.

Baca juga: Anthony Ginting melaju ke final Singapore Open 2019

Baca juga: Hafiz/Gloria lolos ke semifinal Singapore Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minnions” ingin tampil lebih jelang Olimpiade 2020

Jakarta (ANTARA) – Kekalahan yang dialami Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon di semifinal Singapore Open 2019 menjadi bahan evaluasi agar performanya bisa kembali cemerlang jelang perhitungan poin Olimpiade Tokyo 2020.

“Masih banyak yang perlu dipelajari. Kedepannya mudah-mudahan habis perhitungan Olimpiade dimulai kami bisa sangat siap,” tutur Marcus melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu petang.

Pada laga semifinal ini, “Minnions” harus mengakui keunggulan pasangan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang) yang mengalahkan mereka dengan skor 21-13, 10-21, dan 19-21.

Baca juga: “Minions” gagal melaju ke babak final

Mereka pun menanggapi kekalahan pertandingan yang dilakoni selama 48 menit itu.

“Gim pertama kami main cukup baik. Gim kedua kami kehilangan cukup banyak poin ya, buat mereka (jadi) bangkit. Jadi mereka bisa mengeluarkan semua kemampuannya. Memang selalu susah kalau mereka mainnya bisa in,” tutur Kevin menjelaskan.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SIngapura Open, Fajar-Rian tantang “Minions” di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto akan kembali bertemu dengan Marcus Renaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo di perempat final Singapore Open 2019.

Keduanya sudah sempat bertemu pekan lalu di semifinal Malaysia Open 2019, dengan hasil Fajar-Rian berhasil mengalahkan “Minions”.

Dalam pertandingan babak kedua Singapore Open 2019, Fajar-Rian berhasil menyisihkan pasangan ganda putra Malaysia Chooi Kah Ming-Low Juan Shen dengan skor 22-10 dan 21-17 dalam 44 menit pertandingan.

Melalui hasil baik ini, catatan pertemuan kedua pasangan ialah 3-1 dengan keunggulan bagi Fajar-Rian.

Sementara Kevin-Marcus bisa melaju ke perempat final usai menundukkan dengan mudah He Jiting-Tan Qiang (China) dengan skor 21-14 dan 21-17 hanya dalam waktu 25 menit.

Baca juga: Fajar/Rian juara Swiss Terbuka 2019

Baca juga: Singkirkan “Minions”, Fajar-Rian ke semifinal Malaysia

Baca juga: Dua ganda Indonesia bertemu di babak awal Swiss Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar-Rian akan bermain santai hadapi “Minions”

Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto mengaku akan bermain santai saat menghadapi senior mereka, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Renaldi Gideon yang diberi julukan “The Minions”, pada perempat final Singapore Open 2019.

“Kalau saya mau santai saja. Menikmati permainan, jangan terlalu menggebu-gebu. Dan juga coba main seperti melawan pasangan lainnya. Sama fokusnya dijaga,” kata Fajar dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam.

Sebelumnya, kedua pasangan ini juga sudah bertemu di Malaysia Open 2019 pekan lalu dengan hasilnya Fajar-Rian mengantongi kemenangan pertama atas “Minions” setelah tiga kali kalah.

Fajar-Rian menaklukkan ganda putra nomor satu dunia itu pada perempat final dengan skor 23-21, 19-21, dan 21-18.

Pada putaran kedua Singapore Open, Kamis, Fajar-Rian lolos dengan mengalahkan Chooi Kah Ming-Low Juan Shen (Malaysia) dengan skor 22-20, 21-17.

Pertandingan tersebut sempat berjalan ketat di awal karena Fajar-Rian sempat terbawa pola permainan lawan, meski situasi itu tak berlangsung lama.

“Pemain Malaysia kebanyakan kuat pertahanannya. Gim pertama kami terpancing buat buru-buru ingin mematikan, tapi malah kami banyak kebanting sendiri. Tapi pas interval gim pertama kami coba lambatkan tempo lagi. Mereka juga smesnya tidak terlalu kencang, jadi kami berani untuk bertahan juga,” tutur Fajar.

Di hari yang sama, Kevin-Marcus maju ke perempat final setelah menjegal He Jiting-Tan Qiang (China) melalui menang dua gimlangsung 21-14 dan 21-17.

Baca juga: SIngapura Open, Fajar-Rian tantang “Minnions” di perempat final

Baca juga: Hendra-Ahsan ke perempat final Singapore Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minions” gagal melaju ke babak final

Jakarta (ANTARA) – Langkah pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon di gelaran Singapore Open 2019 terpaksa harus terhenti di babak semifinal usai ditundukkan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda dari Jepang.

Pada laga yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Sabtu, “Minions” kalah dalam rubber gim dengan skor 21-13, 10-21, dan 19-21.

