Greysia-Apriyani raih perunggu

Ganda Putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu melihat medali yang diterimanya di atas podium saat prosesi penyerahan medali pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Minggu (25/8/2019). Pasangan Greysia/Apriyani meraih medali perunggu ganda putri pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019, sedangkan emas diraih pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dari Jepang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/ama.

Selangkah lagi Ahsan/Hendra raih gelar juara dunia ketiga

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan selangkah lagi meraih gelar juara dunia ketiga saat mereka melakoni laga final Kejuaraan Dunia 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Minggu petang.

Pasangan unggulan keempat itu pada partai puncak akan melawan unggulan 12 asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Kedua pasangan pernah bertemu sekali di Indonesia Open bulan lalu yang dimenangi pasangan Indonesia dalam tiga gim 17-21, 21-19, 21-17.

Jika berhasil memenangi pertandingan tersebut, Ahsan/Hendra akan meraih gelar juara dunia ketiga setelah meraih juara dunia pada 2013 dan 2015.

Khusus bagi Hendra akan menjadi gelar keempat karena pada 2007 ia meraih gelar juara dunia bersama Markis Kido, serta menjadi hadiah ulang tahun bagi pemain kelahiran 25 Agustus 1984 itu.

Baca juga: Butet harapkan rekornya disamai Hendra Setiawan

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Meski unggul dalam rekor pertemuan, Ahsan/Hendra tidak memandang ringan lawan mereka, karena ganda Jepang peringkat 13 dunia itu dinilai sebagai pasangan yang bermain tidak sembarangan.

“Yang ini lebih ngatur, gak asal pukul, lebih ngatur mainnya,” kata Hendra tentang pasangan tersebut.

Untuk menghadapi laga pamungkas itu Hendra mengatakan akan lebih menyiapkan mental. “Yang pasti kalau buat final Kejuaraan Dunia 2019 kayak gini sih mental yang kita siapin, berani dan fokus dari awal, hasilnya kita serahkan kepada Yang di Atas,” katanya.

Sementara Ahsan mengatakan akan banyak berdoa usai memastikan diri lolos ke final kejuaraan bergengsi ini.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Berikut ini susunan pertandingan final Kejuaraan Dunia 2019, Minggu. Angka di depan menunjukkan unggulan:

Ganda putri: 1-Mayu Matsumoto/Wakana Nakagara (Jepang) vs 2-Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang)

Tunggal putri: 3-Nazomi Okuhara (Jepang) vs 5-Pusarla V Sindhu (India)

Tunggal putra: 1-Kento Momota (Jepang) vs 5-Anders Antosen (Denmark)

Ganda campuran: 1-Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) vs 4-Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand)

Ganda putra: 4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs 12-Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang)

Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Kudus (ANTARA) – Mantan pebulu tangkis nasional dan pemilik rekor empat kali juara dunia, Liliyana Natsii, dibuat kaget oleh pencapaian pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss.

“Terus terang saya surprise dengan pencapaian dia (Hendra/Ahsan). Dia cukup konsisten setelah comeback,” kata Liliyana Natsir di sela mengikuti Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Minggu.

Mantan pemain bulu tangkis yang akrab dipanggil Butet itu berharap apa yang dilakukan oleh pasangan nomor dua dunia itu memotivasi pemain muda Indonesia yang saat ini masih kesulitan mencapai prestasi tertinggi.

“Semangatnya itu yang harus dicontoh. Usia tidak menjadi kendala,” kata mantan pemain yang selama ini berpasangan dengan banyak pemain dan yang terakhir adalah Tontowi Ahmad.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke final Kejuaraan Dunia 2019 setelah memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang menjadi unggulan keempat turnamen ini menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Pada final, The Daddies yang juga juara dunia 2013 dan 2015, akan menghadapi pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang menyisihkan ganda putra China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen 21-19, 21-13.

Baca juga: Target satu gelar masih terbuka

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butet harapkan rekornya disamai Hendra Setiawan

Kudus (ANTARA) – Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil Butet berharap rekornya bisa disamai oleh Hendra Setiawan yang saat ini bersama dengan Mohammad Ahsan lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di Basel, Swiss, Minggu.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

“Semoga bisa juara biar rekor saya disamai Hendra Setiawan,” kata Butet di sela mengikuti Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah dengan tersenyum.

Butet yang belum lama pensiun dari dunia tepok bulu itu sudah menjadi juara dunia sebanyak empat kali dengan beberapa pasangan yaitu pada 2005, 2007, 2013 dan yang terakhir pada 2017 yang saat itu berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

Sedangkan Hendra Setiawan saat ini sudah memegang predikat juara sebanyak tiga kali yang dua diantaranya diraih saat berpasangan dengan Mohammad Ahsan pada 2013 dan 2015. Untuk satu gelarnya direbut bersama Markis Kido pada 2007.

Melihat pengalaman yang dimiliki, Butet optimistis mampu meraih hasil terbaik pada Kejuaraan Dunia 2019 itu meski lawan yang bakal dihadapi yaitu pasangan Jepang yang merupakan unggulan 12, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

“Semoga apa yang diraih oleh Hendra/Ahsan ini bisa menjadi motivasi bagi pemain muda. Semangatnya itu harus dicontoh,” kata Butet menambahkan.

Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos ke final Kejuaraan Dunia 2019 setelah memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang menjadi unggulan kempat turnamen menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Ganda putra oleh PP PBSI memang digandang mampu menjadi juara dunia. Selain lewat Hendra/Ahsan, pasangan yang sebelumnya diharapkan adalah pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon ternyata harus kandas di babak pertama.

Baca juga: Butet kaget “The Daddies” bisa ke final Kejuaraan Dunia 2019

Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christian Hadinata selesaikan Kudus Marathon biar lambat asal selamat

Kudus (ANTARA) – Legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata ternyata masih punya semangat tinggi untuk menguji kemampuannya setelah pria berusia 69 tahun itu mampu menyelesaikan Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2019 di Kudus, Minggu.

“Biar lambat asal selamat,” kata Christian Hadinata usai pengalungan medali finis di Alun-alun Kudus dengan tertawa.

Pria yang banyak mengharumkan nama bangsa pada kancah bulu tangkis internasional ini turun dalam kategori 5K. Pria kelahiran Purwokerto itu turun bersama legenda lainnya seperti Liem Swie King, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, Ivana Lie hingga Liliyana Natsir.

Meski start paling belakang, pria yang akrab dipanggil Koh Chris itu tetap menjalankan misi berlarinya dengan penuh semangat. Catatan waktunya lebih dari 35 menit, namun masih banyak legenda dan tamu undangan yang berada dibelakangnya.

“Ya lari, ya jalan. Gitu aja. Yang jelas over limit,” kata pria yang lama menggembleng pebulu tangkis Indonesia di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur itu dengan tertawa.

Baca juga: Peserta Kudus Relay Marathon 2019 beruntung bakal dikirim ke Singapura

Koh Chris menceritakan sepanjang perjalanan antusiasme masyarakat untuk mendukung kejuaraan edisi kedua ini cukup tinggi, termasuk dalam berpartisipasi pada turnamen yang diikuti sekitar 6.000 peserta itu.

“Anak-anak banyak sekali dipinggir jalan. Banyak pula yang ikut. Saya berharap kejuaraan berikutnya lebih ramai lagi,” kata pemain yang pernah berpasangan dengan Liem Swie King maupun Ivana Lie itu.

Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019 memperebutkan total hadiah Rp 189 juta dari seluruh kategori yaitu Relay Marathon, Half Marathon, 10K, 5K dan Kids Fun Run.

Selain mendapatkan medali finisher berbentuk puzzle, untuk para peserta yang berhasil menembus garis finis dengan catatan waktu cut of time – tiap pelari 55 menit atau total 220 menit dihitung dari gun time di awal lomba.

Baca juga: Liliyana Natsir kini mencintai berlari meski sebelumnya dihindari

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Target satu gelar masih terbuka

Basel, Swiss (ANTARA) – Target Indonesia meraih sedikitnya satu gelar pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 masih terbuka dengan lolosnya ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ke final.

Pasangan tersebut mencapai final setelah mengalahkan sesama ganda Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 21-16, 15-21, 21-10 pada semifinal di St.Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu malam.

Indonesia meloloskan tiga pasangan ke semifinal. Selain dua ganda putra tersebut, ada ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahati.

Namun ganda putri unggulan kelima itu menyerah pada pasangan nomor satu dunia Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara 16-21, 16 21-15, 21-10.

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Pada final, Minggu, Ahsan/Hendra, juara dunia 2013 dan 2015, akan melawan pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang menyisihkan ganda putra China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen 21-19, 21-13.

Laga ganda putra akan digelar sebagai pertandingan terakhir pada final, Minggu.

Pada Kejuaraan Dunia kali ini, tuan rumah Olimpiade 2020, Jepang, meloloskan lima finalis yakni dua pada ganda putri, serta masing-masing satu pada tunggal putra, tunggal putri, serta ganda putra,

Unggulan teratas ganda putri Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, yang mengalahkan Greysia Polii/priyano Rahayu, akan menghadapi Yuki Fukushima?Sayaka Hirota pada final ganda putri.

Dengan demikian Jepang sudah memastikan meraih satu medali emas.

Pada sektor tunggal putra, unggulan teratas Kento Momota akan melawan unggulan kelima asal Denmark Anders Antonsen.

Pada tunggal putri Nozomi Okuhara akan memperebutkan gelar dengan Pusarla V Sindhu dari India.

Satu-satunya final tanpa pemain Jepang adalah pada ganda campuran, saat unggulan pertama asal China Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong melawan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

Baca juga: Greysia/Apriyani dipaksa kembali hanya bawa perunggu
Baca juga: Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019: Ahsan dan Hendra melaju ke babak final

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). Ahsan/Hendra masuk ke babak final setelah menang dengan skor 21-16, 15-21, 21-10. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final

Basel, Swiss (ANTARA) – Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memenangi All Indonesian Match melawan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto demi mencapai partai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF.

Pasangan berjuluk The Daddies yang jadi unggulan kempat turnamen menang 21-16, 15-21, 21-10 atas Fajar/Rian dalam pertandingan semifinal di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu setempat.

Ahsan/Hendra masih menunggu lawan mereka di final nanti, yang akan ditentukan dalam semifinal lain antara unggulan kedua asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen melawan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang berhadapan pada pertandingan terakhir Sabtu.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

Fajar/Rian memimpin hingga interval gim pembuka, “dibantu” beberapa kesalahan sendiri yang dibuat Hendra maupun Ahsan.

Namun setelah interval, pasangan peringkat dua dunia Ahsan/Hendra melaju dengan enam poin beruntun untuk memimpin 15-11.

Fajar/Rian tidak menyerah dengan mudah ketika Ahsan/Hendra sudah memimpin 20-13, mereka menambah tiga poin beruntun untuk mengejar, tapi selisihnya sudah terlalu jauh.

Akhirnya ganda putra dua kali juara dunia, Ahsan/Hendra merebut gim pembuka 21-16 dalam 14 menit.

