Liga Inggris: Liverpool kalahkan Tottenham 2- 1

Pesepak bola Liverpool Mohamed Salah melakukan selebrasi setelah pesepak bola Tottenham Toby Alderweireld membuat gol bunuh diri dalam laga minggu ke-32 Liga Inggris, di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (31/3/2019). Liverpool berhasil mengalahkan Tottenham 2-1 dan kembali merebut puncak klasmen sementara. ANTARA FOTO/Reuters-/Paul Childs/hp.

Juarai India Open 2019, Greysia/Apriyani panjatkan rasa syukur

Kami mulai bisa mencari cara mengembalikan rasa percaya diri dan percaya satu sama lain

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengaku sangat bersyukur karena telah berhasil menjadi juara turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open yang diselenggarakan di India.

Bagi Greysia, kemenangan tersebut memiliki arti yang sangat penting, karena akan berdampak terhadap kepercayaan dirinya yang semakin meningkat.

“Puji Tuhan akhirnya kami bisa menjadi juara. Ini untuk menambah kepercayaan diri kami. Rasa percaya diri kami memang sempat menurun, makanya kami berusaha menang supaya rasa percaya diri itu naik,” kata Greysia melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Dia mengakui dalam beberapa turnamen belakangan belum dapat mencapai hasil maksimal. Dalam turnamen German Open 2019, keduanya terhenti di babak perempat final, begitu juga saat kejuaraan All England 2019.

“Sesudah tanding di Eropa, kami banyak berkomunikasi internal berdua dan juga bersama pelatih (Eng Hian). Setelah itu, kami mulai bisa mencari cara mengembalikan rasa percaya diri dan percaya satu sama lain. Kami juga tidak mau ambil pusing dengan hal-hal eksternal,” ujar Greysia.

Sementara itu, bagi Apriyani, gelar juara tersebut memberikan dampak yang sangat positif bagi semangat dan juga kepercayaan dirinya untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Saya merasa terpacu untuk kedepannya. Semoga penampilan kami terus membaik, terutama kepercayaan diri dan performa. Masih banyak yang harus kami perbaiki. Kami bersyukur atas gelar ini, tapi kami juga tidak mau puas dengan hasil ini,” ungkap Apriyani.

Greysia/Apriyani berhasil menjadi juara India Open 2019 usai mengalahkan pasangan asal Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean dalam dua gim yang berjalan selama 51 menit dengan skor 21-11 dan 25-23.

Atas kemenangan tersebut, Greysia/Apriyani sekaligus mempertahankan gelar juara yang sebelumnya pernah diraih pada India Open 2018.

Sementara itu, dua wakil Indonesia harus puas dengan hasil sebagai juara kedua. Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dikalahkan unggulan pertama dari China Wang Yilyu/Huang Dongping dengan skor 13-21 dan 11-21.

Di nomor ganda putra, pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi belum berhasil menaklukkan Lee Yang/Wang Chi-Lin asal Chinese Taipei. Pada laga final yang berlangsung pada Minggu (31/3), Angga/Ricky dikalahkan oleh Lee/Wang dalam dua gim dengan skor 14-21 dan 14-21.

Baca juga: Kalahkan Malaysia, Greysia/Apriyani juara India Open 2019

Baca juga: Greysia/Apriyani lewati Della/Tania ke final India Open 2019

Baca juga: Greysia/Apriani terhenti pada semifinal kejuaraan dunia

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Malaysia, Greysia/Apriyani juara India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri  Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 usai mengalahkan pasangan asal Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Dalam pertandingan final yang berlangsung pada Minggu (31/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India itu, Greysia/Apriyani menaklukkan Chow/Lee dalam dua gim yang berjalan selama 51 menit dengan skor 21-11 dan 25-23.

Greysia/Apriyani melaju ke babak final usai mengalahkan rekan satu timnya Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dalam tiga gim dengan skor 21-9, 19-21 dan 21-5.

Akan tetapi, berdasarkan laman resmi BWF, perwakilan Tim Merah Putih dari sektor ganda campuran, yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tidak berhasil mengikuti langkah Greysia/Apriyani untuk keluar sebagai juara India Open 2019.

Pada babak puncak tersebut, Praveen/Melati dikalahkan oleh pasangan asal China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim selama 34 menit dengan perolehan 13-21 dan 11-21.

Sebelum melangkah ke babak final, Praveen/Melati telah lebih dulu menaklukkan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dalam dua gim dengan skor 21-9 dan 23-21.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, masih ada satu perwakilan Indonesia dari sektor ganda putra yang masih menunggu giliran bertanding, yaitu Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama menghadapi pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Wang Chi Lin.

Pasangan Ricky/Angga sebelumnya di babak semifinal berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah India Attri Manu/Reddy B Sumeeth dalam dua gim dengan perolehan 21-12 dan 21-17.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga perwakilan Indonesia siap tempur di final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Tiga perwakilan dari Indonesia siap bertarung maksimal di babak final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan pada Minggu (31/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor ganda putri, pasangan Indonesia yang akan bertanding yaitu Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhadapan dengan pasangan asal Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.

Greysia/Apriyani melaju ke babak final usai mengalahkan rekan satu timnya Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dalam tiga gim dengan skor 21-9, 19-21 dan 21-5.

Kemudian di sektor ganda putra, Tim Merah Putih diwakili oleh pasangan Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Wang Chi Lin.

Di babak semifinal, Ricky/Angga berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah India Attri Manu/Reddy B Sumeeth dalam dua gim dengan perolehan 21-12 dan 21-17.

Di sektor ganda campuran, perwakilan Indonesia yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang akan menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping yang berasal dari China.

Sebelum melangkah ke babak puncak, Praveen/Melati telah lebih dulu menaklukkan pasangan asal Chinese Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dalam dua gim dengan skor 21-9 dan 23-21.

Pada babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu (31/3) kemarin, satu perwakilan Tim Garuda dari sektor ganda campuran lainnya, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dikalahkan oleh pasangan asal China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim dengan skor 13-21 dan 16-21, sehingga tidak dapat melanjutkan ke babak final.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani lewati Della/Tania ke final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriani Rahayu sukses melewati sesama wakil Indonesia Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah untuk melangkah ke babak final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019.

Dalam partai All-Indonesian semifinal yang berlangsung di Stadion Siri Fort, New Delhi, India, Sabtu, Greysia/Apriani memastikan kemenangan lewat tiga gim yang berjalan selama 46 menit dengan skor 21-9, 19-21 dan 21-5, demikian catatan laman resmi BWF.

Greysia/Apriani bakal menghadapi wakil Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean yang berhasil menyingkirkan pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 18-21,21-19, 21-19, dalam partai final yang akan dilangsungkan Minggu (31/3).

Selain di sektor ganda putri, Indonesia juga sukses menempatkan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ke partai final ganda campuran, usai mereka menaklukkan wakil China Taipei Lee Yang/Yang Ching Tun dua gim langsung 21-9 dan 23-21.

Sayangnya, All-Indonesian final gagal tercipta di sektor ganda campuran, lantaran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja disingkirkan pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua gim selama 35 menit dengan perolehan 13-21 dan 16-21.

Indonesia masih berpeluang satu wakil lagi di final sektor ganda putra, di mana Ricky Karanda Suwandi/Angga Pratama masih menunggu giliran bertanding menghadapi pasangan tuan rumah Attri Manu/Reddy B Sumeeth di babak semifinal.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di semifinal India Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di semifinal India Open

Jakarta (ANTARA) – Lima wakil Indonesia siap tampil maksimal di babak semifinal turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang akan berlangsung pada Sabtu (30/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor ganda putri, ada dua pasangan Indonesia yang akan saling berhadapan satu sama lain, yakni Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Kemudian, di sektor ganda putra hanya ada satu wakil Indonesia, yakni Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan tuan rumah India Attri Manu/Reddy B Sumeeth.

Di sektor ganda campuran, ada dua perwakilan Tim Garuda, antara lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan menghadapi pasangan China Wang Yilyu/Huang Dongping dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Lee Yang/Yang Ching Tun yang berasal dari Chinese Taipei.

Pada babak perempat final yang berlangsung pada Jumat (29/3) kemarin, hanya ada satu wakil Tim Merah Putih yang tidak lolos ke babak semifinal, yaitu Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang dikalahkan oleh rekan satu timnya Hafiz/Gloria dengan skor 17-21 dan 14-21.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Indonesia pastikan satu wakil ganda putri ke final India Open
Baca juga: Indonesia pastikan satu wakil ganda campuran ke semifinal India Open

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pastikan satu wakil ganda putri ke final India Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memastikan satu perwakilan dari sektor ganda putri melangkah hingga ke babak final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Tiket menuju final tersebut dipastikan melalui pertemuan dua perwakilan ganda Indonesia di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (30/3) besok, yakni Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Pada babak perempat yang berlangsung pada Jumat (29/3), Della/Tania berhasil mengalahkan pasangan asal Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dalam tiga gim yang berjalan selama 57 menit dengan skor 16-21, 21-14 dan 21-12.

Sedangkan Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan tuan rumah India Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki dalam dua gim yang berjalan selama 37 menit dengan perolehan 21-10 dan 21-18.

Berkaitan dengan laga semifinal tersebut, Della mengaku akan bermain secara lepas, tanpa beban namun tetap mengerahkan seluruh daya dan upaya, mengingat lawan yang akan dihadapinya merupakan teman sendiri.

“Kami sudah tahu permainan mereka (Greysia/Apriyani) seperti apa, dan mereka juga sudah tahu seperti apa gaya permainan kami. Jadi, kami akan bermain tanpa beban, nothing to lose, tapi tetap all out di lapangan,” kata Della melansir badmintonindonesia.org, Jumat.

Di babak perempat final hari ini, bersama dengan Tania, Della mengaku sempat melakukan banyak kesalahan sendiri karena terburu-buru ingin terus menyerang lawan tanpa memain-mainkan bolanya terlebih dahulu.

“Tadi kami bermain dengan pola kami seperti biasanya. Di gim pertama, kami banyak melakukan kesalahan sendiri karena langsung mencoba mematikan lawan. Padahal seharusnya bola itu diolah terlebih dahulu, baru kemudian bisa mematikan lawan. Itu yang kami pelajari tadi,” ujar Della.

Di sisi lain, dia mengakui permainan rekannya sejauh ini sudah cukup baik dan mulai mampu mengimbanginya, meskipun usia Tania lebih muda darinya.

“Menurut dia, semakin lama permainannya (Tania) semakin baik. Dia sudah bisa mengikuti permainan saya. Teknik-teknik bola belakangnya juga bagus,” ungkap Della.

Selain Della/Tania dan Greysia/Apriyani, masih ada tiga perwakilan Tim Garuda yang berhasil lolos ke babak semifinal, antara lain satu ganda putra Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama dan dua ganda campuran, yakni Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda putri Indonesia lolos ke semifinal India Open

Jakarta (ANTARA) – Dua pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke semifinal India Open 2019 yang digelar di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Pada babak perempat final yang berlangsung Jumat ini, Della/Tania mengalahkan pasangan Malaysia Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dalam tiga gim 6-21, 21-14 dan 21-12 selama 57 menit. Sedangkan Greysia/Apriyani menumbangkan pasangan tuan rumah India Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki 21-10 dan 21-18 dalam waktu 37 menit.

Della/Tania dan Greysia/Apriyani melaju ke babak semifinal yang akan dilaksanakan pada Sabtu esok (30/3), tulis BWF dalam laman resminya.

Selain ganda putri, ganda putra Indonesia yang diwakili Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama juga sukses melangkah ke semifinal usai mengalahkan pasangan Malaysia Mohamad Arif Ab Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub dalam tiga gim 21-18, 14-21 dan 21-17.

Pada sektor ganda campuran, pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menyusul ke semifinal setelah menaklukkan Rodion Alimov/Alina Davletova dari Rusia dalam tiga gim 19-21, 22-20 dan 21-13.

Masih ada dua wakil  Indonesia yang sedang bertanding pada turnamen ini, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan rekan satu timnya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen super 500 itu mencapai 350.000 dolar AS.

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019
Baca juga: Enam wakil Indonesia siap berlaga di perempat final India Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hendra/Ahsan bersiap hadapi Malaysia dan Singapore Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terus mempersiapkan diri untuk menghadapi dua turnamen, yakni Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019.

Meskipun baru saja memenangkan gelar juara All England 2019, baik Hendra maupun Ahsan tidak memasang target juara untuk kedua turnamen bulu tangkis tersebut.

“Walaupun kemarin juara All England, sekarang kami sudah tidak berada di performa terbaik. Target kami ke semifinal, karena persaingannya ketat sekali,” kata Hendra melansir badmintonindonesia.org, Jumat.

Lebih lanjut, dia mengaku sudah melakukan persiapan latihan selama 10 hari jelang Malaysia Open 2019, meskipun idealnya persiapan untuk turnamen harus dilakukan minimal dua pekan sebelumnya.

“Idealnya memang dua pekan, bahkan sampai satu bulan. Namun, akan lebih baik kalau tiap bulan ada pertandingan, jangan sampai menganggur. Dulu saya pernah begitu, tapi sekarang tiap bulan ada turnamen,” tutur Hendra.

Sementara itu, bagi keduanya, salah satu pasangan ganda putra yang menjadi pesaing terberat saat ini adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

“Semua saingan berat, banyak yang lebih muda dan lebih bagus dari kami. Salah satunya Kevin/Marcus, berat untuk dihadapi karena mereka sedang berada di performa terbaiknya,” ungkap Hendra.

Indonesia mengirimkan sejumlah pemain terbaik untuk berlaga di Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019, di antaranya Kevin/Marcus, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan masih banyak lagi.