Dalam pertandingan berdurasi 48 menit ini, Minions hanya menorehkan 50 poin sementara Kamura-Sonoda mencapai 55 poin.

Catatan skor pertemuan keduanya kali ini mencapai 7-5, dengan keunggulan masih dipegang oleh Kevin-Marcus.

Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“The Daddies” hadapi Kamura-Sonoda di final Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan secara memukau berhasil maju ke babak final Singapore Open 2019 dan akan menghadapi Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang).

“The Daddies” berhasil menyisihkan pasangan Li Junhui-Liu Yuchen dari China secara mudah di babak semifinal, dengan skor 21-11 dan 21-14 hanya dalam waktu 29 menit.

Sejauh ini dalam 11 kali catatan pertemuan kedua pasangan tersebut, Li-Liu unggul 8-3 dari Hendra-Ahsan.

Sementara lawan yang akan dihadapi “The Daddies” (sebutan pasangan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan) di final, sebelumnya mengalahkan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon di semifinal dengan skor 21-13, 10-21, dan 19-21.

Baca juga: Hendra-Ahsan ke perempat final Singapore Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony puas bisa bermain dengan baik menuju final

Jakarta (ANTARA) – Anthony Sinisuka Ginting menjadi wakil pertama Indonesia yang melenggang aman ke partai puncak turnamen Singapore Open 2019 setelah menang rubber gim dari pebulu tangkis Taiwan Chou Tien Chen.

“Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan baik seperti kemarin. Pastinya senang sekali bisa menang hari ini, bisa masuk ke final. Apalagi lawan hari ini lawan yang bagus juga. Jadi senang bisa menang,” kata Anthony dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Dalam duel semifinal berlangsung di Singapore Indoor Stadium tersebut, ia mengalahkan Chou dengan skor 21-17, 18-21, 21-14.

Dengan Chou, Anthony sebelumnya kalah di dua pertemuan terakhir, yaitu di Korea Open 2018 dan BWF World Tour Finals 2018.

Sementara pasangan ganda campuran Hafiz Faisal-Gloria Emanuelle Widjaja yang juga main di semifinal lebih dahulu, harus kalah dari lawannya.

Selanjutnya di babak final, Anthony masih menunggu lawan antara unggulan satu Kento Momota (Jepang) dan unggulan tiga Viktor Axelsen (Denmark).

Mengenai calon lawannya tersebut, Anthony tak mau banyak berkomentar dan fokus pada persiapan dirinya saja.

“Perasaannya tentu senang kemarin mengalahkan Chen Long, hari ini Chou Tien Chen. Tapi perjuangan belum berakhir, besok masih ada lawan yang lebih tangguh lagi dari hari ini dan sebelumnya. Tetap jaga fokusnya dan pemulihan lagi,” tutur pebulu tangkis kelahiran tahun 1996 ini.

Baca juga: Anthony Ginting melaju ke final Singapore Open 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Minnions” gagal melaju ke babak final

Jakarta (ANTARA) – Langkah pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon di gelaran Singapore Open 2019 terpaksa harus terhenti di babak semifinal usai ditundukkan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda dari Jepang.

Pada laga yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Sabtu, “Minnions” kalah dalam rubber gim dengan skor 21-13, 10-21, dan 19-21.

Dalam pertandingan berdurasi 48 menit ini, Minnions hanya menorehkan 50 poin sementara Kamura-Sonoda mencapai 55 poin.

Catatan skor pertemuan keduanya kali ini mencapai 7-5, dengan keunggulan masih dipegang oleh Kevin-Marcus.

Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting melaju ke final Singapore Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting sukses melaju ke babak final Singapore Open 2019 setelah mengalahkan lawan tanding asal Taiwan Chou Tien Chen.

Pada pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Sabtu, Anthony dipaksa bermain rubber game selama 79 menit di babak semifinal ini.

Saling kejar-mengejar skor sudah terjadi sejak gim pertama, namun pebulutangkis asal Cimahi Jawa Barat ini mampu menekan serangan Chou dan mencetak kemenangan dengan skor 21-17, 18-21, dan 21-14.

Melalui kemenangan ini, Anthony unggul 5-4 dari Chou dari total pertemuan keduanya yang sudah mencapai sembilan kali di arena pertandingan.

Baca juga: Empat wakil Indonesia siap tampil maksimal di semifinal Singapore Open

Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat wakil Indonesia siap tampil maksimal di semifinal Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak empat perwakilan dari Indonesia siap tampil maksimal di babak semifinal turnamen bulu tangkis Singapore Open 2019 yang akan berlangsung pada Sabtu (13/3) di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor tunggal putra, ada satu perwakilan Tim Garuda, yakni Anthony Sinisuka Ginting yang akan berhadapan dengan pebulutangkis asal Chinese Taipei Chou Tien Chen.