Pola serupa terjadi pada awal gim kedua ketika Fajar/Arian kembali memimpin hingga interval 11-6. Namun kali ini mereka mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir.

Ahsan/Hendra yang banyak melakukan kesalahan sendiri, antara lain beberapa kali pengembalian mereka menyangkut di net memberi kemenangan bagi Fajar/Rian.

Gim ketiga berjalan sedikit timpang dan Ahsan/Hendra menekan sejak awal dengan skor 4-0. Mereka terus melaju hingga menutup pertandingan dengan meraup delapan poin beruntun.

Baca juga: Tunggal tak bersisa, ganda berjaya

“Secara keseluruhan kami tertekan, gim pertama sudah unggul 11-9 tapi mereka bisa membalikkan keadaan. Kita banyak melakukan kesalahan juga,” ujar Fajar seusai pertandingan.

Menurutnya, Ahsan dan Hendra bermain taktik dengan pukulan yang matang, sehingga tidak perlu banyak bergerak namun pukulannya menyulitkan lawan.

Sementara Ahsan menilah pertarungan perebutan tempat di final Kejuaraan Dunia itu tidak mudah. “Selain adu teknis, juga adu mental. Sama-sama tidak mau kalah,” ujarnya.

Adapun Hendra mengatakan saat kehilangan gim kedua itu, ia dan pasangannya sudah tertekan lebih dulu sehingga diserang terus menerus.

“Pada gim ketiga kami berinisiatif untuk menyerang duluan sehingga lebih enak,” kata tiga kali juara dunia itu, yakni pada 2007 bersama Markis Kido, serta 2013 dan 2015 bersama Ahsan.

Baca juga: Tampil pada semifinal, jangan puas hanya bawa pulang perunggu

Baca juga: Greysia/Apriyani dipaksa kembali hanya bawa perunggu

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Meski dapat medali Fajar/Rian tidak puas

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengaku tidak puas dengan permainan mereka dalam pertandingan semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 meskipun mereka memastikan mendapat medali perunggu.

“Secara keseluruhan mungkin dapat perunggu, tapi tidak puas dengan hari ini, bukan karena kalahnya tapi dari permainan, kelasnya kayak jauh banget,” ujar Fajar seusai pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu.

Fajar/Rian kalah oleh pasangan unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dalam tiga gim 16-21, 21-15, 10-21

Baca juga: Hendra/Ahsan menangi “All Indonesian Match” demi capai final
Baca juga: Fajar/Rian jadikan Indonesia Open 2019 momentum perbaikan diri

Fajar mengaku ia dan Rian tertekan sejak awal dan banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga meskipun sempat memimpin 11-9 saat interval gim pertama, Ahsan/Hendra yang dijuluki “The Daddies” itu mampu membali keadaan dan memenangi pertandingan.

“Saya tahu itu tidak boleh tapi bola-bola mereka itu matang, mereka itu taktis, biasanya kan (pemain lain) bolanya panjang-panjang, tapi mereka beda, mereka mainnya taktis, tidak banyak bergerak tapi menyulitkan lawan,” paparnya.

Tidak puas juga disampaikan Rian. “Belum puas karena permainan hari ini tidak bisa keluar semua. Kalah juga kalau permainan keluar semua tidak masalah, ini kalah tapi permainan tidak maksimal,” katanya menyesali.

Ia juga mengaku tertekan dengan mengalami kesulitan untuk keluar dari tekanan terutama pada gim ketiga saat mereka sudah tertinggal dari awal.

“Dari awal gim ketiga kita kalah start, sudah 4-0, (pasangan) sana makin percaya diri, kita malah tertekah dan susah banget keluar dari tekanan,” kata Rian.

Siapkan mental

Sementara itu, menjelang pertandingan final yang akan berlangsung Minggu, Hendra mengatakan akan menyiapkan mental dan beristirahat.

“Yang pasti kalau buat final Kejuaraan Dunia kayak gini sih mental yang kita siapin, berani dan fokus dari awal, hasilnya kita serahkan kepada Yang di Atas,” katanya.

Sementara Ahsan mengatakan akan banyak berdoa.

Ini merupakan final ketiga bagi Ahsan/Hendra yang sebelumnya menjadi juara dunia 2013 dan 2015.

Pada final, Minggu, mereka akan melawan pemenang pertandingan antara pasangan China unggulan kedua Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan pasangan Jepang unggulan 12 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang masih belum bertandin.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019: Ganda putri Indonesia terhenti di babak semifinal

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii berusaha mengembalikan kok ke ganda putri Jepang Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (24/8/2019). Greysia/Apriyani terhenti langkahnya di babak semifinal usai kalah dengan skor 12-21, 19-21 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/wsj.

Tampil pada semifinal, jangan puas hanya bawa pulang perunggu

Basel, Swiss (ANTARA) – Laga semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di Basel, Swiss, pada Sabtu, akan menjadi ajang pembuktian bagi para pebulu tangkis Indonesia bahwa mereka tidak cukup puas hanya membawa pulang medali perunggu.

Indonesia menempatkan dua pasangan ganda putra dan satu pasangan ganda putri pada semifinal kejuaraan bergengsi tersebut. Ketiga semifinalis tersebut mempunyai misi masing-masing untuk meraih hasil maksimal sesuai harapan.

Dengan mencapai babak semifinal, mereka otomatis sudah memperoleh medali perunggu. Namun mereka kompak mengatakan ingin memperoleh lebih dari itu, mengingat masing-masing mempunyai target pribadi.

Baca juga: Pastikan tempat di semifinal, target “The Daddies” tercapai

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

Ganda putra peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pastinya ingin membuat catatan baru dengan meraih gelar ketiga setelah menjuarai Kejuaraan Dunia 2013 dan 2015.

Hendra bahkan akan memperoleh gelar juara dunia keempat jika berhasil menjadi juara di Basel, karena ia juga menjadi juara dunia 2007 bersama Markis Kido.

“Target (membawa pulang medali) ya tercapai, tapi kalau bisa ya lebih lagi,” ujar Hendra setelah memenangi pertandingan perempat final, Jumat.

Pada semifinal, mereka akan menghadapi pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Fajar/Rian yang baru pertama kali mencapai semifinal Kejuaraan Dunia, akan sangat termotivasi untuk meraih hasil semaksimal mungkin.

“Pasti sangat bangga bersyukur, tapi kita jangan puas diri, besok masih ada pertandingan. Kita nggak mau juga hanya dapat medali perunggu, kalau bisa lebih,” ujar Fajar yang mengatakan bahwa pada tiga turnamen sebelumnya mereka memperoleh hasil yang kurang bagus, sehingga di Kejuaraan Dunia ini ia ingin memberikan yang terbaik.

Baca juga: Greysia/Apriyani ke semifinal usai menangi laga ketat

Adapun bagi ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu terhenti di semifinal, tahun ini pasti ingin melebihi hasil tersebut.

“Kita mau lebih tapi tetap harus fokus lagi, permainan belum kelar,” kata Greysia saat ditanya apakah mereka ingin meraih hasil lebih dari semifinal.

Berikut ini susunan pertandingan pemain Indonesia pada semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu. Angka di depan menunjukkan unggulan:

5-Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs 1-Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian ardianto vs 4-Mohammad ahsan/Hendra Setiawan

Baca juga: Tunggal tak bersisa, ganda berjaya

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ekspresi Fajar/Rian tembus ke semi final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto melakukan selebrasi usai mengalahkan ganda putra Korea Selatan Choi Solgyu dan Seo Seung-jae pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Pasangan Fajar/Rian Christie menang dengan skor 21-13, 21-17 dan akan bertemu pasangan Ahsan/Hendra di babak semi final. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/foc.

Tunggal tak bersisa, ganda berjaya

Basel, Swiss (ANTARA) – Babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, berakhir Jumat malam (Sabtu dini hari WIB), yang ditutup dengan keberhasilan pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melaju ke semifinal.

Fajar/Alfian menggenapi keberhasilan sektor ganda meloloskan tiga semifinalis setelah ganda putri unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan pasangan “The Daddies” Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lolos lebih dulu.

Sebenarnya Indonesia meloloskan empat perempatfinalis, namun satu-satunya wakil sektor tunggal pada delapan besar, Jonatan Christie, dihentikan oleh pemain India Sai Praneeth B dengan kekalahan 22-24, 14-21.

Kekalahan Jojo membuat Indonesia tidak punya wakil pemain tunggal pada semifinal Kejuaraan Dunia.

Baca juga: Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

Sementara sektor ganda putra sudah memastikan satu tempat di final karena Fajar/Rian akan melawan Ahsan/Hendra pada semifinal sehingga siapa pun yang menang akan mewakili Indonesia di final.

Dengan demikian harapan untuk meraih satu gelar masih terbuka.

Adapun Greysia/Apriyani yang pada Kejuaraan Dunia tahun lalu juga mencapai semifinal, akan melawan unggulan teratas asal Jepang Misaki Matsumoto/Wakana Nagahara yang meraih kemenangan saat lawan mereka unggulan delapan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto menarik diri karena Koharu cedera.

Kejutan datang dari pemain Denmark Anders Antonsen yang menyingkirkan juara dunia 2014 Chen Long dari China dengan kemenangan 22-20, 21-10.

Baca juga: Pastikan tempat di semifinal, target “The Daddies” tercapai

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian ke semifinal, Indonesia pastikan ke final

di lapangan enggak ada yang enggak mungkin. Kita pasti berusaha, yang penting kita fighting

Basel, Swiss (ANTARA) – Indonesia memastikan satu tempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos ke semifinal.

Pasangan unggulan ketujuh itu menperoleh tempat babak empat besar setelah mengalahkan ganda putra Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-13, 21-17 pada pertandingan terakhir perempat final di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat malam.

Pada semifinal, Fajar/Rian akan melawan ganda Indonesia lainnya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sehingga siapa pun yang menang akan mewakili Indonesia pada partai final.

Keberhasilan Fajar/Rian menggenapi sukses yang diraih dua ganda sebelumnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Ahsan/Hendra yang seluruhnya masuk semifinal.

Gim pertama sepenuhnya milik pasangan Indonesia setelah mereka memimpin sejak awal hingga membukukan kemenangan 21-13.

Gim kedua berlangsung ketat ketika ganda Korea yang pernah mengalahkan Fajar/Rian di Australia Open itu sempat mengejar poin hingga 17-17, namun setelah itu mereka kembali tertinggal.

Baca juga: Pastikan tempat di semifinal, target “The Daddies” tercapai

“Alhamdulillah bersyukur saya sangat bahagia sekali bisa ke semifinal yang pertama di kejuaraan dunia, yang pasti kita bersyukur tapi perjalanan belum selesai, masih ada hari esok dan seterusnya,” ujar Fajar seusai pertandingan.

Pada semifinal, Sabtu, Fajar/Rian akan melawan unggulan keempat Ahsan/Hendra yang maju ke babak empat besar setelah  mengalahkan ganda Taiwan 13 Liao Min Chun/Su Ching Heng 21-17, 21-19.