Turnamen Malaysia Open 2019 super 750 akan diselenggarakan pada 2 hingga 7 April 2019 di Axiata Arena, Malaysia dengan total hadiah mencapai 750.000 dolar AS.

Sedangkan turnamen Singapore Open 2019 super 500 akan berlangsung pada 9 hingga 14 April 2019 di Singapore Indoor Stadium, Singapura dengan total hadiah 355.000 dolar AS.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam wakil Indonesia siap berlaga di perempat final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak enam wakil Indonesia siap berlaga pada  babak perempat final turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang berlangsung Jumat ini di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, di sektor ganda putri, ada dua pasangan Indonesia yang akan bertanding, yaitu Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah berhadapan dengan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen dari Malaysia dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan tuan rumah Ashwinni Ponnappa/Reddy N Sikki.

Kemudian, di sektor ganda putra hanya ada satu pasangan, yakni Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan asal Malaysia Mohamad Arif Ab Latif/Nur Mohd Azriyn Ayub.

Di sektor ganda campuran, ada tiga pasangan Indonesia, yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang akan menghadapi sesama ganda Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Rodion Alimov/Alina Davletova yang berasal dari Rusia.

Pada babak kedua yang berlangsung pada Kamis (28/3), hanya ada satu wakil Tim Garuda yang tidak berhasil lolos ke babak perempat final, yakni Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet yang dikalahkan oleh Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dengan skor 8-21 dan 11-21.

Sementara itu, wakil Indonesia dari sektor tunggal putra dan tunggal putri sudah lebih dulu terhenti langkahnya di babak pertama turnamen tersebut. Dua wakil tunggal putra, yaitu Yehezkiel Fritz Mainaky dan Tommy Sugiarto kalah di tangan lawannya masing-masing.

Yehezkiel dikalahkan oleh Sarath Dunna asal India dengan skor 9-21, 21-17 dan 16-21. Sedangkan Tommy ditaklukkan oleh pebulutangkis asal India Subhankar Dey dengan skor 21-14, 20-22 dan 11-21.

Di sektor tunggal putri, Lyanny Alessandra Mainaky ditekuk oleh pemain asal Hong Kong Deng Joy Xuan dengan skor 12-21 dan 13-21, sedangkan Yulia Yosephin Susanto ditumbangkan oleh Chen Xiaoxin dari China dengan skor 15-21 dan 11-21.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Indonesia pastikan satu wakil ganda campuran ke semifinal India Open

Baca juga: Kalahkan ganda tuan rumah, Greysia/Apriyani ke perempat final India

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pastikan satu wakil ganda campuran ke semifinal India Open

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memastikan satu tempat di  semifinal ganda  campuran turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 yang diselenggarakan di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Tiket menuju semifinal tersebut dipastikan melalui pertemuan dua ganda campuran Indonesia di babak perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (29/3), yakni Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebelumnya, di babak kedua, Tontowi/Winny berhasil mengalahkan pasangan asal China Lu Kai/Chen Lu dalam dua gim dengan skor 21-11 dan 21-19. Sedangkan Hafiz/Gloria menaklukkan pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-14.

Berkaitan dengan jalannya turnamen tersebut, Tontowi pun mengaku akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya bersama Winny untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Dalam turnamen ini, yang penting sudah ada satu wakil dari Indonesia yang sampai ke semifinal. Saya dan Winny akan terus berusaha menampilkan kemampuan terbaik kami, semaksimal mungkin,” kata Tontowi dari laman PBSI,  Kamis.

Pada pertandingan babak kedua, bersama Winny, pria berusia 31 tahun itu mengaku bisa bermain dengan penuh konsentrasi dan fokus, bisa mengatur bahkan memegang penuh ritme permainan.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan masih banyak yang masih harus diperbaiki dan ditingkatkan terkait penampilannya bersama Winny di pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Penampilan kami ada peningkatan, terutama dari segi teknis. Komunikasi dan cara bermain juga ada kemajuan. Tapi masih banyak lagi yang perlu ditingkatkan, khususnya mental, belum bisa diuji karena kami baru ikut turnamen besar satu kali di All England 2019,” ungkap Tontowi.

Sebelumnya, Tontowi/Winny pernah berhadapan dengan Hafiz/Gloria di babak kedua turnamen German Open 2019. Pada waktu itu, Hafiz/Gloria menang straight game dengan skor 21-13 dan 28-26.

Baca juga: Kalahkan ganda tuan rumah, Greysia/Apriyani ke perempat final India

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan ganda tuan rumah, Greysia/Apriyani ke perempat final India

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu melaju ke perempat final turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 seusai menaklukkan pasangan tuan rumah di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Dalam pertandingan babak kedua yang berlangsung Kamis itu, Greysia/Apriyani berhasil mengalahkan B Venkata Ramya TulasiBailupudi/Shivani Santosh Singh dalam dua gim yang berjalan selama 23 menit dengan skor 21-6 dan 21-9.

Dengan hasil tersebut, maka Greysia/Apriyani memastikan dapat melaju ke delapan besar yang akan dilaksanakan pada Jumat (29/3) besok, berdasarkan laman resmi BWF.

Sektor ganda putra Indonesia yang diwakili oleh Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama juga melangkah ke perempat final seusai menyingkirkan Mohanraj Elumalai/Velavan Vasudevan asal India dalam dua gim selama 19 menit dengan perolehan 21-9 dan 21-17.

Sebelumnya, sudah ada tiga perwakilan dari Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final. Pertama, ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang mengalahkan Lu Kai/Chen Lu asal China dengan skor 21-11 dan 21-19.

Kedua, ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang sukses menekuk pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-14.

Ketiga, di sektor ganda putri, ada pasangan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah yang menumbangkan Liu Xuanxuan/Xia Yuting dari China dalam tiga gim dengan skor 21-15, 18-21 dan 21-16.

Akan tetapi, pasangan ganda campuran Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet tidak dapat melangkah ke perempat final karena dikalahkan oleh Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dengan skor 8-21 dan 11-21.

Hingga kini, masih ada satu perwakilan Tim Merah Putih yang menunggu giliran untuk bertanding, yaitu pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Baca juga: Tujuh perwakilan Indonesia bertarung pada babak kedua India Open

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tontowi/Winny ke perempat final India Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow mengalahkan pasangan asal China Lu Kai/Chen Lu pada babak kedua turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung Kamis di Stadion Siri Fort, New Delhi, India itu, Tontowi/Winny menumbangkan Lu/Chen dalam dua gim yang berjalan selama 30 menit dengan perolehan 21-11 dan 21-19.

Kemenangan tersebut membawa Tontowi/Winny ke perempat final yang akan dilaksanakan pada Jumat (29/3) besok.

Dikutip dari laman resmi BWF, selain Tontowi/Winny, perwakilan Indonesia yang lolos ke perempat final adalah ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang sukses mengalahkan pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-19 dan 21-14.

Kemudian di sektor ganda putri, ada pasangan Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah yang menumbangkan Liu Xuanxuan/Xia Yuting dari China dalam tiga gim dengan skor 21-15, 18-21 dan 21-16.

Akan tetapi, langkah ganda campuran Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet harus terhenti setelah dikalahkan oleh Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dengan skor 8-21 dan 11-21.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, masih ada tiga perwakilan Tim Merah Putih yang masih menunggu giliran untuk bertanding. Pertama, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan India B Venkata Ramya Tulasi Bailupudi/Shivani Santosh Singh.

Selanjutnya, ganda putra Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan tuan rumah Mohanraj Elumalai/Velavan Vasudevan. Terakhir, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Tujuh perwakilan Indonesia bertarung pada babak kedua India Open

Baca juga: India Open 2019, Hafiz/Gloria menang mudah atas tuan rumah

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuh perwakilan Indonesia bertarung pada babak kedua India Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tujuh perwakilan dari Indonesia akan bertarung pada babak kedua turnamen bulu tangkis Yonex-Sunrise India Open 2019 yang berlangsung pada Kamis (28/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India.

Berdasarkan laman resmi BWF, pada sektor ganda putri, ada dua pasangan Indonesia yang akan berlaga, yaitu Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah berhadapan dengan Liu Xuanxuan/Xia Yuting asal China dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan asal India B Venkata Ramya Tulasi Bailupudi/Shivani Santosh Singh.

Kemudian, pada sektor ganda putra hanya ada satu pasangan, yakni Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama yang nantinya akan bertemu dengan pasangan tuan rumah Mohanraj Elumalai/Velavan Vasudevan.

Sementara itu, pada sektor ganda campuran, ada empat pasangan Indonesia, antara lain Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet yang akan menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping asal China dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melawan pasangan India Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki.

Selanjutnya, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang akan berhadapan dengan pasangan China Lu Kai/Chen Lu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melawan Tang Chun Man/Ng Tsz Yau dari Hong Kong.

Tidak ada perwakilan tim Merah Putih dari sektor tunggal putra dan tunggal putri yang lolos ke babak kedua. Dua pebulu tangkis tunggal putra, yaitu Yehezkiel Fritz Mainaky dan Tommy Sugiarto menelan kekalahan.

Yehezkiel dikalahkan oleh Sarath Dunna asal India dengan skor 9-21, 21-17, 16-21. sementara Tommy ditaklukkan oleh pebulu tangkis asal India Subhankar Dey dengan skor 21-14, 20-22, 11-21.

Pada sektor tunggal putri, Lyanny Alessandra Mainaky ditekuk oleh pemain asal Hong Kong Deng Joy Xuan dengan skor 12-21, 13-21, sedangkan Yulia Yosephin Susanto ditumbangkan oleh Chen Xiaoxin dari China dengan skor 15-21, 11-21.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar AS.

Baca juga: India Open 2019, Hafiz/Gloria menang mudah atas tuan rumah

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

India Open 2019, Hafiz/Gloria menang mudah atas tuan rumah

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah Raju Mohamed Rehan/J Anees Kowsar dalam turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (27/3) di Stadion Siri Fort, New Delhi, India, itu Hafiz/Gloria megalahkan pasangan tuan rumah dalam dua gim yang berlangsung selama 22 menit dengan skor 21-10 dan 21-10.

“Hari ini memang lawan kami belum terlalu berat, namun kami tetap waspada. Tadi kami bermain dengan pola kami seperti biasa,” kata Hafiz seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Rabu.

Lebih lanjut, pria yang kini berusia 24 tahun itu juga mengakui jika pertandingan babak pertama tersebut dimanfaatkan untuk beradaptasi dengan kondisi di lapangan dan dia tidak menemui banyak permasalahan berarti.

“Kami memang memanfaatkan pertandingan pertama itu sekaligus untuk beradaptasi dengan lapangan. Kami merasakan ada angin sedikit, tapi itu tidak terlalu bermasalah,” tutur Hafiz.

Sementara itu, senada dengan Hafiz, Gloria juga mengakui belum banyak menemui permasalahan pada pertandingan babak pertama tersebut. Dia pun berharap bisa melaju terus hingga sampai ke babak semifinal.

“Pada turnamen kali ini, kami berharap minimal bisa sampai babak semifinal. Kami ingin sekali mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya supaya bisa bertanding di Olimpiade 2020 mendatang,” ungkap Gloria.

Di babak kedua yang akan berlangsung pada Kamis (28/3), Hafiz/Gloria akan kembali berhadapan dengan pasangan tuan rumah Pranaav Jerry Chopra/Reddy N Sikki.

Turnamen Yonex-Sunrise India Open 2019 berlangsung mulai 26 hingga 31 Maret 2019 di Stadion Siri Fort, New Delhi, India. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen bulu tangkis level super 500 itu mencapai 350.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelatih tidak terkejut dengan kemenangan Della-Tania atas Rizki-Ketut

Jakarta (ANTARA) – Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian mengaku tidak terkejut dengan hasil kemenangan yang didapat Della Destiara Haris-Tania Oktaviani Kusumah atas rekan senegara Rizki Amelia Pradipta-Ni Ketut Mahadewi Istarani di babak pertama kejuaraan India Open 2019.

Pasangan unggulan ketujuh ini menang dengan dua set langsung dan skor 21-16 dan 21-18.

“Kalau masalah hasil, dibilang mengejutkan sih tidak juga. Della kan pemain senior dan Tania juga bukan pemain yang tanpa kualitas. Kalau standar mainnya masih jauh dari seniornya, tidak mungkin saya pasangkan dengan Della,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Rizki sebelumnya berpasangan dengan Della, namun keduanya dipisah dan Della dipasangkan dengan Tania yang merupakan pemain yang lebih muda.

Sebagai pemain senior, Della sudah memiliki banyak jam terbang, sedangkan Tania pun bisa mengimbangi permainan pasangannya yang lebih berpengalaman tersebut.

“Rizki-Ketut tidak pada permainan terbaik mereka, pola mainnya tidak berkembang selama pertandingan tadi,” tutur Eng menerangkan.

PBSI mengirim tiga wakil ganda putri ke India Open 2019, yaitu pasangan unggulan pertama Greysia Polii-Apriyani Rahayu, yang sudah melewati babak pertama dengan mengalahkan Chang Ching Hui-Yang Ching Tun (Taiwan) dengan skor 21-14 dan 21-15.

Meskipun menyandang status juara bertahan, Eng ingin lebih fokus pada pengembalian kepercayaan diri Greysia-Apriyani yang belum mendapat hasil maksimal di beberapa pertandingan belakangan, termasuk di dua turnamen Eropa di German Open 2019 dan All England 2019.

“Untuk Greysia-Apriyani, saya mau lebih fokus supaya mereka dapat menemukan kepercayaan diri dan performa mereka dulu setelah hasil yang kurang bagus di turnamen Eropa kemaren,” kata Eng.