Pada babak perempat final yang berlangsung pada Jumat (12/4), Anthony sukses menekuk pemain yang berasal dari China Chen Long dalam dua gim dengan skor 21-8 dan 21-19.

Kemudian, di sektor ganda putra diwakili oleh dua pasangan, antara lain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan menghadapi Li Junhui/Liu Yuchen asal China dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang.

Baca juga: Hendra-Ahsan siap tempur pada semifinal Singapore Open

Sebelumnya, Ahsan/Hendra menaklukkan pasangan asal Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong dengan skor 18-21, 21-16 dan 21-17, sedangkan Marcus/Kevin mengalahkan rekan satu timnya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 21-18 dan 21-10.

Selanjutnya, pada sektor ganda campuran hanya ada satu perwakilan Tim Merah Putih, yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan bertemu dengan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.

Sebelum melangkah ke semifinal, Hafiz/Gloria telah lebih dulu menyingkirkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam tiga gim dengan skor 18-21, 21-12 dan 21-16.

Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open

Turnamen Singapore Open 2019 berlangsung mulai 9 hingga 14 April 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level Super 500 itu mencapai 355.000 dolar Amerika Serikat.

Pertandingan babak semifinal akan dilaksanakan pada Sabtu (13/4) dan dimulai pukul 13.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Eng Hian evaluasi tiga ganda putri jelang Olimpiade Tokyo 2020

Jakarta (ANTARA) – Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian melakukan evaluasi terhadap performa tiga pasangan ganda putri utama pelatnas di tiga turnamen terakhir dalam rangka persiapan menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Tiga turnamen itu, antara lain India Open Super 500, Malaysia Open Super 750 dan Singapore Open Super 500. Sedangkan ketiga pasangan yang dievaluasi, yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah.

“Hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, tapi per individu ada evaluasi kekurangan dan kelebihan yang harus dikaji lagi bersama-sama. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan pertimbangan jelang kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020,” kata Eng melalui siaran pers PBSI yang diterima media di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Greysia/Apriyani meraih hasil cukup baik dengan mempertahankan gelar juara di India Open 2019. Namun di turnamen selanjutnya, Malaysia Open 2019, Greysia/Apriyani dikalahkan oleh Rizki/Ketut.

Pada ajang India Open 2019, sambung dia, justru Rizki/Ketut yang dikalahkan oleh teman sendiri, yaitu Della/Tania. Di atas kertas, Rizki/Ketut lebih dijagokan, karena Tania merupakan pemain yang lebih muda dan baru dipasangkan dengan Della.
Baca juga: Pelatih tidak terkejut dengan kemenangan Della-Tania atas Rizki-Ketut

Dia mengatakan penampilan Rizki/Ketut semakin menurun. Di turnamen Singapore Open 2019, mereka kalah telak di babak pertama oleh Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 10-21, 6-21.

Padahal, di pertemuan sebelumnya, yaitu kejuaraan beregu campuran Asia Tong Yun Kai Cup 2019, Rizki/Ketut menang mudah atas pasangan Thailand tersebut dengan skor 21-13 dan 21-11.

“Meskipun begitu, ada tren positif, yaitu ada persaingan dari mereka sendiri. Seorang Tania yang baru dipasangkan dengan Della, dia baru naik dari level junior, ternyata bisa mengalahkan seniornya. Ada evaluasi, baik untuk yang mengalahkan maupun yang dikalahkan,” ujar Eng.

Pada ajang India Open 2019, prestasi tertinggi tim ganda putri Indonesia diraih oleh Greysia/Apriyani yang sukses menggondol gelar juara. Sedangkan di Malaysia Open 2019, Rizki/Ketut mencapai babak perempat final sebelum akhirnya dikalahkan oleh Li Yinhui/Du Yue asal China dengan skor 18-21 dan 16-21.
Baca juga: Ketut/Rizki akui tertekan hadapi China di perempat final Malaysia Open

“Menurut saya, semuanya lebih disebabkan faktor non teknis, yaitu kondisi yang tidak stabil. Kalau faktor teknis, solusinya tentu saya bisa dengan mudah menginstruksikan dan membuatkan program. Tapi kalau faktor non teknis, tergantung dari atlet,” ungkap Eng.

Dalam turnamen Singapore Open 2019, Rizki/Ketut dan Della/Tania sama-sama terhenti di babak pertama, sedangkan Greysia/Apriyani tidak berpartisipasi dalam turnamen bulu tangkis level Super 500 tersebut.
 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ricky/Pia gagal ke semifinal Singapore Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi/Pia Zebadiah Bernadet gagal melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Singapore Open 2019 yang diselenggarakan di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Dalam laga perempat final yang berlangsung pada Jumat (12/4), Ricky/Pia tidak berhasil menaklukkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dan kalah dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 6 menit dengan skor 20-22, 21-14 dan 18-21.