Menanggapi pertemuan dengan sesama ganda Indonesia, Fajar mengatakan ada plus minusnya. “Lega karena salah satu akan masuk ke final,” kata dia.

Tetapi mereka juga menyadariAhsan/Hendra adalah pasangan berpengalaman yang saat ini sedang berada dalam performa terbaiknya. Sering berlatih bersama juga membuat mereka tahu sama tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing.

“Salut sama mereka tapi di lapangan enggak ada yang enggak mungkin. Kita pasti berusaha, yang penting kita fighting,” tandas Fajar.

Baca juga: Greysia/Apriyani ke semifinal usai menangi laga ketat

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani ke semifinal usai menangi laga ketat

hawanya untuk mau fight-nya yang harus dijaga, kalau itu dijaga, fokus, mau main apa aja sudah enak strateginya

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangi laga ketat melawan pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan untuk mencapai semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Pasangan unggulan kelima ini membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyisikan pasangan China unggulan keempat itu dengan 25-23, 23-21 pada babak delapan besar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Greysia/Apriyani sempat tertinggal pada awal gim pembuka namun mereka memperbaiki penampilannya sehingga bisa mengimbangi permainan lawan dan bermain ketat hingga gim kedua.

“Set pertama kita sempat kehilangan hawa, mereka juga mainnya mau cepat, mau nekan kita,” ujar Greysia. Namun, lanjut Greysia, pelatih mengingatkan dia dan Apriyani juga saling mengingatkan untuk tidak kalah hawa duluan. “Dari situ kita langsung bangun, kayak ditampar.”

Karena menurut dia, pada level mereka, para pemain sudah saling mengetahui permainan masing-masing, tingkatnya sudah sama. “Otomatis itu yang diutamakan, hawanya untuk mau fight-nya yang harus dijaga, kalau itu dijaga, fokus, mau main apa aja sudah enak strateginya,” kata Greysia.

Sejak itu, permainan berlangsung ketat hingga gim kedua berakhir dengan kemenangan pasangan Indonesia.

Baca juga: Jonatan Christie gagal capai target semifinal Kejuaraan Dunia 2019

“Alhamdulilah senang, bangga untuk hasil hari ini,” timpal Apriyani seusai pertandingan.

Pada semifinal, Sabtu, Greysia/Apriyani akan melawan pemenang pertandingan pasangan Jepang unggulan delapan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto melawan unggulan pertama Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

Untuk menghadapi mereka, Greysia dan Apriyani mengungkapkan akan menyiapkan pikiran, mental, stamina, dan berjuang lagi, dan mau berlelah-lelah lagi di lapangan.

Ketika ditanya apakah mereka ingin meraih hasil lebih dari semifinal mengingat tahun lalu pun mereka mencapai babak empat besar, Greysia menjawab, keinginan untuk itu pasti ada, namun ia memilih fokus pada pertandingan.

“Itu sudah di luar kontrol kita, kita selalu berdoa sama Tuhan supaya mengingatkan kita bagaimana meng-handle pikiran. Kita mau lebih tapi tetap harus fokus lagi, permainan belum kelar,” katanya.

Ia memilih menyerahkan hasil kepada Tuhan. “Kita mau melakukan yang menjadi bagian kita saja,” tutup Greysia.

Baca juga: Rasakan ngilu pada engkel, pergerakan Jonatan Christie terganggu

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani melangkah ke semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii melakukan selebrasi usai mengalahkan ganda putri China Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan pada babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Greysia/Apriyani lolos ke semifinal setelah menang dengan skor 25-23, 23-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Rasakan ngilu pada engkel, pergerakan Jonatan Christie terganggu

Basel, Swiss (ANTARA) – Ungulan keempat tunggal putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 Jonatan Christie mengaku dirinya mengalami gangguan pada pergelangan kaki sejak akhir gim pertama ketika melawan Sai Praneeth B dari India sehingga pergerakannya terganggu.

Jonatan kalah dua gim langsung 22-24, 14-21 dari Praneeth pada babak delapan besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Baca juga: Jonatan Christie gagal capai target semifinal Kejuaraan Dunia 2019

“Karena memang bisa dibilang ngilu buat refleks, terutama untuk bola-bola yang jauh, biasanya kita harus maksa dengan refleks kita, tapi itu dengan refleks sedikit juga sudah terasa. Jadi itu yang beberapa kali terasa di gim kedua,” ujar Jonatan Christie seusai pertandingan.

Ia mengakui bahwa gangguan pergelangan kaki sudah ia alami sejak Indonesia Open ketika ia melawan pebulu tangis Denmark Hans Krisian Vittinghus, namun saat itu pada pergelangan kaki kiri.

“Waktu itu juga sama bunyi juga, sampai Jepang (Open) pun saya bermain dalam keadaan seperti itu tapi bisa mengatasi dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Singkirkan Vittinghus, Jojo ke perempat final

Kali ini, menjelang Kejuaraan Dunia 2019, lanjut pemain yang akrab disapa Jojo itu, ia mengalami hal serupa pada kaki kanannya.

“Tapi enggak sampai bunyi, jadi enggak masalah dan kiri juga sudah oke. Di sini saya jaga terus, tapi pas tadi pas (poin) 20-21 ada sekali gerakan yang saya maksa, itu bunyi sampai sekarang,” paparnya.

Ketika ditanya apakah sakit engkelnya itu yang menjadi penyebab kekalahannya, Jonatan menjawab 50-50 persen dengan permainannya yang buruk.

“Karena gim pertama banyak pola dan strategi saya yang ragu untuk diterapin. Jadi bukan hanya karena kaki tapi ada beberapa stroke yg harus saya perbaiki ke depan,” ujarnya.

Kekalahan Jonatan membuat pemain tunggal Indonesia tidak tersisa pada Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung sampai Minggu (25/8).

Baca juga: Indonesia sisakan empat wakil di perempat final

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan Christie gagal capai target semifinal Kejuaraan Dunia 2019

Basel, Swiss (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie gagal mencapai target masuk semifinal pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah pada pertandingan babak perempat final di di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Satu-satunya pemain tunggal Indonesia yang tersisa pada babak perempat final itu kalah oleh pemain asal India Sai Praneeth dengan skor 22-24, 14-21.

Dalam pertandingan yang mulai dipadati penonton setelah hari-hari sebelumnya tidak begitu ramai itu, pemain Indonesia unggulan keempat tersebut berusaha mengimbangi permainan Praneeth pada gim pembuka.

Baca juga: Jonatan awali perjuangan Indonesia di perempat final kejuaraan dunia

Meski tertinggal sejak awal, ia tidak membiarkan dirinya terpaut jauh. Sempat tertinggal 4-8 namun kemudian berhasil menyamakan kedudukan 10-10.

Jonatan Christie sempat mendapat peluang untuk merebut gim pertama saat memimpin 21-20, namun Praneeth-lah yang akhirnya merebut kemenangan 24-22.

Pada gim kedua Jonatan yang mendapat dukungan penonton dari tribun, langsung tertinggal 0-3 kemudian 1-7 dan tidak pernah mampu mengejar ketertinggalannya.

Pemain peringkat empat dunia itu sempat memperpendek jarak dengan meraih empat poin beruntun melalui serangannya hingga angka 12-15, namun kemudian tertinggal lagi sebelum menyerah 14-21.

Seusai pertandingan pemain yang baru pertama kali mencapai perempat final Kejuaraan Dunia 2019 itu mengaku ragu-ragu menerapkan pola permainannya.

“Saya mengaku dari awal main sempat beberapa kali ragu menerapkan strategi dan pola permainannya, beberapa kali juga Sai Praneeth saya rasa mengambil kesempatan itu juga, dari pertama dia coba menyerang saya terus.

“Saya coba mengimbangi untuk terus bermain reli karena dia berusaha semaksimal mungkin untuk bermain cepat terus, karena mungkin dia menghindari permainan reli,” kata pemain yang akrab dipanggil Jojo itu.

Jojo juga mengaku mengalami sedikit gangguan pada pergelangan kaki kanannya yang membatasi pergerakannya sehingga pada gim kedua ia tertinggal jauh.

Ia mengaku trauma karena sebelumnya pernah mengalami hal serupa. “Itu alasan saya kenapa set kedua tempo permainannya sedikit kendor,” ujarnya.

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Baca juga: Indonesia sisakan empat wakil di perempat final
 

Jonatan Christie raih emas tunggal putra

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan Christie terhenti di perempat final

Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie terjatuh saat berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis India Sai Praneeth Bhamidipati pada babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Jumat (23/8/2019). Jonatan Christie terhenti langkahnya di babak perempat final setelah kalah dengan skor 22-24, 14-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Jonatan awali perjuangan Indonesia di perempat final kejuaraan dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie akan membuka perjuangan pemain Indonesia pada perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di Lapangan 2 St. Jakobshalle Basel, Swiss, Jumat.

Jojo sapaan akrab Jonatan Christie akan bertanding melawan wakil dari India, Sai Praneeth B.

Pada pertandingan perempat final Kejuaraan Dunia ini akan menjadi pertemuan keempat Jonatan dengan Praneeth dengan dua pertemuan terakhir sebelumnya dimenangi Jojo. Namun itu terjadi tahun lalu di New Zealand dan French Open.

Untuk menghadapi pemain India yang mengalahkan tunggal putra Indonesia lainnya Anthony Sinisuka Ginting tersebut, Jojo mengatakan ia harus memberikan pukulan yang lebih bervariasi, tidak monoton menyerang atau smes terus menerus.

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Baca juga: Indonesia sisakan empat wakil di perempat final

“Karena pertahanan dia juga bagus, dan serangannya juga lumayan bagus, jadi itu beberapa poin yang harus dipersiapkan besok,” kata Jojo seusai memenangi laga 16 besar, Kamis malam.

Ia menilai pemain India adalah pemain yang cerdas sehingga perlu diantisipasi pola dan strategi permainannya.

“Pemain India terkenal dengan kecerdasannya, itu yang harus saya jaga, mungkin kecepatannya tidak secepat Anthony (Ginting), tapi dengan pola main dan strateginya, dia bisa menyusahkan lawan,” katanya. itu yg harus saya jaga dan antisipasi besok.

Setelah Jojo, ganda putri unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil di lapangan yang sama. Pasangan tersebut akan melawan unggulan keempat Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari China.

Sementara itu, dua ganda putra akan beraksi pada sesi sore yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat.

Pasangan unggulan keempat Mohammad ahsan/Hendra Setiawan akan melawan ganda putra Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng yang menjadi unggulan 13.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Sedangkan unggulan ketujuh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menghadapi pasangan Korea Choi Solgyu/Seo Seung Jae.

Berikut ini susunan pertandingan para pemain Indonesia pada perempat final Kejuaraan Dunia di Basel, Swiss, Jumat (angka di depan menunjukkan unggulan):

4-Jonatan Christie vs 16-Sai Praneeth B (India)

5-Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs 4-Chen Qing Chen/Jia Yi Fang

4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs 13-Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan).