Sementara itu, pasangan Pia Zebadiah Bernadet-Anggia Shitta Awanda dari klub Jaya Raya yang juga ambil bagian dalam kejuaraan level Super 500 ini harus terhenti dari pasangan asal China Liu Xuanxuan-Xia Yuting dengan skor 10-21, 19-21.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susi: Badminton Asia Mixed pengalaman bagus untuk pemain muda

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti mengatakan Badminton Asia Mixed Team Championship 2019 yang digelar di Hong Kong menjadi ajang yang bagus untuk menambah jam terbang serta pengalaman bagi atlet-atlet muda.

“Kejuaraan itu merupakan pengalaman yang baik bagi atlet-atlet muda, karena selanjutnya mereka yang akan jadi ujung tombak Indonesia,” kata Susi melalui siaran pers, Minggu.

Dari kejuaraan tersebut, menurut dia, masih banyak yang harus dipelajari dan ditingkatkan oleh para pebulutangkis muda tanah air, diantaranya daya tahan, fokus dan konsentrasi serta kecepatan beradaptasi dengan lapangan.

“Sering sekali ada kejadian ketika pemain kita sudah unggul, tapi malah lengah karena hilang fokus dan konsentrasi,” ujar Susi.

Baca juga: Susy: Kekalahan di Asia Mixed Team harus jadi pembelajaran
 

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengungkapkan hal lain yang harus dipelajari dan dilatih lagi, yakni pola dan strategi permainan.

“Contohnya, ada beberapa kali servis nyangkut, padahal itu tidak boleh. Ada juga pemain yang main cepat terus, tidak dipelankan. Saya lihat mereka masih belum cepat tanggap dengan pola-pola seperti itu,” ungkap Susi.

Oleh karena itu, dia pun meminta agar para pebulutangkis muda dapat terus berlatih, sehingga mampu memberikan hasil yang lebih baik lagi pada pertandingan berikutnya.

Badminton Asia Mixed Team Championships atau Ton Yun Kai Cup 2019 diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong pada 19 hingga 24 Maret 2019.

Dalam kejuaraan tersebut, langkah Indonesia terhenti di babak semifinal usai dikalahkan oleh Jepang dengan skor 3-0 pada Sabtu (22/3).

Baca juga: Dikalahkan Jepang, langkah Indonesia ke final Asia Mixed Team terhenti

Kekalahan pertama dialami oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra usai menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, pebulutangkis tunggal putri Ruselli Hartawan juga tidak mampu mengatasi serangan Sayaka Takahashi dan berujung pada kekalahan dengan skor 15-21 dan 15-21.

Terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito juga harus menyerah di tangan Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Babak final kejuaraan tersebut mempertemukan Jepang dengan China dan pertandingannya dilaksanakan pada Minggu (24/3). China berhasil keluar sebagai pemenang setelah menumbangkan Jepang dengan skor 3-2.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy: Kekalahan di Asia Mixed Team harus jadi pembelajaran

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan kekalahan Tim Garuda pada semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pemain.

“Kekalahan itu tentu saja harus menjadi pembelajaran untuk semua pemain supaya kedepannya bisa bermain dengan lebih baik lagi,” kata Susy melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Berkaitan dengan kekalahan tersebut, menurut dia, penampilan para atlet sebenarnya bisa lebih baik. Dia menilai masih ada pemain yang kurang maksimal permainannya dan ada juga yang salah menerapkan strategi.

“Untuk Shesar Hiren Rhustavito, sudah sesuai harapan, sudah maksimal. Tapi untuk yang lain, saya berharap lebih dari itu. Ada yang mainnya belum maksimal, ada yang strateginya agak salah. Penampilan para atlet sebetulnya bisa lebih baik,” ujar Susy.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengungkapkan penampilan Indonesia di babak semifinal sudah sesuai dengat target mengingat tidak adanya pemain inti yang diboyong dalam kejuaraan tersebut.

“Sesuai prediksi kami, targetnya semifinal. Bukannya tidak mau juara, tapi kami lihat dari kekuatan, kami realistis saja. Kami juga tidak membawa pemain inti, begitu pun negara lain. Secara target dan keseluruhan, semua berjalan lancar,” ungkap Susy.

Dalam pertandingan semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung pada Sabtu (23/3), Jepang mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Kekalahan pertama dialami oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra usai menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, pebulutangkis tunggal putri Ruselli Hartawan juga tidak mampu mengatasi serangan Sayaka Takahashi dan berujung pada kekalahan dengan skor 15-21 dan 15-21.

Terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito juga harus menyerah di tangan Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Sementara itu, saat ini masih ada dua negara yang harus bertarung untuk memenangkan tiket ke babak final dan bertemu dengan Jepang, yakni Hong Kong dan China yang baru akan bertanding pada pukul 19.00 waktu Hong Kong.

Baca juga: Dikalahkan Jepang, langkah Indonesia ke final Asia Mixed Team terhenti

Baca juga: Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Baca juga: Indonesia diharapkan lebih maksimal di semifinal Asia Mixed Team

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dikalahkan Jepang, langkah Indonesia ke final Asia Mixed Team terhenti

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia gagal melaju ke babak final usai dikalahkan oleh Jepang dengan skor 3-0 dalam semifinal Badminton Asia Mixed Team 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Berdasarkan laman tournamentsoftware.com, tiga sektor perwakilan tim Indonesia mengalami kekalahan berturut-turut dalam pertandingan yang berlangsung pada Sabtu (23/3).

Sektor pertama, yaitu pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra ditekuk oleh Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam dua gim yang berjalan selama 32 menit dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, kekalahan juga dialami Tim Garuda dari sektor tunggal putri yang diwakili oleh Ruselli Hartawan. Dalam dua gim yang berlangsung selama 36 menit itu, Ruselli dikalahkan oleh Sayaka Takahashi dengan perolehan 15-21 dan 15-21.

Di sektor ketiga, sekaligus menjadi penentu bagi Indonesia, pebulutangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito ditumbangkan oleh Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

Selain tiga sektor itu, Indonesia juga sudah menyiapkan dua sektor lainnya untuk berlaga di semifinal, yaitu pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow.

Akan tetapi, dengan skor tersebut, Indonesia tidak dapat lagi melanjutkan pertandingan maupun melangkah ke babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

Sementara itu, saat ini masih ada dua negara yang harus bertarung untuk memenangkan tiket ke babak final dan bertemu dengan Jepang, yakni Hong Kong dan China yang baru akan bertanding pada pukul 19.00 waktu Hong Kong.

Baca juga: Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Baca juga: Susi Susanti puji penampilan Indonesia perempat final Asia Mixed Team

Baca juga: Shesar penentu Indonesia lolos ke semifinal Asia Mixed Championship

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra Sabar-Frengky kecewa dengan hasil lawan Jepang

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra merasa kecewa karena kalah dari Takuro Hoki-Yugo Kobayashi 11-21 dan 18-21 pada babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

“Kami kecewa dengan hasil ini. Tapi kami sudah berusaha yang terbaik. Mohon maaf karena belum bisa menyumbang poin. Mudah-mudahan wakil yang selanjutnya bisa sumbang poin untuk Indonesia,” ujar Sabar melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Laga yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong ini, merupakan pertemuan perdana antara Sabar-Frengky dan Kobayashi-Hoki.

Di gim pertama, Sabar-Frengky langsung di bawah penguasaan lawan dan tak mampu melampaui perolehan angka Kobayashi-Hoki hingga berakhir dengan 11-21.

Masuk ke gim dua, Sabar-Frengky memulai dengan cukup baik dan sempat memimpin angka hingga 14-10.

Akan tetapi pasangan ganda putra Jepang justru bisa menyusul dengan ketat dan berbalik unggul.

Sabar-Frengky pun akhirnya menyerah usai 32 menit bermain.

“Mereka berdua mainnya rapih. Sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tapi mereka lebih tahan dan sabar. Dan mereka bisa dapat poin dari kesalahan kami sendiri,” kata Sabar.

“Di gim kedua saat sudah unggul 14-10 terus terkejar kami agak terburu-buru. Padahal sebenarnya sudah enak mainnya. Dari pelatih sudah dikasih tahu strateginya, tapi kami baru bisa menerapkan di gim kedua,” ujar Frengky menambahkan.

Baca juga: Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Semifinal Asia Mixed Team, Sabar/Frengky gantikan Fajar/Rian

Kami melihat kondisi dan performa Fajar/Rian sedang menurun

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra akan bermain dalam babak semifinal Badminton Asia Mixed Team Championship 2019 menghadapi Jepang pada Sabtu (23/3).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong itu, Sabar/Frengky menggantikan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang telah lebih dulu berlaga di babak penyisihan grup dan perempat final.

Menurut Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti, kondisi Fajar/Rian saat ini kurang baik, terutama fokus dan konsentrasinya tengah menurun.

“Kami melihat kondisi dan performa Fajar/Rian sedang menurun, terutama fokus dan konsentrasinya. Jadi, kami putuskan untuk menurunkan Sabar/Frengky,” kata Susy melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu mengungkapkan diturunkannya Sabar/Frengky merupakan bagian strategi timnya untuk mencari poin.

Di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (23/3) pukul 13.00 waktu Hong Kong, Indonesia akan berhadapan dengan Jepang yang sebelumnya telah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0.

Pasangan ganda putra Sabar/Frengky nantinya akan melawan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Kemudian, tunggal putri Ruselli Hartawan akan menghadapi Sayaka Takahashi dan tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melawan Kanta Tsuneyama.

Sementara itu, pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta akan berhadapan dengan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Baca juga: Susi Susanti puji penampilan Indonesia perempat final Asia Mixed Team

Baca juga: Susi Susanti: Hendra/Ahsan semangat baru Indonesia menuju Olimpiade

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia diharapkan lebih maksimal di semifinal Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti berharap agar seluruh atlet tampil lebih maksimal saat melawan Jepang di babak semifinal Badminton Asia Mixed Team 2019 yang berlangsung di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

“Saya berharap para pemain kita besok bisa bermain lebih bagus lagi, lebih maksimal lagi karena perlawanan mungkin akan lebih ketat,” kata Susi melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Susi Susanti puji penampilan Indonesia perempat final Asia Mixed Team

Menurut dia, tim Jepang memiliki susunan pemain yang bagus dan merata. Dia pun memperkirakan pertandingan semifinal itu nanti akan berlangsung dengan sangat ketat.

“Jepang memang punya pemain-pemain yang bagus dan merata. Tapi kalau para atlet kita bisa tampi maksimal, all out, kami yakin peluang untung menang itu pasti ada,” tutur Susi.

Sejauh ini, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu menilai penampilan para atlet tanah air sudah cukup baik. Namun, dia tetap meminta agar para atlet lebih bersemangat lagi.

“Saya lihat penampilan para atlet sejauh ini cukup bagus. Semoga bisa lebih bagus lagi nanti. Untuk strategi, besok kami akan lihat siapa yang lebih siap, maka itu yang akan dikerahkan,” ungkap Susi.

Di babak semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu (23/3) besok, Indonesia akan berhadapan dengan Jepang. Sebelumnya, Jepang telah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-0.

Sementara itu, masih ada empat negara yang masih bertarung memperebutkan tiket ke semifinal, yaitu China berhadapan dengan Thailand dan Hong Kong melawan Taiwan.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Shesar penentu Indonesia lolos ke semifinal Asia Mixed Championship

Jakarta (ANTARA) – Kemenangan Shesar Hiren Rhustavito atas Loh Kean Yew asal Singapura dengan skor 17-21, 21-14 dan 21-7 di partai ketiga babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 di Hong Kong, Jumat sukses membawa tim Indonesia ke babak semifinal.

“Senang alhamdulillah bisa menang, membawa satu poin untuk Indonesia. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi, kalau dipercaya turun, saya ingin menyumbangkan poin terus,” kata Shesar melalui keterangan resmi yang diterima media di Jakarta.

Sebelumnya, dua poin untuk Indonesia diperoleh melalui kemenangan pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto dan tunggal putri Ruselli Hartawan. Dengan demikian tim Indonesia unggu 3-0 atas Singapura.
Baca juga: Fajar-Rian amankan poin pertama perempat final Asia Mixed Team

Mengawali pertandingannya di gim pertama, Shesar harus tertinggal 4-12 dari Loh, yang kemudian sempat mencoba mengubah strateginya di gim yang sama. Namun, akibat jarak skor sudah terlalu jauh, pemain kelahiran Sukoharjo ini pun tak bisa menghindar dari kekalahan.

Kekalahan di gim pertama membuat semangat Shesar bertambah. Pelan tapi pasti pemain yang sering keluar masuk pelatnas ini mampu mengendalikan permainan di dua gim berikutnya. Kemenangan akhirnya dapat diraih setelah unggul  21-14 dan 21-7.

“Start awal saya ketinggalan, dia langsung mempercepat permainan. Terus poinnya juga ketinggalan jauh, dari situ saya coba mengubah strategi. Di gim pertama strateginya sudah ketemu, tapi poin sudah kejauhan. Jadi strategi tadi saya terapkan di gim kedua dan tiga,” kata atlet besutan PB Djarum tersebut.

Shesar dan Loh sebelumnya pernah sekali bertemu di Yonex Sunrise Indonesian Masters 2015. Namun, saat itu Shesar kalah dengan skor 17-21, 21-15 dan 19-21.

“Tadi saya lebih ke persiapan mentalnya, saya mau tahan apa nggak. Karena tipenya dia kan menyerang dan reli. Jadi saya bersiap capek. Kuncinya di situ,” kata Shesar menambahkan.

Berikut hasil lengkap pertandingan Indonesia melawan Singapura yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong.

Ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Loh Kean Hean/Toh Han Zhou: 21-16, 19-21, 21-19
Tunggal putri: Ruselli Hartawan vs Yeo Jia Min: 21-14, 21-18
Tunggal putra: Shesar Hiren Rhustavito vs Loh Kean Yew: 17-21, 21-14, 21-7
Ganda putri: Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta vs Lim Ming Hui/Putri Sari Dewi Citra: (tidak dimainkan)
Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow vs Danny Bawa Chrisnanta/Tan Wei Han: (tidak dimainkan).
Baca juga: Tim bulu tangkis putri Indonesia melangkah ke perempat final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Russeli sumbang poin kedua Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Tanah Air Russeli Hartawan menyumbangkan poin kemenangan kedua bagi Indonesia di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

Poin kedua tersebut dimenangkan oleh Russeli usai mengalahkan pebulutangkis asal Singapura Yeo Jia Min dalam dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-18 pada Jumat (22/3).

Bagi Russeli, kemenangan tersebut sekaligus membalas kekalahannya atas Yeo Jia Min pada pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Jerman Terbuka 2019 dengan skor 20-22 dan 10-21.

“Di Jerman Terbuka, saya kalah karena banyak melakukan kesalahan. Sekarang saya bisa main lebih enak, kalah angin. Saya manfaatkan saja kondisi itu,” kata Russeli seperti dikutip dari laman badmintonindonesia.org, Jumat.

Meskipun demikian, perempuan kelahiran Jakarta itu mengaku masih banyak yang harus diperbaiki dari penampilannya tersebut, sehingga ke depannya bisa tampil lebih baik lagi.

“Masih ada yang harus saya perbaiki. Saya masih bermain buru-buru. Bola yang seharusnya mati, malah nyangkut. Hal-hal seperti itu harus dikurangi lagi, ke depan harus lebih baik,” ungkap Russeli.

Selain Russeli, perwakilan Indonesia yang bermain di babak perempat final menghadapi Singapura, antara lain ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Loh Kean Hean/Toh Han Zhou dan tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melawan Loh Kean Yew.

Kemudian, pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta berhadapan dengan Lim Ming Hui/Putri Sari Dewi Citra dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow melawan Danny Bawa Chrisnanta/Tan Wei Han.

Baca juga: Fajar-Rian amankan poin pertama perempat final Asia Mixed Team

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar-Rian amankan poin pertama perempat final Asia Mixed Team

Kuncinya kami jaga fokus dan komunikasi, yang penting yakin

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto berhasil mengamankan poin pertama di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, Jumat, melalui keunggulan 21-16, 19-21 dan 21-19 dari pasangan Singapura Loh Kean Hean-Toh Han Zhou.

Keduanya mengakui bahwa mereka sempat mengalami kesulitan pada pertandingan kali ini, setelah menang di gim pertama, justru tertekan di gim berikutnya.

“Lawan sangat bagus. Permainannya bagus, semangat dan tanpa beban juga. Gim kedua kami kalah angin, semua pukulan rasanya berat. Di gim pertama kami menang angin, tidak terlalu banyak tenaga yang kami keluarkan,” kata Fajar melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Mereka pun terpaksa menyerahkan gim kedua untuk Loh-Toh dan melanjutkan pertarungan ke gim ketiga yang jadi fase penentu.

Di gim ketiga, skor ketat terus terjadi dari awal hingga akhir, namun beruntung akhirnya Fajar-Rian berhasil mengatasi hal tersebut dan merebut kemenangan 21-19.

“Kuncinya kami jaga fokus dan komunikasi, yang penting yakin. Sebelum poin 21, kami harus yakin bisa,” tutur Rian menceritakan.

Unggul 1-0 dari Singapura, pertandingan kini tengah memainkan partai tunggal putri Ruselli Hartawan melawan Yeo Jia Min.

Dilihat dari catatan pertemuannya, Ruselli dan Yeo sejauh ini imbang 1-1. Pertemuan terakhir mereka terjadi di German Open 2019, yang saat itu Ruselli kalah 20-22 dan 10-21.

Baca juga: Indonesia optimistis hadapi Singapura pada perempat final
Baca juga: Ketut/Rizki ingin tampil lebih baik di perempat final Asia Mixed Team

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketut/Rizki ingin tampil lebih baik di perempat final Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri bulu tangkis Indonesia Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta mengaku ingin bermain lebih baik di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Sebelumnya, di babak penyisihan Grup C melawan Thailand, Ketut/Rizki berhasil menumbangkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dalam dua gim yang berlangsung selama 36 menit dengan skor 21-13 dan 21-11.

“Untuk babak berikutnya, di perempat final nanti, kami ingin tampil lebih baik. Kami ingin bisa main dengan lebih konsisten. Kami juga ingin meningkatkan kemampuan secara individu,” kata Ketut seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Kamis.

Pada saat pertandingan penyisihan Grup C melawan Thailand, perempuan yang kini berusia 24 tahun itu mengaku tidak menemui banyak kesulitan. Berbagai kendala juga sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari.

“Kami sudah mengetahui sebagian besar permainan mereka (Thailand), karena sebelumnya kami pernah berhadapan dengan mereka. Kami juga diingatkan untuk terus mengantisipasi kendala-kendala yang kami temui di lapangan,” ujar Ketut.

Sementara itu, senada dengan Ketut, Rizki juga mengaku ingin tampil lebih baik dan lebih maksimal lagi pada pertandingan selanjutnya. Dia berharap dapat terus menyumbangkan poin kemenangan bagi Indonesia, terutama dari sektor ganda putri.

“Kami akan berusaha untuk bermain lebih baik lagi, lebih maksimal, lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi. Bahkan kalau bisa, kami ingin supaya sektor ganda putri bisa terus menyumbangkan poin,” ungkap Rizki.

Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final sekaligus menjadi juara Grup C usai mengalahkan Thailand dengan skor 4-1 pada Kamis (21/3). Sebelumnya, pada Selasa (19/3), Indonesia mengalahkan Sri Lanka dengan skor 5-0.

Selain Indonesia bersua Singapura, babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 juga akan mempertemukan Jepang dengan Malaysia, Taiwan dengan Hong Kong dan Tiongkok dengan Thailand. Babak perempat final akan dilaksanakan pada Jumat (22/3).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia lolos ke perempat final Asia Mixed Team 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong, 19 – 24 Maret 2019.

Selain lolos ke babak perempat final, Indonesia juga berhasil keluar menjadi juara Grup C usai merebut kemenangan 4-1 dari tim Thailand pada Kamis.

Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menyumbangkan poin kemenangan pertama bagi Tim Merah Putih setelah menundukkan Tinn Isriyanet/Tanupat Viriyangkura dengan skor 21-18, 21-14.

Kemudian, poin kemenangan kedua diperoleh dari laga tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menumbangkan Suppanyu Avihingsanon dengan skor 21-11, 21-15.

Poin kemenangan ketiga dihasilkan melalui penampilan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow dengan mengalahkan Nipitphon Phuangphuapet/Savitree Amitrapai dengan perolehan 21-15, 21-11.

Terakhir, poin kemenangan berasal dari pasangan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta usai menyingkirkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dengan skor 21-13, 21-11.

Indonesia hanya mengalami satu kekalahan, yakni di sektor tunggal putri yang diwakili oleh Fitriani. Bermain di partai kedua, Fitriani harus menyerah di tangan ornpawee Chochuwong dengan skor 21-16, 17-21, 13-21.

Sebelum menghadapi Thailand, Tim Merah Putih telah lebih dulu meraih kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0. Dengan demikian, Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final sekaligus menjadi juara Grup C.

Pada perempat final, Indonesia masih menunggu pengundian lawan yang akan berlangsung setelah semua pertandingan hari Kamis (21/3) selesai. Pertandingan babak penyisihan grup mengirimkan delapan negara, yaitu Jepang, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Indonesia, Thailand, Tiongkok dan Malaysia.

Baca juga: Fajar-Rian amankan poin pertama Asia Mixed Team Championship
Baca juga: Fitriani ditundukkan pemain Thailand pada penyisihan Asia Mixed Team

 

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia optimistis hadapi Singapura pada perempat final

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia optimistis menghadapi tim Singapura pada babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang akan berlangsung pada Jumat (22/3) di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

“Kami optimistis menghadapi Singapura, dan kami juga punya peluang untuk lolos sampai ke babak semifinal, seperti yang sudah kami targetkan,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, apabila dilihat dari kekuatan pemain, atlet-atlet Indonesia masih lebih unggul dibandingkan Singapura. Selain itu, dilihat dari daftar unggulan, Indonesia masih memimpin di peringkat tiga, sedangkan Singapura peringkat sembilan.

“Memang kalau dilihat-lihat lagi, Indonesia lebih unggul dari Singapura. Akan tetapi, kita tidak boleh lengah. Siapapun yang menjadi lawan, kita harus tetap fokus dan serius. Jangan menganggap remeh lawan,” ujar Susi.

Sejauh ini, perempuan yang juga menjabat sebagai manajer tim bulu tangkis Indonesia di kejuaraan itu pun menilai penampilan tim Garuda sudah jauh lebih baik. Namun dia tetap meminta agar masing-masing pemain terus meningkatkan kemampuannya.

“Penampilan para atlet sejauh ini sudah jauh lebih baik. Mungkin saat lawan Sri Lanka masih ada yang adaptasi. Saat lawan Thailand juga ada perubahan strategi. Tapi yang penting, kondisi atlet bisa maksimal, tetap fit dan tidak ada yang sakit,” ungkap Susi.

Indonesia dipastikan lolos ke babak perempat final sekaligus menjadi juara Grup C usai mengalahkan Thailand dengan skor 4-1 pada Kamis (21/3). Sebelumnya, pada Selasa (19/3), Indonesia mengalahkan Sri Lanka dengan skor 5-0.

Selain Indonesia, babak perempat final kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 juga akan mempertemukan Jepang dan Malaysia, Taiwan melawan Hong Kong dan Tiongkok menghadapi Thailand.

Baca juga: Indonesia lolos ke perempat final Asia Mixed Team 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani ditundukkan pemain Thailand pada penyisihan Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Fitriani terpaksa harus rela menerima kekalahan dari pemain Thailand dalam babak penyisihan grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang diselenggarakan di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Bermain di partai kedua babak penyisihan grup C pada Kamis (21/3), Fitriani ditundukkan oleh Pornpawee Chochuwong asal Thailand dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 2 menit dengan skor 21-16, 17-21, dan 13-21.

Pada gim pertama, Fitriani sempat unggul dari lawannya dengan perolehan 21-16. Akan tetapi pada gim kedua dan ketiga, Fitriani mengaku tidak dapat mengambil alih permainan, sehingga berakhir pada kekalahan.

“Angin menjadi kendala saya di gim kedua. Saya jadi lebih susah untuk mengontrol bola dan jadi ragu-ragu juga pertahanannya. Kalau bolanya bisa masuk, tidak masalah. Tapi karena ragu, jadi bolanya nyangkut,” kata Fitriani melansir badmintonindonesia.org, Kamis malam.

Pada gim ketiga, dia kembali bangkit dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Akan tetapi, dia mengakui pada saat itu fokusnya sudah menurun, sehingga banyak pukulan-pukulan lawan yang tidak terprediksi.

“Di gim ketiga, angin sudah tidak menjadi masalah karena lawan juga merasakan hal yang sama. Namun, fokus saya sudah menurun. Ada pukulan atas yang bagus dari lawan, tapi tidak terduga sama saya, tidak kelihatan. Begitu pun ketika saya mau smash, tidak ketebak juga,” ungkap Fitriani.

Hingga berita ini diturunkan, Indonesia saat ini masih unggul dari Thailand dengan skor 2-1. Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menyumbangkan poin kemenangan pertama bagi Tim Merah Putih.

Kemudian, poin kemenangan kedua diperoleh dari laga tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito yang sukses menumbangkan Suppanyu Avihingsanon.

Sementara itu, masih ada dua pertandingan yang harus dijalani oleh Tim Garuda pada Kamis (21/3), yakni ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta melawan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow berhadapan dengan Savitree Amitrapai/Nipitphon Phuangphuapet.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar-Rian amankan poin pertama Asia Mixed Team Championship

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto berhasil menyumbangkan poin pertama untuk Indonesia pada babak penyisihan grup C melawan Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championship 2019, Kamis.

Pada laga yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium Hong Kong itu, Fajar-Rian mengalahkan pasangan Tinn Isriyanet-Tanupat Viriyangkura melalui dua game langsung 21-18 dan 21-14, sehingga memastikan Indonesia sementara unggul 1-0 atas Thailand.

“Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin pertama untuk Indonesia. Mungkin kesulitannya ada di ‘shuttlecock’, karena di dua pertandingan sebelumnya pakai merek yang berbeda, jadi masih ada penyesuaian. Sama lapangan juga ada penyesuaian sedikit,” tutur Rian melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam.

Fajar pun turut menanggapi hasil permainan keduanya, yang dirasa memiliki perbedaan secara teknis jika dibandingkan saat bermain di All England dan Swiss Open.

“Lawannya juga lumayan bagus. Kuncinya di depannya kami lebih berani. Karena di sini bolanya berputar dan kencang, terasa beda dari di All England dan Swiss Open kemarin. Harus penyesuaian lagi,” kata Fajar menjelaskan.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terlibat perjudian olahraga, BWF skors pebulu tangkis Denmark

Jakarta (ANTARA) – Atlet bulu tangkis Denmark, Joachim Persson, dijatuhi hukuman skors selama 18 bulan setelah diduga melanggar kode etik olahraga terkait perjudian hasil pertandingan, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyatakan pada Kamis.