Sebelumnya, di babak dua yang berlangsung pada Kamis (11/4) kemarin, Ricky/Pia mengalahkan pasangan Indonesia lainnya, yakni Ronald Alexander/Annisa Saufika dalam tiga gim dengan skor 12-21, 21-13 dan 21-16.

Berdasarkan laman resmi BWF, selain Ricky/Pia, di sektor tunggal putr, yakni Jonatan Christie juga gagal ke semifinal usai ditaklukkan oleh Viktor Axelsen asal Denmark dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 20 menit dengan skor 24-22, 18-21 dan 22-24.

Meskipun demikian, Tim Garuda masih memiliki empat perwakilan yang berhasil melaju ke babak semifinal, yakni tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang menaklukkan pebulutangkis asal China Chen Long dalam dua gim dengan skor 21-8 dan 21-19.

Perwakilan kedua, yaitu pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menyingkirkan pasangan asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam tiga gim dengan skor 18-21, 21-12 dan 21-16.

Dua perwakilan lainnya berasal dari sektor ganda putra, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang sebelumnya menaklukkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari Malaysia dengan skor 18-21, 21-16 dan 21-17, serta Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang mengalahkan rekan satu timnya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 21-18 dan 21-10.

Turnamen Singapore Open 2019 berlangsung mulai 9 hingga 14 April 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level Super 500 itu mencapai 355.000 dolar Amerika Serikat.

Pertandingan babak semifinal akan dilaksanakan pada Sabtu (13/4) dan dimulai pukul 13.00 waktu setempat.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan kecewa dengan hasil pertandingan perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie merasa kecewa dengan kekalahan yang dialami di perempat final Singapore Open 2019.

“Cukup disayangkan karena beberapa kali sudah unggul, tapi tidak bisa menyelesaikan dengan baik. Itu jadi pelajaran lagi buat saya juga,” tutur Jonatan dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Jumat.

Dalam laga di Singapore Indoor Stadium, Jonatan harus mengakui keunggulan atlet asal Denmark yaitu Viktor Axelsen dengan skor 24-22, 18-21, 22-24 dalam pertarungan sengit berdurasi 80 menit.
Baca juga: Axelsen hentikan langkah Jonatan di Singapore Open

Pebulutangkis kelahiran 1997 ini dipastikan gagal menyusul Anthony Sinisuka Ginting ke semifinal.
Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open

Pada gim pertama, secara umum Jonatan berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan baik meski sempat terjadi selisih skor ketat jelang poin akhir.

Jonatan yang tertinggal tipis 19-20 akhirnya berhasil merebut kemenangan di gim pertama.

Meski sempat unggul di awal gim kedua, Jonatan mulai mendapat perlawanan dari Viktor setelah jeda interval.

Setelah menyentuh skor 13-13, Jonatan balik tertinggal 13-16, 14-19, dan gim kedua pun berakhir dengan skor 18-21.

Di game penentu, Jonatan membuka peluang dengan keunggulan 7-2 dan 13-10. Namun akhirnya Jonatan gagal mengamankan angka dan kalah 22-24 dari Axelsen.

“Pengambilan keputusan di poin-poin akhir bisa dibilang menjadi faktor yang kurang beruntung dari saya hari ini. Viktor Axelsen bermain cukup baik hari ini. Dia bisa beberapa kali membaca permainan cepat saya,” kata Jonatan.
Baca juga: Hendra-Ahsan siap tempur pada semifinal Singapore Open
Baca juga: Hafiz/Gloria lolos ke semifinal Singapore Open 2019
Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open

 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Axelsen hentikan langkah Jonatan di Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Langkah pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie menuju semifinal Singapore Open 2019 harus terhenti setelah dalam pertandingan perempat final berdurasi 80 menit dikalahkan oleh pebulu tangkis Denmark Viktor Axelsen dengan skor 24-22, 18-21, 22-24.

Hasil pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Jumat petang, Jonatan tidak bisa menemani Anthony Sinisuka Ginting yang lebih dulu memastikan tiket ke semifinal.

Dalam pertemuan keduanya pekan lalu di Malaysia Open 2019, peraih medali emas Asian Games 2018 ini sukses menundukkan Axelsen pada perempat final dengan skor 21-18, 21-19.

Dengan hasil ini maka Axelsen unggul 2-1 dalam catatan tiga kali pertemuan kedua pebulu tangkis tersebut.

Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open
Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open
Baca juga: The Daddies susul Minions ke semifinal Singapore Open

 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria lolos ke semifinal Singapore Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Singapore Open 2019 yang diselenggarakan di Singapore Indoor Stadium, Singapura.

Dalam laga perempat final yang berlangsung pada Jumat, Hafiz/Gloria sukses menaklukkan pasangan asal Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam tiga gim yang berjalan selama 1 jam 6 menit dengan skor 18-21, 21-12, 21-16.