Baca juga: Fajar/Rian susul Ahsan/Hendra ke perempat final

Baca juga: Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting gagal ke perempat final

Pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting menyemangati dirinya saat melawan pebulu tangkis India Sai Praneeth Bhamidipati pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Anthony Ginting gagal melaju ke perempat final setelah kalah dengan skor 19-21, 13-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/ama.

Fajar/Rian susul Ahsan/Hendra ke perempat final

Alhamdulillah, bersyukur dulu bisa menang

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menyusul pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Unggulan ketujuh Fajar/Rian pada babak 16 besar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis malam mengalahkan ganda putra Malaysia
Goh V Shem/Tan Wee Kiong yang menjadi unggulan 14, dalam tiga gim 21-23, 21-11, 21-11.

Fajar/Rian mengabaikan kehilangan gim pertama dengan memperbaiki permainannya untuk merebut gim kedua.

Mereka melanjutkan momentum pada gim ketiga dengan tampil garang, menghujani pasangan Malaysia dengan smes smes tajam yang sulit dikembalikan.

“Alhamdulillah, bersyukur dulu bisa menang,” ujar Fajar setelah pertandingan.

“Tadi kita coba main semangat saja, tadi saat set pertama kami sudah leading 20-19 tapi tidak bisa selesaikan gim itu. Jadi saat set kedua kami tidak terlalu memikirkan gim pertama, yang penting fighting dan semangat dulu, ” tambahnya.

Pada perempat final, Fajar/Rian akan menghadapi pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae yang mengalahkan Minions pada putaran kedua yang lalu.

“Mereka bermain bagus, di sini mereka berhasil mengalahkan Kevin/Marcus dan tadi juga ramai (pertandingannya). Set pertama sempat kalah dan set kedua sempat tertinggal (namun berhasil menang), jadi kami harus waspadai,” kata Rian.

Lolosnya Fajar/Rian ke perempat final mengikuti pasangan peringkat dua dunia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang sudah lebih dulu maju ke babak delapan besar.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Baca juga: Praveen/Melati kalah, ganda campuran tak tersisa

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia sisakan empat wakil di perempat final

Basel, Swiss (ANTARA) – Tim Indonesia menyisakan empat wakil pada babak delapan besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 yang akan berlangsung Jumat di St Jakobhalle Basel, Swiss.

Keempat wakil tersebut terdiri atas satu tunggal dan tiga ganda, yakni tunggal putra Jonatan Christie, dua ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Baca juga: Jonatan tembus perempat final untuk pertama kali

Dari sembilan wakil yang bertanding pada babak 16 besar, Kamis, Indonesia kehilangan lima di antaranya, yakni tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta serta dua ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktanvianti.

Anthony gagal maju ke perempat final setelah dikalahkan pemain India Sai Praneeth B 19-21. 13-21.

Baca juga: Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Sementara Gregoria menyesalkan kegagalannya menghadapi pemain Thailand Ratchanok Intanon 21-18, 21-23, 10-21.

Gregoria yang sudah memenangi gim pertama dan memimpin 20-18 gagal menyudahi pertandingan dengan kemenangan. Ratchanok justru membalik keadaan untuk merenbut gim kedua dan memenangi gim penentuan untuk meraih kemenangan.

Baca juga: Sia-siakan peluang menang, Gregoria gagal ke perempat final

Dua ganda campuran juga tersingkir dari turnamen ini. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Wijaja yanga kalah oleh ganda campuran unggulan pertama Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong 17-21, 12-21, serta praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menyetrah pada pasangan bukan unggulan asal Belanda Robin Tabeling/Selena Piek 13-21, 23-21, 8-21.

Selain itu, ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta menyusul pulang lebih awal setelah disingkirkan oleh pasangan Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan 17-21, 18-21.

Baca juga: Greysia/Apriyani melaju, Della/Rizki tersingkir

Indonesia yang menargetkan meraih satu gelar pada Kejuaraan Dunia kali ini, menumpukan harapannya kepada empat wakil yang tersisa.

Juara dunia dua kali Ahsan/Hendra serta semifinalis tahun lalu Greysia Polii/Apriyani Rahayu diharapkan mampu mencatat prestasi terbaik, sedangkan Jonatan Christie yang baru pertama kali mencapai perempat final Kejuaraan Dunia diharapkan dapat memberi kejutan.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Baca juga: Fajar/Rian susul Ahsan/Hendra ke perempat final
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Langkah Anthony Ginting terhenti pada 16 besar

Di gim kedua saya mau menyerang tapi enggak yakin. Soalnya masih kepikiran di poin-poin akhir gim pertama

Basel, Swiss (ANTARA) – Langkah tunggal putra unggulan keenam Anthony Sinisuka Ginting terhenti pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 setelah gagal mengatasi permainan pebulu tangkis India Sai Praneeth B.

Bertanding di Lapangan 1 St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis sore waktu setempat, Ginting yang menempati peringkat delapan dunia menyerah dua gim langsung 19-21, 13-21 kepada Praneeth.

Tertinggal dalam perolehan angka pada pertengahan gim pertama, Ginting berhasil membalikkan keadaan dengan memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawannya sehingga memimpin 18-15 hingga 19-17.

Namun ia tidak mampu menghindarkan lawannya memperoleh empat poin beruntun untuk merebut gim pembuka.

Pada gim kedua, permainan Ginting seolah berakhir setelah memimpin 11-8, ketika lawannya dua kali memperoleh enam angka berturut-turut untuk memenangkan pertandingan.

Ginting yang namanya sesekali diteriakkan oleh penonton di trinbun, mengakui bahwa penampilannya pada babak 16 besar ini tidak seperti pada babak sebelumnya.

Baca juga: Greysia/Apriyani melaju, Della/Rizki tersingkir

“Tadi gim pertama juga ketat, tapi di poin-poin akhir malah pingin buru-buru menyerang. Padahal perjalanan sampai leading dua tiga poinnya tadi dari menunggu kesalahan lawan, bukan dari serangan saya,” kata Ginting usai pertandingan.

Sementara pada gim kedua, ia mengaku justru ragu-ragu untuk menyerang karena masih mengingat kesalahannya pada akhir gim pertama.

“Di gim kedua saya mau menyerang tapi enggak yakin. Soalnya masih kepikiran di poin-poin akhir gim pertama, saya posisinya kebalik gara-gara itu,” tambahnya.

Saat ditanya apakah ada masalah dengan kakinya, pebulu tangkis peringkat delapan dunia yang dalam pertandingan ini kurang lincah pergerakannya, mengaku tidak ada masalah.

Setelah Ginting tersingkir, tunggal putra Indonesia menyisakan Jonatan Christie yang belum memainkan pertandingan babak 16 besarnya melawan Jan O Jorgensen dari Denmark.

Baca juga: “The Daddies” atasi permainan rapi lawan, Ahsan: Alhamdulillah menang

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani melaju ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii mengembalikan kok ke ganda putri Bulgaria Gabriela Stoeva dan Stefani Stoeva pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Greysia/Apriyani melaju ke perempat final setelah menang dengan skor 21-19, 21-16 . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Hafiz/Gloria gagal mengulangi kemenangan di Jepang

Basel, Swiss (ANTARA) – Gagal mengulangi keberhasilan pada Japan Open lalu, ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Pada babak 16 besar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis, unggulan 10 ini menyerah kepada unggulan teratas asal China Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong 17-21, 12-21.

Pada Japan Open bulan lalu Hafiz/Gloria mengalahkan pasangan China ini.

Dalam pertandingan tempo cepat ini, Indonesia sering kewalahan menghadapi serangan pasangan China.

Kalaupun mereka mampu meladeni reli panjang yang dilancarkan pasangan peringkat satu dunia itu, pengembaliannya kerap menyangkut net atau keluar lapangan.

Gloria mengatakan bahwa penampilan mereka pada babak 16 besar itu tidak sesuai harapannya yang menginginkan kembali menang seperti di Jepang.

“Belum memuaskan seperti ekspektasi, (inginnya) seperti di Jepang kemarin,” ujarnya.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Ia menduga, setelah menelan kekalahan di Jepang, pasangan China juara Indonesia Open 2019 itu melakukan persiapan yang lebih baik menjelang Kejuaraan Dunia.

“Kelihatan sananya lebih siap karena sudah prepare setelah kembali dari Jepang. Untuk persiapan diri sendirinya mereka lebih siap,” kata Gloria.

Ditanya tentang kesulitannya menghadapi pasangan tersebut, Hafiz mengatakan, bertanding melawan Zheng Si wei/Huang Ya Qiong tidak boleh lengah.

“Fokusnya tidak boleh kendor sedikit pun, kalau kendor sedikit poinnya cepat banget, bisa tiga empat poin langsung,” kata Hafiz.

Gloria menambahkan, menghadapi ganda campuran nomor satu dunia itu tidak boleh melakukan kesalahan sendiri.

Kekalahan Hafiz/Gloria membuat Indonesia menyisakan pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianto pada sektor ganda campuran. Mereka segera melakoni pertandingan 16 besar melawan Robin Tabeling/SElena Piek dari Belanda.

Baca juga: Sia-siakan peluang menang, Gregoria gagal ke perempat final

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani melaju, Della/Rizki tersingkir

pokoknya kita selalu siap mau menang, tapi tetap enjoy menikmati step by step

Basel, Swiss (ANTARA) – Dua ganda putri Indonesia yang bertanding pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta meraih hasil yang berbeda.

Greysia/Apriyani yang menjadi unggulan kelima melaju ke perempat final setelah menaklukkan kakak beradik asal Ukraina Gabriela Stoeva/Stefani Soeva 21-19, 21-16.

Sedangkan Della/Rizki yang menjadi unggulan 14 menyerah kepada pasangan Korea unggulan 14 Lee So Hee/Shin Seung Chan 17-21, 18-21.

Menjadi satu-satunya ganda putri yang tersisa, Greysia dan Apriyani mengaku tetap  fokus kepada pertandingannya sendiri dan tidak memikirkan pemain lain.

“Kita tetap mau berjuang fokus dengan performance kita,” ujar Greysia.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Pada perempat final, Greysia/Apriyani akan menghadapi unggulan keempat asal China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang menyisihkan ungulan sembilan asal Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong 19-21, 21-17, 21-16.

Menghadapi pertandingan besok, Apriyani mengatakan hanya akan melakukan pemulihan baik fisik maupun pikiran.

Enjoy saja, disiapin lagi, recovery pikirannya, istirahatnya, pokoknya kita selalu siap mau menang, tapi tetap enjoy menikmati step by step,” kata semifinalis Kejuaraan Dunia 2018 itu.

Greysia/Apriyani mempunyai rekor pertemuan 2-5 dengan pasangan China ini dengan tiga pertemuan terakhir dimenangi Chen/Jia.