Mantan pebulu tangkis peringkat enam dunia itu dinyatakan bersalah atas empat pelanggaran kode etik, termasuk dugaan terlibat dalam perilaku yang berpotensi melanggar aturan tentang perjudian dalam olahraga.

Atlet berusia 35 tahun itu juga didakwa tidak mau bekerja sama dalam investigasi BWF dan tidak sepenuhnya mengungkap informasi yang diminta secara resmi oleh BWF.

Persson dilarang bermain di berbagai turnamen bulu tangkis dan melakukan fungsi-fungsi administratif lainnya dalam olahraga. Dia juga diperintahkan membayar denda sebesar 4.500 dolar AS kepada BWF.

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bersiap hadapi Thailand pada penyisihan Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia tengah melakukan persiapan untuk menjalani laga penyisihan grup C berikutnya menghadapi Thailand dalam kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Usai menghadapi Sri Lanka pada Selasa (19/3) kemarin, Indonesia akan berhadapan dengan Thailand pada Kamis (20/3). Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti berharap para atlet lebih siap dan lebih konsentrasi saat di lapangan nanti.

“Thailand merupakan tim yang cukup kuat, dan komposisi pemainnya pun jelas lebih kuat dibandingkan Sri Lanka. Jadi, kami harus lebih siap, lebih fokus dan lebih konsentrasi lagi,” kata Susi melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu meminta agar seluruh atlet lebih cepat beradaptasi dengan kondisi si lapangan. Jelang pertandingan kontra Thailand tersebut, dia pun akan mengatur strategi dan komposisi pemain yang tepat.

Di atas kertas, menurut dia, kekuatan Indonesia masih lebih diunggulkan dengan menduduki peringkat tiga. Sedangkan Thailand berada di peringkat lima daftar unggulan tim.

“Yang pasti, kami akan mengatur strategi dan komposisi pemain, siapa cocok lawan siapa, dan lain-lain. Kami juga meminta kepada semua pemain agar lebih cepat dalam beradaptasi, terutama mengenai kondisi lapangan,” ungkap Susi.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Babak penyisihan grup Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 akan mengirim dua tim ke babak perempat final. Indonesia saat ini memimpin puncak grup C setelah mengantongi satu kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0.

Sementara itu, Thailand baru akan menjalani laga perdananya pada Rabu (20/3) malam melawan Sri Lanka.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lee Chong Wei urung berlaga pada Malaysia Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Raksasa bulu tangkis Lee Chong Wei mundur dari Malaysia Terbuka yang diadakan bulan depan, walaupun sudah dinyatakan sehat bugar setelah menderita kanker. Keputusan ini membuat impiannya berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020 dalam bahaya.

Lee disarankan tim dokter untuk menghindari stres demi memulihkan tubuhnya, kata Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dalam pernyataan seperti dikutip AFP, setelah pemain berusia 36 tahun itu pergi ke Taiwan untuk pemeriksaan pascatindakan.

“Demi mencegah badannya berada di bawah stres yang tidak perlu, Chong Wei disarankan untuk menarik diri dari Malaysia Terbuka mendatang,” kata BAM.

“Kami juga mendesak semua orang untuk memberi dia ruang dan waktu yang diperlukan untuk pemulihannya.”

Peraih medali perak Olimpiade tiga kali absen sejak Juli tahun lalu setelah didiagnosis menderita kanker hidung stadium awal.

Mantan pebulutangkis nomor satu dunia itu menjalani program tindakan yang ketat di Taiwan tetapi enggan pensiun dengan sebaliknya melanjutkan berlatih pada Januari.

Lee awalnya ingin turun pada All England Terbuka belum lama bulan ini namun menangguhkan keaktifan kembalinya itu untuk Malaysia Terbuka April nanti di mana dia menjadi juara bertahan dan sudah 12 kali menjuarai turnamen ini.

Lee, peraih medali perak pada tiga Olimpiade terakhir, turun peringkat sampai ke-41 dunia karena sakitnya itu. Dia berada di bawah dua pebulutangkis Malaysia lainnya.

Dia perlu menaikkan peringkat agar bisa mewujudkan ambisi meraih medali emas karena masing-masing negara kini boleh mengirimkan dua pemain tunggal ke Olimpiade.

Baca juga: Sembuh dari kanker, Lee ingin kembali tampil

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia optimistis atasi Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia optimistis dapat mengatasi dua lawan, Denmark dan Inggris, yang akan dihadapi pada babak awal kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman 2019, Mei mendatang.

Berdasarkan pengundian pertandingan yang dilakukan di kota yang akan menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut, Nanning, China, Selasa (19/3), Indonesia berada di Grup B bersama Denmark dan Inggris.

“Di grup B, Indonesia tergabung dengan tim Eropa, yaitu Denmark dan Inggris. Keduanya merupakan tim yang kuat dan juga bukan lawan yang mudah. Tapi kami tetap optimis dan harus berpikir positif,” kata Manager Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti melalui siaran pers PBSI yang diterima di Jakarta, Rabu.

Untuk menghadapi kedua lawan tersebut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu menuturkan akan melakukan persiapan sebaik-baiknya bagi Tim Indonesia, sekaligus mengatur strategi dan meracik komposisi pemain yang tepat.

“Kekuatan lawan, khususnya Denmark, cukup merata. Yang pasti, kami akan melakukan persiapan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin, mengatur strategi serta membuat komposisi pemain yang pas,” kata Susy.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pengaturan strategi dan komposisi pemain sangat penting dalam kejuaraan tersebut, sehingga Tim Merah Putih nantinya bisa mendapatkan banyak poin kemenangan.

“Mengatur strategi itu penting, sama seperti komposisi pemain. Semuanya cocok-cocokan. Kita juga bisa mengira-ngira siapa yang paling bagus untuk ambil poin. Secara beregu, kami optimistis, karena biasanya para atlet tampil lebih bagus kalau main beregu. Mudah-mudahan semuanya lancar,” ujar Susy menambahkan.

Turnamen Piala Sudirman 2019 akan diselenggarakan pada 19 hingga 26 Mei 2019 di Guangxi Sports Center, Nanning, China.

Terdapat empat grup dalam Kelompok I turnamen Piala Sudirman 2019. Grup A terdiri atas Jepang, Thailand dan Rusia. Grup B: Indonesia, Denmark dan Inggris. Grup C: Taiwan, Korea Selatan dan Hong Kong, serta Grup D: China, India dan Malaysia.

Piala Sudirman diikuti oleh 31 negara yang terbagi dalam 4 Kelompok berdasarkan peringkat.

Baca juga: Indonesia satu grup dengan Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia taklukkan Sri Lanka 5-0 penyisihan Asia Mixed Team 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan atas Sri Lanka dengan skor 5-0 di babak penyisihan pertama grup C kejuaraan Badminton Asia Mixed Team 2019 yang diselenggarakan di Hong Kong.

Dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, pada laga perdana yang berlangsung pada Selasa (19/3) itu, lima sektor perwakilan Indonesia masing-masing menyumbangkan poin kemenangan bagi Tim Merah Putih.

Poin pertama disumbangkan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow yang sukses mengalahkan Sachin Dias/Thilini Pramodika Hendahewa dalam dua gim dengan skor 24-22 dan 21-15.

Poin kedua dihasilkan dari sektor tunggal putra yang diwakilkan oleh Ihsan Maulana Mustofa usai mengalahkan Dinuka Karunaratna dalam dua gim dengan perolehan angka 21-9 dan 21-14.

Poin ketiga diberikan melalui penampilan pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra yang sukses menumbangkan Sachin Dias/Buwaneka Goonethilleka dalam dua gim dengan skor 21-8 dan 21-17.

Selanjutnya, poin ke-empat dimenangkan oleh pemain tunggal putri Fitriani dengan mengalahkan Dilmi Dias dalam dua gim dengan skor 21-15 dan 21-6.

Terakhir, sebagai penutup kemenangan Tim Garuda, poin kelima yang diperoleh dari sektor ganda putri melalui penampilan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta melawan Thilini Pramodika Hendahewa/Kavidi Sirimannage dengan skor 15-21, 21-6 dan 21-11.

Dengan hasil tersebut, Indonesia sementara menduduki posisi pertama di grup C. Tim Garuda akan menjalani laga berikutnya melawan Thailand. Pertandingan tersebut akan berlangsung pada Kamis (21/3).

Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 atau disebut juga Tong Yun Kai Cup 2019 berlangsung mulai 19 hingga 24 Maret 2019 dan bertempat di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Kejuaraan tersebut menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Susy puas dengan permainan timnas di penyisihan Asia Championship

Jakarta (ANTARA) – Manajer tim Indonesia Susy Susanti mengaku cukup puas dengan permainan timnas di babak penyisihan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 dengan mengantongi keunggulan penuh 5-0 atas Sri Lanka.

“Semua pertandingan hari ini berjalan sesuai prediksi, di atas kertas kami masih unggul. Meskipun masih ada sedikit adaptasi lapangan. Ada menang angin, kalah angin, menjadi kendala sedikit buat pemain kami,” kata Susy melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa malam.

Menurut Susy, laga pertama kali ini masih dimanfaatkan tim Indonesia untuk penyesuaian lapangan.

Selain itu, meski menang telak dari Sri Lanka, namun Susy menilai lawannya tersebut juga sudah bermain dengan cukup baik di babak ini.

“Mereka (timnas) masih coba arahnya mau ke mana dan ada yang belum pas. Ini yang harus diperhatikan buat pertandingan berikutnya. Tapi secara keseluruhan mereka main cukup baik. Sri Lanka tadi juga cukup lumayan penampilannya,” katanya menambahkan.

Poin pertama Indonesia disumbangkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow dengan skor 24-22 dan 21-15, atas Sachin Dias-Thilini Pramodika Hendahewa.

Laga ini berlangsung cukup ketat, sebelum akhirnya Tontowi-Winny berhasil mengantongi kemenangan.

Tiga wakil berikutnya berhasil memenangkan pertandingan dengan lebih mudah, seperti Ihsan Maulana Mustofa, Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra, dan Fitriani sukses menang dengan skor meyakinkan.

Di partai penutup, ganda putri Della Destiara Haris-Rizki Amelia Pradipta mendapat perlawanan dari pasangan Thilini Pramodika Hendahewa-Kavidi Sirimannage.

Keduanya harus kehilangan game pertama, sebelum akhirnya merebut kemenangan di dua game berikutnya.

Menurut Della dan Rizki, kondisi angin cukup mempengaruhi penampilannya kali ini dengan skor 15-21, 21-6, dan 21-11 yang akhirnya berbuah kemenangan 5-0 untuk Indonesia.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Putri Indonesia kalahkan Sri Lanka pada laga perdana Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Tim putri bulu tangkis Indonesia berhasil mengalahkan tim Sri Lanka pada laga perdana babak penyisihan Grup C kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung di Hong Kong.

Dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, terdapat dua sektor putri yang menyumbang poin kemenangan untuk Indonesia. Pertama, dari sektor tunggal putri yang diwakilkan oleh Fitriani.

Bermain di partai ke-empat, Fitriani mengalahkan Dilmi Dias dalam dua gim yang berlangsung selama kurang lebih 24 menit dengan skor 21-15 dan 21-6.

Selanjutnya, yaitu sektor ganda putri diwakilkan oleh Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta yang mengalahkan pasangan Thilini Pramodika Hendahewa/Kavidi Sirimannage dalam tiga gim dengan skor 15-21, 21-6 dan 21-11.

Keberhasilan Della/Rizki menyempurnakan kemenangan Tim Merah Putih atas Tim Sri Lanka dalam babak penyisihan Grup C dengan total skor 5-0.

Poin pertama kemenangan Indonesia diberikan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow. Poin kedua dari tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa dan poin ketiga dari ganda putra Sabar Karyaman Gustama/Frengky Wijaya Putra.

Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 atau disebut juga Tong Yun Kai Cup 2019 berlangsung mulai 19 hingga 24 Maret 2019 dan bertempat di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Kejuaraan tersebut menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Permainan cepat Ihsan tumbangkan Karunaratna

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa melalui permainan cepat berdurasi 34 menit sukses menumbangkan pemain Sri Lanka Dinuka Karunaratna dengan skor 21-9 dan 21-14.

Pada kemenangan di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong, Selasa, Ihsan menyumbangkan poin kedua untuk Indonesia pada babak penyisihan grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019.

“Secara keseluruhan ‘feeling’ mainnya sudah dapat tapi belum puas saja, merasa belum all out. Saya sudah coba untuk mengeluarkan permainan, tapi rasanya belum semua keluar. Kalau dilihat tadi lawannya juga lumayan bagus. Tadi juga sempat antisipasi juga. Kalau saya lengah ya lumayan,” kata Ihsan melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya pasangan Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow juga sudah merebut poin pertama untuk timnya, sehingga dengan demikian Indonesia sementara unggul 2-0 dari Sri Lanka.

Di babak penyisihan berikutnya Indonesia akan berhadapan dengan Thailand.

Jika diturunkan kembali, Ihsan mengatakan ingin tampil lebih fokus lagi dan kembali menyumbangkan poin bagi tim Merah Putih.

“Kalau diturunkan lagi harus lebih fokus lagi. Karena di pertandingan terakhir saya evaluasinya fokusnya masih kurang. Jangan terlalu beban dengan menang kalah,” ujar Ihsan.

Baca juga: Indonesia optimistis kalahkan Sri Lanka di laga perdana Asia Mixed Team

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tontowi/Winny rebut poin pertama Asia Mixed Team 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow berhasil merebut poin pertama dari Sri Lanka dalam babak penyisihan Grup C kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung di Hong Kong.