Hafiz/Gloria mengawali gim pertama dengan keunggulan 3-0 dan 11-9. Keduanya juga sempat memimpin dengan skor 14-10 setelah jeda interval.

Namun secara tak terduga, Chan/Goh merebut lima poin secara beruntun. Setelah posisi tertinggal menjadi 14-15, Hafiz/Gloria terpaksa merelakan kemenangan gim pertama kepada lawan.

“Untuk pertandingan hari ini, dari awal kami yakin bisa menang. Kami jalani maksimal, jadi bisa main dengan tenang, tidak buru-buru dan tidak kepikiran menang atau kalah. Yang penting kami bisa tenang dan positif di lapangan,” kata Gloria seperti dilansir badmintonindonesia.org, Jumat.

Pada gim kedua dan ketiga, Hafiz/Gloria berhasil tampil lebih baik dan memastikan kemenangannya. Hasil pertandingan hari ini sekaligus membalas pertemuan pertama Hafiz/Gloria dengan Chan Goh dalam turnamen BWF World Tour Finals 2018 lalu. Pada saat itu, Hafiz/Gloria kalah dengan skor 14-21 dan 12-21.

“Permainan lawan tidak ada yang berubah, Di pertemuan sebelumnya, mereka bisa bermain dengan defensif. Namun kali ini ada faktor angin yang menguntungkan bagi kami, jadi bolanya bisa kencang. Kondisi ini yang kami manfaatkan dengan baik,” Gloria.

Selanjutnya, di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (13/4), Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.

Bagi Hafiz, modal yang paling penting untuk menghadapi pertandingan semifinal tersebut, yaitu tetap menjaga kesehatan atau stamina serta menjaga fokus dan konsentrasi.

“Yang penting bagi saya adalah jaga hati, jaga fokus dan jaga kesehatan. Lawan juga punya peluang untuk menang. Jadi, kami harus lebih tenang dan lebih siap lagi menghadapi mereka. Siapapun lawannya, yang lebih siap dan lebih tenang itu pasti yang lebih unggul,” ungkap Hafiz.

Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open
Baca juga: The Daddies susul Minions ke semifinal Singapore Open
Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra-Ahsan siap tempur pada semifinal Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan mengaku siap menghadapi siapapun lawan yang akan dihadapi pada babak semifinal Singapore Open 2019.

Pada semifinal, pasangan Indonesia tersebut masih menunggu pemenang pertandingan antara unggulan dua Li Junhui-Liu Yuchen (China) dan Kim Astrup-Anders Skaarup Rasmussen (Denmark).

“Yang pasti mereka sama-sama bagus semua. Tapi kami belum mau memikirkan dulu, karena belum tau yang menang siapa,” tutur Ahsan dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Hendra-Ahsan menjadi wakil keempat Indonesia yang lolos ke semifinal setelah sebelumnya ada Hafiz Faisal-Gloria Emanuelle Widjaja, Anthony Sinisuka Ginting, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon.

Menanggapi pertandingan mereka di perempat final melawan pasangan asal Malaysia Goh V Sem-Tan Wee Kiong, Ahsan mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih dan bisa melanjutkan pertarungan ke semifinal.

“Pastinya kami bersyukur, Alhamdulillah. Karena pertandingan tadi mudah, kualitas lawan juga sangat baik. Kami harus fokus terus,” kata pebulu tangkis kelahiran Palembang 32 tahun silam ini.

Pasangan Hendra-Ahsan dan Goh-Tan sudah lima kali bertemu sebelumnya, dengan skor 4-1 untuk pasangan ganda putra Indonesia meski pada pertemuan terakhir pada Malaysia Masters 2019, Hendra-Ahsan kalah 19-21, 22-24.

“Saat itu mereka lebih unggul dan siap. Kami juga mungkin main kurang maksimal. Tapi hari ini kami tidak memikirkan pertandingan yang lalu. Kami fokus dengan pola permainan sendiri. Kesalahan-kesalahan sendiri harus diminamilisir,” katanya.

Baca juga: Anthony Ginting amankan satu tiket semifinal Singapore Open
Baca juga: Tundukkan Fajar-Rian, Minions ke semifinal Singapore Open
Baca juga: The Daddies susul Minions ke semifinal Singapore Open
Baca juga: Hafiz/Gloria lolos ke semifinal Singapore Open 2019

 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KEIN: tidak semua sektor butuh teknologi 4.0

Solo (ANTARA) –
Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, tidak semua sektor industri membutuhkan teknologi 4.0 untuk memastikan tenaga kerja tidak kehilangan pekerjaan.