Baca juga: Hafiz/Gloria gagal mengulangi kemenangan di Jepang

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sia-siakan peluang menang, Gregoria gagal ke perempat final

Basel, Swiss (ANTARA) – Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung menyianyiakan keunggulan 20-18 pada gim kedua sehingga gagal mencapai target babak delapan besar pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Tunggal putri unggulan 14 ini tinggal kurang satu poin lagi untuk memenangi laga melawan unggulan ketujuh asal Thailand Ratchanok Intanon pada babak 16 besar di St Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis, namun gagal menutup pertandingan ini dengan kemenangan.

Gregoria merebut gim pertama 21-18 dan membalik ketertinggalan 14-17 menjadi unggul 19-17 untuk kemudian 20-18 pada gim kedua sebelum Ratchanok kembali memimpin dan memenangi pertandingan.

“Gim pertama dan kedua kurang lebih sama, saya bisa menyamakan kecepatan dia. Dan walaupun dia sedikit mengubah pola pada gim kedua saya bisa lebih cepat mengetahuinya,” ujar Gregoria seusai pertandingan.

“Tapi pas poin leading 20-18 itu malah tegang sendiri, kurang sabar, pingin buru-buru terus gitu,” aku Gregoria.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Ia melanjutkan, sebenarnya sejak awal sudah merasa enak meladeni permainan pemain Thailand peringkat enam dunia itu. “Biasanya bola-bola yang dia matiin kebanyakan sudah saya jagain. Terus juga pas gim kedua mungkin saya kebawa tegang, kurang rileks, jadi kayak kenceng semua.”

Ketidakmampuan Gregoria melupakan kegagalan pada gim kedua membuatnya bermain tidak maksimal pada gim penentuan sehingga memberi kemenangan bagi Ratchanok.

“Di gim ketiga saya kayak masih kepikiran gim kedua, ‘gila ini World Champ tinggal dikit lagi, saya sia-siain, 20-18, dua poin kan lumayan, kalo benar-benar fokus ya bisa lah. ini kan 16 besar, kalo dapat bisa ke delapan besar, kapan lagi’,” papar Gregoria menyesal.

Jadi, lanjut dia, pada gim ketiga ia tidak mampu lepas dari kekalahan gim kedua, sementara lawannya sudah lebih percaya diri, sehingga ia tertinggal jauh.

Kekalahan Gregoria membuat Indonesia tidak mempunyai wakil tunggal putri pada babak delapan besar setelah tunggal putri lainnya, Fitriani, tersisih pada putaran kedua.

Baca juga: “The Daddies” atasi permainan rapi lawan, Ahsan: Alhamdulillah menang

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“The Daddies” atasi permainan rapi lawan, Ahsan: Alhamdulillah menang

Kita kan harus siap terus siapa pun musuhnya karena ini kan kejuaraan dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra unggulan keempat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bersyukur bisa mengatasi permainan rapi ganda putra Skotlandia Alexander Dunn/Adam Hall untuk melangkah ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

“Alhamdulillah bisa menang ya, lawan juga bermain cukup baik, kita baru pertama kali bertemu,” kata Ahsan seusai pertandingan.

Ahsan/Hendra yang tampil pada laga pembuka di Lapangan 3 St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis, mengalahkan ganda putra Skotlandia itu dengan 21-19, 21-16.

Meski peringkatnya terpaut jauh di atas ganda Skotlandia yang berperingkat 59 dunia, Ahsan/Hendra tidak mudah memenangkan pertandingan ini.

Ganda putra peringkat dua dunia itu tertinggal sejak awal pertandingan dan baru menyamakan kedudukan pada angka 14-14.

Sejak itu mereka berbalik memimpin meskipun lawannya beberapa kali menyamakan kedudukan hingga 19-19.

Dua kali pengembalian yang gagal dari pemain Skotlandia memberi poin bagi Ahsan/Hendra untuk merebut gim pertama 21-19.

Baca juga: Ahsan/Hendra melaju ke perempat final

Permainan lebih ketat terjadi pada gim kedua. Kedua pasangan bergantian menyamakan kedudukan, sebelum kesalahan sendiri yang dilakukan pasangan Skotlandia memberi kemenangan untuk pasangan Indonesia.

Ahsan bersyukur bisa memenangkan pertarungan yang sulit ini. Pernyataan serupa disampaikan Hendra yang menganggap lawannya bermain rapi, pukulannya halus dan tidak gampang mati.

Ditanya apakah mereka terkejut dengan penampilan ganda peringkat 59 itu, Hendra hanya menjawab, “Kita kan harus siap terus siapa pun musuhnya karena ini kan kejuaraan dunia.”

Pada babak delapan besar, Ahsan/Hendra akan melawan pemenang pertandingan antara pasangan Denmark unggulan delapan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dan unggulan 13 asal Taiwan Liao MIn Chun/Su Ching Heng.

“Mereka pasti sama-sama bagus, kita juga belum tahu, yang penting siap saja siapa pun yang bakal dilawan pasti akan kita pelajari permainan mereka,” kata Ahsan mengenai lawannya nanti.

Baca juga: Fajar/Rian ikuti Ahsan/Hendra ke 16 besar Kejuaraan Dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gregoria Mariska gagal ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Pebulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung terjatuh saat berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis Thailand Ratchanok Intanon pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Gregoria gagal ke perempat final setelah kalah dengan skor 18-21, 23-21, 21-10. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

“The Daddies” melangkah ke perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Skotlandia Alexander Dunn dan Adam Hallms pada babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Kamis (22/8/2019). Pasangan Ahsan/Hendra lolos ke perempat final seusai menang dengan skor 21-19, 21-16. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Pasangan Ahsan/Hendra buka laga pada babak 16 besar

Basel, Swiss (ANTARA) – Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 mencapai babak 16 besar pada Kamis, dengan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan tampil dalam salah satu laga pembuka.

Pertandingan antara pasangan unggulan keempat melawan ganda putra Skotlandia Alexandr Dunn/Adam Hall akan menjadi laga pembuka di Lapangan 3.

Pasangan peringkat dua dunia itu menjadi salah satu harapan Indonesia dalam meraih medali pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, pada 19-25 Agustus.

Selain Ahsan/Hendra, ganda putra juga meloloskan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ke babak 16 besar. Pasangan unggulan ketujuh itu akan menghadapi pasangan Malaysia unggulan 14 Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Baca juga: Ahsan/Hendra ingin pulang bawa medali

Baca juga: Fajar/Rian ikuti Ahsan/Hendra ke 16 besar Kejuaraan Dunia

Baca juga: Jonatan: Hadapi Jorgensen tidak akan semudah di Jepang

Pertarungan sengit kemungkinan terjadi pada sektor tunggal putra ketika Jonatan Christie bertemu Jan O Jorgensen dari Denmark dan Anthony Sinisuka Ginting melawan Sai Praneeth B dari India.

Baik Jonatan dengan Jorgensen maupun Ginting dengan Praneeth mempunyai rekor pertemuan imbang 2-2 dengan dua pertandingan terakhir dimenangi oleh para pemain Indonesia.

Baca juga: Maju ke 16 besar, Anthony Ginting hadapi Sai Praneeth

Baca juga: Lupakan hasil tahun lalu, Greysia/Apriyani janji cetak sejarah baru

Adapun tunggal putri peringkat 16 dunia Gregoria Mariska Tunjung akan menantang peringkat enam dunia asal Thailand Ratchanok Intanon yang mengalahkannya di Indonesia Open bulan lalu.

Pertandingan ganda putri juga tidak akan berjalan dengan mudah ketika para unggulan saling beradu kekuatan dan strategi. Pasangan Indonesia unggulan kelima Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan melawan unggulan 10 Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva dari Bulgaria.

Sementara unggulan 14 Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta akan berhadapan dengan unggulan keenam asal Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan.

Baca juga: Della/Rizki lalui ujian pertama, menang atas ganda putri Ukraina

“Pemain Korea powernya kencang kencang, hampir semua pemain Korea seperti itu,” kata Della.

Della dan pasangannya akan menyiapkan diri menghadapi reli-reli yang akan dilancarkan lawannya, termasuk memperkuat pertahanan.

Baca juga: Hafiz/Gloria menang mudah atas pasangan Ukraina

Pada sektor ganda campuran, pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadi unggulan 10 akan menantang pasangan unggulan pertama Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dari China.

Meski kalah 1-3 dalam rekor pertemuan, namun pasangan Indonesia peringkat sembilan dunia itu memenangi pertemuan terakhir mereka di Japan Open sebulan yang lalu.

Kemenangan itu diharapkan dapat menambah percaya diri pasangan Indonesia tersebut untuk membalas kekalahan mereka di Kejuaraan Dunia tahun lalu.

Sementara ganda campuran lainnya unggulan keenam Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan melawan pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek.

Baca juga: Praveen/Melati juga melangkah mulus ke babak ketiga

Berikut ini susunan pertandingan para pemain Indonesia pada hari keempat Kejuaraan Dunia di Basel, Kamis (angka di depan menunjukkan unggulan):

4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Alexander Dunn/Adam Hall (Skotlandia)

14-Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs 6-Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korsel)

6-Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Robin Tabeling/Selena Piek (Belanda)

6-Anthony Sinisuka Ginting vs 16-Sai Praneeth B (India)

4-Jonatan Christie vs Jan O Jorgensen (Denmark)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs 14-Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia)

14-Gregoria Mariska Tunjung vs 7-Ratchanok Intanon (Thailand)

10-Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs 1-Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China)

5-Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs 10- Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria)

Baca juga: Marcus/Kevin langsung tumbang pada laga pertama

Baca juga: Fitriani terhenti di putaran kedua Kejuaraan Dunia

Baca juga: Banyak melakukan kesalahan, Berry/Ardianto kalah

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yang gagal dan berhasil melaju ke babak 16 besar

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Rian Ardianto berusaha mengembalikan kok ke ganda putra Inggris Marcus Ellis dan Chris Langridge pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8/2019). Fajar/Rian melaju ke babak 16 besar seusai menang dengan skor 16-21, 21-18, dan 21-14. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/ama.

Dua ganda putra tersingkir pada hari ketiga Kejuaraan Dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Hari ketiga penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu, tim Indonesia kehilangan dua ganda putra karena tidak mampu memenangi pertandingan putaran kedua.

Salah satu ganda putra yang tersisih adalah pasangan peringkat satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang semula menjadi salah satu harapan Indonesia untuk meraih medali.

Pasangan yang dijuluki Minions itu kalah oleh pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-16, 14-21, 21-23 dalam pertandingan yang berlangsung selama lebih dari satu jam.

Baca juga: Marcus/Kevin langsung tumbang pada laga pertama

Satu ganda putra lainnya adalah pasangan Berry Angriawan/Hardianto yang gagal mengatasi pasangan China unggulan 10 He Ji Ting/Tang Qiang sehingga kalah 16-21, 20-22.

Selain mereka, langkah pemain tunggal putri Fitriani juga terhenti pada putaran kedua.setelah dikalahkan unggulan kedua asal Taiwan Tai Tsu Ying mendapat bye pada putaran pertama.

Baca juga: Fitriani terhenti di putaran kedua Kejuaraan Dunia

Dengan demikian Merah Putih menyisakan sembilan wakil yang akan bertanding Kamis.