Pada laga perdana tersebut, Tontowi/Winny unggul atas pasangan Sri Lanka Sachin Dias/Thilini Pramodika Hendahewa dalam dua gim yang berlangsung selama kurang lebih 32 menit dengan skor 24-22 dan 21-15.

Meskipun berhasil memenangkan dua gim langsung, Baik Tontowi maupun Winny mengaku saat ini masih berada dalam tahap penyesuaian di lapangan. Keduanya pun mengaku sempat beberapa kali menemui kesulitan dan tertinggal poin dari lawan.

“Ini baru pertandingan pertama, dan kami masih penyesuaian lapangan. Kami kalah start dari lawan. Pada gim pertama, mereka langsung main cepat. Kami tidak menyangka itu,” kata Tontowi melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Selain penyesuain di lapangan, pria berusia 31 tahun itu juga mengaku masih harus menambah kekompakan saat bertanding bersama Winny di lapangan, mengingat keduanya belum lama tampil sebagai pasangan ganda campuran.

“Pastinya, kekompakan harus ditambah. Kami baru beberapa kali main bersama. Saya belum mengerti apa maunya Winny, dan Winny juga belum mengerti saya mau apa. Dengan komunikasi yang lebih banyak, semoga penampilan kami semakin baik,” ujar Tontowi.

Sementara itu, berkaitan dengan laga perdana tersebut, Winny juga mengaku masih melakukan penyesuaian lapangan. Selain itu, dia pun terus melatih kekompakan sekaligus meningkatkan komunikasi dengan Tontowi.

“Di gim pertama, kami telat start dan kurang siap. Lalu, kami kejar di gim kedua. Untuk seterusnya, masih banyak yang harus diperbaiki, terutama kekompakan dan komunikasi harus lebih ditingkatkan lagi,” ungkap Winny.

Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 atau disebut juga Tong Yun Kai Cup 2019 berlangsung mulai 19 hingga 24 Maret 2019 dan bertempat di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Kejuaraan tersebut menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia optimistis kalahkan Sri Lanka di laga perdana Asia Mixed Team

Jakarta (ANTARA) – Manajer tim bulu tangkis Indonesia Susi Susanti mengaku yakin tim Garuda akan meraih kemenangan saat menghadapi Tim Sri Lanka pada laga perdana kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung di Hong Kong pada Selasa (19/3) malam.

Menurut dia, dia atas kertas, kekuatan tim Indonesia masih berada di atas Sri Lanka. Dia pun optimistis tim Merah Putih mampu meraih kemenangan penuh 5-0.

“Seharusnya Indonesia bisa menang, karena di atas kertas, tim Indonesia masih di atas Sri Lanka. Semoga Indonesia bisa main dengan bagus,” kata Susi seperti dikutip Antara melalui laman resmi badmintonindonesia.org, Selasa.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan laga perdana kejuaraan tersebut juga dapat sekaligus dimanfaatkan oleh seluruh atlet untuk menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.

“Saya berharap semoga semua atlet bisa tampil dengan baik, maksimal dan penuh konsentrasi. Laga pertama ini bisa juga dimanfaatkan untuk penyesuaian lapangan,” ungkap Susi.

Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 atau disebut juga Tong Yun Kai Cup 2019 berlangsung mulai 19 hingga 24 Maret 2019 dan bertempat di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

Kejuaraan tersebut menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Pada partai pertama, ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow akan berhadapan dengan Sachin Dias/Thilini Pramodika Hendahewa. Di partai kedua, pemain tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa akan melawan Dinuka Karunaratna.

Selanjutnya di partai ketiga, ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra akan berhadapan dengan Sachin Dias/Buwaneka Goonethilleka. Pada partai keempat, tunggal putri Fitriani akan menghadapi Dilmi Dias.

Terakhir, partai kelima, pasangan ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta akan melawan Thilini Pramodika Hendahewa/Kavidi Sirimannage.

Baca juga: Tunggal putri tidak ditarget di Asia Mixed

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia satu grup dengan Denmark dan Inggris di Piala Sudirman

Jakarta (ANTARA) – Dalam hasil undian kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang dikeluarkan di Nanning China, Selasa, Indonesia masuk dalam grup 1B bersama dengan Denmark dan Inggris.

Grup 1 menjadi kelompok terbesar dengan total mencapai 13 negara peserta dari total 32.

Direktur Event BWF Darren Parks menyampaikan bahwa hasil undian ini seharusnya mampu memberikan sebuah pengalaman turnamen yang hebat.

“Kami begitu menantikan kedatangan para pemain elit ke kota ini dalam delapan hari aksi berkelas bulutangkis,” tutur Parks seperti dilansir laman BWF, Selasa.

Berikut hasil undian BWF Piala Sudirman 2019 yang akan berlangsung pada 19-26 Mei di Nanning, China:

Grup 1
1A: Jepang, Thailand, Rusia
1B: Indonesia, Denmark, Inggris
1C: Taiwan, Korea, Hongkong
1D: China, India, Malaysia

Grup 2
2A: Belanda, Prancis, Amerika Serikat, Vietnam
2B: Jerman, Kanada, Singapura, Israel

Grup 3
3A: Irlandia, Australia, Selandia Baru, Nepal
3B: Swiss, Sri Lanka, Slovakia, Lituania

Grup 4
Makau, Greenland, Kazakstan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bersiap hadapi Badminton Asia Mixed Team Championships 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim bulu tangkis Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang akan berlangsung pada 19-24 Maret di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong.

“Untuk kejuaraan kali ini, kami memasang target bisa sampai ke babak semifinal. Lebih bagus lagi kalau bisa lebih,” kata Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susi Susanti melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Pada babak penyisihan, tim Merah Putih berada di Grup C bersama Thailand dan Sri Lanka. Dia pun berharap di akhir babak penyisihan nanti, Indonesia bisa keluar sebagai juara Grup C.

“Di babak penyisihan grup, kami yakin bisa lolos sekaligus menjadi juara grup. Namun, kami berharap tidak hanya menjadi juara grup, tetapi juga bisa sampai ke semifinal, atau bahkan lebih,” ujar Susi.

Pada laga perdana Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, Indonesia dijadwalkan akan berhadapan dengan Sri Lanka pada Selasa (19/3). Kemudian, Indonesia akan menghadapi Thailand pada Kamis (21/3).

“Sebagai awalan, kami ingin memenangkan dua pertandingan di babak penyisihan itu dulu. Tim yang kami bawa untuk bertanding memang bukan tim inti, karena tujuan kami dalam kejuaraan ini adalah mengumpulkan poin untuk para atlet,” tutur Susi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan sama halnya dengan Indonesia, negara-negara lainnya juga tidak membawa tim inti mengingat padatnya jadwal pertandingan atau kompetisi lain yang harus diikuti oleh para atlet.

“Di tengah padatnya jadwal pertandingan, kami harus bisa memilah dan memilih turnamen yang sesuai kebutuhan. Soal peluang, kalau dilihat dari kekuatan lawan bisa dibilang merata. Mungkin baru akan lebih ramai setelah masuk ke perempat final,” ungkap Susi.

Kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 menggunakan sistem Piala Sudirman yang memainkan lima sektor. Babak penyisihan grup akan meloloskan dua negara yang kemudian akan diundi pada babak perempat final.

Terdapat empat grup dalam kejuaraan tersebut. Grup A terdiri dari Jepang dan Hong Kong. Grup B terdiri dari Taiwan, India dan Singapura. Grup C terdiri dari Indonesia, Thailand dan Sri Lanka. Grup D terdiri dari China, Malaysia dan Makau.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian juara Swiss Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses merebut gelar juara di ajang Swiss Terbuka 2019 usai menaklukkan Lee Yang/Wang Chi-Lin dari Taiwan dengan skor 21-19, 21-16.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa bermain dengan baik di permainan tadi, kami banyak adu drive. Kami unggul di permainan depan dan lawan banyak mengangkat bola, kami lebih sabar,” kata Rian melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin dinihari.

Pada gim pertama, kedua pasangan terus berkejaran angka bahkan perolehan poin tak pernah terpaut jauh.

Fajar-Rian yang tampil lebih stabil di poin kritis, akhirnya mampu memenangkan pertandingan dan menyabet gelar juara yang pertama bagi pasangan tersebut di tahun 2019.

“Gelar ini pasti menambah percaya diri kami, setelah kalah di semifinal All England minggu lalu dan kalahnya mepet. Mudah-mudahan kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” tutur Rian menambahkan.

Pasangan ini meski sempat mengira perjuangan di final akan sulit namun tetap optimistis bisa mengalahkan lawan mereka.

“Dari pertama main sudah yakin dengan diri kami maupun dari tipe main lawan. Pasangan Taiwan ini bagus, pukulannya kencang. Dari awal masuk lapangan sudah timbul keyakinan. Tapi kami masih banyak melakukan kesalahan, kami sudah benar mainnya, tapi saat lagi ramai, kami mati sendiri,” ujar Fajar.

Di turnamen ini, Indonesia memiliki wakil lain di final selain Fajar/Rian, yaitu pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga melaju ke final, namun mereka dikalahkan oleh Mathias Bay Smidt/Rikke Soby asal Denmark dengan skor 18-21, 21-12, dan 16-21.

Selanjutnya, Fajar/Rian akan segera menuju ke Hong Kong untuk mengikuti turnamen beregu Tong Yun Kai Cup 2019.

Baca juga: Indonesia punya dua wakil di final Swiss Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha gagal rebut gelar juara Swiss Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari gagal merebut gelar juara turnamen bulu tangkis level super 300 Swiss Terbuka 2019 yang diselenggarakan di Stadion St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu.

Rinov/Pitha harus puas menjadi juara kedua turnamen Swiss Terbuka 2019 karena dikalahkan pasangan unggulan kedelapan dunia yang berasal dari Denmark, yakni Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby.

Pada partai puncak tim Merah Putih ditaklukkan dalam tiga gim dengan skor 18-21, 21-12 dan 16-21 yang berlangsung selama  56 menit.

Berkaitan dengan pertandingan tersebut, Rinov mengaku tidak mampu keluar dari tekanan lawan, terutama pada akhir gim pertama.

Meskipun sempat unggul pada gim kedua, Rinov/Pitha tidak mampu menjebol pertahanan lawan di gim ketiga dan berakhir dengan kekalahan.

“Hari ini permainan kami tidak seperti kemarin-kemarin, kelihatan sekali tidak lepas dan tertekan. Kekalahan hari ini lebih banyak dikarenakan faktor non teknis, bukan perasaan tegang karena ini final,” kata Rinov dalam siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Minggu malam.

Sementara itu, bersama Rinov, Pitha bertekad untuk terus memperbaiki pola permainannya, terutama dari segi fokus, pertahanan serta kekuatan, Dengan begitu, kedepannya mereka akan mampu mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

“Kami bersyukur dengan hasil final ini. Tapi banyak yang harus diperbaiki lagi. Kami juga harus belajar bagaimana caranya bermain aman. Semoga kedepannya kami bisa tampil lebih baik lagi, lebih maksimal lagi,” ungkap Pitha.

Turnamen Swiss Open 2019 berlangsung mulai 12 hingga 17 Maret 2017 di stadion St. Jakobshalle, kota Basel, Swiss. Total hadiah yang diperebutkan oleh para pemain mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Rinov/Pitha melangkah ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara All England Hendra/Ahsan disambut Wiranto di Bandara

Jakarta (ANTARA) – Kedatangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke Tanah Air setelah meraih gelar All England 2019 disambut langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang juga Ketua PP PBSI, Wiranto, bersama perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu.

“Hari ini kembali kita dapat membuktikan di All England kita masih bisa menyabet satu gelar ganda putra, saudara Hendra dan Ahsan, kembali dapat memberikan pengabdian terbaik,” ujar Wiranto dalam sambutannya.

Ia yakin prestasi yang diraih ganda peringkat empat dunia itu semakin mendorong untuk mengembalikan supremasi perbulutangkisan Indonesia di dunia.

Sementara itu Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta yang mewakili Menpora Imam Nahrawi menyebut kemenangan Hendra dan Ahsan akan menginspirasi generasi muda Indonesia.

“Mas Hendra, Mas Ahsan telah membuktikan ternyata masih eksis dengan umur yang dikategorikan senior. Kenapa saya katakan ini diapresiasi karena tentu akan menginspirasi generasi muda kita,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menyerahkan bonus sebesar Rp240 juta untuk masing-masing pemain.

Baca juga: Meski terganggu cedera, Hendra/Ahsan raih gelar kedua All England

Juara ganda putra All England 2014 itu berhasil merebut gelar kedua mereka meski Hendra sempat mengalami cedera ketika bertanding di semifinal.

Pada pertandingan final, mereka mengalahkan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam tiga gim selama 49 menit dengan skor 11-21, 21-14, 21-12 pada Minggu (10/3)

Setelah meraih kemenangan di Inggris mereka langsung bertolak ke Basel untuk berlaga di Swiss Terbuka. Namun langkah Hendra/Ahsan harus terhenti pada babak perempat final setelah dikalahkan pasangan Taiwan Lee Yang/Wang Chi-Lin dalam tiga gim dengan skor 26-25, 7-21, 12-21 pada Sabtu (16/3).

Dalam sambutannya Hendra dan Ahsan menyampaikan terima kasih kepada Ketua PBSI dan jajaran Kemenpora untuk penjemputan serta rasa syukur dan harapan mereka setelah menjadi juara All England.

“Saya harap seterusnya dapat memberikan prestasi lagi buat ke depannya. Dan saya berharap juga dengan Ko Hendra dengan berhasilnya kita di juara All England ini memotivasi atlet-atlet yang lain, yang muda-muda untuk lebih keras lagi berjuang,” ujar Ahsan dalam sambutannya.