“Mengenai teknologi 4.0 ini sudah diterapkan di beberapa negara, seperti di Jerman hanya 26 persen perusahaan yang berhasil menerapkannya,” kata Ketua KEIN Soetrisno Bachir pada dialog ekonomi kerakyatan di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Sementara itu,  di Thailand, menurut dia,  untuk menerapkan teknologi 4.0 ini harus melalui tahapan yang diseleksi pemerintah agar tidak mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Memang digitalisasi, robotisasi di bidang marketing bisa memanfaatkan ekonomi digital. Di bidang industrialisasi harus memperhatikan masyarakat yang jumlahnya besar. Ada prioritas yang dilakukan,” katanya.

Ia mengatakan sebagai contoh adalah usaha kecil belum membutuhkan teknologi tersebut, sedangkan yang cukup membutuhkan adalah di bidang manajemen yang memang dituntut harus modern.

“Di bidang marketing ini penting diterapkan agar tidak jadi momok. Yang pasti di negara maju pun teknologi ini harus diseleksi agar tidak merugikan masyarakat banyak. Alam kita ini tidak perlu semua menggunakan 4.0,” katanya.

Sementara itu, yang dibutuhkan UKM justru kredit bunga murah, seperti di Thailand besaran bunga rata-rata 3 persen. Sedangkan di Indonesia, saat ini Presiden sudah menurunkan bunga kredit dari 18 persen menjadi di bawah 10 persen.

“Nantinya akan diturunkan lagi menjadi 5 persen. Semua harus ke arah sana, di sini KEIN sudah memberikan hasil kajiannya selama dua tahun, insyaallah nanti itu jadi prioritas pemerintahan ini,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembicara Gus Muwafiq optimististis masyarakat Indonesia akan siap menghadapi era teknologi 4.0. “Jangan ditanya kesiapannya, adakan saja dulu. Mereka ngerti caranya karena masyarakat Indonesia tangguh,” katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jabar-Majalengka urus perizinan embarkasi sementara Bandara Kertajati

Jadi dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati,

Bandung (ANTARA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa mengatakan Pemprov Jabar dan Pemkab Majalengka sudah berkoordinasi agar turut membantu perizinan embarkasi sementara Bandara Kertajati terkait rencana pemberangkatan calon jamaah haji dari bandara tersebut.

“Pemprov Jabar sedang menghitung biaya jika Bandara Kertajati, Majalengka berfungsi sebagai embarkasi haji sementara. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Majalengka agar turut membantu perizinan embarkasi sementara ini,” ujarnya di Bandung, Jumat.

Selain itu, tambahnya pihaknya juga sudah meminta agar direksi PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati untuk melakukan pemetaan termasuk rencana pendanaannya.

“Jadi dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati,” ujarnya.

Iwa mengemukakan berdasarkan hasil pemetaan PT BIJB akan diketahui berapa jumlah kloter yang bisa dilayani di asrama haji sementara berikut biaya mengubah lantai atas Bandara Kertajati menjadi asrama.

“Sehingga anti dari hasil koordinasi baru bisa ditentukan berapa kloter,” katanya.

Pihaknya berharap jika tak seluruhnya penerbangan dari Jabar, maka embarkasi sementara ini bisa melayani jamaah haji yang berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

“Namun kita harapkan seoptimal mungkin. Untuk embarkasi sementara sehingga efisien dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwa menyebutkan akan berupaya keras agar opsi ini bisa disetujui oleh Kementerian Agama dengan mempersiapkan matang seluruh kebutuhan embarkasi sementara di Bamdara Kertajati.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesta demokrasi momentum raih keuntungan di pasar modal

pelaku pasar cenderung memberikan reaksi positif pada tahun pemilu. Ini memang bukan pola baku, tetapi paling tidak statistik menunjukkan IHSG mengalami pertumbuhan di setiap tahun pemilu

Jakarta (ANTARA) – Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, wajah-wajah optimisme pelaku pasar saham tetap terpancar jelas. Investor tampaknya bisa bersiap-siap mendapatkan keuntungan pada tahun politik ini.

Biasanya, pola pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, menjelang penyelenggaraan pemilu, terjadi pertumbuhan yang cukup baik.

Dalam melakukan investasi, pelaku pasar tidak lepas dari analisis teknikal, yakni teknik untuk memprediksi tren suatu pergerakan harga saham dengan cara mempelajari data lampau.

Sejak era reformasi, Indonesia sudah mengadakan empat kali Pemilu, yaitu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014. Pola pergerakan pemilu-pemilu tersebut setidaknya bisa menjadi tolak ukur bagi investor pada pemilu di tahun 2019 ini.

Berdasarkan catatan BEI, pada pemilu 1999 IHSG mencatatkan penguatan sebesar 70,06 persen, pada 2004 IHSG mengalami penguatan 44,56 persen, pemilu 2009 naik 86,98 persen, dan pemilu 2014 juga mengalami kenaikan 22,29 persen. Sedangkan pergerakan IHSG sejak awal tahun hingga 11 April 2019 (year to date/ytd) tercatat tumbuh sebesar 4,58 persen.