Mereka adalah ganda putra unggulan keempat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Tiga pemain tunggal, yakni dua putra, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting dan satu tunggal putri Gregoria Widjaja.

Dua ganda putri juga siap bertanding pada di putaran ketiga, yakni pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu serta duet Della Destiara Haris/Rizki Amalia Pradipta.

Serta dua ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Baca juga: Ahsan/Hendra ingin pulang bawa medali

Baca juga: Fajar/Rian ikuti Ahsan/Hendra ke 16 besar Kejuaraan Dunia

Baca juga: Jonatan melangkah ke babak 16 besar, kalahkan Heo Kwang Hee

Atlet Junior Indonesia Raih Dua Gelar Juara Dunia

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fajar/Rian ikuti Ahsan/Hendra ke 16 besar Kejuaraan Dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengikuti pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masuk ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Fajar/Rian yang menjadi unggulan ketujuh, berhasil mengatasi kehilangan gim pembuka untuk meraih kemenangan atas pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge 14-21, 21-18, 21-14.

Tampil dalam pertandingan sesi petang di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu, Fajar/Rian kehilangan gim pembuka, namun empat poin beruntun pada gim kedua menjadi titik balik bagi pasangan Pelatnas itu untuk memimpin 9-6. Sejak itu mereka tidak terkejar lagi dan berhasil memaksakan gim penentuan.

Pada gim ketiga, pasangan peringkat tujuh dunia itu kembali tertinggal di awal, namun berhasil mengatasinya dengan bermain lebih sabar.

“Gim pertama mainnya terlalu buru-buru sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri, sementara mereka mainnya benar-benar safe. kita main buru-buru malah jadi bumerang sehingga banyak mati sendiri,” ujar Fajar sesudah bertanding.

Semantara pada gim kedua, kata Fajar, karena sudah tertinggal satu gim, mereka memutuskan untuk bagaimana pun caranya yang penting dapat mengembalikan pukulan lawan.

“Gim kedua karena sudah ketinggalan, kita main saja dulu, yang penting kena dulu, jangan mati sendiri, jangan gampang ngasih poin lawan. Jadinya mereka malah gak enak digituin,” kata Fajar.

Mereka juga mendapat masukan dari pelatih untuk tidak takut bermain bertahan karena pertahanan mereka cukup bagus sementara pukulan lawan juga tidak terlalu kencang.

“Jadi modal kita yakin, ada masukan dari pelatih ya kita jalankan,” tambahnya.

Sebelumnya pasangan unggulan keempat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sudah lebih dulu meju ke 16 besar setelah mengalahkan pasangan Belanda Jelle Maas/Robin Tabeling 21-13, 21-12.

Sementara dua ganda putra lainnya, unggulan pertama Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Berry Angriawan/Hardianto tersingkir pada putaran kedua.

Baca juga: Fajar/Rian balas kekalahan dari Hoki/Kobayashi di Thailand Open

Baca juga: Tujuh wakil Indonesia lolos ke babak kedua Japan Open

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banyak melakukan kesalahan, Berry/Ardianto kalah

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra nasional Berry Angriawan/Hardianto banyak melakukan kesalahan dalam pertandingan putaran kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, Rabu, sehingga mengalami kekalahan.

Berry/Hardianto kalah oleh ganda putra China He Ji Ting/Tan Qiang 16-21, dalam 20-22 pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss tersebut.

Ganda putra Indonesia itu mampu mengimbangi permainan lawannya pada awal pertandingan, namun pukulan-pukulan mereka yang tidak akurat dengan cepat menambah poin lawan.

Dalam permainan dengan tempo cepat yang diwarnai adu drive dari kedua pasangan itu penempatan bola yang dilakukan Berry/Hardianto sering tidak akurat sehingga keluar lapangan atau menyangkut di net.

Pada akhir gim kedua Berry/Hardianto mampu mengimbangi lawannya bahkan memimpin 20-19, namun tiga poin beruntun dari pasangan China membawa kemenangan bagi Mereka.

“Pada gim pertama tadi memang banyak mati sendiri. Bola yang seharusnya masih bisa masuk malah banyak mati,” ujar Hardianto seusai pertandingan yang berlangsung selama 40 menit.

Ia mengatakan, bermain terburu-buru dan tidak mampu mengatur tempo permainan menjadi penyebab kekalahan.

“Pingin cepat malah jadi salah sendiri,” katanya.

Lalu pada gim kedua, Hardianto mengaku kurang mampu bertahan dalam permainan reli membuat mereka yang sudah berhasil memperketat poin gagal merebut kemenangan.

“Gim kedua sudah mepet-mepet poinnya, relinya juga ada dibanding gim pertama. Tapi setelah reli-reli kita mati sendiri, kurang tahan (menghadapi reli),” katanya.

Kekalahan tersebut menyisakan pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada babak 16 besar, serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sedang bertanding pada putaran kedua.

Sebelumnya, ganda putra peringkat satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo secara mengejutkan langsung tersingkir pada pertandingan pertama mereka saat melawan ganda Korea Choi Soigyu/Seo Seung Jae.

Baca juga: Hadapi unggulan 10 Berry/Hardianto ingin tampil maksimal

Baca juga: Berry/Hardianto atasi kekalahan gim pembuka untuk menang
​​​​

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Della/Rizki lalui ujian pertama, menang atas ganda putri Ukraina

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berhasil melewati ujian pertama mereka pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, dengan meraih kemenangan pada putaran kedua.

Pada pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu, pasangan unggulan 14 yang mendapat bye pada putaran pertama itu menang atas ganda putri Ukraina Maryna Ilyinskaya/Yelyzaveta Zharka 21-9, 21-11.

Ganda putri yang terancam dicabut SK Prioritasnya jika tidak mampu bersaing dengan pemain-pemain lainnya itu, hanya menghadapi kesulitan pada awal gim pertama, selebihnya mereka melaju tanpa terkejar.

“Alhamdulillah bisa lewati yang pertama dulu sih, kita kan step by step, kan baru main pertama masih belajar gimana anginnya, bolanya gimana, cuma lawannya juga masih bisa diatasi, kita lebih percaya diri,” kata Rizki seusai pertandingan.

Pada babak 16 besar, Della/Rizki akan melawan pemenang pertandingan antara pasangan Denmark Amelia Magelund/Freja Ravn dengan unggulan keenam asal Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan yang masih belum bertanding.

Ketika ditanya apa yang perlu diperbaiki dari permainan mereka sebelum pertandingan berikutnya, Della menjawab, “Konsistensi yang perlu diperbaiki kalau buat kita berdua. itu aja sih. Pengalaman-pengalaman sebelumnya sih seperti itu.”

Mengenai tuntutan untuk dapat bersaing dengan pemain lain, Rizki mengatakan tidak menjadikannya sebagai beban.

“Kita mau yg terbaik, main maksimal dulu saja, gak mikir tar gimana,” katanya.

Baca juga: Pelatih optimistis ganda putra raih gelar di Kejuaraan Dunia BWF 2019

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra ingin pulang bawa medali

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra unggulan keempat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengaku ingin pulang membawa medali dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 yang berlangsung 19-25 Agustus.

Pasangan juara dunia 2013 dan 2015 itu mengawali perburuan medalinya dengan memenangi laga perdana pada Kejuaraan Dunia 2019 di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu, atas pasangan Belanda Jelle Maas/Robin Tabeling 21-13, 21-12.

Ganda putra peringkat dua dunia itu hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk menyisihkan ganda Belanda peringkat 31 dunia itu.

“Ini pertandingan pertama kami, lawannya juga nggak mudah, kita pernah ketemu, jadi harus bener-benar fokus,” ujar Hendra setelah pertandingan.

Ahsan/Hendra sebelumnya pernah mengalahkan ganda Belanda itu pada French Open 2018.

Selanjutnya, Hendra/Ahsan akan melawan ganda putra Skotlandia Alexander Dunn/Adam Hall yang maju ke putaran ketiga tanpa perlu bertanding setelah lawannya mengundurkan diri dari turnamen.

“Belum pernah ketemu lawan mereka, nanti kita lihat videonya permainan mereka, nanti kita pelajari,” ujar Ahsan.

Hendra/Ahsan memasuki Kejuaraan Dunia dengan berbekal hasil mencapai final dalam enam turnamen tahun ini dengan dua di antaranya menjadi juara, yakni pada All England dan New Zealand Open.

Baca juga: Mundurnya ganda India tak ringankan beban Hendra/Ahsan
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fitriani tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ekspresi kecewa pebulu tangkis Indonesia Fitriani seusai gagal mengembalikan kok ke pebulu tangkis Taiwan Tai Tzu Ying pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8/2019). Fitriani kalah dengan skor 15-21, 14-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Della/Rizki lalui ujian pertama

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putri Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta berhasil melewati ujian pertama mereka pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, dengan meraih kemenangan pada putaran kedua.

Pada pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu, pasangan unggulan 14 yang mendapat bye pada putaran pertama itu menang atas ganda putri Ukraina Maryna Ilyinskaya/Yelyzaveta Zharka 21-9, 21-11.

Ganda putri yang terancam dicabut SK Prioritasnya jika tidak mampu bersaing dengan pemain-pemain lainnya itu, hanya menghadapi kesulitan pada awal gim pertama, selebihnya mereka melaju tanpa terkejar.

“Alhamdulillah bisa lewati yang pertama dulu sih, kita kan step by step, kan baru main pertama masih belajar gimana anginnya, bolanya gimana, cuma lawannya juga masih bisa diatasi, kita lebih percaya diri,” kata Rizki seusai pertandingan.

Pada babak 16 besar, Della/Rizki akan melawan pemenang pertandingan antara pasangan Denmark Amelia Magelund/Freja Ravn dengan unggulan keenam asal Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan yang masih belum bertanding.

Ketika ditanya apa yang perlu diperbaiki dari permainan mereka sebelum pertandingan berikutnya, Della menjawab, “Konsistensi yang perlu diperbaiki kalau buat kita berdua. itu aja sih. Pengalaman-pengalaman sebelumnya sih seperti itu.”

Mengenai tuntutan untuk dapat bersaing dengan pemain lain, Rizki mengatakan tidak menjadikannya sebagai beban.

“Kita mau yg terbaik, main maksimal dulu saja, gak mikir tar gimana,” katanya.

Baca juga: Pelatih optimistis ganda putra raih gelar di Kejuaraan Dunia BWF 2019

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahsan/Hendra melaju ke 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (bawah) dan Hendra Setiawan mengembalikan kok ke ganda putra Belanda Jelle Maas dan Robin Tabeling pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8/2019). Pasangan Ahsan/Hendra melaju ke babak 16 besar seusai menang dengan skor 21-13, 21-12. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Fitriani terhenti di putaran kedua Kejuaraan Dunia

Basel, Swiss (ANTARA) – Tunggal putri Indonesia Fitriani terhenti di putaran kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019, setelah kalah oleh Tai Tzu Ying dari Taiwan.

Bertanding pada putaran kedua di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu, Fitriani kalah dalam dua gim oleh pebulu tangkis unggulan kedua asal Taiwan tersebut 15-21, 14-21.