Ganda yang memiliki julukan “Daddies” itu mengaku belum akan pensiun dalam waktu dekat dan masih menargetkan untuk lolos ke Olimpiade 2020.

“Ke depan mungkin dari kami berdua sih, kita coba penginnya lolos ke Olimpiade ya. Cuman itu memang enggak mudah, persaingan ketat sekarang. Cuman ya kita pasti berusaha maksimal,” kata Hendra.

Baca juga: Hendra Setiawan tetap ke Swiss dengan menahan sakit betis
 

Pewarta: Prisca Triferna Violetta
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia punya dua wakil di final Swiss Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Pertaruhan Indonesia di Swiss Terbuka 2019 akan ditentukan oleh dua wakil pada laga puncak turnamen ini, yaitu melalui pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari dan pasangan ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.

Rinov-Pitha menjadi wakil pertama yang lolos ke babak tersebut dengan menumbangkan wakil Taiwan Lu Ching Yao-Lee Chia Hsin dengan skor 21-13, 19-21, dan 21-9.

Sementara Fajar-Rian yang merupakan unggulan keempat ini mengalahkan Marcus Ellis-Chris Langridge dari Inggris dengan skor 21-16 dan 21-19.

“Di gim pertama kami bisa menerapkan permainan dengan baik. Tapi di gim kedua, lawan menemukan pola main mereka. Pertandingan jadi ramai dan kami kejar-kejaran poin. Alhamdulillah kami bisa menang di poin kritis,” ujar Rian seperti dilansir laman PBSI, Minggu.

Sedangkan Fajar, mengatakan bahwa mereka sempat melakukan kesalahan dalam servis sehingga bisa dimanfaatkan lawan untuk mengejar angka.

“Memang tadi banyak masalah di servis, dua kali dinyatakan fault. Kalau soal servis, yang terpenting itu keyakinan, rasa percaya dirinya harus ditingkatkan. Di gim kedua, lawan memang menemukan ritme permainan. Saya sudah mengantisipasi kalau lawan mereka, tidak mau terpancing emosi,” tutur Fajar menerangkan.

Di babak final, Fajar-Rian akan berhadapan dengan wakil Taiwan Lee Yang-Wang Chi-Lin, di mana kedua pasangan ini tercatat belum pernah saling bertemu.

“Kebanyakan pemain Taiwan kan pukulannya kencang, kami harus antisipasi pukulan bola panjang mereka. Kami juga akan pelajari permainan mereka karena mereka pasangan baru, kami akan nonton video pertandingan mereka dan diskusi dengan pelatih soal strategi yang akan diterapkan,” ujar Rian.

Babak final Swiss Open 2019 akan dilangsungkan pada hari Minggu mulai pukul 12.00 waktu Basel atau sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Rinov/Pitha hadapi ganda Denmark di final Swiss Terbuka

Baca juga: Tundukkan Wahyu/Ade, Fajar/Rian ke semifinal Swiss Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha hadapi ganda Denmark di final Swiss Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari sukses menembus babak final turnamen bulu tangkis level super 300 Swiss Terbuka 2019, dan akan menghadapi ganda Denmark pada final di Stadion St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu.

Satu tiket ke final tersebut didapatkan pasangan Rinov/Pitha setelah menumbangkan pasangan asal Taiwan Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin pada babak empat besar, Sabtu, dalam tiga gim 21-13, 19-21, 21-9.

Rinov mengaku sempat kehilangan kendali pada gim kedua, sehingga terus bermain di bawah tekanan lawan. Namun pada gim ketiga, keduanya berhasil bangkit dan merebut kendali permainan.

“Di gim kedua, lawan mengubah pola permainannya, jadi lebih berani, no lob, sedangkan kami banyak membuat kesalahan sendiri. Tapi di gim ketiga, kami lebih siap lagi, banyak ambil pelajaran dari gim kedua,” kata Rinov melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Sementara itu, Pitha mengaku sudah memiliki keyakinan akan memenangi pertandingan tersebut sejak gim pertama.

“Dari awal, kami yakin bisa menang, karena sudah enak mainnya. Tapi di gim kedua mereka mengubah pola main, dan kami tidak siap. Di gim ketiga, kami lebih fokus, kalau kehilangan satu poin, harus tambah satu poin lagi, dan begitu seterusnya,” ujar Pitha.

Pada final Minggu (17/3), pasangan Merah Putih itu akan berhadapan dengan ganda Denmark Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby, yang mengalahkan Lu Kai/Chen Lu dari China dalam tiga gim dengan perolehan angka 20-22, 21-19 dan 23-21.

Terkait pertandingan final tersebut, baik Rinov maupun Pitha mengaku akan berusaha mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk mengharumkan nama Indonesia.

“Biasanya pasangan Eropa tipe mainnya tidak jauh berbeda satu sama lain. Mereka banyak membuat taktik. Bagaimanapun juga, kami tetap punya peluang untuk memenangkan pertandingan, peluangnya 50-50,” ungkap Rinov.

Baca juga: Langkah Ginting di Swiss Terbuka terhenti di semifinal

Baca juga: Tiga perwakilan Indonesia lolos ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Langkah Ginting di Swiss Terbuka terhenti di semifinal

Jakarta (ANTARA) – Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting harus menelan kekalahan dari Shi Yuqi, pemain asal China, dengan skor 9-21 dan 17-21 di babak semifinal Yonex Swiss Terbuka 2019,.

Tidak tanggung-tanggung, kekalahan Ginting di semifinal Swiss Terbuka ini merupakan yang keenam kalinya, melansir laporan badmintonindonesia.org, Sabtu.

Pada kedudukan 1-1 di gim pertama, atlet asal Cimahi ini sempat terpeleset sehingga engkel kanannya terasa sakit.

“Waktu saya mau ambil bola yang agak jauh, saya terpeleset. Lansung minta semprot sama dokter tapi tahannya tidak lama. Sakit sih, tapi masih bisa ditahan karena saya pikir juga sudah tanggung ke semifinal. Pelatih sempat bilang, kalau sakit jangan dipaksakan, nanti jadi lebih parah,” katanya.

Menurut dia, nyeri di engkelnya ternyata sudah dirasakan sejak pertandingan di babak pertama saat melawan Thomas Rouxel dari Perancis.

Di gim pertama hari ini Ginting tak dapat mengimbangi permainan Shi, bahkan banyak pukulan-pukulan Shi yang tak berbahaya namun tidak dapat dikembalikan dengan baik oleh Anthony.

Sempat mendekat 15-17 di gim kedua, Ginting kembali gagal mengamankan gim kedua dan harus merelakan tiket final jatuh ke tangan Shi.

“Di gim kedua saya merasa ada peluang, tidak mau ragu-ragu dan tidak memikirkan sakitnya. Gim kedua sudah lumayan enak mainnya, tapi ketinggalannya terlalu jauh,” katanya menambahkan.

Mengomentari kekalahan beruntun atas Shi, Anthony mengaku banyak pukulan-pukulan Shi yang tak cocok dengannya.

“Variasi-variasi stroke-nya dia kurang enak. Kalau lawan yang lain kan saya masih bisa rancang serangan. Kalau sama dia, saya kurang dapat kesempatan untuk menyerang. Dari sebelum-sebelumnya juga merasa seperti itu. Saya sudah coba berbagai cara untuk mengatasi dia, dari ladeni relinya, dan jaga serangannya, tapi dia memang powernya kuat dan cepat,” ujar Ginting menerangkan.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga perwakilan Indonesia lolos ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA) – Indonesia berhasil mengirimkan tiga perwakilan untuk berlaga di babak semifinal turnamen bulu tangkis level super 300 Swiss Terbuka 2019, yakni dari sektor ganda campuran, ganda putra dan tunggal putra.

Kemenangan tim Garuda diawali dari sektor ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang mengalahkan pasangan asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-14 dan 21-17.

Selanjutnya, disusul oleh pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto usai menumbangkan rekan satu timnya, yakni Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso dengan skor 21-10 dan 21-17.

Tak lama kemudian, kemenangan juga diraih oleh tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang menumbangkan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012 Lin Dan dari China dalam tiga gim dengan perolehan 14-21, 21-8 dan 21-11.

Di babak semifinal, Rinov/Pitha akan berhadapan dengan pasangan Chinese Taipei Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin, sedangkan Fajar/Rian akan bertemu Marcus Ellis/Chris Langridge asal Inggris, dan Anthony akan menjamu Shi Yuqi dari China.

Sementara itu, pasangan ganda putra yang baru saja memenangkan gelar All England 2019 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tidak dapat melaju ke semifinal karena dikalahkan oleh Lee Yang/Wang Chi-Lin dari Taiwan dengan skor 26-24, 7-21 dan 12-21.

“Kami sudah berusaha bermain dengan semaksimal mungkin, tapi ternyata penampilan lawan lebih bagus dan mereka juga masih fresh,” kata Ahsan seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org Sabtu.

Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan kekalahan tersebut tidak ada kaitannya dengan cedera betis yang dialaminya, namun murni dikarenakan penampilan lawan yang jauh lebih baik.

“Tidak ada masalah dengan cedera betis saya. Kekalahan ini memang karena lawan tampil lebih baik. Tenaga mereka lebih besar, pertahanan rapat, serangannya keras dan kami kalah kecepatan,” ungkap Hendra.

Meskipun demikian, keduanya tetap bersyukur atas hasil yang telah didapatkan dan berjanjin untuk terus berlatih meningkatkan performa, stamina dan kekuatan untuk tampil di laga-laga berikutnya.

Baca juga: Rinov/Pitha melangkah ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Baca juga: Dua ganda putri Indonesia gagal ke perempat final Swiss

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ginting bangkit untuk kalahkan Lin Dan di Swiss

Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra  Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasil bangkit dari kekalahan di game pertama dan lolos ke semifinal turnamen Yonex Swiss Terbuka 2019 dengan mengalahkan pemain China Lin Dan dengan skor 14-21, 21-8, dan 21-11.

“Pada game pertama, stamina lawan masih full dan pergerakan kakinya cepat, dia mengontrol reli di lapangan. Sedangkan saya mainnya kurang sabar dan mau cepat-cepat mematikan lawan,” kata Ginting melansir laporan badmintonindonesia.org, Sabtu.

Di game pertama, pemain asal Cimahi ini mengakui bahwa ia bermain terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

“Di game kedua dan ketiga, saya bermain lebih sabar dan meladeni reli-reli dia. Kalau ada kesempatan baru saya menyerang. Saya merasa pergerakan kaki stroke dan staminanya enak,” katanya menambahkan.

Di babak semifinal Ginting akan menghadapi Shi Yuqi, dengan catatan pertemuan sementara 5-0, angka keunggulan bagi Shi.

“Shi lebih muda dari Lin Dan, pergerakannya lebih cepat. Menghadapi dia harus lebih sabar dan jangan buru-buru saat mau menyerang,” kata Ginting menjelaskan pola permainan calon lawannya itu.

Baca juga: Tundukkan Wahyu/Ade, Fajar/Rian ke semifinal Swiss Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Wahyu/Ade, Fajar/Rian ke semifinal Swiss Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memastikan tiket semifinal Swiss Terbuka 2019 usai menang dalam “perang saudara” melawan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso dengan skor 21-10 dan 21-17.

Menurut mereka, salah satu kunci kemenangan dilakukan melalui menonton banyak video pertandingan Wahyu/Ade pada malam sebelum laga dan sembari membaca teknik permainan mereka.

“Kami sudah mengantisipasi pola main mereka, semalam kami menonton video pertandingan mereka. Kami kan sering latihan bersama, jadi tadi sebetulnya mereka juga beberapa kali menebak pengembalian bola dari kami. Kami sudah saling tahu, tapi mungkin hari ini kami lebih siap,” kata Fajar melalui keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Pertandingan tersebut juga berjalan cukup cepat, hanya sekitar 28 menit.

“Di game kedua, lawan lebih memaksa di bola-bola depan, lebih berani dan tidak mudah membuat kesalahan sendiri,” ujar Rian.

Di babak semifinal, Fajar/Rian akan berhadapan dengan Marcus Ellis/Chris Langridge dari Inggris atau Pranaav Jerry Chopra/Chirag Shetty dari India.

“Menurut kami, kansnya merata karena sudah sampai babak semifinal, pasti yang lolos yang terbaik semua,” kata Rian.

Fajar/Rian menjadi wakil kedua yang lolos ke semifinal, di mana sebelumnya pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari juga bernasib serupa.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha melangkah ke semifinal Swiss Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari berhasil melangkah ke babak semifinal turnamen bulu tangkis level super 300 Yonex Swiss Terbuka 2019.

Dalam pertandingan yang berlangsung di stadion St, Jakobshalle itu, Rinov/Pitha sukses memenangkan tiket ke semifinal usai menumbangkan pasangan asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-14 dan 21-17.

Kekalahan yang sempat dialami oleh Rinov/Pitha pada gim pertama ternyata tidak menurunkan semangat keduanya untuk kembali bangkit dan melanjutkan pertandingan dengan usaha semaksimal mungkin.

“Tadi kami agak susah menerapkan pola permainan karena bolanya berat. Tapi tenaga lawan juga ternyata tidak terlalu kuat, jadi kami coba bertahan terus di lapangan,” kata Rinov seperti dikutip Antara melalui laman badmintonindonesia.org, Sabtu dini hari.

Pada gim kedua, Rinov/Pitha mencoba menekan lawan dan memegang kendali permainan. Di gim ketiga, meskipun sempat terjadi kejar-mengejar skor, tim Merah Putih akhirnya memenangkan pertandingan tersebut.