Artinya, pelaku pasar cenderung memberikan reaksi positif pada tahun pemilu. Ini memang bukan pola baku, tetapi paling tidak statistik menunjukkan IHSG mengalami pertumbuhan di setiap tahun pemilu.

“Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam dalam Workshop Go Public beberapa hari lalu.

Ia juga mengajak perusahaan-perusahaan di dalam negeri untuk masuk ke pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

“Manfaatkan tumbuhnya pasar modal dan ekonomi nasional yang kondusif,” katanya.
  Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna memberikan sambutan dalam Workshop Go Public Bersama BRI Group bertajuk “Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan Perusahaan Melalui IPO Saham”. (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Dorong jumlah emiten

Sepanjang tahun 2019, terdapat 10 perusahaan yang resmi melantai di BEI melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Emiten-emiten itu, PT Sentra Food Indonesia Tbk, PT Pollux Investasi Internasional Tbk, PT Estika Tata Tiara Tbk, PT Nusantara Properti Internasional Tbk, PT Citra Putra Realty Tbk.

Kemudian, PT Armada Berjaya Trans Tbk, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, PT Meta Epsi Tbk, PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, dan PT Menteng Heritage Realty Tbk.

Menurut I Gede Nyoman Yetna, kehadiran emiten-emiten baru itu memberi indikasi bahwa pasar saham juga masih menjadi alternatif penting bagi dunia usaha untuk mengakses dana murah dalam menopang ekspansi usaha.

“Melalui IPO, perusahaan dapat berekspansi lebih baik,” katanya.

Tahun ini, BEI menargetkan penambahan 75 emiten baru. Berkah tahun politik diharapkan membawa implikasi seperti pengalaman sebelumnya diharapkan kembali terulang.

“Di pipeline IPO tahun ini sudah ada sebanyak 21 perusahaan,” katanya.

Direktur Investment Banking, Capital Market Danareksa Sekuritas Boumediene H. Sihombing memproyeksikan pelaksanaan IPO akan marak pada semester kedua 2019 mendatang atau setelah pemilihan umum (Pemilu).

Menurut dia, kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal akan kembali meningkat setelah pelaksanaan pemilu 2019 yang akhirnya mendorong perusahaan masuk ke pasar modal.

“Diperkirakan pada semester dua nanti IPO akan lebih banyak. Memang tidak bisa dipungkiri pada tahun politik banyak pelaku pasar ‘wait and see’ itu betul. Ada dugaan pasar akan ‘confident’ setelah pemilu,” ujarnya.

Ekonomi membaik

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengharapkan pemenang Pemilihan Umum 2019 harus mampu mendorong ekonomi nasional lebih baik.

“Siapa pun yang menang dalam Pemilu harus menjaga kerangka ekonomi makro lebih baik, saat ini sudah sangat kokoh salah satunya terlihat dari terjaganya inflasi serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Fajar B Hirawan.

Menurut Fajar B Hirawan, dalam menjaga kerangka ekonomi makro nasional agar lebih baik ke depannya maka pembangunan infrastruktur, baik fisik maupun non-fisik harus terus digenjot.

Diharapkan, ekonomi tumbuh secara inklusif sehingga bisa menurunkan ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran. Itu poin utamanya,” katanya.

Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2019 dan 2020 meningkat, masing-masing sebesar 5,2 persen dan 5,3 persen yang didukung konsumsi rumah tangga.

“Didukung oleh manajemen makroekonomi yang solid dan permintaan domestik yang kuat, momentum pertumbuhan Indonesia diharapkan akan berlanjut secara sehat,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein.

Wicklein menambahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih berkelanjutan dan inklusif, Indonesia memerlukan fokus yang berkesinambungan pada peningkatan daya saing, pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan.

Tahun 2019 yang merupakan tahun politik, menurut I Gede Nyoman Yetna memang kerap menjadi tahun yang dikhawatirkan investor. Ekonomi dan politik memang dua hal yang berbeda, namun tidak dapat dipisahkan karena keduanya sama-sama berpengaruh terhadap kinerja bursa saham.

IHSG sebagai indikator kinerja bursa saham di Indonesia hanya bisa naik secara konsisten jika ditopang oleh perekonomian yang bertumbuh secara riil. Dan pada tahun politik, ekonomi nasional cenderung mengalami pertumbuhan.

Maka itu, pelaku pasar modal diharapkan dapat memanfaatkan pesta demokrasi tahun ini di tengah optimisme pasar terhadap tumbuhnya IHSG dan ekonomi nasional sehingga meraih keuntungan investasi.
Baca juga: Nelayan pilih tidak berlayar demi pesta demokrasi
Baca juga: Bisnis atribut partai pun ikut berpesta

Oleh Ahmad Wijaya dan Zubi Mahrofi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

JOB -Tomori lakukan survei seismik 3D OBN di Perairan Morowali Utara

Palu (ANTARA) – Pelaku usaha hulu industri minyak dan gas, JOB Pertamina-Medco E&P Tomori melakukan survei dengan teknologi Seismik 3D OBN Tiaka – Tiara di Perairan Morowali Utara, Sulawesi Tengah, dalam rangka pencarian potensi minyak yang baru.