Fitriani mengaku sempat tegang pada awal gim pertama, sementara lawannya sudah menekan sejak awal sehingga ia banyak dikendalikan oleh lawan.

Pemain pelatnas tersebut hanya mampu mengimbangi angka lawan hingga 6-6 sebelum tertinggal jauh.

“Tadi Fitri sih sudah berusaha buat lebih ngontrol, buat lebih lepas mainnya, tapi memang lawannya mempunyai pukulan yang matang dan variasinya juga banyak, jadi Fitri jadi kayak terkontrol oleh dia. Akhirnya ketinggalan, ketinggalan,” ujarnya.

Pada gim kedua, sempat tertinggal 5-11 saat interval, Fitriani mengaku memperbaiki permainannya sehingga memperoleh empat poin beruntun untuk memperpendek jarak angka, bahkan unggul 14-13.

“Gim kedua sempat ramai di 14-14 gitu, cuma dari situ Fitri kecolongan lagi, pengen buru-buru nyerang jadi mati sendiri,” ujar pemain peringkat 28 dunia tersebut.

Tersingkirnya Fitriani menyisakan Gregoria Mariska Tunjung pada sektor tunggal putri Indonesia.

Pemain unggulan 14 itu akan bermain pada putaran ketiga atau babak 16 besar melawan unggulan tujuh asal Thailand Ratchanok Intanon.

Baca juga: Tanpa banyak kesulitan Fitriani menangi laga pertama

Baca juga: Saatnya Minions beraksi
 

Keseruan suporter berkostum unik di Indonesia Open 2019

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minions tersingkir dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke ganda putra Korea Selatan Choi Solgyu dan Seo Seung Jae pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Rabu (21/8/2019). Kevin/Marcus kalah dengan skor 16-21, 21-14, 23-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/pras.

Marcus/Kevin langsung tumbang pada laga pertama

Kita banyak enggak siap, buru-buru dan dia banyak memperlambat, menahan tempo, mengganggu main

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putra peringkat satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo langsung tersisih dalam pertandingan pertama mereka pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.

Peringkat satu dunia itu menyerah 21-16, 14-21, 21-23 kepada ganda Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae dalam waktu kurang lebih satui jam dalam pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu.

Ganda putra berjuluk Minions itu langsung memimpin 5-0 namun terkejar 5-5 pada gim pembuka sebelum merebut gim ini dengan 21-16.

Keadaan berbalik pada gim kedua. Setelah bermain ketat pada awal gim, ganda Korea justru yang mendikte pertandingan untuk kemudian  menyamakan kedudukan masing-masing satu gim.

Gim ketiga berlangsung lebih ketat meskipun Marcus/Kevin lebih banyak tertinggal sampai posisi 14-17. Pasangan juara Indonesia dan Japan Open berturut-turut bulan lalu itu tak mau menyerah dan berulang kali menyamakan kedudukan bahkan sempat memimpin pada kedudukan 19-17 dan 20-19.  Tetapi akhirnya mereka gagal merebut gim penentu ini.

Baca juga: Greysia/Apriyani awali laga dengan mulus

“Mereka bermain sangat baik dan enggak gampang mati juga dan hari ini kita banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Kevin mengenai kekalahan dalam pertemuan pertama mereka dengan pasangan Korea ini.

Ketika ditanya mengapa tidak mampu mempertahankan keunggulan pada poin-poin akhir gim ketiga, Kevin mengakui bahwa mereka bermain kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

Marcus sendiri mengakui mereka sering tidak siap mengantisipasi serangan lawan.

“Mereka banyak menekan kita dan enggak gampang mati. Kita banyak enggak siap, buru-buru dan dia banyak memperlambat, menahan tempo, mengganggu main,” kata Marcus.

Kekalahan itu membuat Indonesia menyisakan tiga ganda putra pada turnamen ini, yakni unggulan keempat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, unggulan tujuh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Berry Angriawan/Hardianto.

Baca juga: Praveen/Melati juga melangkah mulus ke babak ketiga

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Praveen/Melati juga melangkah mulus ke babak ketiga

Mainnya masih belum 100 persen in, tapi kita tadi coba mengkondisikan situasi lapangan, lampu, pokoknya tadi coba nguasain situasi di lapangan

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memanfaatkan pertandingan pertama mereka pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF untuk menyesuaikan diri dengan lapangan.

Pasangan unggulan keenam itu langsung bertanding pada putaran kedua melawan ganda campuran Republik Ceko Jakub Bitman/Alzbeta Basova di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu.

Mereka cuma membutuhkan waktu 31 menit untuk menghentikan ganda campuran Ceko itu dengan 21-16, 21-11.

“Mainnya masih belum 100 persen in, tapi kita tadi coba mengkondisikan situasi lapangan, lampu, pokoknya tadi coba nguasain situasi di lapangan,” ujar Praveen setelah pertandingan.

Setelah memimpin sejak awal, Praveen/Melati merebut gim awal dengan 21-16.

Baca juga: Greysia/Apriyani awali laga dengan mulus

Namun pada gim kedua, setelah menyamakan kedudukan 1-1, langsung memimpin 5-1 berkat lima poin beruntun.

Keunggulan ganda Ceko hanya sampai di situ setelah Praveen dan Melati melaju dalam perolehan angka berkat poin beruntun berikutnya sebanyak tujuh angka.

Pada babak berikutnya mereka akan ditantang pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek.

Kedua pasangan pernah bertemu pada Jerman Open 2019 yang dimenangi ganda Belanda tersebut.

“Kita, pernah kalah di Jerman kalau tidak salah, tapi ini kan Kejuaraan Dunia, kita coba fight lagi karena kami juga ada target pribadi,” kata Praveen yang kompak dengan Melati tidak mau menyebutkan target mereka.

“Rahasia,” kata mereka kompak.

Baca juga: Lupakan hasil tahun lalu, Greysia/Apriyani janji cetak sejarah baru

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lupakan hasil tahun lalu, Greysia/Apriyani janji cetak sejarah baru

Tahun lalu sudah jadi sejarah. Kita mau mencetak lagi yang baru…

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu melupakan hasil tahun lalu saat mereka mencapai semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dengan berjuang dari awal untuk meraih hasil yang lebih baik.

“Tahun lalu sudah jadi sejarah. Kita mau mencetak lagi yang baru jadi harus berjuang lagi dari awal,” kata Greysia Polii seusai pertandingan di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu.

Pada Kejuaraan Dunia 2018 di China, Greysia Polii/Apriyani Rahayu terhenti pada semifinal untuk memperoleh medali perunggu.

Ganda putri unggulan kelima itu langsung bertanding pada putaran kedua dengan mengalahkan pasangan Rusia Anastasiia Akchurina/Olga Morozova 21-13, 21-12 guna merebut satu tempat pada babak 16 besar.

Baca juga: Greysia/Apriyani awali laga dengan mulus

Meskipun tidak menghadapi banyak kesulitan, Greysia/Apriyani terus melancarkan serangan kepada pasangan Rusia berperingkat 49 dunia ini.

“Dari awal kita memang sudah harus on, lawan juga enggak akan kasih kemenangan dengan mudah, jadi kota coba untuk tekan terus dan berusah menang dari pertandingan pertama,” ujar Greysia.

Pada babak 16 besar, Greysia/Apriani akan melawan pemenang laga unggulan 10 asal Bulgari Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva melawan pasangan Prancis Delphine Delrue/Lea Palermo.

“Disiapin lagi fikirannya, mentalnya, enjoy juga, siapa pun lawan ke depannya,” kata Apriyani.

Baca juga: Saatnya Minions beraksi

Ganda Putra Dan Putri Maju Ke Semifinal

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Greysia/Apriyani awali laga dengan mulus

Basel, Swiss (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengawali laga mereka pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 dengan mulus melangkah ke babak ketiga turnamen ini.

Pasangan unggulan kelima ini menang mudah 21-13, 21-12 atas ganda putri Rusia Anastasiia Akchurina/Olga Morozova pada putaran kedua di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Rabu.

Membuka gim pertama dengan enam poin beruntun, semifinalis Kejuaraan Dunia tahun lalu itu terus memimpin perolehan angka hingga menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-13.

Awal gim kedua permainan berlangsung lebih ketat. Pertahanan pasangan Rusia yang rapat mampu menahan serangan yang dilancarkan Greysia dan Apriyani.

Baca juga: Saatnya Minions beraksi

Namun pengembalian mereka kerap meleset sehingga memberi poin bagi pasangan Indonesia.

Sementara smes tajam Apriyani beberapa kali juga tidak dapat dibendung pasangan Rusia berperingkat 49 dunia tersebut.

Pasangan yang mendapat bye pada putaran pertama itu selanjutnya pada babak 16 besar, akan melawan pemenang pertandingan antara unggulan 10 asal Bulgaria Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva dengan pasangan Prancis Delphine Delrue/Lea Palermo.

Baca juga: Empat tunggal Indonesia bertahan pada hari kedua, dua ganda tersingkir

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anthony Ginting lolos ke 16 besar

Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan kok ke pebulu tangkis Inggris Toby Penty pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa (20/8/2019). Anthony Ginting lolos ke babak berikutnya setelah menang dengan skor 21-11, 21-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/hp.

Saatnya Minions beraksi

Basel, Swiss (ANTARA) – Pasangan Minions alias Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldy Gideon akan mengawali perburuan gelar juara dunia, Rabu, dengan menghadapi lawan dari Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae.

Ganda putra peringkat satu dunia tersebut akan bertanding pada putaran kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, setelah mendapat bye pada putaran pertama.

Pasangan putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga mengawali laga mereka di Kejuaraan Dunia 2019 ini pada hari ketiga turnamen.

Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan keempat akan menghadapi ganda putra Belanda Jelle Maas/Robin Tabeling.

Pasangan yang dijuluki The Daddies itu, bersama Minions akan menjadi pusat perhatian para pecinta bulu tangkis di Tanah Air karena diharapkan dapat menorehkan prestasi gemilang di ajang bergengsi tersebut.

Apalagi kedua pasangan itu dalam dua turnamen berturut-turut di Indonesia Open dan Japan Open bulan lalu mencapai final.

Dua ganda putra lainnya, Berry Angriawan/Hardianto dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga bertanding. Berry/Hardianto akan menghadapi unggulan 10 asal China He Ji Ting/Tan Qiang, sedangkan Fajar/Rian yang menjadi unggulan tujuh akan melawan pasangan Inggris Marcua Ellis/Chris Langride.