“Lawan kami lebih berpengalaman. Meskipun ketinggalan skor, mereka tetap tidak mau menyerah. Kami pun demikian, terus menekan lawan dan memegang kendali permainan,” ujar Rinov. Sementara itu, senada dengan Rinov, Pitha juga mengaku terus mencoba bertanding sekuat tenaga di lapangan. Pada gim kedua, perempuan berusia 19 tahun itu pun merasa yakin dapat memenangkan pertandingan.

“Saya banyak buang poin di gim pertama. Di gim kedua, Rinov mengingatkan saya supaya terus menyerang. Stamina pasti menurun, tapi tetap saya paksa. Pada gim kedua, kami yakin bisa menang karena poinnya tidak beda jauh,” tutur Pitha.

Pada babak semifinal nanti, Rinov/Pitha akan berhadapan dengan pasangan ganda campuran asal Taiwan Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin.

“Di babak semifinal nanti, peluang untuk menang itu tetap ada. Yang paling penting adalah kami harus tetap fokus dan langsung memegang kendali permainan,” pungkas Rinov.

Turnamen Swiss Open 2019 berlangsung mulai 12 hingga 17 Maret 2017 di stadion St. Jakobshalle, kota Basel, Swiss. Total hadiah yang diperebutkan oleh para pemain mencapai 150.000 dolar Amerika Serikat (AS).

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu-satunya wakil tersisa di China Masters kandas

Jakarta (ANTARA) – Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di turnamen bulutangkis Lingshui China Masters 2019, yaitu ganda putra Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra, kandas di perempat final.

Pasangan unggulan ketiga itu pada pertandingan babak delapan besar di Agile Stadium Lingshui, Hainan, China, Jumat, kalah oleh pasangan tuan rumah Huang Kaixiang-Wang Zekang dua set langsung, 15- 21, 12-21. Pasangan China unggulan keenam itu hanya membutuhkan waktu 36 menit untuk mengakhiri perlawanan pasangan Indonesia tersebut.

Menurut catatan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), ini adalah pertemuan pertama antara pasangan peringkat 43 dan 53 dunia itu.

Dengan kekalahan ganda putra tersebut, maka tidak ada lagi wakil Indonesia pada turnamen super 100 berhadiah total 75.000 dolar AS itu.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rionny Mainaky resmi tangani tunggal putri Pelatnas

Jakarta (ANTARA) – PP PBSI mengumumkan penunjukkan Rionny Frederik Lambertus Mainaky sebagai pelatih utama tunggal putri Pelatnas Cipayung.

“Sudah diputuskan Rionny Mainaky menjadi pelatih utama tunggal putri. Resminya mulai melatih tanggal 1 April. Tapi di akhir bulan Maret ini, Rionny sudah ada di Cipayung,” kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susy Susanti dalam siaran pers yang diterima Jumat.

Rionny akan bertugas didampingi oleh Minarti Timur sebagai asisten pelatih utama sektor ini dan Herli Djaenudin, pelatih atlet pratama.

Pemanggilan pelatih sudah dilakukan PBSI sejak awal tahun, namun nama Rionny baru diumumkan sekarang, karena menunggu kontraknya dengan Jepang selesai. Susy mengatakan tak ingin mengganggu komitmen Rionny dengan Jepang yang baru berakhir setelah All England 2019 pekan lalu.

“Kami mau saling jaga. Dengan dia masih terikat kontrak dengan Jepang, kami tidak mau mengganggu. Kami ada kode etik juga. Kami tidak mau kontrak Rionny dengan Jepang kemarin, terganggu di tengah jalan. Kami dari PBSI dan Rionny juga sepakat hubungan kami dengan Jepang ke depannya akan tetap baik,” ujar Susy.

Disebutkan bahwa proses pencarian calon pelatih utama tunggal putri sudah dilakukan sejak tahun lalu, dan PBSI sudah mengantongi beberapa nama. Namun dengan berbagai pertimbangan dan kebutuhan, nama Rionny akhirnya diputuskan untuk mengisi posisi pelatih utama tunggal putri.

“Kami tidak menutup mata kalau putri-putri Jepang saat ini bagus-bagus dan kuat. Sementara tunggal putri kami memang paling ketinggalan dibanding sektor lain. Kami mau menciptakan yang terbaik seperti di Jepang. Kami melihat karakter, tekad, semangat dari atlet-atlet Jepang. Ternyata kan ada pelatih Indonesia di sana, Rionny Mainaky. Kami lakukan pendekatan dan akhirnya beliau setuju,” jelas Susy.

Susy mengakui bahwa sebelumnya sempat ada beberapa nama yang masuk, namun tidak mudah untuk menentukan nama yang dipilih untuk melatih tunggal putri.

“Memang mencarinya gampang-gampang susah. Kalau melatih kan bukan cuma chemistry, tapi juga kami melihat program, kebutuhan, pastinya pengalaman dan mencetak prestasi. Dari semua penilaian itu, disaring, didiskusikan, ada kesepakatan, kecocokan dan visi misi, akhirnya kami putuskan, sepertinya yang paling cocok adalah Rionny,” ungkap peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Pengalaman Rionny yang sudah menjadi pelatih di klub dan tim nasional Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tunggal putri Indonesia. Susy juga berharap Rionny bersama pelatih tunggal putri lainnya bisa saling bersinergi.

“Background Rionny yang lama di Jepang kan sudah paham mengenai karakter dan kebiasaan atlet sana. Lalu juga untuk penanganan dia juga untuk semua lini. Sebelumnya di klub Jepang sudah memegang ganda campuran, tunggal putri, tunggal putra. Saya pikir dia bisa combine untuk melatih di sini. Kebutuhan kami saat ini semuanya ada di Rionny. Dan dia mau pulang (ke Indonesia) juga. Pas juga kontrak dia selesai. Bukan suatu kebetulan, tapi saya pikir memang jodohnya,” sambung Susy.

“Di sisi lain, visi misi Rionny dengan para pelatih tunggal putri Indonesia saat ini cocok. Sekarang kan tunggal putri juga menunjukkan ada kemajuan. Jadi saya mau Rionny dan Minarti menjadi satu tim yang solid,” kata Susy menambahkan.
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua ganda putri Indonesia gagal ke perempat final Swiss

Jakarta (ANTARA) – Dua ganda putri Indonesia, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela gagal melaju ke babak perempat final turnamen bulu tangkis level super 300 Swiss Terbuka 2019.

Pasangan Yulfira/Jauza gagal terlebih dahulu saat menghadapi ganda putri asal Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Pada babak kedua itu, tim Merah Putih dikalahkan dalam dua gim dengan skor 20-22 dan 12-21.

“Di gim kedua, kami mau membalikkan keadaan seperti waktu gim pertama, tapi lawan sudah terlanjur membaca pola permainan kami, jadi tidak bisa kami kendalikan lagi,” kata Yulfira dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat.

Sementara itu, sambung dia, pasangan asal Bulgaria itu tidak mengubah pola permainannya sama sekali pada gim kedua, namun arah bola serta pola permainan tim Garuda sudah dapat dibaca oleh lawan dengan mudah.

“Kendala yang kami rasakan, yaitu ketika berada di poin-poin kritis, kami jadi terburu-buru, padahal sebetulnya sudah bisa memimpin dari awal. Waktu mau mencoba membalikkan pola permainan seperti awal lagi, malah jadi lebih susah,” ujar Yulfira.

Senada dengan Yulfira, Jauza juga mengaku bermain terburu-buru saat berada di poin kritis, sehingga banyak bola yang terlepas dari pukulan. Untuk selanjutnya, dia pun berjanji akan berusaha bermain dengan lebih tenang.

“Waktu gim poin, pertahanan lawan semakin rapat, sedangkan saya malah terburu-buru. Jadi, ketika ada bola-bola tanggung, malah lepas. Sayang sekali, harusnya bisa dapat poin. Kedepannya, kami harus bermain lebih tenang, lebih sabar dan lebih fokus,” ungkap Jauza.

Selain Yulfira/Jauza, pasangan ganda putri Indonesia yang juga gagal melaju ke babak perempat final, yaitu Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela.

Fadia/Agatha ditaklukkan oleh pasangan asal China yang baru saja meraih gelar All England 2019, Chen Qingchen/Jia Yifan dalam dua gim dengan skor 17-21 dan 14-21.

Dengan hasil tersebut, maka tidak ada perwakilan Indonesia dari sektor ganda putri yang berhasil melangkah ke babak perempat final turnamen Swiss Terbuka 2019.

Baca juga: Rinov/Pitha unggul atas Ronald/Annisa di Swiss Terbuka

Baca juga: Fadia/Agatha taklukkan pasangan AS pada laga perdana Swiss Terbuka

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Langkah Jonatan terhenti di babak kedua Swiss Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Langkah pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus terhenti di babak kedua Yonex Swiss Terbuka setelah kalah dari pebulutangkis asal India Subhankar Dey dengan skor 21-12, 20-22, 17-21.

Penampilan Jonatan (Jojo) sudah cukup baik pada game pertama, namun pada game kedua, performa Jojo mulai menurun dan pergerakannya melambat sehingga Dey pun memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memberi tekanan.

“Hari ini lawan bermain bagus, tidak gampang mati dan ulet. Dia kejar terus kemana pun bola saya arahkan. Beberapa kali saya serang, pertahanannya rapat sekali. Waktu bola-bola saya jauh-jauhkan dari dia pun masih bisa dijangkau,” tutur Jojo melalui keterangan resmi dari badmintonindonesia.org, Kamis malam.

Meski mengaku sudah mengantisipasi bahwa lawannya merupakan petarung yang ulet, namun peraih medali emas di Asian Games 2018 ini tetap kesulitan menembus teknik-teknik Subhankar.

“Sayangnya di game kedua, saya sudah mengejar 20-20 tapi hasilnya begini. Saya sudah coba turunkan bola dulu karena permainan belakangnya kan bagus. Serangan-serangannya banyak yang akurat,” katanya menambahkan.

Masih ada satu kesempatan mengirim wakil di nomor tunggal putra lewat Anthony Sinisuka Ginting yang malam ini akan bertanding melawan Daren Liew dari Malaysia.

Sedangkan Tommy Sugiarto hanya mampu menjajal babak pertama setelah dihentikan Mark Caljouw dari Belanda dengan skor 21-17, 10-21 dan 17-21.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putra Wahyu-Ade lolos ke perempat final kalahkan rekan senegara

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putra Indonesia Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf Santoso berhasil maju ke perempat final Yonex Swiss Terbuka 2019 setelah mengalahkan Berry Angriawan-Hardianto yang merupakan rekan senegara melalui laga sengit tiga game dengan skor 21-19, 10-21, 22-20.

Wahyu-Ade nyaris saja kehilangan poin kritis saat Berry-Hardi lebih dulu mencapai match point dengan kedudukan 20-19.

Namun satu servis Berry yang menyangkut di net membuka peluang bagi Wahyu-Ade untuk menyalip ketertinggalan skor.

“Waktu ketinggalan itu kami tidak memikirkan menang-kalah, tapi fokus dapat satu poin. Karena kalau dapat satu poin kan bisa setting,” kata Wahyu melansir badmintonindonesia.org, Kamis malam.

Meski tidak menyangka dengan hasil akhirnya, namun Ade sudah menduga bahwa jalan pertandingan akan ramai dan penuh susul menyusul skor.

“Kami sudah menyangka akan ramai, ketemu Berry-Hardi memang selalu ramai. Terakhir ketemu kami kalah adu setting. Kali ini motivasi kami lebih, masak sih kalah waktu adu setting terus,” ujar Ade menambahkan.

Di babak perempat final, Wahyu-Ade akan kembali bertemu dengan sesama rekan sepelatnas yaitu Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.

“Memang kami maunya sama-sama ketemu wakil Indonesia, supaya Indonesia tetap punya wakil di semifinal,” kata Ade.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rinov/Pitha unggul atas Ronald/Annisa di Swiss Terbuka

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari mengalahkan rekan satu timnya, yakni Ronald Alexander/Annisa Saufika di babak kedua turnamen Swiss Terbuka 2019 yang berlangsung pada Kamis (14/3).

Dalam turnamen bulutangkis level super 300 tersebut, pasangan Rinov/Pitha berhasil menang straight gim atas Ronald/Annisa dengan skor 21-14 dan 24-22. Dengan demikian, Rinov/Pitha berhak melaju ke babak perempat final.

“Dalam pertandingan tadi, kami sudah tahu kelemahan masing-masing. Jadi, kami sudah tahu bagaimana caranya menyerang kelemahan lawan,” kata Rinov melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Untuk selanjutnya, pria berusia 19 tahun itu mengaku akan lebih fokus pada saat menjalani laga perempat final nanti, mulai dari awal sampai akhir pertandingan.

“Kekuatan pemain sekarang sudah merata. Siapa yang langsung bisa membaca situasi di lapangan, maka dia yang akan menang,” ujar Rinov.

Sementara itu, senada dengan Rinov, Pitha juga mengaku akan lebih menjaga fokus selama permainan berlangsung. Dia pun berharap dapat keluar sebagai pemenang turnamen bulutangkis tersebut.

“Target saya harus bisa sampai ke final Swiss Terbuka 2019. Bahkan kalau bisa, saya berharap sekalian menjadi juara,” ungkap Pitha.

Di babak perempat final Swiss Terbuka 2019, Rinov/Pitha akan berhadapan dengan ganda campuran asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith.

Pada babak sebelumnya, Marcus/Lauren berhasil menyingkirkan pasangan asal Perancis Gaetan Mittelheisser/Audrey Mittelheisser dalam dua gim dengan skor 21-13 dan 21-15.

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019