“Survei seismik menggunakan teknologi mutakhir dan ramah lingkungan yang disebut dengan Seismik 3D OBN telah selesai dilakukan,” demikian siaran pers Humas JOB Pertamina-Medco E&P Tomori yang dikutip di Palu, Jumat.

Siaran pers itu diterbitkan untuk memberikan klarifikasi terhadap berita Antara pada Kamis (11/4) yang berjudul ‘JOB Tomori temukan sumur minyak baru di Morowali Utara, untuk mencegah opini yang salah dari pembaca.

Mengenai terhentinya operasional produksi lapangan Tiaka selama ini, sebenarnya Lapangan Tiaka saat ini ‘temporary shut in’ karena secara keekonomian tidak ekonomis untuk dioperasikan seiring dengan turunnya harga minyak dunia sejak 2015,” tulis rilis tersebut.

Saat ini, JOB Tomori fokus pada produksi gas alam dengan kapasitas 310 mmscfd yang  dijual kepada tiga pembeli yakni PT. Donggi Senoro LNG (DSLNG) Banggai, PT. Panca Amara Utama (PAU) Banggai untuk menggerakkan pabrik amoniak serta PT.PLN untuk pembangkit listrik.

Terkait keikutsertaan JOB Pertamnina-Medco E&P Tomori dalam Sulteng Expo 2019, Ruru mengatakan bahwa fokus utama selama pameran berlangsung adalah memberikan edukasi rutin tahunan melalui pameran ini kepada masyarakat mengenai kegiatan industri hulu migas serta kegiatan tanggung jawab sosial kemasyarakatan (CSR) yang telah dilakukan di Sulteng, khususnya Kabupaten Banggai dan Morowali Utara

Animo terhadap kegiatan edukasi industri hulu migas ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang setiap hari sekitar 250 orang yang terdiri atas para pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum ke stand pameran SKK Migas, JOB Tomori dan Pertamina EP ini. Bahkan para mahasiswa yang berkunjung ke stan tersebut dan telah mendapatkan penjelasan tentang kegiatan industri hulu migas, berharap kegiatan ini lebih sering lagi dilakukan.

Pewarta: Rolex Malaha
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat ingatkan kental manis sebagai produk gula tinggi

Jadi wajar kalau ibu dalam ingatannya SKM adalah susu karena selama ini selalu menampilkan anak-anak dalam iklannya, padahal kandungannya adalah gula. Sekitar 50 persen bahkan lebih kandungan gulanya,

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) Arif Hidayat mengingatkan masyarakat agar memahami susu kental manis (SKM) sebagai produk gula tinggi.

Ia di Jakarta, Jumat, mengatakan kental manis kerap diiklankan sebagai produk susu bergizi sehingga kesadaran publik terhadap brand tersebut memiliki persepsi yang berbeda dengan kenyataan.

“Jadi wajar kalau ibu dalam ingatannya SKM adalah susu karena selama ini selalu menampilkan anak-anak dalam iklannya, padahal kandungannya adalah gula. Sekitar 50 persen bahkan lebih kandungan gulanya,” tambah dia.

Salah satu dampak perilaku konsumen, lanjutnya masyarakat umum beranggapan kental manis juga dapat dikonsumsi sebagai susu oleh anak-anak. Padahal dengan mengonsumsi SKM membuat anak mendapatkan asupan gula yang berlebih dan tidak sehat.

Untuk itu, dia mengajak setiap pihak harus mengutamakan peningkatan pengetahuan masyarakat terutama kalangan ibu tentang gizi anak. Pengetahuan yang cukup tentang gizi baik bagi masyarakat yang mendapat terpaan iklan di media yang sering menutupi kenyataan yang ada.

“Sebagian besar informasi yang sampai kepada orang tua dari televisi. Kita tahu, isi tayangan televisi terutama iklan adalah jualan dan promosi produk,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah Chairunnisa menyebutkan edukasi sejak dini yang diperlukan untuk menghindari kekeliruan konsumen memanfaatkan suatu produk.

“Pembangunan nasional harus dimulai dari calon ibu yang akan melahirkan generasi masa mendatang. Calon ibu harus sehat dan punya pengetahuan tentang gizi keluarga, jangan sampai anemia,” ujar dia.

Chairunnisa mengemukakan PP Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang besar turut berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah ikut serta dalam edukasi bijak mengkonsumsi SKM bersama YAICI. Edukasi akan dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019