Pemain Indonesia lainnya yang berlaga pada hari ketiga penyelenggaraan Kejuaraan Dunia di St. Jakobshalle Basel, Swiss itu adalah ganda putri unggulan kelima Greysia Polii/Apriani Rahayu dan pasangan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, tunggal putri Fitriani, dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Berikut ini rincian pertandingan para pemain Indonesia pada hari ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF, Rabu (angka di depan menunjukkan unggulan):

5-Greysia Polii/Apriani Rahayu vs Anastasiia Akchurina/Olga Morozova (Rusia)

14-Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Maryna Ilyinskaya/Yelyzaveta Zharka (Ukraina)

1-Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korsel)

4-Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Jalle Maas/Robin Tabeling (Belanda)

Berry Angriawan/Hardianto vs 10-He Ji Ting/Tan Qiang (China)

7-Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Marcus Ellis/Chris Langride (Inggris)

-6 Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Jakub Bitman/Alzbeta Basova (Republik Ceko)

Fitriani vs 2-Tai Tzu Ying (Taiwan).

Baca juga: Empat tunggal Indonesia bertahan pada hari kedua, dua ganda tersingkir

Baca juga: Maju ke 16 besar, Anthony Ginting hadapi Sai Praneeth

Minions pertahankan gelar, kalahkan The Daddies di final

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hafiz/Gloria melaju ke babak 16 besar

Ganda campuran Indonesia Gloria Emanuelle Widjaja (kiri) dan Hafiz Faizal berusaha mengembalikan kok ke ganda campuran Ukraina Valeriy Atrashchenkov dan Yelizaveta Zharka pada pertandingan babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Selasa (20/8/2019). Hafiz/Gloria melaju ke babak 16 besar setelah menang dengan skor 21-9, 21-15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak/hp.

Empat tunggal Indonesia bertahan pada hari kedua, dua ganda tersingkir

Basel, Swiss (ANTARA) – Empat dari lima pemain tunggal Indonesia yang berlaga pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF di St. Jakobshalle Basel, Swiss, masih bertahan pada hari kedua turnamen, Selasa.

Namun tim Indonesia kehilangan dua ganda campurannya yakni pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Ronald/Annisa Saufika yang tersingkir dari turnamen.

Empat pemain tunggal yang masih bertahan masing-masing dua putra dan putri. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung.

Adapun pemain tunggal lainnya, Tommy Sugiarto harus pulang lebih awal setelah gagal mengatasi permainan Jan O Jorgensen dari Denmark.

Baca juga: Jonatan melangkah ke babak 16 besar, kalahkan Heo Kwang Hee

Baca juga: Maju ke 16 besar, Anthony Ginting hadapi Sai Praneeth

Baca juga: Gregoria melaju ke putaran ketiga Kejuaraan Dunia

Baca juga: Tanpa banyak kesulitan Fitriani menangi laga pertama

Fitriani yang tampil pada pertandingan pembuka, Selasa pagi, berhasil mengalahkan Yvonne Li dari Jerman 21-14, 21-12. Sedangkan Gregoria yang menjadi unggulan 14 menyisihkan pemain Thailand Busaanan Ongbamrungphan 21-14, 21-10.

Sementara dua ganda campuran yang tersisih, Rinov/Pitha kembali mengalami kekalahan dari pemain Jepang unggulan ketiga Yuta Watanabe/Arisa Higashino 13-21, 21-19, 16-21, dan Ronald/Annisa yang disingkirkan pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek 21-14, 21-13.

Baca juga: Ronald/Annisa derita kekalahan kedua dari ganda Belanda

Baca juga: Ganda campuran Rinov/Pitha belum mampu atasi Yuta/Arisa

“Tadi mainnya sih sudah nemu pola permainannya tapi di awal set ketika kita kecolongan, mereka merubah pola menjadi main lebih cepat, kita nggak siap. Sehingga yang seharusnya bisa nyerang tadi kebanyakan ngangkat bola,” ujar Rinov seusai pertandingan.

Baca juga: Berry/Hardianto atasi kekalahan gim pembuka untuk menang

Baca juga: Hafiz/Gloria menang mudah atas pasangan Ukraina

Wakil Indonesia lainnya yang juga bertanding pada hari kedua adalah ganda putra Berry Angriawan/Hardianto.

Pasangan tersebut menang atas pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy 20-22, 21-13, 21-15.

Kemenangan juga diraih ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja pada laga pertamanya dengan menyisihkan Valeriy Atrashchenkov/Yelyzaveta Zharka 21-9, 21-15.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maju ke 16 besar, Anthony Ginting hadapi Sai Praneeth

Basel, Swiss (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia yang menempati unggulan keenam Anthony Sinisuka Ginting maju ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF dan akan menghadapi pemain India Sai Praneeth.

Ginting membukukan kemenangan dua gim 21-11, 21-19 atas Toby Penty dari Inggris pada putaran kedua yang digelar di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Selasa malam, untuk selanjutnya bertemu unggulan 16 asal India tersebut.

Sai Praneeth maju ke putaran ketiga berkat kemenangan 21-16, 21-15 atas Lee Dong Keun dari Korea Selatan.

Baca juga: Jonatan melangkah ke babak 16 besar, kalahkan Heo Kwang Hee

Ginting meraih kemenangan mudah pada gim pertama namun mendapat perlawanan cukup sengit dari lawannya pada gim kedua. Toby beberapa kali nyaris menyamakan kedudukan pada 6-7, 14-15 dan 19-20 sebelum Ginting menutup pertandingan dengan kemenangan.

Pemain peringkat delapan itu mengaku pada pertandingan sebelumnya ia merasa kurang enak pada pergerakan kakinya, namun kali ini ia merasa nyaman.
“Hari ini puji Tuhan enak mainnya dari set pertama,” katanya.

Namun kondisi lapangan yang berangin membuat posisinya diuntungkan saat gim pertama namun sebaliknya pada gim kedua.

Baca juga: Tommy keluhkan sakit pergelangan kaki

“Set pertama saya kalah angin jadi dia banyak melakukan kesalahan sendiri, banyak pukulannya yang out ke belakang. Set kedua kebalikannya, saya jadi mikir mau main seperti set pertama jadi agak dikurangin tenaganya,” paparnya.

Akibatnya, lanjut Ginting, banyak pukulannya yang tanggung dimanfaatkan oleh pemain Inggris yang berpostur tinggi tersebut untuk melakukan smes atau permainan net.

“Ada beberapa bola yang tanggung sehingga dia banyak ambil poin dari smes dan pegang di depan. Soalnya di set pertama dia kurang dapat mainnya,” tambahnya.

Baca juga: Jonatan: Hadapi Jorgensen tidak akan semudah di Jepang

Baca juga: Hadapi unggulan 10 Berry/Hardianto ingin tampil maksimal
 

Jonathan-Ginting melaju ke semifinal

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan: Hadapi Jorgensen tidak akan semudah di Jepang

Basel, Swiss (ANTARA) – Unggulan keempat tunggal putra Jonatan Christie menganggap pertemuannya dengan pemain Denmark Jan O Jorgensen pada babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, tidak akan semudah ketika mereka bertanding di Japan Open bulan lalu.

“Tidak akan semudah yang kemarin karena dia baru main sekali, dan besok ada istirahat sehari. Jadi tidak akan semudah di Jepang,” ujar Jonatan setelah memastikan tempat di babak 16 besar dengan mengalahkan Heo Kwang Hee dari Korea Selatan 21-14, 21-12, Selasa.

Pebulu tangkis Denmark Jan P Jorgensen meraih tempat di babak 16 besar setelah bertanding sekali melawan pemain Indonesia Tommy Sugiarto dengan kemenangan 21-11, 1-15.

Pada putaran pertama, Jorgensen meraih kemenangan tanpa tanding setelah lawannya Brice Leverdez dari Prancis mengundurkan diri.

Baca juga: Tommy Sugiarto tumbang di tangan Jorgensen

Rekor pertemuan Jojo dengan Jorgensen adalah imbang 2-2 dengan pertemuan terakhir di Japan Open 2019 bulan lalu dimenangi Jojo dalam dua gim 21-14, 21-14.

Ditanya apa yang disiapkan untuk menghadapi Jorgensen, Jojo hanya mengatakan bahwa setiap pemain mempunyai keistimewaan dan keunikan masing-masing, sehingga tidak bisa dibilang lawan si A lebih enteng, si B lebih berat.

“Siapa yg lebih siap, yang lebih prepare, lebih fokus pada hari H, itu yang membedakan hasil,” katanya.

Baca juga: Jonatan melangkah ke babak 16 besar, kalahkan Heo Kwang Hee

Tentang kemenangannya yang relatif mudah dari pemain Korsel Heo Kwang Hee terutama pada gim pertama, Jonatan memperkirakan lawannya tegang.

“Gim pertama agak sedikit nervous kalau saya lihat, dari beberapa kali smes saya, saya rasa enggak kencang tapi pengembaliannya tanggung, itu saya rasa juga agak tegang nih, nervous sedikit,” katanya.

“Tapi di babak kedua dia mau coba lawan itu dengan balik lebih menyerang duluan dan di awal awal (saya) agak keteter juga dengan kecepatan dia,” tambahnya.

Jojo yang sebelumnya tidak pernah menang dari pemain Korea itu, mengaku kunci kemenangannya adalah lebih tenang, lebih sabar dan pola serta penempatan bola yang lebih tepat.

“Dia punya serangan yang mematikan juga, pertahanannya juga bagus. Jadi kuncinya lebih tenang, lebih sabar, dan pola dan penempatan bolanya lebih tepat,” pungkasnya.

Baca juga: Hafiz/Gloria menang mudah atas pasangan Ukraina

Baca juga: Berry/Hardianto atasi kekalahan gim pembuka untuk menang

Jonatan Christie raih emas tunggal putra

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jonatan melangkah ke babak 16 besar, kalahkan Heo Kwang Hee

Basel, Swiss (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia yang menempati unggulan keempat Jonatan Christie melangkah ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF setelah pada putaran kedua, Selasa, mengalahkan pemain Korea Heo Kwang Hee 21-14, 21-17.

Jonatan membuka pertandingan di St. Jakobshalle Basel, Swiss itu dengan meraih lima poin beruntun, namun pengembaliannya yang gagal memberi poin pertama bagi lawan.

Meski demikian ia melanjutkan keunggulannya hingga interval pertandingan 11-4 setelah melalui reli panjang yang berakhir dengan smes.

Pemain yang akrab disapa Jojo itu melanjutkan keunggulannya meskipun lawannya beberapa kali berusaha memperpendek jarak angka.

Ia menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14 dalam 21 menit.

Baca juga: Gregoria melaju ke putaran ketiga Kejuaraan Dunia

Baca juga: Tommy Sugiarto tumbang di tangan Jorgensen

Pada gim kedua, Heo balik memimpin sejak awal hingga 7-4, namun Jojo segera mengejar menyamakan kedudukan 7-7.

Sejak itu permainan berlangsung seimbang dengan kedua pemain yang sama-sama mengandalkan serangan tajam itu silih berganti menyamakan kedudukan hingga 16-16, sebelum empat poin beruntun membawa Jojo memimpin 20-16 dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.

Baca juga: Jonatan: unggulan keempat itu modal sekaligus bumerang

Ini merupakan kemenangan pertama Jojo dari empat pertemuannya dengan pemain peringkat 47 dunia itu.

Terakhir mereka bertemu pada putaran final Piala Thomas 2018.

Jonatan Christie raih emas tunggal putra

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019