Penderita penyakit jantung perlu beraktivitas fisik setiap 20 menit

Jakarta (ANTARA News) – Penderita penyakit jantung perlu melakukan aktivitas fisik ringan seperti berdiri atau berjalan dengan santai selama tujuh menit setelah 20 menit duduk di depan komputer atau menonton televisi, menurut sebuah studi. 

Studi yang dipresentasikan pada Kongres Kardiovaskular Kanada (CCC) 2018 di Toronto beberapa waktu lalu itu menunjukkan bergerak bisa menangkal risiko berkurangnya angka harapan hidup, terutama jika bisa membakar lebih dari 770 kkal per hari. 

“Studi kami menunjukkan bahwa pasien penyakit jantung harus menghentikan waktu tidak aktif setiap 20 menit dengan aktivitas fisik ringan 7 menit,” kata Ailar Ramadi dari Universitas Alberta, Edmonton, Kanada.

“Kegiatan sederhana seperti berdiri dan berjalan dengan langkah biasa akan menghabiskan lebih dari 770 kkal dalam sehari,” tambah dia seperti dilansir Indian Express, Senin (22/10). 

Untuk keperluan studi, para peneliti melibatkan 132 orang yang menderita penyakit arteri koroner. Mereka rata-rata berusia 63 tahun dan 77 persennya adalah laki-laki. 

Selama masa studi, para partisipan mengenakan alat pemantau aktivitas di lengan selama rata-rata 22 jam sehari selama lima hari. 

Alat ini untuk mencatat jumlah energi yang dihabiskan selama istirahat (dari gaya hidup tak aktif), jumlah waktu tidak aktif dan jumlah serta durasi istirahat selama setiap jam perilaku tak aktif. 

“Studi kami menunjukkan setiap jam waktu duduk, pasien penyakit jantung harus menambahkan hingga 21 menit aktivitas fisik ringan. Ini akan menghabiskan 770 kkal sehari, jumlah yang terkait dengan risiko kematian dini yang lebih rendah,” kata Ramadi. 

Baca juga: Serangan jantung hingga kaki busuk pada penderita diabetes

Baca juga: Studi: kurang berolahraga bisa lebih buruk dari merokok

Baca juga: Ini syarat pasien jantung koroner untuk jalani terapi infus plak

Penerjemah: Lia Wanadriani Santosa
COPYRIGHT © ANTARA 2018